PAW KPID dan KI Provinsi Kalsel Resmi Dilantik

BANJARBARU – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Komisi Informasi (KI) Kalimantan Selatan resmi dilantik. Kegiatan yang digelar di Gedung Auditorium KH Idham Chalid, Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Rabu (11/10) siang, turut dihadiri pejabat teras dari kabupaten/kota.

Dalam sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang dibacakan Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi, mengungkapkan, poin penting keberadaan dari lembaga itu tentu agar keterbukaan informasi mampu berjalan selaras. Sebagaimana tugas dan fungsinya dengan tujuan mencerdaskan masyarakat.

“Maka pentingnya sinergi antara pemerintah daerah (pemda), organisasi masyarakat dan media massa agar menjaga stabilitas dari radikal di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Acara pelantikan dihadiri pejabat teras dilingkup Pemprov Kalsel dan kabupaten/kota

Selaku dipercaya mewakili orang nomor di Kalsel itu, dia menekankan, jelang pemilu 2024 tugas penting yang harus dijalankan kedua lembaga independen tersebut adalah menangkal maraknya hoax.

“Saat ini kita juga menghadapi tantangan besar yakni pemilu serentak yang akan datang. Terkait hal itu media massa sangat berperan penting dalam menyampaikan informasi dengan jujur dan objektif. Menghindari penyebaran hoax dan mendukung penyelenggaraan pemilu yang damai dan aman,” ungkap Suparmi juga menjabat Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel tersebut.

Menanggapi itu, Ketua Komisi Informasi (KI) Kalsel, Nawang Wijayanti, menuturkan, akan melakukan kerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga. Termasuk media massa agar terciptanya keterbukaan informasi.

“Yang jelas kami akan menjalin kerjasama antar lembaga. Apalagi, diakui keterlibatan media luar biasa juga untuk membantu menyebarluaskan keterbukaan informasi. Yang jelas, keterbukaan saat ini sangat diperlukan masyarakat dalam menjembatani arah kebijakan informasi dari media itu sendiri,” paparnya.

Dari pemetaan sendiri, kata dia, pihaknya turut terbuka apabila ada aduan dari masyarakat terkait informasi yang dianggap menyimpang. Secara tegas, juga bakal melakukan tindakan apabila terbukti menyalahi aturan.

“Kami dari Komisi Informasi (KI) sendiri turut menerima aduan apapun dari masyarakat apabila ada permasalahan yang tentu harus diselesaikan,” pungkasnya.

Dalam rangkaiannya itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov, Suparmi, ikut melantik dan membacakan ikrar atau sumpah setelah dibacakannya Surat Keputusan (SK) yang sah dikeluarkan.

Adapu nama-nama anggota yang dilantik dalam susunan bagan struktur Penganti Antar Waktu (PAW) KPID Kalsel di antaranya Marliyana, Muhammad Syaukani dan Daddy Fahmanadie.

Dihadiri Direktur LPPL Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji (tengah) dan Dewan Pengawas, Novita Tyasti (kanan) bersama Diskominfo Kalsel

Sedangkan, dari bagan struktur keanggotaan Komisi Informasi (KI) Kalsel dinahkodai Nawang Wijayanti (ketua), Decky C Kananto (Wakil Ketua), AH Rijani (Koordinator Bidang Kelembagaan), Riduannor (Koordinator Bidang Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi) serta Yati Norhayati sebagai Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa.

Acara ini juga turut dihadiri sejumlah kepala SKPD ditingkat provinsi Kalsel antaranya BKKBN, Dinas Kominfo, Dinas PMPTSP, Dinas Koperasi dan UKM hingga Dewan Pengawas (Dewas) dan Direktur LPPL Abdi Persada FM serta tak lupa dari sejumlah perwakilan jajaran aparat TNI dan kepolisian daerah. (RHS/RDM/APR)

Potensi Zakat di Banua Capai 3 T, Paman Birin Harapkan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Banjarmasin – Potensi zakat infak dan sedekah di provinsi Kalimantan Selatan, ternyata sangatlah besar. Yakni mencapai 3 trilyun rupiah. Hal ini wajar, karena jumlah penduduk muslim di Kalimantan Selatan, saat ini mencapai 97 persen dari total jumlah penduduk.

