Pemprov Kalsel Gelar Rapat Pemantauan Tindak Lanjut Penertiban/Penyelamatan BMD

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi dan pemantauan tindak lanjut penertiban/penyelamatan Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, di Ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Senin (23/6).

Rapat yang dibuka Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar dihadiri seluruh kepala perangkat daerah dan jajaran ASN lingkup Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan tujuan negara dalam mencapai masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Oleh karena itu, pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari uang rakyat, digunakan dengan bijaksana dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Namun, kita juga harus menyadari bahwa dengan kewenangan yang lebih besar ini, muncul pula tantangan yang lebih besar dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, rapat koordinasi ini memiliki arti yang sangat penting dalam upaya kita bersama untuk membangun sistem yang lebih baik dan mencegah terjadinya praktik-praktik korupsi di daerah kita,” ungkapnya.

Dalam konteks otonomi daerah, lanjut Roy, pelaksanaan pengelolaan keuangan negara menjadi semakin krusial. Setiap daerah, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan diberikan kesempatan untuk mengelola, mengembangkan dan membangun daerahnya sesuai dengan potensi dan kebutuhan yang ada. Ini merupakan tanggung jawab besar yang harus diemban dengan penuh integritas dan dedikasi.

“Dalam rapat koordinasi yang akan berlangsung selama dua hari ke depan, kita akan membahas beberapa poin penting, khususnya terkait pengelolaan keuangan daerah. fokus utama kita akan mencakup pengelolaan barang milik daerah (BMD), optimalisasi pendapatan daerah,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, menurut Roy, salah satu kewenangan penting yang dimiliki pemerintah daerah adalah terkait penyediaan BMD yang digunakan tidak hanya untuk pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan, tetapi juga untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan BMD menjadi salah satu unsur krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif.

Sementara itu, Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah III-1 KPK RI, Maruli Tua Manurung mengungkapkan dalam rakor tersebut juga membahas terkait pengelolaan keuangan daerah dari (BMD) dan optimalisasi pendapatan daerah memiliki arti yang sangat penting dalam membangun sistem yang lebih baik dan mencegah terjadinya praktik-praktik korupsi di daerah.

Pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara merupakan salah satu unsur pokok dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Hal Ini memiliki manfaat yang sangat penting guna mewujudkan tujuan negara untuk mencapai masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Maka dari itu, kita semua bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari uang rakyat digunakan dengan bijaksana dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Inspektur Daerah Provinsi Kalsel, Akhmad Fydayeen mengatakan, SKPD harus mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari jalan keluar yang tepat agar pengelolaan BMD dapat dibenahi secara menyeluruh.

“Kita ingin sinergi antar SKPD dalam pengelolaan BMD bisa ditingkatkan sebaik mungkin agar terhindar dari segala bentuk penyimpangan yang dapat menjerumuskan kepada tindak pidana korupsi,” tutupnya. (MRF/NRH/RH)

Agus Maiyo Resmi Dikukuhkan Jadi Kepala OJK Kalsel

BANJARMASIN – Agus Maiyo secara resmi dikukuhkan menjadi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, menggantikan Darmansyah.

Pengukuhan yang dilaksanakan di gedung Mahligai Pancasila, Senin (23/6), disaksikan langsung Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, didampingi Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, Hasan Fawzi

Acara tersebut juga dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Syamsul Bahri, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Industri Jasa Keuangan dan Asosiasi Industri di Wilayah Kalimantan Selatan, Pimpinan redaksi serta Media Massa.

Kepala Eksekutif Pengawas IAKD, Hasan Fawzi mengatakan tantangan pelaksanaan tugas OJK ke depan semakin meningkat, dengan bertambah luasnya kewenangan OJK pasca ditetapkannya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, serta ekspektasi stakeholders yang semakin tinggi terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas OJK, yaitu dalam melakukan pengawasan prudensial, program edukasi dan literasi keuangan, serta analisis perekonomian daerah. Di mana, menuntut kesiapan Pimpinan Kantor OJK yang handal dalam memimpin OJK di Daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas IKAD, Hasan Fawzi, saat memberikan komentarnya

“Kerja sama yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah akan mendukung terwujudnya sektor jasa keuangan yang berdaya saing, agar optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan, Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo. Ia menyatakan pihaknya siap berkomitmen untuk meneruskan dan meningkatkan kinerja OJK Provinsi Kalimantan Selatan dengan mempererat sinergi yang telah terjalin untuk memajukan perekonomian Banua, terbuka terhadap masukan dan harapan para pemangku kepentingan.

