Pelajar SMAN 1 Gambut Antusias Ikuti Simulasi Mitigasi Bencana

BANJAR – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Kalsel untuknkembali melaksanakan sosiasisasi dan simulasi mitigasi bencana alam. Kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana alam kali ini dilaksanakan di SMAN 1 Gambut, Kabupaten Banjar, Selasa (22/4) dan mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta didik.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Bambang Dedi Mulyadi mengatakan, tujuan kegiatan edukasi dan pelatihan mitigasi untuk para pelajar dan insan sekolah untuk memberikan pemahaman dasar mengenai cara-cara yang tepat dalam menghadapi situasi darurat bencana alam sejak dini. 

“Cara mengurangi risiko bencana adalah dengan mengenali ancaman bencana di daerah tempat tinggal. Bencana adalah peristiwa yang disebabkan oleh alam maupun non alam yang menimbulkan kerusakan dan menganggu kehidupan,” ungkap Bambang.

Ia melanjutkan, BPBD Kalsel bersama BPBD Kabupaten Kota memperluas jangkauan kepada kalangan tenaga pengajar dan pelajar tingkat menengah atas atau sederajat, guna meningkatkan kualitas penguatan edukasi bencana. Sosialisasi tersebut sesuai visi dan misi Gubernur Kalsel Muhidin bersama Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, yaitu pada misi keempat penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim.

“Salah satu program yang saat ini kita galakkan adalah sosialisasi dan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bagi guru dan insan sekolah melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” ucap Bambang.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMAN 1 Gambut Indriyono mengatakan, kegiatan sosialisasi ini sangat penting sebagai bagian dari pendidikan karakter yang mengajarkan agar siswa dan kita semua untuk peduli dan tanggap terhadap situasi darurat.

“Kegiatan SPAB bertujuan untuk menanamkan rasa kepedulian dan kesiapsiagaan sejak usia dini dalam menghadapi bencana alam,” ungkap Indriyono.

Ia berharap dengan adanya simulasi ini, anak-anak murid tidak hanya memahami pentingnya keselamatan diri, tetapi juga bisa menyebarkan pengetahuan tersebut kepada teman-teman dan keluarga mereka.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar tentang pelajaran di sekolah, tetapi juga pentingnya kesiapsiagaan dalam kehidupan sehari-hari. Simulasi bencana seperti ini sangat membantu mereka mengerti cara-cara yang benar dalam menghadapi bencana,” tutup Indriyono. (BPBD.KALSEL/MRF/RDM/RH)

Pimpin Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa di Kalsel, Ini Harapan Gubernur Muhidin

BANJARMASIN – Memperingati Hari Bumi pada Selasa (22/4), Kementrian Agama RI menggelar Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa diseluruh Indonesia. Di Provinsi Kalimantan Selatan, Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa ini, dipusatkan di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, yang dipimpin langsung Gubernur, Muhidin.

Gubernur Kalsel saat tiba di lokasi Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Turut hadir pada kegiatan ini, Pj Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Kakanwil Kemenag Kalsel sekaligus Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Muhammad Tambrin, Forum Komunikasi Umat Beragama, Dinas Kehutanan, jajaran Kanwil Kementrian Agama Kalsel, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Kalsel saat menanam pohon Matoa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Kepada wartawan usai penanaman pohon, Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel sangat mengapresiasi jajaran Kementerian Agama atas inisiatif penanaman 1 juta pohon Matoa, yang diharapkan mampu menjadikan udara lebih bersih, dan bumi yang lebih subur.

“Kita kebagian tugas menanam 10.000 pohon Matoa diseluruh Kalsel. Baik itu di lingkungan pesantren, madrasah, masjid dan lahan potensial lainnya,” jelas Muhidin.

Muhidin mengatakan, gerakan menanam pohon ini, merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga kelestarian alam, yang nantinya akan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Dalam Al Qur’an juga ada 400 ayat yang menyebutkan soal upaya memelihara bumi. Nah salah satu upaya memelihara itu adalah dengan menanam pohon,” tutup Gubernur.

Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa ini, akan dilaksanakan selama satu tahun, dengan prioritas lokasi penanaman di rumah ibadah, Kantor Kementerian Agama pusat sampai kabupaten/kota, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Pusat Pendidikan dan Latihan, Balai dan Loka Pendidikan dan Latihan, Asrama Haji Embarkasi, Kantor Urusan Agama, Madrasah dan Satuan Pendidikan Keagamaan, pesantren, dan tempat strategis lainnya.

