Pemkab Banjar Buka Konsultasi Publik RDTR

BANJAR – Penataan tata ruang ditujukan untuk menciptakan penyelenggaraan pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan sehingga tercipta pemanfaatan ruang yang berkualitas. Didalam RDTR tersirat upaya-upaya dalam aspek penanganan lingkungan, pembangunan ekonomi, pemerataan, keadilan dan peningkatann kesejahteraan masyarakat. Demikian dikatakan Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur saat membuka resmi kegiatan Konsultasi publik Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perkotaan Gambut – Kertak Hanyar tahun anggaran 2021, oleh Dinas PUPR Banjar, di salah satu hotel dikawasan Kertak Hanyar, Selasa (2/10).

Disampaikan Saidi Mansyur, sesuai PP No 21 tahun 2021 tentang penyelenggaraan penataan ruang RDTR harus memegang prinsif pembangunan berkelanjutan dan bersinergi dengan seluruh aspek, mengacu pada tata ruang wilayah kabupaten serta dilaksanakan sesuai norma, standar dan kriteria.

Bupati Kabupaten Banjar, Saidi Mansyur

Penyusunan RDTR perkotaan Gambut dan Kertak Hanyar menjadi sangat penting mengingat dalam PP No 13 tahun 2017 tentang RTRW Nasional. Terdapat 8 wilayah di Kabupaten Banjar yang termasuk dalam wilayah stategis nasional Banjarbakula termasuk Gambut dan Kertak Hanyar.

“RDTR harus memprioritaskan kesejahteraan rakyat dan melakukan terobosan penataan yang solutif dan humanis. Oleh karena itu masing OPD, desa/kelurahan, stakeholder dan pengusaha agar hal ini bisa menjadi catatan dan rekomendasi sebagai bahan penyususan RDTR perkotaan Gambut Kertak Hanyar,” ucap Saidi Mansyur.

Sementara itu, Sekda Banjar Mokhammad Hilman mengatakan, diskusi ini sangat penting mengingat kalsel sebagai penyangga ibukota negara. Jika nantinya Kota Banjarmasin sudah penuh maka kawasan Gambut dan Kertak Hanyar menjadi pilihan untuk hunian. Maka dari itu luasan kapling maksimal untuk perumahan juga perlu dibicarakan dengan para pengembang.

“Diskusi ini memberikan gambaran kedepannya, mengingat kalsel sebagai penyangga ibukota negara. Sehingga dapat membangun Kwasan Gambut dan Kertak Hanyar,” ucap Mokhammad Hilman.

Untuk diketahui, Konsultasi publik yang di pimpin oleh Sekda Kah Banjar M Hilman ini, juga dihadiri Anggota Komisi III DPRD Banjar Iwan Bora, Camat Gambut dan Kertak Hanyar,  sejumlah Kepala SKPD Banjar, dan para Pengusaha. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin: Keterampilan Yang Wajib Dikuasai di Era 4.0

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Keterampilan yang Wajib Dikuasai di Era 4.0” di Kota Banjarmasin, Selasa (2/11/2021) pukul 14.00 WITA. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Ronald Andretti, yang menghadirkan narasumber pertama Ratyuhono Linggar Putra, dengan materi tentang ‘Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital.’

Ratyuhono menuturkan, pergeseran media berpendapat saat ini berupa teknologi digital menciptakan negara Demokrasi yang partisipatif.

“Kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hak setiap manusia dan diatur dalam UUD 1945 ayat 3,” ucapnya.

Dijelaskan Ratyuhono, kebebasan berpendapat yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Opini. Harus berlandaskan fakta atau data dan dapat dipertanggungjawabkan jika tidak maka akan memunculkan hoax.
  2. Kritik. Pada dasarnya merupakan suatu hal atau tindakan yang baik, ketika dilakukan dengan tidak menyinggung atau menyakiti perasaan.
  3. Fitnah dan ujaran kebencian. Jelas hal yang negatif dapat berujung pada pencemaran nama baik.

