Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Berkenalan dengan Seluk Beluk Dunia Digital

HULU SUNGAI TENGAH – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar Webinar Literasi Digital kali ini dengan tema ” Berkenalan Dengan Seluk Beluk Ruang Digital”untuk wilayah Hulu Sungai Tengah, Kalsel Senin (25/10/2021) pagi.

Salah satu narasumber Yunita memaparkan tentang ” Promosi Media Budaya Melalui Dunia Digital”menjelaskan bahwa dari data PBB populasi dari seluruh dunia ada 7,3 Milyar dimana 5,22 Milyar adalah pengguna mobile Phone, artinya lebih dari setengah populasi orang yang ada di dunia yaitu 66,6 persen dari populasi seluruhnya, ada juga pengguna internet yaitu 4,66 persen dari populasi yang ada.

“Yang disampaikan tadi adalah baru yang tercatat di PBB, jadi saat ini tidak menutup kemungkinan kita berkomunikasi dengan belahan dunia lain, komunikasi secara langsung di dunia digital, oleh karena itu terbuka kesempatan besar bagi kita mempromosikan budaya Indonesia di dunia digital” papar Yunita.

“Banyak waktu yang kita habiskan setiap harinya saat ini di dunia digital disinilah manfaat bisa diambil dengan mempromosikan budaya kita tadi, selanjutnya tentang eksistensi budaya Indonesia masih banyak promosi budaya Indonesia yang tidak disebarluaskan di dunia digital, jadi kita sebagai generasi muda, penerus bangsa, harus mempromosikan budaya agar dikenal bangsa luar atau bangsa kita sendiri dan jangan sampai budaya yang kita miliki justru diakui oleh bangsa lain” tekan

“Sebenarnya budaya sendiri dibagi dari beberapa poin yaitu, pikiran atau akal budi, sesuatu yang sudah berkembang, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar dirubah” ungkap Yunita.

“Kita ketahui bersama saat ini kita berada di era revolusi industri dimana juga berpengaruh terhadap perubahan budaya, pada era revolusi industri pertama sekitar abad ke 18 ditandai dengan penemuan mesin uap, saat itu alat tersebut digunakan sebagai industri tekstil saat itu, jadi kerja yang awalnya bergantung pada manusia dikerjakan oleh mesin uap ini, kemudian revolusi industri kedua sektar abad ke 20 ditandai dengan penemuan tenaga listrik perlahan tenaga uap pun digantikan oleh tenaga listrik, trus revolusi industri ketiga manusia tidak lagi memegang peranan penting dan ini dipicu oleh mesin yang berpikir dan bergerak secara otomatis yaitu komputer”tambahnya.

Webinar Literasi Digital wilayah Hulu Sungai Tengah menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi, Bupati Hulu Sungai Tengah ,Moderator Ovi Darin
Key Opinion Leader Eka Nugraha Enterpreneur, Founder of Lohjinawi
Narasumber :

  1. Yunita Anggota LDK UKMM ULM
  2. Lintang Ratri Rahmiaji. Dosen Komunikasi UNDIP, JAPELIDI
  3. Rizali, Guru SMPN 6 Barabai. (RILIS)

Kuliner Kampung Pelangi Resmi Dibuka, Walikota : Ini Upaya Meningkatkan Perekonomian Warga

BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin membuka secara resmi Kuliner Kampung Pelangi yang berlokasi di Kampung Pelangi, Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru, yang ditandai dengan pemukulan gong, Sabtu (23/10).

Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, dengan adanya Kuliner Kampung Pelangi ini diharapkan bisa mampu menjadi momentum kebangkitan sektor UMKM di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Keberadaan pusat kuliner ini sebagai langkah dan upaya dalam pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat untuk mencapai kemandirian, serta untuk lebih mengenalkan kuliner daerah dengan segala ciri khas atau keunikannya,” ucapnya.

Disampaikan Aditya pula, apresiasi dan dukungan yang tinggi atas dibukanya Kuliner Kampung Pelangi ini.

“Sore ini adalah yang kedua kuliner yang diresmikan. Dimana sebelumnya yang pertama bekerjasama dengan Bank Kalsel di Villa Mahatama Mandiri Juara di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin, dan hari ini yang kedua alhamdulillah di Kampung Pelangi, dan yang ketiga nantinya akan dibuka kawasan hutan pinus depan SMAN 2 Banjarbaru,” beber Wali Kota Banjarbaru.

