KLHK Serahkan Hasil Kajian Pengamanan Lingkungan, Kalsel Diminta Segera Tindaklanjuti

BANJARMASIN – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, melalui Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, aktif  membantu daerah dalam upaya peningkatan pengamanan lingkungan hidup.

Para pemateri ekspos hasil kajian KLHK saat memberikan materi

Kementerian dibawah pimpinan Siti Nurbaya ini terus memantapkan sinergi dengan daerah dan para pemangku kepentingan.

Salah satunya adalah menyusun rencana aksi berbasis ekoregion di daerah.

Kegiatan KLHK terbaru adalah melakukan ekspos hasil Kajian Pengamanan Lingkungan Hidup Berbasis Ekoregion Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (12/11) di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK RI, Hanif Faisol Nurafiq saat menyampaikan materi memaparkan, tindak lanjut dari kegiatan ekspos ini adalah terbangun sinergi lintas sektor secara menyeluruh.

“Pemerintah Pusat mengharapkan langkah-langkah strategis pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten dan kota dalam melakukan rencana aksi yang sudah ada” ujarnya.

Hanif  mencontohkan Kalsel yang sangat rawan terhadap banjir.  Langkah penting dilakukan adalah penerapan strategi manajemen kebencanaan yang terukur dan sesuai kondisi daerah.

Karena penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, namun harus menyeluruh melibatkan banyak pihak.

“Semua kegiatan tata kelola lingkungan terlebih penanganan bencana perlu ditangani secara kolaborasi melibatkan semua komponen,” tekannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, kajian KLHK bisa menjadi solusi atas bencana  banjir yang menimpa provinsi ini sebelumnya, termasuk banjir awal tahun 2021 yang menimbulkan kerugian cukup besar.

Dikatakan Roy, dalam kajian dijelaskan berbagai rencana aksi pengamanan lingkungan hidup berbasis ekoregion.

Rencana aksi ini dimaksudkan mengurangi dampak kerusakan banjir serta memberikan strategi pengamanan lingkungan hidup di Kalsel.

Adapun strategi khusus yang akan dilakukan, menargetkan pada pengurangan luas genangan, lama genangan, kerugian ekonomi, dan menghilangkan kerugian nyawa (zero victim).

Melihat dari hasil pemodelan banjir di DAS Barito yang terlah dilakukan berdasarkan Citra Sentinel, telah dapat dipetakan beberapa skenario dengan tingkat reduksi yang berbeda sesuai dengan intervensi yang dilakukan.

“Kajian ini penting karena rencana aksi yang termuat didalamnya akan menjadi rekomendasi terhadap kebijakan daerah,” ujar Roy.

Kebijakan itu antara lain  pengamanan lingkungan hidup, lebih fokus lagi  penanggulangan bencana banjir yang akan diintegrasikan pada rencana pola ruang, RTRW dan KLHS RPJMD Kalsel.

Upaya bersama yang telah dilakukan ini diharapkan terus terjalin dengan sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan masyarakat akan taget-target yang ditetapkan tercapai.

Tahapan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pengakuan dari kementerian/lembaga lain terhadap kajian ini.

“Saya harap kajian ini betul betul mengurai permasalahan mendasar dari sebab terjadinya banjir di awal 2021 lalu,” ujar Roy.

Pemprov Kalsel  lanjutnya, sudah melakukan berbagai upaya percepatan pemulihan lingkungan melalui beberapa kegiatan yang melibatkan berbagai sektor atau SKPD terkait.

Upaya dimaksud antara lain penataan, fokus pemulihan kerusakan lingkungan, penetapan prioritas lokasi pemulihan kerusakan lingkungan.

Kemudian pemulihan secara vegetatif, pemulihan secara sipil teknis, dan pendekatan sosial, serta pendekatan umum.

Ekspose diikuti para pimpinan SKPD terkait dari 13 kabupaten/kota se Kalsel, dan jajaran Pemprov Kalsel .