Kemudian, tips menyatakan pendapat di media digital ialah:

  1. Hindari opini provokatif.
  2. Mengetahui isu secara detail.
  3. Memikirkan kembali pendapat.
  4. Menyampaikan dengan sopan dan santun.
  5. Perhatikan peraturan pemerintah.

“Ada atau tidak adanya hukum atau aturan maka kita tetap harus menghormati, bijak, dan paham beretika di media sosial,” tuturnya.

Narasumber kedua Naimah dengan materi tentang ‘Berdakwah Indah di Ruang Digital’.

Naimah mengatakan, pendidikan yang memperkuat pondasi pola pikir generasi bangsa agar tidak mudah terpengaruh dampak negatif dunia maya salah satunya adalah dengan cara berdakwah.

Dakwah lewat media online yaitu, kalian bisa memanfaatkan sosial media yang ada seperti Facebook, WA, Instagram, Twitter, YouTube dan lainnya untuk berbagi kebaikan.

“asal selalu bijak dalam menggunakan sosial media,” tuturnya.

Kemudian, yang perlu diperhatikan ialah Etika berdakwah di ruang digital yakni, niat karena Allah, menjaga akhlak mulia, isi dakwah bisa dipertanggungjawabkan, dan mampu menimbang manfaat dan mafsadat.

Selanjutnya narasumber ketiga Bara Zulfa dengan materi tentang ‘Tips dan Trik Menghindari Penipuan Digital’.

“Perkembangan teknologi digital tidak bisa kita hindari, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita mulai dari belajar bermain bahkan berbelanja dan menemukan jodoh pun kita menggunakan teknologi digital. Selain kita mahir dalam menggunakan produk digital kita perlu juga mahir dalam kemampuan literasi keamanan digital,” tuturnya.

Seiring perkembangan teknologi digital, berkembang pula dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut seperti pencurian data diri, penipuan peralatan komputer baik pribadi maupun organisasi yang semakin hari semakin marak terjadi.

Oleh karena itu kesadaran akan efek negatif tersebut atau yang disebut dengan literasi keamanan digital harus dimiliki oleh setiap pengguna teknologi digital agar tidak terkena dampak negatif atau minimal mengurangi angka korban dari dampak negatif teknologi digital.

Kemudian, selain SMS penipuan via sosial media juga kian aktif ada banyak akun-akun media palsu dengan konten dan profil yang sangat mirip dengan akun perusahaan resminya. Contoh saja penipuan makin canggih mereka memancing korban dengan cara pasang iklan berbayar di Facebook dan Instagram.

“Jadi yang harus kita lakukan adalah jangan langsung percaya, pastikan jenis undiannya berasal dari mana, jikalau diminta untuk transfer uang terlebih dahulu sudah dipastikan undian palsu, dan laporkan kepada yang berwajib,” ucapnya.

Jika sudah terlanjur maka hubungi call center Bank yang digunakan pelaku penipuan, lalu laporkan rekening pelaku ke cekrekening.id, pastikan pelaku tidak memakan korban lagi dengan melaporkan ke lapor.go.id kemudian buat laporan ke E commerce yang bersangkutan.

Terakhir narasumber Aulia Hayati dengan materi tentang ‘Hidup Produktif di Era Digital’.

Ia menjelaskan, revolusi industri 4.0 merupakan fenomena yang mengkolaborasikan teknologi cyber dan teknologi otomatisasi.

Konsep penerapannya berpusat pada konsep otomatisasi yang dilakukan oleh teknologi tanpa memerlukan tenaga kerja manusia dalam proses pengaplikasiannya.

“Mulai dari diri sendiri temukan motivasi yang kuat untuk menjadi produktif,” ucapnya.

5 hal untuk menjadi produktif ialah, mulai dari hal kecil, mau belajar, membangun komunikasi yang sehat, lingkungan yang tepat, dan now wasting time no killing Time. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Nyaman di Ruang Digital

HULU SUNGAI TENGAH – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Nyaman di Ruang Digital, Tangkal Ujaran Kebencian” untuk wilayah Hulu Sungai Tengah, Selasa (2/11/21) siang.