Ia juga berharap dengan dibukannya kawasan kuliner di Kampung Pelangi ini, bisa membawa keberkahan untuk masyarakat sekitar dan bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar Kampung Pelangi.

“Jika dulu diawal-awal adanya Kampung  Pelangi ini orang-orang datang cuman untuk foto-foto. tentu dengan adanya kuliner Kampung Pelangi ini dapat meningkatkan orang yang berkunjung sambil menikmati kuliner yang ada disini,” harapnya.

Dengan letaknya yang strategis yang berada di destinasi wisata Kampung Pelangi, menurut Aditya, diharapkan pembukaan kuliner Kampung Pelangi ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung ke Kampung ini.

Diakhir sambutan, tak lupa, Wali Kota Banjarbaru yang akrab disapa Ovie ini selalu mengingatkan  agar semua mematuhi protokol kesehatan di setiap kegiatan dan akftifitasnya. Terlebih saat ini Kota Banjarbaru masih memberlakukan PPKM, yang berdampak pada aktifitas masyarakat mengalami pembatasan.

“Selalu patuhi protokol kesehatan, karena kita semua tidak ingin destinasi wisata di Banjarbaru menjadi klaster baru penyebaran COVID 19,” tutupnya.

Pada kesempatan itu Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin juga melepaskan ikan nila sebanyak 20 kilo gram di sungai sekitar Kuliner Kampung Pelangi yang juga menjadi rangkaian peresmian kuliner kampung pelangi tersebut.

Tampak hadir pada acara tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalsel  M. Lutfi Baihaqi, Kepala Bank Kalsel Cabang Banjarbaru Fachriza Noor Asli,  Kepala Dinas Pemuda olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru Hidayaturahman, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarbaru Muriani, Camat Banjarbaru Selatan Taufik Purwanto, Lurah Guntung Paikat  Tamsin serta undangan lainnya. (RDM/RH)

Kepiting Rajungan Tanjung Pangga Kotabaru Miliki Nilai Ekonomi Tinggi, Harga Tembus Jutaan

KOTABARU – Kepiting rajungan yang selama ini menjadi mata pencaharian warga di Desa Tanjung Pangga, Kotabaru, ternyata memiliki nilai ekonomi cukup tinggi bahkan menguntungkan.

Terlebih, komoditas itu juga diakui mampu menebus pangsa pasar dari ratusan hingga jutaan rupiah perkilogramnya.

M. Yani Helmi saat menyerahkan salinan perda kepada Kades Tanjung Pangga, Hendera Jainal Rahmadi.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menyampaikan, apabila pemanfaatan dapat dikelola secara baik dan maksimal. Maka, prediksi sebagai penyumbang dalam penerimaan di Desa Tanjung Pangga, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, bisa bernilai dolar.

“Seandainya komoditi ini bisa dimanfaatkan dari hulu ke hilir, mohon maaf harganya tidak segini, tetapi bisa bernilai harga ekspor. Jadi tidak Rp500.000 – Rp600.000 lagi, tidak menutup kemungkinan potensi tersebut sangat besar,” tuturnya, kepada Abdi Persada FM usai menjaring aspirasi (Reses) di Desa Tanjung Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru, Jumat (22/10) kemarin.

Selaku anggota DPRD Kalsel yang membidangi ekonomi dan keuangan itu menyampaikan kepiting yang hidup di hutan bakau di Desa Tanjung Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru,
mampu dimanfaatkan warga sekitar untuk bertahan hidup. Terlebih, mampu menghidupi kebutuhan sehari-hari para nelayan di daerah tersebut.

“Saya melihat memang wilayah ini sangat berpotensi besar untuk melakukan pembudidayaan kepiting rajungan bakau. Bahkan, kabarnya harga jual komoditi di sejumlah pasarnya pun juga bagus,” ucap anggota Komisi II DPRD Kalsel yang akrab disapa paman Yani.

Sementara itu, Kades Tanjung Pangga, Hendera Jainal Rahmadi mengungkapkan keuntungan yang didapatkan, diakuinya pernah mendapati harga hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

“Saya akui ini adalah komoditas yang sangat baik dan menjanjikan depannya bagi perekonomian masyarakat desa menuju pemulihan dimasa pandemi COVID-19. Bahkan, kepiting rajungan bakau ini perlu dilestarikan keberadaaan agar tetap bisa dinikmati hingga penerus kita,” ujarnya.

