Bank Kalsel Luncurkan Program Bakat, Berkomitmen Bekali Insan Banua Menjadi Tenaga Kerja Profesional

BANJARMASIN – Semakin meningkatnya kompleksitas usaha, kompetitifnya persaingan, serta peran digitalisasi yang kian berkembang, menuntut setiap perusahaan untuk mampu mengemas dan membentengi dirinya dengan kualitas yang mumpuni. Hal ini mengacu pada penguatan prinsip dan perencanaan bisnis perusahaan, membentuk struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan perusahaan, optimalisasi sumber daya manusia, business process yang sesuai dengan orientasi customer, mendukung peningkatan brand awareness serta menjaga reputasi perusahaan.

Bank Kalsel sebagai entitas bisnis daerah, menyadari sepenuhnya bahwa teknologi informasi
memegang peranan penting dalam menjaga resiliensi perusahaan untuk mampu beradaptasi
dengan kemajuan zaman. Atas hal ini, Bank Kalsel mereformasi core banking systemnya pada
11 November 2021, yang mana hal ini menjadi titik awal dari Transformasi Digital Bank
Kalsel, dalam rangka menuju Digital Banking.

Seiring hal tersebut, I G.K. Prasetya selaku Direktur Kepatuhan yang membawahi sektor Human
Capital Bank Kalsel menegaskan, peran Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu penopang
keberhasilan bisnis, sangat penting untuk dimiliki, yang selanjutnya harus dijaga, baik dari
kompetensinya, kesejahteraannya, maupun pengembangan karirnya.

“Bank Kalsel meyakini sepenuhnya, SDM merupakan modal yang sangat vital dalam menunjang
pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan secara berkesinambungan. Oleh sebab itu, proses
rekrutmen harus direncanakan, diimplementasikan, dan dievaluasi secara cermat sesuai dengan
kebutuhan perusahaan” terang Prasetya.

Kesadaran akan pentingnya peran SDM tersebut, Bank Kalsel meluncurkan program BAKAT, akronim dari Bank Kalsel Talenta. BAKAT merupakan program pemagangan yang
difasilitasi Bank Kalsel dalam rangka meningkatkan kualitas SDM agar memiliki keterampilan
dan pengalaman di bidang perbankan.

“BAKAT membekali keterampilan dan memberikan pengalaman bagi para pencari kerja dalam
persiapan memasuki dunia kerja, serta upaya untuk membantu meningkatkan kualitas SDM yang
kompeten di bidang perbankan” urai Prasetya.

Untuk kesempatan pertama ini, BAKAT membuka lowongan untuk posisi Teller dengan kualifikasi
usia minimal 18 tahun dan maksimal 24 tahun, terhitung sejak pendaftaran lamaran dimasukkan. Pendidikan yang disyaratkan minimal SMA dengan rata-rata nilai minimal 7.00, jenjang pendidikan
Diploma Satu sampai Strata Satu dengan Indeks Penilaian Kumulatif (IPK) minimal 2.50. Untuk
tinggi badan, bagi Pria minimal 160 cm sedangkan Wanita minimal 155 cm. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama menjalani program BAKAT.

“Tentunya para pelamar harus dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani, tidak pernah
terlibat narkoba atau pelanggaran hukum lainnya, berpenampilan menarik dan memiliki
kemampuan komunikasi yang baik. Tidak kalah penting, bersedia ditempatkan di Kantor Cabang
Bank Kalsel yang ditetapkan” tambah Prasetya.

Pendaftaran dibuka secara online dengan periode perekrutan sejak 14 – 17 April 2022, melalui website www.bankkalsel.co.id pada menu Karier.

Adapun proses seleksi yang dilakukan
tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun. Atas hal ini, kepada masyarakat agar berhati-hati atas
adanya modus penipuan yang mengatasnamakan Bank Kalsel terkait proses rekrutmen. Bank
Kalsel akan melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang menggunakan nama Bank Kalsel
untuk tujuan melanggar hukum dan merugikan orang lain.

