Pembangunan Jembatan Sungai Jingah Diharapkan dari APBD Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Harapan dari Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut, terungkap pada acara Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Banjarmasin Tahun 2023, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Selasa (15/2).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, rencana pembangunan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin mendatang, serta adanya aspirasi dari masyarakat untuk pembangunan di kota Banjarmasin ini.

“Kami mengharapkan untuk pembangunan di tahun 2023 tersebut, apa yang menjadi visi dan misi kepala daerah Ibnu dan Arifin, dapat terlaksana semuanya. Mengingat, , ada 20 program kerja, serta usulan dari aspirasi masyarakat,” harapnya.

Menurut Ibnu, pada koordinasi publik rencana pembangunan ini, pihaknya meminta masukan kepada semua pihak. Agar pembangunan yang dilakukan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga mengatakan, jika Pemerintah Kota Banjarmasin mendapatkan, aspirasi dari masyarakat mengenai, pembangunan Jembatan Sungai Jingah ke Sungai Bilu.

“Kami mendapatkan usulan aspirasi mengenai, pembangunan Jembatan Sungai Jinggah,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, karena prioritas Pembangunan Jembatan di Kota Banjarmasin, berada di Jembatan Sungai Gampa ke Jalan Pramuka. Oleh karena itu, untuk rencana pembangunan Jembatan Sungai Jingah bisa diusulkan bersama sama dengan pembiayaan dibantu oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Akan tetapi untuk rencana pembangunan Jembatan Sungai Jingah tidak bisa menggunakan rancangan yang sudah ada,” ujarnya.

Mengingat, lanjut Ibnu, rancangan tersebut untuk jalan besar sehingga memakan biaya yang cukup besar, hampir Rp 175 M, untuk biaya pembangunan fisik, diluar dari biaya pembebasan lahan.

“Oleh karena itu, untuk rancangan dibuat ulang. Dengan rencana Jembatan Gantung dengan biaya lebih murah. Hanya sekitar 25 – 30 miliar rupiah saja,” ucap Ibnu.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Litbangda Kota Banjarmasin Rian Utama mengatakan, untuk pembangunan Jembatan Sungai Gampa ke Sungai Jingah bertujuan, untuk memecahkan kemacetan dikawasan tersebut.

Plt Kepala Bappeda Litbangda Kota Banjarmasin Rian Utama

“Namun, untuk pembangunan tersebut memihat dari skala prioritas yang sudah ada,” ucapnya.

Mengingat, lanjut Rian, saat ini yang menjadi skala prioritas pembangunan jembatan di Kota Banjarmasin, adalah pembangunan Jembatan Sungai Gampa ke kawasan Pramuka.

Menurut Rian, program prioritas ini tentunya menunjang pembangunan nasional. Yaitu, jalan bebas hambatan.

“Untuk pembangunan Jembatan Sungai Gampa Walikota Banjarmasin sudah memiliki solusi. Yaitu, pembangunan diharapkan dapat bantuan dari APBD Provinsi Kalsel,” ucap Rian.

Sedangkan, tambahnya, apabila mengandalkan anggaran dari APBD Kota Banjarmasin cukup berat. (SRI/RDM/RH)

Pemerintah Pusat Diharapkan Tambah Auditor Halal di Kalsel

BANJARBARU – Pengaruh penambahan auditor halal sangat berpotensi untuk menambah jumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang memiliki sertifikat halal, dikarenakan pada tahun 2024 mendatang, pelaku IKM Produk makanan dan minuman wajib menyertakan sertifikasi halal pada produk mereka sebagai syarat untuk menjual produk. Penambahan Kuota Audiotor Halal di Kalsel sendiri diharapkan disuarakan oelh Wakil Ketua DPD RI.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni,  Belum lama tadi.

Mahyuni menyampaikan, ditahun 2024 mendatang pelaku IKM yang belum bersertifikat halal tidak akan bisa memasarkan produk mereka, peran Auditor Halal dikalsel sangatlah penting untuk membantu pelaku IKM mendapatkan sertifikat halal. Sehingga diharapkan kepada DPD RI agar menyuarakan terkait penambahan auditor halal di banua ini.

