17 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Perkuat Ideologi Pancasila, DPRD Kalsel Kembali Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan

2 min read

BANJARMASIN – Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dijadwalkan pada 22 – 24 November 2021.

Suasana Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan oleh Anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas

Salah satunya adalah Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas yang menggelar kegiatan tersebut di kawasan Jalan Meratus Kecamatan Banjarmasin Tengah, Senin (22/11) dengan menghadirkan sejumlah nara sumber yang berkompeten.

Suripno mengatakan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini sangat penting dan harus terus digaungkan kepada masyarakat banua saat ini.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan menangkal informasi-informasi negatif yang beredar di masyarakat khususnya melalui media sosial.

“Kita ingin mengkanter segala informasi negatif yang ada di masyarakat, dan meluruskan di sosialisasi wawasan kebangsaan ini,” katanya.

Oleh karena itu, tambah Suripno, pihaknya kembali melaksanakan sosialisasi ideologi Pancasila ini kepada para Ketua RT dan RW di Kota Banjarmasin.

” Harapan kita mereka bisa menyebarluaskan hasil sosialisasi ini kepada masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.

Sementara Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Kota Banjarmasin, Mukhlis Takwin yang hadir sebagai Nara Sumber dalam kegiatan tersebut meminta kepada ketua RT dan tokoh masyarakat agar mewaspadai masuknya paham luar negeri ke wilayahnya. Pasalnya, menurutnya tidam semua paham luar negeri tersebut cocok dengan budaya Banjar atau Indonesia pada umumnya.

“Kita ambil contoh paham individualistis yang sudah masuk dan harus ditangani dengan baik, dan paham mementingkan teori tanpa kebijakan yang berakar pada budaya kita, contohnya paham demokratis yang segala sesuatu diukur dar suara terbanyak padahal dalam Pancasila disebutkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijakan,” jelasnya.

Budaya individualistis, lanjut Mukhlis, dapat melunturkan semangat gotong-royong dan saling membantu yang dianut masyarakat Indonesia. Padahal sebagai ketua RT dan tokoh masyarakat, menurutnya perlu meningkatkan semangat bergotong-royong, bekerja bersama dan saling membantu.

“Maka dari itu kita minta ketua RT dan tokoh masyarakat yang diambil sebagai peserta agar pesan ideologi Pancasila ini bisa tersampaikan ke masyarakat dan dapat diterapkan di wilayah masing-masing,” ucapnya. (NRH/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.