Gema Maulid Malam ke 31, Memperdalam Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW

BANJARMASIN – Memasuki hari ke 31 Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriyah, yang dilaksanakan pada Jumat (4/10) di Mahligai Pancasila Banjarmasin, berhadir Habib Ali Assegaf sebagai pengisi tausiah seputar kelahiran dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Pada acara tersebut, lantunan syair salawat burdah oleh Grup Maulid Raudhatul Jannah Desa Jambu Burung Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar, beserta pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa oleh Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin dari Gambut, Kabupaten Banjar, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, mewarnai Gema Maulid yang didengarkan oleh ratusan warga dari berbagai penjuru, termasuk warga Desa Kiram Atas Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, melalui Direktur RSUD Moch Ansari Saleh, Among Wibowo menyampaikan, Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriyah, bukan hanya sebagai ajang menjalin silaturahmi tetapi juga momentum untuk meraih keberkahan dan sebagai kesempatan memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur RSUD Moch Ansari Saleh, Among Wibowo

“Terimakasih atas kehadiran jamaah Gema Maulid 40 Malam yang sudah memasuki hari ke-31 ini,” ungkap Among.

Among menambahkan, kegiatan keagamaan seperti Gema Maulid ini, dan berbagai kegiatan lainnya memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, toleransi, dan gotong royong ditengah masyarakat, dengan terus mendorong hal tersebut akan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga religius.

“Gubernur Paman Birin berdoa, dari kegiatan ini, semua mendapat keberkahan dan kemuliaan dari Allah SWT, serta bisa menteladani sifat-sifat mulia Rasulullah dan mendapatkan syafaatnya nanti di hari kiamat,” tutup Among.

Sementara itu, dalam tausyiahnya Habib Ali Assegaf menyampaikan, bahwa memperingati kelahiran Rasulullah tidak selalu dalam bulan rabiul awal saja, tapi di luar bulan kelahiran itu pun, kapan saja sangat baik. Dijelaskan tentang keistimewaan yang diberikan kepada Rasulullah pada hari kiamat nanti, salah satunya sebagai umat pertama yang masuk surga.

Habib Ali Assegaf

“Hal itu dikarenakan keutamaan Rasulullah, yang memiliki teladan yang baik untuk manusia dan semua kebaikan dan keindahan ada dalam dirinya,” ungkap Habib Ali.

Dijelaskan lagi tentang niat dan tekad yang luar biasa kuat dalam hal beribadah kepada Allah SWT, di luar ibadah-ibadah wajib. Teladan lain yang patut dicontoh dari diri Rasulullah adakah sifat rendah hati atau tidak merendahkan orang lain.

“Pesan penting lain adalah pentingnya menjaga penampilan atau cara belajar pakaian sesuai tuntunan Rasulullah. Karena penampilan seseorang ujar Habib Ali, adalah cerminan akhlak orang tersebut,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Kolaborasi dengan IKORGI Gelar Baksos di SMAN 2 Banjarmasin

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, berkolaborasi dengan Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI) menggelar Bakti Sosial di SMAN 2 Banjarmasin, pada Senin (7/10)

Kepada sejumlah wartawan, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto di sela kegiatan mengatakan, bakti sosial ini dalam bentuk Pengabdian Masyarakat SINI VII Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI) dengan mengangkat tema tentang “Penanganan Karies Gigi pada Remaja”, guna memberikan edukasi cara merawat gigi sejak dini dan persiapan memasuki sekolah lanjutan seperti ke TNI/Polri/ dan Kedinasan.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, saat diwancara

“Kami berupaya menurunkan angka karies gigi terurama yang masih usia remaja,” ucapnya

Disampaikan Teguh yang juga sebagai Ketua IKORGI Kalsel, bakti sosial di SMAN 2 Banjarmasin telah diikuti 1400 peserta didik, kemudian setelah dilakukan skrining ada sekitar 100 orang lebih siswa siswi kelas XI dan XII diberikan tindakan seperti menambal gigi dan penanganan saluran akar. Terkait jumlah dokter menangani untuk kegiatan ini, ada sebanyak 250 dokter terdiri dari dokter gigi spesialis dan dokter gigi umum.

