Komisi I DPRD Kalsel Terus Upayakan Kehadiran Provinsi Untuk Daerah

TABALONG – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mengunjungi Kantor Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong dalam rangka monitoring pelayanan di Kecamatan Pugaan, Kamis (19/7).

Rombongan Komisi I DPRD Kalsel yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kalsel, Siti Nortita Ayu Febria Roosani disambut langsung oleh Camat Pugaan, Farith Yusriannur Riza beserta jajarannya.

Komisi I DPRD mengunjungi Kantor Kecamatan Pugaan Tabalong

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Siti Ayu Febria Roosani mengatakan kegiatan monitoring ini merupakan salah satu upaya DPRD Provinsi Kalsel memperbaiki kinerja penyelenggaraan pelayanan publik sehingga dapat mewujudkan pelayanan prima sebagaimana diharapkan oleh masyarakat.

Tatum menyampaikan hingga saat ini, pihaknya masih terus berupaya untuk menghadirkan peran provinsi di Kecamatan Pugaan diantaranya dengan melalui pengajuan anggaran oleh DPRD sesuai dengan permasalahan yang ada di Kecamatan Pugaan.

“Selama lima tahun ini, kami selalu menyampaikan kepada dinas terkait, khususnya yang berkaitan dengan dana desa, namun hingga saat ini anggaran itu masih belum disetujui pemerintah. Kemudian terkait masalah tapal batas, itu kami akan konsulkan dengan mitra kami, biro pemerintahan, mungkin kita akan adakan RDP. Lalu tentang abrasi sungai dan stunting itu juga akan kami sampaikan ke komisi yang bersangkutan untuk ditangani masing-masing,” jelasnya.

Diluar permasalahan yang dihadapi wilayah-wilayah di kecamatan Pugaan tersebut, Komisi I DPRD Kalsel memberikan apresiasi kepada Camat Pugaan yang dibawah kepemimpinannya menjadikan pelayanan di Kantor Kecamatan Pugaan menjadi terstruktur dan efisien, bahkan beberapa pelayanan misalnya KTP bisa ditunggu sebentar untuk selesai dihari yang sama.

Sementara itu, Camat Pugaan, Farith Yusriannur Riza menyampaikan aspirasi terkait permasalahan yang ada di Kecamatan Pugaan, diantaranya terkait minimnya dana desa, penyelesaian tapal batas, dan prevalensi stunting yang meningkat, dan abrasi sungai serta banjir.

“Mudah-mudahan setelah kunjungan kerja DPRD Provinsi ini, kami semua bisa menyampaikan apa yang menjadi masalah dan keluhan di kecamatan pugaan, mudahan-mudahan progres kedepan itu akan lebih baik, khususnya dalam kepedulian provinsi terhadap wilayahnya,” harap Farith.

Pada kesempatan ini, Camat Pugaan juga mendampingi Komisi I DPRD Kalsel melihat langsung pelayanan yang ada di kecamatan. (ADV-NRH/RDM/RH)

Dipimpin Prabowo, Paman Birin Hadiri Peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta

JAKARTA – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, turut menghadiri peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta 2,0 dan White Paper OMP Beyond 2024, serta Penyampaian Hasil Capaian PSN dan KEK, Kamis (18/7) di Jakarta.

Gubernur Kalsel saat tiba di lokasi acara

Peluncuran dan penyampaian hasil PSN serta KEK ini dihadiri Presiden terpilih 2024-2029 sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri KLHK, Siti Nurbaya, Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menkopulhukam, Hadi Tjahjanto, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Pada acara itu pula, Prabowo yang didampingi Airlangga menyempatkan menyapa para gubernur yang hadir. Termasuk Gubernur Kalsel Paman Birin.

Ketika Prabowo menghampiri dan hendak disalami, Gubernur Paman Birin melakukan salam hormat kepada Prabowo.

Hormat yang dilakukan Paman Birin pun disambut dengan senang oleh Prabowo, yang selanjutnya menyalami gubernur Kalsel dua periode itu.

Paman Birin pun turut menyimak arahan dan sambutan yang disampaikan Prabowo Subianto dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Sementara itu, Prabowo dalam sambutannya mengungkapkan syarat untuk menarik investor menanamkan modalnya di Indonesia, di tengah gejolak geopolitik dan ekonomi dunia.

Prabowo mengatakan negara yang bisa memberikan kepastian hukum dan iklim investasi yang efisienlah yang akan meraih investasi.

