ASN di Pemko Banjarmasin Dilarang Cuti di Akhir Tahun

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) mereka, untuk mengambil cuti pada akhir tahun mendatang. Seperti, arahan dari Kemenpan-RB beberapa waktu lalu.

Plh Sekda Kota Banjarmasin Djoyo Pudjadi mengatakan, adanya larangan ASN mengambil cuti pada akhir tahun. Seperti edaran Pemerintah Pusat, maka ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

“ASN dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin dilarang mengambil cuti pada akhir tahun mendatang,” ucapnya.

Menurut Djoyo, untuk hari natal pada tanggal 25 Desember 2021 tetap libur, begitu juga untuk tahun baru pada tanggal 1 Januari 2022 tetap libur.

“Yang tidak diperbolehkan cuti pada akhir tahun tersebut,” ujarnya.

Djoyo menegaskan, bagi ASN dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin yang nekat mengambil cuti tersebut, tentunya akan diberikan sanksi berdasarkan aturan yang berlaku untuk ASN.

“Bagi ASN yang nekat mengambil cuti maka akan diberikan sanksi,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Djoyo, untuk seluruh ASN dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin dapat mematuhi perihal larangan cuti di akhir tahun tersebut.

“Kami berharap seluruh ASN dilingkup Pemko Banjarmasin untuk dapat mematuhi hal tersebut,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ajukan Raperda RPJMD Tahun 2021-2026

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026 dalam rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu (8/12).

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

“Penyampaian Raperda tersebut, erat kaitannya dengan pelaksanaan rencana pembangunan daerah agar berjalan efektif, efisien dan terarah serta tepat  sasaran, maka diperlukan rencana pembangunan jangka menengah daerah,” katanya.

Adapun maksud Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menyusun Raperda mengenai RPJMD Kalsel Tahun 2021-2026, sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan pada masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih hasil pilkada serentak yang dilaksanakan pada tahun 2020. 

“Penyusunan RPJMD Kalsel Tahun 2021-2026 ini, berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kalsel Tahun 2005-2025, serta memperhatikan RPJM Nasional, sumber daya dan potensi yang dimiliki, faktor-faktor keberhasilan, evaluasi pembangunan serta isu-isu strategis yang berkembang,” jelasnya.

Sahbirin Noor menambahkan penyusunan RPJMD harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang termuat pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah.

“Tata cara evaluasi Raperda RPJPD dan RPJMD serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD, RKPD,” tambahnya.

Ditambahkan Sahbirin, beberapa pokok pikiran yang menjadi dasar dalam penyusunan Raperda tentang RPJMD Kalsel Tahun 2021-2026 yaitu perlunya menetapkan tujuan, kebijakan dan strategi pembangunan daerah yang efektif dan efisien, yang diwujudkan melalui RPJMD yang merupakan penjabaran visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.

“Perlu dibentuknya suatu peraturan daerah yang dapat memberikan kepastian hukum  dalam rangka perencanaan pembangunan daerah provinsi Kalimantan Selatan tahun 2021-2026, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Sahbirin menyatakan perlunya mengikutsertakan masyarakat/stakeholders di Kalsel dalam rangka pemberian dukungan dan partisipasi yang lebih komprehensif terhadap pembangunan.

“Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel Supian HK mengatakan penjelasan Gubernur Kalsel tersebut akan ditanggapi oleh Fraksi-Fraksi DPRD Kalsel dalam rapat paripurna Dewam yang dijadwalkan Senin 13 Desember mendatang. (NRH/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Gelar Meet and Greet Bersama Ria Enes dan Susan

BANJARMASIN – Setelah menghibur anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) dengan mendongeng pada Selasa (7/12) pagi, Ria Enes juga berbagi tips kepada orang tua dan perwakilan organisasi perempuan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam acara Meet and Greet, pada Selasa (7/12) siang.

