Dislutkan Kalsel Beri Bantuan Ikan untuk Dapur Umum Warga Terdampak Banjir

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan memberikan bantuan makanan olahan ikan serta ikan segar ke posko dapur umum warga terdampak banjir.

“Pemberian bantuan tersebut bersama dengan SKPD lainnya di Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan, namun khusus Dislutkan memberikan bantuan olahan ikan serta segar,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono

Rusdi mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, turut serta memberikan bantuan berupa makanan olahan ikan sebanyak 100 paket, dan juga ikan segar sebanyak 50 Kg yang diserahkan di posko dapur umum, di Desa Pengayuan.

“Adapun makanan olahan ikan siap saji yang di berikan terdiri, dari Abon, ikan Sepat kering serta jenis olahan ikan lainnya,” ujarnya.

Sedangkan, lanjut Rusdi, untuk ikan segar diserahkan ke dapur umum, untuk diolah serta dibagikan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Kami berharap bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban masyarakat khususnya mereka yang terdampak banjir,” ucap Rusdi. (SRI/RDM/RH)

Hadapi Banjir, DPRD Kalsel Ajak Warga Kalsel Terapkan Semangat Gotong Royong

BANJARMASIN – Masyarakat Kalsel khususnya yang ada di Banjarmasin diajak menerapkan semangat gotong royong dan saling bantu membantu dalam menghadapi banjir.

Suasana Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila oleh Anggota DPRD Kalsel, Ilham Nor

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Nor saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila bagi warga Komplek AMD Permai pada Kamis (30/1).

“Dalam menghadapi situasi ini, semangat gotong royong menjadi kunci utama untuk meringankan dampak dan mempercepat pemulihan,” katanya.

Gotong royong yang dapat dilakukan bisa dalam berbagai bentuk, seperti membantu evakuasi warga terdampak, mendistribusikan bantuan logistik, serta membersihkan lingkungan setelah banjir surut.

Selain itu menurut Ilham, kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan relawan sangat dibutuhkan untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif.

“Dengan bersatu dan saling membantu, kita bisa melewati setiap tantangan dengan lebih kuat,” ucapnya.

Ilham juga berharap kondisi kota segera pulih agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa, termasuk anak-anak yang sempat diliburkan akibat banjir dapat kembali bersekolah.

“Kita berharap Banjarmasin segera surut dari banjir, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas normal dan anak-anak dapat kembali belajar di sekolah masing-masing,” paparnya.

Sosialisasi ini mendapat respons positif dari warga yang hadir, yang menyatakan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memperkuat solidaritas sosial saat menghadapi bencana. (NRH/RDM/RH)

Gubernur Siapkan langkah Teknologi Modifikasi Cuaca, Kendalikan Hujan Agar Tidak Memperparah Banjir

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya mengatasi banjir yang melanda berbagai wilayah, termasuk dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Salah agak kondisi banjir di Kalsel

Gubernur Kalsel, Muhidin memperkuat mitigasi atau pengurangan risiko dampak banjir dengan mengusulkan bantuan Operasi Modifikasi Cuaca ke BNPB RI, saat memberikan bansos kepada warga Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Rabu (29/1).

Gubernur Kalsel saat menandatangani surat permintaan modifikasi cuaca

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengungkapkan, bahwa pihaknya baru saja menerima surat dari BMKG terkait rencana modifikasi cuaca di Kalsel dan berharap BNPB segera menindaklanjutinya.

“Hari ini kita baru dapat surat dari BMKG terkait masalah modifikasi cuaca di Kalsel. Saya berharap besok (Kamis) sudah bisa ditangani sesegera mungkin oleh BNPB,” ujarnya.

Menurut Gubernur, teknologi modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mengendalikan hujan agar tidak memperparah banjir, terutama di wilayah yang sudah terdampak.

“Dengan modifikasi cuaca semacam ini, misalnya ada awan tebal di atas laut, maka di laut itu kita hujankan. Artinya, awan tebal itu jangan sampai ketika tiba di sini malah hujan, karena ini tentunya akan memperparah kondisi banjir, terutama jika hujan terjadi di wilayah pegunungan,” jelasnya.

Teknologi ini dilakukan dengan cara menyemai garam ke awan, sehingga hujan bisa dipercepat di lokasi yang lebih aman, sebelum awan tersebut bergerak ke wilayah yang rawan banjir.

Gubernur Kalsel juga menegaskan bahwa modifikasi cuaca ini akan terus dilakukan selama anggaran masih tersedia.