Para pelamar yang berhasil menempuh semua proses seleksi BAKAT, nantinya akan memeroleh
fasilitas yang menarik. Sebut saja seperti diberikannya uang saku, bantuan pendidikan bagi peserta
yang masih menjalani pendidikan, dikutsertakan dalam pelatihan-pelatihan, memperoleh sertifikat, serta benefit menarik lainnya. Selain itu juga, berkesempatan untuk menjadi bagian dari Insan
Bank Kalsel, dengan catatan yang bersangkutan mampu menunjukkan kinerja terbaiknya
selama menjadi peserta BAKAT.

“Program BAKAT merupakan program yang positif untuk diikuti, mengingat besarnya manfaat dan
benefit yang nantinya diterima selama mengikuti program. Dengan ini, saya mengajak seluruh
Insan Banua untuk segera bergabung bersama Bank Kalsel dalam program BAKAT. Mari raih
pengalaman kerja dan dapatkan kesempatan untuk meningkatkan wawasan, skill dan kompetensi,
sebagai bekal menjadi tenaga kerja yang profesional di Bank Kalsel” pungkas Prasetya. (Adv-RIW/RH)

Terima Audiensi, DPRD Kalsel Dukung Program RSJ Sambang Lihum Terkait Kesehatan Jiwa

BANJARMASIN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Syaripuddin, menyambut hangat kunjungan perwakilan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Ruang Rapat Gatriwara Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel, pada Rabu (13/4).

Audiensi yang dilakukan Perwakilan BLUD RSJ Sambang Lihum tersebut, bertujuan meminta dukungan dari DPRD Provinsi Kalsel dalam mewujudkan program RSJ Sambang Lihum terkait kesehatan jiwa, yang secara umum bertujuan untuk menjamin setiap orang dapat hidup sejahtera lahir dan batin, serta memperoleh pelayanan kesehatan dengan penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

Dalam hal ini, Politisi PDI-P yang kerap disapa Bang Dhin itu berpendapat, bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya kesehatan jiwa dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

“Dibutuhkan kerja sama lintas sektor, terutama juga Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Koperasi serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), untuk memberikan pelatihan kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), agar mereka bisa kembali ke keluarganya atau masyarakat sehingga hidupnya bisa bermanfaat,” jelasnya.

Dengan adanya audiensi ini, Bang Dhin mendukung apa yang menjadi inovasi dari RSJ Sambang Lihum, dan ini juga akan menjadi perhatian DPRD Kalsel bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. (NRH/RIW/RH)

Seleksi PKN Tingkat II, Polda Kalsel Gelar Verifikasi 13 Komponen Individu

BANJARMASIN – Wakapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, S.I.K., M.Si. memimpin pelaksanaan kegiatan Verifikasi Penilaian 13 Komponen Individu Peserta Seleksi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II TA 2022, pada Rabu (13/4).

Berlangsung di Ruang Kerja Wakapolda Kalsel, kegiatan tersebut turut dihadiri Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol M. Arif Sugiarto, S.I.K., M.P.P., dan Kabid Propam Polda Kalsel Kombes Pol Drs. Djaka Suprihanta, S.H, M.Hum.

Wakapolda menerangkan, bahwa pelaksanaan proses Seleksi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) ini, telah menggunakan sistem penilaian 13 komponen individu setiap peserta.

Dimana Penilaian 13 komponen individu menjadi Indikator dan fokus utama yang digunakan, dengan harapan 13 komponen ini dapat diaplikasikan dan memberikan sumbangan pikiran yang bersifat konstektual strategis, dalam menciptakan Polri yang unggul melalui penilaian kompetensi setiap personel secara transparan dan akuntabel.

Ia berharap, dengan penjaringan yang selektif ini dapat menghasilkan pemimpi kompeten dan dapat diandalkan masyarakat serta kesatuan.

“Saya juga berharap kepada seluruh Panitia dan Peserta agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama pelaksanaan seleksi guna menekan angka penyebaran COVID-19 di Kalimantan Selatan,” ucap Wakapolda Kalsel. (Bidhumaspoldakalsel-RIW/RH)

Targetkan Selesai Akhir Tahun 2022, Kapolda Kalsel Tinjau Progress Pembangunan Gedung Mako Baru

BANJARBARU – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., melakukan peninjauan perkembangan lokasi pembangunan Gedung baru Markas Komando (Mako) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Rabu (13/4) siang.

