Pedagang Diminta Tidak Menjual Minyak Goreng Secara Bundling

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menghimbau, pedagang di kota ini tidak menjual secara bundling minyak goreng.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichroom Mutezar mengatakan, para pedagang di Kota Banjarmasin diminta untuk tidak menjual secara bundling minyak goreng dengan barang lainnya. Seperti, minyak goreng dengan gula, tepung, serta lainnya. Meskipun barang tersebut masih diperlukan oleh masyarakat.

“Hal tersebut hendaknya tidak dilakukan. Mengingat, saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih belum stabil, karena pandemi COVID-19 masih berlangsung. Kita tidak mengetahui kondisi pembeli, bisa saja mereka hanya memiliki uang cukup membeli minyak goreng saja,” ucapnya.

Tezar mengatakan, masyarakat masih dalam kesulitan sehingga penjualan secara bundling tersebut, tidak perlu dilaksanakan.

Saat ini, lanjutnya, tim Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin saat ini sudah turun ke lapangan, untuk melakukan pemantauan atas adanya laporan penjualan bundling minyak goreng di Kota Banjarmasin.

“Berdasarkan adanya laporan ke Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan tentang adanya penjualan secara bundling minyak goreng di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Maka, tambah Tezar, saat ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin terjun ke lapangan, untuk melakukan pemantauan langsung.

“Hasil dari pemantauan tersebut, akan dilaporkan ke Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Tezar. (SRI/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Datangkan Penulis Novel “Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam”

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan mendatangkan seorang penulis novel “Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam”, Dian Purnomo ke Banua, Kamis (10/3).

Kepala Dispersip Kalsel melalui Sekretarisnya, Muhammad Ramadhan mengatakan bahwa mendatangkan penulis-penulis ternama ke Kalsel merupakan salah satu bentuk upaya dari Dispersip Kalsel untuk meningkatkan minat baca di Kalsel.

Suasana Talkshow bersama Penulis Novel, Dian Purnomo di aula Dispersip Kalsel di Banjarmasin, Kamis (10/3).

“Jadi ini salah bentuk upaya kami dalam meningkatkan minat baca bagi masyarakat Kalsel dengan mendatangkan penulis yang memang bisa membuat anak-anak muda dan masyarakat semakin cinta dengan tulisan dan buku yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kecerdasan mereka,” katanya kepada wartawan.

Selain itu, lanjut Ramadhan, program ini juga sebagai upaya untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi (IPL) Kalsel, yang mana pada tahun 2020 lalu menjadi IPL tertinggi dari seluruh provinsi se-Indonesia.

“Kegiatan ini juga bagian dari mempertahankan Indeks Pembangunan Literasi di Kalsel yang tertinggi di Indonesia pada tahun 2020 lalu,” tambahnya.

Sementara itu, melalui kegiatan yang bertajuk ‘Memperjuangkan Keadilan Melalui Literasi’ ini, Dian Purnomo mengatakan literasi bisa menjadi alat untuk memperjuangkan keadilan apabila diiringi dengan riset yang baik dan benar, serta target yang sesuai.

“Dari pengalaman saya, menyuarakan keadilan melalui literasi ini cukup efektif. Seperti halnya yang saya lakukan melalui novel saya yang berjudul perempuan yang menangis kepada bulan hitam, novel ini menceritakan tentang adat kawin tangkap di Sumba, Nusa Tenggara Timur, dimana perempuan yang menjadi korbannya,” jelasnya.

Menurut perspektif Dian, kawin tangkap di zaman kesetaraan gender seperti saat ini merupakan sebuah praktik kekerasan terhadap perempuan yang dibungkus dengan embel-embel budaya. Untuk itu, ia mengimbau dan mengajak masyarakat khususnya perempuan untuk melek dengan isu atau peristiwa kekerasan yang terjadi disekitar mereka agar bisa diminimalisir.

