Gubernur Kalsel Apresiasi Pesantren Tahfizh Daarul Mansur

TANAH LAUT – Pembangunan Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Mansur di Desa Bentok Darat Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut bakal dimulai.

Hal ini setelah dilaksanakan peletakkan batu pertama secara bersama oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Ustadz Yusuf Mansyur (UYM), Bupati Tanah Laut Sukamta, Dharmawan Jaya, Guru Muhammad Martapura serta H Nurhin, pada Selasa (9/11).

Selaku Gubernur Kalsel, Paman Birin menyambut baik dengan adanya pembangunan Ponpes Daarul Mansur ini.

“Kita selaku pemerintah daerah menyambut baik pembangunan Ponpes Darul Mansur, melengkapi keberadaan pesantren yang sudah ada di Kalsel,” kata Paman Birin.

Diharapkannya, pesantren Daarul Mansur nanti dapat menjadi laboratorium Al Qur’an yang dapat mencetak generasi Al Qur’an yang mumpuni dan berakhlakul karimah.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Ustadz Yusuf Mansyur terhadap pembangunan Ponpes Daarul Mansur.

Sementara itu, Dharmawan Jaya selaku salah satu pemrakarsa pembangunan Ponpes Daarul Mansur mengatakan, tanah seluas 5 hektar lebih yang rencana bakal dibangun pesantren tersebut, merupakan wakaf dari H Martinus mantan Kadis PU Kalsel.

“Pak Martinus melalui menantunya Guru Muhammad telah mewakafkan tanah ini untuk pembangunan pesantren Tahfizh, dan ini meneruskan janji politik kami sewaktu maju jadi calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru pada 2020 lalu, yaitu membangun pusat pendidikan Al Qur’an. Alhamdulillah, kini janji politik tersebut dapat terealisasi sekarang walaupun berada di daerah Bentok Darat Kabupaten Tanah Laut”, kata Dharmawan.

Darmawan Jaya mengatakan tujuan pembangunan pesantren Tahfizh Daarul Mansur adalah mencetak generasi muda yang bukan hanya hafal Al Qur’an namun juga berakhlak, berkarakter serta berkompetensi.

“Pesantren Tahfizh Daarul Mansur ini merupakan cabang ke-11 di Indonesia,” kata Dharmawan Jaya yang juga mantan Wakil Walikota Banjarbaru ini.

Sedangkan Bupati Tanah Laut Sukamta mengapresiasi pembangunan Ponpes Tahfizh Daarul Mansur.

“Dengan pembangunan Ponpes ini menambah jumlah pesantren yang ada, sejak saya menjabat bupati sudah 9 pesantren berdiri di Kabupaten Tanah Laut, Insya Allah Tanah Laut bisa menjadi pusat pendidikan Islam di Kalsel dengan semakin banyaknya jumlah pesantren,” kata Kamta.

Terakhir Ustadz Yusuf Mansyur (UYM) memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepala daerah dalam hal ini Paman Birin dan Sukamta.

“Insya Allah dengan berdirinya pesantren maka perekonomian di sekitar juga semakin meningkat,” kata Yusuf Mansyur.

Ia juga berharap di Kalsel bakal  dapat membangun pusat pendidikan pesantren kedepannya.

“Bila perlu setiap desa dapat berdiri pesantren, karena selain menjadi pusat pendidikan Islam juga dapat meningkatkan roda perekonomian,” harapnya.

Yusuf Mansyur juga berkesempatan memberikan tausiah singkat dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap Al Qur’an. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Kini, BUMDes di Kalsel Ada Yang Berpenghasilan Hingga 250 Juta

BANJARBARU – Badan usaha milik desa (BUMDes) di Kalimantan Selatan terus mengalami penambahan setiap tahunnya. Hal ini tidak lepas dari dorongan yang terus dilakukan oleh Pemprov Kalsel.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kalsel, angka pertumbuhan BUMDes mengalami kenaikan dari 1.864 desa yang tersebar di sebelas kabupaten, sudah terbentuk di 2021 sebanyak 1.473 BUMDes. Data ini meningkat dari BUMDes di 2020 jumlahnya 1426. Dengan kata lain, ada 47 BUMDes baru di Kalsel selama 2020-2021.