“Kita akan laksanakan modifikasi hujan ini sampai duitnya cukup. Sekali modifikasi cuaca ini anggarannya kurang lebih Rp 400 juta,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi dalam hal ini BPBD Kalsel akan bekerja sama dengan BNPB dan BMKG untuk memastikan proses ini berjalan efektif dan dapat membantu meredakan dampak banjir di Kalimantan Selatan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Kalsel dalam menangani banjir yang hingga kini masih menggenangi ribuan rumah dan lahan pertanian. Selain modifikasi cuaca, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak serta mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, seperti Bendungan Riam Kiwa.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar bencana ini bisa cepat diatasi. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalsel agar semua upaya ini berjalan lancar,” tutup Gubernur. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Gaung HPN 2025, Gubernur, Bupati, Walikota Minta Diundang Perhelatan Akbar Insan Pers

JAKARTA – Salah satu kekuatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), karena HPN tidak hanya menjadi perlehatan akbar insan pers. HPN 2025 juga ajang silaturahmi seluruh pemangku kepentingan PWI, terutama lembaga/pejabat negara yang berkaitan dengan program unggulan Pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang Ketahanan Pangan.

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun pada Rapat Persiapan HPN 2025, Rabu (29/1), menyatakan gaung HPN 2025 semakin kuat. Ini terlihat dari banyaknya gubernur, bupati, walikota, anggota legislatif bahkan dari kalangan dunia usaha yang minta diundang dalam perhelatan akbar yang diselenggarakan PWI di Banjarmasin.

“Ini adalah buah dari kesungguhan, kerja keras dan doa kita semua dalam mempersiapkan HPN 2025 di Banjarmasin. Pengakuan positif itu tentu akan menambah semangat kita bekerja,” ujar Hendry Bangun dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Panitia HPN 2025, Raja Pane.

Tema besar HPN 2025 sengaja dirancang berkaitan langsung dengan program unggulan Presiden Prabowo, yakni “Pers Mengawal Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian Bangsa”. Dengan subtema khusus “Kalsel Pintu Gerbang Logistik Kalimantan”.

Melalui spirit HPN 2025, PWI mengajak insan pers menjawab tantangan berat pers nasional di era digital ini sekaligus menjalankan fungsi pers dalam menyukseskan program pemerintah yang berkaitan langsung dengan kehidupan rakyat.

“Pers akan berperan aktif dalam mengkritisi dan memberikan masukan untuk keberhasilan program pangan pemerintah, baik di Kalsel maupun secara nasional,”ujar Hendry Bangun dalam berbagai kesempatan.

PWI menyadari, untuk menyukseskan program ketahanan pangan membutuhkan orkestrasi besar, melibatkan banyak pemangku kepentingan. Bukan hanya Kementerian Pertanian.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Rina Virawati SH MH mendukung penuh HPN 2025. Kenapa? Karena Kejaksaan dipercaya mengawal program ketahanan pangan di Kalsel, terkait penyiapan lahan pertanian 500 ribu hektare di Kabupaten Pelaihari dan Batola.

Sementara Panitia HPN 2025, Raja Pane mengatakan, HPN 2025 mengundang Dewan Pers dan konstituennya serta 38 PWI Provinsi plus Surakarta. (ADV/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Salurkan Bantuan untuk 500 KK Terdampak Banjir di Sungai Tabuk

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir. Kali ini, bantuan diberikan kepada warga di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Rabu (29/1).

Penyerahan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Sungai Tabuk

Dalam penyerahan bantuan sosial ini, Gubernur Muhidin bersama dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR RI, Roy Rizali Anwar, Plh. Sekda Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Bupati Banjar, Saidi Mansur, serta sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Muhidin menjelaskan bahwa bantuan dari pemerintah provinsi ini merupakan hasil partisipasi sukarela dari SKPD lingkup Pemprov Kalsel tanpa ada batasan jumlah yang ditentukan, ditambah bantuan dari Kementerian Sosial.

Selain bantuan dari pemerintah, Gubernur Muhidin juga menyalurkan bantuan dari dana pribadinya berupa 10 butir telur per kepala keluarga serta uang tunai sebesar Rp. 50 juta untuk 500 kepala keluarga yang terdampak banjir.

“Hari merupakan hari kelima kita melakukan peninjauan ke wilayah yang terdampak banjir cukup parah. Alhamdulillah hari ini ada 500 KK yang terdata untuk mendapatkan bantuan yang berasal dari SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Kementerian Sosial RI dan pribadi saya sendiri,” ujar Muhidin.

Setiap kepala keluarga menerima bantuan dari Pemprov berupa beras, mi instan, kopi, teh, minyak goreng, air mineral, gula, selimut, makanan cepat saji, serta makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita.

