2025, Pemprov Kalsel Targetkan Program Opla Rampung

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapat jatah perluasan area tanam pada program optimasi lahan rawa (Opla) yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan), mencapai 100 Ribu Hektare. Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi dan indeks pertanian (IP) secara signifikan sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional melalui Opla.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel Saptono menyampaikan, Kalimantan Selatan menjadi salah satu Provinsi yang dipercaya mendapatkan tugas perluasan area tanam. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi, yang ada di banua ini. Selain perluasan area tanam, pihaknya juga memiliki program optimalisasi lahan, yang dinilai memiliki kesamaan dengan program perluasan area tanam.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel Saptono

“Optimasi Lahan Rawa (Opla) merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam melakukan akselerasi penanganan darurat pangan,” ungkap Saptono, saat ditemui Reporter Abdi Persada FM, di kantornya baru – baru tadi.

Selain meningkatkan produksi padi, Program Optimasi lahan rawa juga ditujukan untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan diwilayah Kalimantan Selatan. Kegiatan optimasi lahan diarahkan untuk menunjang terwujudnya ketahanan pangan dan antisipasi kerawanan pangan. Khususnya Kegiatan optimalisasi lahan.

“Untuk meningkatkan pemanfaatan lahan yang sementara tidak diusahakan, maka optimalisasi lahan sebagai upaya perluasan areal tanam bagi komoditi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan,” lanjut Saptono.

Pihaknya juga menargetkan, pada musim tanam tahun 2025 nanti, seluruh infrastruktur program Opla, akan selesai. Kegiatan ini difokuskan pada perbaikan infrastruktur air dan lahan, melalui pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur. Hasilnya akan menjadikan lahan pertanian produktif melalui penataan sistem tata air dan penataan lahan.

“Tujuan utama dari optimasi lahan rawa adalah optimalisasi lahan yang terintegrasi, dengan upaya peningkatan taraf hidup petani melalui bantuan pengembangan sistem irigasi di lahan rawa, dan komoditas pertanian,” lanjut Saptono.

Dengan adanya program Opla di Kalimantan Selatan, diharapkan dapat menurunkan resiko banjir di Banua ini. Program optimasi lahan rawa akan meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi risiko banjir atau genangan air, yang dapat merusak tanaman pertanian, sehingga keuntungan yang didapat para petani juga akan meningkat. (MRF/RDM/RH)

Rutin Setiap Jumat, BKD Kalsel Adakan Gerobak Sedekah

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel terus rutin mengadakan kegiatan berbagi lewat program gerobak sedekah.

Kepala BKD Kalsel melalui Sekretaris BKD Kalsel, Widarti mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan berbagi kepada sesama yang dilaksanakan pada setiap hari Jumat.

Sekretaris BKD Kalsel, Widarti saat diwawancara

“Kegiatan ini rutin setiap minggunya, dengan berkat kerjasama dan kesadaran serta keikhlasan rekan-rekan BKD Kalsel untuk menyisihkan rezeki dengan cara berbagi kepada sesama,” ucapnya, Jumat (21/6).

Widarti menyampaikan program gerobak sedekah ini juga sebagai rasa syukur kepada sang pencipta yang telah memberikan nikmat serta karunianya dalam bentuk kesehatan jasmani dan rohani untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan satu setengah tahun dan tidak pernah putus kami agendakan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada hari ini BKD Kalsel menyiapkan sebanyak 200 nasi bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat kota Banjarbaru yang beraktivitas di lapangan Murjani atau sekitaran kantor BKD Kalsel.

“Masyarakat pun menyambut baik adanya kegiatan ini dan juga antusias untuk memberikan dukungan terhadap program tersebut,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Taman Budaya Kalsel Gelar Hari Musik 2024

BANJARMASIN – Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Hari Musik se Dunia mulai tanggal 21 – 22 Juni 2024.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, baru-baru tadi mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Musik se Dunia, dengan mengangkat tema “Bergerak Memajukan Musik Dunia” pihaknya sangat mengapresiasi karena Kalimantan Selatan mempunyai musisi dan seniman. Oleh karena itu, pihaknya dalam dua hari ini, menggelar pertunjukan seni musik. Yang dimulai pada Jumat 21 Juni 2024, akan tampil Arzeta Rumah Biola Banjarmasin, kemudian SMPN 3 Banjarmasin (Band), SMKN 4 Banjarmasin (Musik Ansambel) dan bekerjasama dengan DPD PAPPRI Kalsel (Big Boss Band).

