BSI RO IX Kalimantan Distribusikan 2.136 Hewan Kurban di Wilayah Kalimantan
Banjarmasin — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui Regional Office IX Kalimantan, memperkuat komitmen sosial Perseroan menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, melalui distribusi hewan kurban di wilayah Kalimantan.
Tahun 2026 ini, BSI RO IX Kalimantan mencatat total kurban sebesar Rp4.164.650.313, atau setara dengan 2.136 ekor kambing/hewan kurban. Jumlah tersebut menjadi bagian dari kontribusi BSI RO IX Kalimantan terhadap program kurban BSI secara nasional, dengan porsi kontribusi sebesar 8,69 persen.
Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat mengatakan, bahwa momentum Iduladha menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama di wilayah Kalimantan.
“Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga tentang semangat berbagi, kepedulian, dan pemerataan manfaat bagi masyarakat. Melalui program ini, BSI RO IX Kalimantan ingin memastikan bahwa keberadaan BSI dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya saudara – saudara kita yang membutuhkan,” ujar Sefudin.
Ia menambahkan, seluruh proses penyaluran hewan kurban memerhatikan aspek kesehatan, kelayakan, serta standar penyembelihan yang berlaku.
“Seluruh hewan kurban yang disalurkan dipastikan dalam kondisi sehat dan prima, serta memenuhi standar dari Rumah Potong Hewan atau RPH dan Dinas Peternakan setempat. Hal ini penting agar ibadah kurban dapat terlaksana dengan baik, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi penerima,” ujarnya.
Menurut Sefudin, wilayah Kalimantan memiliki karakter geografis yang luas, sehingga penyaluran hewan kurban membutuhkan koordinasi yang baik agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
“Melalui penyaluran hewan kurban ini, BSI RO IX Kalimantan ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan. Ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus hadir tidak hanya sebagai institusi keuangan syariah, tetapi juga sebagai sahabat sosial masyarakat,” katanya.
Kegiatan kurban BSI RO IX Kalimantan menjadi bagian dari kontribusi keseluruhan nasional BSI. Berdasarkan data kurban BSI 2026, secara nasional total penghimpunan kurban mencapai Rp47.959.137.913, atau setara dengan 24.593 ekor kambing/hewan kurban.
Hingga periode pelaporan tersebut, realisasi program kurban nasional telah mencapai 87,19 persen dari target kurban 2026.
Program kurban BSI tahun ini, juga didukung akselerasi transformasi digital melalui aplikasi BYOND by BSI dan kartu pembiayaan BSI Hasanah Card, serta kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi.
Melalui kanal digital tersebut, masyarakat dapat lebih mudah berpartisipasi dalam ibadah kurban dengan pilihan harga yang inklusif, mulai dari sekitar Rp1,9 juta untuk kambing.
Kemudahan akses digital dan variasi harga hewan kurban yang terjangkau menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berkurban melalui BSI.
Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem bisnis berkelanjutan Perseroan.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menegaskan, bahwa perbankan syariah harus mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
“Perbankan syariah hadir untuk membawa kemaslahatan yang lebih luas. Kinerja positif yang berhasil diraih BSI harus berbanding lurus dengan peningkatan volume ZISWAF, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan umat, salah satunya melalui pemerataan distribusi hewan kurban ini,” ungkap Anggoro.
Selain memberikan manfaat sosial, program kurban BSI juga menciptakan multiplier effect bagi sektor UMKM peternakan. Secara nasional, BSI melibatkan peternak lokal, termasuk UMKM dan desa binaan BSI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
BSI juga menerapkan distribusi hewan kurban yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui penggunaan besek bambu sebagai bagian dari komitmen sustainability Perseroan. Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat duafa, wilayah terdampak bencana, pesantren, serta masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah. (BSI-RIW/EPS)