Ruang lingkup tugas pengawasan yang bertambah, program edukasi dan literasi yang harus menjangkau lebih banyak daerah, serta upaya memfasilitasi dukungan bagi pengembangan komoditas unggulan untuk pengembangan ekonomi daerah.

“Seluruh pemangku kepentingan di daerah, saling berkolaborasi, agar sektor jasa keuangan berperan optimal mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor memberikan apresiasi kepada OJK Kalsel atas upaya dan semangatnya, dalam mendorong akses keuangan di Banua.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, didampingi Ketua DPRD Kalsel, saat diwancara awak media

Ia berharap dapat terjalin kolaborasi dan sinergi yang dibangun selama ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan, khususnya dalam program pengembangan ekonomi daerah demi masyarakat di Kalsel sehingga dapat lebih sejahtera.

“Kami berharap, kepada seluruh Bupati dan Walikota di Kalsel, senantiasa berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi, melalui perluasan akses keuangan di masing-masing wilayah,” harapnya. (NHF/NRH/RH)

Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Lutfi Apresiasi Relawan Pemadam Kebakaran

BANJARMASIN – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Lutfi Saifuddin memberikan apresiasi kepada para relawan pemadam kebakaran pria dan wanita yang ada di Banjarmasin.

Mengingat, lanjut Lutfi, para relawan tersebut adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan penting dan berisiko tinggi yang bagi kepentingan masyarakat.

“Jiwa sosial dan kerelawanan ini juga harus ditularkan kepada yang lain, sehingga para pemuda di Banjarmasin ini memiliki tambahan referensi kegiatan yang positif untuk dilakukan, mereka inilah para pahlawan,” jelasnya kepada wartawan, baru-baru tadi.

Oleh karena itu, Lutfi menyasar para relawan pemadam kebakaran ini untuk mengikuti kegiatan sosialisasi Perda Provinsi Kalsel Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Di Provinsi Kalimantan Selatan yang bertempat di salah satu kafe di kawasan Handil Bakti, baru-baru tadi.

“Kami harapkan para relawan pemadam kebakaran ini terus mendapatkan pembinaan dan apresiasi berbagai pihak,” terangnya.

Apresiasi yang sama juga dilontarkan Lutfi kepada para jurnalis yang juga mengikuti kegiatan sosialisasi Perda tersebut. Mengingat, ungkapnya, mereka yang memainkan peranan penting dalam mendukung kebijakan politik, dengan menyajikan informasi yang objektif serta tentunya juga memberikan edukasi kepada publik. (ADV-NRH/RH)

Pemprov Kalsel Tanamkan Cinta Museum Sejak Dini

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel menggelar Lomba Mewarnai dengan tema “Museum di Hatiku” untuk usia 7-8 tahun.

Salah satu peserta Lomba Mewarnai

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka menanamkan kecintaan sejak dini terhadap generasi Alpha. Ia berharap, melalui kegiatan ini, para peserta dapat lebih mencintai Museum.

“Lomba mewarnai ini merupakan rangkaian dari Pameran Temporer di Museum Wasaka Kalsel, sejak tanggal 20-25 Juni 2024,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (23/6).

Arry menjelaskan lomba mewarnai yang diikuti sebanyak 75 orang peserta yang tersebar di kota Banjarmasin menghadirkan juri tiga yang berkompeten yaitu Ketua Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan (IPKS), Muslim Anang Abdullah, Ketua Bidang Seni Rupa DKKB, Endro Budi Raharjo dan Anggota IPKS Suci Melati.

“Selama perlombaan para peserta mendapat fasilitas berupa Crayon, Meja Gambar serta Media Gambar,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu juri Lomba Mewarnai, Muslim Anang Abdullah, menambahkan, ada beberapa poin penting yang dinilai dalam lomba ini diantaranya dari segi komposisi, kreatifitas dan kerapian. Hasilnya para peserta memiliki kreatifitas yang merata. Dengan demikian, bakat yang dimiliki bisa terus ditingkatkan, agar melahirkan generasi pelukis di Kalimantan Selatan. Mengingat Museum merupakan peninggalan sejarah dan budaya, harus dijaga, dilestarikan serta menjadi sumber belajar.

