DPRD Sambut Positif Aksi Unjuk Rasa KAKI Kalsel

BANJARMASIN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD Kalsel, Senin (15/11).

Suasana Aksi Unjuk Rasa KAKI Kalsel ke DPRD Kalsel

Mereka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel untuk mengajukan gugatan atau uji materi terhadap Undang-Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020. Pasalnya, Undang-Undang yang dijanjikan akan menjadikan tata kelola pertambangan menjadi lebih baik dinilai tidak terealisasi.

“Kami ingin melalui DPRD Kalsel melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” kata Ketua KAKI Kalsel, Ahmad Husaini.

Selain itu, dengan undang-undang baru tentang tata kelola pertambangan ini, menurutnya, hak otonomi daerah dikebiri dan pengelolaan hasil bumi menjadi sistem sentralistik.

“Berdasarkan data yang kami dapat, ada 400 izin tambang di Kalsel. Sedangkan Kalsel hanya mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang jumlahnya kecil,” ungkapnya.

Husaini mengharapkan Kalsel jangan hanya tertimpa bencana alamnya saja sebagai dampak dari pertambangan. Karenanya, KAKI Kalsel akan terus mengawal tuntutan tersebut hingga ke pemerintah pusat dengan melakukan unjuk rasa ke Kementerian ESDM dan Kemendagri.

Sementara, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyambut baik aksi unjuk rasa yang digelar oleh rombongan KAKI Kalsel tersebut. Pasalnya, ia menganggap penyampaian aspirasi merupakan hal yang wajar selama digelar secara sehat sebagai wujud pengawalan kebijakan pemerintah dari rakyat.

“Saya sudah melihat tuntutan-tuntutan yang diutarakan oleh teman-teman KAKI Kalsel. Apa yang disampaikan dinda Husaini tadi sangat positif. Karena sebagai pemerintah provinsi kita kehilangan otonominya dalam sektor pertambangan,” katanya.

Tentu juga, menurut Supian, momentum ini sangat baik untuk KAKI Kalsel menggugat dan mengevaluasi kebijakan pemerintah pusat terkait pengambil alihan kewenangan tersebut.

“Pada intinya saya mewakili seluruh rakyat di Provinsi Kalsel mengacungi jempol atas statement positif semacam ini, tentu jumlah kami sangat terbatas, karenanya perlu masukan-masukan dari para masyarakat atau para LSM,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Tingginya Harga Minyak Goreng, Disperindag Banjarmasin Langsung Koordinasi dengan Bulog

BANJARMASIN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, menjalin koordinasi dengan Bulog, terkait tingginya harga minyak goreng di pasaran.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, kepada wartawan di ruang kerjanya pada Senin (15/11), saat ini memang terjadi kenaikan harga minyak goreng secara signifikan, disebabkan naiknya harga bahan baku minyak mentah sawit atau CPO di pasar internasional.

“Kenaikan CPO ini mempengaruhi harga minyak goreng dalam negeri,” ucapnya

Ichrom menjelaskan, di pasaran harga minyak goreng bervariasi sesuai jenis dan merk, yaitu sebelumnya minyak goreng curah seharga Rp14.500per liter kini menjadi Rp17.000 perliter, begitupun dengam minyak goreng kemasan dulunya Rp15.000 perliter, kini dikisaran Rp18.000 – Rp19.000 perliter.

“Kami biasanya melakukan pemantauan di 13 pasar rakyat yang menjual sembako setiap hari Senin, dan sementara ini tidak ada ditemukan kecurangan, untuk harga minyak goreng,” jelasnya

Lebih lanjut Tezar (sapaan akrabnya) menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan surat ke Bulog, terkait jalinan koordinasi untuk membantu dalam waktu dekat ini, agar digelar operasi pasar, yang diprioritaskan bagi tujuh kelurahan.

“Ke 7 Kelurahan itu diantaranya Pasar Lama, Sungai Lulut, Teluk Dalam, Pelambuan, Kelayan Dalam, Kuripan dan Kuin Cerucuk,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Jaga Kerukunan dan Keharmonisan Masyarakat, Pemprov Kalsel Apresiasi FPK Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi kepada Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalsel yang ikut berperan dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan masyarakat di Banua.

