BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin berpesan, agar atlet Nasional Paralimpik Comite (NPC) Banua, yang bertanding di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Solo, dapat bertanding dengan bahagia.
Pesan ini disampaikan gubernur, melalui Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Diauddin, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.
Plt Kadispora Kalsel Diauddin
“Gubernur Kalimantan Selatan memiliki slogan bekerja dengan bahagia, maka diminta kepada seluruh atlet NPC yang bertanding di Peparnas Solo, dapat bertanding dengan bahagia,” ungkap Diauddin.
Dengan begitu prestasi yang dihasilkan dapat dengan maksimal diperoleh.
“Para atlet diminta untuk terus semangat berjuang dengan sepenuh hati, serta berjuang dengan bahagia, agar semuanya dapat dengan mudah diperoleh,” ujarnya.
Dalam ksempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap, prestasi atlet NPC Banua yang bertanding di Peparnas Tahun 2024 di Solo, bisa samai prestasi atlet Kalsel di PON Aceh dan Sumut lalu.
“Prestasi yang diraih Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan di PON lalu cukup membanggakan,” ucapnya.
Sehingga, tambah Diauddin, diharapkan prestasi yang sama juga dapat diraih oleh para atlet NPC yang saat ini sudah berada di Solo untuk mengikuti Peparnas Tahun 2024.
“Dispora Kalsel meminta doa dan dukungan dari masyarakat di Banua, untuk keberhasilan capaian prestasi dari atlet NPC Provinsi Kalimantan Selatan di Peparnas Tahun 2024 di Solo ini,” ucap Diauddin. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Bank Kalsel berkomitmen terus memberikan pelayanan maksimal kepada nasabah setia Bank Kalsel, khususnya masyarakat Kalimantan Selatan. Hal ini ditunjukkan dengan prestasi yang diraih Bank Kalsel, menjadi juara ke-2 (dua) pada ajang Frontliner Championship BPDSI 2024 di Jakarta Selatan, September 2024 lalu. Penghargaan diserahkan langsung Sekjen ASBANDA dan Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin kepada Juara 2 Customer Service Bank Kalsel, Aida Maulina Rahmah, dengan didampingi Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor, serta disaksikan seluruh pendukung yang berhadir.
Suasana saat perwakilan Customer Service Bank Kalsel mendapatkan penghargaan juara 2
Sebelumnya, dalam pelaksanaan tersebut terdapat 17 (tujuh belas) Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia yang telah mengirimkan perwakilannya. Kompetisi yang mengangkat tema “Service to Sell” ini, bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan frontliner, yang terdiri dari satpam, teller, dan customer service kedepannya. Seluruh peserta juga telah mengikuti pembekalan secara online dari Dewan Juri pada 3-5 September 2024.
Adapun materi yang disampaikan seperti, service excellence, handling complaint, serta keterampilan public speaking dan presentasi. Pada kompetisi itu, para peserta melalui beberapa tahap dan dinilai berdasarkan bobot di masing-masing bidang. Seperti penilaian roleplay maksimal bobot sebesar 50 persen, kemudian untuk penilaian presentasi bobot maksimal 30 persen, dan penilaian tes kompetensi maksimal bobotnya 20 persen.
Selanjutnya, 3 (tiga) peserta dengan nilai tertinggi akan mengikuti tes tambahan berupa quick response dalam menentukan Juara 1, 2 dan 3.
Perwakilan Customer Service Bank Kalsel, Aida Maulina Rahmah berhasil melewati seluruh rangkaian tes dan menjadi salah satu dari tiga finalis terbaik, yang kemudian mengantarkannya pada posisi juara ke-2 (dua).
Dalam rilisnya, pada awal Oktober 2024, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih perwakilan Customer Service Bank Kalsel, Aida Maulina Rahmah.
“Keberhasilan perwakilan Customer Service Bank Kalsel dalam meraih Juara ke-2 (dua) pada ajang ini adalah bukti nyata bahwa Insan Bank Kalsel memiliki kualitas dan kemampuan pelayanan yang luar biasa. Prestasi ini tidak hanya membanggakan Bank Kalsel, tetapi juga mengukuhkan komitmen Bank Kalsel untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh nasabah. Bank Kalsel juga berharap dengan pencapaian ini, dapat memotivasi seluruh Insan Bank Kalsel untuk terus meningkatkan kompetensi dan dedikasi dalam melayani masyarakat,” ujar Fachrudin.
