Sering Memakan Korban, Jembatan Menuju Tanjung Semalantakan Kotabaru Kondisinya Sangat Memprihatinkan

KOTABARU – Akses jembatan menuju Tanjung Semalantakan, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, sungguh memprihatinkan. Tak hanya poros utama infrastuktur jalan, sejumlah kendaraan roda dua dan empat yang melintas sering kesulitan menuju daerah ini.

Salah seorang warga Desa Sakalimau, Sabar Rohayati yang profesinya sebagai penjual sayur keliling, menceritakan bahwa dirinya sempat mengalami kejadian tragis yakni jatuh dari jembatan penghubung menuju Tanjung Semalantakan yang kondisinya diakui sangat parah dan membahayakan bagi pengendara.

“Sayuran saya semuanya hanyut, kendaraan juga ikut tercebur karena kondisi lantainya itu goyang. Ketinggian air laut yang pasang cukup dalam. Saking membuat saya trauma hingga ini adalah keberadaan buaya muara yang sempat lewat di hadapan syukurnya tidak diterkam,” ucapnya kepada awak media, Minggu (16/10) sore.

Akibat insiden mengerikan tersebut, Rohayati sempat mengalami cedera yang cukup serius. Bahkan, kini kesulitan untuk berjalan.

“Mudah-mudahan segera diperbaiki agar tidak memakan korban lagi,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Tanjung Semalantakan yang tak mau disebutkan namanya, mengungkapkan, ada tiga jembatan yang kondisinya dianggap sudah tak layak untuk dilintasi. Mengingat, rapuhnya lantai dan ditumpuknya dengan kayu seadanya sering membuat masyarakat khawatir dan takut.

“Kami berharap Pemkab Kotabaru bisa memperhatikan persoalan infrastruktur jembatan yang kondisinya sudah memprihatinkan,” harapnya.

Di lokasi berbeda, Kepala Desa Mulyodadi, Sarli mengatakan jembatan yang kondisinya mulai rapuh dan sering tenggelam itu sudah berumur lima tahunan lebih. Ditambah lagi, penyangga lantainya juga sudah tak kuat menahan beban.

“Kendaraan saja sulit untuk mengimbangi apalagi roda empat. Kalau diprakirakan tak bisa bertahan lama takutnya roboh,” bebernya.

Terkadang jembatan ini sering mengalami pasang surut air laut (rob) yang menyebabkan rata-rata kendaraan milik masyarakat terpaksa harus berdiam diri selama satu jam lebih untuk mengembalikan ke kondisi normal.

“Sering, menunggu surut dulu baru bisa melintas. Kalau kita terjang kasihan mesin motornya karena kalau terendam bisa mogok,” imbuhnya.

Kondisi ini diperparah pula, kendaraan roda dua dan empat yang memaksakan diri untuk melintas sering mengalami mogok bahkan ketinggian air pasang laut mencapai hampir 60 sentimeter (cm) atau setinggi paha orang dewasa.

“Beberapa warga kami sempat hendak tercebur. Selain itu, adanya keberadaan buaya di sana membuat kami khawatir,” ucapnya.

Saat menjaring aspirasi di Desa Tanjung Semalantakan, Wakil Ketua Komisi II Provinsi DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, juga memberikan komentar cukup pedas terhadap kondisi dari infrastruktur jembatan tersebut.


“Lihat saja sendiri kondisinya bagaimana. Hampir berjam-jam loh mulai dari jalan berlumpur sampai kita jumpai jembatan yang tak layak. Saya meminta dengan sangat kepada Pemkab Kotabaru dapat mendengar aspirasi ini. Apabila dipenuhi, manfaat dan amal jariah didapatkan karena posisinya membantu kesusahan orang lain,” ungkap legislatif Kalsel dari Dapil VI Kotabaru dan Tanbu.

Ditambah lagi, ia bersama Pemprov Kalsel sempat dibuat kesal dan bingung akibat terjebak di tengah jembatan karam itu hingga beberapa jam lebih untuk bisa menjangkau ke lokasi Desa Tanjung Simalantakan dalam kegiatan reses.

