Polda Kalsel Tanam Pohon Serentak di Banua

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Selatan melaksanakan penanaman pohon serentak di 13 kabupaten/kota di provinsi ini.

Penanaman pohon dilakukan secara simbolis di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja, Kota Banjarmasin, Rabu (23/8). Dipimpin oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Andi Rian Djajadi, didampingi Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Dilaksanakan penanam pohon tersebut, merupakan program nasional oleh Kapolri bersama dengan kepala kepolisian dari Asea Tenggara, berkumpul di Labuan Bajo, untuk melaksanakan penanaman pohon saat ini,” ungkap Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi, kepada sejumlah wartawan.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi

Begitu juga, lanjutnya, untuk di daerah, dilaksanakan secara serentak di 13 kabupaten dan kota.

“Secara keseluruhan di Provinsi Kalimantan Selatan dibagikan sebanyak 41 ribu lebih bibit pohon,” ujarnya.

Sedangkan, di Kota Banjarmasin diberikan sebanyak 3.500 bibit pohon.

“Kami berharap bibit pohon tersebut dapat tumbuh dengan baik. Sehingga kedepannya dapat brmanfaat,” ucap Andi.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, Kota Banjarmasin menerima bibit pohon dari Polda Kalimantan Selatan.

Tentunya, lanjut Ibnu, bibit pohon tersebut akan disebar di beberapa titik yang ada di Kota Banjarmasin. Diantaranya, di kawasan RTH Kamboja, Sungai Andai, serta lainnya.

“Kami berharap warga Kota Banjarmasin dapat tururserta menjaga dan memelihara pohon pohon yang ditanam tersebut, sehingga menjadi amal sedekah oksigen dari pohon yang ditanam,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Kunker Lagi ke Kalsel, Mentan SYL Ajak Pelaku Perkebunan Akselerasi Program Peremajaan Sawit

BANJARMASIN – Untuk kedua kalinya pada Agustus ini, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke provinsi Kalimantan Selatan. Kali ini pada Selasa (22/8) malam, Mentan, SYL menghadiri Rapat Koordinasi Kelapa Sawit se Kalsel disalah satu hotel di Banjarmasin.

Dalam arahannya, SYL mengajak para pelaku perkebunan sawit se Kalsel, untuk melakukan akselerasi Program Peremajaan Sawit hingga hilirisasi, melalui perbaikan tata kelola sawit secara berkelanjutan.

Mentan SYL saat memberikan arahan pada rakor kelapa sawit se Kalsel

“Hari ini secara khusus saya mengajak semua pihak yang terlibat untuk ikut dalam memajukan perkebunan sawit secara berkelanjutan melalui program-program pemerintah seperti PSR, pengembangan SDM, sarana dan prasarana,” paparnya.

Perkebunan kelapa sawit Indonesia, sambung Mentan, berkembang di 26 provinsi di Indonesia. Dua pulau utama sentra perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah Sumatra dan Kalimantan.

“Kalimantan Selatan memiliki potensi yang sangat mumpuni. Kelapa sawit kita berproduksi lebih baik di tempat ini. Dan hari ini kita Rakor kan bersama Pak Gubernur, ada Pak Kapolda, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua DPR untuk mendorong sama – sama. Salah satu yang harapkan bisa segera terimplementasi adanya replanting,” sebutnya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Mentan SYL berfoto bersama jajaran Forkopimda Kalsel yang hadir pada rakor kelapa sawit

Pada Rakor Sawit se Kalsel ini, telah disepakati bahwa replanting sawit di Kalsel tahun 2023 akan mencapai 10.000 ha. Untuk itu, petani sawit yang melakukan replanting juga didorong untuk melakukan pola tanam tumpang sari sawit dengan komoditi lain seperti kacang, umbi – umbian, jagung dan lainnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizal Anwar mengatakan, provinsi Kalsel sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit memainkan peran yang penting.