Menanggapi kemenangannya, Aida Maulina Rahmah mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga atas doa dan dukungan dari Seluruh Insan Bank Kalsel, teman dan khususnya orang tua.
“Saya merasa sangat terhormat dan bersyukur bisa mewakili Bank Kalsel dalam kompetisi ini, serta dapat meraih Juara 2 (dua) kategori Customer Service. Prosesnya sangat menantang, terutama dalam menghadapi tes-tes yang membutuhkan keterampilan dan konsistensi dalam service excellence dan public speaking. Saya juga berterima kasih kepada tim dan manajemen Bank Kalsel yang telah memberikan doa dan dukungan penuh. Prestasi ini saya dedikasikan untuk Bank Kalsel dan seluruh rekan-rekan yang selalu memberikan semangat,” tutupnya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Dengan diumumkannya penganugerahan Kalsel Inovation Award (KIA) 2024 pada berbagai kategori, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, berhasil meraih juara pertama dengan inovasi “One Landscape Kalimantan Selatan” yang dilakukannya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan Hanifah Dwi Nirwana mengucapan terimakasih yang tak terhingga kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Lomba inovasi yang dilaksanakan melalui Badan Riset Dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang diikuti seluruh SKPD lingkup Kalsel ini menjadikan SKPD-nyq semangat dalam merancang dan melaksanakan inovasi baru agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas lagi kepada masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana
“One Landscape ini berupa suatu pelayanan kepada kabupaten – kota, kepada masyarakat, dalam hal perizinan dalam menyusun kajian lingkungan hidup strategis, serta penyediaan data – data yang dapat diakses secara luas,” ungkap Hanifah, usai pengumuman penganugerahan KIA di Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (3/10) tadi.
Dengan adanya inovasi ‘One Landscape’ menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel juga memiliki cara bagaimana Kabupaten – Kota dapat berbagi data yang sama, sehingga diharapkan informasi mengenai bagaimana pembangunan lingkungan hidup bisa diakses dengan mudah.
“Dan kami bisa memberikan pelayanan dengan luas kepada masyarakat,” lanjut Hanifah.
Ditambahkan Hanifah, melalui ‘One Landscape’ pihaknya sudah mulai melakukan pencegahan sisi perencanaan yang lebih awal, terkait dampak – dampak yang akan timbul dilingkungan akibat suatu kegiatan.
“Hal ini dapat dimitigasi melalui analisis dari sumber – sumber data yang akurat dan data yang penting,” tutupnya.
Untuk diketahui, pada penganugerahan Kalsel Inovation Award 2024, juara pertamanya diraih Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, juara kedua Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Kalsel dengan Inovasi ‘sistem informasi dan pemantauan evaluasi PBJ (Simanteb)’, dan juara ketiga Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel dengan Inovasi ‘tropical Rain Forest Education’. (MRF/RDM/RH)
BANJARBARU – Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik, Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop Pembudayaan Masyarakat Beraktivitas Fisik Agar Sehat dan Bugar Tahun 2024 yang bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Rabu (2/10).
Foto bersama usai pembukaan workshop
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari 2-3 Oktober ini diikuti oleh peserta dari TP PKK Provinsi dan 13 Kabupaten/Kota di Kalsel serta persatuan Dharma Wanita Kalsel.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Nurul Ahdani usai membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini, ia menekankan pentingnya olahraga sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan dan kebugaran masyarakat.
Plt. Kepala Dinkes Provinsi Kalsel, Nurul ahdani (kanan) didampingi Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina (kiri)
“Kegiatan seperti ini dapat mendorong masyarakat Kalsel agar lebih aktif berolahraga guna mencegah berbagai penyakit, sehingga diharapkan melalui WhatsApp ini kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat seiring dengan membudayakan olahraga sebagai gaya hidup,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurul juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat
“Program ini adalah bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat dan terus diimplementasikan di tingkat daerah,” ucap Nurul.
Sementara itu, Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina menjelaskan bahwa tujuan utama dari workshop ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya berolahraga kepada masyarakat, Menurutnya, TP PKK sebagai salah satu ujung tombak di masyarakat diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan edukasi tentang pentingnya aktivitas fisik di lingkungan mereka.
“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini para peserta bisa menularkan semangat hidup sehat dan bugar kepada masyarakat di wilayah masing-masing,” kata Susi.