“Melek sih, kita harus tengok kiri-kanan karena isu itu tidak jauh dari kita kok. Jangan-jangan di dalam rumah kita sendiri juga ada isu-isu kekerasan ataupun ketimpangan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Umrah Mulai Ramai, DPRD Kalsel Minta Layanan Keimigrasian Ditingkatkan

BANJARBARU – Ramainya masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang melakukan keberangkatan umrah membuat Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias berupaya memastikan pemberian pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Suasana Monitoring Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin

Hal itu diwujudkannya dengan melakukan monitoring ke kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani KM 22 Landasan Ulin, Kamis (10/3).

Rachmah melihat langsung alur pelayanan yang diberikan kepada pemohon. Terpantau, tidak ada bludakan antrian karena permohonan bisa diajukan secara online melalui aplikasi M-Paspor, termasuk untuk proses pembayarannya. Pemohon hanya datang untuk berfoto dan melengkapi data seperti verifikasi sidik jari.

Legislator dari Partai Amanat Nasional ini menilai pelayanan yang diberikan oleh kantor imigrasi sudah sangat maksimal. Terlebih untuk menghindari kerumunan di masa pandemi ini.

“Kami memonitor pembuatan paspor sekalian bikin paspor. Alhamdulillah pelayanan sangat bagus tanpa antri karena kita sudah daftar online kemudian fasilitas pelayanan cukup baik. Segala fasilitas yang disyaratkan untu WBK dan WBBM sudah lengkap. Bahkan disediakan minuman teh dan kopi untuk pemohon,” katanya kepada wartawan.

Dalam kesempatan ini, Rachmah meminta agar kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Banjarmasin terus berupaya meningkatkan pelayanan. Apalagi pada April mendatang, lanjutnya, berpotensi terjadi peningkatan pemohon menyusul akan dihapuskannya kebijakan karantina untuk penerbangan internasional.

“Kalau melihat jumlah pemohon yang datang hari ini kemungkinan pembuatan paspor akan meningkat karena orang akan banyak yang umrah dan ditambah nantinya kebijakan bebas karantina. Mudah-mudahan layanan terus ditingkatkan dan sukses selalu untuk imigrasi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Sahat Pasaribu mengakui sejak umrah kembali dibuka, memang terjadi peningkatan mencapai 30 pemohon perhari. Hanya saja, menurutnya, jumlah itu belum kembali normal dimana sebelum pandemi angka pemohon di atas 100 orang perhari.

“Pada saat musim pandemi dari Februari 2021, pemohonnya itu sehari bisa 8 orang, paling tinggi 15 orang. Tapi setelah Desember dibuka, naik dari 15 sampai 30 orang. Kemudian ditutup lagi. Tapi kalau sekarang tiap hari meningkat meningkat bisa rata-rata 30 pemohon perhari. Namun jumlah tersebut belum normal karena untuk Banjarmasin itu pelayanan paspor sekitar 85 persen untuk umrah dan haji rata-rata di atas 100 orang perhari. Selain itu, ada juga yang membuat paspor untuk wisata dan melanjutkan sekolah di luar negeri,” jelasnya .

Sahat menambahkan, saat ini dalam rangka mempermudah masyarakat yang ingin berumrah khususnya para lansia, kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin juga melakukan jemput bola dengan memberikan layanan eazy pasport yang ada di 11 kabupaten/kota di Kalsel kecuali Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Pemohon bisa secara kolektif mengajukan permohonan dan akan langsung didatangi oleh petugas imigrasi,” jelasnya.