Salah satu narasumber Linda Widiyachristy  dalam materinya Digital Culture mengatakan dalam beliterasi digital harus diingat ada beberapa nilai – nilai yang sering terlupakan, kemudian ada beberapa macam cara memperkenalkan budaya di platform dunia digital.

“Kalo kita pandai melihat peluang, kita ini sangat kaya kita bisa melihat peluang untuk memperkenalkan budaya ke platform digital, kemudian bisa juga budaya lokal dijadikan konten positif bisa menggunakan medsos, juga aplikasi lainnya” ujar Linda.

“Secara non literal bagaimana kita bersikap di dunia digital mencerminkan budaya kita? maka bisa kita menjadi warga global dalam dunia digital tentu saja jangan melupakan id kita Indonesia agar orang di dunia digital mengetahuinya”tekan Linda.

Kemudian Linda juga berpesan dalam budaya digital atau Digital Culture , kita jangan sampai terbawa arus  globalisasi, jangan sampai kita melupakan budaya kita karena budaya kita sangatlah luar biasa, jangan sampai malah menjadikan penyakit mental bagi kita, hanya untuk sebuah sensasi, juga coba lihat apa yang ada di sekitar kita karena itu bisa menjadi peluang, jadi sedari sekarang kita bisa memanfaatkan paltform ruang digital untuk memperkenalkan budaya kita ke ruang digital.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI wilayah Hulu Sungai Tengah menghadirkan KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi, Bupati HST, Moderator Dika Putra Wijaya, KEY OPINION LEADER Amanda Nadzario,- Presenter, MC, Singer, & Duta PTKIN Indonesia, kemudian dengan narasumber:
1. Nanik Puspitasari
Pendidik & Pustakawan
2. Linda Widiachristy
Arsitek & Urban Researcher
3.H. Suyanto. Direktur Utama PT. Jamkrida Kalimantan. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Selatan; Menjadi Masyarakat Cerdas dan Cakap Digital

HULU SUNGAI SELATAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Menjadi Masyarakat Cerdas dan Cakap Digital” di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (02/11/2021) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, H Achmad Fikry dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ovi Darin yang menghadirkan narasumber

Narasumber pertama yakni, Prihatin Kusdini dengan materi tentang “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi”.

Mengapa data pribadi perlu perlindungan?

Ia memaparkan, tersimpan di dalam data center terdiri dari data biografi, foto profil, total pengikut, pengaturan lokasi dan alamat jika ini terekspos maka hal ini adalah pelanggaran. Menjadi pengguna media sosial harus ada persyaratan layanan saat mengisi data akun agar tetap terjaga kerahasiaannya.

Narasumber kedua, Dr Taufik Hidayat yang membahas materi tentang “Kesehatan Mental dan Teknologi Informasi di Masa Adaptasi”

“Canggihnya teknologi di era saat ini membuat para penggunanya harus bisa beradaptasi dan menjaga kesehatan mentalnya karena banyak kasus seperti bullying yang terjadi mengakibatkan mental seseorang menjadi tidak sehat serta menimbulkan trauma pada orang tersebut. Cara mencegahnya kurangi mengeskpos diri sendiri ke media sosial agar kesehatan mental tetap terjaga,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Bella Putri yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Ada lima basic dalam digital skill, yakni writing, reseaeching, SEO copywritring, photographing and video graphing, editing. Kita bisa melakukan keguatan positif di media sosial dengan membuat konten yang bermanfaat bagi para pengikut media sosial kita. Agar orang tertarik dengan akun kita. maka buatlah sesuatu yang menarik serta buat highlight di instagram dan selalu aktif dalam membuat konten,” jelasnya

Terakhir, narasumber Hikmah yang meyampaikan materi tentang “Dampak Penyebaran Berita Hoax”

“Hoax merupakan berita bohong, ciri-cirinya seperti sumber berita yang didapat tidak jelas. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental, kepanikan publik, adanya manipulasi, dan mengganggu perekonomian. Kita dapat menangkal berita hoax dengan itropeksi, lakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan berita,” pungkasnya. (RILIS)

Realiasi PAD BPSMB Disdag Kalsel Sudah Capai 98,59 Persen

BANJARBARU – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan melalui layanan unggulan Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kalimantan Selatan hingga Oktober 2021 sudah berada pada realisasi sebesar 98,59 persen.

