Targetkan PAD 408 Juta Rupiah, BBTPH Andalkan Produksi Lima Unit Benih
UPB Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar, milik BBTPH Provinsi Kalsel
BANJARBARU – Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, menargetkan pemasukan sebesar Rp408.750.000 sebagai kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Target ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan benih unggul sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah.
Kepala BBTPH Provinsi Kalsel, Sigid Sarsanto, mengungkapkan bahwa target tersebut diperoleh melalui produksi dan penjualan benih unggul yang dihasilkan BBTPH, kemudian disalurkan kepada petani melalui Unit Produksi Benih (UPB) yang tersebar di berbagai wilayah.

Selama tiga tahun terakhir, target PAD ini selalu berhasil dicapai bahkan sering melampaui angka yang ditetapkan. Tahun ini, realisasi pemasukan sudah mencapai sekitar 50 hingga 55 persen per September dan masih terus berjalan.
“Kami optimistis hingga akhir tahun realisasi pendapatan akan melampaui target yang telah ditetapkan. Selain berkontribusi pada PAD, keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kalsel,” ungkap Sigid, baru – baru ini.
Lebih lanjut, Sigid menjelaskan, bahwa BBTPH Kalsel memiliki lima UPB yang menjadi ujung tombak penyediaan benih unggul di lapangan. UPB tersebut memiliki spesialisasi sesuai komoditas yang diproduksi.
UPB Batu Tungku di Kabupaten Tanah Laut fokus memproduksi benih palawija seperti kedelai dan kacang tanah. UPB Pabahanan di Kabupaten Tanah Laut, UPB Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar, dan UPB Binuang di Kabupaten Tapin fokus pada produksi benih padi.
Selain empat UPB tersebut, terdapat satu UPB di Sungkai yang secara khusus memproduksi benih hortikultura seperti buah-buahan dan sayuran.
“Keberadaan UPB ini sangat penting untuk menjamin pasokan benih unggul yang bermutu. Dengan ketersediaan benih yang baik, petani dapat meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi ketergantungan pada benih dari luar daerah, serta menjaga kualitas hasil panen,” lanjut Sigid.
BBTPH juga aktif memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani, mulai dari cara menanam hingga pemeliharaan, sehingga benih yang diproduksi dapat memberikan hasil optimal.
Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mendorong petani untuk lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan benih secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan benih yang disalurkan bukan hanya banyak secara jumlah, tetapi juga berkualitas dan sesuai kebutuhan petani. Dengan demikian, produktivitas pangan di Kalsel bisa terus meningkat dan mendukung program pemerintah menekan inflasi pangan,” tutup Sigid.
Dengan strategi ini, BBTPH Kalsel tidak hanya berperan sebagai penyedia benih, tetapi juga sebagai salah satu penggerak pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. (MRF/RIW/RH)
