Tindaklanjuti Tuntutan PMII Kalsel, DPRD Panggil Perusahaan Terindikasi ODOL

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar audiensi bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalsel, membahas penegakan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalsel Nomor 3 Tahun 2012, tentang Angkutan Hasil Tambang dan Hasil Perusahaan Perkebunan, Senin, (15/9/) siang.

Audiensi yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, ini turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah, beserta anggota, Kepala Dinas Perhubungan Kalsel M. Fitri Hernadi, serta Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Dr. M. Fahri Siregar, dan jajaran.

Ketua DPRD Kalsel didampingi Ketua Komisi III DPRD Kalsel

Agenda ini merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa PMII Kalsel pada Kamis, (14/8) lalu. Saat itu, mahasiswa mendesak DPRD menegakkan perda dengan menutup perusahaan tambang dan perkebunan sawit yang melanggar aturan, menindak tegas perusahaan pelanggar, serta melakukan pengawasan penuh.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel

Ketua PKC PMII Kalsel, Muhammad Maulana, dalam forum ini kembali menegaskan tuntutan tersebut. Menurutnya, masih banyak truk batubara maupun angkutan sawit yang melintas di jalan umum meski perda telah melarang, sehingga membahayakan keselamatan masyarakat.

“Perda Provinsi Kalsel Nomor 3 Tahun 2012 telah melarang, tapi faktanya banyak truk angkutan batubara maupun angkutan kelapa sawit masih bebas melintas di jalan raya,” jelasnya

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, menyatakan komitmen legislatif, untuk memperkuat fungsi pengawasan. Ia menegaskan DPRD bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan lebih tegas dalam menegakkan perda demi keselamatan masyarakat.

Supian HK juga menambahkan, DPRD Kalsel akan menjadwalkan rapat lanjutan dengan mengundang perusahaan-perusahaan yang diduga masih terindikasi ODOL (over dimension over load). Hal ini, katanya, untuk mendapatkan kejelasan serta komitmen langsung dari perusahaan agar mematuhi aturan.

“Melalui RDP ini, DPRD Kalsel berharap lahirnya langkah konkret dalam penanganan pelanggaran angkutan tambang dan sawit, sekaligus memperkuat sinergi antara legislatif dan mahasiswa dalam mengawal perda agar benar-benar berjalan sesuai tujuan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Panen Papuyu, Pemkab Banjar Dorong Inovasi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali melaksanakan panen raya ikan Papuyu (Betok) di kolam milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdatan) Tabulihin, Kecamatan Karang Intan, Senin (15/9).

Hasil panen dari kolam Pokdakan Tabulihi.(foto : MC Kab Banjar)

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi inovasi Intan Sikapayu (Inovasi Tangguh Sinergi Kampung Ikan Papuyu) yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar.

Pj Sekda Banjar Ikhwansyah, menyampaikan, ikan Papuyu memiliki nilai ekonomi tinggi, apalagi jika dikembangkan menjadi produk olahan seperti kerupuk, nugget, maupun abon.

“Inilah yang menunjukkan besarnya potensi ikan papuyu dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, panen kali ini menjadi bukti nyata keberhasilan masyarakat Karang Intan dalam mengembangkan sektor perikanan berbasis kearifan lokal. Selain itu, keberadaan kawasan khusus budidaya ikan papuyu juga diharapkan mampu menjaga kelestarian hayati sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

“Pemkab Banjar akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan bibit unggul, pelatihan manajemen, hingga membuka akses pasar yang lebih luas. Harapan kita, hasil panen yang melimpah ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menyediakan protein hewani yang terjangkau dan berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah Hartani menyebut, waktu panen tahun ini lebih cepat dibanding sebelumnya, yakni hanya enam bulan masa pemeliharaan.

“Tahun lalu hasil panen mencapai 1,59 ton dari 20 ribu benih dengan nilai jual sekitar Rp113 juta dari modal awal Rp60 juta. Kali ini, dari 15 ribu benih, diperkirakan menghasilkan sekitar 1,3 ton,” jelasnya.