Data ini disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja dan Rapat Koordinasi BAZNAS se Kalimantan Selatan tahun 2023, di Banjarmasin pada Rabu (11/10) di salah satu hotel berbintang.

“Potensi luas biasa ini harus dimaksimalkan, agar dapat mengentaskan kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem di Banua,” papar Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Sekdarprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Paman Birin menyebut, BAZNAS Provinsi Baznas Kalimantan Selatan sebagai sebuah organisasi, dapat meningkatkan penerimaan zakat, serta dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat bagi masyarakat mustahik di Kalsel Babussalam.

“Saya optimis target 88 miliar rupiah untuk BAZNAS se Kalsel dan 33 miliar rupiah khusus untuk BAZNAS Provinsi, dapat tercapai tahun 2024 mendatang,” tambahnya.

Paman Birin menuturkan, sebagai lembaga negara, BAZNAS juga tidak bisa lepas dari administrasi maupun regulasi. Begitu juga dengan lembaga zakat resmi lainnya, yang menghimpun zakat umat. Harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara syar’i maupun secara administrasi.

“Hal penting lainnya yang harus diperhatikan dan menjadi tanggungjawab kita bersama, yaitu potensi zakat yang besar ini, jangan sampai dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Sekdaprov Kalsel (baju putih) saat mewakili Gubernur pada pembukaan rakor BAZNAS se Kalsel

Paman Birin berharap, keberadaan BAZNAS mampu memainkan perannya dalam pengelolaan zakat yang lebih profesional dan sebagai mitra pemerintah, diharapkan memiliki strategi dan cara yang dapat terus meningkatkan penerimaan dan pengelolaan zakat.

“Sejarah pernah mencatat, kejayaan suatu negeri, kesejahteraan masyarakat dapat dicapai, dengan pengelolaan zakat yang sangat baik oleh negara. Kita sangat optimis, sistem zakat akan mampu memberikan alternatif solusi bagi pengentasan kemiskinan, dan perwujudan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel, Irhamsyah Safari mengatakan, raker dan rakor BAZNAS se-Kalsel ini sebagai tindak lanjut Rakornas BAZNAS se Indonesia pada 20-23 September 2023 di Jakarta. Dimana rakornas mengagendakan penguatan peran BAZNAS dalam meningkatkan tata kelola dan integrasi pengelolaan zakat, infak dan sedekah dengan prinsip 3 A. Yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Hadir pada raker dan rakor BAZNAS se Kalsel di Banjarmasin, Ketua BAZNAS Pusat, Noor Achmad, dan seluruh BAZNAS kabupaten kota se Kalsel. Termasuk juga perwakilan dari pemerintah daerah se Kalimantan Selatan, serta sponsor kegiatan Bank Kalsel. (RIW/RDM/APR)

Pertama di Kalsel, Disdik Banjarbaru Debut Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru di era kepemimpinan Wali Kota, M. Aditya Mufti Ariffin telah memulai debut pelayanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Program ini menjadi yang pertama berhasil terlaksana di Provinsi Kalimantan Selatan.

ABK sendiri adalah anak yang mengalami kelainan atau penyimpangan dalam proses pertumbuhan atau perkembangan baik berupa fisik, mental, dan emosional. Kondisi tersebut membuat ABK memerlukan pelayanan dan penanganan pendidikan khusus dibandingkan dengan anak normal pada umumnya.

Menurut Wali Kota Banjarbaru, program layanan ini menjadi langkah awal dalam mengubah budaya proses belajar mengajar di fasilitas pendidikan. Sehingga diharapkannya hambatan ABK dalam belajar dapat dihilangkan dan kebutuhan mereka dapat terpenuhi.

“Sekarang semua sekolah di Banjarbaru kita upayakan untuk menerima anak inklusi dan kita ciptakan iklim yang baik di sekolah untuk penanganan anak inklusi,” ucapnya.

