Founder ‘Gurame’ Kang Deden, Berbagi Tips Jadi Guru Asik Menyenangkan di Perpus Palnam

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Perpus Palnam Berdongeng di aula kantor Dispersip Kalsel, Selasa (23/7).

Acara yang dibuka oleh Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan, Muhammad Hanafi menghadirkan Founder Guru Asik dan Menyenangkan (Gurame), Hasan Musthofa Sya’ban yang juga dikenal dengan sebutan Kang Deden.

Kabid Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Muhammad Hanafi mengatakan pihaknya bersyukur Kang Deden dapat mengisi acara Berdongeng di hadapan ratusan anak-anak, guru dan orang tua murid Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

“Alhamdulillah kami sangat senang sekali Kang Deden bisa hadir disini,” jelasnya.

Selain mendongeng, lanjut Hanafi, Kang Deden juga akan berbagi ilmu dalam acara Workshop Berdongeng dengan tema “Anak Hebat Terlahir Dari Orang Tua dan Guru Yang Terlibat” kepada para peserta yang berasal dari kalangan guru TK, guru SD dan orang tua murid.

“Kang Deden juga berbagi ilmu bagaimana guru mengelola sekolah hingga anak-anak senang saat mengikuti pelajaran,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan literasi sejak dini. Hal ini sesuai dengan visi dan misi perpustakaan bahwa pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi juga tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Founder Gurame, Kang Deden mengatakan kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2024. Menurutnya, kegiatan dipusatkn di perpustakaan dengan mengundang ratusan anak TK dan SD untuk berbagi “Donat” yaitu Dongeng Anak Hebat.

“Kami ada kerjasama dengan beberapa TK dan SD sehingga kemampuan literasi anak bertambah,” ungkapnya.

Kang Deden juga mengajak para guru agar menjadi sosok yang asik dan menyenangkan dalam mengajar. Salah satunya dengan menerapka 4 F yaitu Fun (menyenangkan), Friendly (ramah), Focus (fokus) dan Fresh (segar).

“Bagaimana teknik membuka yang fun, friendly, focus tapi tetap fresh, sehingga guru di depan anak-anak luar biasa, guru yang diidolakan anak-anak. Juga nanti diarahkan dengan metode membaca dengan mudah dan cepat,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Dislutkan Kalsel Gelar Pertemuan Pertugas AKI

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan, pertemuan bersama petugas Angka Konsumsi Ikan (AKI) Tingkat Provinsi, di salah satu hotel di Kota Banjarbaru, Selasa (23/7). Acara dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono.

“Pertemuan ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 22 sampai 23 Juli 2024. Yang bertujuan, untuk menghitung AKI Tahun 2023,” ungkap Rusdi.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono

Menurut Rusdi, keberadaan petugas AKI ini merupakan salah satu parameter penting untuk mengetahui, tingkat konsumsi makan ikan masyarakat pada suatu wilayah.

Mengingat, lanjutnya, AKI per kapita per tahun dapat digunakan untuk mengetahui besarnya kebutuhan ikan di dalam negeri yang dikonsumsi masyarakat.

“Angka konsumsi per wilayah dimanfaatkan untuk perencanaan dan penetapan kebijaksanaan suatu wilayah dalam pengelolaan perikanan,” ucapnya.

Sedangkan, tambah Rusdi, untuk konsumsi ikan masyarakat di Kalsel lebih tinggi dari nasional.

“Angka Konsumsi Ikan Kalimantan Selatan mencapai 65 kilogram per kapita per tahun,” ujarnya.

Menurut Rusdi, angka ini termasuk tinggi dan di atas rata rata konsumsi ikan nasional. Yaitu, 56 kilogram per kapita per tahun.

“Meski konsumsi ikan di Banua berasa diatas rata rata nasional, kami terus mengkampanyekan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) berdasarkan arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor,” ucap Rusdi.

Salah satu manfaat dari gemar mengkonsumsi ikan ini, untuk mencegah stunting. (SRI/RDM/RH)

Dibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua

PAPUA – Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah atau Acil Odah, menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-40, yang dilaksanakan di Istora Papua Bangkit, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (23/7) pagi.

Acil Odah saat tiba di lokasi peringatan Hari Anak Nasional

Puncak peringatan ini dibuka langsung Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Istri Wakil Presiden, Wury Ma’ruf Amin, dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM).

