Dispersip Kalsel Gelar Meet and Greet Bersama Ria Enes dan Susan

BANJARMASIN – Setelah menghibur anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) dengan mendongeng pada Selasa (7/12) pagi, Ria Enes juga berbagi tips kepada orang tua dan perwakilan organisasi perempuan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam acara Meet and Greet, pada Selasa (7/12) siang.

Suasana Meet and Greet Bersama Ria Enes dan Susan

Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel itu diikuti diantaranya Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari Polda, Persit Resor Militer 101/Antasari, Gabungan Istri Wakil Rakyat, Jalasenastri, Ikatan Guru TK Indonesia Kalsel, serta Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kalsel dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Sesuai dengan audiencenya para guru dan ibu-ibu, Bunda Nunung (panggilan akrab Kadispersip Kalsel) memberikan ide kepada saya supaya mereka memiliki bekal karena mereka kesehariannya selalu menyertai anak-anak, baik itu di sekolah maupun di keluarga,” kata Ria Enes kepada wartawan.

Hal itu dinilai penting, terutama bagi guru dan ibu-ibu agar mereka tetap bisa menimba ilmu dan tidak terjebak rutinitas yang hal itu akan melemahkan peran mereka. Dengan membaca, menurut Ria Enes, para guru dan ibu-ibu akan selalu aktual, baik di keluarga maupun di masyarakat.

“Pandemi ini membuat kita harus banyak berada di rumah, ibu-ibu mau nggak mau harus bisa menjadi lem (perekat) di keluarganya, sehingga mereka bisa menghidupkan suasana0 kekeluargaan di tengah kesibukan yang ada,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani menyatakan pihaknya tetap konsisten mempromosikan minat baca dan perpustakaan dengan menggandeng pesohor atau pendongeng nasional, terbaru yakni Ria Enes. Ia mengatakan keinginan untuk mendatangkan Ria Enes ke Banua sudah ada sejak tahun lalu, namun harus tertunda karena pandemi COVID-19.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani

“Meskipun terhalang pandemi pada tahun lalu, kami tetap menghadirkan Kak Ria Enes ini untuk mengobati rindu masyarakat Banua walaupun hanya lewat dalam jaringan (daring). Alhamdulillah tahun ini kita bisa mendatangkan secara langsung kak Ria Enes ke Kalimantan Selatan untuk berbagi ilmunya,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Datangi Faperta ULM, BIN Kalsel Gelar Vaksinasi COVID-19 Goes to Campus

BANJARBARU – Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Selatan, kembali menggelar vaksinasi COVID-19, Rabu (8/12). Kali ini kegiatan vaksinasi dipusatkan di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin di Banjarbaru yang diperuntukan kepada mahasiswa serta warga dilingkungan kampus ini.

Kegiatan Vaksinasi Goes To Campus ini dipantau langsung oleh Kepala Binda Kalsel Brigjen Pol. Heri Armanto dan Wakil Dekan Akademik Fakultas Pertanian ULM, Arif Akbar beserta Kapolsek Banjarbaru Kota Shofiyah dan perwakilan dari Kodim 1006/Banjar.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Binda Kalsel Brigjen Pol. Heri Armanto menyampaikan, kegiatan ini selain mengejar target herd immunity 70 persen sesuai arahan pemerintah pusat, juga mendukung rencana pembelajaran tatap muka terbatas untuk mahasiswa dikampus ini.

“Pelaksanaan vaksinasi ini selain untuk menyukseskan program percepatan vaksinani untuk mencapai target 70 persen, juga mendukung kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas yang dilaksanakan ULM,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Akademik Fakultas Pertanian ULM, Arif Akbar mengapresiasi langkah Binda Kalsel ini dalam mendukung pihaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan awal tahun 2022 nanti.

“Ada instruksi dari kementerian untuk membuka PTM terbatas. Salah satu syarat mahasiswa mengikuti PTM ialah minimal sudah mendapatkan vaksin dosis pertama. Jadi kami sangat berterimakasih kepada BIN Kalsel yang sudah mendukung rencana PTM terbatas kami nanti dengan dilaksanakannya vaksinasi ini. Terlebih kampus kami sudah memberlakukan aplikasi PeduiLindungi,” ucap Arif.