Kepala BPSMB Disdag Kalsel, Tanwiriah menyampaikan, pencapaian tersebut tidak lepas dengan melandainya pandemi COVID-19 di provinsi ini. Indikasi adanya kenaikan pendapatan juga dipicu padatnya jadwal kegiatan layanan yang dijalankan oleh pihaknya.

“Kami bersyukur, setelah turunnya level PPKM dan kegiatan pun mulai dilonggarkan. Saat ini pun kami kejar tayang baik petugas lapangan maupun di laboratorium,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Senin (1/11) siang.

Terlebih, dia menyampaikan, layanan sampel dan alat untuk pengujian serta kaliberasi dari kabupaten/kota di Kalimantan Salatan bahkan provinsi lain turut menjadi penyumbang PAD yang diakui hingga kini terus mengalami peningkatan.

“Khusus pengujian sampel uji kami sudah berada di kisaran 109,91 persen atau sekitar 1.797 dari target 1.635. Sedangkan, untuk Kaliberasi tercapai 2.156 dari 2.350 alat dengan total persentase 91,74. Ini juga merupakan capaian kinerja kami hingga Oktober 2021,” terangnya.

Sepanjang tahun ini, dirinya mengungkapkan, padatnya jadwal yang dikelola oleh pihak BPSMB Kalsel secara insitu (jemput bola) bukan hanya dari perusahaan saja, melainkan juga dilingkup sektoral pemerintahan di seluruh Kalimantan.

“Petugas kami ini bukan hanya melayani ke berbagai perusahaan, namun, ada yang turun ke kabupaten/kota dan ada juga di provinsi lain. Semoga saja, PAD kami tercapai 100 persen bahkan lebih. Saat ini kami masih menggencarkan program Kaliberasi Keliling yang dilaksanakan secara insitu hingga Desember mendatang,” papar Kepala BPSMB Disdag Kalsel, Tanwiriah.

Dia berharap, tahun ini capaian target realisasi PAD yang dikumpulkan melalui layanan Pengujian dan Kaliberasi dipastikan mampu tercapai. Tak hanya itu, persentase penerimaan Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kalimantan Selatan kini di angka 98,59 persen.

“Artinya dari awal November hingga Desember 2021 mendatang, kami tinggal menutupi sisa penerimaan sebesar 1,43 persen dari capaian yang sudah ada,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Uncle Birin Cup, Gubernur Kalsel Harapkan Kaum Milenial Cinta Olahraga Tradisional

BANJAR – Pertandingan Open Pencak Silat Remaja Uncle Birin Cup antar perguruan se Kalimantan Selatan (Kalsel) digelar selama tiga hari, 1 – 3 November 2021.

Berbeda dari biasanya, ajang bela diri ini bertempat di salah satu lokasi wisata di Kalsel yaitu Kiram Park. Tak tanggung tanggung, pertandingan ini bahkan diikuti oleh sedikitnya 100 remaja pelajar dari 20 perguruan pencak silat se-Kalsel.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalsel mengatakan, pertandingan seperti ini penting guna meningkatkan jam terbang pengalaman atlet, mengingat pada masa pandemi pertandingan sangat jarang dilaksanakan.

“Kalau mau maju dalam sebuah pertandingan maka harus dengan persiapan, karena kalau maju dengan persiapan maka turunnya pasti dengan penghormatan,” tegas Gubernur yang akrab disapa Paman Birin saat membuka kegiatan pertandingan Pencak Silat Uncle Birin Cup di Kiram Park, kabupaten Banjar, Senin (1/11).