“Kalsel hanya mempunyai sehanyak 8 auditor halal untuk membantu ribuan pelaku IKM mendapatkan sertifikat halal, sehingga penambahan Auditor Halal akan sangat berdampak untuk peningkatan keberlangsungan produktivitas pelaku IKM,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni melanjutkan, pihaknya mempunyai target ditahun 2022 ini, yakni menargetkan sebanyak 80 pelaku IKM mendapatkan sertifikat halal. jumlah target ini sangatlah sedikit, sehingga diharapkan 13 Kabupaten-Kota juga dapat menargetkan untuk membantu pelaku IKM mendapatkan Sertifikat halal. Sebagai contoh, apabila 1 Kabupaten dapat membantu sebanyak 80 IKM, maka ditahun 2022 pelaku IKM yang mendapatkan sertifikat halal akan berjumlah sebanyak 1.120 orang.

“Yang sudah bersertifikat halal sebanyak 1.530 IKM, tapi yang belum bersertifikat halal lebih 22.000 IKM, tadi kusampaikan kepada DPD RI, diharapkan Pemerintah pusat agar memperbesar kuota untuk pelatihan dan uji sertifikasi Auditor Halal, dikarenakan dikalsel cuma ada 8 orang Auditor Halal, sementara potensi Aparatur banyak di 13 kab – kota dan Provinsi bisa diberikan pelatihan dan uji Auditor Halal,” lanjut Mahyuni.

Mahyuni menjelaskan, apabila setiap Dinas diberika Kuota Penambahan Auditor Halal sebanyak 3 orang saja,  maka dapat membuka Badan Lembaga Penjamin Halal (LPH), sehingga dapat membantu pelaku IKM dalam mendapatkan sertifikat halal.

“Kita khawatir kalau tdak mendapatkan sertifikat halal, maka pelaku IKM produksi makanan dan minuman di tahun 2024 tidak bisa lagi memperjualbelikan produknya,” lanjut Mahyuni.

Dilanjutkan Mahyuni, syarat untuk mendapatkan sertifikat halal bagi pelaku ikm dinilai sudah dimudahkan untuk pelaku IKM/,seperti dapur produksi yang dibolehkan bersamaan dengan dapur rumah tangga. Namun terdapat salah satu syarat yang dinilai sulit diterapkan oleh pelaku IKM, yakni kebersihan hasil produksi, dikarenakan untuk mendapatkan sertifikat halal maka kebersihan produksi merupakan syarat utama.

Dalam mendapatkan sertifikat halal bagi pelaku IKM, mahyuni mengungkapkan Pelaku Industri Besar di Kalsel ikut membantu memfasilitasi pendanaan pelaku IKM binaannya masing-masing untuk mendapatkan sertifikat halal. pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan pelaku industri besar di banua ini untuk membantu pelaku IKM binaan masing-masing, dalam mendapatkan sertifikat halal. Pelaku IKM binaan perusahaan besar akan dibantu dari segi dana untuk mendapatkan sertifikat halal sehingga bantuan ini sangatlah berpengaruh untuk meningkatkan target pemerintah provinsi kalsel dalam meningkatkan jumlah pelaku IKM yang bersertifikat halal.

“Bantuan dari pelaku industri besar ini juga dapat meningkatkan daya saing produksi daerah. Sehingga pelaku IKM di Kalsel akan dapat bersaing dengan pelaku IKM dari daerah lain. (MRF/RDM/RH)

Reses di Babirik, Pertanian dan Infrastruktur Jadi Perhatian Anggota DPRD Kalsel

HULU SUNGAI UTARA – Momentum turun ke masyarakat atau masa reses ke I tahun 2022 dimanfaatkan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Hasib Salim untuk menyerap aspirasi warga pelosok desa.

Suasana reses Anggota DPRD Kalsel Abdul Hasib Salim di Kecamatan Babirik, Senin (14/2).

