Gelar Baksos, Polres Banjarbaru Bagikan Buku dan Al Qur’an Untuk Masyarakat

BANJARBARU – Polres Banjarbaru melaksanakan program bakti sosial dengan tema “Polri Peduli Budaya Literasi Distribusi Buku Sampai Dengan Pelosok Nusantara”, pada Rabu (6/9). Acara ini merupakan salah satu upaya dalam mendistribusikan buku-buku berkualitas kepada masyarakat, khususnya di Kota Banjarbaru. Selain mendistribusikan buku-buku, Polres Banjarbaru juga memberikan sebanyak 180 Al Qur’an kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mereka dalam mendukung budaya literasi dan nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu langkah nyata Polres Banjarbaru dalam mendukung peningkatan literasi, sambil juga mempromosikan nilai-nilai keagamaan yang kental kaitannya di Indonesia. Pelaksanaannya sendiri dilakukan serentak hingga Polsek jajaran, namun terkhusus Polres Banjarbaru pada hari ini melaksanakan di dua lokasi terpisah yakni di Masjid Istikomah (SMP Muhammadiyah) Jalan A. Yani Km 34 dan juga Masjid Miftahul Khairiyah Jalan Sidodadi Loktabat.

Wakapolres Banjarbaru Kompol Winda Adhiningrum, yang memimpin langsung jalannya kegiatan, menyampaikan, Polres Banjarbaru sangat peduli akan peningkatan literasi di kalangan masyarakat. Namun, juga tak lupa akan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, Polres Banjarbaru beserta Polsek jajaran pada hari ini dengan bangga mengadakan program “Polri Peduli Budaya Literasi” yang juga mencakup distribusi Al Qu’ran bagi masyarakat.

“Semoga dengan program tersebut bisa semakin meningkatkan minat baca para warga masyarakat khususnya terkait pembagian Al Qur’an yang kami laksanakan pada hari ini, kita berharap semoga menjadi berkah bagi semuanya serta membawa kedamaian dan ketentraman di Kota Banjarbaru, serta juga menumbuhkan generasi-generasi muda yang cinta Al Qur’an,” pungkasnya.

Adapun penerima dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Polres Banjarbaru yaitu Bapak Said Rahma perwakilan Guru SMP Muhammadiyah serta Ustad Muhammad Abdul selaku pengurus Masjid Miftahul Khairiyah. Masing-masing dari mereka menerima sebanyak 15 Al Qur’an dalam kegiatan tersebut.

Dalam program ini Polres Banjarbaru beserta Polsek jajaran berkolaborasi dengan para penerbit lokal, yayasan literasi, dan komunitas keagamaan. Buku-buku yang didistribusikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat yang mencakup buku-buku pendidikan dan keagamaan. Selain itu, 180 Al Qur’an juga turut dibagikan kepada masyarakat yang hadir sebagai simbol kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan.

Bakti sosial ini pun mendapatkan sambutan yang luar biasa dari berbagai elemen masyarakat, mereka sangat mendukung dengan inovasi yang dicanangkan melalui program itu. Mereka pun berharap melalui kegiatan-kegiatan seperti ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga dapat memahami lebih dalam mengenai agama serta budaya literasi.

Harapannya, program “Polri Peduli Budaya Literasi Distribusi Buku Sampai Dengan Pelosok Nusantara” yang diadakan oleh Polres Banjarbaru akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan tingkat literasi dan juga kesadaran akan nilai-nilai keagamaan di kalangan masyarakat setempat. (RILIS-RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Rencanakan Gelar Pasar Murah Setiap Bulan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Pasar Murah dalam rangka menekan angka inflasi di Kota ini. Hal ini disampaikan Kabid Perdagangan Disperdagin Kota Banjarmasin Faisal Akly. 

Kabid Perdagangan Disperdagin Banjarmasin Faisal Akly

“Jika angka inflasi di Kota Banjarmasin terus mengalami peningkatan. Maka Operasi Pasar Murah akan dilaksanakan setiap bulan,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, Rabu (6/9). 