Dari Pemprov Kalsel hadir Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira, Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto, Kepala Dinas LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, dan pejabat lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

2022, Lomba Olahraga dan Fotography Tingkat SMA Diharapkan Dapat Kembali Diadakan

BANJAR – Pelaksanaan lomba olahraga dan fotography tingkat SMA yang digelar di Kiram Park Kabupaten Banjar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Kamis (11/11) terbilang sukses. Antusiasme para peserta yang mengikuti lomba terbilang tinggi, hal ini dikarenakan perwakilan pelajar tingkat SMA di 13 Kabupaten-Kota berkumpul untuk memeriahkan lomba tersebut.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel Muhammadun menyampaikan, dengan suksesnya perhelatan lomba olahraga dan fotography tingkat SMA yang diselenggarakan oleh pihaknya maka diharapkan ditahun mendatang lomba tersebut akan kembali diselenggarakan.

“Lomba olahraga dan fotography dinilai sukses memperkenalkan olahraga tradisional kepada kalangan pelajar, yang kebanyakan sudah tidak bisa melihat lagi jenis-jenis olahraga tradisional khas banua kalsel, sehingga kami mengharapkan pada tahun 2022 mendatang, lomba olahraga dan fotography tingkat SMA akan kembali digelar,” ungkap Muhammadun.

Muhammadun menambahkan, selain memperkenalkan jenis-jenis olahraga tradisional, saat lomba olahraga dan fotography tingkat SMA juga dapat mempererat tali silaturrahmi antara para pelajar, serta para tenaga pendidik.

“Semua pelajar tingkat SMA disini berkumpul, sehingga tali silaturrahmi tidak terputus, dan juga bisa mengubah pola pikir para pelajar saat pengetahuan mereka menjadi lebih luas,” tutup Muhammadun. (MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Tanah Laut; Mengenal Aturan Main di Era Digital

TANAH LAUT – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Mengenal Aturan Main di Era Digital’. Jum’at (12/11/2021) pukul 15.00 WITA. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Tanah Laut Sukamta, dengan menghadirkan pembicara berkompeten.

Dalam diskusi ini dipandu moderator Amal Bastian yang menghadirkan narasumber pertama Agus Edi Winarto dengan materi tentang ‘Bebas Namun Terbatas Berekspresi di Media Sosial’.

Agus menjelaskan, adanya konten negatif di media sosial Yaitu karena, adanya niat orang untuk tujuan jahat, adanya masalah gangguan psikologi, rendahnya literasi digital.

Juga rendahnya kesadaran moral dalam beretika, rendahnya kesadaran rasa tanggung jawab, rendahnya kesadaran atas dampak sosial, rendahnya kesadaran dalam memilah dan memilih ih dan rendahnya kesadaran berdemokrasi dan bertoleransi.

Pahami batasan dalam melakukan kebebasan berekspresi di dunia digital karena dari 274,9 juta penduduk Indonesia, 202,6 juta pengguna internet dan 170 juta di antaranya pengguna media sosial terhitung Januari 2021.

“Karena baik buruknya kita dalam melakukan kebebasan berekspresi di dunia digital dapat mencerminkan siapa jati diri kita dan karena apa yang sudah kita tanam itulah yang akan kita tuai,” tuturnya.

Narasumber kedua Sitna Hajar Malawat dengan materi tentang ‘Tren Pekerjaan dan Usaha atau Bisnis di Era Digital’.

Sitna mengatakan, di era yang serba digital ini banyak peluang bisnis dan karir yang bisa dilakukan hanya dari rumah.

“Seiring berkembangnya teknologi kini manusia dapat melakukan segala hal menjadi lebih mudah,” tuturnya.

Tren pekerjaan dan bisnis digital kata Sitna, merupakan suatu hal yang dapat dilakukan di mana dan kapan pun berada karena mudah diakses secara digital.

Contohnya seperti blogger, blogger dapat memanfaatkan space kosong dalam webnya untuk memasang iklan untuk mendapatkan uang.

Kemudian, desain grafis dapat dimanfaatkan dalam membuat brosur, desain media sosial sebagai sarana pemasaran terhadap sebuah produk yang dipasarkan.

“Hal ini menguntungkan karena jasa desain grafis jenis semakin dibutuhkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Atau menjadi guru online merupakan hal yang menarik yang dapat dilakukan di saat seperti ini. Karena Guru online dapat mendatangkan banyak keuntungan yang menjanjikan.

” Juga menjadi Content creator YouTube, menjual E-book, pembuatan website, bahkan membuka toko online dan lain sebagainya dapat kamu lakukan di era digital saat ini,” tuturnya.

