Dinas PKP Provinsi Kalsel Terus Mantapkan Program Swasembada Pangan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP), terus memantapkan Program Swasembada Pangan, di Banua. berbagai sosialisasi dan rapat koordinasi terus pihaknya laksanakan bersama Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk mendukung program Swasembada Pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat, dengan tujuan menjaga ketahanan pangan nasional melalui pembelian gabah kering panen (GKP), di tingkat petani dengan harga pokok penjualan (HPP), sebesar Rp6.500,00 per kilogram.

Rapat Koordinasi Serap Gabah dan Beras di Aula Kantor Dinas PKP Kalsel

Kepala Dinas PKP Kalsel Syamsir Rahman, melalui Sekretaris, Imam Subarkah, mengungkapkan, bahwa pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendukung suksesnya program tersebut. Program Swasembada Pangan bukanlah tugas satu atau dua instansi saja, melainkan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh elemen terkait, baik dari pemerintah, TNI, Polri, hingga masyarakat.

Sekretaris Dinas PKP Kalsel, Imam Subarkah

“Pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendukung suksesnya program tersebut,” ungkap Imam Subarkah, saat ditemui di kantornya baru – baru tadi.

Dilanjutkan Imam, Kalimantan Selatan ditargetkan untuk menyerap gabah sebanyak 6.350 ton hingga April 2025. Saat ini, serapan gabah di Kalimantan Selatan telah mencapai 907 ton atau 14,28 persen dari target yang ditetapkan.

“Program serap gabah ini merupakan bagian dari program nasional yang diperintahkan oleh Presiden dalam upaya menjaga stok pangan nasional, yang menargetkan serapan gabah sebanyak 3 juta ton secara nasional,” lanjut Imam.

Beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan serap gabah, salah satunya adalah kualitas gabah yang dihasilkan oleh petani. Beberapa daerah mengalami tingkat kadar kotoran gabah yang cukup tinggi, yang mempengaruhi berat bersih gabah yang diterima Bulog.

“Di salah satu kabupaten, kadar kotoran gabah mencapai 34 persen, sehingga Bulog melakukan penyesuaian dengan mengurangi berat gabah berdasarkan kadar kotoran tersebut,” ucap Imam.

Langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatasi kendala tersebut menurutnya, salah satunya adalah pengisian data terkait lokasi panen di kabupaten/kota yang akan melaksanakan panen dari bulan Februari hingga April. Selain itu, ia mengimbau kepada para mitra penggilingan padi untuk menyiapkan fasilitas pengeringan gabah, mengingat curah hujan yang masih tinggi di beberapa daerah Kalimantan Selatan.

“Kami membutuhkan dukungan pengawalan dari pihak terkait agar program ini dapat terlaksana dengan baik dan petani dapat menikmati harga yang sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah,” ucap Imam.

Selain itu, salah satu tantangan lain yang dihadapi adalah adanya tengkulak yang membeli gabah dari petani dengan harga yang lebih rendah dari harga yang ditetapkan oleh Bulog. Hal ini mengancam keberhasilan program serap gabah yang ditujukan untuk memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani.

“Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung kelancaran program ini, termasuk dengan mengajak petani untuk menerima pembayaran secara non-tunai, yang lebih aman dan efisien,” tutup Imam. (MRF/RDM/RH)

Jam’iah Resmi Dilantik jadi PAW DPRD Banjarmasin

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin, menggelar Rapat Paripurna pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Banjarmasin Sisa Masa Jabatan Periode 2024-2029 atas nama Jam’iah menggantikan Afrizaldi dari Partai PAN.

Suasana Prosesi Pelantikan Pengganti Antar Waktu sisa jabatan 2024 – 2029

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, didampingi Wakil Ketua Harry Wijaya, Mathari, Muhammad Isnaini dan Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, bertempat di ruang Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin, Rabu (26/2) sore.

