Pemprov Kalsel Prioritaskan Investasi, Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Pertumbuhan ekonomi Kalsel ditargetkan mencapai 8 persen tahun 2029
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong masuknya investasi sebagai salah satu strategi utama, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri mengatakan, investasi menjadi sektor yang sangat cepat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Endri memaparkan, beberapa kegiatan prioritas yang diusulkan untuk tahun 2026 berangkat dari visi-misi Gubernur. Yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Karena itu, kami berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi,” katanya, di Banjarbaru, Selasa (22/7).
Endri menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kalsel, saat ini masih berada di kisaran 5%, seiring dengan capaian realisasi investasi yang masuk. Namun, pemprov menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara bertahap, hingga mencapai 8% pada tahun 2029.
“Setiap tahun kami upayakan peningkatan satu hingga dua persen. Untuk mencapainya, tentu dibutuhkan masuknya lebih banyak investasi,” jelasnya.
Guna menarik minat investor, Pemprov Kalsel tengah menyusun sejumlah dokumen kajian potensi investasi atau Investment Project Ready to Offer (I-PRO).
Dokumen ini dinilai penting karena menjadi acuan utama para calon investor dalam menilai kepastian dan kelayakan investasi di daerah.
Selain itu, Kalsel juga tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanaman Modal yang kini masih dalam pembahasan di DPRD.
“Perda ini nantinya akan memberikan kepastian hukum serta berbagai kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Bumi Lambung Mangkurat,” ungkapnya.
Meski begitu, Endri mengakui ada sejumlah tantangan yang dihadapi, salah satunya keterbatasan anggaran promosi. Sebelumnya, promosi investasi secara nasional banyak difasilitasi BKPM RI melalui berbagai event. Namun saat ini pola promosi itu tidak lagi dilakukan, sehingga daerah perlu berinovasi dalam memperkenalkan potensi investasinya.
“Karena itu, kami mulai mengoptimalkan promosi investasi digital. Salah satunya melalui aplikasi Bekantan yang kini sudah tersedia di Playstore,” ucapnya.
Aplikasi tersebut menampilkan seluruh potensi investasi yang ada di Kalimantan Selatan. Bahkan, DPMPTSP Kalsel berencana mengembangkan aplikasi tersebut ke dalam berbagai bahasa, seperti Inggris, Arab, dan Mandarin, untuk menjangkau investor internasional.
Endri berharap, dengan program-program prioritas ini, Kalsel mampu menarik lebih banyak investor.
“Investasi bukan sekadar hitungan satu atau dua tahun. Dampaknya jangka panjang, mampu menumbuhkan sentra ekonomi baru, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan asli daerah,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)
