Gema Maulid 40 Malam, Tingkatkan Kualitas SDM Kalsel
Suasana gedung Mahligai Pancasila saat Gema Maulid malam ke-33
BANJARMASIN – Tidak terasa, Gema Maulid 40 Malam yang digagas Gubernur, Sahbirin Noor, sudah hampir memasuki babak akhir. Sejak dimulai pada 4 September lalu, jemaah dari berbagai lokasi di Kalsel selalu memenuhi gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin setiap malamnya. Termasuk pada Minggu (6/10) malam, atau pada malam ke-33.
Sepekan jelang berakhirnya Gema Maulid 40 Malam, gedung Mahligai Pancasila dipenuhi warga dari kota Banjarmasin dan sekitarnya, serta dari Anjir, Barito Kuala. Termasuk dari kalangan ASN lingkup Pemprov Kalsel. Yakni dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Disdukcapil, Dinas ESDM, Biro Administrasi Pembangunan dan dari RSJ Sambang Lihum.
Saat mewakili Gubernur, Sahbirin Noor sebagai tuan rumah kegiatan pada malam ke-33, Pjs Bupati Hulu Sungai Tengah sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalsel, Farid Fakhmansyah mengatakan, bahwa Gema Maulid 40 Malam ini sejalan dengan visi misi Gubernur, untuk meningkatkan kualitas SDM di Kalsel.

“Paman Birin sengaja memilih bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW untuk menggelar kegiatan keagamaan ini. Tujuannya agar jemaah dari mencontoh akhlak dari manusia paling mulia yang pernah dilahirkan ke dunia,” jelasnya.
Farid menyampaikan pepatah lama yang menegaskan keputusan untuk melaksanakan Gema Maulid ini. Yakni memiliki rencana satu tahun, maka tanamlah padi. Jika memiliki rencana 10 tahun, maka tanamlah pohon. Dan jika memiliki rencana 100 tahun, maka didiklah manusia.
“Penting bagi kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalsel, dengan kegiatan keagamaan seperti yang dilaksanakan malam ini,” tutupnya.
Tidak lupa, Farid Fakhmansyah mewakili Gubernur juga berterima kasih dengan kehadiran seluruh jemaah meramaikan Gema Maulid, dan memohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam pelayanan.
Hadir memberikan tausiyah pada malam ke-33 ini, pimpinan Majelis Ta’lim Nurul Ikhwan Alalak Barito Kuala, Tuan Guru Abdullah Sani. Sementara ayat – ayat suci Al-Qur’an dilantunkan Qoriah, Robiatul Adawiyah dan sholawat okeh grup Maulid Habsyi Raudhatul Mustofa dari Kelayan B Banjarmasin. (RIW/RDM/RH)