“Gelaran ini kita juga bekerjasama dengan FKG ULM dan PDGI Kalsel,” jelasnya

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Banjarmasin Mukeniansyah menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi gelaran ini merupakan kedua kali oleh RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel. Sebelum bakti sosial para peserta didik kelas XI dan XII diberikan penyuluhan melalui Zoom Meeting yang diikuti dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Dimana, untuk mengetahui berbagai macam penyebab penyakit gigi, bahaya kalau dibiarkan gigi berlubang dan penanganan gigi setelah diberikan tindakan oleh dokter gigi.

Kepala SMAN 2 Banjarmasin Mukeniansyah, memberikan komentarnya

“Gelaran dipusatkan di Aula SMAN 2 Banjarmasin,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Cabor Renang NPC Kalsel Raih Medali Emas Pertama Untuk Banua di Peparnas 2024 di Solo

SOLO – Cabang olahraga Renang Atlet National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil menyumbangkan medali emas pertama, untuk Banua di Peparnas Tahun 2024 di Solo.

Pelatihan Para Renang NPCI Kalsel Djuhriannoor mengatakan, pihaknya tentu bersyukur atas raihan medali emas dan perak untuk atlet renang NPC Kalsel ini.

Pelatih Para Renang NPC Kalsel Djuhriannoor

“Tentu kami bersyukur telah menyumbangkan medali emas untuk Provinsi Kalimantan Selatan, di Peparnas Solo ini,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Senin (7/10).

Atlet renang NPC yang berhasil meraih medali emas atas nama Rafli pada kategori gaya dada 100 meter.

Tidak hanya berhasil menyumbangkan medali emas untuk Kalsel, cabor renang ini juga menyumbangkan medali perak, yang diraih Ansari pada kategori gaya bebas 400 meter.

“Hari ini Renang NPC kalsel telah menyumbangkan dua medali yaitu emas dan perak,” ucapnya.

Djuhriannoor berharap, prestasi kedua atlet renangnya tersebut, dapat diikuti oleh atlet NPC lainnya yang bertanding di Peparnas Tahun 2024 di Solo ini, dapat memberikan prestasi terbaiknya. (SRI/RDM/RH)

Empat Pimpinan DPRD Kalsel Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Supian HK Kembali Jabat Ketua

BANJARMASIN – Empat orang pimpinan definitif DPRD Provinsi Kalimantan Selatan masa jabatan tahun 2024-2029 melakukan pengambilan sumpah dan janji pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel yang dilaksanakan pada Senin, (7/10).

Suasana Pengambilan Sumpah Janji Pimpinan DPRD Kalsel Masa Jabatan 2024-2029

Legislator dari Fraksi Partai Golkar, Supian HK, yang notabene merupakan Ketua DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan tahun 2019-2024, kembali didaulat menjadi Nakhoda Perwakilan Rakyat “Rumah Banjar” masa jabatan tahun 2024-2029.

Menyusul, menduduki jabatan sebagai wakil ketua, yang pertama Kartoyo dari Fraksi NasDem, kedua Muhammad Alpiya Rakhman dari Fraksi Gerindra, dan yang ketiga Desy Oktavia Sari dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Ketiganya merupakan pendatang baru di “Rumah Banjar.”

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Kalsel yang sudah memberikan kepercayaan kepada para pimpinan. Ia juga mengajak seluruh anggota DPRD Provinsi Kalsel untuk bahu-membahu memberikan kontribusi terbaik.

“Dengan terlaksananya pengucapan sumpah atau janji yang sudah disaksikan bersama tadi, maka pimpinan DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan tahun 2024 – 2029 mulai memasuki masa tugas yang diwajibkan untuk memimpin lembaga DPRD yang diamanahkan oleh rakyat Kalsel untuk lima tahun yang akan datang,” ujar Supian HK.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, mengucapkan selamat kepada pimpinan definitif DPRD Provinsi Kalsel yang baru saja diambil sumpah dan janji yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin, Gusrizal.