“Kita butuh investasi untuk itu kita butuh iklim baik governance yang baik,” kata Prabowo.

Prabowo menilai kehadiran one map policy berperan strategis dan diharapkan bisa menciptakan suatu efisiensi agar tidak terjadi tumpang tindih penggunaan lahan.

Pasalnya, dari penggunaan lahan bisa berpengaruh pada investasi yang masuk ke tanah air serta kemudahan berusaha.

“Sehingga proses pembangunan bisa cepat. Percepatan adalah elemen dari pemerintahan yang efektif, karena dalam keadaan geopolitik dan geokonomi tidak menentu persaingan antar negara sangat keras,” ungkapnya.

Platform ini menjadi bagian dari rencana besar pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tumpang tindih pemanfaatan ruang secara tuntas.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melaporkan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencapai 233 dengan total nilai investasi mencapai Rp 6.246 triliun.

“Kami juga susun rekomendasi keberlanjutan dalam bentuk white paper 2024, kalau beyond 2024 berarti di eranya Pak Presiden terpilih (Prabowo Subianto). PSN telah ditetapkan 233 PSN, di mana dari 218 projek ini, 15 berupa program, dan investasinya total dari 233 project itu Rp 6.246 triliun dan mempekerjakan 2,71 juta orang,” tutur Airlangga.

Geoportal Satu Peta 2.0 merupakan sebuah peta canggih yang memuat berbagai data geospasial di seluruh Indonesia dan dapat diakses publik.

Perlu diketahui, Kebijakan Satu Peta sendiri sudah dimulai sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kebijakan ini diluncurkan untuk mengintegrasikan data geospasial yang selama ini terpencar di beberapa kementerian dan lembaga.

Sebelumnya, Indonesia memiliki 85 peta tematik yang dikeluarkan masing-masing kementerian dan lembaga yang berbeda. Akibatnya, terjadi tumpang tindih peta yang memicu berbagai konflik pertanahan dan efisiensi.

Maka itu, pemerintah ingin mengintegrasikan seluruh peta agar bisa menjadi satu acuan bagi berbagai kebutuhan pembangunan nasional. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Buka Sosialisasi Pilkada 2024, Gubernur Ajak Masyarakat Aktif Berpartisipasi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalsel menggelar Sosialisasi Pilkada Serentak Tahun 2024 dalam rangka untuk mewujudkan Pilkada yang Damai, Aman dan Gembira, bertempat di GOR Rudy Resnawan, Kota Banjarbaru, Kamis (18/7).

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Bakesbangpol Kabupaten/Kota, para Lurah, Camat serta Ketua RW/RT se Kota Banjarbaru ini juga turut menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalsel.

Dalam sambutannya, sekaligus membuka secara resmi acara tersebut Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyampaikan apresiasi kepada semua pihak terutama KPU dan Bawaslu serta Bakesbangpol yang telah berupaya keras untuk memastikan kesuksesan Pilkada Tahun 2024 di Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan

“Pilkada tahun 2024 adalah agenda demokrasi yang sangat krusial dan harus dipersiapkan dengan matang, Saya berharap semua pihak dapat bekerja keras secara profesional dalam setiap tahapannya serta turut mendorong peningkatan partisipasi pemilih,” ucapnya.

Gubernur juga mengatakan melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat lebih sadar akan hak memilih dan kewajiban sebagai pemilih serta juga melalui sosialisasi ini dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat mengenai proses Pilkada serentak yang akan dilaksanakan nantinya.

“Kita perlu bersama-sama mengupayakan agar masyarakat lebih berminat untuk datang ke TPS dan menggunakan hak politiknya,” katanya.

Suasana Sosialisasi Pilkada Serentak 2024

Gubernur juga mengajak semua elemen masyarakat untuk aktif berperan dalam Pilkada serentak 2024 dengan memberikan suara dalam pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota di Kalsel.

“Mari sama-sama kita buktikan bahwa Banua kita mampu sukses dalam menyelenggarakan setiap perhelatan demokrasi, dan mampu melahirkan pemimpin yang memegang teguh prinsip keadilan serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terus Kolaborasi Wujudkan Tata Kelola Wisata Maju

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel Bidang Pengembangan Destinasi, menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, dengan Kabupaten Kotabaru.

