Buka Raimuna Daerah ke XI, Paman Birin : Pramuka di Kalsel Mampu Hadapi Tantangan Zaman

BANJAR – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Raimuna Daerah ke XI tingkat Provinsi di bumi perkemahan wisata alam Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sabtu (6/5), yang diikuti lebih dari 400 peserta Kwartir Cabang Pramuka seluruh kabupaten/kota.

“Setelah pandemi COVID-19 berlalu, saya mengamati dan memperhatikan bahwa organisasi Gerakan Pramuka di Kalsel sangat aktif dari berbagai sektor kegiatan termasuk bakti sosial,” ujarnya.

Ia berpesan melalui kegiatan Raimuna Daerah ke XI tingkat Provinsi Kalsel yang digelar selama 3 hari dari tanggal 6 – 8 Mei 2023 tersebut bisa meningkatkan kapasitas kemampuan diri dalam menghadapi tantangan zaman di era digitalisasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membekali anggota Pramuka sebagai generasi penerus bangsa, berkarakter dan siap berdaya saing,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kewarda) Pramuka Kalsel, Raudatul Jannah, menyebutkan, dari seluruh Kwarcab seluruh kabupaten/kota yang turut mengikuti di bumi perkemahan Kiram Park di antaranya pimpinan kontingen cabang, pembina pendamping, Pramuka penegak pandega putra/putri hingga dokter kontingen cabang.

Ketua Kwarda Pramuka Kalsel Hj Raudatul Jannah saat menyampaikan jumlah peserta dalam kegiatan Raida ke XI tingkat Provinsi yang diikuti seluruh Kwarcab kabupaten/kota

“Total keseluruhannya adalah 428 orang. Putra/putri berjumlah 379 orang, pembina pendamping 12 orang, pimpinan kontingen cabang sebanyak 26 orang, dan dokter kontingen 8 orang,” ucapnya.

Pengibaran bendera kegiatan Raida ke XI di bumi perkemahan wisata alam Kiram Park yang turut diikuti lebih dari 400 peserta se Kalsel

Dalam rangkaian kegiatan, sejumlah atraksi dari seluruh Kwarcab kabupaten/kota turut diperlihatkan. Mulai dari pakaian adat masing-masing daerah, dan kemampuan beradu kreativitas. (RHS/RDM/RH)

Empat Aduan Soal THR Lebaran Berhasil Dituntaskan Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Kalsel

BANJARBARU – Menjelang lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel sedikitnya menerima empat laporan para pekerja yang belum mendapatkan hak Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, setelah dibukanya posko pengaduan dan pusat informasi 2023 akhirnya kasus itu dituntaskan.

“Dari empat aduan yang kami terima itu seluruhnya tersebar di Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Kota Banjarbaru. Tetapi, Masing-masing pekerja yang melapor sudah mencabut aduannya. Artinya, kasus per April – Mei 2023 tuntas,” ungkap Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel, Masrani Noor, Jumat (5/5) sore.

Dari berbagai aduan, dia menjelaskan, kasus yang kala itu ditangani bervariasi. Tak hanya dari para pekerja, melainkan pihak keluarganya pun juga turut ikut mengadukan permasalahan itu ke mereka.

“Tanggal 5 April yang melaporkan itu ternyata bukan karyawanannya, barang kali keluarganya. Setelah ditindaklanjuti oleh pengawasan ketenagakerjaan dan diberikan pemahaman laporan ini dicabut. Ini terjadi di PT NSC Finance di Banjarbaru,” bebernya.

Selanjutnya, dirinya menyampaikan, aduan berikutnya terjadi dilingkungan PT Indomarco Adi Prima yang diketahui salah satu pegawainya belum menerima pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Ia mengadu pada 5 April. Lalu, kami konfirmasi ternyata sudah dicairkan oleh perusahaannya yang berdomisi di Tanah Laut sehari setelah pengaduan alias di tanggal 6 April. Ini hanya terjadi kesalahpahaman saja antara pegawai dan pengusahanya saja,” ucapnya.

Lebih lanjut, dijelaskannya lagi, salah satu karyawan bekerja dibidang jasa refleksi yakni Griya Sehat Reflexiology dan Shiatsu juga turut mengadukan masalah belum dicairkannya THR.

“Ini diadukan pada 17 April 2023. Setelah dikonfirmasi ke lapangan oleh petugas kami pelapor sudah mencabut aduannya karena diselesaikan secara kekeluarga. Belum dibayarkan itu karena pengurus perusahaannya sedang cuti umroh tetapi HRDnya nanti yang akan menangani,” paparnya.