“Momentum pengucapan sumpah janji pimpinan DPRD Provinsi Kalsel masa jabatan tahun 2024-2029 ini, merupakan bagian penting dalam proses demokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan di Kalsel. Di bawah kepemimpinan baru ini, semoga kolaborasi antar legislatif dan eksekutif semakin kuat,” ujar Paman Birin, sapaan akrab Sahbirin Noor. (ADV-NRH/RDM/RH)

Gema Maulid 40 Malam Salah Satu Bukti Cinta Kepada Nabi SAW

BANJARMASIN – Gema Maulid 40 Malam menjadi salah satu bukti kecintaan Umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Organisasi, Galuh Tantri Narindra saat pelaksanaan malam ke-32 kegiatan Gema Maulid 40 Malam di Gedung Mahligai Pancasila pada Sabtu (5/10).

Kepala Biro Organisasi, Galuh Tantri Narindra membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Sahbirin menjelaskan melalui acara ini diharapkan dapat semakin meningkatkan ketakwaan umat Islam kepada Allah SWT dan memperkuat rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

“Terimakasih kepada ratusan jamaah yang telah berhadir dalam Gema Maulid 40 Malam ini,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan, Penceramah, Profesor Abdul Hafiz Anshari dalam tausiyahnya. Menurutnya, bukti cinta kepada Nabi SAW adalah dengan mengikuti Nabi SAW yaitu dengan menghidupkan sunnahnya.

Prof A Hafiz Anshari menyampaikan tausiyah di malam 32 Gema Maulid 40 Malam

“Balasan terhadap orang yang mengikuti Nabi SAW adalah surga,” terangnya.

Untuk diketahui, malam ke 32 Gema Maulid 40 Malam dimulai dengan pembacaan Sholawat Barzanji oleh grup Maulid Jaassurur dari Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Muhammad Rosyadi.

Turut hadir pada malam ke 32 Gema Maulid ini, antara lain pejabat, karyawan dan karyawati SKPD lingkup Pemprov Kalsel diantaranya Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Badan Riset dan Inovasi Daerah, Biro Kesra dan RSUD Ansari Saleh. (NRH/RDM/RH)

Gema Maulid 40 Malam, Tingkatkan Kualitas SDM Kalsel

BANJARMASIN – Tidak terasa, Gema Maulid 40 Malam yang digagas Gubernur, Sahbirin Noor, sudah hampir memasuki babak akhir. Sejak dimulai pada 4 September lalu, jemaah dari berbagai lokasi di Kalsel selalu memenuhi gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin setiap malamnya. Termasuk pada Minggu (6/10) malam, atau pada malam ke-33.

Sepekan jelang berakhirnya Gema Maulid 40 Malam, gedung Mahligai Pancasila dipenuhi warga dari kota Banjarmasin dan sekitarnya, serta dari Anjir, Barito Kuala. Termasuk dari kalangan ASN lingkup Pemprov Kalsel. Yakni dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Disdukcapil, Dinas ESDM, Biro Administrasi Pembangunan dan dari RSJ Sambang Lihum.

Saat mewakili Gubernur, Sahbirin Noor sebagai tuan rumah kegiatan pada malam ke-33, Pjs Bupati Hulu Sungai Tengah sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalsel, Farid Fakhmansyah mengatakan, bahwa Gema Maulid 40 Malam ini sejalan dengan visi misi Gubernur, untuk meningkatkan kualitas SDM di Kalsel.

Pjs Bupati HST (kiri) saat mewakili Gubernur Kalsel sebagai tuan rumah Gema Maulid malam ke-33

“Paman Birin sengaja memilih bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW untuk menggelar kegiatan keagamaan ini. Tujuannya agar jemaah dari mencontoh akhlak dari manusia paling mulia yang pernah dilahirkan ke dunia,” jelasnya.

Farid menyampaikan pepatah lama yang menegaskan keputusan untuk melaksanakan Gema Maulid ini. Yakni memiliki rencana satu tahun, maka tanamlah padi. Jika memiliki rencana 10 tahun, maka tanamlah pohon. Dan jika memiliki rencana 100 tahun, maka didiklah manusia.