Suasana Meet and Greet Bersama Ria Enes dan Susan

Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel itu diikuti diantaranya Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari Polda, Persit Resor Militer 101/Antasari, Gabungan Istri Wakil Rakyat, Jalasenastri, Ikatan Guru TK Indonesia Kalsel, serta Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kalsel dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Sesuai dengan audiencenya para guru dan ibu-ibu, Bunda Nunung (panggilan akrab Kadispersip Kalsel) memberikan ide kepada saya supaya mereka memiliki bekal karena mereka kesehariannya selalu menyertai anak-anak, baik itu di sekolah maupun di keluarga,” kata Ria Enes kepada wartawan.

Hal itu dinilai penting, terutama bagi guru dan ibu-ibu agar mereka tetap bisa menimba ilmu dan tidak terjebak rutinitas yang hal itu akan melemahkan peran mereka. Dengan membaca, menurut Ria Enes, para guru dan ibu-ibu akan selalu aktual, baik di keluarga maupun di masyarakat.

“Pandemi ini membuat kita harus banyak berada di rumah, ibu-ibu mau nggak mau harus bisa menjadi lem (perekat) di keluarganya, sehingga mereka bisa menghidupkan suasana0 kekeluargaan di tengah kesibukan yang ada,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani menyatakan pihaknya tetap konsisten mempromosikan minat baca dan perpustakaan dengan menggandeng pesohor atau pendongeng nasional, terbaru yakni Ria Enes. Ia mengatakan keinginan untuk mendatangkan Ria Enes ke Banua sudah ada sejak tahun lalu, namun harus tertunda karena pandemi COVID-19.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani

“Meskipun terhalang pandemi pada tahun lalu, kami tetap menghadirkan Kak Ria Enes ini untuk mengobati rindu masyarakat Banua walaupun hanya lewat dalam jaringan (daring). Alhamdulillah tahun ini kita bisa mendatangkan secara langsung kak Ria Enes ke Kalimantan Selatan untuk berbagi ilmunya,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Datangi Faperta ULM, BIN Kalsel Gelar Vaksinasi COVID-19 Goes to Campus

BANJARBARU – Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Selatan, kembali menggelar vaksinasi COVID-19, Rabu (8/12). Kali ini kegiatan vaksinasi dipusatkan di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin di Banjarbaru yang diperuntukan kepada mahasiswa serta warga dilingkungan kampus ini.

Kegiatan Vaksinasi Goes To Campus ini dipantau langsung oleh Kepala Binda Kalsel Brigjen Pol. Heri Armanto dan Wakil Dekan Akademik Fakultas Pertanian ULM, Arif Akbar beserta Kapolsek Banjarbaru Kota Shofiyah dan perwakilan dari Kodim 1006/Banjar.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Binda Kalsel Brigjen Pol. Heri Armanto menyampaikan, kegiatan ini selain mengejar target herd immunity 70 persen sesuai arahan pemerintah pusat, juga mendukung rencana pembelajaran tatap muka terbatas untuk mahasiswa dikampus ini.

“Pelaksanaan vaksinasi ini selain untuk menyukseskan program percepatan vaksinani untuk mencapai target 70 persen, juga mendukung kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas yang dilaksanakan ULM,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Akademik Fakultas Pertanian ULM, Arif Akbar mengapresiasi langkah Binda Kalsel ini dalam mendukung pihaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan awal tahun 2022 nanti.

“Ada instruksi dari kementerian untuk membuka PTM terbatas. Salah satu syarat mahasiswa mengikuti PTM ialah minimal sudah mendapatkan vaksin dosis pertama. Jadi kami sangat berterimakasih kepada BIN Kalsel yang sudah mendukung rencana PTM terbatas kami nanti dengan dilaksanakannya vaksinasi ini. Terlebih kampus kami sudah memberlakukan aplikasi PeduiLindungi,” ucap Arif.