Turut hadir Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Banjarmasin Ikhsan Budiman, Kalangan Legislatif dan sejumlah Pejabat Lingkup kota Banjarmasin.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, mengatakan dengan dilantiknya PAW DPRD Banjarmasin merupakan sangat penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan dalam menjalankan hubungan kemitraan yakni Pemerintah Daerah, serta menyerap aspirasi masyarakat di kota ini.

Ketua DPRD Banjarmasin, Rikval Fachruri, didampingi Anggota DPRD Banjarmasin, Muhammad Rian Zulfikar (Ki-Ka)

“Alhamdulillah prosesi berjalan lancar, setelah dilantik ini dapat memberikan kinerja terbaik,” pintanya

Hal senada diungkapkan, Sekretaris Daerah Banjarmasin, Ikhsan Budiman. Menurutnya, Jam’iah dapat memberikan kontribusi terbaik dalam mengemban amanah serta melanjutkan perjuangan untuk memajukan kota seribu sungai.

“Selamat atas pelantikan PAW Anggota DPRD Banjarmasin. Jalinan kerjasama dan koordinasi harus berjalan sinergi,” harap Ikhsan

Sementara itu, Jam’iah menyatakan siap untuk melanjutkan tugas kinerja anggota Dewan terdahulu. Dimana, tugas pertama ini, akan melaksanakan Reses Masa Sidang I yang dimulai 27 – 28 Februari 2025, sesuai daerah pemilihan yakni Banjarmasin Selatan.

“Saya berupaya akan terus melaksanakan amanah sebagai wakil rakyat,” tutupnya.

Untuk diketahui, Afrizaldi mundur dari anggota DPRD Banjarmasin, karena menduduki jabatan sebagai salah satu Direktur Perusahaan Daerah (PD) milik Pemprov Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Jelang Ramadhan, TPID Kalsel dan Kota Banjarmasin Pastikan Harga Bapok Normal

BANJARMASIN – Jelang Ramadhan 1446 H, harga bahan pokok biasanya mengalami kenaikan signifikan. Kondisi itu pulalah yang dikhawatirkan bakal terjadi tahun ini, di Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan secara umum.

Untuk memastikan kondisi harga dan stok bahan pokok jelang Ramadhan ini, TPID Provinsi Kalsel dan TPID Kota Banjarmasin, melaksanakan sidak ke sejumlah pasar, pada Rabu (26/2) pagi. Sidak dipimpin Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin yang diwakili Kepala Dinas Perdagangan Provinsi, Sulkan serta Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman.

Suasana sidak di pasar ritel modern Banjarmasin

Turut serta pada sidak pasar ini, Satgas Pangan Polda Kalsel, BPOM, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi, serta instansi dan SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin, yang tergabung dalam TPID Provinsi dan TPID Kota Banjarmasin.

“Hari ini kita melakukan inspeksi ke pasar, dan sepanjang pemantauan kami, harga-harga masih normal. Tidak ada tanda-tanda kenaikan, seminggu terakhir kami tanyakan kepada pedagang bahwa tidak ada kenaikan,” ungkap Kadisdag Kalsel, Sulkan selepas sidak di tutup pertama, Pasar Pekauman.

Suasana sidak di Pasar Pekauman

Menurut Sulkan, normalnya harga bahan pokok ini, dipengaruhi stok yang mencukupi. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aksi borong.

“Kami imbau tidak ada aksi borong bahan pokok, karena tersedia dengan aman dan harga normal,” jelasnya.

Sementara itu, usai sidak di titik kedua, Pasar Beras Kelayan, Sekda Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman juga menjelaskan, bahwa stok bahan pokok juga terjaga dengan baik.

“Saat ini kita berada di distributor komoditas beras dan minyak. Seperti yang terlihat, stok masih banyak, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Terkait harga dari distributor ke pengecer ya terbilang normal saja,” jelas Ikhsan.

Menurut Ikhsan, pedagang mengambil keuntungan masih terbilang wajar. Contohnya Beras Usang dibanderol dengan harga 15 ribu per liter dari distributor, kemudian dibandingkan dengan pengecer diharga 18 ribu.

