12 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Kabut Asap, PPRSAR Mulia Satria Wajibkan Klien Gunakan Masker

2 min read

Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan

BANJARBARU – Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mewajibkan penggunaan masker kepada seluruh klien mereka, sejak kemarau ekstrim yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Salah seorang staf PPRSAR Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan (merah) saat membagi masker kepada klien remaja

Kepala Seksi Pelayanan PPRSAR Mulia Satria Kalsel Sacik Kartikowati, mengatakan aturan itu dilakukan agar klien mereka tidak mudah terkena gangguan pernafasan akibat asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Seksi Pelayanan PPRSAR Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan, Sacik Kartikowati

“Aturan ini kita wajibkan kepada klien selama berkegiatan di lingkungan panti. Klien yang berangkat sekolah di luar panti juga kita bekali masker untuk memastikan kesehatan mereka,” ujar Sacik, di Banjarbaru, Rabu (13/9).

Selain penggunaan masker, Sacik menyebut, PPRSAR Mulia Satria juga mempunyai klinik yang dilengkapi berbagai jenis obat-obatan untuk para klien mereka.

“Disana juga ada dokter yang siap melakukan pengecekan kesehatan kepada klien kami,” ungkapnya.

Bahkan, jika biasanya dokter klinik datang dua kali dalam sepekan, sejak beberapa bulan terakhir pihak PPRSAR Mulia Satria meminta para dokter datang lebih intens agar setiap klien yang mengalami gangguan pernafasan bisa langsung ditangani.

“Kami juga bekerjasama dengan beberapa puskesmas dan rumah sakit jika nantinya ada klien yang harus menjalani perawatan khusus,” bebernya.

Meski dengan aturan serta fasilitas klinik itu, Sacik tidak menampik kalau beberapa klien mereka ada yang mengalami batuk, sakit tenggorokan hingga sesak nafas.

“Klien kita kan memang usia balita sampai 18 tahun. Mungkin paru-paru mereka masih dalam tahap tumbuh kembang, makanya gampang terserang gangguan pernafasan,” imbuhnya.

Sacik berharap Kalsel segera diguyur hujan. Lantaran kekhawatirannya terhadap kondisi kesehatan klien, jika harus setiap hari terhirup kabut asap akibat karhutla. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.