Muhidin menegaskan bahwa seluruh bantuan sosial yang diberikan harus diawasi secara ketat agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, Ia mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan atau pengurangan jumlah bantuan sebelum diterima oleh warga.

“Jangan sampai bantuan ini ketika sampai di masyarakat malah berkurang. Kalau ada masyarakat yang menemukan demikian, segera laporkan kepada Bupati atau langsung kepada saya agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Banjar, khususnya Kecamatan Sungai Tabuk.

Muhidin berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

“Kita semua berharap musibah ini segera berlalu. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kita tetap waspada, menjaga keselamatan, dan saling tolong-menolong dalam menghadapi situasi ini. Pemerintah akan terus hadir dan berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ucap Muhidin.

Sementara itu, Bupati Banjar, Saidi Mansyur mengungkapkan bahwa banjir kali ini mengakibatkan 40.000 rumah di Kabupaten Banjar terendam air, dengan 13.000 jiwa terdampak di Kecamatan Sungai Tabuk. Bahkan, hingga saat ini, sebanyak 130 orang terpaksa mengungsi karena rumah mereka sudah tidak bisa dihuni.

“Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi doa kita agar banjir segera surut. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, dan kami terus berupaya memberikan bantuan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Tinjau Banjir di Banjarbaru, Gubernur Kalsel Bersama SKPD Berikan Bantuan

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, yang diwakili Plh Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin, meninjau lokasi banjir di Kota Banjarbaru, tepatnya di Desa Pengayuan Kota Banjarbaru, Selasa (28/1). Kedatangan Plh Sekdaprov Kalsel M Syarifuddin, bertujuan memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalsel bersama bantuan pribadi dari Gubernur Kalsel Muhidin, untuk para warga yang terdampak banjir.

Plh Sekdaprov Kalsel berikan bantuan korban bencana banjir

Syarifuddin menyampaikan, kunjungan seluruh jajaran SKPD Pemprov Kalsel bersama SKPd Kota Banjarbaru ke Desa Pengayuan ini, yakni sebagai bentuk solidaritas, atas datangnya musibah banjir yang menimpa masyarakat, selain silaturahmi pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Setiap Kartu Keluarga (KK) menerima bantuan dari dana APBD melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel berupa beras 5 Kg, mie instan 1 dus, kopi 10 Sachet, teh 1 Kotak dan gula 1 Kg. Sedangkan dari partisipasi SKPD adalah minyak goreng 1 Liter dan air mineral 1 Dus,” ungkap Syarifuddin.

Ia melanjutkan, selain bantuan dari SKPD, ada bantuan secara pribadi dari Gubernur Kalsel, Muhidin yaitu paket telur ayam 10 biji untuk 5.000 KK. Dilanjutkan lagi sumbangan dari Dinas Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan berupa makanan olahan ikan sebanyak 100 paket dan juga ikan segar sebanyak 50 Kg yang disediakan di posko dapur umum, dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan berupa makanan untuk Balita dan Ibu hamil dan juga sabun cuci pakaian dan sabun cuci tangan, selain itu bantuan dari Kementerian Sosial mulai dari makanan siap saji 500 paket, selimut 150 lembar, serta bantuan uang tunai sebesar Rp100 ribu yang dibagikan untuk setiap kartu keluarga dari Bank Kalsel.

“Bantuan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah Provinsi Kalsel. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” lanjut Syarifuddin.

Sementara itu, Pj Sekda Banjarbaru, Gustafa Yandi menambahkan, di posko pengungsian masih banyak didapati anak balita. Hal ini menjadi atensi serius Pemko Banjarbaru untuk memberikan bantuan kesehatan balita. Misalnya susu dan popok bayi, Karena pihaknya tak ingin ada penyakit yang tidak diinginkan.

“Kami bersyukur masyarakat terdampak banjir di Banjarbaru mendapat atensi serius dari Gubernur Kalsel. Terlebih ada tiga kecamatan dan 2.855 jiwa yang terdampak banjir, ” tutup Yandi. (MRF/RDM/RH)

Tinjau Sabilal Muhtadin, Gubernur Muhidin Targetkan Penataan Ulang Masjid

BANJARMASIN – Waktu menunjukkan pukul 10.10 WITA, saat mobil yang membawa Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin tiba di areal parkir barat Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, pada Selasa (28/1). Kedatangan orang nomor satu di Kalsel itu, langsung disambut Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin beserta jajaran. Turut hadir pula, Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi, Muhammad Yasin Toyib, dan Kepala Biro Kesra Provinsi, Fatkhan.

