DPRD Banjarmasin Minta Warga Berperan Pelihara RTH

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta masyarakat, dapat berpartisipasi memelihara Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekitar. Hal itu disampaikan, Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini, kepada wartawan, pada akhir pekan.

Isnaini mengatakan, adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota ini, tentu akan menjadikan lingkungan tertata rapi, bersih dan memberi ruang edukasi serta rekreasi. Ia berharap, masyarakat sekitar dapat memeliharanya, dengan cara menjaga setiap fasilitas yang sudah diberikan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini

“Tahun 2024 ini ada tiga RTH yang sudah diresmikan oleh Pemkot,” ucapnya

Ia menyampaikan, kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai ekosistem tumbuhan, karena pada zaman sekarang tanaman yang hijau sudah banyak tergantikan oleh bangunan-bangunan pemukiman, diantaranya salah satu jenis tanaman yang perlu dilestarikan, pohon Emas Intan. Dimana, merupakan tanaman khas ada di daerah kampung Biuku Kelurahan Sungai Andai.

“Pengenalan tanaman khas sangat penting diketahui oleh regenerasi,” pintanya

Lebih lanjut Isnaini menambahkan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) ditengah kota dapat menjadi tempat bermain aktif untuk anak-anak dan bersantai bagi orang dewasa, sekaligus konservasi lingkungan hijau. Dimana, setiap hari sering dikunjungi warga, terlebih di akhir pekan dan hari libur.

“RTH sebagai ruang publik dimanfaatkan oleh masyarakat untuk hanya interaksi,” tutupnya.

Suasana RTH Jalan Kemiri, Kelurahan Sungai Andai

Untuk diketahui, di tahun 2024 ini Pemerintah Kota Banjarmasin, telah meresmikan tiga Ruang Terbuka Hijau yaitu RTH di Jalan Kemiri Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Taman Patih Masih yang berada di bawah Jembatan HKSN Banjarmasin Barat, dan RTH Jahri Saleh di Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Disperin Kalsel Bentuk Satgas Pemantauan dan Pengawasan Sertifikat Halal

BANJARBARU – Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021. Para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) wajib memiliki sertifikat halal pertanggal 17 Oktober 2024. Kewajiban sertifikasi halal tersebut, akan dimulai untuk produk makanan, minuman, hasil sembelihan dan jasa penyembelihan, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman. Untuk mengingatkan hal tersebut kepada para pelaku IKM dan UMKM, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel, membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Sertifikat Halal.

Kepala Disperin Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, melalui Kabid Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Industri, Kris Wibowo menyampaikan, pembentukan tim satgas pemantauan dan pengawasan sertifikat halal dimaksudkan untuk melakukan pemantauan di toko-toko ritel modern dan tradisional, serta pusat oleh – oleh, tentang produk IKM mana saja yang sudah memiliki sertifikat halal. Selain itu, tim satgas pemantauan dan pengawasan sertifikat halal juga akan mensosialisasikan terkait kewajiban memiliki sertifikat halal bagi para pelaku IKM.

Kabid Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Industri, Kris Wibowo

“Hal ini tentunya agar pelaku IKM dapat terus memasarkan produk mereka dan membuat serfikat halal,” ungkap Kris, saat ditemui Reporter Abdi Persada FM, baru – baru tadi.

Ia melanjutkan, lebih dari 22 ribu lebih pelaku IKM produk makanan dan minuman yang terdapat di Kalsel. Dari data tersebut, baru sebanyak kurang lebih 5 ribu pelaku IKM yang memiliki sertifikat halal.

“Nanti akan kami arahkan pelaku IKM yang belum bersertifikat halal untuk diberikan bantuan, baik dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota,” lanjut Kris.

Pemerintah Provinsi Kalsel, melalui Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel juga terus mendorong peningkatan pembuatan sertifikat halal bagi para pelaku IKM, yakni dengan memfasilitasi sertifikasi halal gratis.

“Setiap tahunnya program sertifikasi halal gratis dari Pemerintah Provinsi terus dijalankan, meskipun tidak dapat memfasilitasi seluruh pelaku IKM di Banua,” sahut Kris.

