Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan sukses menggelar Lomba Bakisah Bahasa Banjar dalam rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi dan Kalsel Expo 2026, di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (17/8).
Lomba ini menjadi salah satu upaya mengenalkan sekaligus melestarikan Bahasa Banjar kepada generasi muda sejak dini.
Kegiatan diikuti siswa sekolah dasar yang terbagi dalam dua kategori, yakni kelas 1-3 dan kelas 4-6. Para peserta menampilkan kemampuan bakisah menggunakan Bahasa Banjar dan dinilai oleh juri berkompeten.
Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik dan Media, Heni Setiawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias.
“Alhamdulillah, kegiatan ini telah sukses dilaksanakan. Kami atas nama Diskominfo mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan antusias,” ujar Heni.
Ia mengatakan, seluruh peserta telah menunjukkan keseriusan dan kemampuan terbaik membawakan cerita menggunakan Bahasa Banjar.
“Kami juga mengapresiasi para pemenang dan seluruh peserta yang telah mengikuti lomba dengan serius. Mereka mampu menampilkan bakat yang luar biasa dalam bakisah Bahasa Banjar,” katanya.
Menurut Heni, pelestarian Bahasa Banjar penting dilakukan sejak dini karena bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan budaya masyarakat Kalimantan Selatan.
“Harapannya, anak-anak semakin memahami Bahasa Banjar karena bahasa ini merupakan bagian dari identitas mereka. Jangan sampai tergerus perkembangan zaman dan modernisasi,” tuturnya.
Heni menambahkan, kegiatan seperti Lomba Bakisah Bahasa Banjar dapat menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah kepada anak-anak.
“Pelestarian bahasa Banjar harus dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai sejak dini. Anak-anak juga memiliki hak untuk mengenal budaya dan bahasa daerahnya,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)
Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Lansia, Selasa (18/8). Giat ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pelindo terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para lanjut usia yang berada di wilayah sekitar pelabuhan.
Sebanyak 100 orang lansia menjadi peserta dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 50 lansia dari Kelurahan Telaga Biru dan 50 lansia dari Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui kolaborasi bersama Puskesmas Banjarmasin Indah dan Puskesmas Pelambuan, dengan melibatkan tenaga kesehatan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan kondisi kesehatan, serta edukasi kepada para lansia dan keluarganya.
Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pelindo untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah pelabuhan.
Sub Regional Head PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional Kalimantan, Sugiono menyampaikan, bahwa perhatian terhadap kesehatan lansia merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Memasuki usia lanjut, perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi semakin penting. Pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diantisipasi dan ditindaklanjuti dengan tepat,” ujarnya.
Pesan tersebut juga menekankan pentingnya dukungan keluarga membantu lansia menjaga pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan kesehatannya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan mengedepankan nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong.
Melalui program TJSL, Pelindo berupaya agar kehadiran perusahaan tidak hanya berperan dalam pelayanan kepelabuhanan dan mendukung aktivitas perekonomian daerah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pelindo berharap para lansia memperoleh manfaat tidak hanya berupa informasi mengenai kondisi kesehatannya, tetapi juga semakin memiliki kesadaran melakukan pemeriksaan berkala dan menerapkan pola hidup sehat.
Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat kepedulian, sinergi, dan semangat berbagi manfaat kepada masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Banjarmasin yang semakin sehat, sejahtera, dan berkualitas. (Pelindo-RIW/APR)
Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin secara resmi menutup rangkaian Kalsel Expo 2026, yang telah berlangsung selama enam hari dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Penutupan Kalsel Expo 2026 dilaksanakan di panggung utama kawasan pameran, Senin (17/8) malam.
Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu agenda pameran dan promosi terbesar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun ini.
Selama enam hari pelaksanaan, Kalsel Expo 2026 mencatat capaian transaksi lebih dari Rp20 miliar, dengan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta orang.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Kalsel Expo 2026.
Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung dan nilai transaksi menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Momentum Kalsel Expo dapat terus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, khususnya produk unggulan pelaku usaha, UMKM, serta berbagai hasil industri dan kreativitas masyarakat Kalimantan Selatan,” ungkap Muhidin, saat menutup Kalsel Expo 2026.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung dan transaksi, tetapi juga dari semakin luasnya promosi produk lokal dan terbukanya peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besar nya kepala SKPD Provinsi, Forkopimda, atas partisipasi nya yang turut memeriahkan Kalsel Expo ini,” tutup Muhidin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan mengatakan, capaian transaksi selama Kalsel Expo 2026 menjadi salah satu indikator positif terhadap aktivitas perdagangan dan perekonomian daerah.
“Kehadiran ribuan pelaku usaha dan berbagai produk yang ditampilkan selama expo memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus membeli produk lokal Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Bagiawan berharap, transaksi yang tercipta selama pelaksanaan expo, menjadi awal bagi terbentuknya hubungan usaha berkelanjutan antara pelaku UMKM, konsumen, distributor, maupun mitra usaha lainnya.
“Capaian ini tak lupa merupakan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, yang berhadir dan memeriahkan event Kalsel Expo 2026 ini,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan Kalsel Expo penting untuk memperkuat promosi produk daerah, sehingga pelaku usaha tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi memiliki peluang untuk memperluas pemasaran ke wilayah lain.
“Banyak Produk Industri Kecil dan UMKM yang ditampilkan, agar menarik minat para investor, sehingga akan membuat produk – produk Kalsel dikenal masyarakat luar daerah,” lanjutnya.
Dalam acara penutupan, turut diumumkan sejumlah pemenang lomba stand Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Selatan.
Juara pertama stand terbaik diraih Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Bapenda Kalsel). Juara kedua diraih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan juara ketiga diraih Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk kategori juara harapan, RSUD Ansari Saleh meraih juara harapan pertama, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan sebagai juara harapan kedua, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai juara harapan ketiga.
Sementara itu, penghargaan stand terfavorit diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain penghargaan stand, turut diumumkan pemenang lomba memasak antar perangkat daerah. Juara pertama diraih Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan, juara kedua diraih Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, dan juara ketiga diraih Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan capaian transaksi lebih dari Rp20 miliar dan jumlah pengunjung yang menembus lebih dari 1 juta orang, Kalsel Expo 2026 diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat promosi produk lokal, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/APR)
Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman dan Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menghadiri Ziarah Nasional dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana, Banjarbaru, Sabtu (16/8) dini hari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Forkopimda Kalsel seperti Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanud, Danlanal, Kepala BNN, dan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.
Hadir juga Wali Kota Banjarmasin, M. Yamin, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby serta pejabat lingkup Pemprov Kalsel.
Tepat tengah malam, suasana TMP Bumi Kencana berubah hening. Penerangan dimatikan dan cahaya obor menjadi penerang dalam prosesi Apel Kehormatan dan Renungan Suci yang diikuti jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, Forkopimda, unsur TNI-Polri, serta pejabat terkait.
Inspektur Upacara Brigjen TNI Ilham Yunus, selaku Komandan Korem 101/Antasari, membacakan ikrar dan naskah Renungan Suci sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
“Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga,” demikian bagian ikrar yang dibacakan Ilham Yunus.
Dalam suasana penuh khidmat, penghormatan setinggi-tingginya diberikan kepada para pahlawan yang dimakamkan di TMP Bumi Kencana.
Doa bersama juga dipanjatkan agar arwah para pahlawan diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Selain sebagai bentuk penghormatan, Renungan Suci menjadi momentum untuk mengingat kembali besarnya pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Usai mengikuti rangkaian upacara, Gubernur Kalsel, Muhidin menyampaikan harapannya kepada generasi muda Banua agar dapat meneruskan semangat perjuangan para pahlawan dengan cara mereka sendiri sesuai tantangan zaman.
“Harapan kita para pemuda Banua terus semangat, terus belajar dan berkarya. Kemerdekaan ini harus kita isi dengan hal-hal yang positif. Jangan sampai perjuangan para pahlawan kita sia-siakan,” ujar Muhidin.
Beliau juga mengingatkan agar semangat persatuan dan kebersamaan tetap dijaga di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
“Pemuda adalah penerus kita. Karena itu, mari kita jaga persatuan, kebersamaan dan terus membangun Banua agar semakin maju,” katanya.