Suasana Seminar yang diselenggarakan FPK Kalsel

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kalsel, Fathurrahman pada acara pembukaan Seminar bertema “Peran FPK Dalam Memperkokoh Harmoni Nasional di Era Pandemi COVID-19” di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (15/11).

“Dinamika terkini yang perlu kita waspada adalah kewaspadaan terhadap pihak tertentu yang memanfaatkan situasi pandemi untuk memecah belah persatuan bangsa kita,” katanya.

Cukup banyak kebijakan dalam penanganan pendemi yang menimbulkan pro dan kontra, lanjut Gubernur, terkadang kebijakan penangangan pandemi digiring ke arah politik dan kekuasaan. Termasuk beredarnya berita-berita bohong atau hoax di tengah masyarakat yang ujung-ujungnya mereka ingin dibenturkan satu sama lain. Namun masyarakat tidak terpancing dengan “penggorengan” isu-isu pandemi sebagai sebuah rekayasa.

“Hingga saat ini, isu-isu tentang vaksin yang tidak aman dan tidak halal, tidak terbukti! Kenyataannya vaksin terbukti efektif untuk menangkal penyebaran COVID-19 sehingga kasusnya terus melandai,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FPK Kalsel, Hasim Kadir mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan seminar ini, antara lain untuk memantapkan pemahaman tentang empat wawasan kebangsaan kepada para peserta yang terdiri dari para pengurus, tokoh masyarakat, tokoh agama dan mahasiswa.

“Sehingga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa tetap terjaga,” tambahnya.

Hadir sebagai Nara Sumber dalam kegiatan ini yaitu Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kalsel Heriansyah, Rektor UIN Antasari Prof Mujiburrahman dan Perwakilan Korem 101 Antasari. (NRH/RDM/RH)

Hadiri HUT ke-76 PGRI, Paman Birin Kenang Jasa Guru Semasa SMP

BANJARMASIN – Momen peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 tingkat Provinsi  Kalsel, yang digelar disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (15/11), membuat Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor secara spontan menyanyikan lagu Hymne Guru. Sontak para guru dan tamu undangan yang berhadir, menyanyikan bersama lagu untuk para guru tersebut.

Gubernur Kalsel (tengah) saat memotong kue HUT ke-76 PGRI

Bagi Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, lagu Hymne Guru ini sangat luar biasa, memiliki makna yang mendalam bagi dirinya. Karena guru memiliki jasa yang luar biasa bagi dunia pendidikan dan pembentukan pribadi siswa.

“Bagi saya, guru sangat luar biasa. Jasa-jasanya tidak akan pernah dilupakan. Saya dan kita semua yang berada di sini, tidak lepas dari peran dan jasa dari seorang guru,” ucapnya tulus.

Di momen ini pula, Paman Birin teringat waktu menjadi siswa SMP. Ia bercerita perjuangan untuk sekolah meski dengan keterbatasan ekonomi keluarganya.

Paman Birin bercerita, setiap hari hanya diberi uang jajan Rp50. Sementara untuk pergi ke sekolah saat itu, harus menggunakan transportasi getek dengan membayar Rp25 untuk satu kali naik. Sehingga uang sakunya habis untuk biaya pulang dan pergi sekolah.

Namun berkat kegigihan dan tekadnya untuk mengenyam pendidikan, Paman Birin tetap bersekolah. Ia tidak segan dan malu untuk membantu para gurunya mengerjakan sesuatu.

“Alhamdulillah, berkat saya rajin membantu guru, terkadang saya dapat uang jajan dari guru, bahkan SPP saya dibayarkan oleh guru,” kenangnya.

Paman Birin berharap, momen peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 tingkat Provinsi Kalsel, dapat menjadi semangat bagi para guru untuk terus mengabdi dan mendidik generasi banua.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional

Paman Birin juga terus mendorong kesejahteraan bagi para guru, khususnya bagi guru honorer maupun PTT.

Salah satunya bekeja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan bagi para guru honorer dan PTT yang tergabung dalam PGRI Provinsi Kalsel dan dalam naungan Dinas Pendidikan Provinsi  Kalsel.

Sementara itu, Ketua PGRI Prov Kalsel, HM Hatta HS menyampaikan terima kasih atas kepedulian Paman Birin terhadap para guru.