Selain itu, kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin juga telah membuka unit layanan paspor (ULP) di kabupaten Tapin dan unit kerja kantor (UKK) di kabupaten Balangan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. (NRH/RDM/RH)

Jajaran Polda Kalsel Raih Penghargaan Pelayanan Publik Tahun 2021, Berikut Daftarnya

BANJARMASIN – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto bersama Irwasda, Karo Rena, Dir Intelkam, Kabid Propam dan Kasi SIM Dit Lantas Polda Kalsel, mengikuti kegiatan Penyampaian Evaluasi dan Penyerahan Penghargaan Pelayanan Publik Tahun 2021 Lingkup Polres/Ta/Tabes/ melalui sarana zoom meeting, bertempat di Ruang Monitoring Center Polda Kalsel, pada Kamis (10/3) siang.

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini juga diikuti para Kapolres/Ta Jajaran Polda Kalsel secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut, Menpan RB Tjahjo Kumolo menyampaikan bahwa seluruh instansi dan lembaga Pemerintahan khususnya Polri, harus konsisten dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal ini sebagaimana pesan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahwa dalam setiap aparat negara, harus terdapat jiwa melayani dan membantu masyarakat.

Sementara itu, dikesempatan yang sama para Kapolres dan jajarannya juga mendapatkan arahan dari Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri saat memberikan amanat

Penyerahan penghargaan ini untuk mereka yang berhasil meraih predikat A atau Kategori Prima. Hasil evaluasi tahun 2021, sebanyak 27 Polres/Polresta/Polrestabes berhasil mendapatkan penghargaan Kategori Pelayanan Prima seperti yang diraih oleh Polres Jajaran Polda Kalsel yakni Polresta Banjarmasin, Polres Banjarbaru, Polres Tapin, dan Polres Hulu Sungai Selatan (HSS).

Sedangkan untuk penghargaan dengan Kategori Sangat Baik juga diraih oleh Polres Banjar, Polres Hulu Sungai Tengah, Polres Tabalong, Polres Tanah Laut, Polres Tanah Bumbu, dan Polres Kotabaru.

Penghargaan diberikan di Aula Awaluddin Djamin Gedung Bareskrim Polri Lantai 9, Jakarta, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat disaksikan secara live melalui kanal YouTube Kementerian PAN RB.

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan diselenggarakannya pemberian penghargaan tersebut untuk memberikan apresiasi dan mendorong motivasi penyelenggara pelayanan publik, untuk terus melakukan perbaikan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Acara Penyampaian Hasil Evaluasi dan Penghargaan Pelayanan Publik, bertujuan untuk mempublikasikan secara luas atas prestasi yang sudah dicapai oleh masing-masing unit, sehingga diharapkan akan memicu persaingan positif dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik,” ungkap Menpan RB.

Ada enam aspek yang menjadi dasar penilaian berdasarkan Peraturan Menteri PANRB No. 17/2017. Enam aspek tersebut adalah, kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi pelayanan publik.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengapresiasi capaian yang diraih oleh jajarannya, dan meminta untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat sekaligus juga meningkatan kualitas pelayanan publik sebagai simbol komitmen kuat Kepolisian untuk terus hadir ditengah masyarakat dan bagi masyarakat. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Diskop Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Gelar Pelatihan Koperasi

BANJARMASIN – Dinas Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, menggelar pelatihan manajemen usaha dan simpan pinjam koperasi, di salah satu hotel Banjarmasin pada 7- 10 Maret 2022.

Administrator Koperasi, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Sojuangon Hutauruk, kepada wartawan pada Kamis (10/3) menjelaskan, kegiatan pelatihan yang digelar selama empat hari ini, terdiri dari manajemen usaha dan manajemen simpan pinjam, diikuti sekitar 50 orang pengurus koperasi.

“Dengan pelatihan ini pengurus koperasi dapat menjadikan pengelolaan lebih baik lagi dan profesional,” ucapnya

Disampaikan Sojuangon, dampak pandemi COVID-19 selama dua tahun ini sangat terasa yaitu sebanyak 84 koperasi di kota seribu sungai mengalami tutup. Hal itu disebabkan kepengurusannya tidak aktif, bahkan ada beberapa pengurusnya meninggal dunia.