Menurut Akly, Operasi pasar murah ini sudah dilakukan, seperti pelaksanaan operasi beras di kawasan Masjid Jami. 

“Dengan adanya operasi Pasar yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Maka inflasi dapat mengalami penurunan,” ucap Akly. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Finalisasi 3 Raperda

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif di kota Banjarmasin telah memfinalisasi 3 Rancangan Peraturan Daerah, tentang Penyelenggara Fasilitasi Pesantren, Pemberdayaan dan Perlindungan Lanjut Usia serta Peningkatan Budaya Literasi.

Hal itu disampaikan, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, Darma Sri Handayani, Rabu (6/9)

Darma menjelaskan, ketiga Rancangan Peraturan Daerah, yang sudah finalisasi ini merupakan Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2022, dan setelah disahkan akan diajukan ke Biro Hukum Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk dilakukan evaluasi.

“Kita akan jadwalkan Rapur dalam waktu dekat ini untuk disahkan,” ucapnya

Disampaikan Darma, untuk Program Legislasi Derah (Prolegda) tahun 2023 ini, ada sebanyak 26 buah raperda, dan masih dalam proses pembahasan ada 7 buah diantaranya. Yakni, 

Raperda Penanganan Penyakit Menular, Pajak dan Retribusi Daerah, Perumda Pasar Baiman, dan Perubahan APBD 2023 serta dan tentang APBD tahun 2024.

“Kami terus support Ketua dan Anggota Pansus untuk segera menyelesaikan,” jelasnya

Lebih lanjut Darma menambahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan empat draf awal Rancangan Peraturan Daerah untuk harmonisasi ke Kementerian Hukum dan HAM, diantaranya Raperda Revisi Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang penyelenggaraan kegiatan usaha dan rekreasi, Raperda tentang pengelolaan kekayaan intelektual, Raperda tentang penyelenggaraan kearsipan dan Revisi Perda nomor 14 tahun 2018 tentang ketenagakerjaan.

“Keempat Raperda yang dikirim ke Kemenkumham itu inisiatif dari DPRD Kota Banjarmasin, setelah disetujui baru disampaikan melalui Rapur untuk dibentuk Pansus,” tutupnya (NHF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Terima Penghargaan Penerapan Aplikasi Srikandi

JAWA TENGAH – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Nurliani Dardie, menerima penghargaan Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi), dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor

Penghargaan tersebut diberikan Kepala ANRI, melalui Kepala Bidang Pembinaan Kearsipan Desi Pratiwi, pada kegiatan Pemberian Penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang Secara Aktif Mengimplementasikan Srikandi, pada salah satu Hotel Berbintang di Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (6/9).

Penghargaan itu diberikan karena keberhasilan penerapan Aplikasi Srikandi di Lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, dengan indikator jumlah Organisasi Perangkat Daerah yang menggunakan, jumlah surat masuk dan keluar, serta jumlah disposisi, sebagaimana telah diamanatkan dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 100.4.41/8557/SJ tentang Implementasi Srikandi ANRI.

Selain itu sebagai apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan penuh dan pengaruh yang besar, terhadap penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, khususnya Aplikasi SBPE Bidang Kearsipan Srikandi.

“Ini tidak dapat dicapai sendiri, untuk itu saya ucapakan terimakasih atas dukungan dan kerjasama yang baik Diskominfo Kalsel dan seluruh Kepala SKPD beserta admin Srikandi, Serta seluruh Kabupaten/kota,” kata Nurliani, dalam rilisnya, Rabu (6/9).

Selain Gubernur Kalsel, ada tiga Kepala Daerah lagi di Kalsel yang juga mendapat penghargaan yang sama, yaitu Bupati Tanah Bumbu, Bupati Tabalong dan Bupati Banjar. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Siap Bantu Tangani Karhutla, Setwan Kalsel Sediakan Armada Damkar

BANJARMASIN – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk turut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Armada Damkar Yang Disiapkan Sekwan Kalsel

Kepada wartawan, Rabu (6/9), Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini mengatakan hal tersebut sesuai intruksi Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor agar seluruh SKPD lingkup Pemprov Kalsel hadir di tengah masyarakat turut membantu penanganan karhutla di Banua.