“Pantas saja banyak tidak mau kesini. Harusnya yang dari Dapil Kabupaten Kotabaru menyuarakan akan adanya hal ini. Melihat kondisinya tak hanya memprihatinkan tetapi sudah membahayakan keselamatan seluruh warga sekitar bahkan seluruh kecamatan yang melintas,” tutupnya.

Hingga kini, kondisi jembatan yang memprihatinkan itu terpaksa masih dimanfaatkan warga setempat sebagai jalur utama perekonomian. Bahkan, apabila tak direspon Pemkab Kotabaru, sejumlah pemerintah desa sepakat mengumpulkan bantuan dari hasil swadaya masyarakat untuk melakukan perbaikan secara gotong royong. (RHS/RDM/RH)

Rela Berjam-Jam di Klotok, Yani Helmi Datangi Rampa Cengal dan Sakadoyan

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, menaruh perhatian terhadap pedagang serta warga yang tinggal di sepanjang pesisir Rampa Cengal dan Sakadoyan Kotabaru, yang jarak tempuhnya harus menggunakan balapan (klotok).

“Ini harus didukung penuh. Hasil lautnya melimpah, tetapi, ada yang unik di sini menjual makanan ringan yakni kue khas hingga kerupuk udang asli buatan dari Desa Rampa Cengal untuk peningkatan ekonomi mereka,” ujarnya kepada awak media, Jumat (14/10) kemarin.

Tak hanya berkomentar, Yani Helmi juga ikut memborong semua dagangan dari pedagang di sekitar pesisir Rampa Cengal. Berbagai komoditi hasil tangkapan segar dari nelayan yang tinggal di wilayah itu juga ikut dibeli olehnya.

“Ini harus didukung. Selain segar guna mendongkrak perekonomian, mereka harus kita bantu juga. Keterpurukan atas pandemi ternyata tak menghalangi mereka untuk terus menghasilkan makanan khasnya,” bebernya.

Meski demikian, ia juga sempat menyerap aspirasi dari sejumlah warga di sana. Termasuk, kurangnya ketersediaan air bersih.

“Jadi di sini tadi masalahnya adalah pasokan air bersih, karena PDAM yang berwenang tidak dapat masuk. Tentu perlu mendapat perhatian dari Pemkab Kotabaru,” imbuhnya.

Saat bertandang ke Desa Sakadoyan, Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, dengan menggunakan transportasi yang sama (klotok) sekitar 45 menit mulai Tanjung Semalantakan (600 kilometer (KM) dari Banjarmasin) ini turut mendapat apresiasi dari warga yang ikut menjaring aspirasi.

“Nah, daerah ini juga harus mendapat hal yang sama atau seimbang. Ternyata, saya tak menyangka bahwa luar biasa penyambutannya. Perlu diberikan apresiasi serta dorongan agar desa yang jauh dari perkotaan turut diperhatikan. Sejauh ini, seperti internet di Sakadoyan ini masih blank spot tidak ada jaringan. Jadi, nanti tolonglah agar dapat dikoordinasikan supaya mereka bisa menikmati fasilitas seperti di kota,” paparnya.

Menurutnya mereka yang merupakan wilayah mayoritas berprofesi sebagai petani, pengelola perkebunan dan perikanan (tambak) itu turut membantu dan mendorong perekonomian. Sehingga, perlu mendapat perhatian lebih tak hanya dari kalangan legislatif tetapi juga dari eksekutif.

“Mereka sangat memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan ekonomi. Harusnya daerah pelosok ini mendapatkan perhatian. Sekali lagi, ingat loh ya mereka ini berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ucap legislatif DPRD Kalsel Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Sementara itu, Kepala Desa Sakadoyan, Badrun bersama warganya sangat membutuhkan jaringan akses internet dalam berkomunikasi. Hampir puluhan tahun tak ada fasilitas ini.

“Mudah-mudahan bisa direalisasikan. Susah kadang kalau berkirim informasi tak hanya keluarga tetapi juga di luar sana,” papar Badrun.