Adapun, tips memulai usaha atau bisnis di era digital ialah, kenali peluang bisnis digital terbaik, buat rencana bisnis yang sudah diputuskan, mengatur strategi dalam berbisnis, memanfaatkan keahlian yang dimiliki, dan jangan takut untuk gagal.

Narasumber ketiga Angel Maryci dengan materi tentang ‘digital budaya: mengenalkan budaya Indonesia melalui literasi digital’.

Angel menjelaskan, literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam penggunaan media digital atau kemampuan untuk menggunakan teknologi, keterampilan teknis dalam dunia digital dan merupakan respons dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk membaca sejalan dengan berkembangnya teknologi.

“Sifat utama teknologi digital yaitu, tidak terbatas, bebas berekspresi dan berpendapat, juga bisa menjadi sarana stand out, dan sarana untuk memperluas relasi,” tuturnya.

Kata dia, budaya merupakan cara hidup yang berkembang serta dimiliki bersama oleh kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Adapun, unsur budaya yakni, sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, bangunan, pakaian dan karya seni.

“Kalian bisa mempromosikan budaya melalui literasi digital, contohnya seperti meng-upload budaya kita ke media sosial baik itu Instagram, YouTube dan lain sebagainya,” bebernya.

Narasumber terakhir Junaidy, memaparkan materi tentang Keamanan Digital.

Junaidy menjelaskan apa itu internet sehat? “Secara definisi Internet sehat adalah aktivitas manusia yang sedang melakukan kegiatan online baik browsing, chatting, social media, upload dan download secara tertib , baik dan beretika sesuai dengan norma norma dan aturan yang berlaku di masyarakat,” jelasnya.

Kejahatan yang sering muncul di media sosial yaitu, cyber bullying, pornography, tranffcking – child abuse.

Cara bermedsos yang sehat yaitu, tidak membagikan Informasi pribadi, pilih-pilih teman, hindari akun-akun negatif periksa, periksa kembali sebelum membagikan konten, gunakan untuk pengembangan diri dan jadikan sarana personal branding. (RILIS)

HKN ke 57, Pemko Banjarmasin Launching Ambulan Terapung

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 57 secara sederhana dengan melaunching ambulan terapung. Upacara peringatan dilaksanakan panggung Siring Pemko Banjarmasin, Jumat (12/11). Dengan mengangkat tema peringatan HKN tahun ini Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku.

Ambulan Terapung

Pada Peringatan HKN di Kota Banjarmasin dihadiri langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tenaga medis di Kota Banjarmasin, setelah berkorban memberikan waktu, tenaga, bahkan nyawa, dalam berjuang memerangi penyebaran COVID-19 di Kota Banjarmasin.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis yang telah berjuang untuk bersama Pemerintah dalam penanganan COVID-19 di Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan penghargaan kepada seluruh tenaga medis di Kota Banjarmasin.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga medis di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin juga melaunching ambulan terapung di Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, dengan dilaunching ambulan terapung di Kota Banjarmasin ini, maka ambulan terapung siap beroperasi didaerahnya perairan di kota ini.

“Tentu keberadaan ambulan terapung ini diperlukan di Kota Banjarmasin, untuk memberikan pelayanan kesehatan ke daerah daerah pinggiran sungai di Kota Banjarmasin,” ucap Machli.

Machli berharap, keberadaan ambulan terapung ini dapat dimanfaatkan oleh warga Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

RSUD Ulin Berikan Penghargaan Kepada Pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

BANJARMASIN – Bertepatan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 57 ini, RSUD Ulin Banjarmasin menyerahkan penghargaan kepada Pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di rumah sakit tersebut.

Foto bersama para pemenang lomba inovasi pelayanan publik RSUD Ulin Banjarmasin

Wakil Direktur SDM RSUD Ulin Banjarmasin Thaufik Hidayat mengatakan, pada Peringatan HKN ini diserahkan penghargaan kepada pemenang kompetisi inovasi pelayanan publik.

“RSUD Ulin Banjarmasin memberikan apresiasi kepada para pemenang kompetisi inovasi tersebut,” ucap Thaufik, kepada sejumlah wartawan, Jumat (12/11).

Thaufik mengatakan, lomba inovasi pelayanan publik ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh RSUD Ulin Banjarmasin.