Kasus berikutnya yang ditangani Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel masih berkutat di Kota Banjarbaru. Salah satu perusahaannya adalah bergerak dibidang perhotelan.

“Pencairan THR juga sudah dibayarkan pada 20 April 2023 dan pengaduannya dicabut 28 April lalu. Jadi kasus permasalahan THR ini sudah selesai,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Kembali Buka, Pemprov Kalsel Berupaya Tingkatkan Pengunjung ke Museum Wasaka

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berupaya, akan semakin meningkatkan kunjungan ke Museum Waja Sampai Keputing (Wasaka).

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, kepada Abdi Persada FM, dalam sambungan teleponnya belum lama tadi.

Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

Raudati menjelaskan, tahun 2023 ini pihaknya akan terus mengupayakan untuk semakin meningkatkan kunjungan ke Museum Perjuangan milik Pemprov Kalsel, baik promosi di media sosial dan beberapa kegiatan di Museum Wasaka, diantaranya lomba video pendek, pameran temporer dan belajar bersama di Museum.

“Hasil data keseluruhan pengunjung di Museum Wasaka tahun 2022 lalu, telah mencapai 8 ribu lebih, paling banyak kalangan pelajar ada sekitar 4 ribu lebih, kemudian masyarakat umum dan mahasiswa serta peneliti dan wisatawan mancanegara,” ucapnya

Disampaikan Raudati, pada tahun 2022 lalu di Museum Wasaka juga terus berbenah, seperti melakukan perbaikan renovasi lantai, penataan ulang koleksi benda bersejarah, agar membuat fokus para pengunjung untuk mengetahui sejarah dari benda satu ke benda lain, serta adanya Hologram yaitu menunjukkan logo-logo daerah termasuk logo Pemprov Kalsel.

“Pada 8 April 2023 tadi, Museum Wasaka sempat ditutup untuk dilakukan pengecatan dinding luar, dan sekarang sudah buka kembali sejak Selasa 2 Mei 2023,” jelasnya

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menambahkan, dengan dibukanya kembali Museum Wasaka Kalsel, yang baru saja selesai dilakukan pengecatan dinding luar, warga dapat mengunjungi untuk semakin menambah pengetahuan dan wawasan sejarah perjuangan di Kalimantan Selatan.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Data sementara baru buka untuk empat hari ini, sudah ada sekitar 216 orang yang berkunjung, dari berbagai kalangan baik pelajar, perguruan tinggi, serta masyarakat umum,” tutupnya.

Untuk diketahui, Museum Wasaka milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, berlokasi di Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, buka hari Selasa sampai Kamis dari jam 09.00 hingga 12.00 WITA, kemudian istirahat, dilanjutkan jam 13.30 sampai dengan 15. 00 WITA, sedangkan hari Jumat jam 09.00 hingga 11.00 WITA, dan untuk Sabtu serta Minggu jam 09.00 hingga 12.30 WITA. Namun untuk hari Senin dan libur Nasional memang tutup. (NHF/RDM/RH)

Momen Lebaran, Pengunjung Kebun Raya Banua Tembus 4.000

BANJARBARU – Pengunjung wisata Kebun Raya Banua tembus ribuan orang. Bahkan, lokasi tersebut mulai menjadi favorit warga dari berbagai daerah yang ingin menghabiskan momen lebaran kemarin.

Data resmi yang dimiliki pengelola Kebun Raya Banua hingga 30 April 2023 total kunjungannya ditaksir telah mencapai 3.000 – 4.000 orang.

“Artinya ada peningkatan pengunjung hingga lebaran kemarin,” ujar Kepala Kebun Raya Banua, Adilla Redha Yanti melalui Kasubag Tata Usaha (TU), Andhika Prasetya Utomo, Jumat (5/5).

Kasubbag Tata Usaha Kebun Raya Banua, Andhika Prasetya Utomo, saat memamparkan realisasi pengunjung pasca cuti lebaran

Disampaikanya lagi, pengunjung tidak hanya berasal dari dalam kota. Melainkan dari berbagai daerah yang kawasannya masih lingkup Kalsel bertandang untuk menikmati destinasi yang ditawarkan.

“Dengan adanya cuti panjang lebaran tahun ini ternyata berdampak postif, termasuk mendorong sejumlah wisatawan untuk menikmati fasilitas yang disuguhkan di KRB ini,” bebernya.

Dengan adanya ini, menurut dia, sektor pariwisata bisa terus bangkit. Apalagi tak hanya menyuguhkan panorama alam hingga spotnya yang diciptakan. Namun, kunjungan ini turut pula ikut mendorong ekonomi UMKM di kawasan lokasi.

