DPRD dan Pemko Banjarbaru Sepakati KUA-PPAS 2027, Siapkan APBD Berbasis Prioritas Pembangunan

Banjarbaru – DPRD bersama Pemerintah Kota Banjarbaru resmi menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan dalam Rapat Paripurna, yang digelar di Ruang Graha Paripurna DPRD Kota Banjarbaru, Kamis (6/8).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Muhammad Syahrial tersebut, juga disampaikan Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026. Hadir mewakili Wali Kota Banjarbaru, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni.

Sirajoni menjelaskan, penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 mengacu pada amanat Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Kebijakan Fiskal Nasional.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung target pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 mengacu pada kebijakan fiskal nasional agar terjadi sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ujar Sirajoni.

Melalui pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran DPRD, disepakati proyeksi pendapatan daerah Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,207 triliun, sementara belanja daerah direncanakan mencapai Rp1,377 triliun. Defisit anggaran yang timbul akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah.

Selain membahas KUA-PPAS 2027, rapat paripurna juga menyampaikan Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026.

Dokumen tersebut disusun berdasarkan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan menjadi bagian dari proses penyusunan Perubahan APBD 2026 sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sirajoni mengatakan, perubahan APBD dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan asumsi kebijakan umum APBD, kebutuhan pergeseran anggaran, pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), serta kondisi tertentu yang diatur dalam regulasi.

“Perubahan APBD menjadi langkah penyesuaian terhadap dinamika kebutuhan pembangunan daerah, termasuk optimalisasi pendapatan daerah, penyesuaian dana transfer pemerintah pusat, serta pemenuhan belanja yang menjadi prioritas masyarakat,” katanya.

Pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat dari Rp1,146 triliun menjadi Rp1,163 triliun.

Sementara belanja daerah naik dari Rp1,311 triliun menjadi Rp1,653 triliun, dengan defisit anggaran yang direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Windi Novianto menilai, kesepakatan KUA-PPAS merupakan tahapan penting penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 karena menjadi dasar penyusunan program prioritas dan alokasi anggaran pemerintah daerah.

“Pendapatan daerah yang kita sepakati dalam KUA-PPAS Tahun 2027 sebesar Rp1,207 triliun, sedangkan belanja daerah sekitar Rp1,377 triliun. Terdapat defisit anggaran sekitar Rp170 miliar yang rencananya akan ditutup melalui SiLPA tahun sebelumnya,” jelas Windi.

Ia menambahkan, besaran pendapatan transfer dari pemerintah pusat masih bersifat proyeksi karena pemerintah daerah masih menunggu penetapan resmi dari Kementerian Keuangan.

“Untuk Tahun 2027 kami masih menunggu penetapan resmi dari Menteri Keuangan terkait pendapatan transfer daerah. Dalam KUA saat ini, proyeksi transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp616 miliar. Kami berharap nilainya dapat meningkat pada tahun depan,” ungkapnya.

Windi menegaskan DPRD akan terus mengawal seluruh tahapan pembahasan APBD agar anggaran yang disusun benar – benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan Kota Banjarbaru.

“DPRD akan memastikan setiap program yang direncanakan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Kota Banjarbaru secara berkelanjutan,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Sambut HUT ke-76 Kalsel, Pemprov Gelar Aksi Bersih-Bersih Masjid Libatkan Seluruh SKPD

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kalsel menggelar aksi bersih – bersih masjid yang melibatkan pegawai dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kalsel, Kamis (6/8).

Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah masjid di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru tersebut, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Koordinator Aksi Bersih-Bersih Masjid Agung Al Munawarrah Banjarbaru, Richo

Salah satu lokasi pelaksanaan aksi bersih-bersih berlangsung di Masjid Agung Al Munawwarah, Banjarbaru. Para peserta bergotong royong membersihkan area dalam masjid, halaman, tempat wudu, hingga lingkungan sekitar agar rumah ibadah menjadi lebih bersih dan nyaman digunakan masyarakat.

