BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah membagikan sebanyak 9.888 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
Ribuan paket sembako yang diangkut sejumlah pick up ini dilepas langsung oleh Paman Birin dan Acil Odah di halaman gedung Mahligai Pancasila, Senin (15/7).
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor didampingi Ketua TP PKK, Raudatul Jannah melepas rombongan penyaluran bantuan sembako PKH
Paman Birin menyampaikan pembagian sembako yang merupakan Program Keluarga Harapan (PKH) ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang kurang mampu,” katanya.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah bersama penerima PKH
Program ini tidak hanya memberikan bantuan secara finansial, lanjut Paman Birin, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup melalui akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial lainnya.
“Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan program ini. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, para pendamping sosial, hingga masyarakat yang telah aktif berpartisipasi,” ucapnya.
Paman Birin berharap dengan adanya bantuan ini, keluarga penerima manfaat dapat semakin berdaya dan mandiri. Ia juga mengajak seluruh penerima bantuan untuk memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, demi kesejahteraan keluarga dan masa depan anak-anak generasi penerus bangsa.
Salah seorang warga penerima bantuan, Wardah dari Kertak Baru Ilir menyampaikan rasa gembira dan terima kasihnya atas bantuan yang diterima.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memenuhi keperluan sehari-hari,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt Kepala Dinas Sosial Kalsel, Muhammadun dan sejumlah pejabat SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Pertahanan Negara gelombang pertama Tahun 2024, resmi digelar.
Penyematan tanda keikutsertaan Komcad oleh Pangdam VI/Mulawarman (kiri) kepada salah seorang peserta
Upacara pembukaan dipimpin Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo, di Lapangan Kejujuran Rindam VI/Mulawarman, Banjarbaru, Senin (15/7) pagi.
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo memimpin upacara pembukaan Latsarmil Komcad TA 2024
Dalam amanat tertulisnya, Menteri Pertahanan Republik Indonesia – Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya kepada peserta yang berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan kemiliteran ini.
Pelatihan yang diikuti oleh masyarakat umum ini menurutnya penting untuk semakin memperkuat perhatanan militer nasional, terutama bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo, menjelaskan Komcad merupakan program bersifat sukarela atau tidak wajib, yang diamanatkan oleh UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
Peserta yang berhasil lolos seleksi pendaftaran akan mengikuti pendidikan dasar militer selama kurang lebih 2 bulan.
“Antusias masyarakat sangat tinggi, dari 500 kuota yang disediakan, jumlah pendaftar yang masuk mencapai 750 orang, bahkan untuk gelombang kedua nanti sudah ada 450 nama yang terdaftar,” katanya.
Guna memastikan Komcad tetap memiliki sifat dasar kemiliteran, Mayjen Tri Budi Utomo menyebut, setiap tahunnya akan ada pelatihan rutin bagi lulusan selama kurang lebih 12 hari.
Ia menuntut peserta Komcad mampu memiliki integritas dalam melaksanakan setiap tugas agar bisa diterima oleh masyarakat.
“Paling penting juga dia harus siap dimobilisasi untuk melaksanakan tugas yang nantinya akan diminta negara dalam suatu kegiatan atau tugas negara,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, Festival Sepakbola Usia 14 (U 14) Piala Paman Birin Tahun 2024, di Lapangan Sepakbola Sanggar Kelompok Belajar (SKB) Mulawarman, di Kota Banjarmasin, Senin (15/7). Acara dibuka Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor
“Digelarnya kegiatan ini dalam rangka mendukung peningkatan olahraga sepakbola pelajar di Banua,” ungkap Gubernur, kepada sejumlah wartawan.
Diharapkan, pada Kejuaraan ini melahirkan atlet atlet usia dini yang kedepannya dapat membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain itu, Paman Birin (sapaan gubernur) juga berharap Festival Sepakbola U 14 ini, bisa menjadi ajang pencarian bibit unggul, untuk atlet sepakbola di Banua.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya mengharapkan kegiatan festival usia muda , terus dilaksanakan,” ujarnya.
Sehingga dengan adanya turnamen ini, menurutnya untuk mengevaluasi latihan latihan para atlet muda ini, di tempat latihan mereka masing masing.
“Kami berharap, dengan begitu akan menghasilkan bibit unggul untuk atlet sepakbola di masa depan,” ucap Gubernur.
Sementara itu, Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto didampingi Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid mengatakan, kegiatan ini sudah dilaksanakan untuk yang ke 10 kalinya.