Dalam sambutannya Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel Mugeni, pada Kamis (18/7) menjelaskan, kolaborasi ini terus disinergikan dengan Kabupaten dan Kota, guna memperkuat struktur dan fungsi organisasi kelembagaan Pokdarwis. Mengingat Kelompok Sadar Wisata, merupakan garda terdepan dalam mengelola destinasi wisata yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Pelatihan kali ini dengan Kabupaten Kotabaru,” ucapnya

Praktek langsung cara sigap menangani pengunjung terluka, dari BPBD Kalsel

Disampaikan Mugeni, Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, dengan Kabupaten Kotabaru, ini untuk materinya tentang SOP mitigasi bencana di objek wisata, pengelolaan dana desa untuk mengembangkan destinasi, story telling. Ia berharap, dengan tercipta tata kelola yang maju, tentu berdampak tingginya tingkat kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara di Kalsel.

“Kompetensi sumber daya manusia sebagai pengelola sektor pariwisata sangat penting guna memajukan pariwisata di Banua,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pariwisata Kalsel, Musrefinah Lediya menambahkan, guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi perangkat desa dan kelompok sadar wisata atau Pokdawis, pihaknya ingin setelah pelatihan ini memberikan efek jangka panjang tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, dan roda perekonomian, juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar destinasi wisata.

“Dengan kerjasama yang baik otomatis objek wisata yang dikelola memberikan pendapatan dari desanya,” tutupnya

Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, dengan Kabupaten Kotabaru ini merupakan yang ke tujuh kalinya. Dimana, sebelumnya sudah dillaksanakan dengan Pokdarwis kabupaten/kota lainnya seperti, Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Batola, dan Hulu Sungai Tengah. Dengan menghadirkan Narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Kasubdit BPBD Kalsel Suriansyah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kalsel, diwakili Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Desa Muhammad Agus Fariady, Praktisi Tata Wisata oleh Aristo, dan Story Telling Budaya Cerita Rakyat dari Bayu Bastari Setiawan, diikuti peserta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Perangkat Desa dari Kabupaten Kotabaru.

Foto bersama : Kabid Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel, bersama peserta dari Kabupaten Kotabaru

Untuk diketahui, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Pengembangan Destinasi, menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota dengan Kabupaten Kotabaru, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, diwakili Kabid Pengembangan Destinasi Mugeni, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dispar Kalsel Musrefinah Lediya, dan jajaran Dispar Kalsel. Dihadiri Pejabat Bidang Destinasi Disporabudpar Kabupaten Kotabaru, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Peringati 10 Muharram 1446 H, Gubernur Kalsel Bagikan Ribuan Porsi Bubur Asyura

BANJARBARU – Bertempat di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, pada Kamis (18/7), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan untuk perayaan 10 Muharram 1446 Hijriyah. Pada perayaan ditahun 2024 ini, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor kembali membagikan ribuan porsi bubur asyura, yang ditujukan untuk para pegawai dan masyarakat yang berhadir. Pada peringatan perayaan 10 Muharram tahun ini, diawali dengan apel bersama seluruh SKPD lingkup Provinsi Kalsel, yang dilanjutkan dengan pembagian bubur asyura kepada pegawai dan masyarakat. kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam melestarikan tradisi Islami, di daerah Kalsel.

Kepada Wartawan, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura KH Hasanudin bin KH Badrudin menyampaikan, makna dari memperingati hari asyura, yakni untuk mensyuruki diberikannya nikmat kesehatan, keafiatan, dan lain sebagainya. Serta diselamatkannya para nabi, seperti diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Fir’aun, diselamatkannya Nabi Nuh dari Musibah banjir, dan diselamatkannya Nabi Yunus dari ikan yang ingin menelan beliau. Keselamatan para Nabi tersebut terjadi pada hari asyura.

“Padahal yang disunnahkannya pada 10 Muharram itu adalah berpuasa, dan 11 Muharram disunahkan membuat dan memakan bubur asyura untuk merayakannya,” ungkap KH Hasanudin.

Tak lupa dirinya mengapresiasi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang melaksanakan kegiatan pembagian bubur asyura dan dapat dinikmati oleh jajaran lingkup Pemprov Kalsel tersebut. Karena sabda Nabi Muhammad Saw kepada sahabatnya, memerintah untuk berpuasa pada 9-10 Muharram dan selepas itu membagikan bubur yang bernama Asyura.