Gubernur berharap, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dijaga dan diisi dengan pembangunan.
Untuk diketahui, sebanyak 515 pahlawan tercatat dimakamkan di TMP Bumi Kencana, terdiri dari 501 prajurit TNI/Polri, 5 pegawai sipil, 2 pejuang rakyat, dan 7 pahlawan tak dikenal. (BIROADPIM-RIW/APR)
Banjarbaru – Pemajuan kebudayaan di Kalimantan Selatan memasuki arah baru. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mulai menggeser pola pengelolaan kebudayaan dari yang sebelumnya berorientasi pada kegiatan atau event, menjadi pembangunan ekosistem budaya yang lebih inklusif dan berbasis komunitas.
Arah baru tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan penyusunan program Ikatan Nanang Galuh (Inaga) se-Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi ruang untuk menyatukan gagasan dan merumuskan program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Jumat (14/8) sore.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Edy Suwarto mengatakan, perubahan strategi tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap kinerja pemajuan kebudayaan di daerah, termasuk melihat capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kalimantan Selatan yang masih berada di bawah angka nasional.
Dimana paradigma ini mencakup sejumlah pendekatan, bukan sekadar event menuju ekosistem, dari pola eksklusif menjadi inklusif berbasis komunitas, serta dari pelestarian semata menuju pemberdayaan ekonomi budaya yang diharapkan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.
“Ini adalah era baru tata kelola kebudayaan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kami akan hadir secara grassroot, menguatkan dari akar rumput, karena ekosistem kebudayaan itu tumbuh dari komunitas,” tegas Edy.
Menurutnya, Inaga Kalsel menjadi salah satu komunitas strategis yang dapat dilibatkan dalam arah baru tersebut. Selama ini, keberadaan Nanang Galuh lebih banyak diposisikan sebagai objek kegiatan kebudayaan.
Ke depan, mereka diharapkan menjadi mitra pemerintah sekaligus agen budaya yang aktif dalam pemajuan kebudayaan di daerah.
Edy menilai posisi Inaga cukup strategis karena para anggotanya tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Kondisi ini menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan program kebudayaan hingga ke tingkat komunitas.
“Kalau selama ini mereka sebagai objek, ke depan mereka menjadi rekan Disdikbud dalam pemajuan kebudayaan. Mereka strategis dan terpilih sebagai agen budaya,” katanya.
Lebih lanjut Edy menambahkan, tidak hanya di ruang komunitas, agen budaya juga nantinya diharapkan berperan dalam penguatan kebudayaan di lingkungan pendidikan, termasuk keterlibatan dalam pengembangan muatan lokal di sekolah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebudayaan lebih dekat dengan generasi muda, sekaligus memastikan nilai, tradisi, seni, dan identitas budaya Banua tidak hanya dipertahankan, tetapi terus berkembang sesuai tantangan zaman.
Dengan tuntutan peran yang semakin besar, Disdikbud Kalsel juga menyiapkan pola kerja yang lebih terukur melalui perjanjian kinerja bersama Inaga di Kalimantan Selatan.
Dengan demikian, peran para agen budaya tidak sekadar simbolis, tetapi memiliki kontribusi nyata dalam mendukung agenda pemajuan kebudayaan daerah.
Ke depan, kolaborasi Disdikbud, Inaga, komunitas budaya, pelaku seni, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu membangun ekosistem kebudayaan Kalsel yang lebih kuat, inklusif, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Banua.
“Selama ini sangat eksklusif, ke depan kita pastikan inklusif dan berbasis komunitas. Anggaran kita arahkan agar langsung berdampak kepada pelaku dan ekosistem budaya,” tutup Edy. (DISDIKBUDKALSEL-NHF/RIW/APR)
Banjarbaru – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggandeng komunitas Barbados menggelar Happy Race Pusbike 2026 di Halaman GOR Babussalam, Banjarbaru, Sabtu (15/8).
Event pushbike yang dibuka secara nasional tersebut mendapat antusiasme tinggi. Sedikitnya 165 peserta ambil bagian, tidak hanya dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, tetapi juga dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengatakan, Happy Race Pusbike bukan sekadar ajang perlombaan anak-anak, melainkan momentum penting membangun mental dan karakter sejak usia dini.