Dari data tersebut, juga dijabarkan bahwa dari ribuan BUMDes tersebut, ada sekitar 45 BUMDes yang berhasil masuk klasifikasi BUMDes maju dalam satu tahun terakhir.

Menariknya pula, ada Bumdes, yakni
Bumdes di Desa Bukit Mulia yakni BUMDes berkah mulia, bisa menjadi Bumdes Percontohan di Kalsel, sebab menjadi salah satu desa dari tujuh desa di Indonesia, yang dianggap layak dijadikan usul sebagai BUMDes yang berkontribusi pembebasan kemiskinan.

“Benar, bahwa BUMDes sudah berkembang. Kami sangat apreasisi di BUMDes Berkah Mulia di Tanah Laut tersebut, karena mampu berkontribusi menghapuskan kemiskinan di wilayahnya. Kita sedang usulkan untuk diberi penghargaan di tingkat ASEAN,” ujar kepala PMD Kalsel Zulkifli, belum lama tadi.

Alasan utama penghargaan lanjutnya, karena desa sudah memiliki Pendapatan Asli Desa (PAD) yang baik. Selain itu, desa tersebut juga bisa dijadikan model di desa-desa lainnya untuk menjadikan desa mandiri.

“Artinya boleh dikatakan tidak berharap 100 persen dari dana desa sehingga desa tersebut menjadi desa mandiri,” kata Zulkifli.

Dijelaskan Zulkifli, ada delapan bidang yang menjadi usaha dari BUMDes tersebut.

“Tapi yang paling utama yakni Catering kepada karyawan Arutmin. Dimana BUMDes tersebut, jika ada lelang maka BUMDes ikut tandernya dan masuk menjadi pemasukan APBD Desa. Bahkan rata rata pertahun mampu sumbang ke PAD Desa sekitar Rp 250 juta per taun,” sebut Zulkifli.

Zulkifli menilai, bukan hanya karena segi Catering saja, tapi ada banyak imbas yang membuat perekonomian warga sekitar bergairah.

“Karena Catering pasokannya atau bahan dasarnya diambil dari masyarakat sekitar. Semisal sayur, ikan dan pertanian beras dan sejenisnya. Ada multiplayer efek di sektor pertanian yang dirasakan dari masyarakat sekitar,” sebutnya. (ASC/RDM/RH)

Ekonomi Kalsel Bergerak Positif

BANJARBARU – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan terus bergerak positif. Hal ini tidak lepas dari menurunnya kasus COVID-19 di Banua. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel merilis, ekonomi Kalsel triwulan III-2021 dibandingkan triwulan II-2021 (q-to-q) tumbuh 3,62 persen.

Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah mengatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2021 terjadi pada sebagian besar lapangan usaha.

Kepala BPS Kalsel Yos Rusdiansyah saat memberikan paparan

“Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai 11,13 persen,” katanya.

Dijelaskannya, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan cukup tinggi lantaran didorong oleh periode puncak panen padi di Kalimantan Selatan.

Yos juga menyebut, pertumbuhan ekonomi lainnya yang mengalami peningkatan pada lapangan usaha konstruksi, yang mana mampu bertumbuh sebesar 7,78 persen pada triwulan III-2021 ini.

“Lapangan usaha pertambangan dan penggalian, serta industri pengolahan yang memiliki kontribusi besar juga mengalami pertumbuhan. Masing-masing 5,28 dan 3,31 persen,” sebutnya.

Di sisi lain, sektor jasa lainnya menjadi lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam pada pertumbuhan ekonomi Kalsel triwulan III-2021. Yakni, mencapai 6,60 persen.

Pertumbuhan negatif itu, ucap Yos juga terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum. Serta, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang mengalami kontraksi sebesar 6,35 dan 5,09 persen.