Sejumlah masukan mengenai pertanian dan infrastruktur mendominasi aspirasi masyarakat di Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam reses yang dilaksanakan Wakil Rakyat Dapil Kalsel 5 yang meliputi Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Tabalong itu, Senin (14/2).

“Beberapa persoalan yang disampaikan warga di Babirik terkait pendidikan, kesehatan dan sebagainya, namun yang paling banyak adalah terkait pertanian dan infrastruktur,” katanya kepada wartawan, melalui telepon, Senin (14/2).

Hasib menjelaskan permasalahan pertanian yang disampaikan warga, seperti banyak lahan pertanian yang tidak bisa digarap karena ketersediaan air terbatas atau sistem pengairan kurang bagus. Menurutnya, persoalan ini sebenarnya bukan hal yang baru, bahkan sudah sering disampaikan masyarakat kepada pihak-pihak terkait, namun hingga saat ini belum mendapatkan solusi terbaik.

“Aspirasi warga tersebut akan kami tampung dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait sesuai kewenangannya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pimpinan dan Anggota DPRD Kalsel melaksanakan reses ke dapilnya masing-masing yang dijadwalkan pada 13-20 Februari 2022. (NRH/RDM/RH)

Antisipasi Omicron, DPRD Banjarbaru Minta Warga Ketat Prokes dan Lakukan Vaksinasi

BANJARBARU – Melonjaknya lagi angka kasus COVID-19 di Kalimantan Selatan termasuk kota Banjarbaru, yang sempat melandai beberapa waktu lalu, sedikit membuat keterkejutan di masyarakat. Terlebih virus varian baru Omicron disinyalir mulai memasuki kota Idaman ini.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru Taufik Rachman, lagi-lagi mengingatkan kepada masyarakat untuk kembali ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

“Menghadapi situasi seperti ini, kita memang harus siap. Kita akui, ketika kemarin kasus COVID-19 sempat melandai, aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan normal. Memang agak sedikit kaget juga, varian Omicron ini cepat sekali menyebarnya. Makanya kami kembali mengingatkan, masyarakat tolong terapkan prokes,” ujar Taufik Rachman kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Senin (14/2).

Politisi partai Golkar ini juga menekankan kepada masyarakat, agar jangan banyak aktivitas di luar rumah.

“Kalau bisa, jika tidak ada keperluan penting, jangan keluar rumah untuk kumpul-kumpul,” harapnya.

Selain itu, Taufik juga mengingatkan pentingnya melakukan vaksinasi, sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19.

“Vaksin ini penting, kami berharap yang sudah melakukan vaksin pertama, lanjutkan dengan dosis kedua, lalu ketiga. Karena kalo berkaca dari 3 kasus kematian akibat COVID-19 belum lama ini, adalah mereka yang belum terdata melakukan vaksin. Meskipun diindikasi adanya komorbit. Jadi, saya rasa vaksin ini sangat penting dilakukan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kembali Taufik mengajak masyarakat untuk jangan takut divaksin.

“Jangan takut divaksin. Karena kalaupun terpapar COVID-19 juga, meski telah divaksin, insyaAllah tidak mengalami gejala yang parah,” tutupnya. (RDM/RH)

2026, Pemprov Kalsel Targetkan 380,5 Ha Kawasan Kumuh Dapat Ditangani

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan seluas 380,5 hektare atau setara 48,07 persen dari total luas kawasan kumuh di provinsi dapat ditangani pada tahun 2026 mendatang.

“Sesuai dengan RPJMD Kalsel 2021 – 2026, kita punya target luasan pemukiman kumuh di Kalsel yang dapat tertangani,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel Nurul Fajar Desira belum lama ini.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kalsel, diungkapkannya, total kawasan kumuh di 13 Kabupaten Kota se Kalsel saat ini sekitar 791,51 hektare.

“Jadi luasan kawasan kumuh yang ditangani atau masuk kewenangan Pemprov Kalsel, tersebar di 13 Kabupaten kota,” ungkapnya.