“Karyawan di rumah sakit ini cukup banyak hampir seribu lebih, oleh karena itu diharapkan akan hadir inovasi inovasi pelayanan publik dari mereka,” tuturnya.

Menurut Thaufik, karya inovasi pelayanan publik yang menjadi pemenang merupakan, inovasi yang paling banyak manfaatnya bagi semua pihakya.

“Untuk pemenang inovasi pelayanan publik di RSUD Ulin Banjarmasin, tentunya yang paling banyak manfaatnya untuk rumah sakit dan publik,” ucapnya.

Pemenang juara 1 lomba inovasi pelayanan publik tahun 2021 di RSUD Ulin Banjarmasin, dari Instansi Farmasi dengan inovasinya pelayanan pengunaan obat obatan untuk pasien, yang transparan, serta lainnya. Juara 2 diraih Instalasi IPS RS, serta Juara 3 dari bidang SDM. Para pemenang berhak mendapatkan uang tunai dari RSUD Ulin Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Klaim Target Prolegda 2021 Tidak Tercapai Maksimal

BANJARMASIN – Kalangan legislatif mengklaim, target program legislasi tahun 2021, tidak tercapai dengan maksimal.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau (Bapemperda) DPRD Kota Banjarmasin Arufah Arif, kepada wartawan pada Kamis (11/11).

Arufah menjelaskan, tahun 2021 ini pihak Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin menargetkan pembahasan perda sebanyak 21 buah. Namun tidak mampu tercapai maksimal, disebabkan masih dalam suasana pandemi COVID-19.

“Dari 21 buah raperda hanya terealisasi 10 buah,” ucapnya

Disampaikan Arufah, selain pandemi COVID-19, juga ketatnya aturan Pemerintah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level empat, sejak Juli hingga Oktober 2021, dengan demikian otomatis membuat kesulitan dalam setiap menggelar rapat.

“Seluruh kegiatan masyarakat hingga legislatif telah dibatasi, untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona,” katanya

Arufah menambahkan, dari 10 buah yang dibahas, dan sudah disahkan, karena dinilai sangat penting diantaranya, Raperda APBD Perubahan 2021, Raperda APBD murni 2022, Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 dan Perda Revisi rencana tata ruang wilayah atau (RTRW).

“Sebagian Raperda yang berproses dibahas, yaitu Revisi Perda nomor 13 tahun 2008 tentang penanggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran Kota Banjarmasin, Perda Revisi perubahan status PDAM Bandarmasih menjadi Perseroda, dan Revisi Perda nomor 9 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas. Kita berupaya sebelum akhir tahun 2021 ini, akan menjadi Perda,” tutupnya panjang lebar. (NHF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Ajukan Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Dalam penjelasan Komisi II DPRD Kalsel sebagai Komisi Pengusul yang dibacakan Dewi Damayanti Said, disampaikan pada Triwulan II Tahun 2020, sebagian besar sektor perekonomian Kalsel pertumbuhannya mengalami kontraksi akibat digerogoti pandemi COVID-19.

“Termasuk tiga sektor ekonomi paling besar yang nilainya hampir setengah dari nila PDRB Kalsel, yaitu pertambangan, pertanian dan industri juga mengalami pertumbuhan negatif. Bahkan sektor pertambangan memberikan sumbangan sebesar -1,5 persen dari -2,6 persen pertumbuhan Kalsel,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel ini dalam rapat paripurna Dewan, Kamis (11/11).

Kondisi ini hendaknya menjadi motivasi bagi Pemprov Kalsel untuk segera meletakkan pondasi transformasi ekonomi. Kalsel harus mengubah ketergantungan pada sumber daya alam menuju perekonomian yang mengandalkan sumber daya manusia dan teknologi.

“Bagi Kalsel, Ekonomi Kreatif memiliki arti penting dan kedudukan yang strategis dalam menopang ketahanan ekonomi masyarakat, mewujudkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan inovasi, kreativitas dan daya saing, serta penciptaan lapangan kerja guna memajukan pembangunan perekonomian di daerah,” jelasnya.