Suasana peringatan Hari Anak Nasional yang dihadiri Presiden dan Ibu Negara

Hadir dengan menggunakan topi rumbai khas Papua, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan disambut ribuan anak Papua yang menggunakan baju adat dan diiringi dengan alunan instrument musik asli Papua.

Raudatul Jannah atau Acil Odah menyampaikan rasa bahagianya karena dapat berhadir bersama kurang lebih 6 ribu anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-40 di Papua.

Acil Odah juga menyampaikan pesan agar anak-anak Banua khususnya, selalu semangat dalam mengenyam pendidikan demi menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, sebagai bagian upaya untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Alhamdulillah. Senang sekali bisa berhadir langsung pada Puncak Perayaan Hari Anak Nasional ke-40 ini, bersama kurang lebih 6 ribu anak-anak dari Papua dan juga dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan dengan semangat Hari Anak Nasional ini, anak-anak kita khususnya di Kalsel, semakin semangat meraih pendidikan dan menjadi generasi yang berprestasi dan berkualitas,” harap Acil Odah.

Momen ini dapat menjadi pengingat bagi para orang tua, untuk melindungi dan memenuhi hak anak-anak, sebagai penerus bangsa, dan bagian dari upaya untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Pj Gubernur Provinsi Papua, Muhammad Rumasukun dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih, atas kehadiran Presiden dan Ibu Negara di tanah Papua.

“Seluruh masyarakat Papua menyampaikan selamat datang kembali, dan terima kasih atas pelaksanaan Puncak Hari Anak Nasional ke-40 di Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayapura. Ini merupakan momen penting untuk mengingatkan kita semua akan tanggung jawab bersama dalam melindungi, mendidik dan membahagiakan anak-anak kita,” sampainya.

Ketua Umum OASE KIM, Tri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan, bahwa sejak 1984, 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional, dengan tujuan mengingatkan dan penghargaan untuk anak, yang merupakan aset berharga untuk dan penerus bangsa.

“Mengusung tema “Suara Anak Membangun Bangsa”, kegiatan ini kita laksanakan sebagai bentuk penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang,” sampainya.

Tri juga mengatakan bahwa dihadirkan sekitar 6 ribu anak dari jenjang TK hingga SMA dari Papua dan juga perwakilan anak dari seluruh Provinsi di Indonesia yang masing-masing didampingi Istri Gubernur atau Ketua TP PKK Provinsi.

Sebagai rangkaian puncak peringatan, ditampilkan penyampaian suara anak Indonesia oleh 38 perwakilan dari Forum Anak Indonesia, penampilan anak-anak berbakat matematika, baris berbaris oleh Pocil atau Polisi Cilik, marching band, menyanyi dan desain kostum kreatif. Pemberian beasiswa Program Indonesia Pintar serta penghargaan kepada anak berprestasi.

Untuk memeriahkan acara, Presiden dan Ibu Negara juga memanggil serta memberikan pertanyaan kepada sejumlah anak peserta acara, dan memberikan hadiah.

Puncak acara ditampilkan 2.600 anak-anak yang menari kolosal tari pergaulan tanah Papua, yang juga menciptakan Rekor MURI anak-anak menari terbanyak, diiringi musik medley Papua.

Tema yang diangkat pada HAN ke-40 ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Papua dipilih sebagai lokasi pelaksanaan agar kemeriahan perayaan HAN juga dapat dirasakan anak-anak di daerah terpencil dan terluar. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Paman Yani Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Relaksasi Pajak Tahun 2024

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program relaksasi pajak yang diinisiasi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mulai 1 Juli hingga 9 Desember nanti.

“Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Tanah Bumbu dan seluruh masyarakat Kalsel,” kata Wakil Rakyat akrab disapa Paman Yani, usai melaksanakan Sosialisasi Perda (Sosper) Pajak dan Retribusi Daerah, di Desa Hidayah Makmur, Tanah Bumbu, Minggu (21/7).

Suasana Sosper Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, di Desa Hidayah Makmur, Tanah Bumbu, Minggu (21/7)

Paman Yani menyayangkan, masih ada sebagian masyarakat yang belum mengetahui tentang adanya program penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II itu.

Padahal menurut Paman Yani, kebijakan selama 3 bulan ini sangat membantu masyarakat dalam mengurangi beban pengeluaran.