Ia bersama anggota akan terus berupaya untuk mengingkatkan kesejahteraan dan profesionalitas para guru di Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Terpilih Menjadi Ketua KORMI Kalsel

Pertama di Indonesia, Gubernur Menjabat Sebagai Ketua KORMI

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan.

Terpilihnya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, pada pelaksanaan Musproblub di Mahligai Pancasila, Minggu (14/11).

Musyawarah luar biasa KORMI Kalsel untuk memilih ketua

Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan M Nasir selaku penerima mandat pelaksana mengatakan, digelarnya Musproblub KORMI Kalimantan Selatan, untuk memilih Ketua KORMI Kalimantan Selatan.

“Digelarnya Musproblub ini untuk memilih Ketus KORMI yang baru,” ucapnya.

Menurut Nasir, setelah melalui sidang pemilihan Ketua KORMI maka terpilih secara aklamasi Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor sebagai Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan.

“Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terpilih berdasarkan musyawarah seluruh peserta, yang menunjuk gubernur secara aklamasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Madun, selaku Penerima mandat Gubernur Sahbirin Noor, untuk mewakili pada Pemilihan Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, Gubernur bersedia menjadi Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan, dan siap memajukan KORMI Kalimantan Selatan kedepannya.

“Gubernur bersedia menjadi Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sedangkan, lanjut Madun. untuk pelaksanaan pelantikan akan dilaksanakan pada pekan depan, yang rencananya akan dilakukan di Kiram.

“Kami meminta waktu untuk pelantikan,” ucapnya.

Sedangkan, Ketua KORMI Nasional Hayono Isman mengatakan, terpilihnya Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor sebagai Ketua KORMI ini, merupakan sejarah pertama untuk KORMI di tanah air. Gubernur menjabat sebagai Ketua KORMI.

“Terpilihnya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ini merupakan sejarah pertama di KORMI, gubernur menjabat sebagai ketua,” ujarnya.

Haryono berharap, dengan kepemimpinan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan ini, KORMI Provinsi Kalimantan Selatan akan semakin maju.

“Kami berharap masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan akan semakin gemar untuk berolahraga,” ucap Haryono. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Satu Nusa Satu Bangsa Satu Literasi

HULU SUNGAI TENGAH – KemenKominfo RI menggelar Webinar Literasi Digital untuk wilayah Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui zoom meeting, Senin (15/11) pagi.

Webinar berdurasi 120 menit tersebut dimoderatori Rio Brama, menghadirkan Keynote Speech Bupati HST H.Aulia Oktafiandi, Key Opinion Leader Farras Ardiana seorang Announcer Radio, TV, MC dan beberapa narasumber seperti Mardiana seorang Dosen, Iskandar Tsani Dosen IAIN serta M. Nazar Budiman Direktur Operasional SIT.

Iskandar, salah satu narasumber memaparkan Kecakapan Digital bertopik “Keterampilan Digital di Era Pandemi”.

Menurutnya, kreatifitas dan kemampuan dalam penggunaan teknologi digital saat ini sangat diperlukan, agar suatu masalah yang berkaitan dengan teknologi digital bisa terpecahkan dengan mudah seiring beradatasi pada perkembangan zaman.

“Ini hal hal yang harus dimiliki oleh generasi millenial terutama di era pandemi saat ini”, ucapnya.

Beberapa kecakapan digital yang perlu dimiliki dimasa pandemi COVID-19 diantaranya seperti kecakapan dalam menggunakan aplikasi yang mendukung pembelajaran, aplikasi digital marketing dan aplikasi menggunakan konten konten kreatif.

Dirinya menambahkan lima kompetensi digital yang dapat diupayakan salah satunya adalah komunikasi dan kolaborasi meliputi keterampilan berinteraksi, berbagi, terlibat dan bekerja sama melalui teknologi digital. (RILIS)

Kalsel Raih Posisi 4 Besar Peparnas Papua, Paman Birin: Membanggakan!

BANJARBARU – Perhelatan akbar  Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021, Sabtu (13/11) resmi ditutup langsung Presiden RI Joko Widodo.

Hasilnya tuan rumah Papua berhasil menjadi juara umum dengan meraih total 295 medali, dengan rincian 127 emas, 87 perak, dan 93 perunggu.

Angka ini mengungguli Jabar yang berada di posisi kedua dengan 110 emas, 92 perak, dan 75 perunggu. Jawa Tengah berada di urutan ketiga dengan 89 emas, 60 perak, dan 76 perunggu.