Kepala Biro Kesra Kalsel, Fahrurazi, melalui Koordinator Kegiatan, Richo mengatakan, aksi bersih-bersih masjid dilaksanakan di beberapa titik yang telah dibagi kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menyambut Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian aparatur pemerintah terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan. Kami melibatkan seluruh SKPD untuk bergotong royong membersihkan masjid di sejumlah lokasi di Banjarmasin dan Banjarbaru,” ujarnya.

Richo menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di lingkungan aparatur pemerintah.

Ia menegaskan, pegawai Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya menjalankan tugas sebagai pelayan publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tempat-tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Aksi bersih-bersih masjid ini menjadi wujud kepedulian ASN terhadap lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa sebagai pelayan masyarakat, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Meriahkan Harjad Ke-76 Provinsi Kalsel, Dispora Gelar Gowes SKPD 2026

Banjarbaru – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Gowes SKPD Tahun 2026, di kawasan Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Kamis (6/8). Gowes dilepas Gubernur Muhidin diwakili Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz, didampingi Kabid Pembudayaan Muhammad Anugrah.

Ket foto : Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz

“Gowes digelar dalam rangka perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia serta Harjad ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Pebriadin.

Kegiatan ini juga, lanjutnya, berdasarkan arahan Gubernur Muhidin, untuk menyehatkan masyarakat Banua.

Selain itu, dalam rangka merayakan Harjad Provinsi Kalsel tahun ini, Dispora melaksanakan berbagai kegiatan. Diantaranya lomba gerak jalan, jalan santai, serta duatlon.

“Pada lomba gerak jalan nanti akan dipertandingkan beberapa kategori,” ucapnya.

Dispora Kalsel bersyukur, pelaksanaan Gowes SKPD tahun ini, diikuti peserta dengan antusias.

“Kami berharap para ASN yang mengikuti Gowes SKPD dapat terus bugar, sehat, meski saat ini sedang musim kemarau,” ucap Pebriadin.

Dengan semangat Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, meski cuaca panas, kegiatan olahraga terus berlangsung, untuk turut serta menyehatkan masyarakat dengan olahraga.

Gowes diikuti lebih dari 500 ASN perwakilan SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Panitia menyediakan hadiah doorprize kepada peserta yang beruntung. (SRI/RIW/EPS)

DLH Kalsel dan Banua Pers Community Gelar Green Action 2026, Tanam 600 Pohon di Kabupaten Banjar

Banjarbaru – Aksi pelestarian lingkungan akan digelar di Kabupaten Banjar melalui kegiatan Green Action 2026 yang diinisiasi Banua Pers Community (BPC) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan, pada Minggu (9/8).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan itu dipusatkan di tiga desa, yakni Sungai Rangas Ulu, Sungai Rangas Tengah, dan Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari penanaman pohon, aksi bersih-bersih lingkungan, hingga edukasi pengelolaan sampah melalui program penukaran sampah dengan sembako.

Pada kegiatan tersebut, panitia menyiapkan 600 bibit pohon berbunga, yang terdiri atas tabebuya, spathodea, serta sejumlah jenis pohon berbuah.

Pohon-pohon tersebut dipilih karena selain berfungsi menambah ruang terbuka hijau, juga diharapkan mempercantik kawasan dengan bunga yang mekar saat memasuki musim berbunga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan penanaman pohon berbunga merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus memiliki nilai estetika.

“Jenis pohon yang dipilih didominasi pohon berbunga. Harapannya, ketika tumbuh besar nanti dapat memberikan keteduhan sekaligus memperindah kawasan yang dilalui masyarakat,” ujarnya, Rabu (5/8).

Selain penanaman pohon, Green Action 2026 juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah melalui program penukaran sampah dengan sembako.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bahwa sampah yang dipilah memiliki nilai ekonomi dan dapat mengurangi timbunan sampah di lingkungan,” tutupnya.

Koordinator Green Action 2026, Sutrisno mengatakan, keberhasilan menjaga lingkungan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.

Menurutnya, Green Action 2026 menjadi momentum untuk membangun kepedulian bersama terhadap penghijauan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seremoni penanaman pohon, tetapi juga mendorong masyarakat ikut merawat pohon yang ditanam serta membiasakan pengelolaan sampah yang lebih baik,” katanya.