Selain untuk memperingati Hari Bumi ke-55, Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran umat beragama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, melalui perspektif ekoteologi.

Kemudian, mendorong keterlibatan aktif lembaga keagamaan dan institusi pendidikan dalam kampanye penghijauan, dan mendukung target reforestasi nasional untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Kemudian juga memperkuat harmoni antar umat beragama melalui aksi bersama dalam pelestarian lingkungan, dan meningkatkan keberlanjutan ekosistem dengan Gerakan Menanam Satu Juta Pohon Matoa di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia. (RIW/RDM/RH)

SPPG Polda Kalsel Resmi Dibangun di Banjarbaru

BANJARBARU – Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, meletakkan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalsel yang bertempat di Jalan Salak, Kelurahan Loktabat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Senin (21/4) sore.

Acara tersebut sebagai wujud komitmen Polda Kalsel dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan personel serta masyarakat.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, dalam pernyataannya, Kapolda menyampaikan bahwa pembangunan SPPG ini merupakan bentuk implementasi instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Manfaatnya sangat banyak, seperti pencegahan dan pengentasan stunting, serta memberikan makanan yang bergizi (MBG) bagi anak-anak kita para generasi muda terutama dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045,” terang Kapolda Kalsel.

Kapolda menuturkan, Kota Banjarbaru merupakan wilayah pertama yang dibangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Polda Kalsel.

“Sesuai data BKKBN ketentuan area layanan makanan bergizi gratis (MBG) seluas 6 kilometer atau 20 menit dari dapur,” ucap Kapolda.

SPPG Polda Kalsel akan memberikan makanan bergizi gratis saat siang hari kepada 3.202 siswa terdiri dari 3 Sekolah PAUD (144 Siswa), 6 Sekolah SD/MI (1.706 Siswa), 2 Sekolah SMP/MTS (1.146 Siswa), 1 Sekolah SMA (77 Siswa), dan 1 Pondok Pesantren (129 Santri).

Pada kesempatan yang sama Kapolda juga menjelaskan bahwa pembangunan SPPG Polda Kalsel di Banjarbaru ini hibah anggaran Pemerintah Provinsi dengan pengerjaan selama 1 bulan setengah.

“Anggaran pembangunan SPPG Polda Kalsel sebesar 3 miliar, lengkap dengan peralatan dapur dan kendaraan,” pungkas Irjen Pol Rosyanto Yudha.

Selain di Banjarbaru, Polda Kalsel juga akan membangun SPPG diwilayah Tabalong dan Tanah Bumbu (Tanbu), sebagaimana target dari Mabes Polri yakni sebanyak 3 SPPG.

Kapolda berharap dengan dibangunnya SPPG ini, bisa memberikan manfaat kepada masyarakat terutama anak-anak, ibu menyusui dan ibu hamil.

Sementara itu, Karo Logistik Polda Kalsel Kombes Pol Mukhamad Safei mengatakan pembangunan SPPG dengan penyediaan makanan bergizi gratis guna meningkatkan kualitas gizi bagi anak-anak, santri, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

“SPPG Polda Kalsel dibangun diatas lahan seluas 1.250 M² (25 x 50 M²) dengan luas bangunan sebesar 400 M² (20 x 20 M²) dengan sistem bangunan Modular/Knockdown (tidak permanen),” terang Karo Logistik Polda Kalsel.

Dalam peresmian tersebut hadir Kapolda Kalsel, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel, Kapolres Banjarbaru, H. Kaspul Anwar (Vendor Pembangunan SPPG), dan Ustadz Rizal Fatoni. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Penumbuhan Kepemimpinan Pemuda

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan melaksanakan, Pelatihan Penumbuhan Kepemimpinan Pemuda bersama Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se Kalimantan Selatan, di Gedung Pascasarjana ULM, di Banjarmasin, Selasa (22/4).

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi melalui Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh bidang pengembangan pemuda Dispora Kalsel.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua, sedangkan pada kegiatan pertama telah dilaksanakan pada Bulan Februari 2025 lalu,” ungkap Anugrah.

Pada kegiatan pertama untuk pemuda SMA yang tergabung dalam Organisasi OSIS.

Sedangkan, pada kegiatan kedua ini keikuti oleh pemuda yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

“Kegiatan ini dengan tujuan untuk menumbuhkan kepemimpinan dikalangan pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Pada kegiatan pelatihan tersebut, diikuti sebanyak 100 orang pemuda dari berbagai perguruan tinggi di Banua.

