BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor turut membantu percepatan pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Muta’alimin Annahdliyah (RMA) melalui kegiatan saprah amal yang digelar di Majelis Ponpes RMA, kota Banjarbaru, Sabtu (11/12) sore.
Kegiatan saprah amal ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Milad ke-2 Ponpes RMA. Tak tanggung tanggung, barang lelang berupa sarung, sorban, sembako dan lainnya, ditawar dengan harga tinggi oleh Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.
“Semoga pembangunan Ponpes RMA dapat segera selesai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendidik para santri agar kelak dapat menjadi pendidik dan guru agama,” harap Paman Birin.
Sementara itu Pimpinan Ponpes Tahfidzul Qur’an RMA, Muhari menyampaikan terima kasih kepada Paman Birin atas bantuan yang diberikannya melalui lelang ini.
“Semoga beliau diberikan kekuatan dan kesehatan, dana hasil lelang akan kita gunakan untuk kelanjutan pembangunan ponpes,” ucap Ustadz yang disapa Gus Muha ini.
Ia berharap, Pemprov dapat merealisasikan bantuan bagi pembangunan Ponpes Tahfidzul Qur’an RMA yang sempat tertunda karena adanya refocusing anggaran akibat adanya pandemi.
“Kita targetkan tahun depan pembangunan Ponpes ini dapat rampung jika bantuan dari Pemprov dapat turun,” harapnya.
Selain saprah amal, kegiatan juga dirangkai dengan Tabligh Akbar yang rutin dilakukan setiap Sabtu di Majelis RMA.
“Nanti di tanggal 25 Desember kita akan datangkan ulama terkenal, Habib Mustafa Al-Hadad,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)
TANAH BUMBU – Pemerintah perlu memperhatikan nasib pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan yang kini mulai diminati. Terlebih, soal rumitnya persyaratan legalitas.
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Burhanudin, mengungkapkan, setidaknya dalam rangka mendukung efektifitas geliat pertumbuhan perekonomian pasca pandemi ini khususnya di sektor UMKM, kekurangan-kekurangan yang masih bisa dikondisikan harusnya tidak menjadi persoalan.
Burhanudin (sasirangan kuning) saat diwawancarai wartaan, terkait masih banyaknya kendala UMKM terkait syarat.
“Melihat di Tanah Bumbu, kalau usaha tersebut diakui mampu berjalan sangat baik. Tapi, terkadang ada beberapa syarat yang membuat rumit sehingga minat masyarakat melanjutkan usahanya. Nah, kekurangan-kekurangan yang ada Pemda setempat bisa membantu,” ujarnya kepada wartawan, usai melaksanakan Kunkernya di Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Mikro Tanbu, Jumat (10/12).
Terlebih, dirinya melihat potensi produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Tanah Bumbu diakui mempunyai potensi besar terhadap pemulihan perekonomian.
“Yang penting bagaimana caranya usaha daripada rakyat ini dapat terus menggeliat dan berjalan dengan baik serta lancar,” bebernya.
Bahkan, menurut Burhan, ruwetnya permasalahan yang dialami oleh para pelaku UMKM ini ternyata juga menjadi sorotan yang cukup serius oleh Komisi II DPRD Kalsel. Yang mana, ekonomi dan keuangan menjadi pekerjaan mereka sehari-hari.
“Selain itu, ada hal-hal yang harus dikerjasamakan karena ini juga merupakan program dari Pemprov dan Pemkab hingga pusat yang pasti demi meningkatkan ekonomi lokal di Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Tanbu,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyampaikan, terkait persoalan yang sering dialami pelaku UMKM di Kalsel khususnya di Tanah Bumbu adalah persyaratan. Terlebih, permodalan untuk kembali menggeliatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor dari bisnis tersebut.
“Kami selalu mendorong dan mendukung. Ketika, di Komisi II DPRD Kalsel melakukan sharing dengan Bank Kalsel selalu ditekankan untuk dipermudah karena apabila tidak didukung dengan permodalan yang cukup saya rasa akan susah untuk berkembang,” imbuhnya.
Dia menilai apabila Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) ini tidak didukung penuh dengan bantuan permodalan. Justru, membuat efektifitas pertumbuhan terhadap ekonomi yang digarap melalui sektor ini dipastikan menurun.
“Dengan dibantu permodalan dan angka kreditnya juga tidak menyusahkan. Jelas, harus dipermudah jangan malah nantinya dipersulit,” ucapnya orang akrab yang disapa Paman Yani itu.
Apalagi, diakui Paman Yani, masa pandemi ini harusnya bisnis di sektor UMKM perlu mendapat dorongan penuh. Sehingga, dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat mampu terjamin pasti.
