GPM Kembali Digelar, Warga Banjarbaru Antusias Serbu Pasar Murah
BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru, kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM), yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Cempaka, pada Selasa (2/9).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah pusat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Selain bertujuan menekan gejolak harga pangan, GPM juga menjadi rangkaian peringatan HUT ke-80 RI.
Usai melakukan peninjauan, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyampaikan bahwa GPM di Banjarbaru sudah berlangsung dua kali. Menurutnya, antusiasme warga pada pelaksanaan kali ini sangat tinggi.
“Insya Allah kegiatan ini akan terus kami adakan secara berkelanjutan. Hari ini warga sangat bersemangat, bahkan memadati lokasi sejak pagi. Alhamdulillah, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Erna Lisa juga ikut membeli sejumlah sembako di pasar murah, kemudian membagikannya secara gratis kepada warga. Ia menyebut langkah itu sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
“Gerakan pangan murah bukan hanya soal menjaga kestabilan harga, tapi juga bentuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Semoga program ini bisa semakin dirasakan manfaatnya, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di Banjarbaru,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DKP3 Banjarbaru, Abu Yajid Bustami, menuturkan, GPM di Cempaka berjalan lancar dan sukses menarik minat warga. Berbagai kebutuhan pokok ditawarkan dengan harga subsidi, antara lain telur ayam, ayam potong, bawang merah dan putih, sayuran segar, beras SPHP, hingga daging sapi.
“Untuk komoditi tertentu, kita berikan subsidi sekitar 5.000 rupiah, seperti pada bawang dan telur ayam,” jelasnya.
Adapun hasil penjualan tercatat cukup signifikan. Tercatat, beras habis terjual sebanyak 1,5 ton, telur ayam mencapai 500 kilogram, minyak goreng 500 liter, dan bawang sekitar 200 kilogram.
“Kita harapkan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin di berbagai kecamatan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan harga pangan tetap terkendali,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)