Anugrah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 22 sampai 24 April 2025.

“Kami berharap kedepannya akan banyak lagi pelatihan penumbuhan kepemimpinan bagi pemuda ini, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Anugrah. (SRI/RDM/RH)

Disnakertrans Kalsel Gelar Bimtek Akreditasi LPK, Dorong Standarisasi Pelatihan Kerja Berkualitas

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tahun Anggaran 2025 selama tiga hari, 21 – 23 April 2025.

Suasana Bimtek Akreditasi LPK Tahun 2025

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman LPK dalam proses akreditasi yang kini telah mengalami transformasi sistem, mengikuti perkembangan teknologi dan kebijakan terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti, menjelaskan bahwa akreditasi merupakan sebuah proses asesmen independen untuk memastikan LPK memberikan layanan pelatihan berkualitas sesuai standar nasional.

“Akreditasi dilakukan berdasarkan program pelatihan kerja dan mengacu pada Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia (KMPI). Saat ini, sistem akreditasi telah diperbarui melalui platform Software Pengelola Akreditasi (SPA) versi 2.0,” ujar Irfan, usai membuka Bimtek, Senin (21/4).

Meski pembaruan sistem ini diharapkan mampu memperbaiki tata kelola akreditasi, Irfan mengakui bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam proses perizinan LPK.

“Perubahan yang belum siap secara teknis dan SDM dapat menghambat kelancaran proses akreditasi. Karena itu, melalui Bimtek ini, kita ingin berbagi pengetahuan dan mencari solusi bersama,” tambahnya.

Disnakertrans Kalsel berharap kegiatan ini bisa menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan lembaga pelatihan, sehingga LPK mampu memahami serta menerapkan proses akreditasi dengan baik, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan mutu pelatihan kerja di Kalimantan Selatan. (DISNAKERTRANS.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Peringati Hari Kartini ke-147, Pemprov Kalsel Ajak Perempuan Lawan Stunting

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Hari Kartini ke-147 Tingkat Provinsi Tahun 2025, yang dilaksanakan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Senin (21/4).

Peringatan yang mengangkat tema “Kartini Masa Kini : Lawan Stunting dengan Pengetahuan dan Kepedulian” ini juga turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel dan Forkopimda serta berbagai Organisasi Perempuan di Kalsel.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengatakan bahwa peringatan Hari Kartini bukan hanya tentang sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun bangsa.

Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin saat membacakan sambutan Gubernur

“Pada hari yang penuh makna ini, kita diberi kesempatan untuk memperingati Hari Kartini. Ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang masa depan perempuan Indonesia,” ujarnya.

Mengutip pesan Raden Ajeng Kartini, “Habis Gelap, Terbitlah Terang”, Syarifuddin menegaskan bahwa ungkapan tersebut bukan sekadar puisi, melainkan cerminan semangat perjuangan seorang perempuan yang ingin memajukan kaumnya dan bangsanya.

Ia juga menyampaikan, semangat Kartini masa kini telah berkembang dalam bentuk perjuangan baru yang lebih luas, termasuk dalam upaya menekan angka stunting di Kalimantan Selatan.

“Kartini masa kini bukan hanya memperjuangkan hak dan pendidikan, tetapi juga memperjuangkan kesehatan keluarga dari lingkup terkecil. Tema peringatan ini adalah panggilan hati bagi seluruh perempuan Banua untuk menjadi bagian penting dalam perlawanan terhadap stunting,” lanjutnya.

Menurutnya, perempuan memiliki peran vital sebagai tiang keluarga, penjaga kehidupan, dan pendidik generasi penerus. Ketika perempuan aktif menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya, maka secara langsung mereka sedang menyelamatkan masa depan bangsa.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Kartini ini sebagai semangat lebih dalam melawan stunting yang lebih masif, lebih menyentuh, dan lebih berdampak,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Kartini dalam konteks kehidupan saat ini.

“Momen ini diharapkan, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selain itu, semangat kesetaraan gender dan keadilan sosial dalam keluarga dan masyarakat juga menjadi bagian penting dari perjuangan Kartini yang harus terus kita gelorakan,” ujarnya.

Sri Mawarni menambahkan bahwa pendidikan bagi perempuan dan anak harus terus diperjuangkan agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam membangun keluarga yang sehat.