“Sebelumnya, kami juga sempat membicarakan hal ini dengan bank berskala nasional. Yang tentu, diharapkan bunganya juga kecil,” ungkap Wakil Ketua Fraksi dari Partai Golkar di DPRD Kalsel tersebut.
Terkait akan hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Mikro Tanbu, Avian Noor, menuturkan, selama ini pihaknya hanya bisa membina UMKM yang terbentuk dari awal. Namun, ia akan berusaha membimbing sektor lainnya untuk bisa mendapatkan pengakuan.
Kadis Nakertrans, Koperasi dan UM Tanbu, Avian Noor (kaos putih) saat menjabarkan jumlah UMKM aktif.
“Kami sempat menganggarkan untuk kembali melakukan pendataan ulang berapa sebetulnya jumlah pelaku usahanya. Tetapi, karena ada refocusing (pemangkasan) maka tidak bisa secara keseluruhan melaksanakan pendataan,” paparnya.
Untuk memaksimalkan upaya peningkatan disektor itu agar legalitas dan pembinaan bisa didapatkan. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Mikro Tanbu akan kembali melakukan pendataan.
“Hasil diskusi yang telah disampaikan oleh Komisi II DPRD Kalsel tadi. Kami sangat tersanjung atas dukungan untuk pelaku UMKM. Sebelum pandemi COVID-19, dari kecamatan juga telah sempat mendata. Tetapi, kami belum yakin apakah itu masih aktif atau tidak,” tutupnya.
Untuk diketahui, data sementara menunjukkan total keseluruhan UMKM di Tanah Bumbu, Kalsel, mencapai hampir 10.000 pelaku. Namun, diprakirakan hanya aktif sekitar 1.000 lebih. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin, meminta kepada seluruh atlet Gulat yang bertanding pada Kejuaraan Gulat U-15 dapat menjaga sportifitas.
Pesan Paman Birin ini disampaikan Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Kalimantan Selatan Zakli Asswan, saat membuka Kejuaraan Gulat Antar Wilayah Open Tournment U-15 se Kalimantan Selatan digelar di GOR Hasanuddin HM, Kota Banjarmasin, Jumat Siang (10/12).
Ketua PGSI Kalsel Zakli Asswan
Zakli mengatakan, digelarnya Kejuaraan gulat U-15 ini karena anak anak selama pandemi COVID-19 tidak melaksanakan pertandingan. Oleh karena itu, lanjutnya, digelarnya pertandingan ini dalam rangka mencari bibit bibit atlet di Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kejuaraan U-15 ini diikuti oleh anak anak SD serta SMP,” ucap Zakli.
Dalam pelaksanaan Kejuaraan Gulat U-15 ini, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.
“Pada pertandingan ini, seperti pesan Paman Birin agar semua atlet yang bertanding agar dapat menjaga sportifitas,” ujarnya.
Sedangkan, tambahnya, pada kejuaraan ini memperebutkan medali, uang tunai, serta lainnya.
“Kejuaraan Gulat U-15 ini diikuti 111 atlet putra dan putri,” ucap Zakli. (SRI/RDM/RH)
BANJAR – Pemerintah Pusat menargetkan capaian vaksinasi COVID-19 disemua Daerah 70 persen yang menerima vaksin dosis pertama. untuk meningkatkan capaian vaksinasi terutama di wilayah Kabupaten Banjar. Pemprov Kalsel Bersama Pemkab Banjar mencari berbagai strategi, berbagi peran dan bersama-sama mengejar capaian vaksinasi yang masih tertinggal.
Audiensi Pemprov Kalsel bersama Pemkab Banjar
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan M Muslim saat melakukan audiensi dengan Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur, di Mahligai Sultan Adam belum lama tadi.
Disampaikan M Muslim, Untuk mencapai target yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat, maka Kab Banjar harus dipetakan sasaran-sasaran yang masih belum divaksin mulai dari tingkat RT, kelurahan sampai kecamatan. Sehingga orang-orang yang hendak divaksin sudah jelas informasinya.
“Target yang harus dicapai pada akhir Desember ini sebesar 70 persen, sehingga masyarakat kabupaten bisa memasuki herd imunity atau kekebalan kelompok,” ucap Muslim.
M Muslim menambahkan, BINDA, Kepolisian maupun TNI siap bersama-sama membantu untuk menaikkan capaian vaksinasi di Kabupaten Banjar, juga dengan memberikan berbagai macam stimulus agar masyarakat mau divaksin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kab Banjar Diauddin menambahkan, selain berkerjasama dengan Pemprov Kalsel, pihaknya juga melakukan kerjasama bersama UNICEF Indonesia perwakilan Kalimantan Selatan, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi COVID 19. kerjasama ini dilakukan, dengan tujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, terhadap manfaat vaksin COVID-19, sekaligus upaya Pemerintah Kabupaten Banjar, dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten ini, sehingga capaian target vaksinasi di akhir tahun dapat tercapai.