Peninjauan Mako baru yang berlokasi di Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel Kota Banjarbaru tersebut bertujuan untuk mengetahui proses pembangunan yang telah dilakukan selama ini.

Pada saat melakukan peninjauan Kapolda Kalsel didampingi Ketua DPRD Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsuddin Noor serta Karo Log Polda Kalsel.

Kapolda, secara langsung juga melakukan pengecekan Progress perkembangan Gedung baru Mako Polda Kalsel yang sedang dalam proses pengerjaan.

“Dikarenakan proses pembangunan Mako baru tersebut terkendala Refocusing penghematan keuangan negara di tahun 2021, maka pengerjaannya baru dilakukan pada tahun 2022 ini dan diharapkan selesai di akhir tahun 2022”, tutup Kapolda. (Bidhumaspoldakalsel-RIW/RH)

Dalam Sehari, Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalsel Bukukan Transaksi Rp131 Miliar

BANJARMASIN – Misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Selatan mencatatkan transaksi hingga Rp131 miliar, dalam satu hari kegiatan yang digelar disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Rabu (13/4). Sedangkan dalam jangka panjang, ditargetkan transaksi dapat mencapai sekitar Rp54 trilyun.

Gubernur Jatim (kiri) dan Sekdaprov Kalsel menandatangani perjanjian kerjasama perdagangan dan investasi

Misi Dagang dan Investasi ini, merupakan agenda kerjasama rutin antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Hal ini sesuai pula dengan instruksi Presiden, Joko Widodo.

Foto bersama usai penandatanganan MoU antar SKPD Jatim dan Kalsel

Kerjasama ini, ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian, oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dengan Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar.

Usai acara, kepada wartawan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Indonesia mempunyai market yang sangat besar pada sektor apapun termasuk di Kalimantan Selatan.

“Kerjasama ini bisa mempertemukan antara industri dengan sumber bahan baku subtitusi hingga bisa mengurangi impor bahan baku untuk kebutuhan produk dalam negeri”, ujarnya.

Lebih rinci Khofifah mengatakan, perjanjian kerjasama antar SKPD yang juga dilakukan pada hari yang sama, lebih ditekankan pada alih inovasi. Contohnya antar Dinas Perindustrian kedua provinsi, terkait alih inovasi One Pesantren One Prodouct, yang sudah dijalankan di provinsi Jawa Timur sejak dirinya resmi dilantik. Untuk di wilayah provinsi Kalimantan Selatan, rencananya inovasi ini akan diluncurkan pada Agustus 2022.

“Saya berharap, penandatanganan perjanjian kerjasama ini, dapat mempercepat akselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak”, tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar mengatakan, kerjasama dengan provinsi Jawa Timur ini, telah terjalin sejak lama, khususnya pada sektor perdagangan.

“Kedekatan wilayah inilah yang menjadikan konektivitas Jatim dan Kalsel cukup potensial dalam menunjang pembangunan ekonomi kedua wilayah”, jelasnya kepada wartawan.

Roy mengatakan, bagi provinsi Kalimantan Selatan, provinsi Jawa Timur memiliki kontribusi besar, sebagai tiga provinsi terbesar dalam penjualan dan pembelian komoditas Kalsel.

Berdasarkan data BPS, penjualan komoditas ke Jawa Timur tahun 2021 mencapai Rp6,4 triliun, sedangkan pembelian dari provinsi Jawa Timur sebesar Rp 5,2 triliun.

“Alhamdulillah berdasarkan laporan yang kami terima, hingga jam 6 sore, transaksi dalam satu hari saja mencapai Rp131 miliar,” katanya.