Gubernur kalsel bagikan bubur asyura

“Kita perlu mensyukurinya karena mendapat nikmat sehat dan nikmat yang dibagikan lewat bubur Asyura ini,” tutup KH Hasanudin.

Ditempat yang sama, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan, bahwa dirinya berharap melalui peringatan ini, dapat semakin meningkatkan kecintaan kita terhadap tradisi Islam, dan ajaran-ajaran Islami.

“Hari asyura, yang identik dengan tradisi bubur asyura dijadikan momentum untuk mengungkapkan rasa syukur,” tutup Sahbirin Noor. (MRF/RDM/RH)

PIN Polio Resmi Dicanangkan, 540 Ribu Anak Jadi Sasaran di Kalsel

BANJARBARU – Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio resmi dicanangkan di Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis (18/7). Pencanangan dilakukan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru. Turut mendampingi pencanangan ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah dan ulama kharismatik, Guru Wildan.

Pencanangan PIN polio ditandai dengan pemberian vaksin kepada empat anak usia batita, balita dan usia 7 tahun, oleh Kepala Dinas Kesehatan, Acil Odah, Sekdaprov Kalsel, Guru Wildan dan Ketua Persatuan Dokter Anak Indonesia Provinsi Kalsel.

Sekdaprov didampingi Kadinkes Kalsel saat memberikan vaksin polio

Dalam laporannya, Acil Odah memaparkan bahwa imunisasi polio diberikan untuk anak usia 0 hingga 7 tahun sebanyak 2 dosis.

“Dosis pertama diberikan pada 23 hingga 26 Juli 2024. Sedangkan dosis kedua diberikan pada 6 hingga 12 Agustus 2024,” jelasnya.

Di jeda waktu antara pemberian vaksin dosis pertama dan kedua, menurut Acil Odah, pihaknya akan melakukan sweeping untuk memastikan bahwa setiap anak usia 0 hingga 7 tahun, sudah mendapatkan vaksin dosis pertama.

“Sweeping untuk dosis pertama dilakukan pada 30 Juli hingga 3 Agustus. Sedangkan sweeping untuk memastikan pemberian dosis kedua, pada 13 hingga 17 Agustus 2024,” urainya.

Saat ini menurut Acil Odah, sebanyak 1.473 dosis vaksin pertama sudah didistribusikan ke 13 kabupaten kota. Sehingga PIN polio di Kalimantan Selatan sudah dapat dimulai pada Selasa (23/7) mendatang.

Sementara itu, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Gubernur meminta seluruh masyarakat yang memiliki anak usia 0 hingga 7 tahun, untuk mendapatkan vaksin polio. Mengingat obat untuk penyakit menular ini belum ditemukan, dan hanya dapat dicegah dengan imunisasi.

“Tercatat ada 7 provinsi di Indonesia yang ditetapkan sebagai kasus luar biasa (KLB) polio. Kalimantan Selatan memang tidak termasuk didalamnya, namun secara risiko penularan masih tergolong tinggi,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa vaksin polio selama pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional, diberikan secara gratis kepada anak usia 0 hingga 7 tahun. Setiap anak diberikan dua tetes vaksin pada setiap dosisnya. Dimana pemberian vaksin dilakukan diseluruh puskesmas, posyandu serta pos pelayanan imunisasi yang sudah ditunjuk. (RIW/RDM/RH)

PPLIPI Kalsel Sosialisasikan Antisipasi dan Dampak Perundungan di Sekolah

BANJARBARU – Wujud kepedulian Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kalimantan Selatan terhadap anak terus mengalir. Hal itu dibuktikan melalui kegiatan sosialisasi tentang kasus perundungan (bullying) ke sekolah.

Kepedulian itu tidak hanya dilakukan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPLIPI Kalsel, melainkan juga melibatkan Dewan Pengurus Cabang (DPC) di Kabupaten/Kota.

Suasana sosialisasi PPLIPI Kalsel tentang perundungan di SMA Negeri 2 Banjarbaru

Terbaru, bersama dengan DPC PPLIPI Kota Banjarbaru, DPW PPLIPI Kalsel melaksanakan sosialisasi di SMP Negeri 2 Banjarbaru, dengan menghadirkan pembicara dari DP3APMP2KB Kota Banjarbaru.

Puluhan siswa dan dewan guru yang hadir nampak antusias mengikuti sosialisasi itu, dengan aktif memberikan berbagai pertanyaan seputar perundungan.