Selain program sertifikasi halal gratis, Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel juga melakukan koordinasi kepada Dinas Perindustrian Kabupaten – Kota, agar juga dapat memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku IKM dan UMKM. (MRF/RDM/RH)

Fasilitasi Calon Naker, Pemprov Kalsel Akan Gelar Job Fair 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel kembali akan menyelenggarakan Bursa Kerja (Job Fair) pada tahun 2024 ini sebagai bentuk fasilitasi para pencari kerja di Provinsi Kalsel.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti melalui Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK) Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati mengatakan tahun ini pihaknya akan memfasilitasi ribuan lapangan pekerjaan dari berbagai sektor melalui Job Fair 2024.

Kabid P4TK Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati

“Pelaksanaannya diperkirakan akan digelar pada pertengahan tahun setelah hari raya Idul Fitri,” ucapnya, baru-baru tadi.

Indah menjelaskan pelaksanaan Job Fair 2024 juga menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Kalsel dalam menekan angka pengangguran dan menumbuhkan sektor ketenagakerjaan di Banua.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Tenaga Kerja Bidang Pembinaan Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kalsel, Humaidi Sya’ban Salam menambahkan untuk tahun ini pihaknya juga menyediakan lowongan pekerjaan untuk para disabilitas.

“Karena sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 peran perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Pasokan Ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Mencukupi Menjelang Ramadhan

BANJARMASIN – Pasokan ikan laut di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin mencukupi menjelang pelaksanaan Ramadhan Tahun 2024 ini.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki mengatakan, menjelang pelaksanaan Ramadhan tahun ini, untuk pasokan ikan laut segar dari kapal nelayan mencukupi.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki

“Alhamdulillah untuk pasokan ikan segar menjelang Ramadhan lancar,” ungkap Jaki, kepada sejumlah wartawan, Jumat (8/3).

Saat ini, lanjutnya, dapat dilihat kapal nelayan yang masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin cukup banyak.

“Karena itu dapat kami pastikan pasokan ikan di Bulan Ramadhan Tahun ini aman,” ucapnya.

Sedangkan, tambahnya, untuk harga ikan laut saat ini masih stabil.

“Untuk masalah harga ikan laut sampai saat ini masih standar atau stabil,” ujarnya.

Dan, lanjut Jaki, harga ikan laut yang dijual di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini tentunya lebih murah, bila dibandingkan dengan harga di Pasaran.

Harga ikan kembung dijual dikisaran Rp 30 ribu per kilo, ikan tongkol sisik dijual dikisaran Rp 36 ribu per kilo, ikan tongkol Sulawesi dijual dikisaran Rp 20 sampai Rp 25 ribu rupiah, ikan tongkol gundul dijual dikisaran Rp 22 sampai Rp 25 ribu per kilo, ikan layang dijual dikisaran Rp 13 sampai Rp 17 ribu per kilo, serta ikan bandeng dikisaran Rp 17 ribu per kilo. (SRI/RDM/RH)

Dukung Jurnalisme Berkualitas, Diskominfo Provinsi Kalsel Gelar Optimalisasi Pers Digital

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel Menggelar Optimalisasi Pers Digital Bagi Komunikasi Pemerintah, di Kantor Badan Penghubung Kalimantan Selatan di Jakarta, Rabu (6/3).

Suasana kegiatan Optimalisasi Pers Digital bagi Komunikasi Pemerintah oleh Diskominfo

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut mengatakan, kegiatan ini untuk mendukung upaya Kabupaten/Kota sebagai mitra pers dan bagian dari pemerintah yang memiliki tanggungjawab untuk mendukung jurnalisme berkualitas.

Kepala Diskominfo Prov. Kalsel, M. Muslim

“Artinya bagaimana kita dapat menjadi regulator, sekaligus pelaksana jurnalistik yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila,” katanya.

Muslim menyampaikan, seiring dengan perkembangan zaman, dunia pers juga tidak luput dari permasalahan maupun tantangan yang dihadapi, seperti digitalisasi dan penyebaran hoaks yang berdampak terhadap bisnis media dan kualitas produk jurnalistik.

“Kita ketahui bersama, lahirnya Perpres Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas, menjawab sebagian permasalahan media massa di era digital saat ini,” ujarnya.

Muslim berharap Kegiatan ini dapat membantu dalam mengendalikan berita hoaks terutama di media digital.

“Kita juga perlu memperhatikan kredibilitas media massa digital, yang sedang atau akan bekerja sama dengan kita, terutama terkait verifikasi perusahaan pers oleh dewan pers, ini perlu kita pelajari lebih detail lagi,” tutupnya.

