29 April 2026

FPK Program Sekolah Penggerak Resmi Digelar di Banjarbaru

Suasana FPK PSP Kalsel Angkatan 2 dan 3, di Banjarbaru, Selasa (23/7).

BANJARBARU – Forum Pemangku Kepentingan (FPK) Program Sekolah Penggerak (PSP) Provinsi Kalimantan Selatan angkatan 2 dan 3, digelar di salah satu hotel berbintang kota Banjarbaru, Selasa (23/7).

Saat membuka kegiatan, Gubernur Kalsel melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, menyampaikan apresiasinya kepada Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kalsel, karena telah memfasilitasi adanya pertemuan FPK.

“Di forum ini kita berupaya meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan PSP,” katanya.

Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, melakukan penandatanganan komitmen peningkatan mutu pendidikan

Agus mengatakan, Pemprov Kalsel selalu siap mendukung pelaksanaan PSP sejak awal berjalan di tahun 2021 hingga seterusnya.

Keberadaan sekolah penggerak, menurutnya, menjadi daya ungkit untuk pendidikan di Banua, dimana kompetisi kepala sekolah, tenaga pendidik dan peserta didik diharapkan meningkat dalam target waktu tertentu.

“Apresiasi saya sampaikan kepada sekolah yang tergabung dalam program dari Kemendikbudristek ini, terutama kepada para sekolah yang kualifikasinya berhasil mmbawa sekolah lolos seleksi,” lanjutnya.

Foto bersama dalam kegiatan FPK PSP Kalsel, di Banjarbaru, Selasa (23/7).

Kepala BPMP Kalsel, Yuli Haryanto, berharap forum ini mendapat banyak masukan dari Sekolah Penggerak. Ia juga berharap Sekolah Penggerak bisa mewujudkan visi pendidikan melalui terciptanya profil pelajar Pancasila.

“Seharusnya PSP ini jauh lebih baik dibanding sekolah-sekolah lain karena ada kontraknya, ada perjanjian kinerjanya, bahkan kami punya MoU dengan Gubernur, Bupati/Walikota, terutama Kemendikbudristek,” ungkapnya.

Sekolah penggerak, lanjutnya, memiliki beban untuk menjadi menjadi percontohan. Salah satu tolak ukurnya adalah menggunakan rapot pendidikan.

“Harapannya jangan sampai rapot pendidikan ada yang turun,” pintanya.

Diketahui, sekolah penggerak di Kalsel angkatan pertama terdiri dari 49 sekolah, angkatan kedua 136 sekolah dan ketiga 82 sekolah. Jumlah tersebut meliputi jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA serta SLB yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Dalam FPK tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama peningkatan mutu pendidikan, yang dilakukan oleh Pemprov Kalsel, BPMP Kalsel, Balai Guru Penggerak, serta Kepala Dinas Pendidikan di seluruh Kabupaten/Kota se-Kalsel. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.