Terkait hal ini, pemerintah Provinsi Kalsel telah mengambil langkah konkret menuju pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Yakni melalui peraturan Gubernur nomor 13 tahun 2023, tentang rencana aksi daerah perkebunan kelapa sawit berkelanjutan (RAD-KSB) 2022 -2024.

“Kami telah menetapkan arah yang jelas untuk mewujudkan visi dan misi Kalimantan Selatan, yakni Kalsel maju (Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan) sebagai gerbang ibu kota negara,” jelas Roy.

Bersamaan, Dirjen Perkebunan Kementan, Andi Nur Alamsyah, mengatakan, pihaknya saat ini berupaya memperbaiki tanaman perkebunan yang telah tua/rusak atau tidak menghasilkan, dengan penggantian tanaman melalui kegiatan 
peremajaan atau rehabilitasi.

Sesuai data statistik perkebunan tahun 2022, tercatat hampir 30 persen dari total luas perkebunan di Indonesia dalam kondisi tua/rusak/tidak menghasilkan.

“Jika kondisi tersebut dibiarkan akan mempengaruhi produksi perkebunan kita, bahkan berdampak juga pada penurunan devisa negara,” kata Andi.

Andi mengatakan investasi perkebunan merupakan investasi jangka panjang, untuk itu dalam pelaksanaanya perlu disiapkan dengan sangat baik. Salah satu faktor utama dan paling penting adalah pemilihan benih. Direktorat Jenderal Perkebunan sangat serius dalam menyiapkan benih tanaman perkebunan bermutu dalam rangka medukung peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing industri perkebunan.

“Bentuk keseriusan tersebut diwujudkan melalui sistem penyediaan, pengawasan dan peredaran benih melalui Bank Benih Perkebunan (BABE BUN),” kata Andi.

Lebih lanjut, Andi mengatakan sistem aplikasi ini akan difokuskan untuk mendukung akselerasi program PSR agar dapat digunakan stakeholder kelapa sawit rakyat, agar dapat mengakses penyediaan dan penggunaan benih palsu dapat diminimalisasi, pemasaran atau bisnis benih sawit lebih terbuka atau tidak terjadi monopoli, serta distribusi benih sawit lebih terorganisasi.

“Pengembangan kelapa sawit ke depan memiliki konsep yakni “sawit satu” yang dilakukan melalui perbaikan tata kelola kelapa sawit yang memiliki sistem terintegrasi berbasis spasial sehingga perlu kerja inovatif serta kerja kolaboratif dengan berbagai pihak,” lanjut Andi.

Luas areal perkebunan kelapa sawit Kalimantan Selatan, menyumbang 3,1 persen dari total luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia, dan 2,6 persen dari total produksi kelapa sawit Indonesia. (RIW-KEMENTAN/RDM/RH)

Rapur Sidang Istimewa DPRD Banjarmasin Tahun Ini Kembali di Gedung Dewan

BANJARMASIN – Pelaksanaan Rapat Paripurna Sidang Istimewa DPRD Banjarmasin, Tahun 2023 ini akan kembali digelar di Gedung Wakil Rakyat. Hal itu disampaikan, Sekretaris Dewan Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto, kepada wartawan pada Selasa (22/8).

Iwan mengatakan, tahun ini berbeda dengan tahun 2022 lalu yang mengambil tempat di hotel berbintang, dalam pelaksanaan Rapat Paripurna Sidang Istimewa. Namun akan kembali digelar di Gedung Dewan bertempat di ruang Rapat Paripurna, karena setelah acara akan dilakukan penyerahan secara simbolis Gedung Dewan Baru yang sudah selesai.

“Hasil rapat dengan Panitia Harjad Kota, insya Allah Rapat Paripurna Sidang Istimewa akan digelar pada tanggal 21 September 2023 mendatang,” ucapnya

Disampaikan Iwan, setelah resmi diserahkan ke pihak DPRD Banjarmasin oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, maka untuk pengadaan persiapan sarana dan prasarana pendukung lain seperti meubeler akan dilakukan oleh Sekretariat Dewan Banjarmasin.