Dengan adanya kedatangan dari legislatif Provinsi Kalsel ini, ia sangat menyambut antusias atas kedatangan rombongan legislatif dan eksekutif dari Provinsi Kalsel. Mengingat, Paman Yani (sapaan akrab) merupakan wakil rakyat pertama yang datang mengunjungi mereka.

“Kami berterima kasih sekali atas kedatangan dari paman Yani. Jujur, ini pertama kalinya seorang legislatif dari provinsi Kalsel datang kesini. Bahkan, jajaran lain dari Kabupaten Kotabaru belum sama sekali pernah berkunjung, wajar sekali kami sangat senang dan bahkan turut mengapresiasi kedatangan dari beliau,” bebernya.

Kepala desa yang berdomisili jauh dari perkotaan ini mengemukakan Yani Helmi menjadi orang pertama mengunjungi desa terjauh seperti Besuang, Papaan, Gunung Baru Besar, Sepapah, Sungai Betung, Talusi Sakalimau, Tanjung Semalantakan, Mulyodadi di Kecamatan Pamukan Selatan dan Sampanahan. (RHS/RDM/RH)

Ditengah Reses, Yani Helmi Kritisi Infrastruktur di Sampanahan Kotabaru

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi mengkritisi soal jalan yang ada di Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru. Meski bukan kewenangannya, namun, akan tetap disampaikan melalui fraksi partai berlambang Beringin, Golkar.

Sebagian kecil kerusakan jalan di Desa Sei Betung, Sampanahan, Kotabaru

“Ini akan tetap kami sampaikan aspirasinya di DPRD Kabupaten Kotabaru melalui fraksi Partai Golkar,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Kamis (13/10) malam.

Yani Helmi saat memperlihatkan kondisi jalan di Sampanahan yang tak kujung di aspal

Dari setiap perjalanan yang dilewati, tak disangka seluruh titik lokasi pelaksaan reses (menjaring aspirasi) ke desa rata-rata tingkat kemulusan jalan hampir belum pernah dia dijumpai. Tak hanya kesulitan jarak tempuh melainkan beberapa tempat menuju kegiatan juga berlumpur.

“Mulai dari awal dititik pertama hingga sampai ini akses menuju desa selanjutnya cukup sulit. Bahkan, hal ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemkab setempat,” ucapnya.

Sempat terhambat, lanjutnya, kerusakan tak hanya infrastruktur jalan. Dia juga memperlihatkan rusaknya sejumlah jembatan penghubung antar desa hingga ke Kecamatan. Ditambah lagi beberapa jalur masih saja terdapat lumpur.

“Kami meminta tolong dan berharap agar segera diperbaiki sehingga dapat dinikmati masyarakat. Karena kita ketahui akses ini merupakan jalur utama menuju pelabuhan di Tanjung Semalantakan dan tempat perekonomian mereka,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel yang membidangi ekonomi dan keuangan.

Sementara itu, Kepala Desa Basuang, Khusyairin, juga mengeluhkan akses jalan yang tak kunjung dipermulus atau pun diperbaiki. Sehingga, aspirasi tersebut disampaikan kepada Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi dalam pelaksanaan menjaring aspirasi (reses).

“Kita ketahui bahwa daerah di Kecamatan Sampanahan ini luas sehingga perlu mendapatkan infrastruktur yang baik termasuk jalan. Terlebih pula, penghubung vital perekonomian kami bertumpu pada akses utama itu,” keluhnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Sepapah, Yuli Alfiani mengungkapkan, bahwa aktivitas masyarakat di desanya cukup terhambat. Mengingat, jalan lintas yang dilalui mereka merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Kotabaru.

“Kami mengharapkan bisa menikmati jalan mulus seperti daerah lainnya di Kotabaru. Karena jalan lintas milik Pemkab ini merupakan satu-satunya akses perekonomian masyarakat di sini. Apalagi desa ini kan menjadi penghubung antara kecamatan lainnya. Serta pernah disampaikan hal itu kepada pemkab setempat,” ucapnya.

Di tengah keluh kesah desa lain, akses infrastruktur jalan di Desa Sungai Betung juga turut ikut terdampak. Bahkan, tak hanya kesulitan untuk dilintasi roda dua tetapi juga roda empat.

