Pelajari Peningkatan Mutu, Labkesda Kaltim Kunjungi Labkesda Kalsel

BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkunjung ke Labkesda Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Kamis (17/11).

Rombongan Labkesda Kaltim dipimpin Kepala Labkesda Kaltim, Agus Joko Praptomo didampingi Kepala Seksi (Kasi) Mutu, Kaspianoor beserta jajarannya disambut langsung oleh Kepala Labkesda Kalsel, Riko Ijami beserta jajarannya.

Kepala Labkesda Kalsel, Agus Joko Praptomo menilai bahwa kemajuan Labkesda Kalsel sangat pesat, termasuk dalam target pendapatan BLUD yang sangat tinggi. Sehingga pihaknya ingin mempelajari seperti apa cara meningkatkan hal tersebut, terutama terkait dengan mutu. Apalagi ke depan, Kaltim menjadi Ibu Kota Negara (IKN).

“Karena bagaimanapun juga Labkesda Kalsel lebih dulu akreditasinya dan yang penting lagi registrasi laboratorium lingkungan. Sementara saat ini peraturan untuk mendapatkan akreditasi dan registrasi tersebut sangat ketat sehingga kami konsultasi ke Labkesda Kalsel untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” katanya.

Suasana Kunjungan Labkesda Kaltim ke Labkesda Kalsel

Sementara, Kepala Seksi Mutu Labkesda Kaltim, Kaspianoor menambahkan pihaknya perlu melakukan akreditasi sebagai jaminan mutu atas kualitas produk dan layanan yang diselenggarakan sehingga dapat meningkatkan citra, kepercayaan dan kepuasan pelanggan.

“Labkesda Kaltim sudah terakreditasi namun belum teregistrasi untuk laboratorium lingkungan di Kementerian LHK. Hal itu yang sedang kita persiapkan,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Labkesda Kalsel, Riko Ijami menambahkan secara umum Labkesda Provinsi Kaltim lebih maju dimana dukungan pemerintah daerah Kaltim cukup bagus yang dibuktikan dengan alokasi anggaran yang besar pada tahun 2023 nanti. Hanya saja, lanjutnya, Labkesda Kaltim memerlukan informasi mengenai permasalahan teknis yang berkaitan dengan legalitas terutama akreditasi untuk laboratorium pemeriksaan lingkungan.

“Saat ini, mengacu kepada regulasi yang berlaku dari Kementerian Lingkungan Hidup sangat ketat. Karenanya, Labkesda Kaltim ingin belajar mengenai hal tersebut karena Labkesda Kalsel lebih dulu mendapatkan akreditasi dan registrasi daripada Labkesda Kaltim,” tambahnya.

Setelah melakukan diskusi, rombongan Labkesda Kaltim diajak berkeliling melihat sarana dan prasarana yang ada di Labkesda Kalsel. (NRH/RIW/RH)

DPRD Kalsel Dukung Kelanjutan Pembangunan Jembatan Pulau Laut

BANJARMASIN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mendukung kelanjutan pembangunan jembatan penghubung Pulau Laut dengan daratan Kalimantan.

Hal itu disampaikan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, HM Rosehan Noor Bahri kepada wartawan, usai menerima kunjungan DPRD Kabupaten Kotabaru, Rabu (16/11) sore.

Untuk itu, menurut Rosehan, pihaknya bersama DPRD Kabupaten Kotabaru akan melakukan konsultasi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meminta kejelasan terkait kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.

“Diharapkan pembangunan jembatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti supaya bisa segera rampung. Apalagi Pemprov Kalsel, Pemkab Kotabaru dan Pemkab Tanah Bumbu sudah menggelontorkan dana ratusan miliar rupiah,” katanya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Awaludin menjelaskan, sampai saat ini pembangunan jembatan penghubung tersebut masih belum masuk ke dalam program strategis nasional (PSN). Karenanya, pihaknya meminta dukungan Komisi III DPRD Kalsel untuk mendorong Pemerintah Pusat, memasukkan pembangunan jembatan Pulau Laut itu dalam PSN.

Suasana pertemuan Komisi III DPRD Kalsel Dengan Komisi II DPRD Kotabaru

“Terealisasinya pembangunan jembatan Pulau Laut ini sangat diharapkan masyarakat yang selama ini hanya mengandalkan feri penyeberangan,” ungkapnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Jerry Lumenta, keberadaan jembatan Selat Pulau nantinya akan banyak mendatangkan manfaat. Selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, juga akan mendorong pengembangan kepariwisataan.

