28 April 2026

Hadiri Peringatan Hari BIK 2025, Ini Harapan Gubernur Muhidin Untuk Inklusi Keuangan Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menyatakan dukungan penuh terhadap program literasi dan inklusi keuangan yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Kalsel. Program ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penguatan pemahaman dan pengelolaan keuangan sejak usia dini.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan, peningkatan literasi keuangan menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Banua.

Menurutnya, masyarakat yang cerdas mengelola keuangan akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin (ditengah)

“Pemprov Kalsel mendukung penuh inisiatif OJK dan Bank Kalsel dalam memperluas literasi serta inklusi keuangan di semua lapisan masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara bijak,” ujarnya Jumat (31/10)

Muhidin menyampaikan, melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, pihaknya akan memperkuat edukasi pengelolaan keuangan pribadi di sekolah-sekolah. Pemerintah daerah juga berkomitmen memfasilitasi kemudahan pembukaan rekening bagi para siswa, agar budaya menabung bisa dimulai sejak dini.

Tak hanya itu, Pemprov Kalsel juga berencana memperluas kerja sama dengan Tim Penggerak PKK dan Gerakan Pramuka, guna menanamkan nilai-nilai kemandirian serta perencanaan keuangan di kalangan keluarga, dan generasi muda.

“Sinergi dengan berbagai pihak ini penting agar gerakan literasi keuangan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Muhidin.

Foto bersama

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang diselenggarakan serentak secara nasional. Bertujuan
menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, serta mendorong masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan layanan keuangan formal.

“Kami ingin masyarakat semakin bijak dan mandiri dalam mengelola keuangan, dengan memanfaatkan produk dan layanan dari lembaga keuangan yang resmi. Dengan begitu, risiko penipuan dan kerugian akibat investasi ilegal dapat dihindari,” jelas Agus.

Agus juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terutama dalam memperluas akses dan edukasi keuangan bagi pelajar serta masyarakat umum.

“Kolaborasi antara OJK, Bank Kalsel, dan Pemprov Kalsel dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” tutup Agus

Puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2025 di Kalimantan Selatan digelar di Aula Ukhuwah Banjarmasin, dengan mengusung tema “Menabung Itu Keren, Wujudkan Mimpi Sejak Sekarang.” Kegiatan ini diisi dengan agenda, seperti edukasi pengelolaan keuangan sejak dini serta pembukaan rekening baru Bank Kalsel bagi kalangan pelajar. (NHF/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.