“Ke depan dapat menghasilkan bibit – bibit pelukis baru di Banua,” tutupnya.

Juara pertama Lomba Mewarnai, Nur Fitri Khalisa

Untuk diketahui, Juara pertama Lomba Mewarnai Nur Fitri Khalisa dengan nilai 406, Juara dua Fredella Aisyah Masyuri nilainya 389 dan Kayla Nur Hanum juara tiga dengan nilai 386. Kegiatan dipusatkan di halaman Museum Wasaka Kalsel, Jalan Kampung Kenanga Ulu Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/NRH/RH)

Bank Kalsel Gandeng OJK Kalsel, Gebyarkan Menabung Bagi Pelajar SLB

BANJARMASIN – Kolaborasi nyata kembali dilakukan Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel, dalam rangka mendorong masyarakat Banua semakin berminat menabung sejak dini. Dimana tahun 2024 ini, dengan target pelajar disabilitas, untuk tahu dan memahami serta memaksimalkan cara menabung untuk mencapai suatu keinginan. Baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Apalagi sebagai asli urang Banua, seharusnya menabung di bank daerah. Karena apabila menabung di Bank Kalsel, hasil yang didapat akan kembali menjadi pendapatan asli daerah.

Melalui kegiatan KICK OFF Hari Indonesia Menabung, Bank Kalsel Bersama Disabilitas dengan hastag #BankKalselInklusifUntukSemua, yang diselenggarakan, pada Jumat (21/6) di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 3 Banjarmasin.

Turut berhadir, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Firmansyah beserja jajaran; Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan LMS OJK Provinsi Kalsel, Andy Rahman Yuliman, beserja jajaran dan Kepala Administari Sekolah SLB Negeri 3 Banjarmasin, Cecep beserta jajarannya.

Kegiatan berlangsung dengan kegembiraan melalui sosialisasi, baik dari OJK Provinsi Kalsel dan Bank Kalsel dengan cara yang sederhana serta mudah dipahami pelajar SLB Negeri 3 Banjarmasin.

Kepala Divisi Sekertaris Perusahaan Bank Kalsel, Firmansyah mengatakan, kegiatan yang menggandeng OJK kali ini, merupakan kegiatan yang mendukung program pemerintah pusat, agar siswa bisa tereduksi sejak dini untuk menabung.

“Selain sosialisasi, kami juga mengeluarkan program Satu Rekening Satu Pelajar Gratis tanpa dipungut biaya dengan menggandeng OJK. Melalui cara ini kita berharap kedepannya siswa dan juga wali murid SLB Negeri 3 Banjarmasin bisa memanfaatkan buku tabungan tersebut untuk mulai menabung sejak dini,” jelas Firmansyah.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan LMS OJK Provinsi Kalsel, Andy Rahman Yuliman menyampaikan, kegiatan kali ini dimaksudkan dalam rangka Kick Off untuk memperingati Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap Agustus.

“Di Momen Hari Indonesia Menabung ini, kami akan mendorong dan berkolaborasi dengan perbankan, khususnya Bank Kalsel, menyelenggarakan rangkaian kegiatan literasi keuangan kepada masyarakat secara masif dan merata. Salah satunya bersama Bank Kalsel, kita menggelar sosialisasi di SLB Negeri 3 Banjarmasin. Berharap melalui ini, dapat mendorong peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan untuk masyarakat Banua, termasuk para disabilitas yang punya hak yang sama untuk mengelola keuangannya melalui menabung di Bank,” ungkap Andy.

Di lain pihak, Kepala Administari Sekolah SLB Negeri 3 Banjarmasin, Cecep, berterimakasih diberikan kesempatan untuk sekolahnya dijadikan tempat kegiatan Sosialisasi KICK OFF Hari Indonesia Menabung yang digelar oleh Bank Kalsel bersama OJK.

“Kita mengimbau kembali untuk siswa/i dan wali siswa/i untuk pentingnya menabung. Sebagai mana sudah dijelaskan tadi bahwa bijak dalam menabung, karena dikemudian hari tidak tau apa yang akan terjadi. Semoga dengan adanya program ini, baik dari Bank Kalsel maupun OJK kedepannya bisa berkesinambungan dengan program lainya dalam melibatkan anak didik dan guru-guru baik di SLB Negeri 3 Banjarmasin maupun di SLB lainnya,” pungkas Cecep. (ADV-RIW/NRH/RH)

Tutup Program Selebrasi Pancasila, Gubernur Kalsel Apresiasi Para Paskibraka

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri dan menutup kegiatan program Selebrasi Pancasila sekaligus menyerahkan piala bergilir Bela Negara Tahun 2024, bertempat di halaman SMA Negeri 8 Banjarmasin, Minggu (23/6).

