Puluhan Siswa SLB C Negeri Pembina Ikuti Perpisahan Tahun Ajaran 2023/2024

BANJARBARU – Sekolah Luar Biasa (SLB) C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang merupakan dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel menggelar Pengukuhan dan Purnawiyata kepada siswa/i Tahun Ajaran 2023/2024, bertempat di Aula SLB C Negeri Pembina, Banjarbaru, Kamis (13/6).

Penyerahan Bantuan Sekolah oleh Disdikbud Kalsel

Kegiatan pengukuhan yang bertemakan “Berpetualang Dengan Keberagaman Budaya Indonesia” ini mendapat apresiasi dari Pemprov Kalsel melalui Disdikbud Kalsel.

Dalam sambutannya Kepala Disdikbud Kalsel melalui Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, Rita Mariana mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan antar anak murid dengan guru, akan tetapi sekaligus menjadi pembelajaran untuk para siswa dalam mengenal kebudayaan Nusantara.

“Kami sangat apresiasi kegiatan ini, Bisa dilihat dari penggunaan berbagai baju adat yang digunakan para guru dan siswa, yang mana bisa mengenalkan kebudayaan dan seni yang dimiliki Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalsel, Rosita Sari mengatakan pemilihan tema ini bertujuan untuk mengenalkan kepada peserta didik bahwa Indonesia memiliki keberagaman seni dan budaya yang kaya.

Kepala SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalsel, Rosita Sari saat diwawancara

“Sehingga para peserta bisa berpetualang dan belajar dengan melihat berbagai suku, seni dan budaya Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rosita mengungkapkan ada sebanyak 80 orang peserta didik yang ikut serta dalam pengukuhan dan purnawiyata kali ini, mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA.

“80 peserta itu meliputi TK LB 11 orang, SD LB 22 orang, SMP LB 26 orang dan SMA LB 21 orang,” ungkapnya.

Ia berharap alumninya bisa terus melanjutkan pendidikan, meningkatkan kemandirian dan semangat belajar seperti yang dilakukan ketika menempuh pendidikan di SLB C Negeri Pembina sehingga bisa menjadi orang yang bermanfaat dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Tamat sekolah bukan berarti tamat belajar, sehingga diharapkan terus meningkatkan semangat belajar dan kemandirian yang tidak hanya didapat disekolah ini melainkan juga didapat di tempat lain seperti perguruan tinggi maupun lingkungan kerja,” harapnya.

Rosita juga berpesan kepada siswanya agar terus mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki untuk menghasilkan kemandirian serta potensi diri dalam menghadapi dunia luar.

“Carilah ilmu setinggi mungkin dan jadilah pribadi yang berkarakter serta berbudi pekerti,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam rangkaian Pengukuhan itu juga diberikan bantuan sekolah dari Disdikbud Provinsi Kalsel berupa tas, alat tulis dan kelengkapan sekolah lainnya kepada para siswa SLB C Negeri Pembina. (BDR/RDM/RH)

Ciptakan Penggunaan Frekuensi Yang Tertib, Balmon Banjarmasin Sosialisasi PP 43/2023

BANJARMASIN – Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banjarmasin menggelar sosialisasi Pengenaan Sanksi Denda Terhadap Pelanggaran Pengguna Spektrum Frekuensi Radio dan atau Alat Perangkat Telekomunikasi.

Pemateri Sosialisasi Pengenaan Sanksi Denda Terhadap Pelanggaran Penggunaan Frekuensi

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Balmon Banjarmasin, Edi Mulyono tersebut bertempat di salah satu hotel berbintang, Kamis (13/6), dan dihadiri antara lain perwakilan instansi-instansi pemerintah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalsel, Ketua KPID Kalsel, M. Farid Soufian, Pimpinan media elektronik baik radio maupun televisi serta pihak-pihak swasta terkait.

Kepala Balmon Banjarmasin, Edi Mulyono mengatakan latar belakang diselenggarakannya sosialisasi ini agak terciptanya pengguna frekuensi secara tertib, khususnya di Kalsel. Penggunaan frekuensi ini, lanjutnya, tidak hanya digunakan di darat, tapi juga digunakan di laut dan udara.