Wali Kota Banjarbaru mendorong terselenggarannya pelayanan pendidikan bagi ABK dengan menujuk Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru sebagai pelaksananya. Keseriusan itu juga dibuktikan dengan tersedianya dana khusus melalui APBD Pemko Banjarbaru untuk pelaksanaan evaluasi pendidikan (assessment) bagi ABK.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo, mengatakan assessment tersebut ditujukan untuk mengetahui apa kekurangan seorang anak dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Dalam hal ini, pihaknya bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

“Sumbernya dari APBD Pemko Banjarbaru. Assessment ini agar kita mengetahui anak tersebut mengalami gangguan belajar seperti apa. Nah yang melakukan assessment itu pihak ULM dari prodi Pendidikan Khusus. Kami sudah menekan MoU kerjasama,” katanya, Rabu (11/10).

Pentingnya assessment terhadap ABK, lanjut Dedy, agar Guru Pembimbing Khusus (GPK) di masing-masing sekolah dapat menyesuaikan metode mengajar yang efisien. Terlebih lagi pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas ruang khusus di masing-masing sekolah bagi ABK yang disebut Pojok Inklusi.

“Karena ada berbagai macam jenis anak inklusi. Kita haru tau dulu, jenisnya dan apa hambatannya dalam belajar. Jika sudah tau, maka GPK di sekolah bisa menyesuaikan metode mengajarnya sesuai rekomendasi dari hasil assessement tersebut dan sudah disiapkan ruangan khusus untuk proses belajar mengajarnya di Pojok Inklusi,” terangnya.

Layanan pendidikan iklusif di Kota Banjarbaru telah terlaksana di 181 sekolah negeri di Banjarbaru, dari tingkat PAUD, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari jumlah sekolah tersebut, Dinas Pendidikan telah mendata ada sebanyak 668 ABK, dengan rincian 320 pelajar PAUD, 263 pelajar SD dan 85 pelajar SMP.

Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru hingga saat ini memiliki GPK di masing-masing sekolah dengan jumlah mencapai 117 orang. Meskipun tak sebanding dengan jumlah ABK yang dilayani, namun program ini telah berhasil telaksana dengan baik. (MC.BJB-RDM/APR)

Pemprov Kalsel Terus Berupaya Untuk Tingkatkan Indeks Profesionalitas Asn Banua

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel terus berupaya untuk meningkatkan Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP ASN) di Banua.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel Dinansyah, baru – baru tadi.

Dinansyah menyampaikan, IP ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel untuk tahun 2023 terbilang baik, dimana pada triwulan ke tiga tahun 2023 IP ASN Pemprov Kalsel yang terverifikasi oleh Kementerian PAN-RB tercatat sebesar 70 poin per Selasa (10/10).

“Alhamdulillah IP ASN kita pada triwulan ke tiga sampai dengan hari ini sudah 70 poin, dan kita optimis nilai tersebut masih bisa meningkat,” ucap Dinansyah.

Ia menambahkan, untuk 2023 ini pihaknya menargetkan IP ASN Pemprov Kalsel melebihi tahun 2022 lalu, dimana pada tahun tersebut IP ASN Pemprov Kalsel tercatat sebesar 75 poin. Untuk itu, pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya seperti melaksanakan webinar dan seminar kepada ASN dilingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, yang mana ini bisa dikonversi menjadi nilai bagi ASN.

“Dalam pelaksanaan hal tersebut kita juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti BPSDM Kalsel, dan lembaga uji kompetensi lainnya. Kami juga rutin mengadakan sosialisasi minimal satu bulan sekali baik secara langsung maupun daring,” lanjut Dinansyah.

Agar target IP ASN 2023 ini tercapai, Dinansyah juga memohon dukungan kepada seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel untuk rutin melakukan update data pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Kalsel.