Suasana Penutupan Selebrasi Pancasila 2024

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin mengapresiasi para peserta dan kegiatan yang diselenggarakaan Paskibraka SMAN 8 Banjarmasin dalam upaya bersama untuk memperkuat nilai-nilai luhur pancasila, sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan

“Saya merasa bangga dan terharu, melihat antusiasme dan partisipasi aktif dari semua peserta dalam menunjukkan semangat dan dedikasi yang tinggi, Ini adalah bukti nyata, bahwa nilai-nilai pancasila masih kuat tertanam, dalam sanubari kita semua,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa, pancasila adalah jati diri bangsa yang harus dihayati dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana kerja sama dan sinergi semua sangat penting dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai pancasila.

“Sehingga, saya mengajak kepada seluruh peserta untuk terus kobarkan semangat kebangsaan, memperkuat persatuan, dan mengamalkan nilai-nilai pancasila, dalam setiap langkah,” ucap Paman Birin.

Ia juga menyampaikan, penghargaan piala bergilir bela negara ini bukan sekedar simbol kemenangan, tetapi juga sebagai pengingat akan tanggungjawab kita, dalam mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan NKRI.

“Saya berharap melalui kegiatan ini seluruh peserta dapat meneguhkan dan memperkuat nilai-nilai pancasila, dalam kehidupan kita,” ujarnya.

Gubernur juga menghimbau untuk terus menjaga semangat kebangsaan, persatuan, dan kesatuan agar semakin kokoh di tengah masyarakat.

“Serta juga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin demi terwujudnya kader-kader bela negara, yang cinta dan siap untuk membela negara,” tutupnya.

Untuk diketahui, pada kegiatan ini diikuti sebanyak 33 paskibra yang terdaftar dari dua Provinsi Kalsel dan Provinsi Kalteng dengan pelaksanaan selama 3 hari terhitung dari tanggal 21 – 23 Juni 2024, dengan juara umum yang diraih SMKN 1 Pugaan Kab. Tabalong serta diserahkan langsung piala bergilir Bela Negara tersebut oleh Gubernur.

Turut hadir pada penutupan tersebut, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Prov Kalsel, Husnul Hatimah, Sejumlah perwakilan Forkopimda, Kepala Sekolah dari berbagai satuan serta tamu undangan lainnya. (BDR/RDM/RH)

Pulang Ke Banua, Kloter 01 Debarkasi Banjarmasin Disambut Paman Birin dan Acil Odah

BANJARBARU – Setelah menjalani ibadah haji kurang lebih 40 hari, kloter 01 Debarkasi Banjarmasin asal kabupaten Banjar, akhirnya pulang ke Banua pada Minggu (23/6). Meski terlambat satu jam dari jadwal kedatangan, akhirnya pesawat yang membawa 319 jemaah haji kloter 01, tiba dengan selamat di bandara Syamsuddin Noor sekitar pukul 13.22 WITA.

Raut bahagia terpancar dari wajah para jemaah haji, saat menjejakkan kaki kembali di Banua tercinta Kalimantan Selatan. Bahkan sejumlah jemaah haji tidak segan memperlihatkan kebahagiaannya, dengan melakukan sujud syukur di apron bandara.

Sekitar 1,5 jam kemudian, bus yang membawa para jemaah haji dari bandara Syamsuddin Noor, tiba dengan selamat di asrama haji Banjarbaru. Dimana penyambutan resmi sudah disiapkan, dan langsung dilakukan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor bersama Ketua TP PKK Provinsi, Raudatul Jannah serta Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin, Muhammad Tambrin.

Gubernur Kalsel saat memeluk salah satu jemaah haji kloter 01 Debarkasi Banjarmasin

Bahkan Ketua TP PKK Provinsi, sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, yang biasa disapa Acil Odah, menyempatkan diri mengantar para jemaah lansia ke kamarnya, sebagai bagian dari layanan prioritas yang diberikan kepada jemaah haji tahun ini.