“Jadi kalau tertib frekuensi, otomatis tidak ada intervensi atau gangguan,” ucapnya.

Para peserta sosialisasi

Selain itu, menurut Edi, sosialisasi perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan agar pengguna frekuensi tidak terganggu dan berpotensi membahayakan masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Sebenarnya untuk tingkat gangguan itu setiap tahun pasti ada seperti pengguna frekuensi BMKG yang kegiatan untuk sosial yaitu memberikan informasi kepada masyarakat atau pengguna frekuensi untuk penerbangan. Itu sering terganggu. Dalam tahun ini mungkin sudah tiga kali. Tapi bisa kita atasi. Namun yang lebih penting itu upaya pencegahan, jangan sampai terganggu,” ungkapnya.

Edi menambahkan jika terjadi pelanggaran pengguna spektrum frekuensi radio dan alat perangkat telekomunikasi dapat diberikan sanksi berupa teguran, kemudian perangkat harus diserahkan ke balmon untuk dimusnahkan. Kalau menyebabkan akibat yang lebih besar, bisa sampai diproses secara hukum.

“Untuk sanksi yang baru itu adalah sanksi penerapan denda sesuai PP nomor 43 tahun 2023 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak. Sudah kita terapkan mulai tahun kemarin,” jelasnya.

Edi mengajak kepada masyarakat pengguna frekuensi seperti radio siaran, televisi siaran, radio komunikasi yang digunakan perusahaan, operator seluler untuk bersama-sama menjaga frekuensi ini supaya tertib.

“Menjaganya dengan mengurus izin stasiun radionya dan perangkat yang digunakan harus sudah bersertifikasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal SDPPI,” imbaunya.

Dalam kegiatan ini dihadirkan tiga pemateri yaitu Direktorat Pengendalian SDPPI, Yoga Prihandoko, Direktorat Standarisasi PPI, Ade Mulyana, dan Balmon Banjarmasin. (NRH/RDM/RH)

Tingkatkan Wawasan Pokdawis, Pemprov Kalsel Gelar Pelatihan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel Bidang Pengembangan Destinasi, menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, dengan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada Kamis (13/6) bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Suasana Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, Kab HST

Kepada wartawan, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dispar Kalsel Musrefinah Lediya, usai pembukaan mengatakan, pelatihan ini dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) khususnya Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Di mana, setelah sebelumnya sudah diberikan dengan dua Kota yaitu Banjarmasin dan Banjarbaru, serta 3 Kabupaten yakni Batola, Banjar, dan Tanah Laut.

“Pelatihan Pokdarwis ini sangat penting bagi seluruh Kabupaten dan Kota,” ucapnya

Disampaikan Musrefinah, Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, dimaksudkan memperluas wawasan dan pengetahuan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terutama dari segi tanggap bencana, kemampuan mempromosikan di media sosial dan memiliki keahlian bercerita sejarah Destina Wisata di wilayahnya masing-masing.

“Jelang libur panjang, biasanya diakhir Juni hingga pertengahan Juli 2024 mendatang, akan ramai kunjungan ke tempat wisata di Banua,” jelas Lediya

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Wahyudi Rahmat, menambahkan, dengan adanya kegiatan ini, dapat menambah pengetahuan dan wawasan terutama bagi Kelompok Sadar Wisata yang berjumlah sebanyak 13 Pokdarwis. Di mana, satu Kelompok Sadar Wisata beranggotakan minimal sekitar 30 orang. Selain itu, Pokdawis harus saling menjalin koordinasi dengan Kepala Desa, agar tercipta sinergisitas di lapangan, memajukan destinasi wisata masing-masing.