“Belum ada, sampai saat ini jalan yang dipergunakan untuk menuju kota satu-satunya ya di sini,” ucap warga Desa Sungai Betung yang tak mau disebutkan namanya.

Selanjutnya, setelah berhasil menembus Sampanahan Kotabaru, Yani Helmi yang duduk sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel ini telah memasuki Kecamatan Pamukan Selatan. Namun, masih saja mendapati akses jalan yang cukup ekstrim dilintasi. Hal ini harusnya menjadi skala prioritas pemda setempat. (RHS/RDM/RH)

Labkesda Kalsel Jalin Kerjasama Dengan Dinas LH Palangkaraya

BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangkaraya.

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala Labkesda Kalsel, Riko Ijami dan Kepala DLH Kota Palangkaraya, Achmad Zaini di ruang rapat Labkesda Kalsel, Jum’at (14/10).

Suasana Kunjungan Dinas LH Kota Palangkaraya ke Labkesda Kalsel di Banjarmasin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya, Achmad Zaini mengatakan kedatangan kali ini bertujuan untuk melihat secara langsung sarana dan prasarana serta ingin menjalin kerjasama dengan Labkesda Kalsel.

“Kerjasama ini dengan penandatanganan MoU untuk melakukan pengujian beberapa parameter yang saat ini memang belum ada di kota Palangkaraya,” jelasnya.

Zaini mengakui sangat terkesan dengan Labkesda Kalsel dan berharap dapat banyak belajar dan mengikuti jejak Labkesda Kalsel sehingga ke depan laboratorium di kota Palangkaraya dapat lebih maju.

Sementara itu, Kepala Labkesda Kalsel, Riko Ijami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut sehingga Labkesda Kalsel sebagai menjadi rujukan untuk pemeriksaan kualitas lingkungan bagi pelaku-pelaku usaha di Kota Palangkaraya.

“Harapan kami, bukan hanya sekedar formalitas lisensi, tapi memang betul-betul Labkesda sebagai rujukan dalam hal ini penyusunan dokumen-dokumen lingkungan dan pemeriksaan kualitas lingkungan,” harapnya.

Untuk diketahui, Labkesda Kalsel sudah banyak melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti pelaku usaha, instansi pemerintah, pihak swasta sampai perguruan tinggi, baik di dalam daerah maupun di luar Kalsel. Hal ini dalam rangka percepatan pengembangan Labkesda Kalsel yang sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (NRH/RDM/RH)

Kalsel Expo 2022, Dispar Kalsel Promosikan Produk Ekonomi Kreatif

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mempromosikan produk ekonomi kreatif, untuk memeriahkan pameran Musabaqoh Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional ke -29.

Suasana pengunjung di stand Dispar Kalsel

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, baru baru tadi menjelaskan, pihaknya turut berpartisipasi dengan mempromosikan berbagai produk ekonomi kreatif diantaranya kain sasirangan, boneka maskot bekantan, dan sejumlah aksesoris lain.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin

“Melalui pameran ini dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha ekonomi kreatif di Banua,” katanya

Disampaikan Syarifuddin, di stand
Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya juga memberikan berbagai macam informasi destinasi wisata unggulan di Kabupaten dan Kota seperti wisata religi, susur sungai dan keindahan alam di Kalsel.

“Kami gandeng Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kalsel, salah satu stakeholder Dispar, untuk mempromosikan paket perjalanan wisata,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, bagi para pengunjung ke stand Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, kemudian mengisi buku tamu dan angket berupa kuis, akan diundi pada penutupan pameran Musabaqoh Tilawatil Qur’an Kalsel Expo tingkat Nasional pada Minggu (16/10).

“Kita siapkan berbagai hadiah doorprize seperti sepeda gunung, dispenser, mesin cuci, dan kulkas,” tutup Syarifuddin. (NHF/RDM/RH)

Cabang Syarhil Qur’an Tidak Hanya Membaca Tetapi Juga Memahami Arti

BANJARBARU – Lomba Cabang Syarhil Qur’an pada MTQ Nasional ke 29 di Provinsi Kalimantan Selatan, diharapkan lebih memahami arti ayat yang dibaca.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Koordinator Panitia Lomba Syarhil Qur’an MTQ Nasional di Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Sagir, kepada Abdi Persada FM, Jumat (14/10).