“Selisihnya masih dikisaran wajar, karena ada biaya distribusi dan juga perhitungan keuntungan,” tutup Ikhsan.

Sidak pasar TPID Provinsi Kalsel dan TPID Kota Banjarmasin ini, ditutup dengan peninjuan ke pasar ritel modern di Jalan Ahmad Yani kilometer 4 Banjarmasin. (RIW/RDM/RH)

Ground Breaking Pembangunan Dapur SPPG Makan Bergizi Gratis di Tanah Laut, Ini Harapan Gubernur Muhidin

TANAH LAUT – Gubernur Kalsel, Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso menghadiri ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional (BGN) di Pesantren Nurul Hijrah, Jorong, Kabupaten Tanah Laut, pada Rabu (26/2) pagi.

Suasana ground breaking pembangunan dapur SPPG di Ponpes Nurul Hijrah Tanah Laut

Acara ground breaking ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Kalsel, Muhidin, yang diwakili Adi Santoso, didampingi Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hijrah Jorong, KH. M. Mukri Yunus, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren), Hapi Jazuli, Forkopimda Kalsel dan disaksikan para tamu undangan serta santri Pondok Pesantren Nurul Hijrah.

Pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG ini merupakan kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Induk Koperasi Pondok Pesantren, sebagai bagian dari program prioritas nasional yang diinisiasi Prabowo – Gibran.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, Muhidin yang dibacakan Adi Santoso, menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional dan Induk Koperasi Pondok Pesantren, serta seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan pembangunan dapur MBG.

“Kesuksesan program prioritas Makan Bergizi Gratis dimulai dari pembangunan dapur yang memenuhi standar kelayakan, disusul SDM yang kompeten dan manajemen yang memenuhi standar operasional prosedur,” ujar Adi Santoso.

Lebih lanjut, Adi Santoso menjelaskan bahwa keberadaan dapur MBG juga memberikan ruang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Pemenuhan pasokan pangan akan melibatkan UMKM dan unit-unit usaha kecil di sekitar wilayah dapur MBG, maupun di lingkup pesantren itu sendiri.

“Saya berharap, pelaksanaan program makan gratis ini dapat menjangkau manfaat di segala sisi, baik bagi peningkatan gizi anak-anak bangsa, hingga peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Pemerintah daerah dan institusi terkait berkomitmen untuk terus mendukung, mengelola, dan mengawasi pelaksanaan program ini dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.

Diakhir sambutannya, Adi Santoso juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan mendoakan agar program ini dapat terlaksana secara optimal, terutama di Kalimantan Selatan.

“Mari kita dukung dengan segenap hati, dan kita doakan program ini dapat terlaksana secara optimal, terutama di Banua,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren), Hapi Jazuli, mengungkapkan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki target 1.500 titik di seluruh Indonesia, sebagai upaya strategis untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi santri serta masyarakat sekitar.

Di Kalsel, program ini diproyeksikan memberikan manfaat signifikan bagi 286 pesantren, dengan total penerima manfaat utama mencapai 93.000 santri. Tidak hanya itu, cakupan lebih luas juga mencakup total 765.000 penerima manfaat diseluruh Kalsel, termasuk siswa di luar lingkungan pesantren.

Selain itu, Hapi Jazuli juga menggaris bawahi, agar distribusi makanan tetap berkualitas, dapur MBG akan dibangun dengan perhitungan jarak ideal, yakni 30–40 kilometer dari lokasi penerima manfaat.

Strategi ini menurutnya bertujuan untuk memastikan makanan tetap segar, sehat, dan siap dikonsumsi saat sampai di tangan penerima.

“Kami ingin memastikan makanan yang diberikan tidak hanya gratis, tetapi juga sehat dan bergizi. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas, dengan melibatkan koperasi pondok pesantren sebagai garda terdepan,” tutupnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Haul Abdussamad Sulaiman, Wagub Kalsel Hasnuryadi Kenang Sebagai Sosok Peduli kepada Masyarakat

BARITO KUALA – Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman mengenang ayahanda, Abdussamad Sulaiman bin Haji Basirun (Haji Leman) sebagai sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat, dan sikap inilah yang ditularkan pada anak-anaknya.