Sipliansyah menambahkan, seluruh modal budidaya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan melalui DKPP dan dikelola langsung kelompok pembudidaya. Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat atau kelompok yang ingin mengembangkan budidaya papuyu untuk belajar langsung ke dinas.

“Kami menginginkan ikan Papuyu tidak hanya menjadi ikon lokal, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Komitmen Bina Atlet Berprestasi, Wagub Kalsel Tinjau Latihan Atlet Gulat dan Panjat Tebing

BANJARMASIN – Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI), sekaligus Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, melakukan peninjauan latihan atlet kedua cabang olahraga tersebut, di kawasan Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Sabtu (13/9) sore.

Hasnuryadi menyampaikan, kunjungan ini menjadi simbol komitmen baru dalam mendorong pembinaan atlet secara serius, terstruktur, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga berdialog dengan pelatih dan pengurus, serta para atlet.

“Pada saat meninjau latihan ini, kami melihat langsung semangat para atlet, baik yang sudah berprestasi maupun calon bintang masa depan,” ucapnya.

Ketua PGSI dan FPTI Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

Dikatakan Hasnuryadi, pemantauan latihan ini sebagai langkah awal untuk membangun sinergi, menyatukan visi demi kemajuan olahraga di Kalsel.

Sebagai Ketua PGSI Kalsel, lanjutnya, kolaborasi semua pihak, mulai dari pengurus, pelatih, hingga dukungan orang tua atlet. Sehingga kedepannya, pihaknya dapat menghadirkan program pembinaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami hadir bukan hanya sebagai pejabat, tapi sebagai bagian dari keluarga besar PGSI, yang mendengarkan aspirasi para tokoh gulat yang sudah lama berjuang, sehingga kedepannya dapat bersama menyusun program yang solid serta membuahkan prestasi,” tutur Hasnuryadi lebih lanjut.

Dikatakannya, olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana membentuk generasi muda yang sehat, kuat, dan berkarakter.

“Olahraga ini sejalan dengan visi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan SDM unggul,” ujar Hasnuryadi.

Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga meninjau latihan atlet panjat tebing Kalsel yang tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX di Semarang, Jawa Tengah.

Hasnuryadi berharap, cabor gulat serta panjat tebing dapat meningkatkan pembinaan kedepannya. Dengan begitu, pihaknya optimis Kalsel dapat melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

“Insya Allah, dengan kerja sama semua pihak, olahraga di Kalsel, baik gulat maupun panjat tebing, akan kembali menjadi kebanggaan daerah,” ucap Hasnuryadi.

Hasnuryadi juga berpesan kepada seluruh atlet, bahwa prestasi penting, namun keselamatan, sportivitas, serta menjaga persatuan dan kesatuan tetap menjadi prioritas utama. (SRI/RIW/RH)

Peringati Harhubnas 2025, Insan Perhubungan Kalsel Gelar Bakti Sosial di PPRSLU Budi Sejahtera

BANJARBARU – Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2025, insan perhubungan di Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru, pada Kamis (11/9).

Suasana kegiatan bakti sosial

Kegiatan ini melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, KSOP Kelas I Banjarmasin, BPTD Kelas II Kalimantan Selatan, Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, KSOP Kelas II Kotabaru Batulicin, KSOP Kelas III Satui, serta UPP Kelas III Kintap.

Kegiatan ini menyasar 110 klien panti dengan menyalurkan berbagai bingkisan berisi kebutuhan pribadi yang bermanfaat untuk menunjang keseharian mereka.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin sekaligus Koordinator Bakti Sosial Harhubnas Provinsi Kalsel 2025, Hendaviny Kartomo mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian insan perhubungan terhadap masyarakat, khususnya para lanjut usia.

“Bakti sosial ini menjadi wujud nyata semangat Hari Perhubungan Nasional, bahwa insan perhubungan tidak hanya hadir di sektor transportasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujarnya.