Meski sempat anjlok karena pandemi. Namun, dia mengungkapkan, kalau baru-baru tadi harga kepiting rajungan bakau kembali terjual normal di pasaran. Bahkan, berangsur-angsur mulai merangkak naik.

“Sempat harga perkilonya di pasaran sekitar Rp8.500 karena dampak dari COVID-19. Tetapi, setelah melandai dan berada di level 2, penjualannya naik secara drastis mulai dari Rp120.000 yang belum dikupas, kalau sudah dikupas cangkangnya untuk mendapatkan dagingnya mampu berkisar antara Rp550.000 – Rp650.000. Bahkan, bisa tembus diangka Rp1.000.000 apabila berhasil diborong oleh penikmat kepiting rajungan bakau,” paparnya.

Dirinya berharap, adanya uluran tangan atau bantuan serta pembinaan dari pemerintah daerah dalam mendorong pangsa pasar dari komoditi kepiting rajungan bakau tersebut. Supaya, perekonomian di desanya juga mampu bangkit dan pulih sesuai potensi hasil laut yang selama ini mampu dimanfaatkan.

“Mayoritas warganya disini selain memanfaatkan lahan untuk berkebun, sebagian juga ada nelayan jadi kami mengharapkan adanya penyuluhan hingga membina bagaimana agar budidaya ini mampu terealisasi secara baik dan berhasil,” ungkap Kades Tanjung Pangga. (RHS/RDM/RH)

Survei Membuktikan Tingkat Kesopanan Masyarakat Indonesia Bersosmed Terendah di Asia Tenggara

BANJARBARU – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar Webinar Literasi Digital kali ini dengan tema “Bijak Berinternet Jangan Asal Sebar “untuk wilayah Banjarbaru Kalimantan Selatan Sabtu ( 23/10/21) pagi.

Salah satu narasumber Yolanda Presiana Desi menjelaskan jika saat ini rata rata masyarakat Indonesia hampir 9 jam setiap hari menggunakan gedget dan lebih dari 3 jam digunakan di sosmed, itu lamanya lebih dari durasi masyarakat global, tentu ini merupakan waktu yang lama dari keseharian kita.

“Pertanyaannya sekarang, apakah dari durasi 9 jam tadi kita sudah menggunakannya dengan baik? maka kita diharuskan memahami Literasi Digital dalam berinternet, karena faktanya ada survei yang menyebutkan jika sosmed adalah tempat penyebaran Hoax paling tinggi dibandingkan media lainnya” ungkap Yolanda.

“Sungguh miris juga karena dari hasil survei Microsoft menyebutkan jika masyarakat Indonesia merupakan pengguna sosmed dengan tingkat kesopanan yang paling rendah di Asia Tenggara ,ini berbanding terbalik di survei lain mengatakan masyarakat Indonesia itu sopan,berubudaya, nah kenapa itu bisa terjadi? bisa dikarenakan meningkatnya Hoax yang bertebaran di sosmed”jelas Yolanda.

“Hasil survei juga menyebutkan jika Facebook menjadi media sosmed terbesar di Indonesia yang menjadi tempat penyebaran informasi Hoax, intinya bijaklah ketika bersosmed, saring sebelum sharing, cari data kebenaran sebuah informasi, jangan ikut memberikan komentar pada sebuah unggahan yang tidak jelas, dan perbanyak mencari fakta dari kebenaran berita di sosmed apalagi jika itu hanya kiriman atau postingan dari seseorang saja tanpa menyebutkan sumbernya” pesan Yolanda.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI wilayah Banjarbaru dengan : KEYNOTE SPEECH Wartono Wakil Walikota Banjarbaru
Moderator Ronald Andretti ,Key Opinion Leader Muhammad Faisal – Enterpreneur
NARASUMBER:
1.Radli Kurniawan Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru
2. Yolanda Presiana Desi,Sekolah Tinggi Multimedia, JAPELIDI
3. Didin Iis Wahyu Wabibah, Guru SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru. (RILIS)

Ikuti Webinar Literasi Digital, Indonesia Makin Cakap Digital

Salam Literasi!
Halo Sobat Milenial ✋🏻
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”
.
Yuk! Ikuti webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik-topik asik dan narasumber yang seru pastinya. Untuk besok, topik pembahasannya: Berkenalan dengan Seluk Beluk Ruang Digital
.
🗣️ KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi, S.T., MAppCom – Bupati HST