Tahun ini diikuti peserta sebanyak 24 Tim dari perwakilan 13 Kabupaten dan Kota di Banua.
Dengan total hadiah yang disediakan oleh panitia sebesar Rp50 juta. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pelindo Lingkungan Tanpa Anak Stunting (PELITA), gandeng Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin salurkan bantuan sebesar 87 juta rupiah untuk penanganan program stunting di Kelurahan Telaga Biru dan Pelambuan.
Acara yang digelar pada Senin (15/7) ini, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah, Kepala BKKBN kota Banjarmasin, Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dan Junior Manager Umum Humas PT Pelindo (Persero) Sub Regional Kalimantan melalui Junior Manager Umum Humas Suprayogi Sumarkan.
“Besar harapannya, penyaluran bantuan ini dapat menjadi percepatan penurunan angka stunting di kota Banjarmasin,” tutur Suprayogi.
Suprayogi mengatakan, penurunan angka stunting hingga 14 persen tahun ini, masih menjadi tugas besar bagi pemerintah kota Banjarmasin. Oleh karena itu, pemerintah mengajak stakeholders, SKPD, BUMN serta Forkopimda dalam percepatan penurunan angka stunting ini.
“Mari bersama berkolaborasi serta ambil tindakan dalam menurunkan angka stunting ini, saya berharap kegiatan akademisi bersama BUMN ini bisa mengentaskan permasalahan stunting khususnya di wilayah Kalsel,” ujar Kepala BKKBN kota Banjarmasin.
Acara ini diisi dengan pemberian materi secara langsung terkait intervensi stunting Kalsel oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selata, Raudatul Jannah. Materi yang disampaikan dalam 2 sesi ini, memberikan pengetahuan penting dalam menindaklanjuti percepatan penurunan stunting. (PELINDO-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Setelah sekian tahun tak menggelar, bahkan mungkin 10 tahun lebih. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Kembali melaksanakan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) untuk angkatan IV di Kalimantan Selatan. Program Pendidikan dan Pelatihan bagi wartawan Banua ini berlangsung di salah satu hotel di Banjarmasin, 10 – 13 Juli 2024.
Sejak awal kegiatan, Kepala SJI Kalsel Toto Fachrudin menyampaikan, sekolah ini merupakan ajang penggodokan para wartawan Kalsel untuk bisa menjadi pioner di kemudian hari.
Benar saja, sejak hari pertama peserta yang jumlahnya mencapai 30 orang tersebut, dijajali pengetahuan yang luar biasa.
Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan dan jurnalistik. Dilanjutan Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Agus Sudibyo, yang membawakan materi soal Jurnalisme dan Pemanfaatan AI. Tidak ketinggalan, pemaparan dari Direktur Sekolah Jurnalisme Indonesia, Ahmed Kurnia, tentang teknik wawancara.
Berlanjut dihari kedua, wartawan senior, Aqua Dwipayana, banyak memberikan motivasi dan nasihat kepada para siswa. Ia bahkan memberikan apresiasi kepada peserta berupa buku. Dan luar biasanya lagi, Motivator ini berjanji memberikan tiket gratis pulang pergi Banjarmasin – Yogyakarta kepada peserta terbaik satu pada SJI Kalsel kali ini.
Tidak hanya sampai disitu, Kepala SJI Kalsel, Toto Fachrudin juga tak ingin kehilangan kesempatan menjajalkan ilmunya kepada peserta Pendidikan ini. Toto ingin, lulusan SJI, benar-benar menjadi wartawan yang sesungguhnya. bukan wartawan notulen.
Tidak kalah menariknya lagi, pada hari yang sama Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, M. Nasir juga membagikan ilmunya, tentang bagaimana cara berpikir yang kritis dan kreatif bagi para wartawan.
Di hari selanjutnya, ada Dhana Kencana dari IDN Times, Arbain Rambey sebagai fotografer senior, Adek Media Roza dari Direktur Eksekutif Katadata, dan Merdi Sofansyah, bergiliran memberikan materi. Semuanya materi yang diberikan tak ada yang dilewatkan para peserta.
Hingga pada akhirnya, di hari keempat. Peserta diuji untuk mempresentasikan tugas akhirnya berupa tulisan yang mereka kerjakan selama pembelajaran berlangsung, dihadapan sejumlah penguji yang berkompeten, baik dari PWI Pusat maupun daerah.
Ya, selama empat hari itu, peserta memang benar-benar diperhatikan oleh para tim penilai secara ketat.