Untuk diketahui, jenis vaksin yang digunakan pada kegiatan kali ini adalah Pfizer, AstraZeneca dan Sinovac untuk dosis 1 dan dosis 2. Sementara untuk jumlah vaksin yang disalurkan di Fakultas Pertanian ULM kali ini berjumlah 250 dosis yang bekerjasama dengan puskesmas Sungai Besar dengan menggunakan bus vaksin keliling milik Pemerintah kota Banjarbaru. (RDM/RH)

Semua Terharu Saat Menyimak Puisi Paman Birin, di Hari Disabilitas Dunia

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor membacakan puisi pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di SLB C Negeri Pembina Kalsel, Banjarbaru, Selasa (7/12).

Paman Birin tak kuasa menahan haru membacakan bait demi bait puisi dengan judul Kami Tak Berbeda.

“Tuhan kenapa kami berbeda, apa ini tanda kasihmu kepada kami, kaum disabilitas tak bermaksud mengeluh, kami syukuri anugerah, yang diberikan walau kami tak mampu menatap indahnya dunia, telinga kami tak dapat mendengar merdunya nada, mulut kami tak mampu menyerukan namamu.

Langkah kami tak mampu goyahkan dunia, tapi kami tau rencanamu Ya Rabb….. lebih sempurna, kekurangan kami adalah kelebihanya dan kami tidaklah berbeda,” ucapnya.

Para undangan dan orangtua anak penyandang disabilitas terlihat turut terharu mendengar dan menyimak puisi yang sarat dengan nilai nilai religius .

Bagi pribadi Paman Birin, tidak ada perbedaan sedikitpun penyandang disabilitas dengan manusia lainya, karena manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya, bukan fisik yang menjadi ukuranya tetapi terletak pada akal, budi pekerti dan kemuliaan akhlaknya.

Disampaikan Paman Birin, penyandang disabilitas tidak boleh patah semangat, terus optimis dan pantang menyerah dalam mengarungi kehidupan. “Saya akan selalu ada bersama penyandang disabilitas. Untuk memperjuangkan hak hak disabilitas,” ucapnya.

Sebagai komitmen dalam memperjuangkan hak hak disabilitas,masa pemerintahan pertama Gubernur Kalsel telah melahirkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

“Saya ingin, penyandang disabilitas mendapat akses yang sama, baik akses pendidikan, akses ekonomi, akses lapangan pekerjaan, akses olahraga dan akses apapun yang berhubungan dengan mereka, insyallah saya akan terus melanjutkan perjuangan memenuhi hak penyandang disabilitas,” tutupnya. (BIROADPIM/RDM/RH)

Bantu Cegah Hipertensi, Mahasiswa FK ULM Terjun ke Masyarakat

BANJARBARU – Dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan sosialisasi dengan terjun langsung ke masyarakat.

Salah satu lokasi yang disambangi adalah kegiatan di Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru. “Kami Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat FK ULM membuat Program Germas Pensi dalam rangka penyuluhan pencegahan penyakit hipertensi,” kata M Naufal Hibbatullah , Ketua Pelaksana Germas Pensi, Selasa (7/12).

Germas Pensi adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Penyuluhan, Senam dan Konseling Hipertensi.

“Tujuan kegiatan adalah menurunkan angka kejadian hipertensi di masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurutnya, Hipertensi adalah salah satu penyakit yang bisa mematikan.

Penyebabnya oleh banyak faktor seperti konsumsi makanan tinggi garam, pola.makan yang kurang sehat dan kurang aktifitas fisik.

Kegiatan dilakukan di kawasan Guntung Paikat karena diketahui ada beberapa kasus hipertensi di sana.

“Khususnya di RT 003 RW 001 Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru,” kata Naufal.

Adapun mahasiswa yang melaksanakan Germas Pensi adalah M Naufal Hibbatullah , Erma Fitriani, Mulyana Safitri, dan Noor Hakiki.