Sekdaprov berharap, melalui kerjasama ini, ekonomi Kalimantan Selatan dapat bangkit dari keterpurukan, akibat pandemi COVID-19. (RIW/RH)

Berani Buka Warung Sakadup di Pasar Batuah, Siap – Siap Kena Sanksi Denda dan Penutupan Paksa

BANJAR – Larangan berjualan makanan dan minuman di lingkungan Pasar Batuah, Martapura, pada pagi dan siang hari, secara tegas diberlakukan. Bahkan, warung sakadup jadi pantauan utama Perumda Pasar Bauntung Batuah bersama penegak perda.

Dirut Perumda Pasar Bautung Batuah, Rusdiansyah, mengatakan, pihaknya bersama Satpol PP akan terus melakukan pengawasan, agar warung sakadup tak seenaknya beraktivitas di lingkungan pasar yang dikelolanya.

“Larangan ini jelas tertuang dalam Perda Ramadan yang dikeluarkan oleh Pemkab Banjar dan sebelumnya kami juga sudah melakukan sosialisasi ke para pedagang di lokasi Pasar Batuah ini,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, Kamis (14/4) siang.

Tak ketinggalan, sejumlah titik lokasi Pasar Batuah, Martapura, yang berpusat di Kabupaten Banjar ini, tidak luput dari pantauan aparat Satuan Polisi Pamong Praja.

“Artinya di bulan Ramadan tidak ada aktivitas melayani makan dan minum pada siang hari yang dimaksud membatalkan puasa,” tegasnya lagi.

Merujuk perda Ramadan, apabila kedapatan berjualan atau melayani makan dan minum di lingkungan pasar pada siang hari, maka pihak pengelola dan Satpol PP tidak segan mendapuk sanksi tegas kepada pedagang tersebut.

 “Pemberlakuannya nanti berupa denda atau penutupan secara paksa dari aparat, apabila masih melakukan pelanggaran yang sama,” tegas Dirut Perumda PBB, Rusdiansyah.

Saat ditanya apakah sudah pernah menemukan warung sakadup di lokasi pasar yang dikelolanya itu, dirinya pun secara tegas menjawab, hingga kini belum mendapati.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada,” pungkasnya. (RHS/RIW/RH)

Museum Wasaka Lakukan Konservasi Benda Koleksi Peninggalan Bersejarah

BANJARMASIN – Demi merawat dan menjaga keutuhan seluruh benda peninggalan bersejarah di Museum Perjuangan Rakyat Kalimantan Selatan, Bidang Kebudayaan melalui Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan konservasi, di halaman Museum Wasaka, yang berlokasi Jalan Kampung Kenanga Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara.

Kabid Kebudayaan, Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, meninjau konservasi

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, setelah melihat kegiatan konservasi pada Rabu (13/4) kepada wartawan menjelaskan, pelaksanaan konservasi dimulai selama empat hari 11 – 14 April 2022. Ada dua tim khusus merawat benda koleksi, dibantu dari beberapa pegawai Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, untuk menyusun di seluruh lemari tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

“Satu tim terdiri 5 orang, yang bertugas masing-masing berbeda dari merawat benda koleksi seperti pedang, keris, dan tim lain merawat perabotan seperti kursi, senjata, lencana, dan alat elektronik pada zaman dulu,” ucapnya

Disampaikan Raudati, dalam konservasi ini ada sebanyak 260 buah koleksi baik di museum maupun di dalam gudang, dengan menggunakan dana dari APBN. Ia berharap tingkat kunjungan ke Museum Wasaka dapat semakin meningkat, apalagi direncanakan pada bulan Mei mendatang, akan digelar belajar bersama di Museum, dalam rangka memperingati hari Museum Internasional yang jatuh pada tanggal 18 Mei.

“Dengan belajar bersama di Museum, tentu akan meningkatkan pengetahuan para pelajar khususnya, tentang sejarah perjuangan di Kalsel,” tutup Helda (sapaan akrabnya). (NHF/RDM/RH)

Musrenbang RKPD 2023, Gubernur Kalsel Pastikan Prioritas Pembangunan Berpihak Untuk Rakyat

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tahun rencana 2023.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (peci), saat secara resmi membuka Musrenbang RKPD Kalsel Tahun 2023

Berpusat di gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, pada Rabu (13/4), kegiatan dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Dalam sambutannya, Sahbirin menekankan kepada Kepala Daerah dan seluruh Kepala SKPD, agar dapat menyusun perencanaan pembangunan secara terpadu dan terintegrasi. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama yang berkaitan dengan anggaran dan dampaknya bagi masyarakat.

