14 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Stok Oksigen Berangsur Normal, 4000 Pekerja Industri Perkapalan Kembali Berkerja

2 min read

Ilustrasi Industri Perkapalan

BANJARBARU – Akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyaknya Pasien rawat inap di setiap rumah sakit membutuhkan oksigen, membuat penggunaan stok oksigen rumah sakit di Kalsel meningkat dan menyebabkan pasokan oksigen di daerah ini mengalami kelangkaan, hal ini juga berdampak terhadap industri perkapalan yang membutuhkan pasokan oksigen untuk memotong plat baja, terpaksa memutus hubungan kerja dengan 4000 lebih pekerja di industri perkapalan. Dan pada Agustus- September ini, suplai oksigen di Kalsel sudah mulai kembali Normal dan membuat 4000 pekerja di Industri perkapalan kembali bekerja.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni, pada Selasa (7/9) sore. Disampaikan Mahyuni, meski di bulan Agustus-September suplai oksigen di Kalsel sudah kembali normal, namun masih dengan pasokan oksigen industri yang terbatas, akan tetapi sebanyak lebih dari 4000 pekerja industri perkapalan dan rekayasa konstruksi di Kalsel yang dulu nya di PHK sekarang kembali mulai bekerja.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni

“Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel mencatat sebelumnya lebih dari 4000 pekerja industri perkapalan dan rekayasa konstruksi harus dirumahkan akibat krisis oksigen di Kalsel, krisis oksigen membuat pemerintah menyetop pasokan oksigen untuk industri. Akibatnya industri perkapalan dan rekayasa konstruksi harus berhenti beroperasi,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni yang juga menjabat sebagai Satgas Oksigen Kalsel ini juga menyampaikan, meskipun pasokan oksigen sudah mulai normal, namun stok oksigen di daerah ini diprioritaskan untuk kebutuhan medis.

“Sekarang mulai kita pasok oksigen untuk industri karena stok oksigen kita sudah berlebih, namun tetap prioritas untuk medis, Jika dahulunya oksigen yang diberikan untuk industri bisa 100 tabung, kini oksigen yang diberikan untuk industri hanya setengahnya sekitar 50 tabung per hari,” ungkap Mahyuni.

Dilanjutkannya, sejak 1 September tadi, atas kebijakan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang memperbolehkan oksigen disalurkan untuk industri apabila ketersediaan oksigen untuk medis sudah aman. Hal itu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian dan perindustrian di Kalsel.

“Apabila suplai oksigen untuk industri terus disetop maka dikhawatirkan akan berdampak bagi pekerja dan keluarganya. Sehingga meskipun sedikit, namun industri perkapalan dan rekonstruksi akan mendapat suplai oksigen,” tutup Mahyuni. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.