Untuk diketahui Kegiatan yang diselenggarakan satu hari tersebut diikuti oleh beberapa perwakilan Diskominfo Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Selatan dengan jumlah peserta sekitar 50 orang, pada kegiatan tersebut juga ditutup dengan pemberian Cinderamata khas Kalsel kepada Ketua Dewan Pers Nasional, Ninik Rahayu sebagai Narasumber. (Diskominfo-BDR/RDM/RH)

Kenalkan Mitigasi Bencana Untuk Pokdarwis, Pemprov Kalsel Gelar Pelatihan

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Wisata Kabupaten dan Kota, kali ini sasarannya adalah Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Mugeni, saat membuka pelatihan pada Kamis (7/3) mengatakan, guna menciptakan objek wisata sesuai dengan tujuh unsur Sapta Pesona yakni Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan, pihaknya kembali menggelar Pelatihan Pengembangan Sadar Wisata dan Potensi Masyarakat Destinasi Pariwisata Kabupaten/Kota, tetapi khusus kali ini pesertanya Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Banjar, dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Mugeni

Setelah sebelumnya berjalan lancar bersama Kabupaten Batola dan Kota Banjarmasin.

“BPBD Kalsel kita gandeng untuk menyampaikan materi tentang mitigasi bencana sejak dini,” ucapnya.

Disampaikan Mugeni, setelah di dua Kabupaten dan Kota, pihaknya merencanakan ke Kabupaten dan Kota lainnya, yang belum diberi pelatihan, agar sama-sama mengetahui mitigasi bencana. Dimana, sangatlah penting diketahui oleh para peserta dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), di seluruh objek wisata.

“Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman, bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Raden Suria Fadliansyah, menambahkan, kegiatan ini sangatlah tepat, untuk memberikan kesadaran bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tentang pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung diobjek wisata. Hal ini menyesuaikan dengan misi Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor, dalam rangka menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan bencana. Ia berharap, pengelola objek wisata hendaknya memahami peta rawan bencana dengan mengenali kondisi lingkungan sekitar, terutama berbagai ancaman dengan cara mulai mempersiapkan strategi, mengetahui masalah dan memiliki solusi.

Kepala BPBD Kalsel, Raden Suria Fadliansyah

“Kita tidak hanya memberikan teori, juga praktek langsung, terkait teknik pertolongan pertama kepada korban bencana atau tenggalam, oleh Staf BPBD Provinsi Kalsel,” tutupnya

Untuk diketahui, kegiatan kali ini menghadirkan beberapa Narasumber diantaranya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Raden Suria Fadliansyah, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, diikuti peserta dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Banjar, bertempat di salah satu Hotel Berbintang di Kabupaten Banjar. (NHF/RDM/RH)

Persentase Keikutsertaan KIA dari Tahun ke Tahun Semakin Meningkat

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Badan Riset Inovasi Daerah (Brida) Kalsel, kembali menggelar Ajang Kalsel Innovation Award (KIA) 2024, bertempat di Gedung Idham Chalid Perkantoran Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Kamis (7/3).

Penyelenggaraan Kalsel Innovation Award, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam membentuk ekosistem inovasi yang berkelanjutan di banua. sehingga dapat terwujud tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, yang lebih optimal.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melalui Staf Ahli bidang Hukum dan Politik, Adi Santoso menyampaikan, penyelenggaraan Kalsel Innovation Award merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel dalam membentuk ekosistem inovasi yang berkelanjutan di banua. Sehingga dapat terwujud tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih optimal, di tengah tuntutan zaman yang serba cepat dan dinamis.

Staf Ahli bidang Hukum dan Politik (kanan) bersama PLT Kepala BRIDA Kalsel (kiri)

“Inovasi menjadi kunci akselerasi daya saing daerah, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Adi.

Ia menambahkan, perkembangan inovasi di Kalsel terus memperlihatkan kemajuannya. hal ini ditandai dengan program-program SKPD yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat juga pembangunan lingkungan.

“Kita berharap, progres ini bisa kita terus jaga, bahkan kita dorong untuk menginspirasi kemunculan terobosan baru lainnya,” lanjut Adi.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2024 ini gelaran kalsel innovation award terdiri dari kategori: inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan inovasi masyarakat umum.

