29 November 2023

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Selama September, Ketersedian Oksigen di Seluruh Rumah Sakit Daerah di Kalsel Aman

2 min read

Ilustrasi tabung oksigen

BANJARBARU – Dengan banyaknya pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen di setiap rumah sakit daerah di Kalsel, membuat stok oksigen di daerah ini terus menipis bahkan menjadi langka beberapa waktu yang lalu. Namun pada pertengahan Agustus, Pemerintah Provinsi Kalsel mendapat bantuan stok oksigen dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), SKK Migas wilayah Kalimantan Sulawesi (KalSul), serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), membuat stok oksigen di daerah ini mencukupi hingga bulan September.

Hal ini disampaikan, Tim satuan tugas (Satgas) Oksigen Provinsi Kalsel Mahyuni, Kepada Abdi Persada FM, Selasa (7/9) Sore.

Tim satuan tugas (Satgas) Oksigen Provinsi Kalsel Mahyuni

Disampaikan Mahyuni, dengan banyaknya bantuan pasokan suplai oksigen yang diterima Pemerintah Provinsi Kalsel, membuat pasokan oksigen di daerah ini dapat bertahan hingga bulan September, bahkan pasokan oksigen ini akan terus berdatangan, mengingat sifat penyuplaian yang terus menerus.

“Sekarang ketersediaan oksigen di rumah sakit sudah aman hingga beberapa hari ke depan atau lambangnya hijau,” ucap Mahyuni.

Mahyuni melanjutkan, stok oksigen di Kalimantan Selatan sendiri rincinya sekitar 270 ton sejak akhir Agustus lalu hingga kini. Dengan penurunan kasus COVID-19 di Kalsel maka penggunaan oksigen juga mulai menurun.

“Alhamdulillah Kasus COVID-19 di Kalsel sudah menurun, sehingga kebutuhan oksigen di setiap rumah sakit pun juga ikut menurun,” lanjut Mahyuni.

Diungkapkan Mahyuni, Dari 100 Persen suplai oksigen, kebutuhan oksigen yang dipakai seluruh rumah sakit di Daerah Kalsel hanya berkisar 26-27 persen saja, dan sisanya yang berkisar 73-74 persen dipakai Industi Perkapalan dan Infrastruktur.

“Kalau normalnya sebelum pandemi seluruh rumah sakit hanya menghabiskan 26-27 persen oksigen dari 100 persen stok oksigen di daerah ini, namun karena pandemi sehingga membuat kebutuhan oksigen meningkat hingga dua kali lipat,” lanjut Mahyuni.

Diungkapkan Mahyuni, untuk mengisi ketersedian stok oksigen, tabung-tabung oksigen yang telah kosong akan dikumpulkan dan dikirim ke luar daerah untuk diisi kembali, sehingga suplai oksigen di Kalsel akan terus berkelanjutan dan tidak mengalami lagi kekurangan.

“Tabung oksigen yang ada di rumah sakit itu 11 KG, tabung oksigen merupakan pinjaman jadi apabila oksigen ditabung telah kosong maka tabung tadi akan dikirim kembali dan diisi ulang sehingga ini akan berkelanjutan dan tidak terjadi kekurangan oksigen lagi,” tutup Mahyuni. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.