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti

“Pertunjukan diisi dari lintas generasi mulai pelajar, dan para penggiat seni musik di Banua yang sudah lama dikenal,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, untuk hari Sabtu 22 Juni 2024 akan tampil Eyau ti Halong dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Kitung Kolaborasi dari Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga Pariwisata Kabupaten Banjar, Harmoni Bambu dari Nada Banua Etnika UPK Banjarmasin dan Purwa Caraka Music Studio Banjarmasin (perfome). Kegiatan dipusatkan di panggung Bakhtiar Sanderta Taman Budaya Kalsel, juga
dapat menonton melalui kanal YouTube Taman Budaya Kalsel.

“Warga dapat menyaksikan langsung secara gratis, dengan menikmati musik sambil nongkrong, karena adanya Bazaar UMKM,” jelasnya

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, perayaan Hari Musik se Dunia, bertujuan untuk semakin mendorong masyarakat lebih banyak mengetahui dan berinteraksi berbagai jenis musik, lagu, serta instrumennya. Mulai dari irama, melodi, dan cara bernyanyi, serta memainkan alat musik. Berbagai genre musik akan ditampilkan pada gelaran tersebut.

“Kami selalu memberi ruang dan mendukung ide karya seniman,” tutupnya. (TAMBUD.KALSEL/NHF/RDM/RH)

Seribu Pohon Lebih, Ditanam Pada Puncak Hari Lingkungan Hidup Di Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memperingati Hari Lingkungan Hidup Se dunia Tahun 2024, di Taman Patih Masih, Jumat (21/6). Kegiatan dipimpin Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Alive Yoesfah love.

“Pada peringatan puncak hari lingkungan hidup sedunia ini, diisi dengan peresmian dan pengukuhan penggerak lingkungan,” ungkap Walikota, kepada sejumlah wartawan.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

Para penggerak inilah, lanjutnya, yang bertugas mengajak masyarakat untuk dapat menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal masing masing.

“Pada puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia ini, dilakukan juga kegiatan penanaman pohon,” ucapnya.

Penanaman pohon, tambah Walikota, dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin sebanyak 1.200 yang disebarkan diseluruh kecamatan di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love menjelaskan, pada puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2024 ini, pihaknya melakukan penanaman pohon, yang disebar seluruh kecamatan di Kota Banjarmasin.

Kepala DLH Kota Banjarmasin Alive Yoesfah love

“Pohon yang ditanam tersebut terbagi berbagai jenis pohon sebanyak seribu dua ratus diantaranya, pohon pelindung dan pohon buah buahan,” jelasnya.

Dengan disebarkannya pohon pohon tersebut diharapkan dapat menambah kawasan hijau di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Peduli Pendidikan, Bank Kalsel Berikan Biaya Pendidikan Santriwati Al Falah Putri

BANJARBARU – Dalam upaya mendukung dunia pendidikan khususnya di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berikan bantuan biaya Pendidikan kepada Santriwati Al Falah Puteri Banjarbaru dengan total sebesar Rp75.130.000 untuk pelunasan infaq sekolah dan biaya daftar ulang kepada 20 santriwati kurang mampu dan yatim piatu, yang tergolong 8 Asnaf di Al Falah Puteri Kota Banjarbaru.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Puteri Kota Banjarbaru, KH. Mukhlis Kaspul Anwar. Turut mendampingi Kepala Bank Kalsel KCP Landasan Ulin dan Staf UPZ Bank Kalsel.

Dalam siaran pers yang diterima Abdi Persada FM pada Jumat (21/6), Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi menyampaikan, bahwa bantuan yang diberikan kali ini berasal dari zakat yang dikumpulkan dari pegawai Bank Kalsel, maupun donator yang menyalurkan zakatnya ke UPZ Bank Kalsel.

“Semoga dengan adanya bantuan ini santriwati kurang mampu dan yatim piatu yang ada di Pondok Pesantren Al Falah Puteri Kota Banjarbaru semakin bersemangat dalam bersekolah dan menjadi anak yang sukses di masa depan,” tegas Fajri.