Siswa berbaris untuk bersalaman kepada Ketua dan anggota PPLIPI Kalsel

Ketua DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati mengatakan, kasus perundungan penting di antisipasi bersama. Mengingat perundungan tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga marak terjadi di media sosial.

“Jadi sudah seharusnya kita antisipasi bersama, bagaimana memberikan edukasi kepada anak-anak di sekolah agar tidak mem-bully sesama,” katanya.

Nawang menilai kasus perundungan bisa dicegah melalui pemusatan berbagai kegiatan di sekolah, seperti ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan dan kegiatan positif lainnya.

“Kita harus membuat anak-anak lebih fokus untuk mengejar prestasi. Ini juga bukan hanya tugas guru tetapi juga orang tua di rumah,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya DPW PPLIPI Kalsel bersama DPC Kabupaten Banjar juga telah melaksanakan kegiatan serupa di dua sekolah yakni SMP Negeri 3 Martapura dan MTs Muhammadiyah Martapura.

Rencananya, sosialisasi ini akan terus dilaksanakan di Kabupaten/Kota lain, termasuk di Kota Banjarmasin dalam waktu dekat.

“Saya sangat berterimakasih kepada seluruh pihak sekolah, karena telah menyambut baik setiap kegiatan yang kami laksanakan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dukung Kabupaten HSU Peningkatan Kerajinan Eceng Gondok

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dalam upaya peningkatan keterampilan pembuatan kerajinan tangan berbahan baku eceng gondok (Ilung) oleh pemuda.

Kabid Kepemudaan Dispora Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Nurullah Bakti mengatakan, pihaknya berterimakasih atas dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya.

Kabid Kepemudaan Dispora Kab HSU Nurullah Bakti

“Kami bersyukur adanya dukungan dari Pemprov Kalsel melalui Dispora Kalsel, yang telah memberikan pelatihan peningkatan minat wirausaha kepada pemuda di Kabupaten HSU,” ungkapmya.

Pelatihan tersebut, lanjut Nurullah, dalam peningkatan kualitas keterampilan kerajinan tangan ditempat mereka tersebut.

Menurut Nurullah, potensi kerajinan berbahan eceng gondok di kabupaten Hulu Sungai Utara inilah, yang terus digali serta ditingkatkan.

“Kami juga memperkenalkan hasil kerajinan eceng gondok ini pada saat pemilihan pemuda pelopor,” ucapnya.

Selain itu, tambahnya, pada kegiatan pertukaran pemuda antar provinsi, pihaknya juga memperkenalkan produk eceng gondok yang sudah menjadi tas, sendal, serta lainnya.

“Maka dengan begitu diharapkan para pemuda dapat lebih mengenal produk eceng gondok asal Kabupaten HSU,” ucap Nurullah. (SRI/RDM/RH)

DPRD Kalsel Monitoring Pembangunan Peternakan di Tabalong

TANJUNG – Kabupaten Tabalong sebagai salah satu pintu gerbang menuju Ibukota Negara (IKN) Nusantara diharapkan mampu memanfaatkan peluang dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan warga IKN. Hal ini diyakini selain dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke Disbunak Tabalong

Untuk memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam menyambut peluang emas tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Komisi II DPRD Kalsel dan mitra kerjanya, mendatangi Dinas Perkebunan Dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tabalong, Kamis (18/7).

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin mengatakan, diketahui bahwa Kabupaten Tabalong memiliki banyak potensi selain sumber daya alam, termasuk sumber daya peternakannya yang dominan dan penting terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan asal hewan, seperti unggas, sapi, kambing, dan ikan air tawar.

“Ini harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tabalong khususnya, dan Pemerintah Provinsi Kalsel pada umumnya. Kita berharap, kunjungan monitoring Komisi II ini bukan hanya ingin melihat Kabupaten Tabalong sebagai penyangga pangan hewani untuk IKN tapi juga ingin mengetahui bagaimana peran serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Wakil rakyat yang akrab disapa Bang Dhin juga berharap pertemuan ini dapat dijadikan momentum bagi Disbunak Kabupaten Tabalong maupun Disbunak Provinsi Kalsel untuk melakukan sinkronisasi program kerja ke depan. Sehingga program Pemerintah Pusat bisa berjalan sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Tabalong.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Fahrani. Ia mengatakan, kunjungan ini untuk mensinergikan kerjasama program provinsi dengan kabupaten dalam rangka menjaga produktivitas pangan di daerah ini.