Untuk diketahui, jenis vaksin yang digunakan pada kegiatan kali ini adalah Pfizer, AstraZeneca dan Sinovac untuk dosis 1 dan dosis 2. Sementara untuk jumlah vaksin yang disalurkan di Fakultas Pertanian ULM kali ini berjumlah 250 dosis yang bekerjasama dengan puskesmas Sungai Besar dengan menggunakan bus vaksin keliling milik Pemerintah kota Banjarbaru. (RDM/RH)

Semua Terharu Saat Menyimak Puisi Paman Birin, di Hari Disabilitas Dunia

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor membacakan puisi pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di SLB C Negeri Pembina Kalsel, Banjarbaru, Selasa (7/12).

Paman Birin tak kuasa menahan haru membacakan bait demi bait puisi dengan judul Kami Tak Berbeda.

“Tuhan kenapa kami berbeda, apa ini tanda kasihmu kepada kami, kaum disabilitas tak bermaksud mengeluh, kami syukuri anugerah, yang diberikan walau kami tak mampu menatap indahnya dunia, telinga kami tak dapat mendengar merdunya nada, mulut kami tak mampu menyerukan namamu.

Langkah kami tak mampu goyahkan dunia, tapi kami tau rencanamu Ya Rabb….. lebih sempurna, kekurangan kami adalah kelebihanya dan kami tidaklah berbeda,” ucapnya.

Para undangan dan orangtua anak penyandang disabilitas terlihat turut terharu mendengar dan menyimak puisi yang sarat dengan nilai nilai religius .

Bagi pribadi Paman Birin, tidak ada perbedaan sedikitpun penyandang disabilitas dengan manusia lainya, karena manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya, bukan fisik yang menjadi ukuranya tetapi terletak pada akal, budi pekerti dan kemuliaan akhlaknya.

Disampaikan Paman Birin, penyandang disabilitas tidak boleh patah semangat, terus optimis dan pantang menyerah dalam mengarungi kehidupan. “Saya akan selalu ada bersama penyandang disabilitas. Untuk memperjuangkan hak hak disabilitas,” ucapnya.

Sebagai komitmen dalam memperjuangkan hak hak disabilitas,masa pemerintahan pertama Gubernur Kalsel telah melahirkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

“Saya ingin, penyandang disabilitas mendapat akses yang sama, baik akses pendidikan, akses ekonomi, akses lapangan pekerjaan, akses olahraga dan akses apapun yang berhubungan dengan mereka, insyallah saya akan terus melanjutkan perjuangan memenuhi hak penyandang disabilitas,” tutupnya. (BIROADPIM/RDM/RH)

Bantu Cegah Hipertensi, Mahasiswa FK ULM Terjun ke Masyarakat

BANJARBARU – Dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan sosialisasi dengan terjun langsung ke masyarakat.

Salah satu lokasi yang disambangi adalah kegiatan di Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru. “Kami Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat FK ULM membuat Program Germas Pensi dalam rangka penyuluhan pencegahan penyakit hipertensi,” kata M Naufal Hibbatullah , Ketua Pelaksana Germas Pensi, Selasa (7/12).

Germas Pensi adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Penyuluhan, Senam dan Konseling Hipertensi.

“Tujuan kegiatan adalah menurunkan angka kejadian hipertensi di masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurutnya, Hipertensi adalah salah satu penyakit yang bisa mematikan.

Penyebabnya oleh banyak faktor seperti konsumsi makanan tinggi garam, pola.makan yang kurang sehat dan kurang aktifitas fisik.

Kegiatan dilakukan di kawasan Guntung Paikat karena diketahui ada beberapa kasus hipertensi di sana.

“Khususnya di RT 003 RW 001 Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru,” kata Naufal.

Adapun mahasiswa yang melaksanakan Germas Pensi adalah M Naufal Hibbatullah , Erma Fitriani, Mulyana Safitri, dan Noor Hakiki.

Germas Pensi dilakukan dengan 3 cara yang pertama melakukan penyuluhan kepada para warga agar meningkatnya pengetahuan tentang hipertensi. Kedua melakukan konseling mengenai keluhan warga yang mengalami hipertensi sekaligus pengecekan tekanan darah.