Berhasil meraih prestasi pertama pada ajang PON XX Papua beberapa waktu lalu, Paman Birin berharap Uncle Birin Cup mampu mencetak atlet pencak silat yang berpotensi untuk meraih medali pada PON tahun 2024 mendatang.

“Saya harap pencak silat Kalsel akan bicara banyak pada PON 2024 akan datang. Ini bukan sekadar basa basi, tapi ini menuntut kita harus bergerak dengan latihan,” harap Paman Birin.

Olahraga seperti pencak silat ini, lanjut Paman Birin harus dikuasai dengan latihan terus menerus, sehingga hasilnya akan terbukti saat pertandingan. Sebab itu menurutnya pertandingan seperti ini mampu mengasah atlet Kalsel agar selalu siap dalam setiap medan pertandingan.

“Kita harapkan kaum milenial mencintai olahraga bela diri tradisional khususnya pencak silat. Saya sendiri waktu kecil belajar dengan ayah saya. Mudah mudahan bermanfaat untuk anak-anak kita agar percaya diri dan semakin berilmu,” harapnya lagi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi Kalsel, Hermansyah mengaku bangga terhadap animo para pelajar yang sangat tinggi dalam mengikuti kejuaraan ini.

Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah

“Seperti yang disampaikan Gubernur Kalsel, dengan banyaknya kompetisi maka kita akan menghasilkan pesilat yang berlaga pada kejuaraan tinggi dan event ini akan terus kita laksanakan,” ungkap Hermansyah.

Perkembangan pencak silat di Kalimantan Selatan menurut Hermansyah sudah sangat bagus. Bahkan dengan tingginya animo perguruan pencak silat dalam melakukan pelatihan, Hermansyah membeberkan di waktu yang akan datang, pihaknya akan meningkatkan ajang kompetensi seperti ini.

“Kita akan terus melaksanakan kompetisi. Jadi kompetisi ini nanti berjenjang, mungkin nanti ada pelajar dan ada mahasiswa, sehingga kita sudah siap pelapis-pelapisnya,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Status RSGM Gusti Hasan Aman Jadi BLUD, Tertunda

BANJARMASIN – Status Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, mengalami penundaan untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hal itu disampaikan Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, Sapta Rianta Hutasoit, kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Senin sore (1/11)

Surat penundaan status BLUD RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel

Sapta Rianta Hutasoit menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan dokumen sejak tahun 2018 lalu, kemudian dilanjutkan di tahun 2019.

“Penilaian mulai dilakukan tahun 2020, untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Namun terkendala pandemi COVID-19. Jadi, kami sebenarnya sudah siap menjadi BLUD,” ucapnya

Sapta Rianta Hutasoit menyampaikan, penilaian dilanjutkan kembali di tahun 2021,
bahkan beberapa kali digelar rapat secara online dan offline.

“Kami sempat masuk dalam 10 besar, namun hasil sementara, dari Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Kepala Biro Perekonomian yang tertanggal 20 Agustus lalu, menunda terlebih dahulu sampai tugas pokok, dan fungsi kelembagaan RSGM Gusti Hasan Aman selesai perubahan,” ungkapnya.

RSGM menurut Sapta, saat ini masuk kelas B, hal ini lah yang akan disesuaikan dengan PP 72 tentang kelembagaan. Ada beberapa perubahan dari struktur dan lainnya.

Lebih lanjut Sapta menambahkan, dengan adanya penundaan status menjadi BLUD, pihaknya akan menyiapkan kembali.

“Di sini kami dibantu Kepala Seksi Pelayanan Medis, Kepala Seksi Keperawatan dan Penunjang Medik, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia serta Kepala Bagian Tata Usaha. Ini lah harus mengalami penambahan menyesuaikan PP 72 itu tadi. Sehingga apabila ini yang menjadi dasar penundaan status, kita liat nanti,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Jelang Akhir Tahun 2021, Paman Birin Terus Dorong Percepatan Vaksinasi COVID-19

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Dr (HC) Sahbirin Noor tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dengan bahaya penyebaran COVID-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, meskipun mereka sudah melakukan vaksinasi. Vaksinasi memang salah satu upaya menjaga kekebalan tubuh untuk menangkal serangan virus seperti COVID-19 yang sudah terjadi hampir dua tahun terakhir. Kini pemerintah ujar gubernur, sudah menghadirkan vaksin yang memang sudah lama ditunggu untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kekebalan tubuh dalam menghadapi COVID-19.

