Pemprov Kalsel Sebar 585 Nakes Penugasan Khusus Hingga ke Daerah Sangat Terpencil

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor melepas 585 tenaga kesehatan penugasan khusus untuk bertugas di 11 kabupaten di provinsi ini, Rabu (8/12) bertempat di Halaman Setdaprov Kalsel.

Dihadapan 250 orang dari total 585 orang tenaga kesehatan yang berhadir, Gubernur Kalsel memberikan arahan agar dapat bertugas dengan ikhlas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Bekerjalah dalam rangka mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara dan kepada Tuhan yang maha esa,” ujar Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Penambahan jumlah SDM bidang kesehatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan perluasan akses pelayanan kesehatan.

“Saya minta kepada dinas kesehatan agar bisa memantau dan berkordinasi dengan kabupaten agar tenaga ini bisa bekerja dengan baik dan memberikam jaminan kemananan, keselamatan, dan dukungan lainya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim menyebutkan, latar belakang penempatan tenaga ini, bahwa pembangunan kesehatan nasional diarahkan untuk meningkatkan derajat masyarakat yang setinggi tingginya.
Dukungan SDM, baik kualitas maupun kuantitas sangat mempengaruhi pembangunan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang berkualitas harus didukung pelayanan yang terstandar, bermutu, dan ditunjang pemenuhan nakes.

“Tujuan penyebaran tenaga kesehatan tugas khusus ini untuk mendukung agar setiap Puskesmas, terutama daerah yang sulit, tetap ada nakes di sana,” ujar Muslim.

Melalui tenaga kesehatan ini, lanjutnya, bagi dinas kesehatan di masing-masing Kabupaten juga diharapkan dapat memanfaatkan untuk dapat meningkatkan capaian target vaksinasi COVID-19.

“Terutama bagi daerah yang masih berada di bawah 40 persen. Agar bisa mengejar sesuai target vaksinasi hingga 70 persen pada Desember ini,” terangnya.

Untuk diketahui, sebaran penempatan tenaga kesehatan penugasan khusus yang dulunya disebut Pegawai Tidak Tetap (PTT) itu yakni, di Kabupaten Banjar 42 orang, Barito Kuala sebanyak 75 orang, Tapin 45 orang, Tanah Laut dijatah 57 orang, HSS sebanyak 69 orang, di HSU 87 orang, selanjutnya di Balangan ditempatkan 9 orang, dan Tanah Bumbu sebanyak 43 nakes.

Dari jumlah itu, mereka yang masuk di daerah perkotaan sebanyak 18 orang, pedesaan sebanyak 388 orang, daerah terpencil 91 orang, dan daerah sangat terpencil ditempatkan 88 orang. (ASC/RDM/RH)

Pemprov Kejar Target IKLH Kalsel Tahun 2021

BANJARBARU– Pemerintah provinsi Kalsel melalui Dinas Lingkungan Hidup mengejar target nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sesuai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021 sebesar 70,26 poin.

Meskipun bukan hal yang mudah, terlebih di Kalsel saat ini sedang terjadi bencana Hidrometeorologi. Namun upaya untuk mencapai target tersebut terus menerus dilakukan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) provinsi Kalimantan Selatan Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, DLH prov Kalsel sudah melakukan berbagai macam upaya untuk mencapai target tersebut. Salah satunya dengan menerapkan program Kajian Lingkungan Hidup Steategis (KLHS).

“Dari awal proses perencanaan yang dilakukan oleh Pemprov maupun pemerintah kabupaten kota, kita melakukan yang namanya KLHS,” ucap Hanifah.

KLHS menurutnya penting dilakukan untuk menilik kembali daya dukung dan daya tampung untuk seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang.

“Kami sudah lakukan itu (KLHS) sejak awal,” lanjut Hanifah.

Hanifah memaparkan, sejauh ini upaya Pemprov Kalsel melalui berbagai SKPD terus dilakukan guna mendukung peningkatan IKLH 2021, diantaranya dengan memberikan pembinaan kepada perusahaan – perusahaan guna memperhatikan aspek pelestarian lingkungan kemudian pengelolaan sampah dan limbah di berbagai kabupaten-kota maupun perusahaan.

“Tidak menutup kemungkinan kita juga melakukan pengawasan terhadap industri untuk memastikan pengelolaan terhadap limbah mereka,” terang Hanifah.

DLH Kalsel ungkapnya, juga telah memiliki UPT TPA Sampah Banjarbakula dalam pengelolaan sampah, melaksanakan program Adiwiyata di sekolah, program Sungai Martapura Bungas dan masih banyak lainnya.