Jika secara perbandingan antara triwulan (q-to-q) mampu bertumbuh sebesar 3,62, maka secara tahun ke tahun (y-on-y) pada triwulan yang sama, ekonomi Kalsel mengalami pertumbuhan yang lebih besar, Yakni 4,82 persen.

Yos menjelaskan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang mencapai 12,71 persen. Serta, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 11,28 persen.

Sedangkan lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, serta jasa pendidikan, menurutnya mengalami kontraksi masing-masing sebesar 1,62 dan 1,43 persen.

Dia menyebut, berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi triwulan III-2021, yang tertinggi berasal dari lapangan pertambangan dan penggalian sebesar 2,60 persen. Kemudian, industri pengolahan, 0,67 persen, dan konstruksi sebesar 0,38 persen. (ASC/RDM/RH)

5.600 Hektare Lahan di Banjarbaru, Disiapkan Untuk Kawasan Aerocity

BANJARBARU – Meski saat ini pembangunan konsep Aero City tidak menjadi prioritas dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN), Pemerintah kota Banjarbaru terus mendorong terciptanya kawasan ini dalam Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) kawasan Banjarbakula, Selasa (9/11).

Diketahui, dalam pengembangannya, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menetapkan bahwa kawasan ini akan mengiring tema “Aero City” sejak tahun 2018 silam, Aero City ini merupakan kawasan yang akan terintegrasi dan memanfaatkan keberadaan bandara sebagai daya ungkit pertumbuhan wilayah.

Kepala Bidang Fisik Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjarbaru Erwin mengungkapkan, konsep ini nantinya akan dibangun di lahan seluas kurang lebih 5.600 hektare, yang akan di bagi menjadi beberapa Sub Bagian Wilayah Perencanaan (Sub BWP).

Kepala Bidang Fisik Prasarana BAPPEDA kota Banjarbaru, Erwin

“Dari total keseluruhan total lahan 5.600 hektare kami bagi menjadi 6 Sub BWP dengan tema masing-masing terhadap pengembangannya,” ungkapnya.

Dijelaskannya dari 6 Sub BWP, pihaknya sudah menyusun perencanaan di 3 Sub BWP.  Dimana di tahun ini, pihaknya akan melakukan penyusunan masterplan dan siteplan pada sub BWP 4 dan 1.

“Secara keseluruhan konsep sudah jadi masterplannya yang disusun Kementerian, karena diawal ada beberapa konsep yang dibantu oleh pusat terkait infrastruktur pemukiman pada kawasan Aero City,” jelasnya.

Pada tahun 2022, Erwin menyebut, berdasarkan kajian terdahulu, pihaknya akan memfokuskan pada pembangunan pada Sub BWP 1, karena menjadi bagian utama dari jalan Lingkar Utara dan jalan utama masuk ke Bandara.

“Pembangunan akan kita lakukan secara bertahap,” pungkasnya.

Dalam pembangunannya, konsep Aero City di kota ini akan meliputi tiga Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Liang Anggang dan sebagian Kecamatan Banjarbaru Utara. (TR21-01/RDM/RH)

Kejurprov Tenis Meja Digelar di Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Kejuaraan Provinsi Kalimantan Selatan Tenis Meja digelar di Kota Banjarmasin, untuk pertama kalinya setelah hampir 2 tahun vakum akibat pandemi COVID-19. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengingatkan pada Pelaksanaan Kejurprov Tenis Meja kali ini, terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Kabag Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Fitri Hernandi pada saat pemukulan bola tenis meja

Seperti yang disampaikan dalam sambutan pembukaan Kejurprov oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah yang dibacakan Kabag Peningkatan Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi, di GOR Kompeten Tenis Meja Kota Banjarmasin, pada Selasa (9/11).

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi dan dukungan atas diselenggarakannya Kejurprov Tenis Meja di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Mengingat, cabang tenis meja ini tidak dipertandingkan pada PON Papua lalu, serta lama vakum akibat pandemi COVID-19. Sehingga, menurutnya pertandingan Kejurprov yang dilaksanakan saat ini, merupakan angin segar bagi atlet atlet tenis meja untuk dapat memberikan prestasi terbaik mereka.