“Kita jangan sampai lengah, tetap waspada. Kita tidak ingin ada serangan susulan,” ujar gubernur yang biasa disapa Paman Birin saat peninjauan Gerai Vaksin Presisi Polda Kalsel, di SMAN 7 Banjarmasin, Senin (1/11), yang turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalsel, Mujiat serta pejabat Pemprov lainnya.

Di hadapan siswa dan masyarakat yang menjalani vaksin, Paman Birin juga menyatakan keinginan pihaknya melihat masyarakat kembali dengan kegiatan rutin yang normal dan sekolah-sekolah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) kembali.

Karenanya, Ia mendorong SMA/SMK di provinsi ini agar menyiapkan siswa dan guru supaya bisa melaksanakan PTM, salah satunya menjalani vaksinasi. Selain itu, penyediaan perangkat lain dan sarana protokol kesehatan di tempat masing-masing.

Sementara itu, Kadinkes Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan, November ini ditarget sudah tervaksin masyarakat di atas 60 persen. Hal ini dilakukan dengan upaya percepatan hingga tingkat kecamatan/desa.

“Dua minggu terakhir, vaksin yang diterima relatif cukup. Kendati dari jumlah yang diterima sekitar 2,4 juta dosis, dibutuhkan 6,3 juta dosis. Untuk target 3,15 sasaran, berarti sekitar 38 persen vaksin yang tersedia dari awal sampai 30 Oktober,” jelas Muslim.

Dikatakan Muslim, Paman Birin sudah meninstruksikan kepada bupati/wali kota se Kalsel agar meminta aparat dalam jajarannya, khususnya para camat agar menyiapkan minimal 500 sasaran per hari.

“Kalau ini berhasil, target kita sampai Desember akan tercapai,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala SMAN 7 Banjarmasin, Arusliadi menyatakan, vaksinasi tidak saja dilakukan bagi kalangan siswa setempat, namun melibatkan siswa dari sekolah lain yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah, ditambah masyarakat umum.

Vaksinasi yang bekerjasama dengan Polda Kalsel itu ujarnya, dalam rangka upaya sekolah untuk bisa melakukan PTM terbatas yang sudah ditunggu-tunggu para siswa dan dewan guru selama ini.

Sampai saat ini ujarnya, siswa SMAN 7 Banjarmasin yang sudah tervaksin mencapai 1.024 orang dan sisanya sebanyak 63 orang karena alasan tertentu dan baru sembuh dari sakit.

“Sementara ini, tidak ada oangtua yang keberataan dengan PTM, jadi kami sangat siap,” ujarnya.

SMAN 7 Banjarmasin sudah menyiapkan sarana protokol kesehatan dan mengatur jarak siswa yang belajar, serta mengatur jadwal pertemuan.

Dikatakan, pihaknya sudah menyampaikan permohonan pelaksanaan PTM terbatas kepada Pemprov Kalsel pada pertengahan Oktober lalu, tinggal menunggu rekomendasi gubernur.

“Dari Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19 Kota Banjarmasin kita sudah terima rekomendasi,” tegas Arusliadi.

Salah seorang siswa SMAN 7 Banjarmasin, Raden Syahputra mengatakan, Ia dan rekan-rekannya sangat berharap segera dilaksanakan PTM, karena pembelajaran secara online dirasakan membatasi proses belajar mengajar.