Germas Pensi dilakukan dengan 3 cara yang pertama melakukan penyuluhan kepada para warga agar meningkatnya pengetahuan tentang hipertensi. Kedua melakukan konseling mengenai keluhan warga yang mengalami hipertensi sekaligus pengecekan tekanan darah.

Terakhir adalah senam hipertensi yang dilakukan warga secara mandiri dengan melihat gerakan pada halaman kalender yang telah diberikan.

“Untuk mengetahui apakah sudah terjadi penurunan atau belum maka dilakukan pengecekan tekanan darah yang dilakukan 2 kali secara berkala,” Naufal.

Naufal dan teman-temannya sangat berharap kegiatan ini akan berhasil menurunkan kasus hipertensi yang terjadi, mereka juga berharap agar warga tetap melakukan senam dan menjaga makan secara rutin. (RILIS/RDM/RH)

SLB C Negeri Pembina Kalsel Peringati Hari Disabilitas Internasional 

BANJARBARU – Bertempat di halaman SLB C Negeri Pembina Kalsel, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menghadiri peringatan hari Disabilitas Internasional tahun 2021, Selasa (7/12). Dalam peringatan hari disabilitas internasional tersebut siswa dan siswi difabel SLB ini memperagakan berbagai macam lomba untuk menarik perhatian Gubernur Kalsel serta tamu undangan lainnya, seperti lomba peragaan busana, bernyanyi, serta unjuk kebolehan lainnya.

Meskipun menderita tuna rungu hingga tuna grahita, para siswa di SLB tersebut tidak kesulitan dalam memperagakan keahlian meraka.

Gubernur Kalsel dalam sambutannya menyampaikan, peringatan hari Disabilitas Internasional ini, diselenggarakan sebagai bentuk nyata perhatian dan kepedulian pemerintah provinsi Kalsel, terhadap penyandang disabilitas di banua ini. Peringatan disabilitas ini bukan hanya kepatuhan Kalsel terhadap komitmen dunia dalam forum PBB, tetapi merupakan panggilan kesetaraan, kemanusiaan, dan persamaan hak disemua bidang kehidupan.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Kami akan terus melanjutkan perjuangan untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Mereka harus mendapatkan akses yang sama dengan masyarakat lainnya, seperti akses pendidikan, ekonomi, olahraga, dan akses lapangan pekerjaan,” ungkap Sahbirin Noor.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB C Negeri Pembina Rosita Sari menyampaikan, banyak anak didiknya yang memiliki keterampilan yang tak kalah dengan sekolah normal. Bahkan beberapa siswa yang tampil sudah mendapatkan predikat juara dibidangnya.

“Alhamdulillah banyak anak didik kita yang berhasil menorehkan prestasi meskipun dengan kekurangannya tetap bisa berkarya,” ucap Rosita.

Rosita menambahkan, Pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah dilakukan, di 2022 Rosita berharap siswa SLB C Negeri Pembina bisa lebih berprestasi dan semangat untuk mencapai cita-citanya.

“Peringatan hari disabilitas internasional ini kita harapkan menjadi refleksi kami dari guru dan orangtua siswa, begini loh kemampuan anak kita dan itu yang harus kita dukung dan bina agar anak didik kita bisa lebih baik lagi,” tutup Rosita. (MRF/RDM/RH)

Hadiri Hari Jadi ke-56, Wagub Kalsel: Siap Dukung Tabalong Sebagai Pintu Gerbang IKN

TABALONG – Kabupaten Tabalong melaksanakan Puncak dan Syukuran Hari Jadi ke-56, di Halaman Pendopo Bersinar Tanjung pada Selasa (7/12).

Acara yang mengusung tema “Masyarakat Sehat, Ekonomi Berkembang, Tabalong Terdepan” ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin didampingi Istri, Fathul Jannah Muhidin.

Wakil Gubernur Kalsel Muhidin menyampaikan ucapan selamat atas hari bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Tabalong ini.

“Kepada seluruh lapisan masyarakat dan unsur pemerintah Kabupaten Tabalong, kami ucapkan selamat memeringati Hari Jadi yang ke-56. Mudah-mudahan Allah SWT semakin menganugerahkan  berkah bagi kehidupan masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Tabalong,” harapnya.