Sekwan Kalsel, M. Jaini

“Jadi kami siapkan tandon air, mesin pompa, mobil operasional dan sumber daya manusianya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Jaini, pihaknya juga akan hadir dalam apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang dijadwalkan pada Sabtu (9/9) mendatang. (NRH/RDM/RH)

2024, Pemprov Kalsel Tidak Adakan Penerimaan CPNS

BANJARBARU – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) resmi merilis jadwal penerimaan CPNS 2023 dan PPPK 2023. Jadwal penerimaan CPNS 2023 dan PPPK 2023 dimulai pada 16 September 2023.

Berkaitan dengan penerimaan CPNS, Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Kabupaten-Kota, dan Provinsi lainnya diseluruh Indonesia, tidak mengusulkan jumlah formasi CPNS, namun hanya mengusulkan jumlah formasi penerimaan PPPK.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel Dinansyah menyampaikan, penerimaan CPNS hanya dibuka untuk formasi di Kementerian saja, dan tidak dibuka untuk formasi di Pemerintah Daerah (Pemda).

“Berkaitan dengan penerimaan CPNS, seluruh Kabupaten-Kota di Indonesia tidak ada menerima CPNS untuk tahun 2024 yang pendaftarannya dimulai ditahun 2023 ini. Jadi totalnya itu kita cuman menerima PPPK saja,” ungkap Dinansyah saat menghadiri pemberian penghargaan satyalencana karya satya, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, baru-baru tadi.

Penerimaan CPNS hanya ditujukan untuk Instansi Kementerian, dan Pemerintah Daerah (Pemda) hanya membuka pendaftaran untuk formasi PPPK.

“Jadi Kalsel juga tidak menerima CPNS, namun hanya PPPK saja dengan formasi guru, tenaga kesehatan (Nakes), dan tenaga teknis,” lanjut Dinansyah.

Dinansyah menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel telah mengusulkan sebanyak 1626 formasi untuk penerimaan PPPK ditahun 2024 yang pendaftarannya akan dimulai ditahun 2023 ini. Namun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hanya menyetujui sebanyak 1564 formasi penerimaan PPPK untuk Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Dengan rincian guru 505 orang, tenaga kesehatan (nakes) 737 orang, dan tenaga teknis 322 orang,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ajak Seluruh Masyarakat Sholat Minta Hujan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar sholat Istisqa (salat sunah yang dikerjakan untuk memohon diturunkannya hujan) di Masjid Al-Karomah Martapura, Kabupaten Banjar pada Kamis (7/9). Sholat Istisqa nantinya akan dipimpin oleh KH. Wildan Salman atau Guru Wildan, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Al-Quran Darussalam Martapura, dan bagi seluruh Masyarakat yang ingin turut serta dan mengikuti sholat Istisqa, bisa berdatang ke Masjid Al Karomah di hari Kamis (7/9) pada jam 07.00 WITA. 

Rapat persiapan sholat istiqsa

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kalsel Berkatullah menyampaikan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam pelaksanaan Sholat Istisqa, dengan menggunakan pakaian putih, membawa perlengkapan salat seperti sajadah serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Dalam menyiapkan kelancaran kegiatan tersebut, kita juga telah koordinasi dengan pihak keamanan, baik itu TNI/Polri, Dishub dan Satpol PP untuk mengamankan acara tersebut,” ungkap Berkatullah usai menghadiri rapat persiapan sholat Istisqa di ruang rapat Biro Kesra Sekdaprov Kalsel, Selasa (5/9) sore. 

Selain digelar di Masjid Al Karomah Martapura, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga menghimbau kepada Bupati/Walikota se- Kalsel untuk turut melaksanakan Sholat Istisqa di daerahnya masing-masing.