Susi menambahkan, selain penyampaian materi dari para narasumber, peserta juga mendapatkan pengetahuan mendalam terkait berbagai aspek kesehatan dan olahraga termasuk cara-cara sederhana untuk memulai kebiasaan hidup sehat di tengah aktivitas sehari-hari.
“Peserta juga diharapkan dapat meneruskan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari serta mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kesehatan melalui olahraga,” pungkasnya. (BDR/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Riset Dan Inovasi Daerah (BRIDA) menyelenggarakan penganugerahan Kalsel Innovation Award (KIA) dan Karya Tulis Ilmiah, yang dilaksanakan digedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (3/10). Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel, Adi Santoso.
Adi menyampaikan, kegiatan ini adalah salah satu upaya bersama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi daerah untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik, dan menjadi langkah baru dalam mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan, serta untuk meningkatkan kinerja yang profesional. Menilik mundur kebelakang, era reformasi membawa banyak perubahan terutama dalam sikap kritis masyarakat terhadap Pemerintahan, terutama peningkatan kualitas pelayanan publik serta tuntutan akan kemudahan memperoleh data dan informasi.
“Seiring dengan perkembangan waktu dan kemajuan teknologi digitalisasi yang berkembang saat ini, maka aparatur pemerintah wajib merespon dan menyesuaikan serta melakukan pembenahan pada seluruh aspek kegiatan pembangunan,” ungkap Adi.
Ia menambahkan, sebuah inovasi memerlukan kreatifitas, baik dalam pemikiran, pengembangan teknologi dan selanjutnya mencari solusi penyelesaian yang tepat. karena itu inovasi lahir dari insan-insan yang berpikir maju dan haus akan perubahan.
“Kita yakin Daerah ini (Kalsel) kaya akan sumber daya manusia yang berpotensi, selain itu sumber daya alam yang kita miliki juga memberi kesempatan untuk menciptakan terobosan-terobosan baru yang dapat membawa banua menjadi lebih maju,” lanjutnya.
Tak lupa, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor turut mengajak seluruh pihak agar dapat berkolaborasi, baik pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong lahirnya inovasi baru.
“Kita harapkan lahirnya inovasi-inovasi baru tersebut dapat memaksimalkan tujuan yang dicapai sekaligus memberikan banyak kemudahan, terutama layanan yang dampaknya bersentuhan langsung dengan masyarakat luas,” tutup Adi.
Untuk diketahui, juara pertama KIA 2024 lingkup Pemprov Kalsel yaitu “One Landscape Kalimantan Selatan” dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), juara pertama dari Kabupaten/kota yaitu “Aplikasi Bisa (Boejasin Information System And Application)” Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin dari Kabupaten Tanah Laut, dan Juara pertama dari Masyarakat umum Juragan Sayur dan Buah dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Lab K3) di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel, hngga Triwulan III ini berhasil capai pendapatan hingga 73,2 Persen.
Salah satu pegawai Lab K3 sedang melakukan pengujian
Kepada Abdi Persada FM Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Disnakertrans Kalsel Noorlianisyah, ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (3/10) mengatakan, untuk pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja pada perusahaan saat ini pihaknya telah berhasil mencapai pendapatan sebesar Rp1,8 miliar dari target Rp2,5 miliar. Adapun perusahaan yang dilayani tersebar di Kabupaten dan Kota, serta lintas Provinsi yakni Kalimantan Tengah.
Kepala Lab K3 Disnakertrans Kalsel Noorlianisyah
“Kita upayakan dengan SDM dan peralatan yang dimiliki Lab K3, akan tercapai target hingga akhir tahun 2024 mendatang,” ucapnya
Disampaikan Noorliansyah, untuk penguji lapangan sekarang ada 4 tim, dari tahun sebelumnya 3 tim. Dimana, tergantung dari paramater yang diminta perusahaan. Terkait promosi di Media Sosial tetap terus dilakukan karena berdampak besar, terbukti setiap tahun selalu mengalami kenaikan, untuk permintaan pelayanan pengujian di Perusahaan.
“Bentuk pelayanan berupa pengujian dibidang iklim kerja, pencahayaan, kebisingan dan getaran seluruh tubuh. Kemudian kualitas udara baik didalam serta luar ruangan, juga lingkungan perusahaan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Lomba Paduan Suara Tingkat SMA Sederajat dan Perguruan Tinggi se Kalsel.