Pada kesempatan lainnya, Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Puteri Kota Banjarbaru, KH. Mukhlis Kaspul Anwar mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) atas bantuan yang diterima.

“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk para satriwati yang memang memerlukan untuk meneruskan pendidikan Islam di Al Falah Banjarbaru ini. Berharap kedepannya Bank Kalsel terus memberikan manfaat baik dari dunia pendidikan maupun lainnya,” ucap Mukhlis.

Sebagai Informasi, zakat yang dikumpulkan Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) ini disalurkan kembali kepada 8 golongan orang yang berhak menerima zakat. Nasabah bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel.

Adapun untuk rekening zakat, infak dan sedekah di Bank Kalsel Syariah dengan nomor 6500844928 (Zakat) dan 6500846214 (Infak dan sedekah) atas nama Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel. Untuk konsultasi dan konfirmasi transfer bisa melalui WA Center UPZ Bank Kalsel di nomor 0811505153. (ADV-RIW/RDM/RH)

19 Ribu Penerima Manfaat, Terima Program Kurban Berkah BAZNAS

BANJARMASIN – Pelaksanaan ibadah Kurban Berkah BAZNAS Kalsel tahun 2024 telah mencapai puncaknya. Sebanyak 19 ribu penerima manfaat di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan merasakan kebahagiaan Idul Adha dengan menerima hewan kurban yang disalurkan BAZNAS Kalsel.
Penyaluran hewan kurban dilakukan baik secara langsung oleh tim BAZNAS Kalsel maupun melalui kerjasama dengan BAZNAS daerah di Kalsel.

Kegiatan ini berlangsung hingga Rabu (19/6), dengan titik penyaluran utama di Banjarmasin dan beberapa wilayah lainnya.

Para penerima manfaat Kurban Berkah BAZNAS Kalsel

Syafii, salah satu penerima manfaat di Desa Hariyang, Tabalong, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program Kurban Berkah BAZNAS Kalsel.

“Kurban Berkah BAZNAS Kalsel ini lah yang menjadikan kami semua bisa kumpul dan bergotong royong. Rasa kekeluargaan sangat terasa sekali di sini. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak,” ujar Syafii dengan penuh haru.

Miki, seorang mualaf di Desa Sungsum, Balangan, mewakili para mualaf di desanya, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada BAZNAS Kalsel dan para mudhohi yang telah menitipkan hewan kurban bagi mereka.

Selain penyembelihan hewan kurban mudhohi perorangan, baik sapi maupun kambing, BAZNAS Kalsel juga bermitra dengan 10 lembaga, termasuk perbankan, perusahaan pertambangan, travel perjalanan haji, perusahaan jasa pengiriman, Rumah Tahfiz Al Alzhar Al Syarif, Rumah Amal Ukhuwah, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Dalam siaran persnya Jumat (21/6) Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kalsel, Ahmad Rafiie, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan para mitra kepada BAZNAS Kalsel dalam mengelola kurban.

“Setelah ini tugas kami adalah melaporkan hasil pelaksanaan Kurban Berkah BAZNAS Kalsel. Tim panitia sedang mempersiapkan laporan kepada masyarakat dan mitra,” ujar Rafiie.

Ia menekankan komitmen BAZNAS Kalsel untuk selalu transparan dalam pengelolaan dana-dana yang diamanahkan.

“Ini tugas kami menyampaikan apa yang telah kami lakukan pada pengelolaan ZIS di Kalimantan Selatan, khususnya pada momen ini adalah pengelolaan DSKL (Dana Sosial Keagamaan Lainnya) yaitu pelaksanaan kurban. Kendati waktu pelaksanaan di hari H kami juga sudah langsung menyampaikan ke mudhohi penyembelihan hewan kurban dan pembagian dagingnya,” jelas Rafiie. (BAZNASKalsel-RIW/RDM/RH)

Keanekaragaman Meratus Akan Ditampilkan Lewat Meratus Geopark Great Culture Carnival

BANJARBARU – Meratus Geopark Great Culture Carnival akan menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke- 74 Provinsi Kalsel Tahun 2024.

Event menunjukkan seluruh keanekaragaman yang terkandung dalam Geopark Meratus itu akan dilaksanakan pada 20-21 Agustus 2024.

Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Meratus, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, semua yang ada didalam event tersebut sangat penting karena akan menggali semua budaya yang menjadi budaya lokal seperti Dayak ataupun Banjar.

Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Meratus, Hanifah Dwi Nirwana (mic), saat memaparkan kegiatan event Meratus Geopark Great Culture Carnival di Banjarbaru.(foto : BiroAdpim)

“Dua hari itu akan tumpah ruah kebahagiaan, kegembiraan kita untuk memperingati hari jadi sekaligus memperkenalkan keanekaragaman budaya, keanekaragaman biodiversity, keanekaragaman hayati serta geologi,” katanya, usai menghadiri rapat persiapan rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-74, di Banjarbaru, Kamis (20/6).

Menurut Hanifah, event yang bertepatan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV di Banjarbaru itu, juga akan menjadi momentum untuk memviralkan Geopark Meratus yang saat ini tengah diproses sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG).

“Ini juga memang keinginan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, untuk memanfaatkan momentum penyelenggaraan Porwanas. Karena diperkirakan akan ada 4.000 wartawan yang datang ke Kalsel,” ungkapnya.

Event yang bertemakan “Ungkapkan Dengan Sasirangan” tersebut juga akan dibuat semakin meriah dengan pemecahan Rekor MURI pembentangan kain sasirangan sepanjang 5.700 meter.

Hanifah menyebut, aksi tersebut merupakan luapan kegembiraan karena kain Sasirangan sudah dinyatakan sebagai kekayaan indikasi geografis oleh Kemenkumham RI.

Untuk melengkapi event ini juga akan dihadirkan wisata kuliner, gelar kerajinan UMKM, dan Edutalk untuk mengenalkan secara lebih dalam Geopark Meratus.

Meratus Geopark Great Culture Carnival akan mengundang tamu internasional. Mulai dari jejaring Geopark UNESCO, hingga para pengelola Geopark di Indonesia yang sudah terdaftar di UGG.

“Ada 10 Geopark di Indonesia yang sudah terdaftar UGG. Kita ingin mereka membuka stand di event kita untuk berbagi informasi tentang pengembangan dan pengelolaan geopark di Indonesia khususnya yang sudah mendapat status dari UNESCO,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Gelar Seleksi KIM Terbaik Tingkat Provinsi

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar seleksi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) terbaik tingkat Provinsi Tahun 2024, Kamis (20/6).

Suasana Seleksi KIM Terbaik Tingkat Provinsi Kalsel 2024

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Diskominfo Provinsi Kalsel, Banjarbaru ini diikuti oleh 7 peserta KIM dari berbagai kabupaten yang sebelumnya telah mengikuti seleksi administrasi.

Kepada sejumlah wartawan Juri KIM dari praktisi media televisi, Syaifudin mengatakan, pihaknya mengapresiasi para peserta KIM karena telah mempresentasikan profil dan program dari KIM wilayahnya masing-masing dengan semangat dan maksimal.

Juri KIM Tingkat Provinsi Kalsel, Syaifudin saat diwawancara (tengah)

“Perlu dibanggakan dari penyampaian peserta dimana kesadaran masyarakat akan informasi, yang mana mereka mengelola informasi untuk menggali potensi daerah kemudian disampaikan ke masyarakat dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya KIM ini potensi wilayah atau desa bisa lebih dikembangkan lagi sehingga dapat memajukan daerah khususnya Provinsi Kalimantan Selatan.

“Mudahan akan semakin banyak tumbuh KIM didaerah lainnya, dimana informasi sangat diperlukan bukan hanya bagian dari masyarakat di kota melainkan juga masyarakat di desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, penilaian yang diambil dari seleksi KIM ini dilihat dari potensi desa secara keseluruhan dan menambahkan kreasi informasi pengetahuan wawasan masyarakat desa.

“Dari seluruh peserta semuanya memenuhi harapan, dan kami pastikan akan memilih dari semua yang terbaik untuk mewakili kalsel ke nasional nanti,” katanya.

Untuk diketahui, 7 KIM yang masuk tahap presentasi dan wawancara tersebut diantaranya KIM Jika Maka, KIM Kunang-Kunang dari Kab. Tabalong, KIM Tiwingan Lama dari Kabupaten Banjar, KIM Rancah Mampulang dari Kab. Balangan, KIM Karang Rejo, Banyu Irang, dan Tirta Jaya dari Kab. Tanah Laut. (BDR/ RDM/RH)

Beragam Benda Koleksi dipamerkan Museum Wasaka Kalsel Melalui Pameran Temporer

BANJARMASIN – Untuk memperkenalkan beragam benda-benda koleksi peninggalan bersejarah di Kalimantan Selatan, Museum Wasaka menggelar Pameran Temporer.