“Pemprov Kalsel bahkan telah memberi kemudahan bagi pekerja yang tidak memiliki waktu luang untuk membayar PKB, melalui antar jemput berkas pembayaran wajib pajak,” ungkap Paman Yani.

Di sisi lain, Paman Yani juga mendorong UPPD Samsat Batulicin mensosialisasikan program pembebasan denda pajak ini melalui Samsat Keliling (Samkel).

Tujuannya agar informasi menggemberikan itu bisa menjangkau masyarakat yang berada di wilayah pelosok.

“Masyarakat yang memang tertunda bayar wajib pajak beberapa tahun, pasti akan berpikir dua kali untuk membayar denda pajaknya. Nah karena ada program ini harusnya jadi tergerak untuk segera membayarkan pajaknya,” pungkas Paman Yani. (SYA/RDM/RH)

Sejak 1 Juli, Program Relaksasi Pajak Jadikan Pendapatan Harian UPPD Samsat Batulicin Capai 700 Juta

TANAH BUMBU – Program relaksasi pajak yang dicetuskan oleh Pemprov Kalsel sejak 1 juli – 9 Desember 2024, mendapat antusias tinggi dari masyarakat.

Di Kabupaten Tanah Bumbu misalnya. Animo masyarakat dalam memanfaatkan program bebas denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II sangat tinggi hingga membuat capaian harian Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Samsat Batulicin meningkat drastis.

Kepala UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah (kiri), saat menyampaikan capaian harian UPPD Samsat Batulicin kepada Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel (kanan)

Hasil tersebut jelas mendapat apresasi dari Wakil Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi. Menurutnya, program yang digalakan Pemprov Kalsel melalui Bapenda ini sangat luar biasa, karena mengurangi beban masyarakat dalam membayar Wajib Pajak (WP).

“Ini bukan hanya meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat dalam membayar WP, tetapi juga memudahkan masyarakat yang mengalami penunggakan pajak,” jelas Muhammad Yani Helmi, saat melaksanakan evaluasi program Relaksasi Pajak, di UPPD Samsat Batulicin, Kamis (18/7).

Untuk kesekian kalinya, Wakil rakyat akrab disapa Paman Yani itu juga kembali mengingatkan dan mengajak masyarakat agar memanfaatkan program pembebasan denda pajak ini.

Sebab Paman Yani menjelaskan, WP yang dibayarkan juga akan kembali ke masyarakat melalui berbagai pembangunan, seperti infrastruktur dan pengembangan daerah.

“Pajak itu dari rakyat untuk rakyat. Mari manfaatkan momentum penghapusan denda pajak ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Paman Yani.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah, mengungkapkan sejak program penghapusan denda pajak dimulai pada 1 Juli 2024 lalu, pendapatan harian UPPD Samsat Batulicin rata-rata mencapai 700 juta rupiah.

Indra mengakui, tingginya animo masyarakat dalam memanfaatkan program ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya pendapatan harian UPPD Samsat Batulicin.

Ditambah sosialisasi yang dilakukan Paman Yani ke masyarakat Tanah Bumbu melalui kegiatan Sosialisasi Perda (Sosper) Tentang Pajak dan Retribusi Daerah, membuat program relaksasi pajak benar-benar tersampaikan hingga ke pelosok desa.

“Kami sangat berterimakasih atas kegiatan yang seringkali dilaksanakan Paman Yani dengan melibatkan UPPD Samsat Batulicin juga. Dengan kegiatan seperti itu kami mengaku sangat terbantu untuk mensosialisasikan program relaksasi pajak ini,” ucap Indra. (SYA/RDM/RH)

FPK Program Sekolah Penggerak Resmi Digelar di Banjarbaru

BANJARBARU – Forum Pemangku Kepentingan (FPK) Program Sekolah Penggerak (PSP) Provinsi Kalimantan Selatan angkatan 2 dan 3, digelar di salah satu hotel berbintang kota Banjarbaru, Selasa (23/7).

Saat membuka kegiatan, Gubernur Kalsel melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, menyampaikan apresiasinya kepada Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kalsel, karena telah memfasilitasi adanya pertemuan FPK.

“Di forum ini kita berupaya meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan PSP,” katanya.

Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, melakukan penandatanganan komitmen peningkatan mutu pendidikan

Agus mengatakan, Pemprov Kalsel selalu siap mendukung pelaksanaan PSP sejak awal berjalan di tahun 2021 hingga seterusnya.