“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan persentase vaksinasi di daerah ini dapat mencapai 6p persen hingga akhir tahun,” ucap Diauddin.
Ditambahkan Diauddin, untuk meningkatkan pencapaian vaksinasi, pihaknya juga akan mengoptimalkan Program Nasional, salah satunya yakni memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya suntik vaksin COVID-19, sehingga masyarakat sadar dan mau bervaksin.
“Untuk memberikan pengetahuan vaksinasi kepada masyarakat, pihaknya akan menambah petugas, yang siap menginformasikam terkait vaksinasi COVID-19,” tutup Diauddin. (HUMASKABBANJAR-MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Perkumpulan Binaraga dan Fitness Seluruh Indonesia (PBFI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja (Raker), di salah satu hotel berbintang, di Kota Banjarmasin, Jumat (10/12).
Ketua PBFI Provinsi Kalimantan Selatan Mustohir Arifin mengatakan, pada rapat kerja ini dilaksanakan membahas program kerja, untuk tahun 2022 mendatang.
Ketua PBFI Kalsel Mustohir Arifin
“Raker yang kami laksanakan ini, tentunya untuk membahas program kerja PBFI Kalsel Tahun 2022,” ungkap pria yang akrab disapa Imus kepada sejumlah wartawan, Jumat (10/12).
Imus mengatakan, agenda yang dibahas seperti akan dilaksanakan Kejuaraan Provinsi (Porprov) Kalsel Tahun 2022 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Selain itu, lanjutnya, pada akhir bulan ini dilaksanakan Kejurprov Binaraga dan Fitness, serta akan digelar juga Kejuaraan kejuaraan yang akan dilaksanakan oleh PBFI Kalsel.
“Pada Raker ini juga dibahas mengenai pembinaan untuk peningkatan prestasi atlet binaraga dan Fitness di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, karena ia baru berada di PBFI di Provinsi Kalimantan Selatan ini, maka pihaknya mengajak seluruh PBFI yang ada di 13 Kabupaten/Kota memberikan dukungan dalam peningkatan prestasi atlet binaraga dan fitness di Banua ini.
“Untuk PBFI di 13 kabupaten/kota di Kalsel ini dapat menciptakan bibit bibit atlet berprestasi untuk ajang Pro PON Tahun 2023 mendatang,” katanya.
Mudahan mudahan, lanjut H Imus, PBFI Provinsi Kalimantan Selatan dapat kembali berjaya kembali dan dapat mengharumkan nama Provinsi Kalimantan Selatan baik pada tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap PBFI Kalsel dapat kembali berjaya,” ucap H Imus.
Sedangkan, tambahnya, untuk kesediaan atlet atlet di Provinsi Kalimantan Selatan cukup banyak. Hanya tinggal pembinaan yang harus terus dilakukan.
“Dengan terus dilakukan pembinaan yang baik dan berkelanjutan, seperti pencarian atlet atlet berbakat serta lainnya, maka akan didapatkan atlet atlet potensial untuk dikembangkan dan menghasilkan prestasi,” ucapnya lagi. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Untuk bisa memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat, khususnya terkait dengan masalah aduan yang sifatnya pelayanan publik. Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Kalsel berencana mengoptimalkan peran Dangsanak Ombudsman di tahun 2022 mendatang.
Menurut Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Kalsel Hadi Rahman, saat ini pihaknya memiliki kurang lebih 42 orang Dangsanak Ombudsman dengan latar belakang bermacam-macam.
“Mulai dari mahasiswa, akademisi, LSM sampai pekerja swasta juga kita libatkan di Dangsanak Ombudsman ini. Nah rencananya di Tahun 2022 akan kita tambah lagi dari kawan-kawan media agar bisa memaksimalkan perannya,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM, Jum’at (10/12).
Melalui Dangsanak Ombudsman pihaknya ingin lebih banyak lagi bisa mendapatkan berbagai masukan hingga informasi yang bermanfaat, agar peran Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Kalsel untuk memastikan pelayanan publik di wilayah Kalsel dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada.
“Kami tentu tidak bisa sendiri untuk memastikan pelayanan publik ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada. Karena itulah kami libatkan banyak pihak termasuk rekan-rekan media,” tambahnya.
