18 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Komisi IV DPRD Kalsel Dorong Peremajaan Fasilitas Belajar di BLK Kalsel

2 min read

BANJARMASIN – Kondisi tenaga kerja yang cukup memprihatinkan menjadi sorotan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Syaifuddin mengatakan kaum buruh cukup mendominasi di Banua. Menurutnya, kondisi ini salah satunya dikarenakan pencari kerja yang memiliki keahlian, ditengarai belum mencakupi kebutuhan diseluruh Kalsel.

Suasana rapat Komisi IV DPRD Kalsel bersama Disnakertrans Kalsel

Hal ini disampaikannya disaat rapat bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Kalsel (Disnatertrans) pada hari Rabu (18/10), diruang rapat Komisi IV DPRD Kalsel.

“Menurut data Pusat Statistik, tenaga kerja lulusan D3 keatas hanya mencapai 20 persen. Artinya Kalsel bisa dikatakan “darurat” ketenagakerjaan karena 80 persennya ialah para buruh,” kata Lutfi.

Untuk mengatasi hal tersebut, menurut Lutfi, beberapa upaya dan masukan sudah diakomodir yang salah satunya adalah pengoptimalan perda.

“Nanti kita akan revisi perdanya, kemudian kita akan tingkatkan program revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK). Bagaimanapun, BLK sebagai tupoksi. Karena yang sangat menentukan ini adalah pelatihannya. Harapannya bagaimana warga asli Banua bisa mengisi posisi strategis diperusahaan Kalsel. Ini makanya kedepannya akan kita dorong dengan perbanyak pelatihan-pelatihan,” jelasnya.

Lutfi juga menambahkan, peremajaan alat peraga di BLK yang keperuntukannya untuk para siswa maupun siswi, juga sudah saatnya untuk diperbaharui.

“Ini sangat memprihatinkan. Bahkan ada alat peraga nya berumur lebih dari 15 tahun, atau mungkin lebih lama. Dan belum pernah ganti. Sehingga ditahun anggaran 2024 ini menjadi prioritas kami dan tidak bisa ditunda-tunda lagi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti memberikan apresiasi terhadap Komisi IV DPRD Kalsel dan ia juga menyatakan bahwa berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan fasilitas di dalam BLK ini.

“Kami berterima kasih atas inisiatif Komisi IV untuk membuat perda ketengakerjaan ini. Salah satunya alokasi penganggaran tenaga kerja. Terkait wewenang, kami komitmen. Kami terus mencari terobosan-terobosan yang bisa mengoptimalkan kegiatan di BLK walaupun sekarang anggarannya masih belum ideal,” tutup Irfan. (DPRD.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.