“Untuk sementara ini masih ada sejumlah ASN yang sering tidak ingat melakukan update data uji kompetensinya di aplikasi SIMPEG Kalsel, hal ini menjadi salah satu kendala kita dalam menghitung IP ASN. Untuk itu, saya mendorong seluruh ASN untuk rutin mengupdate data uji kompetensi yang diikutinya pada aplikasi SIMPEG Kalsel,” tutupnya. (MRF/RDM/APR)

Pemprov Kalsel Dukung Pengembangan Perikanan Lahan Basah

BANJARBARU -Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Hatimah, menghadiri seminar nasional fakultas perikanan dan kelautan ke 9 tahun 2023, yang bertempat disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, pada Rabu (11/10). Seminar rutin tersebut, selalu digelar Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) setiap tahunnya, dirangkaikan dengan kegiatan Dies Natalies ULM.

Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Agustiana menyampaikan, tema besar yang diangkat dalam seminar nasional ke 9 tersebut, yakni terkait pengelolaan perikanan lahan basah sejalan dengan arah kebijakan pembangunan berkelanjutan di tingkat global, atau sustainable development goals (SDGs). Tema tersebut sesuai dengan Visi Misi Fakultas Perikanan dan Kelautan, yaitu berdaya saing tinggi dalam mencetak SDM Professional dan pengembangan Iptek lahan basah.

Seminar Nasional Fakultas Perikanan Dan Kelautan Ke 9 Tahun 2023

“Diharapkan kegiatan seminar nasional tersebut dapat menambah pengetahuan para peserta, untuk mengimbangi penghasilan sumber pangan di sektor perikanan,” ucap Agustiana.

Sementara itu, Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Hatimah menyampaikan, sejak tahun 2020, SDGs dalam poin ekosistem daratan telah menjamin pelestarian, restorasi, dan pemanfaatan berkelanjutan dari ekosistem daratan dan perairan darat serta jasa lingkungannya.

“peningkatan produksi ikan dari sumber budidaya lahan basah juga berkontribusi penting terhadap pencegahan stunting,” ujarnya.

Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Agustiana (Kanan) bersama Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Hatimah (Kiri)

SDGs pada tahun 2030 menargetkan, menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi. agar sdm indonesia tumbuh sehat dan tidak tertinggal dari sdm-sdm di negara lain, untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung pengembangan perikanan lahan basah, yang berasaskan ekonomi kerakyatan, dan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi dan budaya. pengembangan pertanian lahan basah harus bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Saya mendorong peningkatan kerjasama, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan ulm selaku mitra pemerintah, dalam rangka mengembangkan pertanian lahan basah yang berkelanjutan. saya yakin, sdm dari fakultas perikanan dan kelautan ulm telah mengantongi ilmu dan pengalaman yang memadai untuk terjun ke lapangan,” tutupnya.

Untuk diketahui, seminar nasional fakultas perikanan dan kelautan ke 9 tahun 2023 digelar selama dua hari, yakni 11 – 12 Oktober, dengan mengundang narasumber dari sejumlah daerah. (MRF/RDM/APR)

Pembangunan Perusahaan AMDK BPAM Banjarbakula Bakal Dianggarkan Tahun 2024

BANJARBARU – Pembangunan perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diwacanakan Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula, saat ini tengah memasuki proses penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan Detail Engineering Design (DED).

Kepala BPAM Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir, mengatakan FS dan DED yang sedang digarap oleh pihak ketiga itu diperkirakan bisa selesai pada anggaran perubahan tahun ini.

“Diperubahan sudah kita anggarkan, saat ini sedang proses tinggal menunggu pelaksanaannya. Kemungkinan akhir November mungkin sudah selesai,” ujar Berty, Rabu (11/10).

Jika FS dan DED sudah diselesaikan, Berty menjelaskan, pihaknya akan mulai mengangarkan pembangunan gedung beserta sarana prasarana penunjang dan peralatan instalasi AMDK.

“(bangunannya) di areal sini (kawasan BPAM Banjarbakula). Brandnya juga masih belum kita cantumkan, saat ini masih rancangan dulu,” bebernya.

Kepala BPAM Banjarbakula Muhammad Berty Nakir

Terkait berapa jumlah anggaran yang dikeluarkan dan kapan perkiraan bangunan bisa diselesaikan, Berty mengaku, sampai saat ini belum ada kejelasan. Lantaran masih dalam tahap penelitian.

