24 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Meski Mulai Hujan, Karhutla Masih Sering Terjadi di Kalsel

2 min read

Helikopter Water Bombing dan Patroli di Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan masih terus fokus dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meski intensitas hujan mulai meningkat akhir-akhir ini.

Bahkan menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel, Abriansyah Alam, pihaknya masih akan melakukan penambahan armada helikopter water bombing.

“Heli water bombing yang beroperasi di Kalsel saat ini ada delapan. Pekan depan ada satu lagi yang mau tiba,” katanya belum lama tadi.

Dia mengungkapkan, heli water bombing masih sangat diperlukan di Banua. Meski, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah merilis bahwa sebagian besar wilayah Kalsel sudah memasuki musim hujan.

“Walaupun hujan, panas dua hari saja titik api langsung muncul,” ungkapnya.

Terlebih ujar Alam, daerah Hulu Sungai titik api selalu bermunculan setiap harinya.

“Pemadaman di sana harus menggunakan heli, karena jaraknya sangat jauh,” sebutnya.

Alam mengungkapkan, pemadaman api masih berkonotasi pada pencegahan, yakni mengecilkan api yang besar, dan memadamkan api yang kecil. Hal ini dilakukan tidak lain agar tidak sampai muncul kabut asap.

“Kalau cuaca panas, semua heli pasti terbang. Karena ada sejumlah titik api muncul,” ungkapnya.

Terkait waktu status darurat Karhutla di Kalsel dijelaskan Alam masih cukup panjang, yakni hingga 30 November 2021. Sehingga satgas baik darat maupun udara masih terus fokus dalam penanggulangan Karhutla.

Status darurat baru akan dicabut jika hujan turun secara normal dan tanpa ada anomali cuaca,” jelasnya.

Sementara itu, Helicopter Landing Officer (HLO) Heli Patroli, Imam S juga menuturkan, wilayah Kalsel masih rawan terjadi karhutla. Meski musim hujan telah tiba.

“Kalau tidak hujan, biasanya titik api muncul di atas jam 12 siang,” tuturnya.

Heli patroli kata Imam, hingga kini masih berpatroli seperti biasanya. Yakni, pagi dan siang hari.

“Ada tiga heli patroli. Kalau pagi ada dua yang berpatroli, dan siang satu unit,” katanya. (ASC/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.