“Jembatan Pulau Laut ini jika sudah selesai dibangun nantinya akan menjadi destinasi wisata baru sebagai jembatan terpanjang kedua di Indonesia sesudah jembatan Suramadu. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Komisi II DPRD Kotabaru juga membicarakan mengenai permasalahan ODOL (Over Dimension dan Over Loading) serta perbaikan jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan di daerah tersebut. (NRH/RIW/RH)

Nelayan Dukung Subuh Kok Baring, Strategi Pengendalian Inflasi Ala Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Biro Perekonomian, melakukan sosialisasi program pengendalian inflasi melalui Subsidi Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Subuh Kok Baring). Sosialisasi dilakukan untuk mendapat dukungan dari seluruh unsur, termasuk kalangan nelayan. Sosialisasi ini digelar di aula Pertemuan Nelayan Kantor UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, pada Rabu (16/11).

Para nelayan mengikuti sosialisasi

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel Raudhatul Jannah mengatakan, sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, bahwa pengendalian inflasi perlu dilakukan semua pihak. Karena itu, pihaknya melakukan sosialisasi program Subuh Kok Baring kepada para nelayan.

“Proyek perubahan strategi pengendalian Inflasi melalui Subsidi Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Subuh Kok Baring), ini diperlu diketahui semua pihak termasuk para nelayan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono mengatakan, Sosialisasi Subuh Kok Baring ini, merupakan strategi yang sangat tempat untuk mengendalikan inflasi, yang saat ini menjadi isu nasional.

Pemberian Sosialisasi kepada para nelayan

“Proyek Subuh Kok Baring ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan pelaku utama usaha perikanan,” ujarnya.

Hal ini dapat dilihat dengan adanya subsisi BBM Rp1.000 /liter dan subsidi penjualan ikan segar sebesar Rp10.000/kilogran yang dijual pada pasar murah di 13 kabupaten/kota se- Kalsel.

Salah seorang nelayan Hamdi, mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, sehingga para nelayan sangat terbantu sekali dengan adanya subsidi tersebut.

“Kami para nelayan, nahkoda dan ABK Kapal penangkap ikan turut mendukung kegiatan tersebut,” ujarnya.

Hadir pada sosialisasi Proyek Perubahan Subuh Kok Baring di UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Sekretaris UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Nadiyah, Kabid Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Nurbani Yusuf dan para nelayan, nahkoda serta ABK Kapal perikanan. (SRI/RIW/RH)

Beri Ruang Ekspresi Bagi Pelajar, Tambud Kalsel Gelar Kemah Bakti Seni

BANJARMASIN – Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, akan menggelar kemah bakti seni, dalam rangka memberi ruang ekspresi bagi kalangan pelajar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, baru – baru tadi menjelaskan, kegiatan kemah bakti seni ini perdana digelar dengan melibatkan para pelajar, baik SMA dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Ia berharap dengan kegiatan ini, maka pelajar mendapatkan ruang ekspresi dalam menggali, mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah masing-masing.

“Kegiatan kemah bakti seni ini merupakan terobosan dari Pemprov Kalsel, untuk memajukan kebudayaan di Indonesia, dengan cara menggali ide, inovasi dan inisiatif dari pelajar,” katanya

Suharyanti menjelaskan, dalam kegiatan kemah bakti seni ini, ada berbagai materi kesenian yang akan disampaikan. Diantaranya seni musik, teater, tari dan wayang. Dengan menghadirkan beberapa narasumber baik dari dalam daerah maupun luar kota yaitu Agung Gunawan, Yadi Muryadi, Bayu Bastari Setiawan dan M. Mahfuz Sya’bani.

“Hingga saat ini sudah ada ratusan peserta yang mendaftar, karena dalam kegiatan ini, para pelajar akan didampingi gurunya,” jelas Yanti (sapaan akrabnya).

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, setelah pemberian materi, nantinya pada malam puncak para peserta akan menampilkan sebuah pagelaran, hal itu merupakan hasil dari pembelajaran tersebut.