“IKLH tak bisa dicapai sendiri karena ini pekerjaan elaboratif yang melibatkan semua pihak seperti Dishut prov Kalsel yang melakukan penanaman untuk meningkatkan indeks kualitas tutupan hutan, sementara pemerintah kabupaten kota juga berperan meningkatkan kualitas tutupan lahan,” pungkas Hanifah. (TR21-01/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Pengelola Surya Arina Sound System Yang Lestarikan Musik Dangdut

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengapresiasi langkah Pengelola Surya Arina Sound System, dalam melestarikan musik dangdut, melalui lomba nyanyi dangdut se-Kalsel.

Salah satu peserta lomba nyanyi Dangdut 2021 se-Kalsel

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Faried Fakhmansyah, pada Rabu sore (8/12) Pemerintah Provinsi Kalsel menginginkan, dengan semakin berkembang potensi kesenian di Banua, salah satunya musik dangdut yang diakui sebagai musik asli Indonesia, melalui digelarnya lomba nyanyi dangdut se-Kalimantan Selatan ini, dapat melahirkan potensi penyanyi, sehingga membawa nama baik, ke tingkat nasional.

“Saya mewakili Gubernur Kalsel, sangatlah mengapresiasi kepada Din Jaya atas digelarnya lomba nyanyi dangdut se-Kalimantan Selatan, dengan harapan akan lahir penyanyi dangdut asal Banua, yang bisa membawa nama baik, dalam kompetisi menyanyi dangdut, hingga ke tingkat nasional,” ucapnya

Sementara itu, Pengelola Surya Arina Sound System, sebagai promotor lomba nyanyi Dangdut se-Kalsel Din Jaya, mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan berencana akan menggelar event ini setiap tahun.

“Kami merasa terhormat atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, insya Allah setiap tahun akan dilaksanakan kegiatan ini,” katanya.

Disampaikan Din Jaya, dalam pergelaran lomba nyanyi dangdut se-Kalsel, lagu pilihan yang dibawakan peserta di babak penyisihan untuk laki-laki, berjudul Baca (Rhoma Irama), Sarmila (Asraf), Tabir Kepalsuan (Rhoma Irama), Masih Adakah Cinta (Latif Khan), Terhanyut Dalam Kemesraan (Fauzi Bima), Setetes Air Hina (Rhoma Irama). Sedangkan lagu pilihan buat peserta wanita, judulnya Cinta dan Dilema (Ike Nurjanah), Trauma (Yunita Ababil), Cincin Kepalsuan (Elvi Sukaesih, Antara Teman dan Kasih (Reza Umami), Nirmala (Siti Nurhalizah) dan Bertaruh Rindu (Siti KDI).

“Babak penyisihan lomba menyanyi dangdut digelar selama dua hari pada 8 – 9 Desember, dengan dewan juri Emelia Agus, Oudin, Nova Liana, dan pengumunan pemenang pada Sabtu Malam 11 Desember 2021,” tutupnya

Dewan juri memberikan penilaian

Untuk diketahui, lomba nyanyi Dangdut 2021 Se-Kalsel, diikuti sebanyak 80 orang peserta dari berbagai daerah, berlokasi di Markas Surya Arina Sound System, Jalan Kelayan A, Gang Cendrawasih, Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

ASN di Pemko Banjarmasin Dilarang Cuti di Akhir Tahun

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) mereka, untuk mengambil cuti pada akhir tahun mendatang. Seperti, arahan dari Kemenpan-RB beberapa waktu lalu.

Plh Sekda Kota Banjarmasin Djoyo Pudjadi mengatakan, adanya larangan ASN mengambil cuti pada akhir tahun. Seperti edaran Pemerintah Pusat, maka ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

“ASN dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin dilarang mengambil cuti pada akhir tahun mendatang,” ucapnya.

Menurut Djoyo, untuk hari natal pada tanggal 25 Desember 2021 tetap libur, begitu juga untuk tahun baru pada tanggal 1 Januari 2022 tetap libur.

“Yang tidak diperbolehkan cuti pada akhir tahun tersebut,” ujarnya.

Djoyo menegaskan, bagi ASN dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin yang nekat mengambil cuti tersebut, tentunya akan diberikan sanksi berdasarkan aturan yang berlaku untuk ASN.

“Bagi ASN yang nekat mengambil cuti maka akan diberikan sanksi,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Djoyo, untuk seluruh ASN dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin dapat mematuhi perihal larangan cuti di akhir tahun tersebut.