Kepala SJI Kalsel, Toto Fachrudin dalam laporannya di acara penutupan SJI, Sabtu (13/7) malam menyampaikan, penilaian benar-benar ketat sesuai standar SJI.
“Penilaian meliputi banyak aspek. Attitude, kedisiplinan, keaktifan, kapasitas kompetensi dan pemahaman. Serta tugas akhir berupa karya tulis dan presentasi. Yang kesemuanya itu, tentu saja mengacu pada empat pilar; berintegritas, berwawasan kebangsaan,berikir kritis dan multitasking,” ujar Toto.
Sementara itu, dalam sambutannya Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie mengaku bangga, dalam SJI kali ini menemukan para wartawan terbaik sesuai apa yang menjadi tujuan.
“Dari SJI ini kita mencari kader-kader wartawan cerdas dan berintegritas untuk meneruskan perjuangan pada organisasi kewartawanan di Banua. kita berencana membuat program Sekolah Bergerak. Peserta SJI inilah nanti yang akan kita libatkan,” kata Helmie.
Pada moment yang sama, sebelum menutup SJI Angkatan IV Kalsel, Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun memastikan, gelaran pendidikan SJI ini akan dilaksanakan lagi tahun mendatang di Kalsel.
“Saya berjanji, tahun depan, Kalsel akan tetap menjadi tuan rumah SJI;” tutupnya.
Untuk diketahui, lima peserta peraih nilai tertinggi pada SJI Kalsel kali ini didapatkan oleh; Rini Dwi Masmuda dari LPPL Abdi Persada sebagai yang pertama, dengan nilai 95, Puja Mandela dari interaksi.co diposisi kedua dengan nilai 90. Di posisi ketiga ada Muhammad Syahbani dari bakabar.com dengan nilai 85, posisi ke empat ada Risma dari Mata Banua dengan nilai 75 dan Devi Farah Diba dari Kalimantan Post dengan nilai 70. (RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, didampingi istri, Raudatul Jannah atau Acil Odah, menerima petugas Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Martapura Timur (Martim) Kabupaten Banjar, Minggu (14/7) di rumah dinasnya di Mahligai Pancasila Banjarmasin.
Kedatangan petugas untuk keperluan pemutakhiran data pemilih pada pilkada 2024. Para pantarlih ini melakukan coklit mulai 24 Juni 24 Juli 2024. Selain kedua petugas atas nama Ahmad Hifni dan Nazela itu, turut mendampingi, anggota KPU Provinsi Kalsel, KPU dan Bawaslu Kabupaten Banjar, dan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dan PPK Martapura Timur.
Paman Birin pun mengimbau masyarakat agar memberikan data-data yang diperlukan Pantarlih atau petugas coklit untuk keperluan pilkada tanggal 27 November 2024 nanti.
“Pantarlih kalau datang segera dibantu memberikan data yang diperlukan untuk membantu kesuksesan pilkada dan jangan lupa datang ke TPS pada saatnya,” ajak Paman Birin.
Paman Birin dan Acil Odah pun menyampaikan terima kasih kepada petugas yang telah melakukan pemutakhiran data di tempatnya dan mendoakan mereka dapat melaksanan tugas dengan baik dan lancar sesuai jadwal.
Sementara itu, anggota KPU Kalsel, Arif Muhyar mengatakan, kegiatan coklit ini untuk memastikan masyarakat yang memiliki hak pilih tercatat untuk pilkada nantinya.
“Kita ingin memastikan semua yang punya hak pilih dapat terdaftar sebagai pemilih, masyarakat umum maupun pejabat publik,” ujarnya.
Untuk keperluan pendataan ini, Paman Birin dan Acil Odah pun memberikan data-data yang ditanyakan petugas coklit disertai dokumen berupa KTP dan Kartu Keluarga sesuai domisili yakni Jalan Kertak Baru, Kampung Keramat RT 1 Teluk Selong, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.
Paman Birin, Acil Odah dan puterinya atas nama Noor Azizah Zaimah, masuk dalam daftar pemilih di TPS 1 kampung Keramat Martapura Timur Kabupaten Banjar. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
JAKARTA – Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kalimantan Selatan melaksanakan konsultasi ke Direktorat Jendral Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri, pada Jumat (11/7).
Rombongan Pansus IV DPRD Kalsel yang dipimpin Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Nor Fajeri disambut langsung perwakilan Kemendagri yaitu Analis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Basuki Rahmat dan Analis Keuangan Pusat Daerah, Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah, Shalia A. Joya.
Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Nor Fajeri mengaku mendapatkan masukan yang positif dari kegiatan konsultasi tersebut dalam rangka menyelaraskan Raperda yang sedang dibahas.