“Perempuan juga memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan, khususnya dalam menciptakan keluarga sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Penyerahan penghargaan kepada Perempuan inspiratif Kalimantan Selatan

Untuk diketahui, Pada kesempatan ini juga diserahkan penghargaan kepada perempuan-perempuan inspiratif Kalimantan Selatan, yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa di berbagai bidang, Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin yang diwakili Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah. (BDR/RDM/RH)

BPBD Kalsel Sosialisasikan Kebencanaan kepada Peserta Didik di Sekolah

BANJARMASIN – “Kenali bahayanya, kurangi risikonya, siap untuk selamat” adalah prinsip paling penting dalam mitigasi bencana. Prinsip tersebut diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, kepada para peserta didik saat memberikan materi Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, disalah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Banjarmasin.

Mewakili Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Farid Fakhmansyah , kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menuturkan, mitigasi adalah upaya yang dilakukan sebelum bencana terjadi.  Dijelaskannya cara mengurangi risiko bencana adalah dengan mengenali ancaman bencana di daerah tempat tinggal

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi (tengah)

“Saat ini BPBD Kalsel bersana BPBD kabupaten Kota terus mengalakan sosialisasi dan simulasi bencana terutama di daerah daerah rawan bencana,” ucap Bambang baru – baru tadi.

Bencana adalah peristiwa yang disebabkan oleh alam maupun non alam yang menimbulkan kerusakan dan menganggu kehidupan.  BPBD Kalsel memperluas jangkauan kepada kalangan tenaga pengajar dan pelajar tingkat menengah atas atau sederajat guna meningkatkan kualitas penguatan edukasi bencana.

“Sosialisasi tersebut sesuai visi dan misi Gubernur Kalsel H Muhidin-Wagub Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman, yaitu pada misi keempat penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim. Salah satu program yang saat ini kita galakkan adalah sosialisasi dan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bagi guru dan insan sekolah melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” lanjut Bambang.

Bambang menerangkan Sekolah Aman Bencana merupakan konsep yang mengintegrasikan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan respon bencana ke dalam sistem pendidikan. Program ini memiliki tujuan melindungi seluruh elemen sekolah, seperti siswa, guru, dan staf dari dampak buruk bencana, sekaligus memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar meskipun terjadi musibah.

“Ini merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat agar semua kita bisa terhindar dari risiko dampak bencana yang lebih besar,” tutup Bambang. (BPBD.KALSEL/MRF/RDM/RH)

Sepekan Menjabat, Kapolres Banjar Ungkap 3 Kasus Besar Sekaligus

MARTAPURA – Belum genap dua pekan menjabat, Kapolres Banjar AKBP Fadli langsung menorehkan capaian signifikan. Dalam waktu sepekan, jajaran Polres Banjar berhasil mengungkap tiga kasus tindak pidana dengan total 13 tersangka diamankan.

Jajaran Polres Banjar saat menunjukkan barang bukti hasil tindak pidana

Dalam gelar perkara yang berlangsung di Mapolres Banjar, Martapura, Senin (21/4), AKBP Fadli menyampaikan, pengungkapan kasus ini mencakup peredaran narkotika, pencurian, serta pengeroyokan yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Banjar.

“Total ada 13 tersangka dari tiga jenis kasus berbeda yang berhasil kita amankan dalam satu pekan terakhir,” ungkapnya.

Dari kasus penyalahgunaan narkoba, polisi mengamankan 15,84 gram sabu-sabu, 3 butir ekstasi, serta uang tunai sebesar Rp 123 juta. Barang bukti lainnya berupa 3 unit sepeda motor, 2 cincin emas, 1 gelang emas, 1 kalung emas, dan sepasang anting.

Kapolres menyebutkan, pihaknya menerima lima laporan terkait peredaran narkoba. Delapan tersangka yang diamankan diketahui sebagai pengedar. Meski belum teridentifikasi sebagai jaringan besar, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan.

“Tidak ada indikasi jaringan, namun kami terus dalami dari mana mereka memperoleh barang haram ini,” jelasnya.

Sementara itu, dua kasus pencurian juga berhasil diungkap. Salah satu kejadian terjadi di Desa Sungai Jati, Kecamatan Mataraman. Pelaku diketahui menyatroni rumah kosong yang ditinggal pemiliknya berkebun.

“Motifnya karena faktor ekonomi. Pelaku beraksi seorang diri,” ujarnya.

Kasus pencurian lainnya melibatkan seorang pria asal Desa Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut. Ia mencuri sepeda motor dari sebuah mess, menggunakan kunci duplikat untuk masuk.