Fajar melanjutkan, dasar penetapan kawasan kumuh yang menjadi kewenangan Pemprov Kalsel telah diatur berdasar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman, serta SK Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0908/KUM/2019 tentang penetapan lokasi permukiman kumuh kewenangan Provinsi Kalsel.

“Pemprov Kalsel berwenang dalam penataan kawasan kumuh yang luasannya 10 sampai 15 hektare. Sedangkan di bawah 10 hektare itu wewenang pemerintah kabupaten kota dan di atas 15 hektare wewenangnya pemerintah pusat,” jelasnya.

Penanganan kawasan kumuh, menurutnya, berdasar pada 7 indikator yaitu bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, persampahan, proteksi kebakaran dan ruang terbuka hijau.

“Penataan kawasan kumuh ini berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu juga berdampak pada peningkatan IPM (indeks pembangunan manusia) dari sisi kesehatan,” pungkasnya.

Diketahui terhitung mulai tahun 2017 hingga 2021, Pemprov Kalsel telah berhasil menangani kawasan kumuh seluas 259,58 hektare atau sekitar 26,92 persen. (SYA/RDM/RH)

Disperin Kalsel Gelar Pelatihan Pengolahan Ikan Air Tawar Jadi Produk Albumin

BANJARBARU – Untuk meningkatkan daya saing pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Provinsi Kalsel, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor membuat visi misi yang berkaitan langsung dengan pelaku IKM, salah satu visi misi Gubernur Kalsel yakni membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Sehingga Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel menggelar pelatihan pengolahan ikan air tawar menjadi produk albumin. Pelatihan ini ini digelar di aula Badan Pengembangan sumber daya manusia (BPSDMD) Provinsi Kalimantan selatan, 14 – 18 Februari 2022.

Saat membuka pelatihan, Kepala dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Mahyuni menyampaikan, digelarnya pelatihan pengolahan ikan air tawar ini merupakan salah satu Janji dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, untuk mewujudkan membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.

“Dengan diolahnya bahan baku ikan air tawar menjadi produk albumin, maka akan terjadi peningkatan nilai jual serta adanya pertumbuhan ekonomi dikawasan industri pengolah ikan air tawar,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni melanjutkan, dengan digelarnya pelatihan pengolahan ikan air tawar menjadi produk albumin dan disersifikasi produk dari ikan Gabus (Haruan), pihaknya mempunyai harapan ikan Gabus dapat dimanfaatkan untuk menjadi minyak albumin yang kaya akan manfaat untuk penyembuhan, seperti pengobatan luka bakar.

“Pelaku IKM pengolah ikan air tawar sudah pandai sekali mengolah ikan Gabus (Haruan) menjadi produk jadi seperti kerupuk dan amplang. Kita ingin juga memberdayakan mereka agar bisa mengolah minyak albumin dari ikan Gabus,” ungkap Mahyuni.

Dilanjutkan Mahyuni, nilai jual produk Albumin sangatlah tinggi dikarenakan kaya akan manfaat untuk pengobatan, sehingga pelaku IKM pengolah ikan air tawar harus dapat mengetahui cara pembuatan minyak albumin, untuk dipraktekkan sebagai usaha kedepannya.

“Fungsi minyak albumin sangat tepat untuk pilihan percepatan penyembuhan pasca operasi,” tutup Mahyuni. (MRF/RDM/RH)

Dispar Kalsel Siapkan Destinasi Wisata Jelang MTQ Nasional

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, mulai mempersiapkan berbagai destinasi wisata, untuk menyambut hajatan Akbar sebagai tuan rumah penyelenggara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional, pada bulan Oktober 2022 mendatang.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru baru tadi, pihaknya dari sekarang mempersiapkan destinasi wisata unggulan, khususnya yang berada di tiga kabupaten dan kota, karena menjadi lokasi utama dalam penyelenggaraan MTQ tingkat Nasional.

“Ketiga wilayah itu, Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin, yang kita persiapkan,” ucapnya.