“Kami berharap seluruh ASN dilingkup Pemko Banjarmasin untuk dapat mematuhi hal tersebut,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ajukan Raperda RPJMD Tahun 2021-2026

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026 dalam rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu (8/12).

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

“Penyampaian Raperda tersebut, erat kaitannya dengan pelaksanaan rencana pembangunan daerah agar berjalan efektif, efisien dan terarah serta tepat  sasaran, maka diperlukan rencana pembangunan jangka menengah daerah,” katanya.

Adapun maksud Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menyusun Raperda mengenai RPJMD Kalsel Tahun 2021-2026, sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan pada masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih hasil pilkada serentak yang dilaksanakan pada tahun 2020. 

“Penyusunan RPJMD Kalsel Tahun 2021-2026 ini, berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kalsel Tahun 2005-2025, serta memperhatikan RPJM Nasional, sumber daya dan potensi yang dimiliki, faktor-faktor keberhasilan, evaluasi pembangunan serta isu-isu strategis yang berkembang,” jelasnya.

Sahbirin Noor menambahkan penyusunan RPJMD harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang termuat pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah.

“Tata cara evaluasi Raperda RPJPD dan RPJMD serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD, RKPD,” tambahnya.

Ditambahkan Sahbirin, beberapa pokok pikiran yang menjadi dasar dalam penyusunan Raperda tentang RPJMD Kalsel Tahun 2021-2026 yaitu perlunya menetapkan tujuan, kebijakan dan strategi pembangunan daerah yang efektif dan efisien, yang diwujudkan melalui RPJMD yang merupakan penjabaran visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.

“Perlu dibentuknya suatu peraturan daerah yang dapat memberikan kepastian hukum  dalam rangka perencanaan pembangunan daerah provinsi Kalimantan Selatan tahun 2021-2026, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Sahbirin menyatakan perlunya mengikutsertakan masyarakat/stakeholders di Kalsel dalam rangka pemberian dukungan dan partisipasi yang lebih komprehensif terhadap pembangunan.

“Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel Supian HK mengatakan penjelasan Gubernur Kalsel tersebut akan ditanggapi oleh Fraksi-Fraksi DPRD Kalsel dalam rapat paripurna Dewam yang dijadwalkan Senin 13 Desember mendatang. (NRH/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Gelar Meet and Greet Bersama Ria Enes dan Susan

BANJARMASIN – Setelah menghibur anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) dengan mendongeng pada Selasa (7/12) pagi, Ria Enes juga berbagi tips kepada orang tua dan perwakilan organisasi perempuan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam acara Meet and Greet, pada Selasa (7/12) siang.

Suasana Meet and Greet Bersama Ria Enes dan Susan

Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel itu diikuti diantaranya Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari Polda, Persit Resor Militer 101/Antasari, Gabungan Istri Wakil Rakyat, Jalasenastri, Ikatan Guru TK Indonesia Kalsel, serta Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kalsel dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Sesuai dengan audiencenya para guru dan ibu-ibu, Bunda Nunung (panggilan akrab Kadispersip Kalsel) memberikan ide kepada saya supaya mereka memiliki bekal karena mereka kesehariannya selalu menyertai anak-anak, baik itu di sekolah maupun di keluarga,” kata Ria Enes kepada wartawan.

Hal itu dinilai penting, terutama bagi guru dan ibu-ibu agar mereka tetap bisa menimba ilmu dan tidak terjebak rutinitas yang hal itu akan melemahkan peran mereka. Dengan membaca, menurut Ria Enes, para guru dan ibu-ibu akan selalu aktual, baik di keluarga maupun di masyarakat.

“Pandemi ini membuat kita harus banyak berada di rumah, ibu-ibu mau nggak mau harus bisa menjadi lem (perekat) di keluarganya, sehingga mereka bisa menghidupkan suasana0 kekeluargaan di tengah kesibukan yang ada,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani menyatakan pihaknya tetap konsisten mempromosikan minat baca dan perpustakaan dengan menggandeng pesohor atau pendongeng nasional, terbaru yakni Ria Enes. Ia mengatakan keinginan untuk mendatangkan Ria Enes ke Banua sudah ada sejak tahun lalu, namun harus tertunda karena pandemi COVID-19.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani

“Meskipun terhalang pandemi pada tahun lalu, kami tetap menghadirkan Kak Ria Enes ini untuk mengobati rindu masyarakat Banua walaupun hanya lewat dalam jaringan (daring). Alhamdulillah tahun ini kita bisa mendatangkan secara langsung kak Ria Enes ke Kalimantan Selatan untuk berbagi ilmunya,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Datangi Faperta ULM, BIN Kalsel Gelar Vaksinasi COVID-19 Goes to Campus

BANJARBARU – Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Selatan, kembali menggelar vaksinasi COVID-19, Rabu (8/12). Kali ini kegiatan vaksinasi dipusatkan di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin di Banjarbaru yang diperuntukan kepada mahasiswa serta warga dilingkungan kampus ini.

