Kabut Asap, PPRSAR Mulia Satria Wajibkan Klien Gunakan Masker

BANJARBARU – Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mewajibkan penggunaan masker kepada seluruh klien mereka, sejak kemarau ekstrim yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Salah seorang staf PPRSAR Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan (merah) saat membagi masker kepada klien remaja

Kepala Seksi Pelayanan PPRSAR Mulia Satria Kalsel Sacik Kartikowati, mengatakan aturan itu dilakukan agar klien mereka tidak mudah terkena gangguan pernafasan akibat asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Seksi Pelayanan PPRSAR Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan, Sacik Kartikowati

“Aturan ini kita wajibkan kepada klien selama berkegiatan di lingkungan panti. Klien yang berangkat sekolah di luar panti juga kita bekali masker untuk memastikan kesehatan mereka,” ujar Sacik, di Banjarbaru, Rabu (13/9).

Selain penggunaan masker, Sacik menyebut, PPRSAR Mulia Satria juga mempunyai klinik yang dilengkapi berbagai jenis obat-obatan untuk para klien mereka.

“Disana juga ada dokter yang siap melakukan pengecekan kesehatan kepada klien kami,” ungkapnya.

Bahkan, jika biasanya dokter klinik datang dua kali dalam sepekan, sejak beberapa bulan terakhir pihak PPRSAR Mulia Satria meminta para dokter datang lebih intens agar setiap klien yang mengalami gangguan pernafasan bisa langsung ditangani.

“Kami juga bekerjasama dengan beberapa puskesmas dan rumah sakit jika nantinya ada klien yang harus menjalani perawatan khusus,” bebernya.

Meski dengan aturan serta fasilitas klinik itu, Sacik tidak menampik kalau beberapa klien mereka ada yang mengalami batuk, sakit tenggorokan hingga sesak nafas.

“Klien kita kan memang usia balita sampai 18 tahun. Mungkin paru-paru mereka masih dalam tahap tumbuh kembang, makanya gampang terserang gangguan pernafasan,” imbuhnya.

Sacik berharap Kalsel segera diguyur hujan. Lantaran kekhawatirannya terhadap kondisi kesehatan klien, jika harus setiap hari terhirup kabut asap akibat karhutla. (SYA/RDM/RH)

Wujudkan Kemandirian Keuangan Daerah, Kanwil DJP Kalselteng Gelar FGD

BANJARMASIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng), menjadi tuan rumah kegiatan rutin Focus Group Discussion (FGD) wilayah Kalimantan Selatan bertema “Analisis Kemandirian dan Ketimpangan Fiskal untuk Mendorong Creative and Sustainable Financing”, pada Rabu (13/9) dikantornya jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, para pimpinan unit vertikal di wilayah Kalimantan Selatan, serta para pimpinan bank di Kalimantan Selatan.

Sekdaprov Kalsel

Digelar di Kanwil DJP Kalselteng, materi FGD kali ini sekaligus menjadi pembahasan yang beririsan dengan Kegiatan Edukasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah sebagai Penyangga Pembangunan Ibu Kota Nusantara. Dimana kegiatan tersebut akan diselenggarakan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bersama Kemenkeu Satu Kalimantan Selatan dan para pemerintah daerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur di Banjarbaru, pada 19 hingga 20 September 2023 mendatang.

Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Tarmizi memaparkan terkait ketimpangan fiskal antara pusat dan daerah, indeks kemandirian fiskal se-Kalimantan Selatan, tax ratio, kebijakan pembiayaan daerah, sinergi pendanaan daerah, serta Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan optimalisasi aAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kakanwil DJP Kalselteng

Berdasarkan laporan realisasi anggaran pemerintah daerah konsolidasian tingkat wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, pada rasio kemandirian keuangan daerah terlihat tingkat ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer masih cukup tinggi.

“Berkenaan dengan hal tersebut, yang terpenting dalam membangun kemandirian fiskal daerah adalah bagaimana pemerintah provinsi/kabupaten/kota melakukan inovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya,” jelas Tarmizi.

Pada tahun 2022, pemerintah telah menerbitkan UU HKPD (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah), yang didesain untuk memperkuat desentralisasi fiskal guna mewujudkan kesejahteraan melalui penguatan pembiayaan utang daerah, penguatan local taxing power dengan tetap menjaga perekonomian, dan mendorong creative and sustainable financing berbasis kerja sama melalui skema sinergi pendanaan.