Dan paling mengejutkan posisi keempat ditempati Provinsi Kalimantan Selatan dengan rincian medali, 41 emas, 43 perak dan 47 Perunggu.

Untuk skala regional di Pulau Kalimantan, Kalsel tercatat satu satunya daerah yang berhasil masuk empat besar nasional peraih medali terbanyak.

Gubernur Kalimantan Selatan Dr. (HC) Sahbirin Noor S.Sos, MH, atau Paman Birin, saat dikonfirmasi mengungkapkan syukur mendalam atas keberhasilan tim dan  para  atlet perparnas Kalsel hingga mengharumkan nama baik daerah.

“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh para atlet, dan pelatih atas perjuangan hebat, meski di tengah keterbatasan mampu meraih prestasi gemilang.  Kami semua bangga dan salut,”  ucapnya, pada Minggu (14/11).

Paman Birin memuji semangat dan perjuangan para atlet Peparnas 2021, hingga mampu menyabet peringkat empat, daerah peraih medali terbanyak.

Gubernur kelahiran 12 November 1967 ini mengapresiasi perjuangan tanpa kenal lelah seluruh atlet, meski di tengah segala keterbatasan.

Gubernur Kalsel ini juga memuji keberhasilan Tim PON Kalsel di Papua 2021,  yang juga telah menorehkan perjuangan terbaik untuk daerah.

Pariano, peraih emas untuk cabang angkat berat  di Peparnas Papua, atas nama atlet mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Proviisi Kalsel, khususnya Gubernur Paman Birin yang menurutnya sangat peduli.

“Beliau tidak hanya memberikan semangat atau pembinaan, tapi juga mengerti keinginan para atlet,” ucapnya.

Ketua National Paralympic Comitte (NPC) Kalimantan Selatan Ahmad Firdaus, mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kalsel dan seluruh pihak, atas perhatian nyata kepada seluruh tim dan  atlet hingga mampu meraih prestasi terbaik.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo pada saat menutup secara resmi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021, mengucapkan selamat kepada seluruh para atlet paralimpik.

Presiden juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Papua  atas keberhasilan menggelar dua event besar,  Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional

“Selamat atas provinsi Papua atas semua prestasinya. Di Peparnas ini provinisi Papua juara umum, meraih medali terbanyak,” kata Jokowi dalam pidato penutupan di laman Sekretariat Presiden. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin : Lestarikan Olahraga Bernilai Sejarah dan Kepahlawanan

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengajak segenap komponen masyarakat untuk melestarikan olahraga bernilai sejarah kepahlawanan.

Hal itu disampaikan saat melepas peserta Gowes Ontel Joeang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, pada Sabtu (13/11) pagi.

Pelepasan ini berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalsel Banjarmasin.

Sebelum melepas peserta gowes, Sahbirin  menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas pecinta sepeda ontel yang menjadi peserta dalam kegiatan ini.

Menurut pria yang akrab disapa Paman Birin, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan untuk perjuangan para  pahlawan yang telah berkorban banyak hal demi kemerdekaan bangsa.

“Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Betapa luar biasa pahlawan dan pejuang kita yang telah mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, perasaan dan bahkan nyawa untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.

Dirinya berharap kegiatan gowes dalam rangka peringatan Hari Pahlawan ini dapat menjadi teladan untuk generasi penerus bangsa.

Karena menurut Paman Birin, meskipun saat ini berada di masa dan era yang berbeda,  semangat juang layaknya di era perjuangan harus tetap sama dan jangan sampai luntur.

Dirinya pun mengambil contoh pandemi COVID-19.

“Saat ini kita sedang menghadapi pandemi COVID-19. Kita butuh gotong royong, kerjasama serta tolong menolong, seperti yang dilakukan para pahlawan kita di masa yang lalu,” ingatnya.

Adapun rute kegiatan gowes hari ini dimulai dari titik 0 Kilometer, dan akan melewati tempat-tempat yang bersejarah bagi perjuangan para pahlawan Bumi Lambung Mangkurat.

Beberapa diantaranya adalah Monumen 9 November dan Monumen ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, yang juga merupakan makam Brigjen Hasan Basry. (BIROADPIM-RDM/RH)

Festival Kuntau Akan Digelar Hingga ke Tingkat Internasional

BANJAR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Silat Budaya Kalimantan Selatan (SBKS) menyelenggarakan Festival Kuntau Antar Perguruan se-Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (12/11).