Kegiatan Vaksinasi Goes To Campus ini dipantau langsung oleh Kepala Binda Kalsel Brigjen Pol. Heri Armanto dan Wakil Dekan Akademik Fakultas Pertanian ULM, Arif Akbar beserta Kapolsek Banjarbaru Kota Shofiyah dan perwakilan dari Kodim 1006/Banjar.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Binda Kalsel Brigjen Pol. Heri Armanto menyampaikan, kegiatan ini selain mengejar target herd immunity 70 persen sesuai arahan pemerintah pusat, juga mendukung rencana pembelajaran tatap muka terbatas untuk mahasiswa dikampus ini.

“Pelaksanaan vaksinasi ini selain untuk menyukseskan program percepatan vaksinani untuk mencapai target 70 persen, juga mendukung kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas yang dilaksanakan ULM,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Akademik Fakultas Pertanian ULM, Arif Akbar mengapresiasi langkah Binda Kalsel ini dalam mendukung pihaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan awal tahun 2022 nanti.

“Ada instruksi dari kementerian untuk membuka PTM terbatas. Salah satu syarat mahasiswa mengikuti PTM ialah minimal sudah mendapatkan vaksin dosis pertama. Jadi kami sangat berterimakasih kepada BIN Kalsel yang sudah mendukung rencana PTM terbatas kami nanti dengan dilaksanakannya vaksinasi ini. Terlebih kampus kami sudah memberlakukan aplikasi PeduiLindungi,” ucap Arif.

Untuk diketahui, jenis vaksin yang digunakan pada kegiatan kali ini adalah Pfizer, AstraZeneca dan Sinovac untuk dosis 1 dan dosis 2. Sementara untuk jumlah vaksin yang disalurkan di Fakultas Pertanian ULM kali ini berjumlah 250 dosis yang bekerjasama dengan puskesmas Sungai Besar dengan menggunakan bus vaksin keliling milik Pemerintah kota Banjarbaru. (RDM/RH)

Semua Terharu Saat Menyimak Puisi Paman Birin, di Hari Disabilitas Dunia

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor membacakan puisi pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di SLB C Negeri Pembina Kalsel, Banjarbaru, Selasa (7/12).

Paman Birin tak kuasa menahan haru membacakan bait demi bait puisi dengan judul Kami Tak Berbeda.

“Tuhan kenapa kami berbeda, apa ini tanda kasihmu kepada kami, kaum disabilitas tak bermaksud mengeluh, kami syukuri anugerah, yang diberikan walau kami tak mampu menatap indahnya dunia, telinga kami tak dapat mendengar merdunya nada, mulut kami tak mampu menyerukan namamu.

Langkah kami tak mampu goyahkan dunia, tapi kami tau rencanamu Ya Rabb….. lebih sempurna, kekurangan kami adalah kelebihanya dan kami tidaklah berbeda,” ucapnya.

Para undangan dan orangtua anak penyandang disabilitas terlihat turut terharu mendengar dan menyimak puisi yang sarat dengan nilai nilai religius .

Bagi pribadi Paman Birin, tidak ada perbedaan sedikitpun penyandang disabilitas dengan manusia lainya, karena manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya, bukan fisik yang menjadi ukuranya tetapi terletak pada akal, budi pekerti dan kemuliaan akhlaknya.

Disampaikan Paman Birin, penyandang disabilitas tidak boleh patah semangat, terus optimis dan pantang menyerah dalam mengarungi kehidupan. “Saya akan selalu ada bersama penyandang disabilitas. Untuk memperjuangkan hak hak disabilitas,” ucapnya.

Sebagai komitmen dalam memperjuangkan hak hak disabilitas,masa pemerintahan pertama Gubernur Kalsel telah melahirkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

“Saya ingin, penyandang disabilitas mendapat akses yang sama, baik akses pendidikan, akses ekonomi, akses lapangan pekerjaan, akses olahraga dan akses apapun yang berhubungan dengan mereka, insyallah saya akan terus melanjutkan perjuangan memenuhi hak penyandang disabilitas,” tutupnya. (BIROADPIM/RDM/RH)

Bantu Cegah Hipertensi, Mahasiswa FK ULM Terjun ke Masyarakat

BANJARBARU – Dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan sosialisasi dengan terjun langsung ke masyarakat.