Pelaksanaan Green Action 2026 mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan di Kalimantan Selatan, di antaranya PT Toudano Mandiri Abadi (TMA), PT Antang Gunung Meratus (AGM), PT Arutmin Indonesia, Pertamina, PT Borneo Indobara (BIB), PT Adaro Indonesia, PT Tunas Inti Abadi (TIA), PT Sinar Bintang Albar (SBA), PT Guthrie International Pulau Laut Refinery, dan PT Borneo Energi Nusantara. (MRF/RIW/EPS)

91 Pejabat Pemko Banjarbaru Dilantik, Wali Kota Erna Lisa Halaby Tekankan Profesionalisme

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 91 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru. Pelantikan berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, Selasa (4/8).

Sebanyak 91 pejabat yang dilantik terdiri atas 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 17 pejabat administrator, dan 67 pejabat pengawas. Prosesi pelantikan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Banjarbaru serta kepala perangkat daerah.

Wali Kota, Erna Lisa Halaby menegaskan, bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar mengisi jabatan yang kosong, melainkan bagian dari langkah strategis memperkuat kinerja organisasi pemerintahan.

“Pelantikan yang kita laksanakan hari ini bukanlah sekadar untuk mengisi jabatan yang kosong, melainkan langkah strategis untuk memastikan roda organisasi berjalan secara optimal melalui penempatan aparatur yang tepat pada posisi yang tepat,” ujarnya.

Wali Kota Erna Lisa Halaby saat melantik pejabat Pemkot Banjarbaru

Menurutnya, seluruh proses pengisian jabatan telah dilaksanakan berdasarkan prinsip transparansi, profesionalisme, serta mengacu pada rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui penerapan merit system dan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut bertujuan menciptakan birokrasi yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

“Langkah ini penting agar sistem yang telah dibangun benar-benar mampu menciptakan birokrasi yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah. Saudara-saudara merupakan bagian dari talenta terbaik yang telah melalui proses sesuai mekanisme yang berlaku. Oleh karena itu, kepercayaan ini hendaknya dijawab dengan dedikasi, integritas, kompetensi, serta kinerja terbaik,” lanjutnya.

Di akhir arahannya, Wali Kota mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing.

Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang produktif, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Erna Lisa berharap amanah jabatan yang diemban dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk berkarya, menghadirkan solusi atas berbagai persoalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Banjarbaru.

Adapun 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik, yakni Sri Lailana sebagai Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Marhain Rahman sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, dan Abdussamad sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan.

Selanjutnya Muhammad Mirhansyah sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Keuangan, Kanafi sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Bambang Supriyatno sebagai Asisten Administrasi Umum Kota Banjarbaru. (BDR/RIW/APR)

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, DP3AKB Kembangkan RBI dan Relawan SAPA

Banjarbaru – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Sosialisasi Pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI), dan Peningkatan Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), sebagai upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak berbasis masyarakat.

Sosialisasi dilaksanakan di Ruang Rapat H. Maksid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, pada Selasa (4/8) dan diikuti perwakilan perangkat daerah, organisasi masyarakat, serta relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah mengatakan pengembangan Ruang Bersama Indonesia menjadi salah satu langkah strategis, menghadirkan ruang yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Khatimah

Menurutnya, keberadaan Relawan SAPA juga memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah mengedukasi, pendampingan, serta memperkuat upaya pencegahan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami konsep pengembangan Ruang Bersama Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas para relawan SAPA agar mampu menjalankan perannya secara optimal di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung pemenuhan hak-hak perempuan serta anak di Kalimantan Selatan.

“Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan tidak dapat tercapai tanpa memperhatikan peran serta perempuan dan perlindungan terhadap anak,” lanjutnya.

Desa/Kelurahan sebagai unit pemerintahan paling dekat dengan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi perempuan dan anak.

Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (D/KRPPA) merupakan sebuah pendekatan pembangunan berbasis gender dan hak anak yang bertujuan menciptakan ruang hidup setara, bebas dari kekerasan, serta mendukung tumbuh kembang dan partisipasi anak dan perempuan secara optimal.