Terakhir adalah senam hipertensi yang dilakukan warga secara mandiri dengan melihat gerakan pada halaman kalender yang telah diberikan.

“Untuk mengetahui apakah sudah terjadi penurunan atau belum maka dilakukan pengecekan tekanan darah yang dilakukan 2 kali secara berkala,” Naufal.

Naufal dan teman-temannya sangat berharap kegiatan ini akan berhasil menurunkan kasus hipertensi yang terjadi, mereka juga berharap agar warga tetap melakukan senam dan menjaga makan secara rutin. (RILIS/RDM/RH)

SLB C Negeri Pembina Kalsel Peringati Hari Disabilitas Internasional 

BANJARBARU – Bertempat di halaman SLB C Negeri Pembina Kalsel, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menghadiri peringatan hari Disabilitas Internasional tahun 2021, Selasa (7/12). Dalam peringatan hari disabilitas internasional tersebut siswa dan siswi difabel SLB ini memperagakan berbagai macam lomba untuk menarik perhatian Gubernur Kalsel serta tamu undangan lainnya, seperti lomba peragaan busana, bernyanyi, serta unjuk kebolehan lainnya.

Meskipun menderita tuna rungu hingga tuna grahita, para siswa di SLB tersebut tidak kesulitan dalam memperagakan keahlian meraka.

Gubernur Kalsel dalam sambutannya menyampaikan, peringatan hari Disabilitas Internasional ini, diselenggarakan sebagai bentuk nyata perhatian dan kepedulian pemerintah provinsi Kalsel, terhadap penyandang disabilitas di banua ini. Peringatan disabilitas ini bukan hanya kepatuhan Kalsel terhadap komitmen dunia dalam forum PBB, tetapi merupakan panggilan kesetaraan, kemanusiaan, dan persamaan hak disemua bidang kehidupan.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Kami akan terus melanjutkan perjuangan untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Mereka harus mendapatkan akses yang sama dengan masyarakat lainnya, seperti akses pendidikan, ekonomi, olahraga, dan akses lapangan pekerjaan,” ungkap Sahbirin Noor.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB C Negeri Pembina Rosita Sari menyampaikan, banyak anak didiknya yang memiliki keterampilan yang tak kalah dengan sekolah normal. Bahkan beberapa siswa yang tampil sudah mendapatkan predikat juara dibidangnya.

“Alhamdulillah banyak anak didik kita yang berhasil menorehkan prestasi meskipun dengan kekurangannya tetap bisa berkarya,” ucap Rosita.

Rosita menambahkan, Pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah dilakukan, di 2022 Rosita berharap siswa SLB C Negeri Pembina bisa lebih berprestasi dan semangat untuk mencapai cita-citanya.

“Peringatan hari disabilitas internasional ini kita harapkan menjadi refleksi kami dari guru dan orangtua siswa, begini loh kemampuan anak kita dan itu yang harus kita dukung dan bina agar anak didik kita bisa lebih baik lagi,” tutup Rosita. (MRF/RDM/RH)

Hadiri Hari Jadi ke-56, Wagub Kalsel: Siap Dukung Tabalong Sebagai Pintu Gerbang IKN

TABALONG – Kabupaten Tabalong melaksanakan Puncak dan Syukuran Hari Jadi ke-56, di Halaman Pendopo Bersinar Tanjung pada Selasa (7/12).

Acara yang mengusung tema “Masyarakat Sehat, Ekonomi Berkembang, Tabalong Terdepan” ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin didampingi Istri, Fathul Jannah Muhidin.

Wakil Gubernur Kalsel Muhidin menyampaikan ucapan selamat atas hari bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Tabalong ini.

“Kepada seluruh lapisan masyarakat dan unsur pemerintah Kabupaten Tabalong, kami ucapkan selamat memeringati Hari Jadi yang ke-56. Mudah-mudahan Allah SWT semakin menganugerahkan  berkah bagi kehidupan masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Tabalong,” harapnya.