Syarifuddin menyampaikan, untuk destinasi wisata yang dipersiapkan nanti, diantaranya Pasar Terapung, Geosite Geopark Meratus seperti Tahura, Desa Wisata Tiwingan, Bukit Batu, dan Pendulangan Intan. Dengan harapan para tamu yang datang, akan benar-benar menikmati indahnya pesona destinasi wisata di Kalimantan Selatan.

“Peran pokdarwis, khususnya di tiga Kabupaten dan Kota ini, mulai sekarang berbenah sebaik mungkin, karena menjadi tuan rumah,” harapnya

Lebih jauh Syarifuddin menambahkan, pihaknya juga mempersiapkan event menarik, untuk menghibur tamu-tamu dari 34 Provinsi seperti Pawai Ta’aruf, yang rencananya start dari Mesjid Agung Al-Karomah, Martapura Kabupaten Banjar.

Dengan diselenggarakannya MTQ tingkat Nasional ini, akan berdampak pada sektor pariwisata di Kalsel, sehingga lebih dikenal masyarakat secara luas, baik Nasional hingga Mancanegara.

“Setelah kegiatan MTQ nanti, mereka bisa menceritakan tentang indahnya wisata, dan akan kembali mengunjungi Kalsel,” tutup Syarifuddin. (NHF/RDM/RH)

Sosper Perda 11/2018, Syarifah Rugayah Ajak Peserta Ikut Serta Berdayakan Sesama Perempuan

BANJARBARU – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Syarifah Rugayah menyelenggarakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di salah satu rumah makan di kawasan Banjarbaru, Sabtu (12/2) lalu.

Suasana Perda 11/2018 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Syarifah Rugayah

Dalam kegiatan tersebut, Srikandi Dewan dari Fraksi Golkar tersebut mengajak para peserta dari Organisasi Wanita Fatayat NU Kabupaten Banjar untuk ikut serta bahu membahu memberdayakan sesama kaum perempuan, dalam rangka membantu meningkatkan perekonomian keluarga, di tengah kembali naiknya kasus COVID-19 di Banua.

“Sesama perempuan wajib memiliki kepedulian satu sama lain untuk kemajuan bersama,” katanya.

Syarifah Rugayah menjelaskan pemberdayaan perempuan tersebut bisa saja dalam setiap moment seperti Milad Fatayat NU yang dirangkai dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, termasuk pelatihan-pelatihan yang melibatkan kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga, agar para perempuan di Daerah Pemilihannya ini bisa bersaing dan produktif.

“Dengan begitu, mereka bisa membantu suami di rumah di tengah sulitnya perekonomian saat ini,” harapnya.

Bukan hanya itu, Syarifah Rugayah ini juga berharap Fatayat NU maupun organisasi lainnya peka dan saling membantu jika ada sesama kaum perempuan yang bermasalah dengan hukum, seperti mengalami kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang korbannya juga bukan hanya perempuan melainkan anak.

“Dalam perda ini sudah diatur kewajiban pemerintah dalam hal melindungi kaum perempuan dan anak. Sehingga lewat sosper ini, mereka bisa menggali dan belajar apa saja yang harus mereka lakukan saat sesama kaumnya mengalami permasalahan dalam rumah tangga contohnya KDRT , termasuk kemana mereka harus melaporkannya jika menemukan KDRT tersebut,” jelasnya.

Namun, Syarifah berharap jika mengalami atau menemukan kasus kekerasan yang korbannya adalah perempuan atau istri, agar terlebih dahulu dimediasi dan tidak langsung berakhir di meja persidangan. Karena bagaimanapun, jika hal itu terjadi tentu berdampak secara psikologis terhadap anak-anaknya.

Sosialisasi perda ini menghadirkan narasumber Siti Tarawiyah dari PWNU Kalsel, yang menjabarkan sebagian besar isi dari produk hukum keluaran DPRD Kalsel ini. (NRH/RDM/RH)

PT Angkasa Pura I Bantu Pendidikan Difabel SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalsel

BANJARBARU – Peserta didik SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalsel mendapatkan bantuan berupa paket sekolah dari PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, bantuan ini merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Angkasa Pura Airports peduli anak berkebutuhan khusus (Difabel) dalam rangka hari ulang tahun (HUT) PT Angkasa Pura I ke 58 tahun 2022.