Gubernur (depan, dua dari kiri) saat meninjau areal taman dan halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Bukan tanpa alasan, kedatangan Muhidin di masjid kebanggaan Urang Banua ini, adalah untuk meninjau seluruh area masjid. Termasuk taman, halaman, shuffah hingga bagian dalam masjid dan ruang kerja Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Peninjuan dimulai dari areal taman, yang terlihat dipenuhi rumput di bagian areal tanpa paving. Dimana ke depan, Gubernur menginginkan seluruh areal tanah di taman, ditutup paving blok.

“Kalo ini semua dipasang paving blok, maka areal taman dapat menjadi lokasi sholat tanpa takut kotor terkena tanah. Jika belum masuk waktu sholat, areal ini juga bisa menjadi tempat berkumpul keluarga, dan aktivitas masyarakat menunggu waktu sholat,” ujar Gubernur kepada wartawan.

Muhidin juga meminta pemangkasan beberapa pohon, yang posisinya menutupi pandangan langsung dari arah jalan ke masjid.

“Termasuk toilet yang ada di kiri jalan masuk ini. Selain tidak estetik, toilet ini juga sangat tidak etis berada di depan masjid,” tegasnya.

Toilet nantinya akan dibangun di sisi lain, dan juga di bangunan yang kini menjadi ruangan Badan Pengelola Masjid.

“Untuk ruangan Badan Pengelola akan kita pindah ke ruangan yang saat ini dipakai MUI Kalsel. Nah untuk MUI nanti akan kita carikan di luar areal masjid,” urainya.

Setelah dari areal taman, rombongan Gubernur melihat kondisi shuffah di jalan masuk, serta kanopi yang ada disekitarnya.

“Ini juga tidak estetik. Ini nanti dibuka saja tanpa kanopi. Kita alihkan kanopi dari areal parkir ke lokasi toilet baru. Sehingga jemaah dari parkiran, tidak perlu kehujanan atau kepanasan,” tambahnya.

Beralih ke bagian dalam masjid, Muhidin juga menginginkan adanya penambahan kisi kisi pada dinding, agar terlihat lebih cantik dan estetik di pandang mata.

“Untuk sound system juga harus diatur posisinya, agar terdengar seluruh jemaah yang ada di dalam maupun areal luar masjid. Jika perlu kita beli sound system baru yang berkualitas bagus,” harapnya.

Tidak hanya dari sisi bangunan, Gubernur, Muhidin juga menyoroti keuangan masjid milik Pemerintah Provinsi Kalsel tersebut. Termasuk kontribusi sejumlah sekolah dan SPBU, yang ada di areal masjid.

“Kalo perlu diaudit keuangan masjid ini. Masa kas masjid hanya 400 juta, sementara lahan masjid disewakan untuk sekolah dan SPBU,” tegas Muhidin.

Peninjauan diakhiri dengan sholat Zuhur berjamaah bersama masyarakat, dan juga Plh Sekdaprov serta sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, yang tiba di masjid pasca menyerahkan bantuan banjir, bagi warga di Pengayuan Kota Banjarbaru. (RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Kepada 500 KK Terdampak Banjir di Desa Teluk Selong Ulu

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan kembali memimpin penyerahan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kalsel, tepatnya di Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Senin (27/1).

Didampingi Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Syarifuddin, Sekda Kabupaten Banjar, Mokhammad Hilman, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kalsel, Muhidin menyerahkan ratusan paket bantuan. Mulai dari sembako, makanan siap saji bencana, hingga paket makanan pelengkap untuk ibu hamil dan balita.

Gubernur Kalsel Muhidin menyerahkan paket bantuan kepada warga di Desa Teluk Selong Ulu

“Bantuan yang digalang dari Pemprov Kalsel sifatnya sukarela. Saya sendiri secara pribadi menyumbang 5.000 butir telur dan uang tunai total 50 juta rupiah,” kata Muhidin.

Pembagian bantuan dilakukan secara terstruktur agar tidak ada warga yang luput dari bantuan.

“Kita utamakan warga di sekitar Teluk Selong Ulu dulu. Jumlahnya berdasarkan data ada 500 Kepala Keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banjar yang diwakili Sekda Mokhammad Hilman menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap Pemprov Kalsel khususnya Gubernur Muhidin, yang telah memberikan perhatian kepada warga di Kabupaten Banjar.

Hilman menyampaikan, di Martapura Barat terdapat 1914 rumah yang terendam banjir sejak tiga pekan lalu, dengan ketinggian air dari 20-50 cm.