“Melonjaknya pengunjung. Diharapkan bisa menjadi destinasi pilihan warga banua khususnya di Provinsi Kalsel,” pungkanya. (RHS/RDM/RH)

Dua Atlet SOIna Kalsel Ikuti Spesial Olympic Word Summer Games di Jerman

BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan saat ini, melepas dua atlet Special Olympic Nasional (SOIna) ke Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas), untuk mengikuti ajang tingkat dua mewakili Indonesia pada Special Olympic Word Summer Games di Berlin, Jerman, pada Juni 2023 mendatang.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pihaknya bersyukur saat ini dapat melepas keberangkatan kedua atlet SOIna Kalsel tersebut.

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Kami bersyukur karena setelah sekian lama mereka berlatih, mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan tingkat dunia di Jerman, akhirnya mereka masuk pelatnas, untuk keberangkatan ke Jerman,” ungkap Hermansyah.

Dua atlet asal SOIna Kalsel tersebut, lanjutnya, Arsad Al Banjari Atlet renang, serta Dirasilamuna atlet senam artistik.

Hermansyah berharap, kedua atlet tersebut dapat memberikan prestasi terbaik, untuk membawa nama harum Banua serta Tanah Air.

“Kami berharap keduanya dapat meraih medali, untuk membanggakan Indonesia dan Kalsel,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hermansyah juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan dukungan terhadap, peningkatan prestasi SOIna Kalsel.

“Pemprov Kalsel tentunya memberikan dukungan terhadap kegiatan yang diikuti oleh SOIna Kalsel,” ujarnya.

Dan, lanjut Hermansyah, bentuk dukungan yang diberikan berupa dana hibah, untuk peningkatan prestasi atlet SOIna Kalsel.

“Dukungan yang diberikan tersebut, karena SOIna Kalsel telah membuktikan dengan capaian prestasi yang telah berhasil diraih, baik tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Sedangkan Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono menambahkan, beberapa tahun terakhir ini, pihaknya terus memberikan pembinaan kepada SOIna Kalsel, agar terus berprestasi.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Lima tahun terakhir ini Pemerintah Provinsi Kalsel selalu mendukung kegiatan SOIna,” ungkapnya.

Baik itu, berupa pembinaan, maupun kegiatan event lokal, nasional, serta internasional.

“Untuk kegiatan Special Olympic Word Summer Games di Jerman, Pemprov Kalsel bersama Kemenpora melalui SOIna Pusat memberikan dukungan langsung,” ucap Budiono.

Seperti diketahui, untuk prestasi tertinggi yang dicapai oleh SOIna Kalsel, yakni mampu menduduki peringkat 3 pada Pekan Special Olympic Nasional (PeSOnas) Tahun 2022 di Semarang lalu. (SRI/RDM/RH)

Pansus II DPRD Kalsel Konsultasikan Raperda Pencegahan Narkoba ke Kemendagri

BANJARMASIN – Panitia Khusus II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan konsultasi ke Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia di Jakarta, Jum’at (5/5).

Hal itu disampaikan Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Rachmah Norlias kepada wartawan, Kamis (4/5).

Rachmah menjelaskan konsultasi tersebut berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Prekursor Narkotika dan Psikotropika.

“Diharapkan hasil konsultasi itu dapat mempercepat pembahasan Raperda tersebut,” katanya.

Rachmah menambahkan rencananya dalam waktu dekat, Pansus akan menggelar uji publik atas Raperda tersebut dengan mengundang instansi terkait seperti Badan Kesbangpol di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Kalsel, sejumlah perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat di Banua.

“Selanjutnya dijadwalkan uji publik Raperda tersebut pada 10 Mei 2023. Mudah-mudahan bisa rampung pada akhir bulan Mei ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, Raperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Prekursor Narkotika dan Psikotropika merupakan inisiatif Komisi I DPRD Kalsel.

Usulan tersebut berkaitan dengan terbitnya beberapa regulasi baru diantaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2019 dan Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2020 dimana ada 11 poin dalam Perda Nomor 17 Tahun 2018 yang akan dilakukan revisi diantaranya terkait dengan upaya rehabilitasi, tim-tim yang ada di daerah dan program desa bersinar. (NRH/RDM/RH)

Baru Triwulan II, Pajak Bahan Bakar Sudah Capai 52,66 Persen Dari 1,4 T

BANJARBARU – Dari seluruh komponen pajak daerah, realisasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) merangkak naik secara positif. Bulan pertama triwulan kedua atau akhir April 2023 lalu, angkanya berhasil menyentuh 52,66 persen.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil, menyebut, penerimaan pajak daerah secara keseluruhan telah tercapai dengan baik. Apalagi realisasi yang dirilis pada Maret 2023 mengalami pergerakan positif.

Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Nor Yaumil, saat menjelaskan penerimaan disektor pajak daerah pada triwulan pertama Maret 2023 lalu

“Pendapatan daerah dari total keseluruhan sudah berhasil mencapai Rp1,7 triliun atau sekitar 22,81 persen dengan target Rp7,8 triliun. Nah, untuk sektor pajak daerah kini berada diangka 935 miliar lebih (29,38 persen) dari targetnya Rp3,1 triliun,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Dari rincian yang dipaparkan, ia membeberkan, pajak daerah terdiri dari Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Air Permukaan (PAP), Bagi Hasil Cukai Rokok dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB).

“Dari target Rp3,1 triliun. Akhir Maret 2023 sudah mencapai hampir 30 persen,” ungkapnya.

Terbaru, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah Bapenda Kalsel, Riandy Hidayat, mengungkapkan, dari komponen sejumlah sektor yang memiliki potensi besar terhadap penerimaan, diketahui sektor BBN-KB juga mulai mengalami pergerakan secara baik.

Kabid Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah Bapenda Kalsel, Riandy Hidayat, saat menyampaikan realisasi pajak daerah termasuk PBB-KB yang masuk di triwulan ke II jelang akhir Juni 2023

“Kalau dilihat dari data, realisasi triwulan pertama atau Maret 2023 mencapai 37,97 persen. Artinya, ada kemajuan yang baik,” bebernya.

Namun, kata dia, ada kabar menggembirakan soal pendapatan disektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) per April 2023. Yang mana, baru memasuki bulan pertama pada triwulan kedua, realisasinya sudah tercapai 52,66 persen.

“Ini disebabkan tingginya arus mudik dan balik pasca Idul Fitri. Jadi, konsumsi terhadap bahan bakar kendaraan sangat tinggi,” ucapnya.

Dari Rp1,4 triliun, dirinya menyebut, setidaknya setengah dari target yang ditetapkan sudah terpenuhi. Tinggal bagaimana melihat kembali perkembangan selanjutnya atas konsumsi masyarakat Kalsel terhadap penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB).

“Ini kan juga dipicu atas kenaikan BBM dari pusat. Sehingga, capaian juga menyesuaikan,” papar mantan Kepala UPPD Samsat Rantau tersebut.

Selain itu, tutur Riandy, atas intruksi dari Kepala Bapenda Kalsel tak hanya PBB-KB saja yang digenjot sebagai pendapatan kas daerah. Melainkan, pihaknya juga bakal mendorong penerimaan dari komponen sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Mengingat anggaran pendapatan kas kita ditargetkan di triwulan sebesar 35 persen. Mudah-mudahan semuanya tercapai dan optimalisasinya ke PKB, semoga dengan sisa waktu dua bulan bisa secara intens kita maksimalkan,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Legislator Kalsel Soroti Adanya Gangguan Link Aplikasi Eraterang

BANJARMASIN – Legislator Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti adanya gangguan link aplikasi Eraterang pada Pengadilan Negeri (PN) yang diadakan Mahkamah Agung.

Suasana kunjungan Komisi I DPRD Kalsel ke kantor PN Banjarmasin

Salah satunya dari Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias. Didampingi Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Siti Nortita Ayu Febria, mereka mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin pada Kamis (4/5).

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias (kiri) didampingi Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Siti Nortita Ayu Febria

Rachmah menjelaskan kedatangan dirinya untuk mempertanyakan terkait adanya gangguan link pada Aplikasi Eraterang untuk mendaftarkan diri agar mendapatkan surat keterangan bebas pidana pada Pengadilan Negeri yang merupakan salah satu persyaratan bakal calon legislatif.

“Kedatangan kami sehubungan dengan adanya pencalegan yang mensyaratkan surat keterangan bebas pidana dari PN Banjarmasin. Namun, ternyata ada gangguan link pada aplikasi Eraterang. Dari kemarin sampai pagi tadi, kami masih belum bisa membuka aplikasi tersebut,” jelasnya kepada wartawan.

Untuk itu, lanjut Rachmah, ia didampingi anggota dewan lainnya mendatangi kantor PN Banjarmasin untuk mencari solusi terbaik terhadap persoalan tersebut sehingga diharapkan bakal calon legislatif dapat memenuhi persyaratan dan waktu yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kalsel.