Setelah di hari pertama, Rabu (2/10), ada 18 Kelompok Panduan Suara Tingkat SMA Sederajat bertanding, kini di hari kedua, Kamis (3/10), giliran 8 Kelompok Perguruan Tinggi se Kalsel yang berlaga di Lomba Paduan Suara tersebut.
Para peserta menyanyikan lagu wajib yaitu lagu Mars Perpustakan Nasional dan Mars Kearsipan Indonesia dan satu lagu pilihan yang bertemakan lagu daerah Nusantara atau lagu Banjar di hadapan tiga juri.
Penampilan Tim Padus ULM
Alhasil, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil meraih juara pertama lomba paduan suara tingkat Perguruan Tinggi se Kalsel.
Didampingi Keyboardis, Henry Rahman Hakim, Ketua Bidang Paduan Suara ULM, Nur Azzahra mengatakan pihaknya bangga dapat meraih juara pertama lomba paduan suara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan lomba sekitar satu bulan.
“Selama satu bulan itu, hampir setiap hari kami latihan paduan suara, jadi seminggu itu 4 sampai 5 kali kami latihan,” jelasnya.
Kelompok Padus ULM yang beranggotakan 18 orang termasuk Dirigen dan Keyboardis itu membawakan lagu pilihan berjudul Mana Lolo Banda dari Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Perwakilan STIA Amuntai, Rusmawardi mengatakan pihaknya tetap merasa gembira meraih juara harapan dua pada lomba ini. Ia mengaku pihaknya sudah menampilkan yang terbaik dan semua berkat kerja keras, latihan dan dukungan berbagai pihak.
“Sebelumnya kami mengikuti proses seleksi terlebih dahulu dan terpilih 26 orang. Kemudian kami latihan selama satu minggu,” terangnya.
Penampilan Tim Padus STIA Amuntai
Adapun nama-nama pemenang lomba paduan suara tingkat perguruan tinggi se Kalsel yang diselenggarakan Dispersip Kalsel yaitu Juara 1 Universitas Lambung Mangkurat, Juara 2 Kemenkes Poltekes, Juara 3 Politeknik Negeri Banjarmasin. Sedangkan Juara Harapan 1 Universitas Sari Mulia, Juara Harapan 2 STIA Amuntai dan Juara Harapan 3 Universitas Borneo Lestari. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) Tatib DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sudah merampungkan pembahasan tatib dengan teliti dan cermat, baik dari pasal kepasal maupun tambahan dari tatib tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Pansus Tatib DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, usai rapat pansus, Rabu (2/10).
”Alhamdulillah, pembahasan Tatib yang tersisa sudah selesai setelah beberapa kali rapat pansus dilakukan, kini tinggal sinkronisasi dengan Kementerian Dalam Negeri,” ucapnya.
Suasana Rapat Internal Pansus Tatib DPRD Kalsel
Gusti Iskandar berharap koreksi dari Kementerian Dalam Negeri ini tidak terlalu substansial, sehingga dalam waktu dekat tatib bisa segera paripurnakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pada pekan depan.
Ia juga menjelaskan jumlah pasal dibahas pada mulanya sekitar 190, namun setelah dikoreksi pansus hanya berkisar 160 pasal.
”Ada beberapa pasal didrop oleh pansus tatib terutama menyangkut pasal pemilihan Gubernur, itu bukan tanggungjawab DPRD, tapi ada peraturan perundang undangan yang mengatur bahwa penyelenggaranya KPU,” jelasnya.
Menurut Gusti Iskandar, DPRD sifatnya menyesuaikan, kalau ada kekosongan jabatan Gubernur, maka DPRD menyesuaikan dengan peraturan perundang undangan, jadi DPRD tidak membentuk panitia, seleksi maupun lainnya, tapi lebih kepada kewenangan KPU.
Menyangkut Penjabat Gubernur maupun Bupati, Iskandar mengemukakan bahwa DPRD mempunyai kewenangan mengajukan tiga nama calon Pejabat, termasuk Kemendagri, sedangkan untuk Bupati, selain DPRD, Gubernur juga Kemendagri.