“Anggaran untuk meubeler dan sarana lainnya sebesar Rp 1,5 Miliar dari dana APBD Perubahan 2023,” jelasnya

Lebih lanjut Iwan menambahkan, dengan nantinya setelah dilakukan peresmian penyerahan secara simbolis Gedung Dewan Baru, akan dilakukan pemindahan secara bertahap untuk ditempati, diantaranya ruang unsur pimpinan dan komisi.

“Setelah pindah dan adanya meubeler, tentu akan dipergunakan untuk rapat dan kegiatan lainnya,” tutup Iwan.

Untuk diketahui, Groundbreaking atau tanda dimulainya pekerjaan gedung baru DPRD Banjarmasin, dilakukan pada Agustus 2022 lalu. Penambahan Gedung baru DPRD Kota Banjarmasin didesain dengan mengusung konsep rumah adat Banjar Bubungan Tinggi berlantai tiga, yaitu lantai satu dibangun basement atau tempat parkir, lantai dua ruang komisi dan anggota. Sedangkan lantai tiga untuk ruang rapat dan pimpinan. Selain itu didukung fasilitas lain seperti mushola dan ruang press room untuk wartawan. (NHF/RDM/RH)

Tingkatkan Minat Baca, Tim MPK Dispersip Kalsel Roadshow ke Kotabaru

KOTABARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) terus berupaya meningkatkan minat baca dan budaya literasi di seluruh penjuru Banua.

Suasana Kunjungan Tim MPK Dispersip Kalsel ke SMPN 1 Pulau Laut Timur

Kali ini Tim Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) milik Dispersip Kalsel menyasar beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Kotabaru. Kedatangan mereka mendapatkan sambutan yang antusias dari pihak sekolah, khususnya para peserta didik.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Pulau Laut Tengah, Eri Hariyanto. Ia mengaku suatu kebanggaan dapat dikunjungi tim MPK Dispersip Kalsel dan berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin ke depannya agar semangat membaca dan belajar peserta didik bisa lebih ditingkatkan.

“Karena ini adalah hal-hal baru yang perlu kita perkenalkan dan budayakan. Apalagi melihat antusias anak-anak melihat mobil Pusling yang membawa berbagai macam buku. Ini merupakan suatu anugerah,” katanya, dalam rilisnya yng diterima Abdi Persada FM, Selasa (22/8).

Hal senada juga disampaikan, Kepala SMPN 1 Pulau Laut Tengah, Nuriadi. Menurutnya, anak-anak sangat antusias dengan kedatangan tim mobil Pusling karena perbendaharaan buku-buku di perpustakaan sekolah masih terbatas.

“Untuk itu, kami berharap ada bantuan dari Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten untuk menambah koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah,” harapnya.

Suasana Kunjungan Tim MPK Dispersip Kalsel ke SDN Teluk Gosong

Selain membawa berbagai macam buku, Tim MPK juga kembali melakuan pembagian bendera merah putih di sekolah-sekolah yang didatangi di Kabupaten Kotabaru dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 78 Tahun 2023 dan membangkitkan rasa cinta tanah air para peserta didik. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Pelajar dan ASN Adu Ketangkasan Permainan Badaku di Museum Lambung Mangkurat Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 30 orang peserta memeriahkan lomba permainan tradisional congklak atau badaku, di Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (22/8).

Badaku sendiri merupakan salah satu jenis permainan tradisional yang populer pada zaman dulu. Setiap pemain harus memindahkan biji-bijian atau batu kecil dari satu lubang ke lubang lainnya memutar secara berurutan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Taufik Akbar mengatakan, lomba yang digelar untuk melestarikan budaya Banjar ini dibuka untuk umum. Sebagian besar peserta merupakan ASN dan pelajar.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Taufik Akbar

“Bahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel juga ikut serta, karena memang beliau mengaku sangat menyukai permainan ini,” ungkapnya.