Ditambahkan Dewi, dibentuknya Raperda itu bertujuan antara lain memberikan landasan hukum bagi Pemprov serta masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan ekonomi kreatif, meningkatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha untuk memajukan ekonomi kreatif di daerah, serta meningkatkan peran ekonomi kreatif dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan ekonomi kreatif berbasis potensi Daerah menjadi tangguh, mandiri, dan berdaya saing sebagai pilar pengembangan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Mendorong terbentuknya kelembagaan Ekonomi Kreatif Daerah untuk melayani kepentingan pengembangan ekonomi kreatif, dan mendorong terwujudnya kota kreatif sebagai kota yang mampu melayani kepentingan pengembangan ekonomi kreatif dan memanfaatkan secara efektif aset kreatif, serta menggunakannya sebagai dasar pembangunan ekonomi, lingkungan dan sosial yang berkelanjutan. (NRH/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Barito Kuala; Bekali Diri dengan Literasi Digital di Era 4.0

BARITO KUALA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar webinar literasi digital dengan topik pembahasan Bekali Diri dengan Literasi Digital di Era 4.0 untuk Kabupaten Barito Kuala,selaku Moderator Septi Diajeng,Jum’at (12/11) pagi.

Webinar ini menghadirkan Narasumber berkompeten yaitu H. Mahfudh, M.Pd.I- Dosen Institut Agama Islam Tribakti & Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri,H.Hormuzi, S.Ag., M.M-Kepala SMKN 1 Marabahan,Fauriah, S.Ag-Guru SMKN 1 Marabahan dan Indi Arisa-MC,Host, Presenter & Podcaster.

Salah satu Narasumber Indi Arisa memaparkan materinya tentang Media Sosial Sebagai Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi.Dia menjelaskan media sosial sebagai strategi komunikasi politik merupakan alternatif baru dan menjadi fenomena yang hangat hingga kini.

Indi Arisa mengutip dari Charta Politika,menyebutkan bahwa informasi di media sosial berpengaruh terhadap responden dalam menentukan pilihannya saat Pemilihan Umum 2019 lalu.Dari survey tersebut 24,4% responden mengatakan media sosial sangat berpengaruh terhadap pilihan mereka serta 37,8% mengatakan cukup berpengaruh.

“Hujatan dan hasutan yang dilontarkan sangat mudah sekali mempengaruhi para netizen.Ada yang menanggapi dengan sikap positif,namun tidak sedikit yang ikut terpancing dan bersikap negatif.Masalah yang ada di media sosial justru terbawa hingga ke dalam kehidupan masyarakat”katanya.

“Kebebasan dalam sebuah negara demokrasi,bukanlah kebebasan seperti bebas melontarkan hujatan,celaan atau provokasi terhadap pihak lain khususnya di media sosial”ujarnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa masyarakat harus semakin dewasa di era digital dengan menumbuhkan sikap toleransi karena kita hidup berdampingan dalam keberagaman baik agama,suku dan ras.

“Toleransi dapat menumbuhkan sikap antara lain menerima perbedaan dan mengubah penyeragaman menjadi keberagaman,mengakui hak orang lain dan menghargai eksistensi orang lain serta mendukung secara antusias terhadap perbedaan budaya dan keragaman ciptaan Tuhan Yang Maha Esa”ungkapnya. (RILIS)

Pemprov Kalsel Buka Jalur Terisolir Dusun Pematang Kanas – Desa Tanjung

BANJAR – Warga Dusun Pematang Kanas, dan berbagai desa di Kabupaten Banjar kini bisa bernafas lega.

Pasalnya Pemprov Kalsel membuka akses jalan yang menghubungkan beberapa desa, salah satunya Desa Kiram di Kabupaten Banjar dan Desa Tanjung Kabupaten Tanah Laut.

Pemprov Kalsel melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, menggandeng TNI untuk membuka akses melalui kegiatan Karya Bakti TNI.

Gubernur Kalsel (kiri) berfoto bersama Danrem 101/Ant (tengah) dan Kadis PMD (kanan) usai penandatanganan kerjasama pembukaan jalan

“Pembangunan infrastruktur antar desa sangatlah penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan yang lainya,” ucap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, saat membuka Karya Bakti TNI, di Dusun Pematang Kanas, Kabupaten Banjar, Kamis (11/11).

Menurut Paman Birin (sapaan akrabnya), pembukaan jalan dan pengembangan infrastruktur juga dibutuhkan untuk mengembangkan potensi pariwisata di pedesaan.