Jemaah haul ke-10 Haji Leman

Bahkan didirikannya PT Hasnur sebagai gabungan nama ayahnya, HA Sulaiman HB dan ibunda Nurhayati, didedikasikan untuk bisa berbuat baik kepada masyarakat luas dan kesejahteraan orang banyak.

Hal itu disampaikan Wagub, Hasnuryadi pada peringatan Haul ke-10 almarhum Abdussamad Sulaiman bin Haji Basirun, pada Rabu (26/2) di area kubah Datuk Abdussamad Marabahan, Kabupaten Batola.

Wagub Kalsel di tengah pada habaib dan ustadz pada haul ke-10 Haji Leman

Haul dihadiri sejumlah habib, ulama, tokoh, pejabat beserta puluhan ribu masyarakat Kabupaten Barito Kuala dan sekitarnya.

Nampak hadir, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Solo, Habib Ali Zainal Abidin dari Surabaya, Habib Jindan bin Novel Tangerang, Habib Muhammad Al Habsyi dari Jakarta, Habib Haidar Al Hamid dari Tanggul, Habib Fahmi Al Muhdhor Probolinggo, Habib Abu Bakar Malang, Habib Rifqy Alaydrus Jakarta, Habib Fahmi Almuhdar Probolinggo, dan KH Sanusi Ibrahim (Guru Jaro), serta KH Asqalani.

Hadir juga, Kepala DPRD Kalsel, Supian HK, Forkopimda, kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, pejabat Pemkab Batola, DPRD Kalsel, DPRD Batola, serta jajaran Hasnur Group dan Hasnur Center.

Mewakili pihak keluarga, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada para habaib, ulama, guru agama, tokoh dan masyarakat yang hadir mengikuti haul orangtuanya ini.

“Mohon doa untuk abah dan mama tercinta,” ujar Hasnuryadi.

Diceritakan juga, semasa hidupnya, Haji Leman selalu dekat dengan para habaib, ulama, para guru agama dan selalu meminta bimbingan dalam setiap tindakannya.

Haji Leman berpulang pada 14 Juni 2015 di Jakarta dan di makamkan di kawasan Kubah Datuk Abdussamad Marabahan – Barito Kuala.

Prosesi haul diawali pembacaan salam ziarah kubur yang dipimpin Ustadz, Mohammad Mubaraq dilanjutkan pembacaan ayat Al-Qur’an oleh Ustadz, Ahmad Saufi. Selanjutnya, pembacaan QS Yasin, tahlil, zikir dipandu KH Muhammad Qomaruddin (Guru Busu), doa haul oleh Habib Ali bin Zainal Abidin, dan lantunan shalawat diperdengarkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Manaqib atau riwayat perjalanan hidup Haji Leman disampaikan Guru Jaro beserta pesan lainnya. Diceritakan, Haji Leman merupakan sosok yang turut memperjuangkan agama Allah melalui berbagai kegiatan sosialnya.

Tauladan yang perlu dicontoh ujar Guru Jaro, Haji Leman selalu memandang baik kepada orang lain, dan tidak suka menjelek-jelekkan orang.
Terhadap orang yang pernah menzalimi, tidak ada dendam dalam hati. Bahkan bersedia membantu saat yang bersangkutan dalam kesusahan.

Guru Jaro juga menceritakan peristiwa menjelang akhir hayat Haji Leman, dan pesan yang disampaikan kepada keluarganya. Yakni sebuah amalan yang paling baik menurutnya, yaitu sifat ikhlas dalam segala perbuatan.

Selanjutnya Guru Jaro menyebutkan tingkatan ikhlas yakni ikhlas Abidin, ikhlas Muhibbin, ikhlas Muqarrabin, dan Ikhlas Siddiqin, yakni orang yang melakukan ibadah hanya Allah SWT sebagai tujuan.