“Dengan adanya UU HKPD, pemerintah daerah Kalimantan Selatan yakin pembiayaan infrastuktur, peningkatan pendapatan asli daerah, dan penggalian potensi lainnya akan lebih mudah dilakukan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar saat menutup kegiatan. (KanwilDJPKalselteng-RIW/RDM/RH)

Kenalkan Alat Musik dan Permainan Tradisional, PAUD Aisyiyah Kunjungi Taman Budaya Kalsel

BANJARMASIN – Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menerima kunjungan PAUD Terpadu Aisyiyah 2 Banjarmasin.

Kepada wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel Suharyanti, melalui Kasi Promosi dan Dokumentasi, Nita Aulia, setelah menerima kunjungan, pada Rabu (13/9) mengatakan, guna memperkenalkan seni dan budaya sejak dini kepada generasi, pihaknya menerima PAUD di Banjarmasin, pertama anak-anak dibawa mengunjungi ke Gumilang Kaca, Bengkel Lukis, kemudian Gedung Balairung Sari untuk diberikan materi selanjutnya ke Galeri Seni mereka diperkenalkan beragam alat musik tradisional diantaranya Gamelan, Angklung, dan ke Panggung Rampa memperkenalkan permainan tradisional salah satunya balogo.

Kasi Promosi dan Dokumentasi, Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, saat memberikan komentarnya

“Kami ingin anak-anak mengenal alat musik dan permainan tradisional di Banua,” katanya

Salah satu anak PAUD mencoba mainan tradisional Balogo

Disampaikan Nita, bulan September 2033 ini setiap pekannya sudah penuh dengan jadwal kunjungan dari PAUD di Banjarmasin. Namun, bagi yang ingin berkunjung, dapat menyampaikan surat secara langsung ke Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan, berlokasi di Jalan Kayu Tangi Hasan Basri Banjarmasin.

“Biasanya kita menerima kunjungan Hari Senin, Rabu dan Kamis,” ungkap Nita

Sementara itu, Guru PAUD Terpadu Aisyiyah 2 Banjarmasin Jurmiah, menyampaikan, pihaknya bersama 28 orang Anak-Anak TK dan Kelompok Bermain, memilih kunjungan ke Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan, guna memperkenalkan berbagai alat musik dan permainan tradisional, agar anak-anak itu dapat mengetahui dan belajar bersama. Selain itu metode pembelajaran ini untuk membuat mereka tidak jenuh, yaitu tidak hanya di dalam kelas tetapi di luar ruangan.

“Anak-anak PAUD ini dan masih berusia antara 3 – 4 tahun, mereka sangat antusias belajar diluar ruang kelas, Taman Budaya Disdikbud Kalsel tepat memberikan wadah, perkenalkan seni dan budaya di Banua,” tutupnya.

Untuk diketahui, selama ini Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan, menerima kunjungan dari PAUD yang tersebar di Kota Banjarmasin dan beberapa Kabupaten terdekat. (NHF/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Launching Kick Off Harjad Banjarmasin ke 497

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaunching Kick Off kegiatan Hari Jadi (Harjad) ke 497, dikawasan Kampung Ketupat, Rabu (12/9). Oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman.

Ibnu menjelaskan, pada pelaksanaan Harjad Kota Banjarmasin pada tahun 2023 ini mengangkat tema Banjarmasin Baikan adalah kita.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Maka dengan tema tersebut Pemko Banjarmasin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama meramaikan peringatan Harjad ini,” ucap Ibnu.

Pada rangkaian Hari Jadi ini akan dilaksanakan 21 kegiatan, diantara Kemilau Banjarmasin Bungas atau jukung hias, Banjarmasin Bershalawat bersama Habib Syech, Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Banjarmasin, Pekan Raya Banjarmasin, Gowes 20 kilometer, serta lainnya.

“Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 30 September 2023 mendatang.
Dengan puncak peringatan pada tanggal 23 September di Balaikota Banjarmasin, ” ungkap Ibnu.

Peringatan Hari Jadi, lanjutnya, pada tahun ini dimajukan satu hari. Karena pada tanggal 24 September 2023 jatuh pada hari Minggu.

“Sedangkan pada Jumat 22 September 2023 dilaksanakan Sidang Paripurna Istimewa Harjad Kota Banjarmasin ke 497, di. DPRD Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Tapi, tambahnya, sebelumnya dilakukan ziarah ke Makam Sultan Suriansyah.

Ibnu mengatakan, seperti tahun tahun sebelumnya pada Peringatan Hari Jadi kota Banjarmasin ini, pihaknya juga mendatsng artis dari Ibukota untuk memberikan hiburan kepada warga Kota Banjarmasin.