Dirinya juga tak lupa mengingatkan  masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk tetap waspada terhadap penyebaran  COVID-19.

Menurutnya, semakin konsisten penanganan dilakukan, maka semakin cepat pembangunan dapat dilakukan.

“Kita harus memulihkan sektor ekonomi, kesehatan serta dampak sosial yang muncul di masyarakat akibat pandemi COVID-19, seperti peningkatan kemiskinan dan pengangguran, serta percepatan vaksinas. Jika berhasil mengendalikan ini secara konsisten, maka Kalsel dapat bergerak lebih cepat dalam agenda-agenda pembangunan,” ujarnya.

Harapan ini bukan tanpa alasan, kabupaten Tabalong merupakan salah satu daerah pintu masuk paling strategis yang berbatasan langsung dengan ibukota baru negara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Jangan sampai terlambat dalam menyiapkan Kabupaten Tabalong menjadi daerah penyangga ibukota karena berbatasan langsung dengan IKN. Jadikan peluang daerah penyangga ini dengan dukungan infrastruktur yang baik, kecukupan energi serta pelayanan yang prima,” harapnya.

Muhidin mengungkapkan, kesediannya untuk memfasilitasi aspirasi kepada Pemprov Kalsel. Ia  akan membantu menyampaikan dan berkoordinasi  dengan Gubernur.

“Kalau ada bantuan lain  dengan Pemerintah  Provinsi, coba sampaikan. Insya Allah ulun akan coba koordinasikan dengan Pak Gubernur. Karena Tabalong sendiri merupakan wilayah penyangga yang lokasinya berdampingan dengan IKN yang baru nantinya,” tutupnya.

Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani, dalam sambutannya memaparkan hal yang senada, terkait dengan persiapan Kabupaten Tabalong yang berbatasan dengan IKN baru.

“Posisi strategis Insya Allah semakin menguntungkan Kabupaten Tabalong, yang akan menjadi daerah yang paling dekat dengan IKN,” ujarnya.

Anang ungkapkan Tabalong terus bertransformasi sebagai wujud keseriusan dalam mendukung Kalsel MAJU (Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan) sebagai penyangga ibukota baru negara, dengan melaksanakan inovasi di berbagai bidang.

Inovasi tersebut diantaranya, pasar agribisnis yang mewadahi hasil pertanian lokal, berbagai kerjasama dengan pihak perbankan dalam rangka pengembangan sektor pertanian peternakan dan hortikultura.

Sedangkan untuk sektor pembangunan dan kesehatan, Kabupaten Tabalong terus melaksanakan pemerataan penyediaan infrastruktur air bersih serta melaksanakan penekanan angka malaria, serta intervensi stunting yang berhasil menurunkan angka stunting dari 39 persen di 2018 menjadi 8,9 persen di 2021.

Diera pandemi COVID-19, tak lupa Kabupaten Tabalong juga mengadakan gerakan 1 juta masker yang juga berperan meningkatkan perekonomian masyarakat pembuat masker, serta telah capai angka 57,31 persen untuk pelaksanaan vaksinasi.

“Insya Allah sampai akhir Desember 2021 akan capai angka 70 persen. Kami mohon dukungan kita semua agar vaksinasi bisa berjalan dengan lancar,” harap Anang. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

BPKP Kalsel Minta Instansi Pemerintah Miliki Strategi Mengelola dan Memitigasi Risiko Pandemi

BANJARBARU – Anggaran negara/daerah sudah semakin terbatas di masa Pandemi COVID-19 ini. Karena itu, sinergi para pemangku kepentingan dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran sangat penting. Sebab, setiap uang negara/daerah yang dikeluarkan harus memberikan hasil yang berkualitas dengan anggaran terbatas.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan, Rudy M. Harahap, saat mengisi materi Webinar Anti Korupsi dengan tema “Cegah Korupsi, Pulihkan Negeri” yang diadakan oleh Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (7/12).