“Kami apresiasi tiga narasumber hadir mulai dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Raden Suria Fadliansyah, menyampaikan Siap dan Sigap Tanggap Bencana bagi Pengelola Destinasi Wisata, kemudian Praktisi Digital Marketing oleh Fajar Rizky Rahman tentang Pengelolaan Media Sosial dan Story Telling Budaya Cerita Rakyat Bayu Bastari,” tutupnya

Kepala BPBD Kalsel, Raden Suria Fadliansyah, saat memberikan materi

Untuk diketahui, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Pengembangan Destinasi menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dispar Kalsel Musrefinah Lediya, dan jajaran Dispar Kalsel. Dihadiri Plh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Tengah, diikuti peserta Kepala Desa serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (NHF/RDM/RH)

Polda Kalsel Tetapkan Satu Tersangka Pengadaan Lahan Di Kabupaten Tanbu

BANJARMASIN – Polda Kalsel melalui Direktorat Reserse Kriminal Khususnya melakukan pengungkapan kasus tindak pidana korupsi dugaan pengadaan lahan pada Dinas PUPR Tanah Bumbu, di Halaman Kantor Ditkrimsus Polda Kalsel, Kamis (13/6).

Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi

Pengungkapan tersebut disampaikan pada konferensi pers oleh Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi didampingi Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Kalsel AKBP Fadli menjelaskan, tindak pidana korupsi ini merugikan negara sebesar 4 miliar lebih.

“Saat ini Polda Kalsel melalui Ditkrimsus Polda Kalsel telah berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi,” ungkap Adam.

Ditkrimsus Polda Kalsel, telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saat ini menetapkan satu tersangka berinisial HWT salah satu kepala Dinas di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Telah diamankan Barang Bukti sebesar1 miliar lebih,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Kalsel AKBP Fadli mengatakan, pengadaan tanah tersebut untuk pembangunan kantor kecamatan, di Kabupaten Tanah Bumbu, anggaran yang digunakan dari Dinas PUPR Tahun 2023 lalu.

“Untuk sementara, satu tersangka telah ditetapkan, yaitu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu berinisial HWT,” ungkapnya.

Sedangkan, modus dari kasus korupsi ini, dengan cara pembelian lahan fiktif, untuk rencana pembangunan Kantor Kecamatan setempat. Namun, pada kenyataannya tanah tersebut sudah dimiliki oleh Kabupaten Tanah Bumbu. (SRI/RDM/RH)

Polda Kalsel Berhasil Gagalkan Penyelundupan Kayu di Perairan Kalsel

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (POLDA) Kalsel melalui Direktorat Polairudnya berhasil menggagalkan penyelundupan kayu atau ilegal logging.

Keberhasilan ini disampaikan melalui konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, di aula Kantor Polairud Polda Kalsel, Kamis (13/6). Dipimpin Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Adalah Adam Erwindi didampingi Dirpolairud Polda Kalsel Kombes Pol Andi Adnan Syafruddin.

“Pada tindak pidana ilegal logging ini untuk periode Bulan Mei hingga Juni 2024. Dengan barang bukti yang diamakan sebanyak 90 kubik kayu,” ungkapnya.

Total uang Negera yang berhasil diselamatkan sebesar 900 juta lebih.

Sementara itu, Dirpolairud Polda Kalsel Kombes Pol Andi Adnan Syafruddin menjelaskan, saat ini pihaknya telah berhasil mengungkap tiga kasus ilegal logging.

“Dalam kurun waktu 1 bulan ini kami berhasil mengungkap 3 kasus ilegal logging,” ungkap Andi Adnan.

Kasus pertama diungkap pada tanggal 9 Mei 2024 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, kayu diselundupkan di Mobil Truk Fuso. Kasus kedua diungkap 1 Juni 2024 di Danau Panggang, begitu juga untuk kasus ketiga di wilayah Danau Panggang.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas keberhasilan dari Polda Kalsel tersebut.

Seperti disampaikan Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Pantja Satata.

Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dishut Kalsel Pantja Satata

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanannya memberikan apresiasi kepada Ditpolairud Polda Kalsel yang telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kayu atau ilegal logging,” ujarnya.

Mengingat, selama ini untuk penyelundupan kayu melalui jalur perairan tidak terpantau oleh pihaknya.