“Koperasi yang tidak aktif ini, akan kami urus Ke Kementerian Koperasi dan UKM, untuk mencabut statusnya,” katanya

Lebih lanjut Sojuangon menambahkan, dari sebelumnya ada sebanyak 530 koperasi berdiri dengan dua jenis yaitu usaha dan simpan pinjam. Dengan yang tidak aktif lagi 84 koperasi, maka tersisa yang berdiri 446 koperasi, ini akan terus menerus diberikan pelatihan.

“Kita ingin koperasi yang ada ini akan terus mampu bertahan dan semakin berkembang,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Dishut Kalsel Kembali Tertibkan Tambang Emas Ilegal

BANJARBARU – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berulang kali menertibkan aktivitas penambangan emas secara ilegal di kawasan hutan. Terbaru pada awal Maret 2022 ini, pihaknya menertibkan praktik penambangan rakyat  di wilayah hulu Sungai Kiram, Kabupaten Banjar.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Dishut provinsi Kalsel Panca Satata, Rabu (9/4) siang.

Panca Satata menyampaikan, bermula dari laporan masyarakat, Polisi Kehutanan (Polhut) Dishut Kalsel berhasil mengungkap praktik tambang emas ilegal dengan barang bukti 1 unit mesin dompeng besar yang telah ditinggalkan pemiliknya.

“Ada laporan dari masyarakat, terus kami tindaklanjuti di lapangan. Ternyata memang benar ada aktivitas tambang emas ilegal,” ungkapnya.

Panca menambahkan, saat penertiban penambangan emaa illegal tersebut, pihaknya tidak berhasil menangkap para pelaku dikarenakan sudah kabur sebelum petugas datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sudah kabur duluan pelakunya, mungkin mendengar suara mesin sepeda motor kami atau bisa juga sudah diberi tahu mata-mata yang berada di kawasan luar hutan,” lanjut Panca.

Para pelaku penambangan liar dinilai sengaja meninggalkan mesin dompeng yang sangat berat. Sehingga berhasil kabur dari pantauan petugas.

“Total kami sudah mengamankan 12 unit mesin dompeng besar kecil dan 3 mesin kecil yang biasa digunakan untuk sedot air,” ungkap Panca.

Dilanjutkannya, seluruh barang bukti akan dimusnahkan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Terkait penagkapan pelaku, diakuinya cukup sulit dilakukan, karena hanya bermodalkan barang bukti yang ditinggalkan di lapangan.

“Tidak mau ngaku mereka, tidak ada bukti yang kuat,” tutup Panca. (MRF/RDM/RH)

Terima DAK 7 M, PUPRP Banjar Pergunakan Untuk Rehabilitasi Jaringan Irigasi dan Rawa

BANJAR – Pemerintah pusat akan menggelontorkan anggaran DAK untuk Dinas PUPRP Kabupaten Banjar sebesar Rp7 miliar. Bantuan tersebut dipergunakan sebagai program rehabilitasi saluran irigasi rawa khusus di sektor lahan pertanian.

Plt Kepala Dinas PUPR Banjar, Muhammad Riza Dauly melalui Kabid Sumber Daya Air, Jimmy, menyampaikan, ada sekitar 11 lokasi Daerah Irigasi Rawa (DIR) di Kabupaten Banjar menjadi titik fokus dalam pelaksanaan tersebut.

Kabid SDA Dinas PUPRP Banjar, Jimmy

“Seluruhnya tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Banjar. Untuk lokasi DIR jumlahnya ada 74 lokasi sedangkan Daerah Irigasi (DI) sekitar dua lokasi,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Melalui APBN yang akan dikucurkan itu, Jimmy mengaku bersyukur karena ke depan pihaknya bisa menangani program ini dan diharapkan mampu dikerjakan secara maksimal khususnya di sektor lahan pertanian.

