23 Maret 2025

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Tahun 2022, Kalsel Tawarkan Investasi “Seksi” Kepada PMDN dan PMA

2 min read

Sekdaprov Kalsel saat menjadi narasumber Webinar

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel berkomitmen untuk menyiapkan karpet merah, bagi setiap investor yang akan berinvestasi di Banua.

Hal itu ditegaskan Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar pada webinar dengan tema Menakar Peluang Investasi di Kalimantan, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, pada Rabu (8/12) siang.

“Kami berharap, investor luar negeri maupun dalam negeri bisa berinvestasi di Kalsel, Pemprov Kalsel akan menyiapkan karpet merah bagi investor,  mempermudah perizinan, menyiapkan infrastruktur pendukung,” ucapnya.

Menurut Roy, ada beberapa strategi yang dijalankan pemprov Kalsel dalam meningkatkan investasi di Banua.

“Ada beberapa strategi untuk menaikkan investasi diantaranya, perbaikan kemudahan berusaha, eksekusi realiasi investasi besar, mendorong investasi besar bermitra dengan pengusaha nasional di daerah proyek, mendorong peningkatan invetasi dalam negeri/PMDN khususnya UMKM, penyebaran investasi berkualitas, promosi investasi,” katanya.

Di tahun 2021, investasi di Kalsel menunjukan kebangkitan yang sangat menjanjikan. Di triwulan ketiga tahun 2021 realisasi invetasi di Kalsel telah mencapai Rp4,20 triliun.

Nilai investasi ini naik sebesar 214,85 persen dibandingkan dengan triwulan ketiga tahun 2020 dengan investasi sebesar Rp1,33 triliun.

Investasi naik secara keseluruhan, dari triwulan satu hingga triwulan ketiga di tahun 2021 telah terealisasi sebesar Rp9,34 triliun.

Data ini menggambarkan tren yang sangat positif dari sisi pertumbuhan investasi. Jika disandingkan dengan target nasional sebesar Rp10,83 triliun maka capaian di triwulan ketiga ini sudah mencapai 87,12 persen dari target nasional. Sekda Prov Kalsel optimis target realisasi investasi di Kalsel tahun 2021 bisa tercapai.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Prov  Kalsel Amanlison Sembiring mengatakan, di tren ekonomi hijau Kalimantan memiliki banyak peluang investasi.

Menurutnya, potensi investasi di tahun mendatang dapat diarahkan kepada industri peningkatan nilai tambah untuk sektor sektor berbasis SDA Ekstraktif.

“Upaya transformasi struktural perlu didorong melalui peningkatan hilirisasi batubara upgrading coal to methanol, hilirisasi sawit (oleopangan dan oleokimia), hilirasi karet (industri ban),” katanya.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi BI bersama stakeholders terkait dalam promosi investasi melalui Regional Investor Relation Unit (RIRU) akan terus diperkuat. Identifikasi proyek investasi daerah yang clean dan clear. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.