Hendaviny menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat sinergi antar-instansi perhubungan di Kalimantan Selatan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Semoga dengan program ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para lansia, dan jajaran perhubungan di Kalimantan Selatan dapat terus menjalankan tugas serta fungsinya dalam mewujudkan keselamatan transportasi untuk Banua,” harapnya.

Sementara itu, Kepala PPRSLU Budi Sejahtera, Hairun Nisa, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan insan perhubungan kepada para klien di panti.

“Alhamdulillah, para klien sangat antusias atas kunjungan dan bakti sosial yang dilakukan hari ini, mereka serasa menemukan keluarga baru,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Targetkan PAD 408 Juta Rupiah, BBTPH Andalkan Produksi Lima Unit Benih

BANJARBARU – Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, menargetkan pemasukan sebesar Rp408.750.000 sebagai kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Target ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan benih unggul sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah.

Kepala BBTPH Provinsi Kalsel, Sigid Sarsanto, mengungkapkan bahwa target tersebut diperoleh melalui produksi dan penjualan benih unggul yang dihasilkan BBTPH, kemudian disalurkan kepada petani melalui Unit Produksi Benih (UPB) yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala BBTPH Provinsi Kalsel, Sigid Sarsanto

Selama tiga tahun terakhir, target PAD ini selalu berhasil dicapai bahkan sering melampaui angka yang ditetapkan. Tahun ini, realisasi pemasukan sudah mencapai sekitar 50 hingga 55 persen per September dan masih terus berjalan.

“Kami optimistis hingga akhir tahun realisasi pendapatan akan melampaui target yang telah ditetapkan. Selain berkontribusi pada PAD, keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kalsel,” ungkap Sigid, baru – baru ini.

Lebih lanjut, Sigid menjelaskan, bahwa BBTPH Kalsel memiliki lima UPB yang menjadi ujung tombak penyediaan benih unggul di lapangan. UPB tersebut memiliki spesialisasi sesuai komoditas yang diproduksi.

UPB Batu Tungku di Kabupaten Tanah Laut fokus memproduksi benih palawija seperti kedelai dan kacang tanah. UPB Pabahanan di Kabupaten Tanah Laut, UPB Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar, dan UPB Binuang di Kabupaten Tapin fokus pada produksi benih padi.

Selain empat UPB tersebut, terdapat satu UPB di Sungkai yang secara khusus memproduksi benih hortikultura seperti buah-buahan dan sayuran.

“Keberadaan UPB ini sangat penting untuk menjamin pasokan benih unggul yang bermutu. Dengan ketersediaan benih yang baik, petani dapat meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi ketergantungan pada benih dari luar daerah, serta menjaga kualitas hasil panen,” lanjut Sigid.

BBTPH juga aktif memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani, mulai dari cara menanam hingga pemeliharaan, sehingga benih yang diproduksi dapat memberikan hasil optimal.

Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mendorong petani untuk lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan benih secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan benih yang disalurkan bukan hanya banyak secara jumlah, tetapi juga berkualitas dan sesuai kebutuhan petani. Dengan demikian, produktivitas pangan di Kalsel bisa terus meningkat dan mendukung program pemerintah menekan inflasi pangan,” tutup Sigid.

Dengan strategi ini, BBTPH Kalsel tidak hanya berperan sebagai penyedia benih, tetapi juga sebagai salah satu penggerak pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. (MRF/RIW/RH)

Gelar Workshop SISKAP, Dispar Kalsel Rumuskan Strategi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Workshop Analisis Kekuatan dan Peluang Pariwisata (SISKAP) yang dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata 13 kabupaten/kota, serta sejumlah pemangku kepentingan seperti PHRI, ASITA, HPI, ASPPERWI, ASTINDO, ASPPI, dan Akademi Pariwisata Nasional Banjarmasin, bertempat di salah satu hotel berbintang pada Kamis (11/9).