“Kami melihat saat ini pada beberapa kegiatan mulai kendur dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19, namun pada Kejurprov Tenis Meja diminta tidak terjadi,” tuturnya.

Hermansyah mengatakan, pada Kejurprov Tenis Meja di Kota Banjarmasin penerapan protokol kesehatan COVID-19 harus tetap ketat diberlakukan.

“Kami berpesan pada pelaksanaan Kejurprov Tenis Meja ini, agar tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kalimantan Selatan Muhaimin mengatakan, pelaksanaan Kejuaraan Provinsi Tenis Meja ini, merupakan kegiatan pertandingan pertama yang dilaksanakan PTMSI Kalimantan Selatan serta Kota Banjarmasin, setelah lama vakum akibat pandemi COVID-19.

“Oleh karena itu, pada kegiatan pertandingan Kejurprov ini menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat,” ucapnya.

Pada Kejurprov Tenis Meja di Kota Banjarmasin ini, diikuti oleh seluruh pengcab dan pengkot dari 13 kabupaten kota se Kalimantan Selatan, Kejuaraan ini digelar sejak Selasa 9 sampai Sabtu 13 Nopember 2021.Sedangkan, untuk kategori yang dipertandingkan dalam Kejurprov ini, diantaranya Tunggal Putra Umum, Tunggal Putri Umum, Tunggal Putra U-18, Tunggal Puteri U-18, Ganda Putra, Ganda Putri, Ganda campuran, dan Beregu. (SRI/RDM/RH)

Undang Pesantren se Kalsel, DPPPA Provinsi Gelar Pelatihan Ramah Anak

BANJARBARU – Untuk menciptakan lingkungan yang ramah, aman dan nyaman bagi pengajar dan santri. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kalimantan Selatan menggelar Kegiatan Pelatihan Pesantren Ramah Anak.

Pembukaan materi dalam kegiatan Pelatihan Pesantren Ramah Anak.

Penyelenggaraan yang dihadiri oleh Ustadz/ustadzah di sejumlah Pesantren di Kalimantan Selatan ini digelar di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Selasa (9/11).

Kegiatan Pelatihan Pesantren Ramah Anak diikuti oleh pimpinan Pondok Pesantren se Kalsel dan dihadiri Kemenag kabupaten/kota.

Kepala DPPPA Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah, dalam sambutannya secara virtual, mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah agar pengasuh, pengajar dan pimpinan di Pesantren dapat memperoleh hak yang sama mengenai Ramah Anak dilingkungannya.

“Tentunya dapat memperoleh penguatan dalam bidangnya yang menjadi kelemahan/kekurangan di pesantren. Serta ini dapat memenuhan hak anak agar menjamin kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang bagi santri/santriwati,” ujarnya.

Supaya mewujudkan pesantren yang Ramah Anak, lanjut Husnul, tentu perlu dilakukan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga efektivitas kapasitasnya meningkat dengan penanaman indikator melalui kegiatan Pelatihan Pesantren Ramah Anak.

“Agar tujuannya dapat tercapai tentu harus ada koordinasi yang baik dengan stakeholder terkait sehingga konsep dan indikator Pesantren Ramah Anak mampu di implementasikan secara baik di lapangan nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pemenuhan Hak Anak (PHA) DPPPA Kalsel, Adryan Anwary mengungkapkan, besar harapannya Kalimantan Selatan dapat menjadi role model pesantren ramah anak nasional.

“Kami harapkan khususnya bagi pimpinan dan para pengasuh pesantren dapat menerapkan pelatihan yang digelar ini serta memahami konsep pemberian materi,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kasi Pemenuhan Hak Pendidikan dan Pengasuhan DPPPA Kalsel,  Rahmawaty memaparkan, dengan dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Pesantren Ramah Anak ini diharapkan para ustadz/ustadazah dapat menerapkan konsep dengan aturan yang ditetapkan.