“Sangat banyak hal positif untuk penyempurnaan dan perbaikan Raperda ini. Setelah ini kami akan mengadakan rapat lagi dengan anggota Pansus dan OPD pengguna untuk lebih memanfaatkan lagi. Memang ada beberapa hal yang perlu perbaikan dan penyempurnaan isi-isi pasal tentang Reparda Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Dan Lain-lain,”ucapnya.
Sementara itu, Analis Keuangan Pusat Daerah, Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah, Shalia A. Joya menyarankan Pansus perlu membahas lebih lanjut dan satu persatu untuk melaraskan Raperda dari pasal demi pasal dan dilanjutkan ayat demi ayat.
“Kami menegaskan karena ada regulasi baru, ini buat bagaimana kira-kira nomorklatur , modifikasi, ketentuan, mekanisme, tata kelola sampai dengan tata cara, penganggaran sampai dengan penatausahaan pertanggujawaban. Bagaimana bisa selaras dan bersinergi dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang telah update,” jelasnya.
Shalia memberikan apresiasi kepada Pansus IV DPRD Kalsel dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang berhadir pada kegiatan konsultasi ini. Ia berharap Raperda ini dapat segera rampung dan ditetapkan menjadi Perda.
“Diharapkan segera selesai mengisi dari draf-draf rancangan Raperda dan subtansinya agar dapat diselaraskan dan dapat dituangkan serta segera ditetapkan dan segera dilaksanakan dalam APBD selajutnya, sehingga dapat dirasakan masyarakat Kalsel,” terangnya. (ADV-NRH/RH)
SURABAYA – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tentang Perubahan Bentuk Hukum Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalimantan Selatan Menjadi Perseroan Terbatas Perseroan Penjaminan Kredit Daerah Kalimantan Selatan (Perseroda), mendatangi PT Jamkrida Jawa Timur (Perseroda) untuk menyerap informasi dalam upaya percepatan perubahan bentuk hukum Jamkrida Provinsi Kalsel.
Suasana kunjungan Pansus I DPRD Kalsel ke PT Jamkrida Jatim
Rombongan Pansus I DPRD Kalsel dipimpin Suripno Sumas, Biro Hukum dan Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel diterima Direktur Utama Jamkrida Jatim, Untung Heri Sukariyanto beserta jajarannya, pada Jumat (12/7)
Pimpinan Pansus I DPRD Kalsel, Suripno Sumas mengungkapkan, dipilihnya PT Jamkrida Jatim sebagai salah satu daerah penyanding dalam penyusunan raperda, dikarenakan Provinsi Jatim termasuk berhasil melakukan perubahan bentuk hukumnya.
Selain memiliki Perda yang sudah lengkap, PT Jamkrida Jatim juga dinilai banyak memiliki kegiatan-kegiatan yang sudah memenuhi kepentingan masyarakat.
“Selain merasa puas dari penjelasan Pihak Jamkrida Jatim juga banyak informasi yang yang akan menjadi bagian daripada Perda di Kalsel untuk di perbaiki dan disusun dengan harapan perda ini bisa sebanding dengan Perda Jatim ,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur PT Jamkrida Jatim Untung Heri Sukariyanto mengucapkan terimakasih dan juga mengapresiasi kunjungan Pansus I DPRD Kalsel. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk ke depannya.
“Kedepan kerjasama seperti harus terus di tingkatkan baik terhadap Jamkrida Jatim maupun Jamkrida Kalsel, karena mempunyai nilai manfaat yang besar bagi kedua belah pihak,” ucapnya.
Untung optimis dengan adanya perubahan Perda atau menjadi Perseroda, Jamkrida Kalsel sudah siap menerima penyertaan modal dari daerah yang sudah memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 Tentang BUMN.
Peran penting Jamkrida adalah menjembatani sekaligus penjamin usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa mendapatkan akses dengan lembaga keuangan atau perbankan guna mendapatkan permodalan. (ADV-NRH/RH)
BALI – Dalam rangka memperdalam materi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalsel Perseroda (PT Jamkrida), Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Kalsel bertandang ke PT Jamkrida Bali Mandara (JBM), pada Jum’at (12/7).
Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi atau yang akrab disapa Paman Yani selaku pimpinan rombongan mengatakan bahwa pihaknya ingin mendapatkan beberapa masukan dari PT Jamkrida Mandara Bali. Dengan adanya masukan tersebut, Paman Yani ingin produk hukum ini nantinya memiliki materi yang mendetail.