Sementara itu, PLT Kepala BRIDA Provinsi Kalsel, Hadi Safitri menyampaikan, Kegiatan Kalsel Innovation Award Tahun 2024, merupakan salah satu komitmen Kalimantan Selatan, dalam meningkatkan penilaian indeks inovasi daerah di banua. berangkat dari Undang – Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2018, dan juga Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 104 tahun 2018.

“Gelaran Kalsel Innovation Award ini, merupakan apresiasi terhadap semangat dan keberhasilan inovator – inovator daerah, dalam hal ini unsur Pemerintahan yang meliputi seluruh ruang lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah se – Kalsel, baik tingkat Provinsi maupun Kab/Kota,” ungkap Hadi.

Hadi menambahkan, partisipasi ke-ikutsertaan Kalsel Innovation Award terus meningkat setiap tahunnya, menarik jika melihat persentase keikutsertaan peserta Kalsel Innovation Award tahun 2023 yakni sebesar 79%, dan kami berharap gelaran tahun 2024 ini, persentase keikutsertaan seluruh peserta dapat meningkat signifikan secara kualitas dan juga kuantitas agar tercapainya iklim inovasi yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

“Gelaran Kalsel Innovation Award tahun 2024 ini, juga akan dilaksanakan dengan metode pengumpulan data inovasi berbasis sistem, agar Kalimantan Selatan memiliki sebuah ekosistem data inovasi yang diharapkan ter-integrasi dari hulu sampai hilir,” tutup Hadi. (MRF/RDM/RH)

Dinsos Kalsel Bagikan 7 Ribu Paket Makanan Siap Saji Untuk Jamaah Haul ke 4 Guru Zuhdi

BANJARMASIN – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan kembali membuka Posko pelayanan dapur umum lapangan bagi Jamaah Haul ke 4 Guru Zuhdi di halaman salah satu perguruan tinggi swasta, Kamis (7/3).

Suasana Pelayanan Dapur Umum Lapangan Dinsos Kalsel

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi menjelaskan sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, pelayanan dapur umum lapangan ini sebagai salah satu bentuk partisipasi Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinsos agar turut membantu pelaksanaan kegiatan Haul ke 4 Guru Zuhdi.

Kabid Penanganan Bencana Dinsos Kalsel

“Insya Allah mulai sore hingga malam nanti, kita akan memberikan pelayanan dapur umum lapangan sebanyak tujuh ribu paket makanan siap saji yang akan dibagikan kepada jamaah dan relawan yang ikut berpartisipasi, baik itu pengamanan, mengatur lalu lintas dan lain sebagainya dalam rangka kelancaran pelaksanaan Haul,” jelasnya.

Achmadi mengungkapkan total petugas gabungan yang dikerahkan sebanyak 200 orang yang melayani kebutuhan jamaah Haul ke 4 Guru Zuhdi.

“Para petugas berasal dari Taruna Tanggap Bencana (Tagana), Pramuka Peduli Kwarda Kalsel, karyawan/karyawati Dinsos Kalsel, Posko Induk Majta, masyarakat sekitar lokasi dapur umum, karyawan/karyawati STKIP Sabilal Muhtadin, serta relawan lainnya,” terangnya.

Achmadi menambahkan ribuan paket makanan siap saji dengan menu Bumbu Bali Ikan dan Telur ini dibagikan ke beberapa titik lokasi, terutama di jalan utama yaitu Jalan Malkon Temon dan Jalan Mesjid Jami Sungai Jingah.

“Kita bagikan makanan kepada para relawan mulai siang tadi dan sore dibagikan kepada para jamaah,” ungkapnya.

Di samping itu, lanjut Achmadi, Dinsos Kalsel juga menyiapkan Tim Kesehatan beserta mobil ambulans yang siap melayani jamaah haul yang sakit dan darurat. (NRH/RDM/RH)

Pimpin Kick Off Penanaman di RTH KAPET Batulicin, Paman Birin Tanam 4.000 Bibit Jabon

TANAH BUMBU – Menanam pohon adalah hal yang sangat penting, karena setiap batang pohon adalah peduli kita terhadap lingkungan.

Pesan ini disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, pada kegiatan Penanaman Pohon Serentak Seluruh Indonesia sekaligus Kick Off Penanaman di RTH Kawasan Perindustrian (KAPET) Batulicin, Tanah Bumbu, tahun 2024, pada Kamis (7/3).