“Semoga para pengasuh pesantren maupun pihak terkait bersedia serta berkomitmen dengan penerapan konsep ini,” jelasnya.

Dalam kegiatan Pelatihan Pesantren Ramah Anak ini juga diisi secara virtual dari Kementerian PPPA RI melalui Kepala Bidang Partisipasi dan Keagamaan, Dodi Mohammad Hidayat bersama Pakar Konvensi Hak-Hak Anak (KHA) dari Yayasan Bahtera Bandung, Hadi Utomo. (RHS/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Tabalong; Bijak Masuki Ruang Digital bersama Literasi Era 4.0

TABALONG – Bupati Tabalong Drs. H. Anang Syakhfiani, M.Si menjadi Keynote Speech pada webinar Literasi Digital ini dengan topik pembahasan : Bijak Masuki Ruang Digital bersama Literasi Era 4.0, Selasa ( 09/11/2021 ) Siang.

Di pandu Moderator Aulia Mawardhika, Key Opinion Leader Eka Nugraha Enterprenenur, Founder of Lohjinawi
dengan narasumber Drs. Agus Edi Winarto, M.Pd., M.H. Dosen IAIN, Dyan Fitri Nugraha, M.Si Dosen Univ. Sari Mulia Banjarmasin, Eddy Suriyani Dosen STIA Tabalong.

Narasumber pertama pada webinar kali ini yaitu Dyan Fitri Nugraha, M.Si mengatakan era digital sekarang tidak hanya soal transformasi teknologi saja, namun juga ujian bagi jati diri.

Pengetahuan dan teknologi adalah dua elemen penting dalam membentuk jati diri seseorang, jati diri tersebut terbentuk pada perubahan pola berpikir dan perilaku manusianya.

“ Seperti yang sudah kita sering dengar yaitu sharing terlebih dahulu sebelum kita menshare suatu berita, karena kebebasan berekspresi di internet itu haruslah memperhatikan hakikat agama, norma, dan nilai-nilai kebaikan ujtuk proses penjagaan diri “. ungkap Dyan.

Dunia internet yang digunakan memang bebas, namun terbatas. Fungsikanlah internet itu sebagai hal-hal positif seperti contohnya : mengakses berita, layanan perbankan, akses hiburan, jualan dan belanja daring, layanan publik, layanan informasi, dll.

Kemudian narasumber lainnya Drs. Agus Edi Winarto, M.Pd., M.H. menambahkan kebebasan berekspresi memang hak setiap orang, namun kebebasan itu sendiri dibatasi oleh hak orang lain.

Batasan kebebasan ekspresi telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28J yang berbunyi : setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Edi menjelaskan mengapa kita harus memperhatikan dan memahami batasan dalam melakukan kebebasan ekspresi di dunia digital, karena hampir penduduk Indonesia sudah menggunakan internet dan media sosial. Baik buruknya dalam melakukan kebebasan berekpresi di dunia digital tersebut merupakan cerminan siapa jati diri kita.

Maka gunakanlah media sosial itu dengan baik, karena sesuatu hal yang baik itu akan kembali ke kita. Begitupun sebaliknya apabila kita menggunakan media sosial untuk hal yang negatif dan merugikan. (RILIS)

Pertahankan 8 Kali WTP, Pemprov Kalsel Bakal Dapat Tambahan Insentif

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Penghargaan yang diberikan itu, atas kinerja pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah yang dinilai baik dalam delapan tahun terakhir.

Sejak 2013, Pemerintah Proviisi Kalsel meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

“Penghargaan dari Menteri Keuangan ini diberikan karena Pemprov Kalsel dianggap mampu mengelola keuangan negara dengan baik. Salah satu indikatornya adalah pencapaian opini WTP dari BPK,” kata Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) H Sahbirin Noor, usai menerima penghargaan Kementrian Keuangan di Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Selasa (9/11).

Menurutnya, pelaporan dan pengelolaan keuangan daerah Pemprov Kalsel dinilai baik dan telah memenuhi standar serta kaidah pengelolaan keuangan negara.