Ketua Koordinator Lomba Syarhil Qur’an MTQ Nasional di Kalsel Ahmad Sagir

Ahmad Sagir mengatakan, lomba cabang Syarhil Qur’an dimulai pada Kamis 13 Oktober 2022 diikuti oleh 16 peserta serta dihari ke dua ini diikuti 16 peserta.

“Lomba Syarhil Qur’an sudah dimulai pada Kamis 13 hingga Senin 17 Oktober 2022,” ungkapnya

Menurut Ahmad Sagir, lomba cabang Syarhil Qur’an ini dimulai sejak pagi, dengan pembagian 8 grup pada pagi hari serta 8 grup di siang hari.

“Peserta lomba yang mengikuti cabang Syarhil Qur’an ini, dari perwakilan provinsi di Tanah Air, hanya satu provinsi saja yang tidak mengikuti,” ucapnya.

Ahmad Sagir menjelaskan, Cabang Syarhil Qur’an ini, tidak hanya membaca tetapi juga memahami arti dari ayat yang dibaca.

“Pada lomba Syarhil Qur’an ini, peserta lomba tidak hanya membaca, tetapi menjelaskan apa yang mereka baca tersebut,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Ahmad Sagir, dari adanya penjelasan tersebut, masyarakat lebih memahami isi dari ayat yang dibaca tersebut.

Ia mengharapkan, cabang Syarhil Qur’an ini, semakin dikenal oleh masyarakat.

Seperti diketahui MTQ Nasional ke 29 dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan dari tanggal 10 – 19 Oktober 2022. Melomba 12 cabang diantaranya cabang lomba Syarhil Qur’an. (SRI/RDM/RH)

30 Kafilah Ikuti Lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an di Masjid Bambu Kiram Hari Kedua MTQ Nasional 2022

BANJAR – Sebanyak 34 Provinsi mengirim Khafilahnya dalam cabang lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an golongan remaja dan dewasa, pada gelaran MTQ Nasional ke 29 di Kalimantan Selatan, yang terpusat di Masjid Bambu KH Abdul Qadir Hasan Kiram Kabupaten Banjar dari tanggal 13 – 17 Oktober 2022.

Masjid Bambu Kiram tempat dilaksanakannya lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an

Hal ini disampaikan, Koordinator kegiatan Lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an di Masjid Bambu Kiram Kabupaten Banjar Muhammad Khairuddin, Jum’at (14/10). Khairuddin menyampaikan, pada hari pertama pelaksanaan lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an golongan remaja dan dewasa, di Masjid Bambu KH Abdul Qadir Hasan Kiram Kabupaten Banjar, terdapat sebanyak 14 peserta Qira’at golongan remaja dan dewasa yang mengikuti perlombaan ini, dan pada hari kedua, lomba diikuti sebanyak 30 peserta golongan remaja dan dewasa.

Koordinator kegiatan Lomba Qira’at Murottal Al-Qur’an di Masjid Bambu Kiram Kabupaten Banjar Muhammad Khairuddin

“Pelaksanaan lomba ini dibagi menjadi dua sesi, pertama dari pukul 08.00 sampai 12.00 WITA khusus golongan remaja, Kemudian disambung dengan peserta golongan dewasa, dari pukul 13.00 sampai 17.00 WITA,” ucap Khairuddin.

Khairuddin mengharapkan, perlombaan Qira’at Murottal Al-Qur’an di Masjid Bambu Kiram dapat berjalan dengan lancar sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh panita.

Sementara itu Annisa Amalia, peserta lomba asal Kafilah Jawa Tengah, merasa puas karena sudah tampil di MTQ Nasional ke 29. Untuk memberikan penampilan terbaik, pihaknya telah melakukan persiapan selama 6 bulan lamanya.

“Persiapan sudah dilakukan sejak April lalu, kalau dihitung-hitung enam bulan latihannya,” ungkap Annisa.