Berpusat di Kiram Park, Kabupaten Banjar, kegiatan silat budaya ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diprogramkan oleh Pemprov Kalsel melalui Dinas Pemuda Olahraga provinsi Kalsel ini diikuti oleh 200 peserta dari 20 perguruan se-Kalsel.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dibacakan Kepala Dispora prov Kalsel Hermansyah disampaikan, berbagai macam seni bela diri di Indonesia termasuk Kuntau sangat baik untuk kembangkan. Karena di setiap ilmu bela diri juga diajarkan untuk membentuk karakter diri.

“Olahraga bela diri membentuk kita menjadi pribadi yang disiplin, pribadi yang tangguh, kuat dan memiliki daya saing,” katanya.

Olahraga Kuntau, lanjutnya, bukan sekedar seni bela diri tetapi juga merupakan bagian dari seni budaya Indonesia. Oleh karena itu pemuda di jaman sekarang harus terus melestarikan bela diri Kuntau ini, yang juga menjadi olahraga tradisional Kalimantan Selatan

“Mari kita lestarikan seni bela diri Kuntau dengan cara pembinaan atau event seperti festival yang kita laksanakan saat ini,” ajaknya.

Dalam sambutan tersebut pula, Gubernur Kalsel berharap pembinaan dan kejuaraan Kuntau di berbagai daerah di Kalsel dapat terus dilaksanakan. Sehingga dapat melahirkan bibit pesilat yang berprestasi dan nantinya dapat mengharumkan banua.

Disela kegiatan, Ketua Umum SBKS provinsi Kalimantan Selatan Supian HK mengatakan budaya lokal khususnya Kuntau, perlahan saat ini sudah mulai tergerus jaman. Oleh sebab itu Supian melanjutkan, pihaknya akan terus meningkatkan festival silat budaya ini hingga ke tingkat Internasional.

Ketua Umum SBKS prov Kalsel, Supian HK

“Agar tidak tergerus jaman maka akan terus kami tingkatkan, di tahun 2022 kita akan laksanakan festival tingkat Nasional lalu tingkat Internasional,” ucap Supian yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Kalsel ini.

Supian berpesan agar para peserta dan wasit dapat menjunjung sprotifitas dalam pertandingan. Karena festival Kuntau ini menurutnya, juga merupakan bentuk persahabatan antar perguruan se-Kalsel.

“Junjung sportifitas, jangan seperti gunting yang memisahkan, tetapi jadilah seperti kain yang menyatukan,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Perda RPPLH No 8 2020 Banjar, Diharapkan Jadi Acuan Rencana Pembangunan

BANJAR – Peraturan Daerah (Perda) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Nomor 8 Tahun 2020 ditetapkan pada 30 Desember tahun lalu, merupakan Perda yang mengatur rencana pembangunan jangka panjang, tata ruang dan tata wilayah. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar, kembali mensosialisasikan Perda tersebut kepada Instansi-instansi lingkup Kab Banjar pada Kamis (11/11) sore tadi.

Kepada sejumlah wartawan, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar Mursal mengatakan, dokumen RPPLH tersebut memuat tentang potensi Kabupaten Banjar dengan masalah-masalah lingkungan dan upaya-upaya yang harus dilakukan dalam bidang perlindungan dan pengelolaan. Sehingga RPPLH Nomor 8 Tahun 2020  menjadi dasar Kabupaten Banjar menyusun rencana pembangunan baik rencana jangka panjang, tata ruang dan tata wilayah.

“Sehingga pembangunan berkelanjutan yang kita laksanakan tetap menjaga kelestariannya dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan,” ucap Mursal.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kab Banjar Rizqi Amaliah Eka Safitri menyampaikan, RPPLH merupakan dokumen tertulis berisi perencanaan, potensi, pantauan lingkungan serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam kurun waktu tertentu. Dokumen tertulis dimaksud tujuannya untuk kepastian hukum, kelangsungan hidup mahluk hidup, pengendalian pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), dukungan antisipasi isu global, pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan serta peningkatan kesadaran pemerintah.

“Pelaku usaha dengan masyarakat juga diharap untuk berpartisipasi dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” tutup Rizqi. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Exit mobile version