Terima 360 Ton Sampah Per Hari, TPA Banjarbakula Akui Kekurangan Alat
Gerbang utama TPA Sampah Regional Banjarbakula
BANJARBARU – Permasalahan sampah di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarmasin, semakin menjadi sorotan. Salah satu elemen penting dalam sistem pengelolaan sampah di wilayah ini adalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula, yang berlokasi di Kota Banjarbaru.
TPA ini menampung sampah dari lima daerah kawasan Banjarbakula, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut.
Kepala UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula Agung Sriyono, mengungkapkan sejak beberapa pekan terakhir, sampah yang masuk perhari bekisar antara 350 hingga 360 ton. Sebagian besar sampah berasal dari Kota Banjarmasin. Menyusul ditutupnya TPA Basirih oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

“Banjarmasin menyumbang sekitar 200 ton, Banjarbaru 80 ton, Kabupaten Banjar 60 ton, serta masing-masing 10 ton dari Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala,” jelasnya, belum lama tadi.
Selain sebagai tempat pembuangan akhir, TPA Banjarbakula juga berupaya untuk mengolah sampah secara lebih efisien. Meski begitu, kondisi alat yang minim membuat proses pengolahan sampah menjadi lebih lambat, bahkan menyebabkan antrean truk sampah.
Agung menyebut, pihaknya sudah mengusulkan bantuan peralatan pengolahan sampah ke Kementerian PUPR. Alat tersebut akan digunakan untuk memilah sampah organik dan non-organik, serta proses pengepakan dan pemadatan.
“Saat ini TPA sangat membutuhkan tambahan 1 unit dozer, 3 unit ekskavator, dan 1 unit loader,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)