🗣️ MODERATOR Ovi Darin

🗣️ KEY OPINION LEADER Eka Nugraha – Enterpreneur, Founder of Lohjinawi

🗣️ NARASUMBER:
.
1. Yunita
■ Anggota LDK UKMM ULM
.
2. Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, S.Sos., M.Si.
■ Dosen Komunikasi UNDIP, JAPELIDI
.
3. Rizali, S.Pd.
■ Guru SMPN 6 Barabai
.
📝 SAVE THE DATE
📅 Senin, 25 Oktober 2021
⏰ 10.00 WITA / 09.00 WIB – Selesai
📱 Via Zoom Meeting
.
Fasilitas yang didapatkan :
📄 E-Sertifikat
💸 E – money untuk 10 Peserta Terpilih
🤝 Relasi baru
💡 Ilmu bermanfaat
.
LINK_ PENDAFTARAN
https://s.id/litdigHST2510

Polda Kalsel Sambut Kunjungan Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri

BANJARMASIN – Sebagai bentuk menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan memberi pemahaman soal HAM kepada anggotanya.

Hal itu dibuktikan dengan dilaksanakannya Sosialisasi Penyegaran Pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) Bagi Anggota Polri Polda Kalsel oleh Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri Irjen Pol Rahmat Mulyana, Jum’at (22/10).

Acara yang berlangsung di Rupatama Polda Kalsel ini dihadiri Kapolda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, para Pejabat Utama Polda Kalsel dan Kapolres/Ta Jajaran Polda Kalsel.

Sementara rombongan yang mendampingi Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri diantaranya Nurkholis (Penasehat Ahli Kapolri Bid HAM), Kombes Pol Setiyono, AKBP Sutoyo, Penata TK. I Ahmad Gustomi, dan Roichatul Aswidah.

Disampaikan Irjen Pol Rahmat Mulyana, dalam arahannya, dengan ditanamkannya pemahaman soal menjunjung tinggi HAM, maka kedepannya tidak ada lagi celah-celah terjadinya pelanggaran HAM.

“Pemahaman HAM diberikan kepada personel Polri mulai dari pelaksana sampai pimpinan. Sehingga, di lapangan potensi pelanggaran HAM bisa dihilangkan,” katanya.

Mantan Kapolda Kalsel ini mengatakan Korps Bhayangkara akan berpegang teguh menjaga HAM dalam menjalankan tugas menciptakan dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Lebih lanjut, dia juga menyambut baik Memorandum of Understanding (MoU) Tentang Penegakan HAM di Indonesia. Sebab menurutnya, nota kesepahaman itu juga menjadi wadah pertukaran data dan informasi, penggunaan Labfor dan Inafis.

“Saya menyambut baik perpanjangan nota kesepahaman antara Komnas HAM RI dan Kepolisian. Kerjasama yang ada bisa dimanfaatkan dan diperlukan untuk proses penyelidikan Komnas seperti Inafis, Labfor dan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga sebagai wujud nyata dari transparansi Polri.

Sementara itu di kesempatan yang sama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto pun menyambut hangat kunjungan Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri beserta rombongan dan mengucapkan selamat datang di Polda Kalsel.

Kapolda menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan melalui pemahaman HAM di tengah situasi dan tantangan yang semakin kompleks yang dihadapi Polri.

Dia pun berpesan kepada seluruh personel Polda Kalsel agar melaksanakan tugas dan kewenangan yang diberikan secara konsisten, humanis dan menjunjung tinggi HAM. (POLDA.KALSEL-RIW/RDM/RH)

2022, TPAS Regional Banjarbakula Akan Kenakan Tarif Pembuangan Sampah

BANJARBARU – Sebagai implementasi dari kesepakatan bersama yang sudah dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor bersama Bupati dan Walikota yang tergabung dalam Banjarbakula, Dinas Lingkungan Hidup (LH) provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan perwakilan dari 5 kabupaten kota di Kalimantan Selatan melakukan penandatanganan perjanjian tentang kompensasi pemrosesan sampah pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) regional Banjarbakula, Jumat (22/10).

Proses penadatangan kesepakan Kadis LH prov Kalsel Hanifah Dwi Nirwana (kerudung) bersama perwakilan regional Banjarbakula

Kepala Dinas Lingkungan Hidup provinsi Kalimantan Selatan Hanifah Dwi Nirwana mengatakan pihaknya bersama dengan perwakilan dari kabupaten kota yang tergabung dalam Banjarbakula telah sepakat untuk memberlakukan tarif pembuangan sampah di TPAS regional Banjarbakula mulai awal Januari 2022.