“Kemah bakti seni akan digelar selama tiga hari, mulai 21-23 November 2022, di Kiram Park Kabupaten Banjar,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Dana Banpol Diusulkan Naik, DPRD Banjar Ajukan Rp10 Ribu per Suara

BANJAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar melalui musyarawah Badan Anggaran (Banggar) mengusulkan kenaikan bantuan dana keuangan partai politik sekitar Rp10.000 per suara.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Banjar, Mokhamad Hilman menyampaikan, terkait usulan bantuan dana partai politik yang sebelumnya dialokasikan sekitar Rp4.000 per suara kini pengajuannya juga naik jadi Rp6.000. Bahkan, dianggap tidak membebani APBD karena hanya menambah Rp2.000.

Sekdakab Banjar, Mokhamad Hilman saat menjelaskan anggaran hibah banpol

“Namun, apabila per suara ditetapkan sebesar Rp10.000, secara otomatis Pemkab Banjar harus menambah dua kali lipat artinya kita harus menambah alokasi anggaran sebesar Rp1,2 miliar,” ucapnya, usai mengikuti rapat bersama dengan Badan Anggaran, di ruang Rapat Paripura DPRD Kabupaten Banjar, Rabu (16/11) malam.

Meski belum disetujui, menurutnya, persoalan ini akan ditinjau serta dimusyarawahkan lagi dengan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Banjar.

“Nah, kami dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus melakukan penghitungan ulang berdasarkan hasil masukan Badan Anggaran terkait dengan belanja,” jelasnya.

Apabila alokasi Rp10.000 per suara berhasil direalisasikan, menurut dia, akan ada belanja daerah yang harus dilakukan efesiensi.

“Terkait angka, struktur APBD kita sudah rampung. Sehingga, belanjanya saja yang disesuaikan dengan kemampuan. Jadi, bila disisi lain dinaikan maka otomatis juga harus ada yang dipangkas,” beber mantan Kepala PUPR Kabupaten Banjar ini.

Secara total, Ia membeberkan, alokasi APBD Pemkab Banjar dalam pelaksanaan kegiatan keseluruhan sebesar Rp2,27 triliun.

“Yang masuk dalam tahun anggaran (TA) 2023,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiqi, mengungkapkan, bahwa partai politik memang dibiayai oleh negara. Tujuannya agar tak ada lagi penyimpangan anggaran.

Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiqi, saat dijumpai awak media terkait Banpol dari Pemkab Banjar

“Beberapa daerah lain sudah ada yang Rp6.000, Rp8.000 bahkan Rp10.000. Harusnya, Kabupaten Banjar juga naik. Akan tetapi, kualitas dari parpol juga harus mengikuti,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, bantuan keuangan per surat suara selama ini yang diterima oleh sejumlah partai politik setempat melalui hibah Pemerintah Kabupaten Banjar dianggap rendah.

“Sekarang satu suara hanya dihargai sekitar Rp4.000 saja. Tadi saat rapat Banggar usulannya hanya Rp6.000. Saya malah mengusulkan Rp10.000. Tujuannya agar pembiayaan dari partai dapat berjalan secara mandiri dan tidak lagi mendapati anggota legislatifnya bermain-main terhadap proyek atau yang melanggar dengan Undang-Undang,” tutupnya. (RHS/RIW/RH)

Wujudkan Generasi Milenial Berbudaya, Muslam Kalsel Gelar Debat Permuseuman

BANJARBARU – 24 pelajar dari 8 SMA sederajat di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti lomba debat permuseuman di Museum Lambung Mangkurat Kalsel, sejak Rabu (16/11).

Berbeda dibanding tahun 2021 lalu, perlombaan kali ini seluruhnya dilaksanakan secara tatap muka. Total hadiah yang diperebutkan pada perlombaan sebesar Rp27 juta.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Taufik Akbar mengatakan, sejak dibukanya pendaftaran pada 17 Oktober lalu, ada 24 sekolah yang berpartisipasi pada kegiatan ini. Tetapi setelah dilakukan seleksi, hanya ada 8 sekolah yang berhasil lolos mengikuti perlombaan secara tatap muka.

(ki-ka) Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Taufik Akbar didampingi Ketua Panitia, Darmanto

“Awalnya ada 24 sekolah, tetapi kita batasi. Jadi kemarin kita seleksi dulu, dan akhirnya ketemulah 8 sekolah terbaik yang berlomba disini,” ucapnya, Kamis (17/11).

Dengan mengangkat tema “Generasi Milenial Kalimantan Selatan Yang Berbudaya”, Akbar berharap lomba ini dapat lebih membuka pola pikir peserta untuk kemajuan bangsa tanpa melupakan nilai-nilai kebudayaan terutama yang ada di Kalsel.