“Langkahnya masih kami teliti. Apakah melalui lelang atau penunjukan langsung (kontraktor). Kalau lelang jelas akan lambat, karena banyak proses yang harus dilakukan. Kalau penunjukkan langsung bisa lebih cepat, mungkin pertengahan tahun kita sudah bisa menyiapkan fasilitas dan mungkin saja bangunannya bisa sudah jadi,” terang Berty.

Berty menegaskan pembuatan AMDK tidak akan mengganggu suplai air curah ke perusahaan air minum yang telah bekerjasama dengan mereka.

Pasalnya, dua buah IPA di BPAM Banjarbakula bisa menghasilkan 750 liter perdetik air curah. Sedangkan distribusinya hanya berkisar 450-470 liter perdetik ke PTAM Intan Banjar dan PDAM Tanah Laut.

“Jadi kita membuat AMDK ini juga agar air curah yang berlebihan itu tidak mubazir,” ungkap Berty.

Berty menerangkan, AMDK yang mereka bangun nantinya akan membuat berbagai jenis kemasan, mulai kemasan gelas, botol kecil dan besar, hingga galon.

“Tergantung perencanaan anggaran nanti, kalau memang anggarannya cukup bakal kita buat semua. Tapi kalau tidak kita akan lakukan bertahap dari yang paling dibutuhkan masyarakat terlebih dahulu,” pungkas Berty.(SYA/RDM/APR)

Peringati Wafatnya Pangeran Antasari, Gubernur Kalsel Minta Terus Kobarkan Semangat Perjuangan

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor meminta, semangat Perjuangan Pahlawan Nasional Pangeran Antasari, terus dikobarkan dalam membangun Banua.

Kepada sejumlah wartawan, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, usai memimpin Upacara peringatan ke-161 Wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari Tahun 2023, pada Rabu (11/10) mengatakan, Pangeran Antasari merupakan pahlawan yang berasal dari Kalimantan Selatan dan berjuang melawan Belanda di abad ke-19, dengan peringatan wafatnya Pangeran Antasari, tentunya semangat perjuangan semakin dikobarkan untuk terus membangun Banua dengan menanamkan nilai-nilai sejarah.

“Generasi harus miliki semangat patriotisme, gotong-royong, nasionalisme, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan,” pintanya

Disampaikan Sahbirin, para generasi muda dapat semakin mengobarkan semangat perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, karena salah satu tujuh pesan yang pernah disampaikan langsung oleh Pangeran Antasari, yang hingga saat ini masih diingat oleh masyarakat Kalimantan Selatan, yaitu “Haram manyarah, waja sampai kaputing”, yang berarti, haram hukumnya untuk menyerah kepada musuh.

“Peringatan ini dapat memaknai sebagai sumber inspirasi dalam membangun semangat juang, guna melanjutkan estapet pembangunan di Bumi Lambung Mangkurat Kalsel,” pinta Paman Birin

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, memberikan santunan kepada ahli waris Pahlawan Nasional Pangeran Antasari

Sementara itu, salah seorang ahli waris keturunan kelima Pangeran Antasari, Ani, menambahkan, pihaknya mengapresiasi selama ini berbagai perhatian Pemerintah Kalimantan Selatan telah diberikan, mulai dari peringatan upacara di Makam Pahlawan setiap tahunnya, memberikan santunan dan Pemerintah Indonesia telah menampilkan gambar pada salah satu pecahan mata uang rupiah,

“Hal ini sangatlah berharga untuk semakin dikenal Pahlawan Nasional asal Kalimantan Selatan,” tutupnya

Untuk diketahui, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, memimpin upacara peringatan ke-161 Wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari Tahun 2023.
Upacara digelar Jalan Malkon Temon (Masjid Jami) Kecamatan Banjarmasin Utara, turut hadir Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Kapolda Kalsel, Komandan Korem 101 Antasari dan sejumlah pejabat lain, lengkap mengenakan pakaian adat Banjar. Kegiatan diawali dengan penghormatan, pembacaan riwayat singkat, pembacaan pesan-pesan Pangeran Antasari oleh pimpinan upacara, dilanjutkan doa dengan tabur bunga, serta diberikan santunan bagi ahli waris keluarga besar Pahlawan Nasional Pangeran Antasari. (NHF/RDM/APR)

ODGJ DI RUMAH SINGGAH BANJARMASIN MENINGKAT

BANJARMASIN – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Banjarmasin, yang menjalani perawatan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Banjarmasin mengalami peningkatan.