“Mengingat kesepakatan ini ditetapkan pada akhir tahun sehingga kita sudah sepakati sejak fase diskusi mengenai harga tarif maka kita tetapkan pemberlakuan tarif di mulai pada Januari 2022,” terang Hanifah.

Sejak diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada awal tahun 2020 lalu, pemberlakuan tarif seharusnya sudah diterapkan sejak tahun 2021. Namun Hanifah menjelaskan alasan pemberlakuan tarif di tahun 2022 diakibatkan objek dan subjek yang tidak memungkinkan untuk masuk kedalam Perda. Sehingga dari Kementrian Dalam Negeri memberikan solusi untuk menetapkan tarif melalui perjanjian keputusan bersama.

“Jadi dalam perjanjian tersebut sudah sebagai dokumen untuk operasional dengan besaran tarif sebesar 65 ribu Rupiah per ton nya” jelas Hanifah.

Selain itu Hanifah membeberkan di tahun 2022 pihaknya juga akan meningkatkan pelayanan dengan menambah jam operasional TPAS regional Banjarbakula mulai dari pukul 6 pagi hingga pukul 6 sore. Dimana sebelumnya mulai dari jam 08.00 – 16.00 WITA.

“Karena teman teman dari kabupaten banyak yang keberatan dengan jam operasional dari jam 8 pagi yang seringkali menyebabkan antrean, maka kita sepakati untuk menambah jam operasional di tahun 2022 mendatang,” tutup Hanifah. (TR21-01/RDM/RH)

Bangkitkan Pariwisata, Gubernur Kalsel Apresiasi 3 Event Yang Dilaksanakan Dispar

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan mengapresiasi, langkah Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, 3 event di bulan Oktober 2021 ini, mulai dari South Kalimantan Travel Mart (Suka Travel Mart), Travel Fair, dan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, agar semakin mampu membangkitkan kepariwisataan.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rozali Anwar dalam acara pembukaan Festival wisata budaya pasar terapung, Jumat sore (22/10) menyampaikan pihaknya sangatlah mengapresiasi, dengan harapan kedepan tingkat kunjungan wisatawan, baik penduduk lokal, luar daerah, hingga mancanegara akan terjadi peningkatan secara signifikan, namun tetap ketat menerapkan protokol kesehatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rozali Anwar, saat memberikan sambutan

“Pandemi COVID-19 sangatlah berdampak dengan ekonomi dan pariwisata, melalui tiga event ini, dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin memyampaikan kegiatan festival wisata budaya pasar terapung berlokasi di siring nol kilometer kota Banjarmasin ini, digelar tanggal 22 – 24 Oktober 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, saat diwawancara awak media

“Hari pertama digelar atraksi 100 acil jukung, dilanjutkan hiburan kelompok kesenian, dan lomba jukung hias antar SKPD. Kemudian dilanjutkan berbagai lomba seperti fashion karnaval dan pawai budaya, lomba kelotok hias dan lomba kampung Banjar, lomba foto, lomba video, lomba acil jukung, dan lomba jukung ber-6,” jelasnya

Syarifuddin menambahkan, saat ini juga telah dipersiapkan stand perwakilan dari 13 Kabupaten dan Kota, berbagai kuliner khas dari daerah disajikan. Diantaranya, pisang gapit, apam serabi, petah dan mie kuah. Kemudian makanan ringan yang bisa dijadikan buah tangan, serta kain sasirangan, dengan harapan dapat nantinya mempromosikan produk masing-masing.

“Berbagai stand disediakan yang berada di halaman kantor Gubernur lama Banjarmasin,” tutupnya.

Untuk diketahui, acara pembukaan Festival wisata budaya pasar terapung, selain dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rozali Anwar, juga dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Muhammad Noor, perwakilan kepala daerah kabupaten/kota, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, beberapa SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi, serta kabupaten dan kota. (NHF/RDM/RH)

Peringatan Maulid di Diskominfo Kalsel : Sambut Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW Dengan Perbanyak Sholawat

BANJARBARU – Dinas komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad shallallahu Alaihi Wasallam di lobbi kantor Diskominfo Kalsel, Jumat (22/10).