“Tujuannya adalah peningkatan hasil produksi pertanian. Kalau anggaran yang disediakan Rp7 miliar untuk Kabupaten Banjar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kecamatan Martapura Barat, Astambul, Sungai Tabuk dan Gambut merupakan daerah irigasi rawa yang secara geografis wilayah cakupannya cukup luas di Kabupaten Banjar. (RHS/RDM/RH)

Penderita Ginjal di Kalsel Jumlahnya Mencapai 700 Pasien

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin memperingati Hari Ginjal Sedunia, dilaksanakan di RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (10/3).

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar mengatakan, setiap tahun pada Bulan Maret diminggu kedua RSUD Ulin Banjarmasin memperingati Hari Ginjal Sedunia.

“Setiap tahun RSUD Ulin Banjarmasin memperingati Hari Ginjal Sedunia,” ucapnya, kepada sejumlah wartawan.

Izzak mengatakan, pada peringatan Hari Ginjal Sedunia ini, RSUD Ulin Banjarmasin melaksanakan promosi global dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal.

Mengingat, lanjutnya, apabila menderita penyakit ginjal apalagi sampai cuci darah, maka seumur hidup akan tergantung dengan mesin.

“Oleh karena itu, penting masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal mereka dengan menjaga pola hidup sehat serta mengkonsumsi makanan bergizi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Ginjal Sedunia Dokter Rusdiansyah mengatakan, pada Peringatan Hari Ginjal Sedunia ini mengangkat tema, ginjal sehat untuk semua.

“Untuk jumlah pasien ginjal di RSUD Ulin Banjarmasin tercatat sebanyak 400 pasien, sedangkan di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak kurang lebih 700 pasien,” ungkapnya.

Pasien Ginjal di RSUD Ulin Banjarmasin

Menurut Rusdiansyah, pasien ginjal tersebut aktif melakukan cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin.

Pada peringatan Hari Ginjal Sedunia ini, dilaksanakan juga Seminar Awam Peringatan Hari Ginjal Sedunia yang dibuka Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Raudatul Jannah, serta diserahkan bingkisan kepada pasien ginjal di RSUD Ulin Banjarmasin.

Dalam sambutannya Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Raudatul Jannah menyampaikan, pada peringatan ini merupakan momen yang tepat untuk bisa memberikan pemahaman kepada diri sendiri serta masyarakat, penting menjaga kesehatan ginjal.

Mengingat, lanjutnya, apabila sudah terkena maka seumur hidup akan mendapatkan tindakan Hemodialisa atau cuci darah.

“Kami berharap, pengobatan penyakit ginjal seperti transplantasi ginjal dapat dilaksanakan, sehingga akan semakin banyak penderita ginjal yang terselamatkan,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)

Tes PCR Tak Berlaku Lagi, Bandara Internasional Syamsudin Noor Terapkan Aturan Baru

BANJARBARU – Kementerian Perhubungan RI telah mengeluarkan aturan baru terkait pelaksanaan penerbangan yang ditujukan bagi seluruh bandara di Indonesia termasuk Kalimantan Selatan untuk tidak lagi mewajibkan calon penumpang menunjukkan hasil negatif Polymerase Chain Reaction (PCR).

Merujuk Surat Edaran (SE) Nomor 21 Tahun 2022, apabila calon penumpang telah dipastikan telah mendapatkan dosis kedua dan ketiga (booster) maka tes PCR maupun Rapid Test antigen tidak berlaku lagi. Bahkan, aturan ini berlaku sejak Senin (8/3).

Terkait hal itu, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Dony Subardono, mengungkapkan, mendukung penuh aturan tersebut. Namun, dikarenakan masih dalam suasana pandemi pihaknya tetap mengimbau agar penumpang tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami selaku operator bandar udara mendukung penuh peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan dengan terbitnya syarat penerbangan terbaru mulai 8 Maret 2022. Kami harap hal ini dapat menjadi semangat baru bagi seluruh pengguna jasa Bandara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama masa Pandemi Covid-19”, ungkapnya melalui rilis yang diterima Abdi Persada FM, Selasa (9/3) siang.