“Alhamdulillah dari penjelasan Pak Febrian, bisa dilakukan pembuatan surat keterangan bebas pidana secara manual dan juga kolektif bagi bacaleg dari masing-masing partai politik,” tuturnya.

Sementara, Humas Pengadilan Negeri Banjarmasin, Febrian Ali menjelaskan gangguan link aplikasi Eraterang itu tidak hanya di Banjarmasin, tetapi juga terjadi di seluruh Indonesia.

Sehingga, lanjut Febrian, solusi bagi pengguna layanan yang ingin membuat surat keterangan bebas pidana dan mendaftarkan permohonan atau gugatan, dipersilakan datang langsung ke Pengadilan untuk pembuatan secara manual.

“Untuk menghemat waktu dan mengantisipasi banyaknya pemohon yang datang ke PN, silakan Ketua partai politik mengajukan surat berisi permohonan surat keterangan bebas pidana secara kolektif dengan melampirkan kelengkapan berkas-berkas persyaratan dari masing-masing bacalegnya,” terangnya. (NRH/RDM/RH)

488 PNS Pemprov Kalsel Diambil Sumpahnya

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Pengambilan Sumpah sekaligus penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan PNS kepada 488 PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel, pada Kamis (4/5), bertempat di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel.

Pengambilan sumpah dan penyerahan SK ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Dalam sambutannya Sahbirin Noor mengharapkan, agar PNS yang diambil sumpahnya hari ini mampu menunaikan sumpah atau janjinya.

“Pesan saya kepada seluruh PNS yang diambil sumpahnya hari ini agar mensyukuri karunia menjadi seorang PNS, karena diluar sana banyak yang ingin menjadi PNS, namun belum dapat kesempatan” ucap Sahbirin Noor.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menambahkan, dirinya berpesan kepada seluruh ASN lingkup Kalsel, agar dapat menjaga marwah dan martabat PNS, dengan tidak terlibat dengan narkoba, tidak terlibat dengan pungli maupun korupsi yang dapat merusak tatanan birokrasi dan menghambat pelayanan publik.

“Tunjukkan loyalitas dan pengabdian, serta kedepankan keikhlasan, kejujuran, dan tanggungjawab dalam melaksanakan tugas pemerintah dan melayani rakyat. Insya Allah segalanya akan berjalan dengan baik jika sumpah dan janji PNS dilaksanakan dengan sungguh-sungguh” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala BKD Kalsel Dinansyah mengatakan, pengambilan sumpah dan penyerahan SK ini merupakan yang terakhir dilaksanakan, karena dalam dua tahun terkahir tidak ada penerimaan CPNS.

Kepala BKD Kalsel Dinansyah

“Dengan dilaksanakannya pengambilan sumpah hari ini, maka semua PNS yang ada dilingkup Pemerintah Provinsi Kalsel telah diambil sumpahnya, serta CPNS angkatan 2021 juga sdah kami ambil sumpah dan serahkan SK-nya,” tutup Dinansyah. (MRF/RDM/RH)

BPBD Banjar Pastikan Kesiapan Hadapi Karhutla

BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar memastikan kesiapannya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meski sudah memasuki musim kemarau, hujan masih akan terjadi di Kabupaten Banjar hingga Juni 2023.

Kendati demikian, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Warsita menyebut, pihaknya tetap mengikuti arahan dari BPBD Kalsel, jika diminta menetapkan status siaga karhutla.

Apalagi diakuinya, BPBD Banjar juga mempersiapkan 4 regu, yang sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini terus bersiaga di posko penangggulangan bencana.

“Posko dan regu itu memang sebelum ada peringatan karhutla ini sudah kami siapkan, mereka berjaga 24 jam,” ujarnya, Rabu (3/5).

Berdasarkan hasil pemetaan, Warsita menyebut, ada dibeberapa kecamatan di Kabupaten Banjar yang rawan karhutla, antara lain Kecamatan Aluh Aluh, Martapura Barat, Martapura Timur, Beruntung Baru dan Kecamatan Gambut.

“Nanti kalau memang status siaga karhutla ditetapkan, kita akan bangun posko di sana,” ungkapnya.

Warsita menambahkan, pihaknya juga akan memanfaatkan Early Warning System (EWS) di Kecamatan Pengaron, untuk memberikan peringatan dini karhutla.

“Kalau pemanfaatannya kan memang EWS itu untuk banjir, tetapi karena disana itu EWS nya manual, kita bisa minta operator untuk membantu memberikan peringatan dini karhutla juga,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version