“Penting bagi kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalsel, dengan kegiatan keagamaan seperti yang dilaksanakan malam ini,” tutupnya.

Tidak lupa, Farid Fakhmansyah mewakili Gubernur juga berterima kasih dengan kehadiran seluruh jemaah meramaikan Gema Maulid, dan memohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam pelayanan.

Hadir memberikan tausiyah pada malam ke-33 ini, pimpinan Majelis Ta’lim Nurul Ikhwan Alalak Barito Kuala, Tuan Guru Abdullah Sani. Sementara ayat – ayat suci Al-Qur’an dilantunkan Qoriah, Robiatul Adawiyah dan sholawat okeh grup Maulid Habsyi Raudhatul Mustofa dari Kelayan B Banjarmasin. (RIW/RDM/RH)

Gelar Pelantikan dan Mukerwil, Paman Birin Harap ISNU Kalsel Terus Bersinergi dengan Pemda Tingkatkan SDM

BANJARMASIN – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalimantan Selatan menggelar acara Pelantikan Pimpinan Wilayah ISNU dan Pimpinan Cabang ISNU Kabupaten/Kota Masa Khidmat 2024-2029 di salah satu hotel di Banjarmasin, Jum’at (4/10).

Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang ISNU Kabupaten/Kota di Kalsel tersebut dilantik oleh Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Musa didampingi Ketua Tanfidizah PWNU Kalsel sekaligus Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Thamrin.

Diketahui, Zainal dilantik sebagai Ketua PW ISNU Kalsel Masa Khidmat 2024-2029. Kemudian acara dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang dibuka oleh Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Musa.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, menyampaikan sebagai organisasi yang mewadahi para intelektual dan sarjana Nahdlatul Ulama, ISNU memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan-tantangan sosial, ekonomi dan pendidikan di era modern saat ini.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat, seperti kemiskinan, ketimpangan akses pendidikan, pengangguran dan lain sebagainya, ISNU diharapkan mampu menjadi pionir dalam menciptakan solusi-solusi yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berakar pada kearifan lokal dan ajaran agama Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin,” tuturnya.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki potensi besar di berbagai bidang termasuk pendidikan, ekonomi, maupun budaya. Namun Kalsel juga dihadapkan pada tantangan, seperti upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Disinilah, lanjut Paman Birin, peran ISNU sangat diperlukan sebagai wadah kaum intelektual untuk memberikan sumbangsih nyata bagi peningkatan kualitas SDM dan mempercepat pembangunan daerah yang berbasis pada keadilan dan kesejahteraan.

“Saya yakin dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki oleh para pengurus ISNU, saudara-saudara dapat membawa perubahan positif, tidak hanya di lingkungan warga Nahdliyyin, tetapi juga bagi masyarakat luas,” terangnya.

Paman Birin juga berharap, ISNU dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi dan organisasi masyarakat lainnya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di masa yang akan datang. (NRH/RDM/RH)

Tekan Inflasi, Dinas PKP Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah Awal Oktober

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mengadakan gerakan pangan murah di halaman Kantornya di Banjarbaru, Jum’at (4/10).

Kabid Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalsel Saptono menyampaikan, Kegiatan Pangan Murah ini diharapkan dapat menurunkan angka inflasi yang dinilai mengalami kenaikan diatas angka nasional pada September lalu.

Kabid Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalsel Saptono (Kanan)

“Kegiatan ini bertujuan untuk pengendalian inflasi dan memberikan harga murah bagi masyarakat sekitar,” ungkap Saptono.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kalsel dengan harga yang terjangkau. Apalagi Inflasi di Kalsel selama bulan September mengalami kenaikan sebesar 1,98 persen atau lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 1,4 persen.

“Kegiatan ini dilakukan untuk stabilisasi pangan dan memberikan harga murah bagi masyarakat,” lanjut Saptono.

Gerakan pangan murah (GPM) dijadikan salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi di banua Kalimantan Selatan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memperoleh pangan murah.

“Beberapa komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, telur, gula, dan lain-lain dijual dengan harga di bawah pasar selama gerakan pangan murah ini berlangsung,” ungkap Saptono.