Bantuan Program TJSL ini diserahkan oleh General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Syamsudin Noor Dony Subardono, Kepada Kepala sekolah (Kepsek) SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan Rosita Sari, di aula sekolah SLB C, Senin (14/2).

GM PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Syamsudin Noor, Dony Subardono menyampaikan bantuan Program TJSL ini merupakan bantuan pertama yang pihaknya berikan untuk wilayah Provinsi Kalsel, dikarenakan ditahun 2022 PT Angkasa Pura berfokus membantu sekolah berkebutuhan khusus.

GM PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Syamsudin Noor, Dony Subardono (Tengah)

“Kemarin kita membantu berbagai sektor, dan tahun ini kita akan fokus ke pendidikan khusus, bantuan untuk SLB C Negeri Pembina dalam rangka HUT ke 58 PT Angkasa Pura I merupakan awal permulaan untuk bantuan-bantuan selanjutnya, yang Insyaallah akan kita lanjutkan dengan bantuan-bantuan lainnya,” ungkap Dony.

Sementara itu, Kepala SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan Rosita Sari menyampaikan, pihaknya menyambut baik bantuan dari PT Angkasa Pura, sehingga dapat membantu kebutuhan para anak-anak berkebutuhan khusus, yang bersekolah di SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalsel.

Kepala sekolah (Kepsek) SLB C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan Rosita Sari

“Kita ingin merangkul para BUMN dan BUMD yang terdekat dengan SLB C Pembina Provinsi Kalsel, dan Alhamdulillah ada yang bersambut, ini adalah langkah pertama kami dalam merintis kerjasama dan mudah-mudahan nanti kedepannya akan ada lagi perusahaan-perusahaan yang lebih memperhatikan berkebutuhan khusus kami,” ungkap Rosita Sari. (MRF/RDM/RH)

Vaksinasi Lansia dan Anak Rendah di Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Polda Kalimantan Selatan menggelar, pembekalan kepada tiga pilar, yaitu, Babinkamtibmas, Babinsa, serta Lurah, mengenai penanganan vaksin COVID-19. Pembekalan dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, Senin (14/2).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Polda Kalsel menggelar pembekalan, untuk tiga pilar dalam penanganan COVID-19, terutama vaksin.

“Pada kesempatan ini Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan terimakasih kepada Wakapolda yang telah memberikan pembekalan, kepada tiga pilar tersebut,” ungkap Ibnu.

Sehingga, lanjutnya, saat ini untuk arah dan langkah langkah dalam penanganan vaksin COVID-19 sudah jelas. Terutama untuk vaksin.

Mengingat, angka capaian vaksinasi untuk lansia dan anak anak di Kota Banjarmasin masih rendah.

“Sebenarnya untuk angka vaksinasi COVID-19 di Kota Banjarmasin, sudah melampaui sebesar 84 persen,” ucapnya.

Tetapi, tambah Ibnu, yang masih kurang untuk capaian angka vaksinasi lansia dan anak.

“Angka capaian vaksinasi lansia dan anak ditargetkan diatas 60 persen. Sedangkan, di Kota Banjarmasin hanya sebesar 49 persen,” tuturnya.

Menurut Ibnu, angka tersebut tidak bergerak hingga saat ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin kembali gencar untuk vaksinasi lansia dan anak di Kota Banjarmasin.

“Untuk Kota Banjarmasin vaksin lansia dan anak saat ini ditarget sebesar 70 persen,” ucapnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat mencapai angka diatas 70 persen, untuk vaksin lansia dan anak di Kota Banjarmasin mendatang.

Pada kegiatan pembekalan dari Polda Kalimantan Selatan ini, dihadiri Kapolres Kota Banjarmasin Kombes Polisi Sabana Atmojo, Dandim Banjarmasin Kolonel Inf Oki Andriansyah Adiwirya, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version