Foto : sumber Humas Dispar Kalsel

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, diwakili Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Muhammad Noor menyampaikan, sektor pariwisata merupakan salah satu pilar penting pembangunan daerah. Selain berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pariwisata juga berperan dalam pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, serta promosi potensi daerah.
Mengingat Kalsel memiliki kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang luar biasa.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Muhammad Noor, saat diwancara

“Kita harus mengelola secara sinergis, unggul, dan bertanggung jawab, agar mampu menarik lebih banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara dan meningkatkan lama tinggal mereka di Banua,” katanya.

Disampaikan Muhammad Noor, workshop ini bertujuan untuk memaksimalkan promosi potensi pariwisata Kalsel, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, serta mengenalkan destinasi wisata unggulan sebagai upaya mendukung pertumbuhan perekonomian mikro maupun makro. Kegiatan ini juga memetakan, kajian, dan perumusan strategi agar pengembangan serta pemasaran pariwisata lebih terarah, efektif, dan berdaya saing.

“Tantangan pariwisata ke depan semakin kompleks dengan adanya perubahan tren wisata, persaingan antar destinasi, hingga tuntutan wisata berkelanjutan. Karena itu, diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kerjasama dan Kemitraan Pariwisata Dispar Kalsel, Abdul Karim Zaidan menegaskan, bahwa Kalsel memiliki potensi pariwisata luar biasa, terutama dengan hadirnya UNESCO Global Geopark Meratus. Dimana ini harus terus dikembangkan dengan dukungan kabupaten/kota. Beberapa strategi promosi telah dilakukan, baik nasional maupun internasional, salah satunya melalui kerja sama dengan Provinsi Bali.

“Kerja sama ini sudah menunjukkan dampak positif, misalnya kunjungan wisatawan yang bermalam selama tiga malam di Kalsel. Mereka berwisata ke Loksado, menikmati keindahan Sungai Barito dengan kapal pinisi, serta berkunjung ke CBS sebagai pusat oleh-oleh di Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Selain itu, Kalsel juga menjalin kerja sama dengan Brunei, Malaysia, dan Filipina melalui forum BIMP-EAGA. Pertemuan lanjutan akan digelar untuk memperkuat promosi pariwisata Banua.

“Ke depan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kalsel semakin meningkat, terlebih dengan adanya penerbangan internasional Kalsel–Malaysia yang diharapkan mampu menjadi pintu masuk wisatawan ke Banua,” tutupnya. (DISPARKALSEL-NHF/RIW/RH)

Ketua DPRD Kalsel Pimpin Rapur, Bahas 5 Raperda Strategis

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Paripurna pada Kamis, (11/9), di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Gedung DPRD Provinsi Kalsel, Banjarmasin.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, mewakili Gubernur Muhidin.

Agenda rapat paripurna mencakup penjelasan dari Komisi II DPRD Kalsel terkait Raperda Penyelenggaraan Perdagangan, serta penjelasan dari Komisi IV DPRD Kalsel mengenai Raperda Penyelenggaraan Kesehatan.

Selain itu, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman juga menyampaikan penjelasan pemerintah daerah atas tiga Raperda. Yakni Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemprov pada Bank Kalsel, serta Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Dalam penyampaiannya, Komisi II DPRD Kalsel melalui Sekretaris Komisi II, Jahrian menjelaskan, urgensi Raperda Penyelenggaraan Perdagangan. Disebutkan bahwa perdagangan merupakan salah satu sektor penopang utama perekonomian Banua, namun masih menghadapi tantangan struktural.