“Ayo kawan-kawan kita vaksin, supaya sehat dan bisa belajar tatap muka lagi di sekolah,” ajaknya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Kontingen NPC Kalsel Ditarget Masuk 5 Besar Nasional Peparnas Papua

BANJARMASIN – Tinggal hitungan hari lagi, pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua dilaksanakan. Untuk kontingen NPC Kalsel ditargetkan mampu berada diposisi 5 besar nasional pada ajang tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan kontingen NPC Provinsi Kalimantan Selatan bisa tetap mempertahankan predikat minimal sama, sewaktu Papernas di Jawa Barat lalu, yaitu berada di posisi 6 besar.

“Namun, kami mengharapkan Kontingen NPC Provinsi Kalsel pada ajang Peparnas Papua ini dapat berada setingkat lebih tinggi. Yaitu berada di posisi 5 besar secara nasional,” ungkap Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjutnya, maka pihaknya meminta doa kepada seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan untuk kesuksesan atlet NPC Provinsi Kalimantan Selatan yang akan berlaga di Papernas Papua tersebut.

“Kami meminta doa kepada seluruh warga Provinsi Kalsel, untuk mendoakan kesuksesan atlet NPC Kalsel tersebut, agar dapat membanggakan Provinsi Kalsel,” ucap Hermansyah.

Untuk menjaga kesehatan dan stamina atlet NPC Provinsi Kalsel, maka Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel meminta pihak maskapai penerbangan, yang membawa kontingan NPC Kalsel, untuk tidak melakukan transit terlalu lama di Bandara pada saat keberangkatan menuju Papua mendatang.

“Permintaan tersebut disampaikan, karena para penumpang merupakan atlet NPC atau penyandang Disabilitas, maka kondisi mereka perlu dijaga,” ujar Hermansyah.

“Kami menginginkan penerbangan bisa dilakukan sekali jalan saja,” ucap Hermansyah. (SRI/RDM/RH)

Lantik Danyonif 621/Manuntung, Ini Pesan Danrem 101/Antasari

HULU SUNGAI TENGAH – Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, lantik pejabat baru Komandan Batalyon Infanteri Yonif 621/Manuntung di Mayonif 621/Manuntung, Barabai, Hulu Sungai Tengah, Senin (1/11).

Danrem 101/Ant (tengah) berfoto bersama pejabat lama dan baru Danyonif 621/Manuntung

Letkol Inf Yoga Yastinanda yang saat ini menjabat sebagai Dandodiklatpur Rindam XVIII/Kasuari, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Danyonif 621/Manuntung kepada Letkol Inf Deny Adhiani Amir, disaksikan oleh Danrem 101/Antasari bersama seluruh pejabat Korem 101/Antasari dan Persit KCK Koorcabrem 101 PD VI/Mulawarman.

Letkol Inf Yoga Yastinanda serta istri mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih atas kerjasama selama dinas di Yonif 621/Manuntung dan mohon doa untuk tugas dinas selanjutnya.

Sementara itu, Letkol Inf Deny Adhiani Amir mengatakan, dalam menjalankan tugas sebagai Danyonif 621/Manuntung yang baru, berharap dapat melaksanakan tugas dan perintah yang diberikan secara baik dan bertanggung jawab.

” Saya ucapkan selamat datang dan selamat bertugas di jajaran Korem 101/Antasari. Yonif 621/ Manuntung merupakan bagian dari masyarakat, yang keberadaannya tidak terlepas dari dinamika pada kehidupan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu Komandan satuan dituntut mampu menanamkan pada diri setiap prajurit,  akan arti pentingnya menciptakan kemanunggalan TNI-Rakyat, dengan tidak meninggalkan jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara professional,” ucap Danrem 101/Antasari kepada pejabat baru.

Lebih lanjut Firmansyah meyakini dan percaya / dengan berbekal pengalaman tugas sebelumnya, pejabat yang baru dilantik akan mampu memimpin Batalyon Infanteri 621/ Manuntung.

‘Melanjutkan dan meningkatkan berbagai macam keberhasilan yang telah dicapai selama ini,” pungkasnya.

Acara ini dilaksanakan secara terbatas, dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version