Artis yang akan memeriahkan Harjad Kota Banjarmasin ke 497, Salma Idol, serta Ian Kasela.

Pada kegiatan ini juga diserahkan penghargaan kepada pemenang lomba logo Hari Jadi Kota Banjarmasin.

Adapun Uraian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-497 Tahun Kota Banjarmasin Tahun 2023 adalah sebagai berikut :

  1. Pelayanan KB IUD
  2. Penyisihan Lomba Qasidah Dan Lomba Vokalis Gambus
  3. Jalan Santai Hari Perhubungan Sekaligus Peresmian Shelter 0 Km
  4. Lomba Membaca Yasin
  5. Festival Anggrek Dan Lomba Duta Anggrek
  6. Sholat Hajat
  7. Ziarah Makam Sultan Suriansyah
  8. Rapat Paripurna
  9. Banjarmasin Bersholawat
  10. Pembukaan Pekan Raya Banjarmasin
  11. Final Lomba Qasidah Dan Lomba Vokalis Gambus
  12. Upacara Puncak Hari Jadi Ke-497 Kota Banjarmasin
  13. Kemilau Banjarmasin Bungas
  14. Gowes 20 KM
  15. Festival Belajar.id
  16. Festival Tunas Bahasa Ibu
  17. Acara Penutupan Hari Jadi Ke-497 Tahun Kota Banjarmasin
  18. Wisuda Tk Al-Qur’an
  19. Peresmian Rumah Kemasan
  20. Beayun Maulid
  21. Lomba Olahraga Tradisional. (ADV/SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Gelaran Nonbar Film Matahari Dari Bumi Banjar

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi, langkah Universitas Terbuka menggelar Nonton Bareng Film Matahari dari Bumi Banjar.

Suasana Nontong Bareng Film berjudul “Matahari dari Bumi Banjar

Hal itu disampaikan, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel Husnul Khatimah, kepada sejumlah wartawan, usai nonton bareng di salah Mall terbesar di kota Banjarmasin, Rabu (13/9)

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah, saat diwancara awak media

Husnul mengatakan, Film tentang Matahari dari Bumi Banjar ini dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menceritakan tentang Tokoh Ulama Kharismatik Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang sangat terkenal di Banua, bahkan hingga ke Mancanegara. Ia meminta, para generasi yang menyaksikan film ini dapat meneladani akhlak mulia dan Semangat beliau, terutama dalam menuntut ilmu.

“Generasi muda tidak hanya harus mengenal dan mengetahui Datu Kelampayan, tetapi
sejarah dan proses pengembangan agama Islam di Indonesia, khususnya di Kalsel,” ucap
Husnul

Disampaikan Husnul, selain berbagai kitab yang ditulis oleh Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau dikenal Datu Kalampayan ini,
telah menjadi pelita di Banua, juga Nusantara hingga ke Mancanegara, berkat jasa beliau dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan umat, yaitu mampu melahirkan alim ulama dari masa ke masa.

“Semoga film ini mewariskan sejarah, nilai kehidupan untuk meneladani akhlak mulia dan semangat, baik dalam menuntut ilmu serta membina umat nanti,” pintanya

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka, Muhammad Priono, menjelaskan, pihaknya melibatkan sebanyak 26 SMA dan SMK di Kota Banjarmasin masing-masing satu guru pendamping, untuk menyaksikan Nonton Bareng Film Matahari dari Bumi Banjar yang bertujuan mengenalkan kepada para generasi, bahwa di Kalimantan Selatan memiliki Tokoh Ulama Kharismatik Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, terutama karangan Kitab tentang Sabilal Muhtadin.

“Dari 130 orang SLTA ini, setelah Nonbar, akan mengikuti Lomba Sinopsis, ada 3 juri yang berkompeten memberikan penilaian dan pemenangnya diumumkan pada bulan Oktober mendatang,” tutupnya

Untuk diketahui, Universitas Terbuka menyelenggarakan Nonton Bareng Film berjudul “Matahari dari Bumi Banjar”, bersama Siswa SMA/SMK di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

APBD-P 2023, Pemprov Kalsel Anggarkan 23,55 Persen Untuk Fungsi Pendidikan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengalokasikan anggaran untuk fungsi pendidikan sebesar 23,55 persen dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, pada Rabu (13/9).

Sahbirin menjelaskan anggaran untuk fungsi pendidikan sebesar 23,55 persen atau Rp2,3 triliun tersebut sudah melebihi kewajiban sebesar 20 persen yang ditentukan oleh Undang-undang.