Sekretaris Komisi II, Jahrian, saat memberikan sambutan

“Saat ini masih ketergantungan pasokan barang pokok dari luar daerah, lemahnya sistem logistik, hingga kondisi pasar tradisional yang belum sepenuhnya memadai,” ungkapnya

Sementara itu, Komisi IV DPRD Kalsel melalui anggota Komisi IV, Yadi Mahendra, menyampaikan penjelasan mengenai Raperda Penyelenggaraan Kesehatan. Raperda ini dipandang perlu, karena kerangka hukum sebelumnya dinilai tidak lagi sepenuhnya selaras dengan perkembangan regulasi terbaru, khususnya Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. (ADV-NHF/RIW/RH)

Syukuran Panen Padi BAMARA, Kota Banjarmasin Berhasil Lampaui Target Tanam

BANJARMASIN – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) melaksanakan Rembuk Tani dan Syukuran Panen Padi BAMARA bersama masyarakat Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kamis (11/09). Panen padi secara simbolis dilakukan langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin.

Yamin menyampaikan, rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan panen padi BAMARA yang menjadi bukti nyata ketahanan pangan di Kota Banjarmasin.

“Kita bersyukur bisa berkumpul bersama para petani untuk syukuran panen padi sekaligus rembuk tani,” ungkap Yamin, kepada sejumlah wartawan.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan arahannya

Yamin menjelaskan, dari total luas wilayah Banjarmasin 98,46 kilometer persegi, lahan pertanian mencapai sekitar 2.609 hektar.

“Dari target tanam padi 1.782 hektar oleh Kementerian Pertanian, kita berhasil mencapai lebih dari 1.900 hektar,” ucapnya.

Yamin mengatakan, pentingnya menjaga Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) pertanian, dukungan infrastruktur, penyediaan bibit, pupuk serta kebutuhan lain agar para petani dapat terus produktif.

Pemko Banjarmasin, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk mendukung keberlanjutan pertanian di kota ini.

“Kita akan koordinasikan semua pihak untuk pengairan, kita akan berkoordinasi dengan Balai Sungai, sedangkan terkait infrastruktur pertanian akan kita usulkan ke Kementerian PUPR. Ini penting karena lahan pertanian kita berada di bawah permukaan air laut, sehingga sangat sensitif terhadap banjir dan genangan,” tutur Yamin.

Selain itu, tambahnya, Pemko Banjarmasin juga mendorong agar pertanian di Banjarmasin dapat lebih produktif dengan mencoba pola tanam lebih dari satu kali dalam setahun.

“Saat ini panen padi di Banjarmasin rata-rata hanya sekali setahun. Ke depan, kita akan coba inovasi agar bisa dua kali, bahkan tiga kali dalam setahun, meskipun untuk tahap awal hanya di beberapa titik lahan tertentu,” ujarnya.

Oleh karen itu, Wali Kota Banjarmasin, Yamin menyampaikan apresiasi kepada para petani yang tetap konsisten menjaga dan merawat lahan pertaniannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Yuliansyah menjelaskan, pada musim tanam ini, petani menanam sebanyak 1.944 hektar, dengan prediksi hasil panen sebesar 10 ribu ton lebih.

“Sehingga, total secara keseluruhan rata rata di kawasan pertanian di Kota Banjarmasin, dapat menghasilkan produk sebesar 5,5 ton per hektar,” ucapnya.

Kegiatan rembuk tani ini sendiri, menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah, stakeholder, dan para petani, sekaligus momentum memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan di Kota Banjarmasin.

Hadir pada rembug tani dan syukuran panen padi Bamara di Sungai Lulut Dalam, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Neli Listriani, Dandim 1007/Banjarmasin, Kolonel Inf Sigit Purwoko, seluruh Kepala SKPD, jajaran Forkopimda serta kelompok tani setempat. (SRI/RIW/RH)

Komisi I DPRD Kalsel, Apresiasi Anjungan di TMII, Juara 1 Nasional dan Ramah Disabilitas

JAKARTA – Anjungan Kalimantan Selatan (Kalsel) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tampil semakin representatif, dengan berbagai fasilitas baru yang ramah bagi semua kalangan. Kini tersedia lift khusus penyandang disabilitas, toilet inklusif, hingga ruang laktasi yang nyaman bagi pengunjung.