“Dengan dikembangkanya infrastuktur maka wisatawan akan semakin dimudahkan untuk berkunjung ke desa-desa wisata,” ujarnya.

Paman Birin, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada TNI yang terus menebar karya bakti untuk membangun daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI yang memiliki jiwa korsa yang sangat tinggi untuk membantu masyarakat,” ucapnya.

Paman Birin berharap, sinergi yang baik antara Pemerintah, TNI dan rakyat senantiasa terpelihara dan terus ditingkatkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan Zulkifli mengatakan, pembangunan ruas jalan ini merupakan jawaban dari aspirasi masyarakat.

“Ini merupakan jawaban dari aspirasi masyarakat, Gubernur Kalsel ingin Desa Kiram di Kabupaten Banjar dan Desa Tanjung di Kabupaten Tanah Laut terhubung,” katanya.

Disampaikanya, ruas jalan yang dibangun dari Dusun Pematang Kanas menuju Tapal Batas Banjar – Tanah Laut di Desa Tanjung sepanjang 12,4 Kilometer, dengan lebar 8 meter dengan biaya Rp2,9 miliar dari APBD Perubahan Provinsi.

Menurutnya, waktu pelaksanaan selama 45 hari dari 11 November – 25 Desember 2021.

Zulkifli mengatakan, pembangunan ruas jalan ini diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Pembangunan ruas jalan juga dapat menekan harga karena sudah adanya infrastruktur yang layak antar desa,” katanya.

Sementara itu, Pembakal Desa Kiram Iwar mengucapkan terima kasih atas bantuan infrastruktur yang diberikan Pemerintah Provinsi.

Menurutnya, masyarakatnya sudah sangat merindukan akses jalan yang layak untuk membawa hasil kebun mereka yakni karet.

Disampaikanya, di wilayahnya juga memiliki potensi wisata seperti gunung Pematang Kaca dan Air Terjun. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Lestarikan Seni, Taman Budaya Kalsel Selalu Buka Ruang Untuk Semua Kalangan

BANJARMASIN – Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, selalu memberikan ruang untuk semua kalangan, dalam melestarikan seni.

Disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, kepada Abdi Persada FM pada Kamis (11/11), pihaknya mengayomi dan merangkul seluruh kalangan, yang tersebar di 13 kabupaten dan kota, tidak hanya pelaku seniman yang senior. Namun juga para millenial, untuk bersama-sama melestarikan seni di daerah.

“Kita berikan ruang semua, dengan harapan mereka terus berinovasi dalam setiap karya yang ditampilkan,” ucapnya.

Suharyanti menjelaskan, untuk pergelaran juga diatur yang tampil, mulai dari para pelaku seni tradisional, agar kalangan millenial mengetahui. Begitupun seniman lain, sehingga penonton yang menyaksikan, tidak merasa kaku dan bosan.

“Pergelaran ini ada dua, selain bisa disaksikan langsung, juga melalui laman Youtube Tambud Kalsel, agar semakin mencintai karya seluruh seniman,” katanya

Suharyanti menjelaskan, pada November ini, masih dalam rangkaian hari Wayang Nasional, pihaknya kembali melanjutkan program Ragam Pesona Budaya Banjar 2021, yaitu Karasminan Banua, pada Jumat malam (12/11) menampilkan pergelaran Wayang Orang dari sanggar Parapatan Lampini dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan judul ratapan toyapamerta bunga kedaton. Kemudian pergelaran secara perdana tari sanggar kemilau intan dari Kabupaten Banjar, serta pergelaran musikalisasi puisi dara kampoeng seni boejaja dari ULM.

“Kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” jelasnya.

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, untuk setiap pekannya selalu digelar Ragam Pesona Budaya Banjar 2021, yaitu Karasminan Banua, pada Jumat malam pekan depan (19/11) yaitu pertunjukkan tari tradisonal, musik panting dangdut, musik panting simak dan musik jazz Banjar. Selanjutnya memperingati hari Guru Nasional pada Kamis (25/11) akan tampil tari kolosal perwakilan sekolah menengah atas (SMA) yang berlokasi di Banjarmasin, serta pada Jumat malam (26/11) akan ditampilkan seni pertunjukkan Bapantulan.

“Warga bisa melihat informasi sebelum pergelaran di medsos Tambud Kalsel,” pungkasnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version