Menurutnya, usia dua hingga enam tahun merupakan masa emas bagi perkembangan anak, termasuk dalam membentuk kemampuan motorik, keseimbangan, hingga mental bertanding.
“Pushbike bukan tujuan akhir. Pushbike adalah gerbang. Dan yang dibawa keluar dari gerbang ini bukan piala, tapi karakter,” ujarnya.
Pebriadin juga mengingatkan para orang tua agar tidak berlebihan menyikapi hasil perlombaan. Anak-anak, katanya, perlu diberi ruang untuk merasakan kemenangan maupun kekalahan.
Ia meminta orang tua tidak buru-buru mencari alasan ketika anak mengalami kekalahan atau merasa kecewa.
“Ketika anak-anak kita kalah, ketika mereka kecewa, ketika mereka menangis, dampingi mereka. Tugas kita bukan melindungi anak-anak dari kekecewaan, tetapi mendampingi mereka melewati kekecewaan itu sampai menjadi pribadi yang lebih kuat,” katanya.
Dispora Kalsel, lanjut Pebriadin, berkomitmen menjadikan pembinaan olahraga usia dini sebagai investasi jangka panjang.
Pembinaan tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak juara secara instan, tetapi menanamkan karakter sportif, tangguh dan disiplin yang nantinya dapat menjadi bekal anak-anak ketika memilih cabang olahraga lain.
“Kami berharap ajang ini terus tumbuh, terus dilanjutkan, dan menjadi agenda yang ditunggu setiap tahunnya,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Barbados Happy Race 2026, Wahyu Damanik menyebutkan, jumlah peserta tahun ini jauh melampaui target awal panitia.
“Total peserta sekitar 165 orang. Awalnya target kami sekitar 125 peserta, ternyata jauh melebihi target,” ungkap Wahyu.
Peserta tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur, serta sejumlah daerah di Kalimantan Tengah seperti Muara Teweh dan Palangka Raya.
Meski dibuka dengan skala nasional, Wahyu mengatakan belum ada peserta dari Pulau Jawa yang mendaftar pada pelaksanaan tahun ini.
Untuk memberikan kesempatan bertanding sesuai kelompok usia, panitia menyediakan sekitar 13 kelas berdasarkan tahun kelahiran dan kategori putra-putri, termasuk kelas mix serta kelas legend.
“Untuk kelasnya berdasarkan tahun kelahiran, ada kategori boys dan girls, kemudian top class dan kelas legend. Totalnya sekitar 13 kelas,” jelasnya.
Dengan tingginya antusiasme peserta, Barbados berharap Happy Race Pusbike dapat terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan olahraga pushbike sekaligus memperkenalkan budaya kompetisi yang sehat kepada anak-anak sejak usia dini. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/APR)
Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, resmi mengukuhkan 44 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Jumat (14/8) sore.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi para pelajar terpilih untuk mengemban amanah dalam pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda di Banua.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Gubernur Muhidin menyampaikan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah terpilih dan dikukuhkan. Ia menilai, kepercayaan tersebut merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya berharap tugas yang mulia ini dapat dilaksanakan dengan penuh kedisiplinan, kekompakan dan tanggung jawab. Insyaallah, dengan latihan yang sudah dijalankan selama ini, anak-anak sekalian mampu menjadi pasukan yang sukses dalam mengibarkan Sang Merah Putih,” ujar Muhidin.
Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar kemampuan berdiri tegak, melangkahkan kaki dengan seragam yang rapi, maupun melaksanakan prosesi pengibaran bendera. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan simbol kehormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Muhidin mengingatkan, ketika Sang Merah Putih dikibarkan, terdapat nilai persatuan dan kecintaan terhadap tanah air yang harus ikut dijunjung tinggi.
Karena itu, semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah tugas pengibaran selesai, tetapi terus diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Di tangan kalian nanti Merah Putih akan naik di angkasa. Namun sesungguhnya, yang harus ikut naik bersama bendera itu adalah semangat persatuan dan rasa cinta kepada tanah air,” tegasnya.