Rapat pansus tatib DPRD Kalsel juga diikuti Seketaris Dewan Muhammad Jaini dan Kabag Persidangan Andri Yuzhar beserta jajarannya. (ADV-NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Tanah merah di komplek perkantoran Gubernur di Banjarbaru, menjadi saksi bisu dilaksanakannya prosesi peletakan batu pertama, pembangunan kantor KPU dan Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis (3/10). Peletakan batu pertama dilakukan langsung Gubernur, Sahbirin Noor diikuti Ketua DPRD Provinsi, Supian HK, Tuan Guru Muhammad Wildan Salman, Ketua KPU Provinsi, Andi Tenri Sompa serta Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel, Aries Mardiono.
Gubernur Kalsel saat melakukan peletakan batu pertama
Turut menyaksikan peletakan batu pertama ini, unsur Forkopimda Provinsi atau yang mewakili, serta para tamu dan undangan yang hadir. Termasuk Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan dan jajarannya.
Kepada wartawan usai peletakan batu, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu, mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur akan membawa kebahagiaan kepada masyarakat. Apalagi jika bangunan dimaksud, memberikan banyak manfaat kepada urang Banua.
“Termasuk kantor KPU dan Bawaslu ini. Karena dua lembaga penyelenggara pemilu ini, memfasilitasi masyarakat untuk memenuhi hak dan kewajibannya pada bidang politik,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Solhan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, mengungkapkan, pembangunan dua kantor lembaga penyelenggara pemilu ini, akan menghabiskan anggaran hampir 90 miliar rupiah.
“Untuk kantor KPU kita anggarkan 46 miliar rupiah, dan kantor Bawaslu sekitar 43 miliar rupiah,” rincinya.
Kedua kantor ini, dibangun di lahan komplek perkantoran Gubernur di Banjarbaru, tepatnya di lokasi sekitar Gelora Paman Birin untuk kantor KPU Provinsi, dan dekat kantor ATR/ BPN untuk Bawaslu Provinsi Kalsel.
“Kantor KPU dibangun di atas lahan seluas satu hektar, sedangkan Bawaslu di lahan seluas kurang lebih setengah hektar,” tambahnya.
Solhan juga memastikan, bahwa pembangunan dua kantor ini akan dimulai pada 2025 mendatang, dan ditargetkan selesai pada tahun yang sama.
“Untuk konsep, akan mengikuti aturan di komplek perkantoran Gubernur. Yaitu bangunan tidak melebihi 4 lantai, dan bentuk bangunan harus mengandung unsur budaya Banjar,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, yang dirangkai dengan budaya Baayun Maulid, Kamis (3/10).
Acil Odah didampingi Paman Birin turut merasakan langsung prosesi baayun maulid
Peringatan yang digelar di halaman Museum Lambung Mangkurat, di Banjarbaru, dihadiri pula oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Raudhatul Jannah (Acil Odah)
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur akrab disapa Paman Birin dan Acil Odah, bahkan turut merasakan langsung baayun sembari diiringi lantunan syair-syair maulid.
Paman Birin menilai budaya yang berasal dari Kabupaten Tapin ini, sangat penting untuk dilestarikan. Sebab selain mengambil berkah dari kemuliaan Nabi Muhammad SAW, Baayun Maulid juga terkandung harapan agar anak yang diayung mendapat kebaikan dalam menempuh kehidupan.
“Kita harus terus melestarikan seni, budaya dan tradisi islam yang ada di masyarakat Kalimantan Selatan, termasuk Baayun Maulid,” katanya.
Menurut Paman Birin, melalui kegiatan ini masyarakat terutama generasi muda bisa lebih mengenal dan mewarisi nilai-nilai budaya banjar. Sehingga tradisi yang dilaksanakan setiap bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini tidak punah oleh zaman.
“Saya mengharapkan kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran guna memperteguh keimanan kepada Allah SWT dan kesungguhan dalam mencintai junjungan nabi besar Muhammad SAW,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, tidak lupa Paman Birin juga sangat mengapresiasi persiapan yang dilakukan pihak museum dalam gelaran budaya tahunan ini.
“Saya sangat senang hari ini. Persiapan dari pihak panitia sangat bagus,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan jumlah peserta tahun ini berjumlah hampir 300 orang.
Peserta paling muda tercatat berusia 1 bulan 12 hari, sedangkan paling tua usia 76 tahun 10 bulan. Peserta paling jauh berasal dari luar Kalsel, yakni dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
“Alhamdulillah keinginan masyarakat untuk melestarikan budaya terus bertambah, semoga akan terus meningkat lagi di tahun berikutnya,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)