“Pemerintah Provinsi Kalsel tentunya sangat terbantu dengan adanya pengawasan ilegal logging dari jalur perairan, yang dilakukan oleh Ditpolairud Polda Kalsel tersebut,” ucap Pantja. (SRI/RDM/RH)

Dukung Pengembangan Tertib Lalu Lintas di Banua, Paman Birin Terima Penghargaan Kapolri

YOGYAKARTA – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menerima penghargaan dan apresiasi dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo terkait Pengembangan Implementasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.

Penyerahan penghargaan yang diterima Gubernur Paman Birin melalui Sekretaris Daerah Roy Rizali Anwar, digelar di Yogyakarta pada Rabu (12/6).

Seluruh penerima penghargaan Kapolri berfoto bersama

Penghargaan Anugerah Pengembangan ETLE yang diserahkan dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis Fungsi Lantas (Rakernis) Tahun 2024 itu, turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Menteri Perhubungan, Kakorlantas Polri, serta jajaran Ditlantas Polda se-Indonesia.

Selain Pemprov Kalsel, ada pemda/daerah penerima penghargaan lainnya. Yakni Pemprov DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Riau, Pemkot Medan, Pemkab Karawang, dan Kota Waringin Timur.

Rakernis 2024 ini mengusung tema “Polantas Presisi Hadir Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan dalam Rangka Terwujudnya Indonesia Emas.”

Apresiasi yang diberikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo ini, tak lepas dari dukungan penuh Gubernur Paman Birin atas pengembangan dan pengadaan Pemprov berupa perangkat 3 ETLE statis 3, kemudian untuk Kota Banjarmasin 1 perangkat, Kabupaten Tapin 1 perangkat ETLE, Kabupaten Banjar 1 perangkat serta Kabupaten HSS sebanyak 1 perangkat ETLE statis.

“Alhamdulillah. Kita sampaikan rasa syukur atas apresiasi Bapak Kapolri kepada Gubernur Paman Birin,” kata Roy.

Suasana lalu lintas di kota Banjarmasin

Apresiasi ini, terang Roy akan memotivasi Pemprov Kalsel untuk terus mendukung pengembangan kelancaran lalulintas di seluruh kabupaten/kota se-Kalsel.

“Sebagaimana komitmen Bapak Gubernur Paman Birin, kita terus mendorong ketertiban berlalulintas, aman, lancar serta tertib di Banua,” terang Roy. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Sukses Gelar Misi Dagang Internasional di Yogyakarta

YOGYAKARTA – Dalam rangka memperkenalkan dan memasarkan produk-produk berpotensi ekspor dari Kalimantan Selatan, Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perdagangan Kalsel menggelar Misi Dagang Internasional dengan mengangkat tema “The International Trade Meeting of South Kalimantan Province 2024”, Senin (10/6).

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, dalam pesan whatsAppnya pada Kamis (13/6) mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen Gubernur Kalimantan Selatan, Sabirin Noor, yang akrab disapa Paman Birin, dalam rangka membina dan mendorong para pelaku UMKM, agar produknya dapat lebih dikenal hingga di Pasar Internasional. Ia berharap, seluruh produk unggulan di Kalsel, diantaranya hasil perikanan, perkebunan, mineral, kayu olahan, serta handicraft, jewelry, dan kain Sasirangan dapat semakin mendunia.

“Misi dagang Internasional digelar di Kota Yogyakarta,” ucapnya

Sulkan menyampaikan, dalam rangkaian Misi Dagang Internasional, digelar pemutaran video teaser profil komoditi ekspor Kalimantan Selatan, presentasi, bisnis matching dengan dialog interaktif, serta pameran produk. Kemudian, untuk sesi dialog interaktif, tiga narasumber dihadirkan, yakni Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Owner CV. Tashinda Putera Prima yang juga Ketua Formekers Indonesia, Johni Sahlan, dan Fernanda Reza Muhammad, Co-founder Akademi Mudah Ekspor. Kegiatan ini
merupakan kali kedua setelah sebelumnya ke DKI Jakarta.