“Selain mengundang warga, diminta kepada kepala SKPD dan seluruh jajarannya untuk ikut serta melaksanakan Sholat Istisqa,” lanjut Berkat. 

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Bidang Keagamaan Syahrizal Aufa menyampaikan, terselenggaranya sholat Istisqa di Masjid Al-Karomah Martapura, merupakan bentuk dukungan KH. Wildan Salman kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, untuk berdoa bersama kepada Allah SWT, agar dapat menciptakan hujan dimusim kemarau seperti sekarang ini. 

“Beliau (KH. Wildan Salman) khawatir kalau terjadi apa-apa seperti kebakaran lahan dimusim kemarau ini,” ungkap Aufa. 

Dasar dilaksanakannya sholat Istisqa berasal dari sebuah hadits, dimana sholat Istisqa harus ada perintah yang berasal dari Umara (pemimpin), yang merupakan hajat dari Umara yang ditujukan langsung kepada masyarakat. 

“Insya allah sholat Istisqa akan di Imami langsung oleh KH. Wildan Salman, dan Khutbahnya akan disampaikan oleh KH. Hasanuddin Badruddin,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Taman Budaya Disdikbud Kalsel Tampilkan Seni Aruh Adat Dayak Meratus di TKTB se-Indonesia

BANJARMASIN – Guna semakin memperkenalkan tarian khas di Banua, Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, telah menampilkan kesenian aruh besar yang merupakan adat suku Dayak Meratus, melalui Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia.

Kepada wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel Suharyanti, ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (5/9) mengatakan, pada pekan lalu pihaknya menghadiri kegiatan Temu Karya Taman Budaya Se Indonesia ke XXII, di Provinsi Jawa Barat. Dalam rangka meningkatkan semangat dan ketahanan budaya melalui pertunjukan seni dari seluruh peserta di 28 Provinsi. Sehingga, membangun pondasi yang kuat dalam pemajuan kebudayaan daerah.

“Kalsel telah menampilkan pergelaran dengan mengemas dalam bentuk musik dan divisualisasikan berjudul “Mamang” yaitu mengangkat aruh besar suku dayak Meratus,” ungkapnya

Disampaikan Suharyanti, pergelaran musik berjudul Mamang, dalam bentuk visual ini merupakan rasa syukur dari warga disuatu desa setelah berhasil panen. Ia berharap, setelah kegiatan Temu Karya Taman Budaya Se Indonesia ke XXII, dapat semakin mempererat tali silaturahmi antar pelaku seni budaya dari seluruh penjuru Tanah Air.

“Temu Karya Taman Budaya Se Indonesia ini merupakan event Nasional,” jelasnya

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, dengan mengangkat tema “Rakit” dimaksudkan menyatukan keragaman jenis budaya dan kesenian yang terdapat di Indonesia, mulai dari tarian, musik, sastra hingga teater. Setelah sukses digelar di Provinsi Jawa Barat, Tahun 2024 akan dilaksanakan ke Provinsi Banda Aceh, dan direncanakan Tahun 2025 mendatang, akan dihelat ke Kalimantan Selatan.

“Tahun 2023 kita perdana menggelar Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke 1 dan berjalan sukses, maka ini menjadi tolak ukur untuk persiapan nanti,” tutup Yanti. (NHF/RDM/RH)

Operasi Zebra Intan 2023 Dimulai

BANJARMASIN – Operasi Zebra Intan Tahun 2023 dimulai di Kota Banjarmasin. Operasi ini dimulai dengan dilaksanakan Apel Operasi Zebra Intan, Senin (4/9).

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo menjelaskan, pada Operasi Zebra Intan 2023 ini, Polda Kalsel menurunkan sebanyak 498 personel polisi yang ditempatkan di seluruh Kalimantan Selatan.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo dan Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor

“Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari,” ungkap sabana.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu didukung oleh pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat. Untuk mensukseskan pelaksanaan Operasi Zebra Intan Tahun 2023 di Kota Banjarmasin.