Keberadaan sekolah penggerak, menurutnya, menjadi daya ungkit untuk pendidikan di Banua, dimana kompetisi kepala sekolah, tenaga pendidik dan peserta didik diharapkan meningkat dalam target waktu tertentu.

“Apresiasi saya sampaikan kepada sekolah yang tergabung dalam program dari Kemendikbudristek ini, terutama kepada para sekolah yang kualifikasinya berhasil mmbawa sekolah lolos seleksi,” lanjutnya.

Foto bersama dalam kegiatan FPK PSP Kalsel, di Banjarbaru, Selasa (23/7).

Kepala BPMP Kalsel, Yuli Haryanto, berharap forum ini mendapat banyak masukan dari Sekolah Penggerak. Ia juga berharap Sekolah Penggerak bisa mewujudkan visi pendidikan melalui terciptanya profil pelajar Pancasila.

“Seharusnya PSP ini jauh lebih baik dibanding sekolah-sekolah lain karena ada kontraknya, ada perjanjian kinerjanya, bahkan kami punya MoU dengan Gubernur, Bupati/Walikota, terutama Kemendikbudristek,” ungkapnya.

Sekolah penggerak, lanjutnya, memiliki beban untuk menjadi menjadi percontohan. Salah satu tolak ukurnya adalah menggunakan rapot pendidikan.

“Harapannya jangan sampai rapot pendidikan ada yang turun,” pintanya.

Diketahui, sekolah penggerak di Kalsel angkatan pertama terdiri dari 49 sekolah, angkatan kedua 136 sekolah dan ketiga 82 sekolah. Jumlah tersebut meliputi jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA serta SLB yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Dalam FPK tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama peningkatan mutu pendidikan, yang dilakukan oleh Pemprov Kalsel, BPMP Kalsel, Balai Guru Penggerak, serta Kepala Dinas Pendidikan di seluruh Kabupaten/Kota se-Kalsel. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Bakal Pimpin Peringatan Hari Pengayoman 2024 dan Penyerahan Remisi Kemenkumham

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin menerima kunjungan pejabat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalsel di rumah dinasnya Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Selasa (22/7) pagi.

Suasana pertemuan Gubernur dan Kakanwil Kemenkumham Kalsel

Kedatangan jajaran Kemenkumham untuk melakukan audiensi terkait peringatan Hari Pengayoman ke-79 tahun 2024 ini, dipimpin langsung Kepala Kanwil KemenkumHAM Provinsi Kalsel, Taufiqurrakhman.

Turut mendampingi, Kepala Divisi Administrasi, DR Candra Friandi Achmad, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Ramlan Harun, Kepala Bagian Program dan Humas, Hendy Emil, dan Kepala Bidang Hukum, Agus Sartono. Selain itu, tampak hadir dalam audensi itu Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.

Paman Birin pun menyambut hangat silaturahmi jajaran Kemenkumham Provinsi Kalsel sebagai bentuk sinergitas Pemerintah Provinsi Kalsel dengan instansi vertikal di Banua.

“Alhamdulilah, pagi ini kita mendapat kunjungan dari jajaran Kanwil Kemenkumham Kalsel. Semoga silaturahmi ini semakin memperat sinergitas Pemprov Kalsel dan Kemenkumham yang selama ini telah terjalin dengan baik,” kata Paman Birin

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Taufiqurrakhman menyebutkan, kedatangan jajarannya untuk menyampaikan permintaan agar Paman Birin bersedia menyerahkan remisi atau pengurangan masa menjalani pidana kepada para warga binaan lembaga permasyarakatan tahun ini, pada 17 Agustus 2024 di Lapas Teluk Dalam Banjarmasin.

Setelah itu, Gubernur Paman Birin juga diminta menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Pengayoman 2024 di halaman Kantor Gubernur di Banjarbaru pada 19 Agustus 2024 mendatang.

Di momen 79 tahun KemenkumHAM, Taufiqurrakhman berharap, para insan pengayoman dapat turut andil dalam memberikan pencerahan atau pelayanan kepada masyarakat di Provinsi Kalsel, terkait perundang-undangan, bantuan hukum, hingga hak cipta atau paten, dan lainnya.

Pada peringatan Hari Pengayoman kali ini Kemenkumhan akan mengusung tema “Kementerian Hukum dan HAM Mengabdi Untuk Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”.