Adapun tausiah haul, disampaikan Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, Pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten.

Habib Jindan mengatakan, tidak banyak orang yang dikenang bertahun-tahun setelah meninggal dunia. Haji Leman ujarnya, meskipun bukan pejabat, tapi salah satu orang yang terus dikenang masyarakat setelah meninggal dunia, karena banyak memberikan manfaat kepada orang lain semasa hidup.

“Orang yang memberikan manfaat inilah yang disukai Allah SWT,” ujar Habib Jindan lagi.

Disebutkan, hadist rasul bahwa orang yang dermawan, dekat kepada Allah dekat kepada manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Sebaliknya orang yang kikir, akan jauh dari Allah y, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat dengan neraka.

“Intropeksi diri kita, jadilah orang yang makin banyak manfaat bagi orang lain,” pesan Habib Jindan.

Di penghujung tausiahnya, Habib Jindan mengingatkan, jika terobsesi kepada seseorang, malam terobsesi kepada orang yang diberikan ilmu lalu Ia sebarkan kepada orang lain, dan orang yang diberikan harta Allah SWT lalu membagikannya dengan sesama.

Faktor lain yang menyebabkan kehidupan Haji Leman menjadi berkah ujar Habib Jindan, karena semasa hidupnya dekat dengan para habaib, ulama, dan guru agama yang selalu dimintanya bimbingan dan petunjuk mereka. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Bimtek SPOB dan SPOBDA Tingkat Provinsi

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan, Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat (SPOB) dan Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA) Tingkat Provinsi, di Kota Banjarmasin, Rabu (26/2). Kegiatan dibuka oleh Plt Kadispora Fitri Hernandi.

Plt kadispora Kalsel Fitri Hernandi

“Pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan bimbingan teknis kepada Kabupaten dan Kota di Banua, terkait adanya perubahan nama dari PPLP menjadi SPOB serta SPOBDA,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan.

Sehingga, lanjutnya, Dinas Kepemudaan dan Olahraga daerah memahami adanya perubahan ini.

“Kami berharap, dengan adanya perubahan nama ini pembinaan dapat lebih meningkatkan lagi dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Urrahman menjelaskan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan saat ini mengajak, kepada pemerintah daerah agar dapat secara mandiri dalam pengelolaan atlet pelajar mereka.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Urrahman

“Karena, saat ini Pemerintah Daerah jangan tergantung kepada Provinsi dalam melakukan pembinaan atlet pelajar,” ucapnya.

Asfia berharap, dengan adanya pembinaan peningkatan prestasi pelajar antara pemerintah provinsi dan daerah dapat meningkatkan prestasi pelajar di Banua. (SRI/RDM/RH)

UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Gelar Pelatihan dan Lomba Masak Ikan

BANJARMASIN – Unit Pelaksan Tugas Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dibawah naungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pelatihan Pengolahan Ikan dan Lomba Kreasi Masak Habang Banjar Ikan Haruan Laut, di halaman Aula Kantornya di Banjarmasin, Rabu (26/2). Dihadiri langsung Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono, Sekretaris Dislutkan Kalsel Nadyah, didampingi Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki.

Kepala Dislutkan Kalsel Rusdi Hartono menyampaikan, dukungannya kepada UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin dengan adanya kegiatan Pelatihan dan Lomba Kreasi Masak Habang Banjar Ikan Haruan Luat tersebut.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono pada saat menyerahkan hadiah

“Harapannya, masyarakat semakin gemar mengkonsumsi ikan,” ujar Rusdi.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki mengatakan, dilaksanakan lomba masak habang ikan haruan laut ini, sebagai alternatif lainnya kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai pengganti ikan haruan air tawar.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki memperlihatkan ikan haruan laut

“Untuk harga ikan haruan laut ini hanya sekitar 20 ribuan perkilonya. Sedangkan, untuk harga ikan haruan air tawar cukup mahal sekitar 75 ribuan hingga seratus ribuan perkilonya,” ungkapnya.