Salah satu lokasi yang disambangi adalah kegiatan di Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru. “Kami Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat FK ULM membuat Program Germas Pensi dalam rangka penyuluhan pencegahan penyakit hipertensi,” kata M Naufal Hibbatullah , Ketua Pelaksana Germas Pensi, Selasa (7/12).

Germas Pensi adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Penyuluhan, Senam dan Konseling Hipertensi.

“Tujuan kegiatan adalah menurunkan angka kejadian hipertensi di masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurutnya, Hipertensi adalah salah satu penyakit yang bisa mematikan.

Penyebabnya oleh banyak faktor seperti konsumsi makanan tinggi garam, pola.makan yang kurang sehat dan kurang aktifitas fisik.

Kegiatan dilakukan di kawasan Guntung Paikat karena diketahui ada beberapa kasus hipertensi di sana.

“Khususnya di RT 003 RW 001 Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru,” kata Naufal.

Adapun mahasiswa yang melaksanakan Germas Pensi adalah M Naufal Hibbatullah , Erma Fitriani, Mulyana Safitri, dan Noor Hakiki.

Germas Pensi dilakukan dengan 3 cara yang pertama melakukan penyuluhan kepada para warga agar meningkatnya pengetahuan tentang hipertensi. Kedua melakukan konseling mengenai keluhan warga yang mengalami hipertensi sekaligus pengecekan tekanan darah.

Terakhir adalah senam hipertensi yang dilakukan warga secara mandiri dengan melihat gerakan pada halaman kalender yang telah diberikan.

“Untuk mengetahui apakah sudah terjadi penurunan atau belum maka dilakukan pengecekan tekanan darah yang dilakukan 2 kali secara berkala,” Naufal.

Naufal dan teman-temannya sangat berharap kegiatan ini akan berhasil menurunkan kasus hipertensi yang terjadi, mereka juga berharap agar warga tetap melakukan senam dan menjaga makan secara rutin. (RILIS/RDM/RH)

SLB C Negeri Pembina Kalsel Peringati Hari Disabilitas Internasional 

BANJARBARU – Bertempat di halaman SLB C Negeri Pembina Kalsel, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menghadiri peringatan hari Disabilitas Internasional tahun 2021, Selasa (7/12). Dalam peringatan hari disabilitas internasional tersebut siswa dan siswi difabel SLB ini memperagakan berbagai macam lomba untuk menarik perhatian Gubernur Kalsel serta tamu undangan lainnya, seperti lomba peragaan busana, bernyanyi, serta unjuk kebolehan lainnya.

Meskipun menderita tuna rungu hingga tuna grahita, para siswa di SLB tersebut tidak kesulitan dalam memperagakan keahlian meraka.

Gubernur Kalsel dalam sambutannya menyampaikan, peringatan hari Disabilitas Internasional ini, diselenggarakan sebagai bentuk nyata perhatian dan kepedulian pemerintah provinsi Kalsel, terhadap penyandang disabilitas di banua ini. Peringatan disabilitas ini bukan hanya kepatuhan Kalsel terhadap komitmen dunia dalam forum PBB, tetapi merupakan panggilan kesetaraan, kemanusiaan, dan persamaan hak disemua bidang kehidupan.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Kami akan terus melanjutkan perjuangan untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Mereka harus mendapatkan akses yang sama dengan masyarakat lainnya, seperti akses pendidikan, ekonomi, olahraga, dan akses lapangan pekerjaan,” ungkap Sahbirin Noor.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB C Negeri Pembina Rosita Sari menyampaikan, banyak anak didiknya yang memiliki keterampilan yang tak kalah dengan sekolah normal. Bahkan beberapa siswa yang tampil sudah mendapatkan predikat juara dibidangnya.

“Alhamdulillah banyak anak didik kita yang berhasil menorehkan prestasi meskipun dengan kekurangannya tetap bisa berkarya,” ucap Rosita.

Rosita menambahkan, Pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah dilakukan, di 2022 Rosita berharap siswa SLB C Negeri Pembina bisa lebih berprestasi dan semangat untuk mencapai cita-citanya.

“Peringatan hari disabilitas internasional ini kita harapkan menjadi refleksi kami dari guru dan orangtua siswa, begini loh kemampuan anak kita dan itu yang harus kita dukung dan bina agar anak didik kita bisa lebih baik lagi,” tutup Rosita. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version