Rangkaian Hari Pengayoman ke-79 tahun 2024 dibuka secara resmi oleh Menteri Hukum dan HAM, Prof Yasonna H. Laoly di aula Kanwil Kemenkumham Jakarta, Senin (15/7) lalu. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Wujudkan Pengelolaan Kearsipan yang Baik, Dispersip Kalsel Sosialisasikan Pergub 73/2023

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menggelar Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 073 tahun 2023 tentang Pengelolaan Kearsipan yang bertempat di salah satu hotel berbintang, Senin (22/7).

Kegiatan yang diikuti sekitar 225 orang arsiparis, pengelola arsip dan Kasubag Unpeg di seluruh SKPD dan UPTD lingkup Pemprov Kalsel ini menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Sosialisasi Pergub Tentang Pengelolaan Kearsipan

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie diwakili Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kearsipan, Muamar, usai membuka acara mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman para pengelola arsip di SKPD tentang Jadwal Retensi Arsip, Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis.

“Pergub ini baru diterbitkan pada tahun 2023, makanya tahun 2024 ini, kita segera melaksanakan sosialisasi agar seluruh SKPD mengetahui bahwa kita mempunyai Pergub terkait pengelolaan kearsipan,” jelasnya.

Muamar berharap melalui kegiatan ini bisa mewujudkan tata kelola arsip yang baik guna mendukung tranparansi dan akuntabilitas seluruh sektor pemerintahan lingkup Pemprov Kalsel.

“Dengan adanya Pergub ini kita optimis dapat mencapai tujuan bersama untuk meningkatkan tata kelola arsip yang baik dan mendukung transparansi dan akuntabilitas seluruh sektor pemerintahan kita,” jelasnya.

Sementara itu, Tim Pembina Kearsipan I ANRI, Prihatni Wuryatmini menjelaskan bahwa pengetahuan tentang jadwal retensi arsip (JRA) dan klasifikasi keamanan dan akses arsip dinamis ini sangat penting untuk mewujudkan pengelolaan arsip yang efektif dan efisien.

“Pergub yang mengatur jadwal rentensi arsip ini bertujuan untuk menciptakan memori kolektif Pemprov Kalsel, sedangkan terkait sistem kalisfikasi keamanan akses arsip dinamis ini untuk mencegah terjadinya sengketa informasi antara badan publik dan publik,” katanya

Prihatni menambahkan semua arsip yang tercipta sangatlah penting, khususnya arsip dinamis yang tercipta dari OPD/SKPD karena ini untuk menjamin akuntabilitas kinerja SKPD tersebut.

“Dari arsip ini terjamin OPD/SKPD tersebut pelaksanaan kegiatannya akuntabel atau tidak. Arsip dinamis ini juga punya batas waktu pakai sesuai dengan jadwal retensi yang tertera pada Pergub tersebut. Jika batas waktu pakainya telah habis arsip tersebut harus dimusnahkan sesuai dengan kententuan yang ada agar tidak terjadi penumpukan arsip,” ungkapnya.

Batas waktu pakai arsip dinamis ini, lanjutnya, juga bervariasi ada yang dua tahun harus dimusnahkan dan maksimal 10 tahun harus dimusnahkan.

“Untuk yang 10 tahun ini contohnya adalah arsip keuangan, jika tidak ada pertentangan dengan peraturan terkait atau kasus hukum arsip keuangan tersebut bisa dimusnahkan, jadi arsip keuangan ini tidak selamanya disimpan di OPD,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)

Supian HK Ingatkan KBB Bali Selalu Jaga Silaturahmi

DENPASAR – Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa’dunia, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin mengukuhkan Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar Provinsi Bali periode 2024-2028 di salah satu hotel berbintang di kawasan Sanur, Bali, Sabtu (20/7).

Pengurus KBB Bali yang dikukuhkan oleh Paman Birin, yakni Hamdani Masran selaku ketua beserta 40 orang pengurus lainnya. Prosesi pengukuhan KBB Bali ini turut disaksikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudhatul Jannah yang akrab disapa Acil Odah dan Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK beserta pejabat Pemerintah Provinsi Kalsel dan undangan lainnya.