Dirinya juga meyakini, gerakan pangan murah seperti ini juga dapat meningkatkan pendapatan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta para petani lokal. Beberapa komoditas holtikultura seperti sayuran, cabai, dan makanan olahan hasil para petani dan pelaku UMKM pun dipromosikan selama kegiatan ini

“Terlihat selama GPM antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi,” tutup Saptono.

Ketua III Bidang Penguatan dan Ketahanan Keluarga TP PKK Kalsel, Sukmawati

Sementara itu, Ketua III Bidang Penguatan dan Ketahanan Keluarga TP PKK Kalsel, Sukmawati menyampaikan, TP PKK Kalsel turut mensukseskan kegiatan pangan murah dengan melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat. (MRF/RDM/RH)

Gema Maulid 40 Malam Diharapkan Jadi Identitas Religius di Kalsel

BANJARMASIN – Gelaran Gema Maulid 40 Malam diharapkan dapat menjadi sebuah identitas Religius di Kalimantan Selatan.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang dibacakan Direktur Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kalsel Yuddy Riswandhy Noora, pada Kamis (3/10) malam mengatakan, dalam gelaran Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriah hari ke 30 yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, momentum ini sebagai identitas religius melalui kegiatan keagamaan yang secara masif dan berkelanjutan, dan akan menjadi kekuatan spiritual bagi masyarakat di Banua.

Direktur RSJ Sambang Lihum Kalsel Yuddy Riswandhy, saat memberikan sambutan

“Gelaran ini mencerminkan betapa besar kecintaan masyarakat Banjar terhadap Rasulullah SAW,” ucapnya

Sementara itu, Tuan Guru Muhammad Noval Rosyad menyampaikan, peringatan Maulid ini adalah usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berharap mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat. Dimana sebagai Kalsel Babussalam artinya daerah yang diberkahi dan dilimpahi rahmat dari Allah SWT.

Tuan Guru Muhammad Noval Rosyad menyampaikan tausiah

“Gema Maulid ini merupakan syiar Islam yang harus terus hidup di tengah masyarakat Banua,” tutupnya

Turut Hadir para ASN lingkup Pemprov Kalsel diantaranya Dinas Pendidikan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, Badan Kepegawaian Daerah, Biro Hukum, Biro Perekonomian dan Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kalsel serta masyarakat dari Jalan Sultan Adam kota Martapura.

Untuk diketahui, Gema Maulid 40 Malam 1446 H hari ke 30 diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menghadirkan penceramah Tuan Guru Muhammad Noval Rosyad, pembacaan syair Maulid Habsyi dari group Al Ikhlas Pemurus Dalam Pal 7, dan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Rusdiansyah, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila. (NHF/RDM/RH)

DPRD Provinsi Kalsel Terima Kunjungan DPRD Kabupaten Jembrana

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan rombongan anggota DPRD Kabupaten Jembrana dalam rangka studi komparasi dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas kedewanan.

Rombongan DPRD Kabupaten Jembrana yang dipimpin oleh Adrimin disambut hangat Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Dirham Zain didampingi Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kalsel, Muhammad Andri Yuzhar beserta jajarannya di ruang rapat H Ismail Abdullah lantai 4 gedung B DPRD Kalsel, Kamis (3/10).

Anggota DPRD Kalsel, Dirham Zain mengungkapkan ada tiga tema utama yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, yakni tentang optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), rencana kerja DPRD, dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Ketiga-tiganya sudah kita berikan masukan serta pandangan,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Jembrana, Adrimin, menyampaikan bahwa ada tiga komisi yang kali ini bertandang ke DPRD Kalsel, yakni komisi I, Komisi II dan Komisi III.

Adrimin mengaku dirinya mendapatkan banyak masukan dalam peraturan tersebut, meskipun bahwa ada perbedaan jumlah APBD antara pihaknya di Kabupaten dan Provinsi Kalsel.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan, waktu dan masukan yang telah diberikan. Hasil pertemuan ini dapat menjadi bahan masukan bagi kami,” terangnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version