Namun, dirinya menegaskan, bagi pelaku perjalanan udara yang mendapat vaksin pertama keberadaan aturan baru Kementerian Perhubungan RI tak berlaku di Bandara yang berstatus Internasional itu.

“Mereka tetap wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam atau Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan,” paparnya.

Dony menjelaskan, pelaku perjalanan udara yang belum mendapatkan vaksinasi wajib melampirkan surat keterangan dokter.

“Selain hasil tes Covid-19, juga wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19,” ucapnya

Ditambahkannya, pengguna jasa yang tentunya telah memenuhi syarat untuk melakukan penerbangan dapat memasuki area gedung terminal Bandara Internasional Syamsudin Noor hingga check in area.

“Setelah itu akan dilakukan pengecekan kelayakan terbang untuk calon penumpang di area berikutnya,” jelasnya.

Selain itu, ia menyampaikan, bahwa syarat penerbangan bagi anak-anak berusia dibawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan asal dengan pendamping penerbangan yang menyesuaikan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

 “Dengan adanya informasi yang dinamis selama masa Pandemi Covid-19, terutama tentang syarat perjalanan udara, kami himbau untuk seluruh pengguna jasa dapat menyimak informasi terkini yang kami sampaikan melalui media sosial resmi Bandara Internasional Syamsudin Noor,” pungkas Dony. (BANDARA SYAM/RHS/RDM/RH)

Disdag Kalsel Gelar OP Minyak Goreng Bagi UKM

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar operasi pasar minyak goreng, bagi pelaku usaha kecil dan mikro (UKM), yang kali ini berlokasi di Banjarmasin.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, pada Rabu (9/3) menjelaskan, kegiatan operasi pasar minyak goreng ini, merupakan harga khusus Rp13.000 dari distributor, untuk pelaku usaha seperti penjual makanan dan gorengan di pinggir jalan.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani, saat memberikan komentar pada awak media

“Migor harga Rp13 ribu, bukan harga tetap, melainkan kami dari (Disdag Kalsel) mendapatkan harga murah dari distributor untuk hari ini,” katanya

Disampaikan Birhasani, penjualan minyak goreng bagi pelaku usaha ini telah dibatasi, masing-masing enam liter per pedagang, dan khusus diperuntukkan yang memang benar-benar memiliki dagangannya.

“Kita targetkan mendatangi pedagang secara langsung, minimal satu kabupaten dan kota 100 pelaku usaha yang terdata,” jelasnya.

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, untuk pendataan ini pihaknya bekerja sama dengan Gerakan Kewirausahaan Indonesia (GNI) Kalsel, mulai dari jumlah pelaku usaha baik pedagang makanan dan gorengan yang berjualan dipinggir jalan.

“Kami menyusuri Jalan dalam OP migor ini, menyesuaikan data yang memerlukan minyak goreng, agar produksi mereka tidak terhambat,” ungkapnya

Sementara itu, Arbain, salah satu pedagang makanan, di Jalan Kini Balu Banjarmasin menilai, langkah Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, dalam menggelar operasi pasar minyak goreng sangatlah membantu karena selama ini kesulitan mendapatkan minyak goreng di pasaran, bahkan harganya masih dikisaran per liternya sekitar Rp20.000.

Salah satu pedagang makanan, Arbain

“Dalam berjualan makanan, biasa untuk minyak goreng digunakan satu liter sehari, dengan OP ini, maka terbantu mencukupi selama satu pekan,” tutupnya

Untuk diketahui, sebelumnya pada Selasa (8/3) siang, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar operasi pasar minyak goreng, di kawasan Jalan Tarakan dan Hasan Basri Kayu Tangi, dilanjutkan Rabu (9/3) ke Jalan Bali, Haryono MT, dan Teluk Tiram Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version