Suasana Pelantikan dan Pengukuhan PW KBB Bali

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK memberikan apresiasi atas terbentuknya KBB sebagai wadah berkumpul para perantau asal Kalsel. Ia mengungkapkan sebelumnya juga turut menghadiri pelantikan KBB di Palu, Sulawesi Tengah pada bulan Juni 2024 lalu dihadiri oleh Presiden KBB Sa’dunia, Sahbirin Noor.

Ia menegaskan mendukung pembentukan KBB di berbagai wilayah di Indonesia bahkan juga di mancanegara, yakni di Arab Saudi dan Kuwait.

“Oleh karena itu, pentingnya selalu menjaga silaturahmi, khususnya antara urang Banjar yang sama-sama berada di perantauan, selain KBB menjadi wadah berkumpul juga ajang pelestarian budaya dan tradisi Banjar,” jelasnya.

Sementara, Ketua Umum KBB Provinsi Bali, Hamdani Masrah mengungkapkan di Provinsi Bali ini ada sekitar 600 orang Banjar dari 150 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di berbagai wilayah dengan beragam latar belakang mulai dari wirausahawan, mahasiswa hingga pegawai, baik swasta maupun negeri, namun ditengarai masih banyak lagi karena ada yang belum tercatat.

“Keberadaan KBB tidak hanya jadi ajang silaturahmi dan temu kangen urang Banjar yang berada di perantauan, tapi juga bentuk silaturahmi yang harus terus dijalin,” katanya.

Hamdani menambahkan sebelum terbentuk KBB ini urang Banjar yang ada di Bali berhimpun dalam organisasi Kerukunan Keluarga Kalimantan, kemudian memutuskan membentuk KBB yang sekretariatnya di Jalan Bukit Sari II, Padangsambian Kaja, Denpasar.

“Kami melanjutkan dari ide teman-teman, kemudian silaturahmi menemui Paman Birin di Banjarmasin untuk memberitahukan rencana pembentukan KBB Bali, ternyata rencana itu disambut baik oleh Paman Birin hingga terealisasi pelantikan serta pengukuhan kepengurusan KBB Bali pada bulan Juli 2024 ini,” terangnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Setwan Kalsel Kaji Tiru ke DPRD Bali Guna Tingkatkan Kualitas Fungsi Pemberitaan Kedewanan

DENPASAR – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kaji tiru ke Sekretariat DPRD Provinsi Bali di Denpasar Provinsi Bali, pada Jum’at, (19/7).

Rombongan Setwan Kalsel dipimpin Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini diterima oleh Sekwan Bali, I Gede Indra Dewa Putra beserta jajarannya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir juga sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persroom DPRD Kalsel dan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan DPRD Bali (Forwab).

Suasana Pertemuan Sekwan Kalsel dan Sekwan Bali

Sekwan Kalsel, Muhammad Jaini mengaku dirinya sengaja memboyong tim Press Room DPRD Provinsi Kalsel ke DPRD Provinsi Bali, dalam rangka untuk menambah informasi dan pengayaan pengalaman guna menunjang kinerja dalam menjalankan tugasnya untuk membuat pemberitaan wakil rakyat di “Rumah Banjar”.

“Kami sangat berterima kasih sekali atas penerimaan yang baik dari pihak sekretariat dewan di Bali ini. Dalam hal ini saya mengpresiasi jalannya diskusi dalam rangka sharing tadi, sama-sama mengutarakan pendapat dan sama-sama memberikan solusi yang terbaik khususnya bagi aktivitas kejurnalisan kita,” jelasnya.

Dari forum sharing yang dilaksanakan tersebut, Jaini mengungkapkan dirinya mendapatkan banyak informasi yang konstruktif dalam rangka memberikan pelayanan kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalsel sesuai dengan tugas pokok dan fungsi mereka, khususnya dalam hal kontribusi penyebarluasan informasi kegiatan kedewanan yang informatif dan berimbang.

Sementara itu, Sekwan Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra menyambut positif kedatangan seluruh peserta studi banding. Menurutnya, hal ini merupakan wujud kolaborasi yang baik antar dua provinsi besar ini.

“Saya berikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekwan Kalsel bersama rombongan Press Room. Tentu juga kami memperoleh banyak manfaat ya. Kami sendiri punya grup diskusi dengan wartawan yang bekerja sama yaitu Forum Wartawan DPRD Bali (Forward). Mudah-mudahan bulan depan kita juga ada kunjungan balasan ke Kalsel,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version