Ketua TP PKK Provinsi Kalsel saat mengantar jemaah haji lansia langsung ke kamarnya

“Alhamdulillah hari ini jemaah kita dari Banua kita tercinta Kalimantan Selatan, sudah datang. Dan ini kloter pertama, dan mudah – mudahan mereka terus dapat menjaga kesehatan, dan terpenting hajinya mabrur,” jawab Paman Birin, saat ditanya wartawan terkait penyambutan perdana tersebut.

Sementara itu, Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Kalsel, Muhammad Tambrin mengucapkan terima kasih kepada Paman Birin dan Acil Odah, yang kembali bersedia meluangkan waktu untuk menyambut kedatangan kloter 01 di Debarkasi Banjarmasin.

“Kemarin pas keberangkatan perdana, Paman Birin dan Acil Odah juga melepas secara resmi, hari ini saat kedatangan mereka kembali hadir langsung di asrama haji. Alhamdulillah,” ujarnya.

Tambrin memaparkan, terdapat satu jemaah haji kloter 01 yang tertunda kepulangannya pada Minggu (23/6). Hal itu disebabkan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

“Saat ini jemaah haji tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, dan pulang ke Banua setelah dinyatakan sembuh, bersama kloter selanjutnya dari Debarkasi Banjarmasin,” tutupnya.

Setelah prosesi penyambutan, para jemaah haji asal kabupaten Banjar ini, dijamu pemerintah kabupatennya dengan makanan khas Banjar berupa soto dan sate. Selanjutnya mereka langsung pulang ke daerah asalnya, menggunakan bus yang sudah disiapkan pemerintah kabupaten, untuk kemudian dijemput pihak keluarga. (RIW/RDM/RH)

Paman Birin Kukuhkan Kepengurusan KBB Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2024-2027

SULAWESI TENGAH – Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa’Dunia, Sahbirin Noor atau Paman Birin, mengukuhkan 27 orang Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (PW-KBB) Sulawesi Tengah Periode 2023-2027 di Palu pada Sabtu (22/6).

Sejumlah urang Banjar asal Sulteng tampak bersusun di depan panggung. Mereka menggunakan baju Sasirangan khas Banjar, serta ikat kepala berupa laung Banjar berwarna kuning.

Siang itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KBB Sa’Dunia, Taufik Arbain membacakan surat keputusan Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar Sa’Dunia tentang kesempurnaan susunan pengurus KBB Provinsi Sulawesi Tengah.

“Menetapkan susunan pengurus pertama dalam masa bakti 2023-2027. Sebagaimana sistem organisasi harus menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) ditetapkan di Banjarmasin, 14 April 2024,” terang Taufik Arbain, Datuk Cendikia Hikmadiraja Kesultanan Banjar itu.

Dalam surat tertanda bahwa Presiden KBB Sa’Dunia H Sahbirin Noor dan Sekjen KBB Sa’Dunia Taufik Arbain menandatangani surat keputusan tentang kepengurusan pertama yang diresmikan untuk KBB Provinsi Sulteng.

“Sebelum bubuhan pian dikukuhkan dan dilantik, ulun ingin bertanya bubuhan pian barataan, apakah bersedia dilantik sebagai pengurus KBB Provinsi Sulteng Periode 2023-2027, serta mematuhi AD-ART. Dan bersediakah bubuhan pian untuk menyumbang tenaga secara materil maupun moril, demi kemajuan KBB Provinsi Sulteng,” ucap Paman Birin, tegas.

Pengurus KBB Sulteng serempak menyebut bersedia di hadapan forum. Paman Birin meyakini bahwa pengurus baru PW KBB Sulteng dapat meningkatkan keorganisasiannya ke depan.

“Dengan mengucapkan rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya, maka pada 22 Juni 2024, ulun sebagai Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Presiden KBB Sa’Dunia, resmi melantik bubuhan pian sabarataan bahwasanya percaya akan menjalankan amanah dan tugasnya masing-masing,” ungkap Paman Birin.

Sementara itu, dalam pengukuhan itu juga menghadirkan Da’i/penceramah Fikri Haikal Hasan, putra sulung KH Zainuddin MZ. Ustadz Fikri Haikal Hasan MZ memberikan ceramah singkat selepas pengukuhan PW KBB Sulteng.

Dalam tausiyahnya, Ia mengutip kalimat Paman Birin bahwasanya urang Banjar itu parantauan.