Dirinya juga tak lupa mengingatkan  masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk tetap waspada terhadap penyebaran  COVID-19.

Menurutnya, semakin konsisten penanganan dilakukan, maka semakin cepat pembangunan dapat dilakukan.

“Kita harus memulihkan sektor ekonomi, kesehatan serta dampak sosial yang muncul di masyarakat akibat pandemi COVID-19, seperti peningkatan kemiskinan dan pengangguran, serta percepatan vaksinas. Jika berhasil mengendalikan ini secara konsisten, maka Kalsel dapat bergerak lebih cepat dalam agenda-agenda pembangunan,” ujarnya.

Harapan ini bukan tanpa alasan, kabupaten Tabalong merupakan salah satu daerah pintu masuk paling strategis yang berbatasan langsung dengan ibukota baru negara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Jangan sampai terlambat dalam menyiapkan Kabupaten Tabalong menjadi daerah penyangga ibukota karena berbatasan langsung dengan IKN. Jadikan peluang daerah penyangga ini dengan dukungan infrastruktur yang baik, kecukupan energi serta pelayanan yang prima,” harapnya.

Muhidin mengungkapkan, kesediannya untuk memfasilitasi aspirasi kepada Pemprov Kalsel. Ia  akan membantu menyampaikan dan berkoordinasi  dengan Gubernur.

“Kalau ada bantuan lain  dengan Pemerintah  Provinsi, coba sampaikan. Insya Allah ulun akan coba koordinasikan dengan Pak Gubernur. Karena Tabalong sendiri merupakan wilayah penyangga yang lokasinya berdampingan dengan IKN yang baru nantinya,” tutupnya.

Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani, dalam sambutannya memaparkan hal yang senada, terkait dengan persiapan Kabupaten Tabalong yang berbatasan dengan IKN baru.

“Posisi strategis Insya Allah semakin menguntungkan Kabupaten Tabalong, yang akan menjadi daerah yang paling dekat dengan IKN,” ujarnya.

Anang ungkapkan Tabalong terus bertransformasi sebagai wujud keseriusan dalam mendukung Kalsel MAJU (Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan) sebagai penyangga ibukota baru negara, dengan melaksanakan inovasi di berbagai bidang.

Inovasi tersebut diantaranya, pasar agribisnis yang mewadahi hasil pertanian lokal, berbagai kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka pengembangan sektor pertanian peternakan dan hortikultura.

Sedangkan untuk sektor pembangunan dan kesehatan, Kabupaten Tabalong terus melaksanakan pemerataan penyediaan infrastruktur air bersih serta melaksanakan penekanan angka malaria, serta intervensi stunting yang berhasil menurunkan angka stunting dari 39 persen di 2018 menjadi 8,9 persen di 2021.

Diera pandemi COVID-19, tak lupa Kabupaten Tabalong juga mengadakan gerakan 1 juta masker yang juga berperan meningkatkan perekonomian masyarakat pembuat masker, serta telah capai angka 57,31 persen untuk pelaksanaan vaksinasi.

“Insya Allah sampai akhir Desember 2021 akan capai angka 70 persen. Kami mohon dukungan kita semua agar vaksinasi bisa berjalan dengan lancar,” harap Anang. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

BPKP Kalsel Minta Instansi Pemerintah Miliki Strategi Mengelola dan Memitigasi Risiko Pandemi

BANJARBARU – Anggaran negara/daerah sudah semakin terbatas di masa Pandemi COVID-19 ini. Karena itu, sinergi para pemangku kepentingan dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran sangat penting. Sebab, setiap uang negara/daerah yang dikeluarkan harus memberikan hasil yang berkualitas dengan anggaran terbatas.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan, Rudy M. Harahap, saat mengisi materi Webinar Anti Korupsi dengan tema “Cegah Korupsi, Pulihkan Negeri” yang diadakan oleh Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (7/12).

“Instansi pemerintah harus strategi mengelola dan memitigasi risiko dalam rangka penyusunan anggaran, apalagi di masa pandemi,” kata Rudy.