Selain itu, satu kasus pengeroyokan juga terjadi di Kecamatan Sungai Tabuk. Aksi tersebut dipicu oleh teguran korban terhadap para pelaku yang sedang pesta minuman keras.

“Korban menegur, namun justru didatangi ke rumah dan dikeroyok hingga mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” bebernya.

Dengan pengungkapan ini, Kapolres Banjar AKBP Fadli menegaskan komitmennya untuk menekan angka kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat Banjar. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Bangga Geopark Meratus ditetapkan Sebagai UGGp

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengaku bangga, Geopark Meratus ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp).

Geopark Meratus sumber foto (google)

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, melalui rilisnya, Senin (21/4) mengatakan, dalam sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 yang berlangsung di Paris Prancis sejak 2 – 17 April 2025, Geopark Meratus ditetapkan menjadi Bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp). Sehingga, membuka lebar peluang pengembangan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan dan promosi budaya Banua ke panggung global.

“Pegunungan Meratus kini tidak lagi sekadar kebanggaan lokal, melainkan telah resmi diakui dunia,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, dengan adanya penetapan ini, merupakan pengakuan dunia scincetic bahwa Geopark Meratus tergabung dalam lingkaran eksklusif geopark kelas dunia, dan Indonesia pun mencatatkan 12 Geopark berstatus global di mata Internasional.

“Dengan platform Geopark Meratus, tentu sisi ekonomi menjadi perhatian. Selain itu, budaya dan lingkungan tetap lestari, agar menjadi pondasi utama untuk pembangunan berkelanjutan,” katanya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, setelah dinobatkan ini, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/kota dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), akan terus menjalin koordinasi dan sinkronisasi dalam membangun, memelihara serta mempertahankan keberadaan geopark Meratus hingga dimasa akan datang.

“Geopark Meratus menyimpan kekayaan biodiversitas dan budaya. Dari hutan tropis yang menjadi rumah orangutan Kalimantan dan bekantan, hingga warisan adat serta cerita rakyat Dayak yang masih hidup di tengah masyarakat. (DISPAR.KALSEL-NHF/RDM/RH)

Seleksi Wawancara Calon Anggota KPID Kalsel Dimulai, 21 Nama akan Diserahkan ke DPRD Kalsel

BANJARBARU – Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan (Kalsel) memasuki tahapan wawancara yang dilaksanakan selama dua hari, mulai Senin (21/4), di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel.

Salah seorang peserta sedang melakukan tes wawancara bersama Timsel

Dalam pelaksanaannya, peserta wawancara dipilih secara acak, tidak berdasarkan urutan pendaftaran.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) KPID Kalsel, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa tahapan wawancara ini menjadi pelengkap dari dua tahapan sebelumnya, yaitu tes CAT dan psikotes yang telah diikuti seluruh peserta.

“Hari ini timsel KPID Kalsel sudah sampai pada tahapan tes wawancara. Wawancara berjalan selama dua hari dan kita lima anggota Timsel sudah siap menyelesaikan ini,” katanya.

Amin menjelaskan, dari 53 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 17 nama yang akan diseleksi berdasarkan hasil wawancara untuk selanjutnya diserahkan ke Komisi I DPRD Kalsel.

Empat peserta lainnya merupakan petahana yang langsung masuk ke tahap fit and proper test, sehingga total yang akan diajukan sebanyak 21 orang.

“Sebelum masuk ke Komisi I DPRD Kalsel, daftar 21 orang ini akan kami publikasikan terlebih dahulu sebagai bentuk ujian dari masyarakat. Kami berharap tanggapan publik terhadap daftar tersebut cukup banyak, karena hal itu bisa menjadi bahan pertimbangan penting bagi Komisi I DPRD dalam memilih tujuh orang komisioner terpilih,” ujarnya.

Dalam tahapan seleksi wawancara, Amin menyebut, timsel menggali pemahaman peserta terhadap dunia penyiaran, peraturan yang berlaku, serta visi dan misi mereka untuk memajukan kualitas penyiaran di Kalsel.

“Selain kompetensi di bidang penyiaran, kami juga ingin menggali komitmen peserta terhadap penguatan muatan lokal dalam siaran. Karena meskipun sebagian besar penyiaran didominasi berita, tetapi keberadaan konten lokal juga sangat penting agar masyarakat Banua lebih mengenal jati dirinya,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version