“Sedangkan komponen perhitungannya, terdiri dari urusan bidang pendidikan, urusan bidang kebudayaan, urusan bidang kepemudaan dan olahraga, serta belanja di luar ke empat urusan tersebut yang menunjang kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan,” jelasnya.

Adapun perbedaan penafsiran dan persepsi terhadap perhitungan anggaran fungsi pendidikan yang disuarakan oleh Komisi IV DPRD Kalsel, Pemprov Kalsel akan mencermati bersama pada saat evaluasi Perubahan APBD 2023 dari Kementerian Dalam Negeri.

“Bilamana ada perbaikan perhitungan anggaran fungsi pendidikan ini, maka kita akan melakukan penyesuaian sebagaimana mestinya,” terangnya.

Perubahan APBD Tahun 2023 ini diharapkan dapat mampu mengakomodir kebutuhan pembangunan daerah, sesuai dengan prioritas yang telah direncanakan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin yang membacakan laporan Badan Anggaran, menyebutkan pendapatan daerah pada Rancangan Perubahan APBD Tahun 2023 ini sebesar Rp9,087 trilyun, lebih besar dari target Pendapatan pada APBD murni sebesar Rp7,826 trilyun atau naik sebesar 16,11 persen.

Kemudian untuk belanja daerah pada Rancangan Perubahan APBD Tahhn 2023, dianggarkan sebesar Rp10,007 trilyun, lebih besar dari belanja daerah yang dianggarkan pada APBD murni sebesar Rp7,727 trilyun atau mengalami kenaikan sebesar 29,50 persen.

“Dengan postur APBD Perubahan seperti ini diharapkan mampu dalam merealisasikan peningkatan pencapaian pembangunan dan kesejahteraan rakyat yang lebih merata,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Perkuat Pencegahan Korupsi di Dunia Usaha, Paman Birin Dukung KAD Antikorupsi

BANJARMASIN – Dunia usaha di Indonesia, rentan terlibat pada kasus tindak pidana korupsi. Mulai dari gratifikasi, suap hingga ‘kerjasama di balik layar’ untuk meloloskan suatu proyek. Contohnya untuk pengadaan barang dan jasa, termasuk pada sektor perizinan.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, dengan menginisiasi pembentukan Komite Advokasi Daerah (KAD) Antikorupsi diseluruh Indonesia. Termasuk di provinsi Kalimantan Selatan, yang hari ini, Rabu (13/9) mengukuhkan KAD Antikorupsi periode 2023 – 2027, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Pengukuhan dilakukan langsung Gubernur, Sahbirin Noor.

Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi dikukuhkan sebagai Ketua KAD Antikorupsi, bersama sejumlah anggotanya. Turut dikukuhkan, diantaranya Ketua REI Provinsi, Ketua PHRI Provinsi Kalsel, Ketua GAPKI, dan sejumlah kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi, yang lingkup kerjanya berhubungan langsung dengan dunia usaha. Contohnya Dinas PUPR, Dinas Kehutanan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel.

Kepada wartawan usai mengukuhkan KAD Antikorupsi, Gubernur mendukung terbentuknya komite advokasi inisiasi dari KPK RI ini.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan

“Komite ini menjadi langkah pemerintah provinsi mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, yang rawan terjadi di dunia usaha,” ujar Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel).

Sementara itu, Ketua KAD Antikorupsi Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi mengatakan, keberadaan komite ini menjadi wadah komunikasi dua arah, antara dunia usaha dan pemerintah daerah, yang sering berkolaborasi dalam pembangunan.

“Melalui komite ini, kami ingin mewujudkan ekosistem dunia usaha yang lebih baik, dan yang pasti bersih dari indikasi tindak pidana korupsi,” tutup Shinta.

Hadir pada pengukuhan KAD Antikorupsi Provinsi Kalsel ini, Kasatgas 4 Direktorat AKBU KPK RI, Ipi Maryati Kuding, Ketua DPRD Provinsi, Supian HK, unsur Forkopimda Provinsi dan tamu serta undangan lainnya. (RIW/RDM/RH)

Investasi Kalsel Semakin Membaik, DPMPTSP Kalsel Komitmen Dorong Green Investment

BANJARBARU – Tren investasi Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin membaik. Terhitung mulai Januari hingga Juni 2023, total investasi Kalsel sudah mencapai Rp8,85 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel Endri, menyebut hasil capaian tersebut tidak terlepas dari arahan Gubernur Kalsel  Sahbirin Noor, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kemudahan berinvestasi di banua.

“Beliau (Gubernur Kalsel) sangat mendukung kemudahan investasi di Kalsel. Bahkan terbuka untuk siapapun,” katanya, Selasa (12/9).