“Pada beberapa bulan terakhir ini, terjadi peningkatan penderita gangguan jiwa, yang menjalani perawatan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Banjarmasin,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Dolly Syahbana, kepada Abdi Persada FM, Rabu (11/10).

Sebelumnya, lanjut Dolly, jumlah penderita gangguan jiwa yang menjalani perawatan berkisar 60, kini mencapai 70 – 75 ODGJ.

“Kapasitas yang ada di Rumah Singgah Dinsos Banjarmasin dapat menampung 75 ODGJ saja,” ucap Dolly.

Tentunya, tambah Dolly, kapasitas tersebut masih kurang. Dan, perlu penambahan lagi kedepannya.

“ODGJ di Rumah Singgah kami rawat dan diobati,” jelasnya lagi.

Dolly berharap, ODGJ di Kota Banjarmasin dapat mengalami penurunan, serta ODGJ yang saat ini menjalani perawatan dapat sembuh.

Dalam kesempatan tersebut, Dolly juga mengungkapkan, penyalahgunaan obat obatan terlarang, penyebabkan bertambahnya ODGJ di Kota Banjarmasin.

“Berdasarkan catatan dari Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Banjarmasin, tempat perawatan ODGJ tersebut.
Salah satu penyebab gangguan jiwa yang dialami penderita, yaitu penyalahgunaan obat obatan atau narkoba,” tutur Dolly.

Penderita terlebih dahulu mengalami kecanduan obat obatan, kemudian mengalami gangguan kejiwaan.

“Oleh karena itu, kami menghimbau kepada warga Kota Banjarmasin, untuk menjauhi penyalahgunaan obat obatan terlarang tersebut,” ucap Dolly. (SRI/RDM/APR)

HARGA IKAN LAYANG DI PELABUHAN PERIKANAN BANJARMASIN TURUN

BANJARMASIN – Pasokan ikan layang (Lajang) di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin melimpah, sehingga menyebabkan harga mengalami penurunan. Selain itu, Kapal Nelayan yang masuk Kepelabuhan Perikanan Banjarmasin mengalami peningkatan.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki mengatakan, untuk saat ini kapal nelayan yang masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin mencapai 9 kapal.

“Kapal nelayan yang masuk saat ini cukup banyak mencapai 9 kapal,” ucap Akhmad Jaki, Rabu (11/10).

Disampaikannya, Sebelumnya kapal yang masuk ke tempat mereka, hanya bekisar 4 sampai 5 kapal saja.

“Tentunya, dengan masuknya banyak kapal nelayan tersebut. Membawa berbagai macam jenis ikan laut,” ujarnya.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki

Kapal nelayan tersebut, tentunya dapat memenuhi kebutuhan pasokan ikan di Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

“Jenis ikan yang masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, yaitu, ikan kembung, layang, tongkol, trakulu, serta lainnya,” tutur Jaki lebih lanjut.

Sedangkan, lanjutnya, harga ikan layang di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin mengalami penurunan, yang mencapai 7000 – 12.000 rupiah per kilonya.

“Turunnya harga ikan layang disebabkan, pasokan ikan tersebut banyak masuk di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ucap Jaki.

Sedangkan, untuk harga ikan kembung dijual dikisaran harga 30.000 – 37.000 rupiah perkilo, ikan layang dijual dikisaran harga 7000 – 12.000 rupiah per kilonya.

Ikan tongkol komo dijual dikisaran harga 27.000 – 30.000 rupiah perkilo, tongkol sisik dijual dikisaran harga 30.000 – 37.000 rupiah perkilo.

Untuk jenis ikan lainnya seperti ikan bandeng dijual dikisaran 15 ribu perkilonya. (SRI/RDM/APR)

Exit mobile version