Dikatakan Sahbirin, tidak mudah untuk mempertahankan pencapaian opini WTP selama delapan kali berturut – turut. WTP delapan kali berturut – turut merupakan wujud sinergi yang baik antara BPK RI, Pemprov dan DPRD Kalsel.

Paman Birin sapaan akrabnya menambahkan, capaian ini merupakan motivasi sekaligus ungkapan syukur mendalam bagi Pemprov Kalsel terutama dalam kondisi tantangan pandemi COVID-19 yang luar biasa saat ini.

Paman Birin berharap, pengelolaan keuangan daerah yang baik, membawa dampak positif untuk meningkatkan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan serta dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan Sulaimansyah, mengatakan, atas keberhasilan mempertahankan WTP ke-8 kalinya ini, maka Kementerian Keuangan akan memberikan tambahan Dana Insentif Daerah. Untuk besaran yang akan didapat Pemprov Kalsel, Sulaimansyah belum mengetahui secara pasti.

Menurutnya, mempertahankan WTP menjadi salah satu indikator untuk mendapatkan Dana Insentif. Insentif tersebut akan diserahkan langsung Presiden Joko Widodo saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Istana Negara, jelang akhir tahun nanti. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tapin; Sigap dan Cermat Berliterasi di Era Pandemi

TAPIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Sigap dan Cermat Berliterasi di Era Pandemi” di Kabupaten Tapin, Selasa (9/11/2021) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Bupati Tapin, Drs H M Arifin Arpan dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, Steve Pattinama dengan materi tentang “Kecakapan Digital”.

Steve mengatakan, semua aktivitas sudah pasti berhubungan dengan internet, Jadi kalau misal kecanduan itu sangat berbahaya.

“Ciri-ciri orang kecanduan itu biasanya nggak bisa berhenti menggunakan media sosial, nggak lihat tempat dan waktu juga,” ucapnya

“Kalau kita bisa memanfaatkan internet dengan baik pasti akan mendatangkan kebaikan juga,” sambungnya.

Menanggapi komentar negatif Steve menuturkan, tindakan tersebut bisa dibawa ke ranah hukum karena ada pasalnya.

“Jadi daripada kita menanggung hukuman karena komentar negatif lebih baik kita melakukan hal yang baik di media sosial, dan yang dikomentari juga jangan mudah terpancing gitu aja sih,” tuturnya.

Narasumber kedua, Satriya Alfiza yang membahas materi tentang “Bijak Unggah di Medsos”.

“Media sosial memiliki dampak positif dan negatif yaitu, dampak positif adalah kita akan update memperoleh informasi terkini seputar kita bahkan dunia. Kemudian, dampak negatifnya adalah kita sering menerima berita hoax, hal-hal berbau sara dan kadang hate speech,” ucapnya.

“Lebih baik kita Saring berita itu apakah benar-benar terpercaya ataukah tidak, jika narasumbernya tidak jelas maka lebih baik kita delete saja,” tuturnya.

Adapun, tips agar aman dalam bermedia sosial yaitu, jangan posting sesuatu saat sedang emosi, jangan posting sesuatu yang tidak diketahui, postinglah atau beri komentar sesuatu yang bermanfaat juga menginspirasi, jangan posting sesuatu yang membuat orang lain tersinggung,

Selanjutnya, jangan memposting hal-hal yang tidak penting yang sebenarnya orang lain juga bisa untuk posting, jangan posting harta kekayaan seperti jumlah uang di rekening, bersikaplah rendah hati untuk postinganmu.

Narasumber ketiga yaitu Marsha Risdasari yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”

“Kemudahan akses informasi akan menjadikan masyarakat untuk mengeluarkan opini dan pendapat serta informasi personalnya kepada masyarakat lain agar dapat menanggapi konten dari netizen lainnya,” tuturnya

“Batasan dalam berekspresi di dunia digital, yautu hati-hati dalam bermedsos dan tetap perhatikan etika, lindungi indentitas pribadi, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta hapus akun-akun nyinyir,” pungkasnya

Terakhir narasumber Risa Dwi Ayuni dengan materi yang tak kalah menarik tentang “Menelusuri Akar Tumbuhnya Hoax dan Bagaimana Etika Dalam Menyikapinya”.

