18 April 2026

Amankan Idul Fitri 1447 H, Polda Kalsel Gelar Operasi Ketupat Intan

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Intan 2026 dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel dilaksanakan di halaman Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (12/3) sore.

Apel gabungan dipimpin langsung Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, bahwa Operasi Ketupat Intan 2026 difokuskan pada pengamanan berbagai titik strategis yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama periode mudik hingga perayaan Idul Fitri.

“Untuk wilayah Polda Kalimantan Selatan, kami melaksanakan pengamanan di 3.740 titik yang tersebar di berbagai daerah. Pengamanan ini didukung tiga pos terpadu, 21 pos pengamanan, serta 14 pos pelayanan yang disiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri,” ujarnya.

Apel oprasi ketupat intan 2026

Ia menjelaskan, dalam operasi tersebut Polda Kalsel melibatkan total 2.189 personel yang terdiri dari 1.166 personel Polri, 247 personel TNI, serta 1.023 personel dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait.

“Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, baik Polri, TNI, maupun instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini dilakukan agar pengamanan Idul Fitri dapat berjalan secara optimal,” jelasnya.

Menurutnya, pengamanan difokuskan pada sejumlah lokasi yang menjadi pusat mobilitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran, seperti jalur-jalur mudik, tempat ibadah, hingga kawasan wisata.

“Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan di antaranya jalur mudik yang dilalui masyarakat, masjid dan lokasi pelaksanaan Salat Id, serta tempat-tempat rekreasi yang ada di Kalimantan Selatan,” katanya.

Selain pengamanan umum, Polda Kalsel juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Yang menjadi atensi utama adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan fatal yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Karena itu saya perintahkan kepada para Kapolres untuk melakukan pemetaan titik-titik rawan kecelakaan serta memasang rambu – rambu bersama dinas perhubungan,” tegasnya.

Polda Kalsel juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan lainnya, termasuk aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hari selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.

“Kami juga mengantisipasi tindak pidana lainnya, termasuk balap liar, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar,” tambahnya.

Kapolda turut mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama di perjalanan serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.

“Kami mengimbau para pemudik agar selalu berhati-hati di jalan dan mengutamakan keselamatan. Jika meninggalkan rumah, pastikan listrik dimatikan serta barang-barang yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti gas sudah dalam kondisi aman,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang tidak membawa kendaraan saat mudik dapat menitipkannya di kantor kepolisian maupun markas TNI di wilayah masing-masing.

“Apabila kendaraan tidak dibawa saat mudik, masyarakat bisa menitipkannya di kantor polisi maupun koramil. Bahkan pihak TNI juga telah menyediakan tempat parkir bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.