Pemaparan materi tentang pengenalan Museum oleh Slamet triyanto, dalam Belajar Bersama di Museum

Kepada wartawan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, usai pembukaan pada Kamis (20/6) mengatakan, Pameran Temporer ini bekerjasama dengan Museum Kayuh Baimbai kota Banjarmasin, Museum Candi Agung dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Museum Rakyat Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Museum Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin dan Komunitas Wasaka, gelaran dilaksanakan selama enam hari, sejak 20 – 25 Juni mendatang.

Foto bersama

“Kami ingin Pameran Temporer tidak hanya memperkenalkan dan mempublikasikan kepada generasi muda, tetapi dapat dimanfaatkan untuk rekreasi, interaksi baik sesama pengunjung dan komunitas di Banua,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Arry Risfansyah menyampaikan, selama Pameran Temporer berlangsung pihaknya menggelar Belajar Bersama di Museum selama tiga hari tanggal 20, 21 dan 24 Juni, bagi peserta didik dari 6 sekolah, yakni SMA PGRI 1, SMAN 5, SMKN 3, SMKN 5, SMA DAN SMK Sabilal Banjarmasin, satu sekolah diikuti 30 siswa dan siswi, dengan menghadirkan narasumber Slamet triyanto.

“Kita juga gelar Lomba Drama Petilan Perjuangan tanggal 21 dan 22 Juni malam Jam 19.00 WITA. Sedangkan Lomba Mewarnai untuk anak usia 7 – 8 tahun pada Minggu 23 Juni 2024, kegiatan dipusatkan di halaman Museum Wasaka Kalsel, Jalan Kampung Kenanga Ulu Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara,” jelasnya

Lebih lanjut Arry menambahkan, untuk kegiatan Belajar Bersama di Museum ini dimaksudkan, generasi muda dapat semakin melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada di Kalimantan Selatan, agar dikenal masyarakat secara luas. Para peserta didik tidak hanya diberikan materi tentang pengenalan Museum secara umum, tetapi melihat langsung berbagai benda-benda koleksi peninggalan bersejarah.

“Mereka mengunjungi ke stand-stand Pameran Temporer, ke pandai besi, dan pengumpangan, serta ke Museum Wasaka Kalimantan Selatan,” tutupnya

Untuk diketahui, Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pameran Temporer, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, didampingi Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, dan jajaran Museum Wasaka Disdikbud Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Besok Polda Kalsel Resmi Bermarkas di Banjarbaru

BANJARBARU – Seluruh anggota Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) akan berkantor di Markas Komando (Mako) Polda Kalsel yang baru di Banjarbaru.

Peristiwa penting ini akan ditandai dengan Upacara Pemindahan Pataka Polda Kalsel “Tunggal Dharma Visuda” dari Mako Polda lama di Banjarmasin ke Mako Polda baru di Banjarbaru.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, upacara pemindahan ini dijadwalkan berlangsung Jumat 21 Juni 2024, dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto, dihadiri Wakapolda, Irwasda dan Pejabat Utama Polda Kalsel.

“Pemindahan ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Polda Kalsel, Pataka Tunggal Dharma Visuda, yang selama ini menjadi simbol kehormatan dan semangat juang Polda Kalsel akan diarak dari markas lama ke markas baru,” ungkap Adam.

Pemindahan pataka tersebut, sebagai bagian dari serangkaian prosesi seremonial yang telah dipersiapkan dengan matang.

“Pemindahan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan fasilitas yang lebih modern dan lokasi yang lebih strategis di Banjarbaru, pihanya berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Upacara pemindahan markas ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat infrastruktur dan efisiensi operasional di wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Dengan pemindahan ini, seluruh kegiatan operasional Polda Kalsel akan resmi dilaksanakan di Mako Polda yang baru, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk mendukung tugas tugas kepolisian.

“Semoga dengan adanya markas baru ini, Polda Kalsel dapat semakin optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Adam. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Exit mobile version