“Adapun pihak-pihak yang terlibat tidak hanya pemerintah tetapi juga tenaga pendidik dan Kesehatan, dunia usaha, forum anak, pendamping dan relawan SAPA, Lembaga swadaya Masyarakat, organisasi Perempuan, tokoh agama, adat dan Masyarakat desa serta media,” tutupnya. (MRF/RIW/APR)

Diskominfo Perkuat Kualitas Data melalui Workshop Metadata dan Rekomendasi Statistik

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop Metadata dan Rekomendasi Statistik Tahun 2026, di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Selasa (4/8).

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat penyelenggaraan statistik sektoral sekaligus mendukung implementasi Satu Data Indonesia di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Workshop yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti perwakilan SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel. Kegiatan dibuka Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, diwakili Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik, Efrin Riyadi, didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik, Muhammad Hidayatullah.

Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik Diskominfo Kalsel, Muhammad Hidayatullah mengatakan, workshop diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di seluruh perangkat daerah.

“Melalui workshop ini kami ingin membangun pemahaman yang sama mengenai pentingnya penyusunan metadata yang lengkap dan benar, serta pentingnya memperoleh Rekomendasi Statistik dari Badan Pusat Statistik sebelum melaksanakan kegiatan statistik sektoral. Dengan demikian, data yang dihasilkan akan lebih berkualitas, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyusunan metadata yang baik tidak hanya mendukung dokumentasi data, tetapi juga mampu mencegah terjadinya duplikasi pengumpulan data antarperangkat daerah.

Selain itu, metadata menjadi elemen penting dalam menghasilkan statistik yang akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah dibagipakaikan sesuai amanat Satu Data Indonesia.

Menurutnya, workshop ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah menerapkan proses bisnis statistik sesuai standar nasional, memperkuat koordinasi antara Produsen Data, Walidata, dan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Pembina Data Statistik, serta mendorong peningkatan tata kelola data di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas data pembangunan daerah, mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy, meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik melalui Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral, sekaligus memperkuat implementasi Satu Data Indonesia sebagai fondasi pembangunan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Diyang Gita Cendekia menegaskan, bahwa metadata dan rekomendasi statistik merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola data yang berkualitas.

“Metadata bukan sekadar pelengkap, melainkan identitas dari sebuah data. Melalui metadata yang baik, pengguna dapat metode, hingga kualitas data yang digunakan. Sementara Rekomendasi Statistik menjadi instrumen penting untuk memastikan kegiatan statistik sektoral berjalan sesuai standar dan tidak terjadi duplikasi antarinstansi,” jelasnya.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menerapkan materi yang diperoleh selama workshop dalam setiap penyelenggaraan statistik sektoral sehingga kualitas data pemerintah daerah semakin meningkat.

“Kami berharap sinergi antara BPS, Diskominfo sebagai Walidata, dan seluruh perangkat daerah terus diperkuat agar data yang dihasilkan semakin berkualitas, terintegrasi, dan mampu menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Gagalkan Peredaran 172,4 Kg Sabu dan 556 Butir Ekstasi, Gubernur Muhidin Apresiasi Polda Kalsel Ungkap Jaringan Narkotika

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan kembali mencatat keberhasilan besar dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika. Sebanyak 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi berhasil diamankan dari pengungkapan 26 kasus tindak pidana narkotika selama periode 24 Mei hingga 21 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti di Lobi Mapolda Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (4/8).

Pemusnahan barang bukti dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rusyanto Yudha Hermawan, Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, serta Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK.

Barang bukti yang dimusnahkan diperkirakan bernilai sekitar Rp311 miliar dan merupakan hasil pengungkapan sejumlah jaringan peredaran narkotika, baik jaringan internasional maupun jaringan lintas provinsi.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rusyanto Yudha Hermawan mengatakan, dari pengungkapan tersebut pihaknya mengamankan 39 tersangka yang terdiri atas 35 laki-laki dan empat perempuan.