“Di mana bumi berpijak, di situ langit dijunjung. Itulah urang Banjar di perantauan, termasuk yang ada di Palu, Sulawesi Tengah ini. Artinya, dia akan berusaha dan berkontribusi dengan segala cara di tempat Ia tinggal sekarang,” jelasnya.

Fikri MZ menyebut, urang-urang Banjar itu dikenal kuat sebagai warga yang agamis. Bahkan, dirinya mengaku didikan dari perguruan ayahnya Zainuddin MZ dari Kalsel yakni KH Idham Khalid.

“Saya itu mengingat Banjar terkait ulamanya, guru ayah saya diasuh langsung oleh Allah Yarham Alm. KH Idham Khalid. Bahkan kita berada di mana pun kalo ketemu urang Banjar, seperti dianggap rumahnya sendiri. Karena ada kedekatan secara emosional,” ujarnya.

Fikri MZ merasa dengan urang Banjar itu sudah tidak asing, secara budaya dan kulturnya kental dengan agama. Negeri akhirat adalah negeri utama, menurutnya perintah Allah dalam Al-Qur’an sangat dijalankan oleh urang Banjar.

“Prinsipnya urang Banjar itu menjunjung tinggi agamanya, bagana di mana pun bahkan di pelosok daerah. Mereka sangat taat agama, serta dianggap ulet, bekerja keras dan memiliki kepribadian jujur,” tutupnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Buka Rakernas Lemkari di Jakarta, Dorong Gelar Kejuaraan Nasional

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Ketua Umum PB Lemkari, Sahbirin Noor atau Paman Birin, membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) bersama sejumlah tokoh karateka di Ruang Berlian, Gedung Perwakilan Kalsel di Jakarta pada Jumat (21/6) siang.

Paman Birin selaku Ketua PB Lemkari saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul di acara Rakernas PB Lemkari. Dengan suasana yang sederhana sekali, namun saya pikir dalam kesederhanaan ini ada makna yang besar dan luas,” ucap Ketua PB Lemkari Paman Birin di atas podium

Ketua PB Lemkari berfoto dengan peserta Rakernas

Kegiatan itu turut dihadiri Jeannie Z Monoarfa, isteri pendiri Lemkari bersama Ketua Harian Dewan Pertimbangan PB Lemkari, Achmad Erwin Rofiek serta Ketua Umum (Ketum) Lemkari se-Indonesia beserta pengurus lainnya.

Tampak hadir juga dalam pembukaan Rakernas itu Ketua DPRD Kalsel Supian HK bersama rombongan yang turut dikenalkan dalam forum tersebut.

Dalam momentum itu, Gubernur Kalsel ini mengingat perjalanan karatekanya saat di Sukabumi pada tahun 1992.

“Saya mengambil pelatihan karateka di Sukabumi. Pertama kali, kita mengambil sabuk hitam dan berkesan sekali itu,” ungkap Paman Birin, mengenangnya.

Kala itu, Paman Birin bercerita banyak dipertemukan dengan para senior karateka. Menurutnya, atlet-atlet dari Lemkari sangat luar biasa yang telah mewarnai atau kontribusi terhadap negara Republik Indonesia.

Sehingga, Paman Birin juga berupaya menggodok atlet-atlet karateka asal Kalimantan Selatan yang akan menjadi generasi ke depan. Secara jumlah, Paman Birin mengaku sangat banyak anggota karateka yang hanya saja belum mencapai prestasi.

“Oleh karena itu, kami minta ke pelatih yang kompeten di bidangnya tersebut. Tentu saja membantu atlet Lemkari di Banua. Saya ini sungguh tak menyangka jadi Ketua PB Lemkari, karena sejak kecil sudah mengagumi atlet Saiko Sihan (SS) Dr. Anton Lesiangi. Jadi tak mungkin saya mendustai diri sendiri karena mencintai bidang olahraga ini,” tutur Paman Birin.

Dalam rangka rakernas ini, Paman Birin meyakini akan bangkit lagi karateka di masa akan datang karena PB Lemkari tengah melakukan perumusan dan merencanakan untuk langkah yang lebih baik lagi. Terlebih, dirinya menyebut pernah bangkit dan berjaya pada era keemasan seperti dulu di tahun 1980-an.

Barangkali, menurut Paman Birin dalam pertempuran ini akan mengetuk pintu hati semua atlet karateka untuk memajukan organisasi dari keluarga besar Lemkari.