Pada lomba masak habang ikan haruan laut ini, diikuti perserta dari perwakilan pegawai UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, serta masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dislutkan Kalsel perkenalkan ikan haruan laut

“ikan haruan laut atau yang lebih dikenal dengan haruan tasik ini tidak familiar bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Karena itu, UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin memperkenalkan ikan haruan laut ini kepada masyarakat di Banua.

“Kandungan gizi yang terdapat pada ikan haruan laut ini, tidak kalah dengan ikan haruan air tawar,” ujarnya.

Seperti diketahui, Ikan haruan laut ini memiliki tekstur daging lembut dengan rasa yang tidak kalah dengan ikan ikan lainnya yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

DPRD Provinsi Kalsel Gelar Rapat Paripurna, Bahas Raperda Strategis untuk Pembangunan Daerah

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Paripurna di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian gedung DPRD Kalsel, Rabu (26/2).

Dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, pembahasan utama dalam rapat ini mencakup tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan oleh Gubernur Kalsel, yakni Raperda tentang Pedoman Pembiayaan Tahun Jamak, Grand Design Pembangunan Kependudukan, dan Penyelenggaraan Penanaman Modal.

Pada kesempatan ini, masing-masing perwakilan dari Fraksi-fraksi DPRD menyampaikan Pandangan Umum terhadap Penjelasan atas tiga Raperda tersebut yang telah disampaikan Gubernur Kalsel dalam rapat paripurna minggu lalu.

Menanggapi penyampaian fraksi-fraksi DPRD, Gubernur Kalsel, Muhidin, melalui Asisten III Pemprov Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyampaikan dukungan penuh terhadap raperda-raperda tersebut.

Asisten III Pemprov Kalsel, Ahmad Bagiawan Membacakan Sambutan Gubernur Kalsel

“Kami menyatakan mendukung sepenuhnya terhadap penyusunan Rancangan Peraturan Daerah ini yang selaras dengan semangat penyederhanaan regulasi, dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Dalam rapat ini, Gubernur Kalsel juga menyampaikan terhadap Penjelasan Raperda Tentang Pedoman Pembentukan Produk Hukum Daerah yang diinisiasi oleh DPRD Provinsi Kalsel. Ia menegaskan bahwa regulasi tersebut akan menjadi landasan penting dalam pembentukan produk hukum daerah yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang lebih tertata dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Alpiya Rakhman, membacakan kompilasi jawaban dari seluruh fraksi-fraksi DPRD terhadap terhadap pendapat gubernur mengenai Raperda Tentang Pedoman Pembentukan Produk Hukum Daerah.

“Dalam rangka tertib pembentukan produk hukum daerah yang baik, taat asas pembentukan, dan selaras dengan kebutuhan pemerintahan daerah, diperlukan pedoman yang sistematis. Dengan adanya Raperda ini, pembentukan produk hukum daerah akan lebih terarah dan sesuai dengan standar yang berlaku,” paparnya.

Sebagai langkah lanjutan, Alpiya mengatakan DPRD Kalsel dan pemerintah daerah sepakat untuk membawa pembahasan raperda-raperda ini ke tahap berikutnya melalui Panitia Khusus DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk menghasilkan kebijakan yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. (NRH/RDM/RH)

Bersama Ribuan Jemaah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Hadiri Haul ke-5 Guru Zuhdi

BANJARMASIN – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Kubah KH Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi di Jalan Belakang Masjid Jami Banjarmasin, Selasa (25/2) malam.

Haul ke-5 ulama kharismatik tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, yang datang menaiki speed boat bersama Habib Jindan dan ulama lainnya.

Wagub Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman (peci hitam) mengikuti Haul Guru Zuhdi Ke-5

Di tengah suasana yang penuh kekhusyukan, Hasnuryadi bersama para habaib, alim ulama, dan jemaah lainnya mengikuti rangkaian pembacaan Surah Yasin, tahlil, maulid, serta doa haul yang dipimpin oleh adik kandung Guru Zuhdi, yakni Guru Muhammad As’ad.

Tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, jemaah juga datang dari berbagai daerah, termasuk provinsi tetangga hingga Pulau Jawa.

Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi mengungkapkan rasa cintanya kepada Guru Zuhdi yang ia anggap sebagai sosok luar biasa dalam kehidupannya, baik secara pribadi maupun di lingkungan keluarga besarnya di Hasnur Group dan Barito Putera.

“Beliau bukan hanya ulama besar bagi kami, tetapi juga bagian dari keluarga, seorang kakak, sahabat, dan pembimbing yang dengan penuh kesabaran serta kasih sayang membimbing kami,” ujar Hasnuryadi.

Ia juga merasa bersyukur karena mendapat kesempatan mendampingi Guru Zuhdi di saat-saat terakhir sebelum berpulang ke Rahmatullah, meskipun dalam situasi pandemi dengan berbagai keterbatasan protokol kesehatan.

“Kami selalu berdoa agar beliau diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan Rasulullah SAW. Mudah-mudahan kita semua bisa dipertemukan kembali di surga bersama beliau dan keluarga,” tambahnya.

Bagi Hasnuryadi, Guru Zuhdi bukan hanya ulama kharismatik yang membimbing umat dengan kelembutan dan kasih sayang, tetapi juga figur ayah yang selalu memberikan bimbingan serta nasihat dalam kehidupan.

“Guru Zuhdi adalah teladan bagi kita semua. Sosoknya akan selalu dikenang, tidak hanya oleh saya secara pribadi, tetapi juga oleh masyarakat Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Selaraskan Program Kerja, KADIN Kalsel Gelar Rapat Konsolidasi

BANJARMASIN – KADIN Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat konsolidasi, bersama KADIN 13 kabupaten kota, pada Senin (24/2). Tujuannya, untuk mendapatkan update laporan kegiatan di kabupaten kota, serta menyampaikan program – program di tingkat provinsi yang dapat diselaraskan dengan kabupaten kota.

Ditemui di kantornya kawasan Kayutangi Banjarmasin pada Rabu (26/2), Ketua Umum KADIN Provinsi Kalimantan Selatan, Shinta Laksmi Dewi mengatakan, sejumlah program pro rakyat sudah dipaparkan KADIN kabupaten kota, yang diharapkan dapat diterapkan secara keseluruhan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Contohnya KADIN Kabupaten Banjar, yang akan melaksanakan pasar murah rutin setiap bulan, di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar. Pasar murah ini didukung sejumlah pihak seperti Bulog dan distributor, serta UMKM yang tergabung dalam komunitas vendor pasar murah KADIN Kabupaten Banjar.

Dimana pasar murah KADIN Kabupaten Banjar ini, sudah digelar pada Selasa (25/2), yang disusul KADIN Provinsi Kalsel pada Rabu (26/2).

“Program kerja KADIN Kabupaten Banjar ini, dapat menjadi percontohan bagi KADIN kabupaten kota lainnya, terutama untuk membantu mengendalikan inflasi dan mendongkrak daya beli masyarakat,” ujar Shinta di sela kegiatan Pasar Murah yang digelar KADIN Kalsel di halaman kantornya kawasan Kayutangi Banjarmasin.

Selain itu, menurut Shinta, pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan penyuluhan perikanan darat, dengan Teknologi Biovlog. Dimana kegiatan ini juga akan dikerjasamakan dengan kabupaten kota.

“Program ini dilaksanakan dalam rangka penguatan ketahanan pangan daerah, mendukung Asta Cita Presiden, Prabowo Subianto,” tambah Shinta.

Selanjutnya, sebagai tindak lanjut pelatihan LSP di BNSP beberapa bulan lalu, KADIN Kalsel membentuk Pokja KADIN Institute, yang akan menelaah potensi dan realisasi lembaga ini.

“Kami berharap, sebagai lembaga LSP formal, KADIN Kalsel dapat membantu meningkatkan kualitas SDM di Kalimantan Selatan,” tutup Shinta. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version