“Beruntungnya sampai saat ini masih belum ada warga yang mengungsi di Kecamatan Martapura Barat,” ungkapnya.

Diketahui ada 5 titik lokasi peninjauan dan bantuan kepada korban terdampak banjir yang dilakukan Gubernur Kalsel beserta jajaran, sejak Sabtu (25/1) hingga Rabu (29/1) nanti.

Lokasi tersebut dipilih atas permintaan dari Bupati dan Wali Kota setempat.

Selain bantuan logistik, di setiap titik juga didirikan dapur umum yang dikomandoi langsung oleh Dinas Sosial Kalsel melalui Tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA).(SYA/RDM/RH)

Tinjau Banjir Mandastana dan Kurau, Gubernur Muhidin Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

BATOLA – Selama dua hari, terhitung Sabtu (25/1) dan Minggu (26/1), Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin meninjau langsung kondisi banjir di dua titik. Pertama di Desa Bangkit Baru Kecamatan Mandastana Batola, yang dilakukan langsung Gubernur bersama Pj Bupati Batola, jajaran SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan lingkup Pemkab Batola. Selanjutnya pada Minggu (26/1), peninjauan berlanjut ke Desa Kurau Kecamatan Kurau Tanah Laut, yang diwakili Plh Sekdaprov Kalsel, Syarifuddin didampingi Pj Bupati Tanah Laut, Syamsir Rahman.

Gubernur Kalsel saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Batola

Sebelum meninjau lokasi banjir terparah di Desa Bangkit Baru Mandastana Batola, Gubernur secara simbolis menyerahkan paket bantuan kepada 500 kepala keluarga.

“Penyerahan di sini hanya simbolis, nanti untuk sisanya akan diserahkan Pj Bupati kepada warga,” jelas Gubernur saat memberikan arahan di hadapan warga yang berkumpul di posko banjir Desa Bangkit Baru.

Muhidin merinci, paket bantuan yang diberikan kepada warga terdampak banjir ini, meliputi makan instan dari Kementrian Sosial, dan paket sembako dari Dinas Sosial. Sedangkan SKPD lingkup Pemprov Kalsel, patungan membantu air mineral dan minyak goreng.

“Secara pribadi, Ulun (saya) juga menyumbang 10 butir telur untuk satu kepala keluarga. Plus uang seratus ribu rupiah, yang saya titipkan kepada Pj Bupati,” rinci Muhidin yang disambut tepuk tangan warga.

Muhidin meminta, warga yang sudah terdata mendapatkan bantuan dari pemerintah ini, untuk memastikan haknya sudah terpenuhi.

“Jika bubuhan pian (warga) ada yang belum mendapat bantuan, segera lapor. Contohnya tetangga pian (Anda) sudah dapat bantuan, tapi pian justru tidak mendapat apa apa, padahal sama sama korban banjir, lapor ke saya,” tegas Gubernur.

Pesan ini disampaikan Gubernur kepada warga, untuk memastikan bantuan tersalurkan kepada warga korban banjir atau tepat sasaran. Selain itu juga untuk memastikan, adanya transparansi penggunaan anggaran untuk bantuan bencana.

Sementara itu, di Desa Kurau Kecamatan Kurau Tanah Laut, bantuan dengan jumlah yang sama, yaitu 500 paket bantuan, juga diserahkan kepada warga terdampak banjir terparah di desa tersebut. Bahkan, plh Sekdaprov Kalsel, Syafruddin mendatangi langsung warga, untuk menyerahkan bantuan.

Penyerahan bantuan ini, akan berlanjut hingga Selasa (28/1) dengan beberapa titik lainnya di Kalsel, yang terkena dampak banjir di awal tahun 2025 ini. Yakni di dua titik Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. (RIW/RDM/RH)

HPN 2025

Mari, kita sukseskan Peringatan Hari Pers Nasional 2025 di Kalimamtan Selatan, 7 – 9 Februari 2025.

hpn2025 #kalseltuanrumah #eventnasional #Pemerintahprovinsikalimantanselatan #Pemerintah #ProvinsiKalimantanSelatan #wargaprovinsikalsel #ASNberakhlak #ASN #ASNKalsel #pemerintahprovinsikalsel #wargabanua #beritaapfm #AbdiPersada #AyodengarradioAPFM #SatuSuaraBerjutaTelinga #pemprovkalimantanselatan #Masyarakat #SKPD #daerah #KalimantanSelatan #warga #Rakyat #narasumber #infokalsel #kabarkalsel #wargabanua #kabarbanua #setdaprovkalsel

Exit mobile version