Peringatan lahirnya Nabi akhir zaman di instansi ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Qori Kalsel Abdurrahman serta ceramah agama yang disampaikan Habib Hafizh Bin Abdullah Al-Qadri.

Kepala Diskominfo Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai dalam sambutannya menyampaikan, peringatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di SKPD ini. Ia juga berpesan agar Nabi Muhammad SAW dapat menjadi tauladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Mari kita bersama-sama mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara dalam ceramahnya, Habib Hafizh menyampaikan tentang bagaimana sebaiknya sikap ummat muslim dalam menyambut bulan Maulid atau Rabiul Awal. Yakni dengan menunjukkan kegembiraan dalam beribadah termasuk ibadah-ibadah Sunnah.

“Jika kita biasa saja melihat orang bermain HP berjam-jam. Biasa saja melihat orang nongkrong begitu lamanya. Begitulah juga seharusnya kita dalam merayakan kelahiran Nabi, bergembira dengan memperbanyak ibadah,” ujarnya.

Habib Hafidz menambahkan, kalangan orang-orang Sholeh apabila datang bulan Rabiul Awal, maka akan memperbanyak sholawat. Hal ini ujarnya juga seharusnya menjadi bahan untuk ditiru oleh ummat muslim lainnya.

“Diantara orang-orang Sholeh, rutinan amalan mereka bersholawat tidak kurang dari 10.000 kali dalam sehari. Ketika datang Rabiul Awal maka ditingkatkan menjadi 50.000 kali dalam sehari,” tambahnya.

Dihadapan jamaah yang merupakan ASN dan pegawai di lingkup Diskominfo Kalsel, Habib Hafidz juga memberikan nasehat agar bisa menauladani Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam bersama sahabat dalam menjalani kehidupan agar menjadi bekal di akhirat kelak.

“Nabi dan sahabat juga melihat langit yang sama dengan kita, tidak berbeda. Namun perjuangan mereka untuk hal yang mulia. Berbeda dengan saat ini, seakan hidup selamanya hingga terus mengejar dunia dari bangun tidur hingga tidur lagi,” terangnya. (ASC/RDM/RH)

Meski Mulai Hujan, Karhutla Masih Sering Terjadi di Kalsel

BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan masih terus fokus dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meski intensitas hujan mulai meningkat akhir-akhir ini.

Bahkan menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel, Abriansyah Alam, pihaknya masih akan melakukan penambahan armada helikopter water bombing.

“Heli water bombing yang beroperasi di Kalsel saat ini ada delapan. Pekan depan ada satu lagi yang mau tiba,” katanya belum lama tadi.

Dia mengungkapkan, heli water bombing masih sangat diperlukan di Banua. Meski, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah merilis bahwa sebagian besar wilayah Kalsel sudah memasuki musim hujan.

“Walaupun hujan, panas dua hari saja titik api langsung muncul,” ungkapnya.

Terlebih ujar Alam, daerah Hulu Sungai titik api selalu bermunculan setiap harinya.

“Pemadaman di sana harus menggunakan heli, karena jaraknya sangat jauh,” sebutnya.

Alam mengungkapkan, pemadaman api masih berkonotasi pada pencegahan, yakni mengecilkan api yang besar, dan memadamkan api yang kecil. Hal ini dilakukan tidak lain agar tidak sampai muncul kabut asap.

“Kalau cuaca panas, semua heli pasti terbang. Karena ada sejumlah titik api muncul,” ungkapnya.

Terkait waktu status darurat Karhutla di Kalsel dijelaskan Alam masih cukup panjang, yakni hingga 30 November 2021. Sehingga satgas baik darat maupun udara masih terus fokus dalam penanggulangan Karhutla.

Status darurat baru akan dicabut jika hujan turun secara normal dan tanpa ada anomali cuaca,” jelasnya.

Sementara itu, Helicopter Landing Officer (HLO) Heli Patroli, Imam S juga menuturkan, wilayah Kalsel masih rawan terjadi karhutla. Meski musim hujan telah tiba.

“Kalau tidak hujan, biasanya titik api muncul di atas jam 12 siang,” tuturnya.

Heli patroli kata Imam, hingga kini masih berpatroli seperti biasanya. Yakni, pagi dan siang hari.

“Ada tiga heli patroli. Kalau pagi ada dua yang berpatroli, dan siang satu unit,” katanya. (ASC/RDM/RH)

Exit mobile version