Annisa mengharapkan, dirinya dapat memberikan penampilan terbaik pada event MTQ Nasional ke 29 di Kalimantan Selatan, dan mengharumkan nama Daerah Provinsi Jawa Tengah. (MRF/RDM/RH)

Kalsel Expo 2022, Stand Disperin Kalsel Fasilitasi Sertifikasi Halal

BANJAR – Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) turut memeriahkan pergelaran Pameran MTQ Nasional ke-29 yang diadakan di Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura Kabupaten Banjar yang dilaksanakan sejak 12 hingga 16 Oktober 2022. Dalam pameran MTQ Nasional ini, Disperin Kalsel menampilkan berbagai macam produk olahan para pelaku IKM dan UMKM asal Banua. Selain produk IKM dan UMKM, juga ditampilkan hilirisasi industri berupa Kepala sawit yang diolah menjadi Minyak Goreng kemasan. Selain itu, Stand Disperin Kalsel juga dilengkapi dengan fasilitas pendaftaran sertifikasi halal bagi pelaku IKM dan UMKM yang kesulitan mendaftarkan produk mereka.

Pengunjung yang mengunjungi stand Disperin kalsel

Dengan banyaknya produk yang ditampilkan di Stand Disperin Kalsel pada Kalsel Expo 2022 dalam rangkaian pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29, diharapkan dapat turut memeriahkan rangkaian MTQ Nasional ke 29 di Kalimantan Selatan.

“Salah satunya yakni Kain Sasirangan yang memakai pewarna alami, dan berbagai macam produk makanan yang menjadi souvenir untuk para khafilah MTQ Nasional seperti bumbu soto Banjar original, amplang, kacang jaruk, minuman buah kasturi, dan lain sebagainya,” ungkap Kasi Promosi Investasi dan Industri Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan selatan Dodi Habibie Norbah, kepada Abdi Persada FM, Kamis (13/10) sore.

Habibie Norbah menambahkan, selain souvenir peserta Khafilah MTQ Nasional, pihaknya juga menampilkan berbagai macam kerajinan hasil olahan Industri Kecil Menengah (IKM) binaan Disperin Kalsel, salah satunya olahan Industri logam menjadi produk rumah tangga, serta olahan Industri Kayu yang dibuat menjadi berbagai kerajinan kayu dengan desain semenarik mungkin.

“Kerajinan kayu para pelaku IKM ini ramah lingkungan dan tahan lama dikarenakan terbuat dari kayu ulin,” ucap Habibie.

Di tempat yang sama, Kabid KP2I Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan selatan Fitridani menyampaikan, stand Disperin Kalsel untuk menyemarakkan Event MTQ Nasional ke 29 Di Kalimantan Selatan, juga dilengkapi dengan fasilitas pendaftaran sertifikasi halal bagi pelaku IKM dan UMKM yang ingin mendaftarkan produk mereka.

“Bagi pelaku IKM dan UMKM yang merasa kesulitan mendaftarkan produk mereka, maka dapat mengunjungi stand Disperin Kalsel di Kalsel Expo 2022,” ucap Fitridani.

Pada bilik fasilitasi sertifikasi produk halal di Stand Disperin Kalsel, para pengunjung dapat melihat tata cara pendaftaran produk, serta dapat berkonsultasi kepada para petugas Disperin Kalsel, apabila tidak mengerti tata cara pendaftaran sertifikasi halal.

“Fungsi fasilitasi sertifikasi halal ini untuk memudahkan pelaku IKM dan UMKM dalam Mendaftarkan produk mereka untuk mendapatkan sertifikasi halal,” tutup Fitridani. (MRF/RDM/RH)

Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Bagikan 3 Buku Untuk Kafilah MTQN ke 29

BANJARMASIN – Turut serta memeriahkan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29, Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin membagikan souvenir kepada seluruh kafilah yang bertanding.

Paket Buku Yang Dibagikan Kepada Seluruh Kafilah MTQN ke 29

Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Darul Quthni mengatakan souvenir yang dibagikan berupa satu paket buku terdiri dari tiga buah judul yaitu buku “Masjid Raya Sabilal Muhtadin”, buku “Sejarah Keunikan dan Sebarannya Sholawat Al-Banjari” dan buku “Batamat Al-Qur’an”.

Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Darul Quthni

Hal ini bertujuan untuk mengenalkan tradisi agama dan warisan budaya khas Banjar kepada masyarakat secara luas dalam upaya pelestarian tradisi dan kearifan lokal.

“Buku yang dibagikan itu mengenai sejarah Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang merupakan kebanggaan Kalsel. Kemudian, buku Sholawat Al-Banjari berisi sejarah sholawat yang dilakukan oleh tokoh-tokoh orang Banjar yang bermukim di Jawa Timur. Sehingga menyebar di luar daerah Banua dan disebut Sholawat Al-Banjari. Sedangkan buku “Betamat Al-Qur’an” sebagai salah satu warisan budaya Kalsel yang merupakan simbol telah membaca 30 juz kitab Al-Qur’an,” jelasnya kepada wartawan, Jum’at (14/10).

Lebih lanjut, Darul Quthni menjelaskan souvenir berupa paket buku tersebut dibagikan langsung ke kafilah-kafilah MTQ Nasional ke 29 dengan mendatangi tempat-tempat penginapan mereka.

“Ada sekitar dua ribu buku yang dibagikan,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Wapres Serahkan Bantuan Rehabilitasi Sosial Untuk Disabilitas dan Lansia

BANJARBARU – Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja dan penyerahan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada penyandang disabilitas dan lansia Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan di Panti Sosial Budi Luhur Banjarbaru di Jalan Ahmad Yani kilometer 30, Banjarbaru pada Kamis (13/10).

Kedatangan Wapres sekitar pukul 09.50 WITA, di tempat penyerahan bantuan disambut Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin bersama Raudatul Jannah Sahbirin Noor.

Bantuan Atensi untuk wilayah regional Kalimantan berupa peralatan sekolah untuk anak, sepeda gunung, alat pemanas nasi, blender, kompor gas, tempat tidur atau kasur, peralatan kecantikan, sarung, pakaian, dan lainnya dengan total nominal mencapai Rp1.972. 800.000 untuk 638 penerima.

Penyerahan secara simbolis di Panti Sosial Budi Luhur dilakukan kepada Rahmat Rafli yang mendapatkan sepeda, perlengkapan sekolah dan usaha anak.

Selain itu juga, bantuan diberikan kepada Turiyah berupa perlengkapan pijat dan perlengkapan sekolah.

Sedangkan Adelia mendapatkan laptop dan perlengkapan kuliah, lalu Melda Yanti menerima sepeda, perlengkapan sekolah dan perlengkapan tempat tidur.

Bantuan juga diberikan kepada keluarga almarhum Ibrahim, berupa usaha kelontong serta usaha jajanan anak sekolah makanan ringan.

Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, apa yang dilakukan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial bagi mereka yang tergolong kurang mampu miskin.

“Selain bantuan, bagi mereka yang bisa diberdayakan, akan dilakukan usaha ke arah itu dalam rangka upaya menurunkan angka kemiskinan, ” ujar Wapres saat melakukan konferensi pers usai menyerahkan bantuan.

Apalagi, tambahnya, Indonesia saat ini juga terkenda dampak kondisi global, sehingga pemerintah berusaha mengatasi kondisi tersebut.

Program Atensi merupakan layanan Rehabilitasi Sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas atau residensial melalui kegiatan dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial atau anak, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas.

Sasaran yang mendapatkan pelayanan ini adalah merujuk pada Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 16 Tahun 2019 tentang Standar Nasional Rehabilitasi Sosial, yang dimaksud dengan program rehabilitasi sosial adalah program yang bersifat holistik, sistematik, dan terstandar guna mengembangkan fungsi sosial yang meliputi kapabilitas sosial dan tanggung jawab sosial untuk klaster anak, usia lanjut, penyandang disabilitas, tuna sosial dan korban perdagangan orang, serta korban narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Penyerahan bantuan yang dilakukan Wapres ini, adalah bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja (kunker) Wapres Ma’ruf Amin ke Kalimantan Selatan setelah pada Rabu (12/10) malam, membuka pembukaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 di Provinsi Kalsel, di Astaka Utama Kiram Park, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Kalsel. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version