“Instansi pemerintah harus strategi mengelola dan memitigasi risiko dalam rangka penyusunan anggaran, apalagi di masa pandemi,” kata Rudy.

Pada kesempatan tersebut, Rudy juga menjelaskan bermacam-macam risiko strategis, taktis, dan proyek dalam pengelolaan APBN, terutama di masa pandemi saat ini yang dapat menyebabkan terjadinya kecurangan (fraud).

Untuk itu, perlu strategi mitigasi risiko, khususnya dalam mengelola risiko guna meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya.
Pandemi mengharuskan pemerintah untuk menyesuaikan postur belanja pada APBN demi pilihan prioritas penanganan Pandemi COVID-19, terutama dengan mengurangi kegiatan yang dinilai kurang prioritas dan tidak mendesak.

Dalam hal penyesuaian postur belanja tersebut, terdapat risiko-risiko yang perlu dikelola, termasuk risiko terjadinya kecurangan (fraud) atau korupsi.

“Jika risiko tidak dikelola dengan baik, tentu akan menghambat percepatan pemulihan ekonomi nasional, terutama pada pos belanja penanganan COVID-19,” tegas Rudy, alumni Harvard Kennedy School tersebut.

Ia juga menguraikan pentingnya integrasi para pihak dalam mengelola risiko, yaitu (1) mereka yang bertanggung jawab mengelola risiko dan memberikan pelayanan, (2) mereka yang membimbing manajemen risiko, dan (3) internal audit yang memastikan praktik manajemen risiko berjalan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan “Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2021” yang diikuti oleh pegawai di lingkungan Kanwil DJPb Provinsi Kalsel, akademisi, dan Pengelola Keuangan Mitra Kerja Kanwil DJPb Provinsi Kalsel. (BPKP.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Harapkan Menara Vokasi Dapat Tingkatkan SDM

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan dengan adanya Menara Vokasi dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Generasi Muda di Banua ini.

Demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor saat menghadiri acara Menara Vokasi Politeknik, SMK. LKP Tahun 2021, di salah satu mall di Kota Banjarmasin, Selasa (7/12).

Mobil listrik karya SMK Negeri 5 Banjarmasin

Dalam sambutannya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, Menara Vokasi ini merupakan upaya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan SDM.

“Dengan adanya Menara Vokasi ini SDM di Kalsel akan semakin meningkat,” ucapnya.

Mengingat, lanjutnya, dimana untuk membangun sebuah negara, daerah, diperlukan SDM yang berkualitas.

“Oleh karena itulah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap adanya Menara Vokasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur SMK Kemendikbud Ristek RI Wardani Sugiyanto mengatakan, dilaksanakan Menara Vokasi ini dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sekolah kejuaraan atau Vokasi di tanah air termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dalam meningkatkan Menara Vokasi ini, maka kami mengajak Pemerintah Daerah serta para pelaku industri di tanah air ini, untuk mendukung pengembangan pendidikan Vokasi tersebut,” ungkapnya.

Wardani mengatakan, peningkatan sekolah vokasi tersebut, berupa pendidikan Politeknik, SMK, LKP, serta lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur SMK Kemendikbud RI ini juga meninjau hasil karya produk inovasi dari SMK yang dipamerkan pada Gebyar Menara Vokasi 2021.

“Setelah melihat produk produk hasil kreativitas pelajar SMK di Provinsi Kalimantan Selatan ini, ternyata tidak kalah dengan bersaing dengan yang lainnya,” ujarnya.

Menurut Wardani, pihaknya tertarik dengan mobil listrik dari SMK Negeri 5 Banjarmasin, serta produk Animasi dari SMK 2 Banjarmasin.

“Hasil produk dari SMK tersebut, yang diinginkan, pada pendidikan Vokasi kedepannya bisa menciptakan lapangan kerja,” ucap Wardani. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version