“Hari ini kita bisa banyak belajar. Karena Perda yang lama kan sudah tahun 2012 kalau tidak salah. Nah baru tahun 2024 ini karena memang aturan untuk penambahan modal ini dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.
Terkait hal ini, Paman Yani melihat ada sesuatu yang menarik yaitu bahwa di Bali, PT Jamkrida Mandara mendapatkan dukungan penuh dari seluruh kabupaten/kota. Sementara di Kalsel, lanjutnya, saham terbesarnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi dan yang lainnya adalah Koperasi dari Bank Kalsel.
“Nah terkait ini tentu saja pengayaan materi ini akan berguna sekali, seterusnya nanti kita akan terus dalami lagi karena Perda ini bukan hanya tanggung jawab legislatif tapi juga eksekutif kita patut dengar juga. Klau memang ada hal menarik dan bermanfaat untuk kemajuan PT Jamkrida nanti kita akan muat juga, tentu saja dengan tidak menyalahi aturan yang ada,” jelasnya.
Paman Yani secara pribadi berharap dan menargetkan bahwa Perda ini akan rampung pada Agustus 2024 mendatang. Untuk itu, karena saat ini menjelang masa purna tugas sebagai wakil rakyat, harus betul-betul menjadi prioritas, karena tahun ini harus selesai.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Umum (Dirut) PT Jamkrida Kalsel, Suyanto yang turut bergabung dalam rombongan, mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan pengajuan penambahan modal ke kabupaten/kota, akan tetapi karena investasi selalu ditanyakan return of invesment-nya akhirnya pemerintah kabupaten/kota belum bisa menerima.
Rombongan Pansus II DPRD Kalsel diterima langsung oleh Dirut PT Jamkrida Mandara Bali, I Ketut Indra Satya Dharma Putra. Ia mengaku sangat senang dengan kedatangan kunjungan dari wakil rakyat “Rumah Banjar” yang didampingi oleh PT Jamkrida Kalsel. Menurutnya, kedatangan mereka ini memberikan aura yang positif sehingga pihaknya pun lebih semangat karena bisa bertukar informasi. (ADV-NRH/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menghadiri pembukaan Evaluasi Meratus Aspiring UNESCO Global Geopark, yang bertempat di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Jum’at (12/7).
Evaluasi menuju UNESCO Global Geopark merupakan tahapan penting yang harus dilewati untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa Kalsel memiliki warisan alam budaya yang sungguh layak diakui secara global.
Pada kegiatan tersebut, Sahbirin Noor juga mengucapkan selamat datang kepada tim dari Badan Riset Inovasi Nasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pusat Survei Geologi Bandung dan UPN Veteran Yogyakarta.
Sahbirin Noor menyampaikan, pegunungan Meratus bukan hanya sekedar bentang alam yang indah, tetapi juga menyimpan kekayaan geologi yang luar biasa, keanekaragaman hayati yang unik, serta warisan budaya yang tak ternilai.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor
“Melalui proses evaluasi ini, kita berharap dapat menunjukkan kepada dunia, warisan bumi Kalimantan Selatan yang sangat berharga ini,” ungkapnya.
Status aspiring UNESCO Global Geopark bukan hanya sebuah pengakuan, tetapi juga tanggung jawab besar. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengelola kawasan ini secara berkelanjutan, demi kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.
“Sejak tahun 2018, Geopark Meratus telah resmi menyandang status sebagai geopark nasional. Pencapaian ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam upaya kita menuju pengakuan internasional,” tutup Sahbirin Noor.
Sementara itu, Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Meratus Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, menyampaikan bahwa dengan adanya kedatangan tim evaluator dari UNESCO, merupakan salah satu proses penilaian Geopark Meratus agar bisa dikatakan layak untuk dievaluasi dan menjadi UNESCO Global Geopark.
“Hari ini kita kedatangan dua evaluator dari UNESCO yang disambut langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dan hal ini memberikan bukti bahwa Pemerintah Provinsi dan selurih entitas yang ada di Banua ini mendukung penuh Geopark Meratus,” ucapnya.
Hanifah melanjutkan, pihaknya akan memberikan penyampaian, baik dari sisi geologi, biologi hingga culture, terkait bagaimana pengelolaan Geopark Meratus terhadap evaluator.
“Selanjutnya kami akan mengunjungi situs-situs Geopark Meratus yang kami pilih dari 54 situs, dimana terdapat 17 situs yang akan dilakukan kunjungan,” tutupnya. (MRF/NRH/RH)