“Di Yogyakarta ini banyak entrepreneur maka kami membawa 20 UMKM, 10 pejabat dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pariwisata, Koperasi UKM, dan Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Selatan serta Kota,” jelas Sulkan

Foto bersama

Lebih lanjut Ia menambahkan, dengan digelarnya Misi Dagang Internasional, dapat semakin menambah wawasan, meningkatkan kemitraan dan membuka kerjasama dengan para pengusaha di Yogyakarta, terutama para eksportir mulai pengetahuan, sumber daya alam, dan berbagai bahan baku yang banyak dimiliki oleh Kalsel. Melalui jalinan kolaborasi yang erat antara pelaku UMKM Kalimantan Selatan dengan eksportir, berdampak produk-produk unggulan dari Kalimantan Selatan, dapat semakin dikenal dan diminati di Pasar Internasional.

“Suksesnya gelaran Misi Dagang Internasional dapat semakin memperluas pasar ekspor,” tutup Sulkan. (DISDAG.KALSEL-NHF/RDM/RH)

Peduli Sosial, Bank Kalsel Serahkan CSR Untuk Tala

TANAH LAUT – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan berbagi terhadap sesama menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H, Bank Kalsel melalui Corporate Social Responsibility (CSR), menyerahkan bantuan untuk pembangunan gazebo Pondok Pesantren Nurul Muhibbin, 2 (dua) perangkat komputer untuk RSUD KH. Mansyur Kintap, bantuan 1 (satu) ekor sapi untuk Kaum Masjid Almanar Pelaihari, dan untuk kegiatan lomba BPK se Kabupaten Tanah Laut.

Momen penyerahan CSR dan UPZ Bank Kalsel di Tanah Laut

Sedangkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), menyerahkan bantuan untuk 10 kaum masjid yang ada di Kabupaten Tanah Laut dengan total sebesar Rp5 juta rupiah.

Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin melalui Pj Bupati Tala, Syamsir Rahman, kepada 4 (empat) penerima CSR Bank Kalsel dan 10 penerima UPZ Bank Kalsel, di Kantor Bank Kalsel Cabang Pelaihari, pada Rabu (12/6).

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa Bank Kalsel terus mendukung dan bersinergi bersama Pemkab Tala dalam pembangunan dan perekonomian khususnya di Kabupaten Tanah laut.

“Pemkab Tala merupakan pemegang saham dalam hal ini Pj. Bupati Tala yang telah mendukung pemenuhan modal inti tercapai sekarang, sehingga Bank Kalsel mengembalikan hasilnya dalam bentuk deviden dan CSR untuk daerah yang akan dibagikan kepada masyarakat,” ungkap Fachrudin.

Sementara itu, Pj Bupati Tala, Syamsir Rahman mengucapkan apreasiasi dan terima kasih kepada Bank Kalsel, atas dukungan selama ini kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Tanah Laut. Walaupun bagian dari struktur organisasi, tetapi Bank Kalsel merupakan mitra kerja yang selalu berkontribusi baik dalam pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Tanah Laut.

“Terima Kasih atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini bersama pemerintah daerah dalam mendukung, baik dari segi sosial maupun hal lainnya seperti penyaluran CSR dan UPZ. Bank Kalsel sebagai bank daerah yang dimana modal yang disetor dari pemerintah kabupaten Tanah Laut setiap tahunnya, kembali ke Kabupaten Tanah Laut baik berupa deviden dan CSR Bank Kalsel,” ucap Syamsir.

Salah satu perwakilan penerima bantuan kaum masjid, Ahmad Fauzan Anshari mengungkapkan rasa syukur, dan terima kasih kepada pemerintah daerah melalui Bank Kalsel, atas bantuan yang telah diberikan.

“Alhamdulillah, kami dapat bantuan dari Bank Kalsel dan Pemkab melalui Pj. Bupati Tanah Laut. Berharap kedepannya terus berkelanjutan untuk bisa memenuhi kebutuhan lainnya untuk keluarga,” pungkas Ahmad. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version