Suasana kunjungan ke Anjungan TMII

Selain mengutamakan aksesibilitas, anjungan ini juga memperhatikan kelestarian lingkungan melalui penerapan teknologi resapan biopori. Dengan lubang sedalam dua meter, sampah organik yang bercampur air hujan dapat terurai menjadi kompos, sekaligus meningkatkan daya serap air guna mencegah genangan.

Alhasil, anjungan Kalsel berhasil meraih penghargaan sebagai Anjungan Terbaik 1 se-Indonesia dalam ajang Pradana Nitya Budaya TMII Award 2025. Penghargaan ini diberikan pada perayaan HUT ke-50 TMII, 20 April 2025 lalu.

Atas semua capaian itu, Komisi I DPRD Kalsel menyampaikan apresiasi, saat kunjungan terkait aset milik Pemprov Kalsel pada selasa (9/9) pagi.

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat menilai, prestasi itu menambah kebanggaan masyarakat Banua. Anjungan Kalsel mampu meraih juara pertama. Kini anjungan juga semakin ramah disabilitas dengan adanya lift dan toilet khusus.

Rais juga meninjau progres pembangunan dermaga miniatur pasar terapung yang tengah dikerjakan. Menurutnya, ikon khas Banua itu diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung.

“Dengan adanya miniatur pasar terapung, kami optimistis wisata budaya Kalsel akan lebih dikenal secara luas. Fasilitas ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus media promosi budaya Banua di tingkat nasional,” ucapnya.

Lebih jauh, Rais menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan keberlanjutan pengelolaan aset daerah. Anjungan ini bukan hanya simbol, tetapi wajah Kalimantan Selatan di tingkat nasional.

“Kami akan terus memberi perhatian agar pengelolaannya berjalan baik dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Banua,” tambahnya.

Sementara itu, Rahimi selaku staf penelaah kebijakan Anjungan Kalsel, menyampaikan apresiasi atas perhatian dari Komisi I DPRD Kalsel. Ia menilai dukungan tersebut dapat memacu pengelola untuk terus berinovasi.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Prestasi juara 1 yang diraih menjadi motivasi agar Anjungan Kalsel semakin dikenal dan dicintai masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Pimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-64 di Tabalong, Muhidin: Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa

TABALONG – Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kalimantan Selatan, Muhidin, memimpin Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-64 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Halaman Pendopo Bersinar Pembataan, Tabalong, Rabu (10/9) pagi.

Apel peringatan ini turut dihadiri Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel, Fathul Jannah Muhidin, Mabicab Tabalong Noor Rifani, Ketua Kwarcab Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, Ketua Kwarcab se-Kalimantan Selatan, unsur Forkopimda Tabalong, serta Mabiran dan Kwaran se-Tabalong.

Puncak peringatan diawali dengan penampilan kesenian yang memeriahkan suasana. Diantaranya atraksi Drumband PDBI Tabalong Gema Nada Smanta, penampilan Kolosal Pramuka Garuda, atraksi Kuntau, serta Tarian Dayak Balapai Api yang menghadirkan nuansa budaya khas daerah.

Mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, peringatan Hari Pramuka tahun ini menegaskan peran Gerakan Pramuka sebagai kekuatan moral sekaligus agen perubahan.

Melalui semangat kebersamaan dan kerja sama lintas sektor maupun lintas generasi, Gerakan Pramuka diharapkan mampu memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi tantangan zaman.

Selain menjadi momentum refleksi perjalanan 64 tahun Pramuka di Indonesia, peringatan ini juga menjadi ajang meneguhkan komitmen gerakan kepramukaan agar tetap adaptif dan relevan dengan perkembangan era modern.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, acara juga dirangkaikan dengan penganugerahan tanda jasa berupa Lencana Dharma Bakti, Lencana Karya Bhakti, dan Lencana Pramuka Garuda kepada sejumlah anggota Gerakan Pramuka yang berprestasi di Kabupaten Tabalong. (Biroadpim-RIW/RH)

Exit mobile version