“Diharapkan Operasi Zebra ini dapat membuat masyarakat lebih tertib dan disiplin dalam berlalu lintas, serta mengutamakan keselamatan,” ucap Sabana.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat tertib dalam berlalu lintas.

“Pemerintah Banjarmasin tentunya memberi apresiasi dan dukungan terhadap, pelaksanaan operasi zebra intan tahun 2023 ini,” ungkap Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Dan, lanjutnya, Pemko Banjarmasin meminta kepada seluruh masyarakat dan ASN dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin dapat patuh dan tertib dalam berlalu lintas di Kota Banjarmasin.

“Operasi zebra intan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian, untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)

Gelar Sholat Istisqo, Kalsel Berharap Hujan Atasi Karhutla

BANJARMASIN – Pekan ini, tepatnya pada Kamis (7/9) mendatang, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar sholat Istisqa atau sholat meminta hujan. Sholat yang akan dihadiri sejumlah ulama, di Kalimantan Selatan itu, akan digelar di masjid Al Karomah Martapura, pada pukul 07.00 WITA. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur, Sahbirin Noor beserta jajarannya. Masyarakat Kalsel juga diundang untuk bersama – sama hadir, dan mendoakan agar hujan segera turun diseluruh wilayah Kalimantan Selatan. 

Dua hari sebelum pemerintah provinsi menggelar sholat Istisqa, tepatnya pada hari ini Selasa (5/9), Korem 101/Antasari sudah menggelar sholat khusus ini. Sholat yang diimami ustadz Ahmad Sufian Al Banjari ini, diikuti seluruh prajurit Korem 101/Antasari, termasuk Komandan Korem (Danrem), Brigjend TNI Ari Aryanto.

Suasana sholat Istisqa di Makorem 101/Antasari pada Selasa (5/9)

Pada kesempatan ini, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ari Aryanto, menyampaikan, bahwa berbagai upaya telah ditempuh bersama pemerintah daerah, Polri, BPBD dan instansi terkait untuk mencegah dan mengatasi karhutla di Kalimantan Selatan. Namun ternyata hasilnya belum optimal, mengatasi karhutla. 

“Sebagai umat beragama,  kita juga tetap harus berusaha dengan berdo’a memohon minta hujan, dengan menggelar sholat Istisqo ini,” jelasnya.

Danrem juga mengimbau, jajaran Dandim, Danramil dan Babinsa agar tidak henti-hentinya menyampaikan kepada masyarakat, untuk bersama-sama menjaga lahannya agar tidak terbakar apalagi dibakar.

Sebelumnya pada Minggu (3/9) malam, kepada Abdi Persada FM, Gubernur, Sahbirin Noor mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk mengikuti sholat Istisqa yang akan digelar di masjid Al Karomah Martapura, pada Kamis (7/9) mendatang.

“Saya juga meminta seluruh pemerintah daerah di Kalsel untuk menggelar sholat Istisqa di daerah masing – masing. Dengan doa yang tulus dari seluruh masyarakat Kalsel, semoga Allah segera menurunkan hujan untuk mengatasi musim kemarau kering tahun ini,” tutup Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel).

Data BPBD Provinsi Kalimantan Selatan menyebutkan, hingga Senin (4/9), terdapat 13.983 titik panas dan 1.297 titik api. Dari 1.297 titik api yang terpantau, hanya kota Banjarmasin yang tidak ditemukan adanya titik api.

Terdata titik api terbanyak ditemukan di Tanah Laut dengan 380 titik api. Disusul kabupaten Banjar dengan 293 titik, dan kota Banjarbaru 212 titik serta Hulu Sungai Selatan dengan 190 titik api. 
Selain karhutla, musim kemarau kering kali ini juga sudah menimbulkan kabut asap yang menganggu aktivitas masyarakat. Termasuk lalu lintas penerbangan, yang sempat mengalami penundaan pada Selasa (5/9) akibat pendeknya jarak pandang, karena terhalang kabut. Bahkan sejumlah daerah di Kalsel, juga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version