Sekdaprov Kalsel mewakili Gubernur Kalsel, melakukan penanaman pohon di KAPET Batulicin pada Kamis (7/3)

Sebanyak 4.000 bibit Jabon ditanam di lahan seluas 5 hektar, pada kegiatan yang juga dihadiri Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq, Bupati Tanah Bumbu M. Zairullah Azhar, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra, para kepala UPT Kementerian LHK, perwakilan KPH lingkup Dishut Kalsel, Pramuka Kwartir Tanah Bumbu, perwakilan perusahaan serta pelajar di Kabupaten Tanah Bumbu. Dimana kegiatan penanaman ini akan terus dilanjutkan hingga seluas 80 kektar di wilayah KAPET Batulicin.

Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup melakukan penanaman pohon didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel

Dalam sambutannya, Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel) juga menyampaikan, bahwa kegiatan penanaman atau revolusi hijau, adalah upaya mitigasi dan adaptasi dalam mengantisipasi perubahan iklim.

Sementara itu, dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dibacakani Dirjen PKTL, menyampaikan akan pentingnya menanam pohon untuk lingkungan.

“Kita melaksanakan penanaman sebagai upaya untuk memperbaiki lingkungan dengan cara memperbanyak pohon dan untuk memberikan wawasan terhadap masyarakat umum, dan ini adalah langkah positif untuk melindungi lingkungan kita,” ucap Hanif Faisol Nurofiq.

Sedangkan dalam laporannya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Fathimatuzzahra menyampaikan, bahwa Penanaman Pohon Serentak Seluruh Indonesia sekaligus Kick Off Penanaman di RTH Kawasan Perindustrian (KAPET) Batulicin ini, sekaligus memperingati hari Bakti Rimbawan yang ke 41.

“Mudah-mudahan bisa menjadi pemicu semangat untuk terus menanam,” harapnya.

Fathimatuzzahra juga berharap bahwa apa yang sudah dilaksanakan hari ini bisa dijaga dan dipelihara pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. (DISHUT.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Masyarakat Kalsel Diajak Lakukan Pencegahan Daripada Pengobatan Ginjal

BANJARMASIN – Pada Peringatan Hari Ginjal Sedunia Tahun 2024 ini, masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan diajak untuk dapat melakukan pencegahan daripada pengobatan penyakit ginjal.

RSUD Ulin Banjarmasin bersama instalasi hemodialisis memperingati Hari Ginjal Sedunia, diawali dengan upacara bersama dan ditandai pelepasan balon ke udara oleh Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin didampingi Kepala Instalasi Hemodialisis RSUD Ulin Banjarmasin Enita Rachmawati Kurniaatmaja, halaman IPSRS RSUD Ulin Banjarmasin, pada Kamis (7/3).

“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Ginjal Sedunia yang dimulai sejak 4 sampai 7 Maret 2024,” ungkap Diauddin.

Dan, lanjutnya, Peringatan ini bertujuan, untuk mengedukasi masyarakat agar lebih perduli terhadap kesehatan ginjal mereka.

“Diperingatinya Hari Ginjal Sedunia ini karena di RSUD Ulin Banjarmasin terdapat pasien ginjal sebanyak 400 pasien,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Selatan turut memperingati Hari Ginjal Sedunia di RSUD Ulin Banjarmasin.

Dipimpin Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Raudhatul Jannah, dengan memberikan bingkisan kepada pasien ginjal yang tengah menjalani cuci darah, di ruang hemodialisis RSUD Ulin Banjarmasin.

Ketua TP PKK Kalsel Raudhatul Jannah

“Kepada masyarakat di Banua, untuk dapat menjaga kesehatan ginjal mereka. Dengan mengkonsumsi makanan sehat,” ucap Raudhatul Jannah.

Mengingat, lanjutnya, masyarakat di Banua ini memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi garam, lemak, serta penyedap rasa.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk dapat melakukan pencegahan dari pada mengobati.

“Kami menghimbau agar warga dapat melakukan pencegahan daripada pengobatan,” ucapnya.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Kesehatan Ginjal, di Aula Lt 8 Gedung Ulin Tower. Dengan tujuan, memberikan edukasi kepada masyarakat awam agar mengetahui bahaya dari penyakit ginjal tersebut. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version