“Selama periode pengungkapan, kami berhasil mengungkap 26 kasus tindak pidana narkotika di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar dengan total 39 orang tersangka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada 17 Juli 2026 saat Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel menangkap dua tersangka berinisial KA dan RN di halaman parkir salah satu hotel di Banjarmasin.

Dari tangan keduanya, polisi menyita sabu seberat 31.995,84 gram atau hampir 32 kilogram yang disamarkan dalam kemasan teh asal Tiongkok dan dimasukkan ke dalam tas.

Menurut Kapolda, kedua tersangka merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional Fredy Pratama yang selama ini menjadi target aparat penegak hukum.

Selain itu, penyelidikan juga mengungkap adanya jaringan peredaran narkotika lintas provinsi yang melibatkan wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Kalimantan Selatan.

“Jaringan yang berhasil kami ungkap di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar merupakan bagian dari jaringan antarprovinsi. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke tingkat pemasok,” tegasnya.

Kapolda menegaskan, Polda Kalimantan Selatan akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika tanpa kompromi.

“Hari ini kami kembali menegaskan komitmen Polda Kalimantan Selatan untuk terus memberantas peredaran narkoba hingga ke akar – akarnya. Upaya ini tidak akan berhenti karena narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyampaikan apresiasi atas keberhasilan jajaran Polda Kalimantan Selatan mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti nyata keseriusan aparat melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Muhidin mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, jalur distribusi narkotika tersebut diduga berasal dari Kalimantan Barat, melintasi Kalimantan Tengah, kemudian masuk ke Kalimantan Selatan dengan sasaran utama wilayah peredaran di provinsi ini.

“Dari hasil pengungkapan sementara, barang ini diduga akan diedarkan di kawasan pertambangan. Keterangan para tersangka mengindikasikan bahwa aktivitas di wilayah tambang menjadi salah satu sasaran pemasaran narkotika. Temuan ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat turut berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba dengan segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, pengungkapan ini membuktikan bahwa jajaran kepolisian di Kalimantan Selatan bekerja secara serius dalam memerangi narkoba. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran narkotika, sehingga semakin banyak jaringan yang dapat diungkap dan diberantas,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Pemprov Kalsel Rutin Ikuti Rakor Mingguan Kemendagri

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Mingguan yang diselenggarakan secara daring Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Command Center Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (4/8), yang diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, bersama jajaran perangkat daerah terkait sebagai upaya memperkuat koordinasi menjaga stabilitas inflasi di Kalimantan Selatan.

Rapat koordinasi membahas perkembangan inflasi nasional dan daerah, evaluasi langkah – langkah pengendalian yang telah dilakukan pemerintah daerah, serta strategi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok di tengah dinamika kondisi ekonomi.

Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan arahan kepada seluruh pemerintah daerah, agar memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan pemantauan harga komoditas strategis, serta mengantisipasi potensi gejolak harga melalui berbagai langkah pengendalian yang tepat.

Kepada Abdi Persada FM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen menjalankan berbagai langkah pengendalian inflasi bersama pemerintah kabupaten kota serta instansi terkait.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor

Menurutnya, koordinasi rutin yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri menjadi sarana penting untuk mengevaluasi perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus menyusun langkah antisipasi apabila terjadi potensi kenaikan harga di daerah.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh kabupaten dan kota agar masyarakat tidak terdampak oleh gejolak harga,” ujar Ariadi.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mendukung berbagai kebijakan pengendalian inflasi melalui pemantauan harga di lapangan, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian daerah.

“Pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, distributor, dan masyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menjaga stabilitas pasokan, memperlancar distribusi barang, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus mendukung berbagai kebijakan pengendalian inflasi melalui pemantauan harga di lapangan, pelaksanaan operasi pasar apabila diperlukan, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Ariadi. (MRF/RIW/APR)

BAPINTAR Resmi Dikembangkan, Senjata Baru Pemko Banjarbaru Membaca Opini Publik Secara Real Time

Banjarbaru – Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak dalam hitungan detik, Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat kapasitas pemerintahannya agar mampu membaca dinamika publik secara cepat dan akurat.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), lahirlah BAPINTAR (Banjarbaru Pemetaan Informasi dan Analisis Opini Terintegrasi), sebuah inovasi digital yang mengintegrasikan pemberitaan media, media sosial, analisis sentimen, hingga pengaduan masyarakat ke dalam satu sistem terpadu sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data.