“Kita ingin kaum milenial atau generasi muda kita tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat Kalsel menjadi lebih maju,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Darmanto mengungkapkan, ada beberapa aspek yang menjadi penilaian pada perlombaan, mulai dari penguasaan topik (mosi) hingga keterampilan dalam berbicara.

“Setiap grup terdiri dari 3 pelajar perwakilan sekolahnya. Nanti mereka dikelompokkan menjadi grup Pro dan Kontra. Lalu akan diberi mosi oleh juri tentang budaya. Mulai dari budaya nasional hingga mengerucut ke tingkat lokal,” jelasnya.

Adapun dalam perlombaan kali ini, Museum Lambung Mangkurat Kalsel mendatangkan dewan juri dari Balai Bahasa Kalsel, Lembaga Budaya Banjar (LBB), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Darmanto mengaku perlombaan debat antar SMA yang membahas tentang kebudayaan ini hanya dilakukan oleh Museum Lambung Mangkurat Kalsel. Padahal menurutnya, debat seperti ini seharusnya patut dilaksanakan hingga tingkat nasional untuk meningkatkan wawasan pelajar terutama terkait permuseuman.

“Kita harap museum ataupun lembaga lain dapat berafiliasi dengan kita untuk menyelenggarakan kegiatan ini di level nasional,” harapnya. (SYA/RIW/RH)

Bank Kalsel Tandatangani PKS Pengelolaan Dana Universitas Borneo Lestari (UNBL)

BANJARBARU – Bank Kalsel berkolaborasi bersama Yayasan Borneo Lestari, lakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pengelolaan dana tentang Jasa Penerimaan Pembayaran Pendidikan bagi mahasiswa, Payroll Tenaga Pengajar dan Karyawan di Universitas Borneo Lestari (UNBL).

Foto bersama usai penandatanganan kerjasama

Penandatanganan dilakukan di Kantor Yayasan Borneo Lestari Banjarbaru oleh Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Syariah (KCS) Banjarmasin, Yuanita Evayanthi dan Ketua Yayasan Borneo Lestari, Drs. H. Yani, M.Si., Apt. Kegiatan ini turut disaksikan Sekretaris & Bendahara Yayasan Borneo Lestari, Drs. H. Budiman Mustafa & Nafila, M. Si; perwakilan Divisi Usaha Syariah Bank Kalsel beserta staf dari KCS Banjarmasin.

Kepala Bank Kalsel KCS Banjarmasin, Yuanita Evayanthi mengatakan Bank Kalsel senantiasa akan mendukung dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi melalui kolaborasi dan inovasi demi mendukung program pemerintah dalam membangun SDM yang Unggul.

“Kolaborasi yang ditunjukan melalui penandatanganan ini, merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan bisnis bagi Bank Kalsel, sekaligus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada mahasiswa melalui program-program literasi/edukasi Bank Kalsel, khususnya terkait digitalisasi perbankan” ucap Yuanita.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Borneo Lestari, Drs. H. Yani, M.Si., Apt menyampaikan ucapan terima kasih atas sinergi yang telah dilakukan antara Universitas Borneo Lestari (UNBL) dengan Bank Kalsel, dimana nantinya akan mempermudah dalam pengelolaan dana baik penerimaan dan pembayaran ataupun fasilitas lainnya.

“Sinergi yang dilakukan merupakan upaya memberikan pelayanan prioritas yang dapat diandalkan dalam memberikan solusi keuangan dan layanan terpercaya, yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pengelolaan keuangan secara digital” ungkap Yani.

Di kesempatan lainnya, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya memberikan komentar bahwa Bank kalsel selalu siap berkolaborasi bersama seluruh Perguruan Tinggi hingga tingkat sekolah di wilayah Kalimantan Selatan, dalam upaya mendukung dunia pendidikan, dalam pengembangan dan inovasi pengelolaan keuangan dan transaksi secara digital.

“Bank Kalsel juga selalu membuka ruang kolaborasi dan sinergi untuk memberikan solusi serta pelayanan optimal kepada para pelaku di Lembaga Pendidikan, sekaligus sebagai proses transfer ilmu pengetahuan atau produk jasa antara pihak Lembaga Pendidikan dan Bank” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RH)

Exit mobile version