Lomba badaku ini merupakan kali pertama yang digelar oleh Museum Lambung Mangkurat Kalsel. Melihat tingginya antusias peserta, Akbar berencana kembali menggelar lomba dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi.

“Badaku memiliki nilai pendidikan, karena pemain dituntut agar mengkalkulasi setiap biji yang diambil. Makanya mungkin kedepannya kita akan buat kategori khusus pelajar,” bebernya.

Akbar berharap melalui permainan tradisional ini, masyarakat bisa bernostalgia dengan masa kecil mereka. Selain itu, menurutnya, permainan tradisional adalah aset bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang meminta supaya budaya Kalsel terus ditingkatkan. Ini juga cara kita agar masyarakat semakin cinta dengan museum,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Cermati Inovasi Jatim di Sektor Kelautan dan Perikanan

SURABAYA – Upaya mengembangkan objek-objek baru untuk meningkatkan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus dilakukan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel.

Suasana Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur

Bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel mengunjungi DKP Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada Senin (21/8).

Bukan tanpa alasan, Jatim menjadi tujuan studi komparasi karena kekuatan potensi sumber daya lautnya yang menjadi salah satu pendongkrak ekonomi provinsi tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo mengatakan, banyak hal yang dapat dipelajari terkait pengelolaan PAD yang dilakukan oleh DKP Jatim untuk mencapai tujuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Disini sudah cukup tinggi ya untuk Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari produk kelautan dan perikanan. Kita mengacu ke Jatim, kita akan belajar supaya Pendapatan Asli Daerah yang asal dari DKP itu bisa meningkat,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala DKP Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono. Menurutnya, pihaknya akan terus berupaya agar hasil pertemuan ini bisa segera diterapkan di “Bumi Lambung Mangkurat sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya para nelayan dan pembudidaya perikanan.

“PAD disini lumayan tinggi, sekitar 17 miliar, sedangkan kita masih di 2 miliar. Kita akan ambil tadi inovasi-inovasi terkait pengelolaan PAD oleh DKP Jatim, khususnya untuk budidaya tadi, insya allah nanti akan kita terapkan di Kalsel,” jelasnya.

Sementara, Kepala Sub Bagian Keuangan DKP Jatim, Eko Adi Purwanto, menyebutkan besarnya PAD dari DKP Jatim juga didukung dengan anggaran yang besar pula, saat ini sudah mencapai lebih dari Rp200 miliar. Selain itu, peningkatan PAD juga diperoleh dari inovasi-inovasi dalam bidang kelautan dan perikanan yang terus menerus dilakukan.

Eko menjelaskan satu diantara inovasi DKP Jatim dalam meningkatkan PAD baru-baru ini yakni pengembangan suplemen pakan berupa probiotik untuk Udang Vaname (UV) atau udang kaki putih. UV sendiri di Jatim merupakan primadona dengan permintaan global yang masih sangat tinggi hingga saat ini.

“Probiotik ini mikroba hidup yang bermanfaat bagi udang vaname, ia bisa untuk memperbaiki perairan, bisa untuk meningkatkan nafsu makan, dalam artian kesehatan udangnya terjaga, pertumbuhannya jadi lebih bagus, produksinya jadi lebih baik,” terangnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

32 Tim Ramaikan Festival Futsal Piala Paman Birin Se Kalsel

BANJARMASIN – Festival Futsal Piala Paman Birin Se Kalimantan Selatan digelar di Kota Banjarmasin, tepatnya di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Selasa (22/8). Dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Digelar kegiatan ini, dalam Rangka Hari Jadi ke 73 Provinsi Kalimantan Selatan dan HUT RI Ke 78,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin tersebut, kepada sejumlah wartawan.