Kehadiran BAPINTAR menjadi bukti bahwa transformasi digital di Kota Banjarbaru tidak berhenti pada digitalisasi layanan, tetapi telah berkembang menjadi penguatan sistem pengambilan keputusan yang lebih cerdas, adaptif, dan responsif terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Aplikasi ini merupakan implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) yang dikembangkan di lingkungan Diskominfo Kota Banjarbaru sebagai jawaban atas kebutuhan pemerintah akan informasi yang cepat, valid, dan terintegrasi.

Dengan satu dashboard, pimpinan daerah dapat memantau perkembangan isu strategis secara real time tanpa harus menghimpun informasi dari berbagai platform secara terpisah.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, BAPINTAR akan memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan karena setiap kebijakan dapat disusun berdasarkan informasi yang lebih komprehensif.

“Informasi yang tersaji secara cepat dan terintegrasi sangat membantu dalam penyusunan kebijakan serta pengambilan keputusan yang lebih tepat dan responsif,” ujarnya.

Pengembangan aplikasi ini telah dipaparkan Kepala Bidang Komunikasi bersama pejabat pelaksana Aksi Perubahan dan Tim Efektif kepada Kepala Diskominfo serta Sekretaris Daerah sebagai bagian dari koordinasi sekaligus memperoleh dukungan dalam penyempurnaan sistem.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru, Muhammad Agus Adrian menilai, BAPINTAR merupakan langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Melalui dashboard yang terintegrasi, monitoring media dan analisis opini publik dapat dilakukan lebih cepat, akurat, serta menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Keunggulan BAPINTAR terletak pada kemampuannya menyajikan data secara komprehensif melalui berbagai fitur analisis. Dashboard Monitoring menampilkan ringkasan perkembangan informasi dalam bentuk visual yang mudah dipahami.

Menu Semua Berita memungkinkan pengguna memantau seluruh pemberitaan media lengkap dengan klasifikasi sentimen positif, netral, maupun negatif, disertai fasilitas pencarian, filter berdasarkan periode, media, kategori berita, hingga ekspor data untuk kebutuhan pelaporan.

Aplikasi ini juga menghadirkan Tren Sentimen sebagai instrumen membaca kecenderungan opini publik terhadap isu tertentu. Melalui analisis tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini sekaligus menyusun langkah komunikasi yang lebih efektif.

Tidak hanya memetakan persepsi publik, BAPINTAR juga dilengkapi Peta Sebaran Keluhan dan Isu per Kecamatan yang memvisualisasikan persebaran keluhan masyarakat berdasarkan wilayah.

Data spasial ini menjadi referensi penting bagi perangkat daerah dalam menentukan prioritas penanganan secara lebih tepat sasaran.

Fitur Trend Top 5 Keyword/Isu Berita turut memperkuat kemampuan pemerintah dalam memonitor isu yang paling banyak diperbincangkan pada periode tertentu. Dengan demikian, pimpinan daerah dapat mengetahui perkembangan isu strategis secara cepat dan mengambil langkah yang diperlukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Sebagai sistem yang terintegrasi, BAPINTAR juga menghubungkan pengelolaan media, data perangkat daerah melalui Master SKPD, serta layanan pengaduan masyarakat SP4N LAPOR! ke dalam satu dashboard.

Integrasi ini menjadikan proses monitoring informasi publik lebih efisien sekaligus mempercepat koordinasi antarperangkat daerah.

Hadirnya BAPINTAR menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun tata kelola pemerintahan modern yang tidak hanya mengandalkan kecepatan layanan, tetapi juga kemampuan membaca data, menganalisis opini publik, dan merumuskan kebijakan berdasarkan informasi yang akurat.

Melalui inovasi ini, Banjarbaru kembali menunjukkan langkah nyata menuju pemerintahan digital yang semakin efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (MedCenBJB-RIW/APR)

Exit mobile version