Untuk di tahun 2022 ini saja Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Kalsel menerima 192 laporan masyarakat dan tinggal 22 laporan yang masih ditindaklanjuti.
“Dari 192 laporan tadi melalui 1.000 akses. Ini tentu jauh lebih tinggi dibanding tahun 2019 lalu yang hanya mencapai 150 laporan,” tambahnya.
Karena itulah dalam kesempatan ini, Hadi meminta semua pihak bisa terus bersama-sama Ombudsman agar pelayanan publik di Kalsel dapat semakin baik bagi masyarakat yang mengaksesnya.
“Kita juga berterimakasih kepada media, karena harus kita akui tidak jarang informasi terkait pelayanan publik sering kita dapatkan dari media,” tukasnya. (HUMASOMBUDSMANKALSEL-NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka silaturrahmi dan membahas program kerja tahun 2022, Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengadakan pertemuan dan silaturrahmi dengan Gatriwara 13 Kabupaten/Kota se Kalsel.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK itu bertempat di lantai 4 Gedung B DPRD Kalsel, Kamis (9/12). Dalam sambutannya, Supian HK berharap Gatriwara harus mendukung penuh sehingga kinerja anggota DPRD se Kalsel bisa lebih meningkatkan.
“Peran istri-istri wakil rakyat yang berkecimpung di DPRD se Kabupaten kota di Kalsel, sangat besar dalam menunjang kinerja untuk kemajuan Kalsel. Mereka harus mampu memberikan masukan-masukan kepada sang suami, dalam melakukan pekerjaan sebagai wakil rakyat. Suami yang hebat itu, tidak terlepas dari peran istri di sampingnya,” katanya.
Suasana Kegiatan Gatriwara Kalsel
Sementara itu, Ketua Gatriwara DPRD Kalsel Faridah Supian HK berharap pertemuan ini dapat menunjang peran wakil rakyat Kalsel dalam melakukan pekerjaan.
“Kita semua harus saling berkolaborasi mendukung satu sama lain, untuk meningkatkan kinerja suami, yang bekerja sebagai wakil rakyat,” katanya.
Dalam kesempatan ini, juga dirumuskan tentang program kerja gatriwara tahun 2022 salah satunya mengadakan pertemuan rutin Gatriwara Provinsi Kalsel dengan gatriwara 13 Kabupaten/kota. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Perekonomian Indonesia termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diprediksi akan mengalami perbaikan, pasca pandemi COVID-19. Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pusat, Mardani H Maming kepada wartawan, usai menghadiri Pendidikan Kader Madya Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kalsel, Kamis (9/12).
Menurut Mardani, kondisi ini dikarenakan pandemi Covid-19 sudah mulai terkendali, dengan percepatan vaksinasi yang dilakukan semua pihak, termasuk HIPMI dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin).
“Vaksinasi ini mampu menciptakan herd immunity, sehingga masyarakat kebal terhadap COVID-19 dan dapat beraktivitas seperti biasanya,” tambah Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel itu.
Jika kondisi kesehatan masyarakat sudah terkendali, maka perekonomian akan berjalan kembali. Hal ini, menurut Mardani, juga didukung pencabutan penerapan PPKM level 3 selama libur natal dan tahun baru, sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan normal, termasuk kegiatan pariwisata dan perhotelan.
“Perhotelan dan pariwisata sudah menunjukan perbaikan, dengan dibukanya sejumlah obyek wisata. Hanya Bali yang belum dibuka untuk wisatawan mancanegara,” tambahnya.
Jika kondisi selama natal dan tahun baru tidak menyebabkan kasus baru, diprediksi pemerintah akan membuka Bali sebagai tempat kunjungan wisata bagi wisatawan asing. Walaupun kasus Covid meningkat di Amerika maupun China, sedangkan negara lain sudah terkontrol.
Mardani menambahkan, perang dagang Amerika dan China juga menguntungkan bagi Indonesia, mengingat kebutuhan kedua negara tersebut dialihkan pada komoditi asal Indonesia.
“Ekspor sudah menunjukkan peningkatan, bahkan perbaikan harga komoditi ekspor tersebut, seperti batubara, sawit dan lainnya. Bahkan devisa juga membaik dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, diprediksi perekonomian Indonesia akan membaik, termasuk di Kalsel yang banyak mengekspor batubara ke luar negeri. Kalau harganya membaik, tentu menguntungkan bagi pengusaha tambang di Kalsel. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menghimbau kepada Pemerintah di 13 Kabupaten/Kota agar terus meningkatkan nilai sahamnya di Bank Kalsel. Dengan begitu, kinerja bank daerah yang dimilik bersama-sama ini menjadi lebih kuat dan mampu terus bersaing.