“Pastikan bahwa prioritas pembangunan berpihak untuk rakyat, baik disektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, inrastruktur, maupun sektor lainnya yang berhubungan dengan hajat hidup rakyat,” tegasnya.

Sahbirin menyebut, ketergantungan terhadap sektor pertambangan, membuat perekonomian Kalsel cukup rentan dengan pengaruh ekonomi global.

Disisi lain, lanjutnya, perekonomian di dunia dan di daerah manapun saat ini, sedang mengalami tantangan yang berat akibat pandemi.

“Tahun depan kita memerlukan kegiatan, yang sifatnya memulihkan kondisi sosial ekonomi, pasca berakhirnya pandemi,” ucapnya.

Selain itu, pengusaha pelaku UKM juga harus mendapat perhatian, agar dapat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi yang melanda dunia saat ini.

“Latih dan didiklah SDM kita agar memiliki kemampuan bersaing dengan daerah lain, sehingga Kalsel sebagai gerbang IKN dapat kita siapkan dengan baik,” pesannya.

Di tempat sama, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengaku siap mendukung upaya pemerintah dalam membangkitkan kembali ekonomi pasca pandemi.

“Pemerintah tidak lepas dari keberhasilan DPRD, sebaliknya DPRD juga tidak lepas dari keberhasilan pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumu, Zairullah Azhar mengatakan, ada 3 prioritas pembangunan yang diajukannya. Salah satunya pembangunan bendungan Kusan.

Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar

Dengan mempersiapkan lahan seluas lebih dari 2.000 hektare, Zairullah memperkirakan, bendungan tersebut dapat menampung jutaan kubik air yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 1.600MW.

“Dengan jumlah tersebut, kita bisa dapat mendistribusikan tenaga listrik ke Ibu Kota Negara yang baru. Sehingga selain meningkatkan pendapatan, kita juga memiliki kontribusi untuk negara,” ungkapnya.

Dua prioritas pembangunan lainnya, disebutkannya, yaitu percepatan pembangunan jembatan penghubung antar Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, serta jalan bebas hambatan Banjarbaru – Tanah Bumbu.
“Kita ini kan hampir berbatasan langsung dengan IKN yang baru, nah kalau jembatan ini sudah terbangun, maka juga akan terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Paman Birin Apresiasi Capaian Vaksin di Kabupaten Banjar

BANJAR – Vaksinasi di Kabupaten Banjar untuk dosis ketiga sudah berada di kisaran 7,59 persen. Sementara, dosis kedua yang ditujukan bagi lansia, dewasa hingga anak-anak telah mencapai 61,04 persen.

Mendengar hal itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang sekaligus meninjau kegiatan vaksinasi massal yang diselenggarakan di halaman utama kantor Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (13/4) siang, mengapresiasi atas pencapaian yang dilakukan Pemkab Banjar.

Paman Birin berikan bingkisan kepada warga yang telah mengikuti pelaksanaan vaksinasi massal

“Mudah-mudahan terus meningkat dan antusias warga yang mengikuti gelaran vaksinasi bergerak mampu memberikan tambahan angka presentase vaksinasi,” ujarnya.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu juga menyebutkan bahwa capaian angka vaksinasi untuk dosis pertama di Provinsi Kalsel sekitar 93 persen. Sedangkan, dosis kedua hampir 70 persen.

“Vaksinasi ini merupakan bentuk perlawanan kita terhadap serangan dari wabah COVID-19 yang melanda wilayah banua tercinta,” ungkapnya.

Keberadaan pelaksanaan vaksinasi yang digelar di setiap kabupaten/kota, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam upaya memutus mata rantai COVID-19.

“Saya berterima kasih atas kehadiran bapak/ibu yang bersedia mengikuti vaksinasi bergerak,” papar orang nomor satu di Kalsel itu.