Risa mengatakan, dengan lahirnya citizen journalism yang pertama membuat warga negara berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis dan penyebaran berita dan informasi. Yang kedua warga memiliki media sendiri sebagai wadah citizen journalism.

Sedangkan kekurangannya dibandingkan dengan media massa resmi ialah, siapapun bisa menulis berita walaupun bukan jurnalis, Tidak ada proses penyuntingan dan pengawasan berita, tidak memiliki badan hukum resmi sehingga berita sulit untuk dipertanggungjawabkan, dan terlalu banyak realitas sosial yang muncul.

Adapun, etika digital dibagi menjadi dua yaitu Do’s dan Dont’s!

Do’s yakni;

  1. Menjadi citizen journalist yang bijak dan bertanggung jawab.
  2. Memilih sumber yang dapat dipercaya.
  3. Mempelajari UU ITE agar lebih mawas diri.
  4. Mempelajari kaidah jurnalistik.
  5. Hanya mencari berita yang relevan.
  6. Jika tidak siap tetap menutup virtual public sphere
  7. Memperhatikan konten yang akan diposting di media sosial

Dont’s

  1. Sengaja menulis berita bohong, ujaran kebencian, cyber bullying dan pencemaran nama baik
  2. Menulis komentar yang tidak bijaksana dalam virtual public sphere
  3. Memperhatikan konten milik sendiri atau konten terusan yang akan diposting di media sosial
  4. Tidak mempelajari UU ITE sehingga merasa bebas berpendapat tanpa batasan. (RILIS)

Dukung Vaksinasi COVID-19 Anak, Pemko Banjarmasin Persiapkan Kader Posyandu

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan-nya melaksanakan Gebyar Kader Posyandi se Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, digelarnya Gebyar Kader Posyandu ini dalam rangka rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasinonal Tahun 2021 serta persiapan kerja kader posyandu, setelah status PPKM level 2 di Kota Banjarmasin.

“Pada saat berlangsungnya pandemi COVID-19 dan Kota Banjarmasin berada pada status PPKM level 4, banyak pekerjaan kader posyandu yang tidak berjalan,” ungkap Ibnu, usai membuka Gebyar Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin, kepada sejumlah wartawan, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Senin (8/11).

Karena saat ini, lanjut Ibnu, status PPKM sudah turun di Kota Banjarmasin, maka Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mempersiapkan kader-kader posyandu ini, untuk mendukung kinerja posyandu tersebut.

Ibnu mengharapkan, dengan dilaksanakannya Gebyar Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin ini, maka kader kader posyandu siap menjalankan tugas mereka dalam mendukung kegiatan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Suasana Gebyar Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin

“Tentunya kami berharap kader kader posyandu siap bekerja untuk mensukseskan program vaksinasi untuk anak-anak di Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu.

Selain itu, para kader posyandu di Kota Banjarmasin ini juga disiapkan, untuk mensukseskan program Pemerintah Pusat terkait vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 tahun keatas.

Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi.

“Pada pekan Gebyar Kader Posyandu Se Kota Banjarmasin ini, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, mempersiapkan kader kader posyandu ini, untuk menjalankan program Pemerintah Pusat, untuk pelaksanaan kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi anak anak usia 6 tahun keatas,” ungkapnya.

Maka, lanjut Machli, nantinya pelaksanaan kegiatan vaksinasi tidak hanya di sekolah sekolah tetapi juga dilaksanakan di posyandu posyandu di Kota Banjarmasin.

“Untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 tahun keatas akan dilaksanakan di posyandu posyandu selain di sekolah-sekolah,” ucapnya.

Machli mengatakan, oleh karena itu saat ini Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin meningkatkan pengetahuan para kader kader posyandu tentang vaksinasi COVID-19. (SRI/RDM/APR)

Exit mobile version