“Saya himbau kepada semua pemerintah kabupaten dan kota untuk terus menambah sahamnya di Bank Kalsel,” ujar Sahbirin Noor Kepada wartawan usai menyampaikan dokumen RPJMD Kalsel 2021-2026, di gedung dewan di Banjarmasin, Rabu (8/12).
Terlebih, lanjut gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, hingga 2024 nanti, Bank Kalsel harus memenuhi modal inti minimum (MIM) senilai Rp3 triliun, sehingga perlu dukungan semua pihak demi meningkatkan kualitas kinerja Bank Kalsel.
Paman Birin juga memberikan apresiasi positif kepada Bank Kalsel karena terus menunjukkan peningkatan di berbagai aspek. Karenanya dia berharap, direktur utama (Dirut) Bank Kalsel yang baru dilantik lebih mampu membawa Bank Kalsel kearah lebih maju lagi.
Sementara itu, Dirut Bank Kalsel, Hanawijaya yang juga hadir mendampingi Gubernur saat itu menyatakan, siap dan optimis mampu memenuhi modal inti minimum senilai Rp3 Triliun pada 31 Desember 2024 sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Utama Bank Kalsel Hana Wijaya
“Saya dan tim Bank Kalsel sudah roadshow ke seluruh bupati di kabupaten dan kota pemegang saham termasuk provinsi,” katanya.
Hana menyebutkan hingga kini MIM Bank Kalsel sudah berada di posisi Rp1,7 triliun lebih.
“Pada Akhir Desember 2021 nanti, MIM kita bertambah jadi Rp 2 triliun,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Pendulangan intan di Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, yang merupakan salah satu dari 5 Geosite unggulan Kalsel untuk diajukan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG), kedepannya akan dijadikan sebagai pintu gerbang Geopark Meratus.
Rencana tersebut tentunya mendapat respon positif dari Wali kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin saat menerima kunjungan dari Tim Geopark Meratus dari Dinas PUPR Kalsel, Bappeda Kalsel, dan Dinas ESDM Kalsel, di ruang tamu tempat kerjanya, Jumat (10/12).
“Kita sangat menyambut baik dengan upaya Pemprov Kalsel untuk melestarikan pendulangan tradisional intan disana,” katanya.
Orang nomor satu di kota ini juga mengungkapkan, upaya Pemprov Kalsel ini juga sejalan dengan program mitigasi banjir oleh Pemko Banjarbaru untuk membuat embung di wilayah bekas tambang di kawasan tersebut.
“Kebetulan posisinya tidak jauh dari perencanaan Geopark ini sehingga bisa sejalan, kita juga sampaikan desain mitigasi banjir kita. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu kebanggaan bagi masyarakat Kota Banjarbaru kedepannya,” ungkapnya.
Terpilihnya pendulangan intan ini sebagai salah satu Geosite unggulan Kalsel karena di anggap memiliki beragam keunikan didalamnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Air Tanah Dinas ESDM Kalsel Ali Mustopa mengatakan, hingga saat ini masih belum bisa memastikan asal usul terbentuknya kandungan mineral berupa intan di kawasan ini.
“Sejauh ini hanya dapat dijelaskan secara teori oleh beberapa ahli, namun belum ada bukti pasti. Inilah yang membuat pendulangan ini sangat menarik,” bebernya.
Keunikan lainnya juga terdapat pada para pendulang itu sendiri. Dimana proses pendulangan sejak abad ke-18 sampai sekarang masih menggunakan metode tradisional.
“Itu yang barangkali tidak ada di Asia, bahkan bisa jadi kita satu satunya di dunia yang masih menggunakan metode ini,” jelasnya.
Perencanaan ini akan menggunakan konsep Cempaka Diamond Garden. Dimana konsep ini bertujuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai yang melengkapi satu sama lain.
Sehingga membentuk sebuah kawasan wisata berbasis edukasi, sosial-budaya, sejarah, babad atau riwayat, lingkungan, dan ekonomi di dalamnya.
“Geosite Cempaka ini akan menghadirkan kembali memori pendulangan intan yang mendunia di masanya, dilengkapi dengan taman buatan dan hortikultur yang menarik bagi wisatawan lokal hingga mancanegara” pungkasnya.
Selain di Cempaka, Pemprov Kalsel memiliki Geosite unggulan lainnya untuk di ajukan sebagai UGG, diantanya Tahura Sultan Adam Kabupaten Banjar, Tanjung Dewa Kabupaten Tanah Laut, Batu Besar di Kabupaten Tanah Bumbu, dan Pantai Sekoyang Kotabaru. (TR21-01/RDM/RH)