Pada kesempatan tersebut, Rudy juga menjelaskan bermacam-macam risiko strategis, taktis, dan proyek dalam pengelolaan APBN, terutama di masa pandemi saat ini yang dapat menyebabkan terjadinya kecurangan (fraud).

Untuk itu, perlu strategi mitigasi risiko, khususnya dalam mengelola risiko guna meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya.
Pandemi mengharuskan pemerintah untuk menyesuaikan postur belanja pada APBN demi pilihan prioritas penanganan Pandemi COVID-19, terutama dengan mengurangi kegiatan yang dinilai kurang prioritas dan tidak mendesak.

Dalam hal penyesuaian postur belanja tersebut, terdapat risiko-risiko yang perlu dikelola, termasuk risiko terjadinya kecurangan (fraud) atau korupsi.

“Jika risiko tidak dikelola dengan baik, tentu akan menghambat percepatan pemulihan ekonomi nasional, terutama pada pos belanja penanganan COVID-19,” tegas Rudy, alumni Harvard Kennedy School tersebut.

Ia juga menguraikan pentingnya integrasi para pihak dalam mengelola risiko, yaitu (1) mereka yang bertanggung jawab mengelola risiko dan memberikan pelayanan, (2) mereka yang membimbing manajemen risiko, dan (3) internal audit yang memastikan praktik manajemen risiko berjalan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan “Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2021” yang diikuti oleh pegawai di lingkungan Kanwil DJPb Provinsi Kalsel, akademisi, dan Pengelola Keuangan Mitra Kerja Kanwil DJPb Provinsi Kalsel. (BPKP.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Harapkan Menara Vokasi Dapat Tingkatkan SDM

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan dengan adanya Menara Vokasi dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Generasi Muda di Banua ini.

Demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor saat menghadiri acara Menara Vokasi Politeknik, SMK. LKP Tahun 2021, di salah satu mall di Kota Banjarmasin, Selasa (7/12).

Mobil listrik karya SMK Negeri 5 Banjarmasin

Dalam sambutannya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, Menara Vokasi ini merupakan upaya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan SDM.

“Dengan adanya Menara Vokasi ini SDM di Kalsel akan semakin meningkat,” ucapnya.

Mengingat, lanjutnya, dimana untuk membangun sebuah negara, daerah, diperlukan SDM yang berkualitas.

“Oleh karena itulah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap adanya Menara Vokasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur SMK Kemendikbud Ristek RI Wardani Sugiyanto mengatakan, dilaksanakan Menara Vokasi ini dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sekolah kejuaraan atau Vokasi di tanah air termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dalam meningkatkan Menara Vokasi ini, maka kami mengajak Pemerintah Daerah serta para pelaku industri di tanah air ini, untuk mendukung pengembangan pendidikan Vokasi tersebut,” ungkapnya.

Wardani mengatakan, peningkatan sekolah vokasi tersebut, berupa pendidikan Politeknik, SMK, LKP, serta lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur SMK Kemendikbud RI ini juga meninjau hasil karya produk inovasi dari SMK yang dipamerkan pada Gebyar Menara Vokasi 2021.

“Setelah melihat produk produk hasil kreativitas pelajar SMK di Provinsi Kalimantan Selatan ini, ternyata tidak kalah dengan bersaing dengan yang lainnya,” ujarnya.

Menurut Wardani, pihaknya tertarik dengan mobil listrik dari SMK Negeri 5 Banjarmasin, serta produk Animasi dari SMK 2 Banjarmasin.

“Hasil produk dari SMK tersebut, yang diinginkan, pada pendidikan Vokasi kedepannya bisa menciptakan lapangan kerja,” ucap Wardani. (SRI/RDM/RH)

Kementerian PAN-RB Resmi Buka MPP Kota Banjarbaru

BANJARBARU – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banjarbaru resmi dibuka. MPP Kota Banjarbaru merupakan MPP yang ketiga di Kalimantan dan menjadi MPP ke-49 di Indonesia, Selasa (7/12).