Hasil capaian itu membuat Endri semakin optimis mampu mencapai target investasi sebesar Rp 16triliun tahun ini. Pasalnya, dalam triwulan II (April-Juni) 2023 saja, realisasi investasi Kalsel bahkan meningkat kurang lebih 10 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 lalu (y-o-y).

“Realisasi investasi triwulan kedua tahun ini sudah mencapai Rp 4,65triliun. Sedangkan periode yang sama tahun lalu hanya Rp 4,02triliun,” ungkapnya.

Investasi Kalsel hingga triwulan II tahun 2023, lanjut Endri, masih didominasi oleh sektor pertambangan sebesar Rp4,3 triliun atau 48,76 persen. Sementara proyek paling banyak yakni sektor perdagangan dan reparasi yakni 856 proyek.

“Sampai saat ini pertambangan memang masih dominan. Tetapi sesuai instruksi Gubernur, kami terus menawarkan Green Investment atau investasi hijau yang bersifat ramah lingkungan seperti pariwisata dan padat karya,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Triwulan Kedua, PKB di Banjarbaru Sudah Capai 70 M

BANJARBARU – Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Banjarbaru bergulir positif. Sejak adanya kebijakan relaksasi, capaiannya pun berhasil mengumpulkan Rp70 miliar atau 65 persen dari pendapatan. Namun, angka ini merupakan hasil akumulasi keseluruhan penerimaan Januari – Agustus 2023.

Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Pengayom Bayu Ajie melalui Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB, Andri Iskandar Zulkarnain, mengungkapkan, tercatat dari Juni ke Juli 2023 rata-rata pendapatan yang terkumpul selama satu bulannya sekitar Rp8 miliar.

Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB UPPD Samsat Banjarbaru, Andri Iskandar Zulkarnain, saat menyampaikan capaian penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga Agustus 2023

“Namun, setelah kebijakan relaksasi dijalankan ini cenderung mengalami kenaikan penerimaan,” ungkapnya, Selasa (12/9).

Sementara rentang waktu Juli ke Agustus, kata dia, kembali naik diangka Rp10,2 miliar.

“Artinya, ada peningkatan sebesar Rp2,2 miliar,” bebernya.

Berkat pemberian insentif itu, kata dia, sangat berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan. Apalagi, pihaknya tinggal mengejar 35 persen lagi untuk menuntaskan target pendapatan khususnya dari komponen pajak kendaraan bermotor (PKB).

“Kita optimis realisasinya bakal tercapai dalam rentang 4 bulan dari September ini,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Kembangkan Perpustakaan Masjid, Dispersip Kalsel dan Kemenag Kalsel Jalin Kerjasama

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) melaksanakan penandatanganan kerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel terkait Program Perpustakaan Masjid.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie dan Kakanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, bertempat di salah satu hotel berbintang, Selasa (12/9).

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani menyampaikan kerjasama ini sebagai bentuk upaya pengembangan dalam rangka membumikan minat baca kepada masyarakat, khususnya generasi muda Banua.

“Berkaitan dengan kerja sama ini, kami telah menyiapkan dua paket buku untuk perpustakaan masjid yang siap untuk didistribusikan,” katanya.

Suasana Penandatanganan Kerjasama Antara Dispersip Kalsel dan Kanwil Kemenag Kalsel

Pendistribusian buku tersebut, lanjut Nurliani, akan dilakukan setelah melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Kemenag Kalsel terkait kriteria masjid yang akan mendapatkan paket buku tersebut terlebih dahulu.

“Nanti akan kita koordinasi lebih lanjut dengan Kemenag Kalsel. Tentunya kita akan pilih masjid yang aktif terlebih dahulu sebagai percontohan, agar pengelola masjid yang lain bisa ikut tergerak,” jelasnya.

Lebih jauh Nurliani menjelaskan, pendistribusian sendiri akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan jumlah buku yang ada.

“Akan kita lakukan secara bertahap, terutama buku yang ada dulu. Karena ini tugas kami selaku pembina perpustakan di daerah,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan data terkait mesjid-mesjid yang aktif di Banua sebagai bahan referensi Dispersip Provinsi Kalsel dalam mendistribusikan buku-buku untuk perpustakaan mesjid.

“Jumlah masjid dan musholla yang ada di Kalsel saat ini berkisar 600 bangunan, dan kita akan siapkan datanya sebagai referensi Dispersip Kalsel untuk menentukan masjid mana yang akan menjadi percontohan untuk Perpustakaan Masjid,” terangnya. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version