Dengan semangat Kemerdekaan tersebut, maka para peserta futsal dapat bermain dengan penuh sportivitas.

“Pemerintah Provinsi Kalsel selalu mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk dapat berolahraga,” ucap Paman Birin.

Diharapkannya, festival ini dapat melahirkan atlet atlet futsal, yang dapat membawa nama harum Banua kedepannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah menjelaskan, saat ini di daerah sudah memiliki tim tim futsal. Sehingga, pada Festival Futsal Piala Paman Birin Tahun 2023, diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Banua ini.

“Kami memberikan apresiasi terhadap perkembangan olahraga futsal didaerah, yang berkembang dan memiliki kemampuan yang merata,” ujar Hermansyah.

Selain itu, lanjut Hermansyah, digelarnya kegiatan ini, untuk memajukan olahraga futsal di Banua.

Pada Festival Futsal Piala Paman Birin Tahun 2023 ini, Pemerintah Provinsi menyediakan total hadiah sebesar Rp 100 juta. Sebagai uang pembinaan untuk para pemenang. (SRI/RDM/RH)

Paman Birin : Habib Umar Titip Salam Untuk Masyarakat Kalsel

JAKARTA – Ulama besar Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dari Yaman, menerima dengan ramah silaturahmi yang dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, pada Senin (21/8) malam.

Suasana saat Paman Birin bertemu dengan Habib Umar

Bertempat di kediaman Habib Muchsin Al Hamid di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Paman Birin beserta para ulama Banua diterima secara khusus oleh Habib Umar.

Tampak bersama Paman Birin dalam silaturahmi itu para ulama Banua diantaranya Guru Wildan Salman, KH. Hasanuddin Badruddin, M. Syarif Bustomi dan KH. Nouval Rosyad serta Guru Supian Al Banjari.

Selain itu juga ada Stafsus Gubernur Kalsel Ahmad Maulana, Muhamad Syahrizal Aufa serta sejumlah pimpinan SKPD Pemprov Kalsel. Diantaranya Kadispora Hermansyah, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Syamsir Rahman, Kadis Pariwisata Muhammad Syarifuddin, Kadis PUPR Ahmad Solhan, Kepala Bapenda Subhan Nor Yaumil, dan Kepala Biro Adpim, Berkatullah.

Saat bersilaturahmi itu, Paman Birin pun diberikan waktu yang cukup untuk bertemu dan berdialog langsung dengan Habib Umar.

Saat bertemu Habib Umar, Paman Birin menunduk badannya dan mencium tangan ulama besar dari Yaman ini.

Pada pertemuan itu, Paman Birin dan Habib Umar sempat berdialog yang dipandu Guru Wildan Salman.

Pada kesempatan itu pula, Habib Umar mendoakan Paman Birin dan semua warga Banua.

“Alhamdulilah. Kami bersama ulama dan sejumlah pimpinan SKPD diberikan kesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan Habib Umar. Beliau mendoakan untuk kita semua dan semoga menjadi keberkahan bagi semua warga Banua,” kata Paman Birin.

Paman Birin juga menyampaikan pesan Habib Umar yang menitipkan salam bagi semua warga Banua, Kalimantan Selatan.

“Habib Umar titip salam gasan semua warga Banua, Kalimantan Selatan. Semoga selalu mendapatkan keberkahan Allah SWT,” ungkap Paman Birin.

Istimewanya, Habib Umar pun menyampaikan rencana jika tahun depan ke Indonesia, akan menjadwalkan untuk datang ke Kalimantan Selatan.

“Insya Allah, Habib Umar akan menjadwalkan ke Kalsel jika ada waktu ke Indonesia tahun depan. Semoga hajat kita dikabulkan Allah SWT,” ungkap Paman Birin.