Sementara itu, Sekdakab Banjar, Mokhamad Hilman, mengungkap secara keseluruhan hasil atau capaian vaksinasi yang digelar secara bersama-sama dengan instansi lainnya di Kabupaten Banjar.

 “Untuk vaksinasi dosis pertama sekitar  87,8 persen. Sedangkan, dosis kedua sebesar 61,04 persen,” tutur mantan Kadis PUPR Banjar.

Namun hasil sementara untuk capaian vaksinasi dosis ketiga di Kabupaten Banjar, dirinya menyebutkan, baru tercapai 7,59 persen.

“Harapan kami hingga akhir April 2022 untuk vaksinasi kedua bisa tercapai 70 persen. Makanya, target masyarakat di Kabupaten Banjar yang harus mendapatkan imunasasi ini sebanyak 3.000 – 4.000 orang,” pungkas  Sekdakab Banjar.

Dalam kegiatan ini, Paman Birin yang turut didampingi Kalak BPBD Kalsel, Mujiat serta Sekdakab Banjar, Mokhamad Hilman menyerahkan secara simbolis bantuan hibah kepada sejumlah pengurus masjid dan langgar di wilayah itu.

Paman Birin saat menyerahkan bantuan hibah kepada perwakilan pengurus langgar di Kecamatan Gambut

Bahkan, tak lupa pula orang nomor satu di Kalsel ini membagikan bingkisan untuk warga yang telah mengikuti kegiatan vaksinasi massal di halaman kantor Kecamatan Gambut. (RHS/RDM/RH)

Paman Birin Serahkan Dana Hibah Masjid dan Ponpes di Tiga Kabupaten

HULU SUNGAI SELATAN – Selain meninjau langsung kegiatan Vaksinasi Bergerak, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga menyerahkan dana hibah bantuan masjid, mushala dan pondok pesantren di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Tapin pada Selasa (12/4).

Besarnya dana hibah Pemprov Kalsel untuk 3 kabupaten totalnya sebesar Rp1.255.000.000.

Paman Birin yang didampingi Ketua DPRD Kalsel Supian HK menyerahkan secara simbolis dana hibah keagamaan di 3 kabupaten tersebut.

Di Kabupaten HST misalnya. Didampingi Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan Bupati HST Aulia Oktafiandi, dana hibah Pemprov Kalsel diserahkan Paman Birin untuk Mesjid Al-Mukarram, Desa Durian Gantang  sebesar Rp75 juta. Kemudian juga untuk MAN 2 HST senilai Rp75 juta serta dana hibah untuk Langgar Darul Taqwa, Barabai Selatan sebesar Rp50 juta.

Selanjutnya di Kabupaten HSS, tepatnya di Kantor Camat Kandangan, disaksikan Bupati HSS Achmad Fikry, Paman Birin menyerahkan bantuan dana hibah untuk  Ponpes Ibnu Atha’illah Putri, Desa Kapuh sebesar Rp500 juta, Mesjid Munawarattul Hasanah, Desa Gumbil senilai Rp75 juta serta bantuan untuk Masjid Darussaadah, Desa Balimau sebesar Rp75 juta.

Terakhir di Kabupaten Tapin, tepatnya di Masjid Raya Nurul Falah Rantau, Paman Birin yang disaksikan Ketua DPRD Kalsel dan Bupati Tapin M Ariffin Arpan, menyerahkan bantuan dana hibah untuk Masjid Al-Muna, Desa Timbaan sebesar Rp75 Juta, Masjid Dziyatul Husna, Kelurahan Banua Halat Kiri sebesar Rp100 juta serta bantuan untuk Yayasan At-Taqwa Rantau sebesar Rp250 juta.

Selain itu, di 3 kabupaten tersebut, Paman Birin juga menyerahkan paket sembako dan kartu vaksin bagi warga yang ikut vaksinasi.

Disamping itu juga, Paman Birin juga menyerahkan bantuan untuk balita dan ibu hamil sebagai bentuk nyata perhatian dan pencegahan permasalahan stunting.

“Stunting juga perlu perhatian kita secara serius. Kita harap semua terus bergerak untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kita, terutama untuk generasi-generasi yang akan menggantikan kita,” kata Paman Birin. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version