“Karena kita punya mimpi ke depan, bahwa IKN ini pangannya bisa disuplai dari Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Tabalong. Harapan kita, program-program provinsi bisa lebih kita tingkatkan lagi di Tabalong,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Disbunak Kabupaten Tabalong, Suaidi Abdullah mengakui, bahwa Kabupaten Tabalong masih belum mampu mencukupi kebutuhan pangan hewani berupa daging dan telur. Dan masih mendatangkan dari luar daerah.

“Untuk peternakan, lahannya terbatas karena terbagi dengan keperluan lain, untuk perkebunan dan tanaman pangan serta tanaman kering lainnya,” tambahnya.

Namun demikian, dirinya menyatakan pihaknya siap melaksanakan program-program terkait pengembangan peternakan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel. (ADV-NRH/RDM/RH)

Semarak 74 Tahun Provinsi Kalsel, Paman Birin Kick Off Logo dan Tema Hari Jadi

BANJARMASIN – Jelang peringatan hari jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi secara resmi mengenalkan logo dan tema HUT tahun ini. Kick Off Logo dan Tema Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel ini, dilakukan langsung Gubernur, Sahbirin Noor pada Rabu (17/7) malam di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Kick Off ditandai dengan simbolisasi penembakan meriam ke arah LCD, yang menampilkan logo dan tema HUT tahun ini.

Gubernur Kalsel saat kick off Semarak Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel

Dimana untuk tema HUT ke-74 tahun ini, adalah Niat Diganggam Barakat Dikatam Kalsel Babussalam, yang merupakan pemenang pertama lomba tema HUT Kalsel. Yakni atas nama peserta Siti Nuridamayanti. Sementara untuk logo, memakai karya Rosmia Ahdiati, yang juga memenangkan lomba yang digelar pemerintah provinsi Kalsel sejak April 2024. Yakni berupa angka 74 berwarna kuning keemasan, dengan ukiran khas Kalsel berbentuk kepala naga, di bagian kepala angka 7.

Hadir pada Kick Off Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel ini, sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Kalsel. Diantaranya Ketua DPRD Provinsi, Danrem 101 Antasari, Wakapolda dan juga Sekdaprov Kalsel. Hadir pula seluruh jajaran SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel.

Mengawali sambutannya, Paman Birin menyebutkan, Kalsel laksana sehelai kain dari surga, sebagai gambaran untuk sebuah daerah yang luar biasa dengan kekayaan alam melimpah.

“Ini jadi modal dasar untuk menjadikan masyarakat Kalsel sejahtera lahir dan batin,” ujarnya.

Paman Birin menyebut, usia 74 tahun bukanlah waktu yang sebentar dan itu didapat karena jasa para pejuang dan pahlawan. Sehingga sangat perlu diwarisi generasi sekarang dan selanjutnya untuk membangun Banua dan mensejahterakan masyarakatnya.

Peringatan Harjad senantiasa menjadi momentum untuk merefleksikan kilas balik pembangunan dan pencapaian selama beberapa tahun terakhir.

Diungkapkan Paman Birin, Provinsi Kalsel sejauh ini telah melewati banyak dinamika dan tantangan, yang dilalui dengan ketangguhan, kekuatan, dan kerja keras antara elemen masyarakat.

Beberapa parameter menjadi perhatian bersama, seperti capaian indeks pembangunan manusia, indeks kualitas lingkungan hidup, serta sederet prestasi yang membanggakan.

“Alhamdulillah, parameter tersebut menunjukkan tren positif selama dua periode kepemimpinan. Inilah yang membuat kita semakin mantap dan percaya diri dalam menyambut hari jadi ke-74 Provinsi Kalsel,” tutupnya.

Sementara itu, kepada wartawan, Ketua Panitia HUT ke-74 Provinsi Kalsel sekaligus Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menjelaskan, ada 24 rangkaian kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan dan memeriahkan peringatan hari jadi tahun ini. Baik berskala lokal, nasional, hingga internasional.

Sejumlah kegiatan yang akan digelar untuk menyambut hari jadi tahun ini, mulai 20 Juli hingga September 2024. Diantaranya penanaman pohon di kawasan bandara Syamsuddin Noor, lomba paralayang internasional, pemecahan rekor Sinoman Hadrah dan bentangan kain Sasirangan terpanjang, serta peresmian jalan by pass Banjarbaru – Batulicin, hingga Kalsel Expo pada September mendatang. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version