Tampak dalam pertemuan itu Habib Muchsin Al Hamid, Habib Jidan bin Novel Jidan, pimpinan Yayasan Al Fachriyah Tangerang, serta sejumlah ulama lainnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Bersiap Meriahkah Kalsel Expo 2023

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Kalsel Expo Tahun 2023, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, akan berpartisipasi dengan mempersiapkan dua buah stand selama kegiatan berlangsung nantinya.

Kepada Abdi Persada FM, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, Teguh Hadianto, ditemui di ruang kerjanya baru-baru tadi mengatakan, untuk tahun 2023 ini pihaknya mempersiapkan dua buah stand, untuk semakin memperkenalkan ke seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi pelayanan dan penanganan yaitu selama ini melayani pasien tidak hanya umum, juga BPJS kesehatan, bahkan UGD gigi buka 1×24 jam.

“Kita ini terus gencar memberikan promosi kepada warga di Banua,” ucapnya

Disampaikan Teguh, selama lima hari pelaksanaan Kalsel Expo 2023, pihaknya menurunkan beberapa tim dari tenaga kesehatan, yaitu dokter gigi, dokter umum, perawat gigi, dan dokter gigi spesialis, yang akan memberikan pelayanan serta penyuluhan kesehatan secara bergantian.

“Mobil dental pun tetap ada,” jelas Teguh

Lebih lanjut Teguh menambahkan, dalam pelayanan yang diberikan berupa edukasi cara memelihara gigi, melalui menggosok gigi dengan benar, kemudian mengadakan pemeriksaan pengobatan sederhana. Hal itu dimaksudkan gigi akan selalu sehat, tidak mudah keropos, dan berlubang hingga dihari tua.

“Kami berharap warga memanfaatkan, untuk datang ke stand, guna memeriksa kesehatan gigi dan mulut sejak dini,” tutupnya

Untuk diketahui, pelaksanaan Kalsel Expo 2023 sebentar lagi akan digelar dengan mengangkat tema “Kalsel Babussalam, Kalsel Maju, Gerbang Ibukota Negara”, kegiatan dimulai pada tanggal 30 Agustus hingga 3 September, berlokasi di Lapangan Murjani Banjarbaru. (NHF/RDM/RH)

Optimalkan Digitalisasi Pendidikan, Komisi IV DPRD Kalsel Kunjungi Dinas Pendidikan Jabar

BANDUNG – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkunjung ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat guna membahas program digitalisasi dunia pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Barat sangat konsen mempersiapkan generasi digital talent untuk memenangkan persaingan di masa mendatang, khususnya menghadapi Indonesia Emas di tahun 2045.

Suasana Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Kalsel ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

“Oleh karena itu, Kalsel sebagai gerbang IKN sudah sepatutnya terus berupaya meningkatkan mutu dunia pendidikan selaras dengan perkembangan era teknologi dan digitalisasi,” katanya kepada wartawan, baru-baru tadi.

Lutfi berharap hasil pertemuan ini dapat menjadi masukan dalam perumusan kebijakan-kebijakan sektor pendidikan di Kalael sehingga mampu membawa dunia pendidikan di Banua lebih maju terutama dari sistem informasi dan teknologi.

“Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pertemuan ini,” jelasnya.

Rombongan Komisi IV DPRD Kalsel diterima oleh Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Jawa Barat, Firman Oktara beserta jajarannya.

Firman menerangkan bahwa Pemprov Jabar bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar akan menerapkan Kurikulum Industri yang memiliki 18 program seperti teknik konstruksi dan perumahan, program desain pemodelan dan informasi bangunan, teknik kimia industri, teknik otomotif, teknik ketenagalistrikan dan teknik elektronika.

“Selain itu ada juga nauika kapal penangkap ikan, nautika kapal niaga, agro teknologi pengolahan hasil pertanian, desain komunikasi visual, pengembangan perangkap lunak, teknik jaringan komputer, manajemen perkantoran dan layanan bisnis, akuntansi keuangan dan lembaga, busana, perhotelan, dan juga layanan pariwisata,” terangnya. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version