“Kita bersama-sama lagi untuk bangkit. Terkait dinamika dahulu, anggaplah sebuah pembelajaran yang mestinya kita sebagai insan manusia untuk menghilangkan namanya dendam. Dan tentu merugikan kita sendiri, jadi semangat Rakernas Lemkari pada hari ini. Kita berharap akan kembali kejayaan itu agar organisasi Lemkari menjadi kokoh dan kuat layaknya sebagai seorang karateka,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu pula, Paman Birin juga mendorong digelarnya kejuaraan nasional (Kejurnas) Lemkari untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan sekaligus mendorong maupun memacu prestasi.

“Saya berharap kegiatan Kejurnas nantinya jangan sampai tabrakan dengan even lainnya,” terang Paman Birin.

Sementara itu, Isteri dari Anton Lesiangi, pendiri Lemkari yakni Jeannie Z Monoarfa menyampaikan sambutannya, bahwa keluarga besar Lemkari sangat berterima kasih kepada Paman Birin yang berkenan menjadi Ketua PB Lemkari. Hal itu, sungguh bersyukur dan bangga pihaknya atas Gubernur Kalimantan Selatan ingin memperbaiki kepengurusan karateka se-Indonesia.

“Terima kasih atas kehadirannya di tempat ini. Dalam rangka Rakernas Lemkari yang akhirnya kembali digelar lagi dari sekian lama sudah tidak dilaksanakan karena sengketa. Pertama-tama dengan hati yang tulus, saya mewakili keluarga besar Lemkari mengucapkan terimakasih banyak kepada Paman Birin, Ketua PB Lemkari yang sekarang,” ungkap Jeannie, penuh haru.

Jeannie pun menitikkan air mata. Dalam kesempatan itu, dirinya ingin memberitahukan kepada sejumlah tokoh karateka bahwasanya sosok Paman Birin telah memberikan support atau dukungan sejak lama.

“Saya sangat ingat betul. Pada event Kejurnas di Bali, saya mendengar bahwa Paman Birin mendukung kami. Atas izin Paman-lah, kita mulai bangkit lagi,” tandasnya.

Rakernas ini dihadiri PB Lemkari asal Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Timur, Gorontalo, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali dan NTB. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Mako Polda Kalsel Resmi Pindah ke Banjarbaru

BANJARBARU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar upacara perpindahan Markas Komando, Jumat (21/6). Upacara ini ditandai dengan berpindahnya Pataka “Tunggal Dharma Visuda” dari Banjarmasin ke Banjarbaru.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto saat membawa pataka Tunggal Dharma Visuda

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menuturkan, Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto.

“Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi Polda Kalsel dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kinerja kepolisian di wilayah tersebut,” ucapnya.

Pataka “Tunggal Dharma Visuda” yang menjadi simbol kebanggaan Polda Kalsel, diarak dengan penuh kehormatan dari markas lama di Banjarmasin menuju markas baru di Banjarbaru.

“Prosesi pengarakannya melibatkan sejumlah personel kepolisian yang dengan penuh semangat dan disiplin menjalankan tugasnya,” ujarnya lagi.

Kombes Pol Adam Erwindi menyampaikan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto mengatakan kegiatan ini merupakan tradisi perpindahan kantor/markas dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru.

“Dengan upacara ini, menandakan bahwa Polda Kalsel sudah resmi berkantor di Banjarbaru,” ucapnya.

Meskipun kantor sudah berpindah namun ada beberapa Satker yang masih belum pindah ke kantor di Banjarbaru, dikarenakan masih ada gedung yang belum selesai dibangun.

Sedangkan pelayanan masih menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Kapolda menerangkan, bahwa kantor Polda yang lama di Banjarmasin, akan ditempati/dipakai oleh Polresta Banjarmasin sedangkan Mako Polresta Banjarmasin akan digunakan oleh Rumah Sakit Bhayangkara.

Lebih lanjut, dengan berpindahnya Mako Polda Kalsel ke Banjarbaru, akan semakin mudah menjalin kerjasama, koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak sebab, terlebih kedepannya perkantoran perkantoran akan berada di sekitar lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel di Banjarbaru.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto berharap dengan Mako Polda yang baru ini agar seluruh anggota Kepolisian dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan masyarakat pun lebih bisa terlayani dengan adanya Mako Polda baru.

“Perpindahan ini bukan sekadar perubahan lokasi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Acara ini, dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel dan Kapolres/Ta Jajaran Polda Kalsel. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Exit mobile version