Pembangunan MPP ini mendapat apresiasi dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Apresiasi tersebut disampaikannya melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemko Banjarbaru yang terus melakukan inovasi dan terobosan disektor pelayanan publik secara berkelanjutan,” ucapnya.

Hubungan antar pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan masyarakat, menurutnya harus dibangun dan dikembangkan guna mewujudkan kondisi yang lebih baik.

“Kita semua harus berkomitmen dalam memperjuangkan terpenuhinya kebutuhan dasar pelayanan secara berkeadilan, serta mensejahterakan keadilan bagi seluruh masyarakat,” imbaunya.

Sementara itu, Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa mengatakan, kehadiran MPP harus mampu mendukung pertumbuhan investasi di daerah agar ikut menyokong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Kota Banjarbaru sebagai pintu gerbang Kalimantan Selatan perlu memperkuat dan meningkatkan capaian positif seperti meningkatkan pertumbuhan investasi guna percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya

Diah berpesan, MPP kota Banjarbaru juga harus bisa memberikan wajah baru terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Jangan hanya bangunannya saja yang baik tetapi seluruh aspek di dalamnya juga harus baik. Berikan layanan yang nyaman, terjangkau, cepat, mudah dan ramah,” pesannya.

Untuk diketahui, masyarakat dapat memperoleh 46 jenis layanan dari 13 instansi di MPP Kota Banjarbaru. Berbagai fasilitas gedung yang memadai, sarana prasarana yang modern hingga sistem yang terintegrasi disediakan untuk memberikan kenyamanan untuk masyarakat.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri PANRB bidang Pelayanan Publik dan Umum Saifuddin Latief, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin beserta Wakilnya Wartono, sejumlah Kepala Daerah, Forkopimda kota Banjarbaru, SKPD terkait dan instansi vertikal lainnya. (TR21-01/RDM/RH)

Disdag Kalsel Gelar Temu Bisnis dan Misi Dagang Lintas Provinsi

BANJARMASIN – Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, kepada Abdi Persada FM pada Selasa (7/12) mengatakan, menjelang di penghujung tahun 2021 ini, pihaknya melaksanakan Temu Bisnis dan Misi Dagang baru baru tadi untuk memanfaatkan peluang pasar antar lintas Provinsi, yaitu ke Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani

“Kami analisa potensi perdagangan antara kedua provinsi itu, maka Palangkaraya di jadikan tempat bertemunya pedagang dan pelaku usaha asal Kalsel, dengan pelaku usaha perdagangan Kalteng,” ucapnya.

Birhasani menjelaskan, dalam Temu Bisnis dan Misi Dagang ini, atas pertimbangan kebutuhan beberapa komoditi dan produk Kalsel, bagi masyarakat Kalteng, dipilihlah beberapa produk dan komoditi asal Kalsel, seperti cabe beserta produk turunannya, produk Sarigading, ayam ras dan telur ayam ras. Ada juga beberapa komoditi produk perdagangan, yang distributornya berasal dari Kalsel. Namun pasarnya ekspansi ke Kalteng seperti bawang merah, gula pasir, minyak goreng.

“Beberapa komoditi dan produk Kalteng, yang menjadi keperluan pengusaha asal Kalsel, yaitu Damar, Teh Bajakah, abon ikan, dan lain-lain, untuk hasil transaksi dari Temu Bisnis dan Misi Dagang cukup fantastis, yaitu lebih dari Rp. 299,5 milyar,” jelasnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, potensi pasar produk Kalsel di Kalteng dan Kaltim sangatlah besar, ini menunjukkan
dari hasil gelar Temu Bisnis dan Misi Dagang Kalsel mempunyai posisi yang sangat strategis dalam kegiatan perdagangan di Kalimantan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kuantitas produk, baik hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan maupun usaha industri, agar pemanfaatan akses pasar ini berkelanjutan.

“Tentu sangat relevan dengan Visi Pemerintah Provinsi Kalsel, yaitu Kalimantan Selatan Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan. Karena sinergitas dan kolaborasi antar SKPD, dari hulu hingga ke hilir sangat diperlukan untuk menjalankan perannya sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version