Muhidin juga menekankan bahwa terpilihnya para pelajar sebagai Paskibraka merupakan sebuah kepercayaan besar. Dari sekian banyak pelajar di Kalimantan Selatan, mereka mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari pasukan yang menjalankan tugas penting dalam peringatan kemerdekaan.
“Adik-adik dipilih dari sekian banyak pelajar untuk menampilkan yang terbaik dalam pengibaran bendera. Artinya, kalian merupakan anak-anak terbaik di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Ia berharap, para Paskibraka mampu menunjukkan karakter positif sebagai generasi muda Banua yang berprestasi, disiplin dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.
Pengalaman tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memberikan contoh baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
“Di balik keberhasilan para Paskibraka, saya turut mengapresiasi dukungan orang tua, guru, pelatih, pembina dan pendamping yang telah mendampingi seluruh proses persiapan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, Ferdy Yospi Libia Erwinda mengatakan, 44 anggota Paskibraka yang dikukuhkan merupakan putra-putri terbaik yang telah melalui rangkaian proses seleksi dan pembinaan.
“Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 berjumlah 44 orang, terdiri dari 22 putra dan 22 putri terbaik dari seluruh Kalimantan Selatan. Mereka telah menjalani proses seleksi, pembinaan dan pelatihan untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ferdy.
Ia menambahkan, proses pembentukan Paskibraka tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, nasionalisme dan semangat kebangsaan para pelajar.
“Harapan kami, setelah menjalankan tugas sebagai Paskibraka, nilai-nilai yang mereka dapatkan selama pembinaan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan menjadi generasi muda yang disiplin, berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)
Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Borneo Lestari (UNBL) dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur serta penguatan komunikasi publik.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi dan silaturahmi UBL bersama jajaran Diskominfo Kalsel yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Jumat (7/8).
Sejumlah peluang kolaborasi dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya peningkatan kualifikasi pendidikan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga pendukung yang belum menempuh pendidikan Strata 1 (S-1).
Selain itu, turut dibahas program penerimaan mahasiswa baru melalui kelas karyawan berbasis daring serta pertukaran pengetahuan terkait pengelolaan kehumasan antara perguruan tinggi dan pemerintah.
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, didampingi Kepala Bidang Komunikasi Publik dan para kepala seksi, menyambut baik inisiatif kerja sama yang ditawarkan UBL.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas SDM sekaligus memperkuat penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik dan sangat terbuka atas inisiatif kolaborasi ini. Pendidikan merupakan fondasi penting, dan kami siap mendukung publikasi program – program pendidikan agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar Muhamad Muslim.
Ia menjelaskan, Diskominfo Kalsel juga siap mendukung strategi komunikasi publik melalui agenda setting yang diselaraskan dengan berbagai program edukatif.
Dukungan tersebut termasuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru dan program kelas karyawan berbasis daring kepada aparatur pemerintah yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1.
Muhamad Muslim menambahkan, hasil penjajakan tersebut selanjutnya perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis agar bentuk kerja sama yang disepakati dapat diterapkan secara efektif dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Saya berharap langkah ini dapat melahirkan kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas SDM aparatur pemerintah, tetapi juga memperkuat strategi komunikasi publik di bidang pendidikan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Melalui sinergi tersebut, Diskominfo Kalsel dan UBL diharapkan dapat membangun kemitraan yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas SDM serta memperkuat penyampaian informasi pendidikan kepada masyarakat di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/EPS)
Banjarbaru – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum menggelar Flashmob Kreasi Penggiat Jiwa dan Lomba Senam Bekajutan (Gerakan Dadakan Tak Perlu Disiapkan) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-19 RSJ Sambang Lihum sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Gedung Manajemen RSJ Sambang Lihum, Jumat (7/8), ini diikuti perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), instansi, serta masyarakat, dan turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin.
Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rangkaian peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi media kampanye pentingnya menjaga kesehatan jiwa melalui aktivitas yang sehat, menyenangkan, dan melibatkan masyarakat secara luas.
Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin
Menurutnya, kesehatan jiwa tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis di rumah sakit, tetapi juga perlu dibangun melalui lingkungan yang positif, kebersamaan, aktivitas fisik, serta interaksi sosial yang baik.
Karena itu, RSJ Sambang Lihum berupaya menghadirkan kegiatan yang mampu mengedukasi masyarakat bahwa menjaga kesehatan mental dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana yang menyenangkan.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap kesehatan jiwa. Rumah sakit jiwa bukan hanya tempat pelayanan bagi pasien, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan promosi kesehatan jiwa bagi seluruh masyarakat,” ujar Yuddy.
Ia menambahkan, konsep Senam Bekajutan yang mengandalkan gerakan spontan dipilih agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan santai tanpa harus menghafalkan rangkaian gerakan terlebih dahulu.
“Dengan konsep tersebut, seluruh peserta diharapkan lebih menikmati kegiatan sekaligus mempererat kebersamaan antarinstansi,” sahutnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin, mengapresiasi inisiatif RSJ Sambang Lihum yang menghadirkan kegiatan kreatif dalam mengampanyekan pentingnya kesehatan jiwa kepada masyarakat.
Menurutnya, kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh sehingga perlu menjadi perhatian bersama, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mengajak masyarakat bergerak bersama, membangun kebersamaan, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa,” ungkap Fathul Jannah.
Ia berharap kegiatan seperti ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
“Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, saling peduli, dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis,” tutupnya.
Selain memperingati hari jadi RSJ Sambang Lihum dan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi, serta masyarakat dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan jiwa.
Melalui kegiatan ini, RSJ Sambang Lihum berharap stigma terhadap isu kesehatan mental semakin berkurang serta kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan jiwa terus meningkat. (MRF/RIW/APR)
Banjarbaru – Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Bakula Water milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selangkah lagi akan dipasarkan kepada masyarakat. Saat ini, proses pembangunan fasilitas produksi telah rampung sepenuhnya dan hanya tinggal menunggu terbitnya izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kepala Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas mengatakan, seluruh proses pembangunan sarana produksi telah selesai 100 persen. Saat ini, pihaknya tengah melengkapi persyaratan administrasi untuk memperoleh izin edar dari BPOM.
“Bakula Water merupakan salah satu inovasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Tahap yang sedang kami selesaikan sekarang adalah proses izin edar dari BPOM. Untuk bangunan dan fasilitas produksinya sudah selesai 100 persen, tinggal melengkapi persyaratan administrasi karena alat yang dibutuhkan baru datang,” ujarnya.
Wahyu optimis izin edar dapat diterbitkan pada akhir Agustus 2026 sehingga produk tersebut segera dipasarkan secara resmi kepada masyarakat.
“Insyaallah sampai akhir Agustus izin edarnya sudah terbit. Setelah itu baru Bakula Water bisa dipasarkan secara bebas kepada masyarakat,” katanya.
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas
Ia menjelaskan, harga jual Bakula Water telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda), sehingga tidak akan ada perubahan saat produk mulai dipasarkan.
Untuk kemasan botol berukuran 330 mililiter, harga ditetapkan sebesar Rp31.500 per pak, sedangkan untuk kemasan galon dibanderol sekitar Rp51 ribu per galon.
“Harga sudah diatur dalam Perda. Jadi setelah izin edar keluar, produk bisa langsung kami distribusikan sesuai tarif yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Pada tahap awal, distribusi Bakula Water akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan.
Menurut Wahyu, pihaknya telah melakukan pendataan kebutuhan air minum di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai dasar penyusunan distribusi awal.
“Kami sudah melakukan survei ke seluruh SKPD untuk mengetahui kebutuhan mereka setiap bulan. Prioritas pertama adalah memenuhi kebutuhan di lingkungan Pemerintah Provinsi terlebih dahulu. Setelah itu terpenuhi, distribusi akan dilakukan secara bertahap kepada masyarakat,” ungkapnya.
Wahyu berharap, Bakula Water menjadi salah satu produk unggulan daerah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan air minum berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga mampu mendukung peningkatan pendapatan daerah melalui pengelolaan usaha yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (SYA/RIW/APR)